BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Pengayaan Digital Pembelajaran Menulis Teks Cerita Fantasi yang Bermuatan Dimensi Kebhinekaan Global Bagi Peserta Didik SMP
Perubahan yang hadir atas berlakunya kurikulum merdeka memunculkan permasalahan dalam pembelajaran menulis cerita fantasi. Muatan materi pada buku teks kurikulum merdeka belum mampu meningkatkan kemampuan peserta didik, khususnya kemampuan menulis teks cerita fantasi. Adapun pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran sastra, belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran maupun untuk menanamkan nilai dimensi kebhinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar menulis teks cerita fantasi, yaitu buku pengayaan digital menulis teks cerita fantasi bermuatan dimensi kebhinekaan global. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data (3) penyusunan prototipe produk, (4) validasi prototipe, dan (5) revisi prototipe. Hasil penelitian berupa penjelasan terkait (1) hasil analisis kebutuhan; (2) prinsip pengembangan; (3) prototipe buku pengayaan; (4) validasi prototipe; dan (5) perbaikan prototipe buku pengayaan. Berdasarkan hasil validasi, buku pengayaan dinilai dengan kategori sangat baik dari aspek materi, penyajian, kebahasaan, kegrafikaan, dan muatan dimensi kebhinekaan global.
KONFRONTASI KEBERPIHAKAN PADA KOMENTAR MEDIA DIGITAL DAN RAGAM IDEOLOGICAL STATE APPARATUS
Setiap peristiwa yang diekspresikan dalam media massa, khususnya media digital, menjadi peristiwa yang berifat open-ended. Siapapun yang membaca dan memahaminya dengan lebih dalam memiliki ruang yang lebih luasAliran Frankfurt juga menyatakan bahwa ternyata media bisa menjadi alat pemerintah untuk mengontrol publik. Artinya media bisa menjadi bagian dari ideological state apparatus. Dengan analisis wacana kritis, sebuah komentar dari berita media, akan memberikan gambaran tentang kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Analisis struktural dan jaringan semantik akan memperkuat analisis wacana kritis untuk mendalapi sebuah ekspresi, salah satunya komentar pembaca di media. Simpulannya hubungan proposisi dan konten pada komentar mampu membangun gambaran tentang kecenderungan kontra, pro, dan netral. Jika berita yang dimuat berhubungan dengan masalah yang bersifat sakral, maka komentar yang muncul akan lebih seimbang. Jika berita itu menggambarkan kebijakan pemerintah atau janji saat kampanye, muncul komentar pesimistis, dan pada setiap isu sensitif, ragam upaya ideological state apparatus selalu dilakukan oleh pihak pemerintah
IMPLIKATUR NONKONVENSIONAL ROASTING KIKI SAPUTRI “PESAN TERSIRAT DIBALIK KRITIK TERHADAP ERICK THOHIR DAN ZULKIFLI HASAN”
ABSTRAK Roasting merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan dalam dunia komedi untuk menghibur dan memberikan kritik dengan tetap berpenampilan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana contoh implikatur inkonvensional dalam pemanggangan yang diucapkan Kiki Saputri terkait dengan persoalan politik dan kinerja pejabat yang akan dipanggang. Penelitian ini akan menggunakan analisis data yang berasal dari kutipan sangrai Kiki Saputri yang menggunakan implikatur nonkonvensional sebagai alat untuk memberikan efek sindiran yang tersirat pada orang yang disangrai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Menurut Mahsun (2006:84) penelitian bahasa deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu bahasa dalam kurun waktu tertentu. Kemudian teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan pencatatan. Dalam penelitian ini ditemukan implikasi inkonvensional dari terpakainya salah satu komika ternama yaitu Kiki Saputri di salah satu acara TV yang ditayangkan ulang di aplikasi You Tube yaitu “Lapor Pak”. yaitu Bapak Erick Tohir selaku Menteri BUMN dan Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Dalam penelitian ini ditemukan 5 data dari hasil roasting Kiki Saputri kepada Erick Tohir dan 5 data juga diperoleh dari hasil roasting yang diperoleh dari cerita Kiki Saputri kepada Zulkifli Hasan.ABSTRAK Roastingan merupakan teknik yang biasa digunakan dalam dunia komedi untuk menghibur sekaligus memberikan kritik yang tetap dibalut dengan penampilan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganai bagaimana contoh impilikatur nonkonvensional dalam sebuah roastingan yang dituturkan oleh Kiki Saputri terkait dengan isu-isu politik dan kinerja pejabat yang akan diroasting. Penelitian ini akan menggunakan analisis data yang berasal dari kutipan roastingan Kiki Saputri yang menggunakan implikatur nonkonvensional sebagai alat untuk memberikan efek sindiran secara tersirat pada orang yang sedang diroasting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi. Menurut Mahsun (2006:84) penelitian bahasa dengan cara deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati fenomena yang terjadi dalam suatu bahasa dalam kurun waktu tertentu. Kemudian Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan pencatatan. Pada penelitian ini telah ditemukan implikatur nonkonvensional dari roastingan salah seorang komika terkenal yakni Kiki Saputri pada sebuah acara tv yang ditayangkan ulang pada aplikasi youtube yakni "lapor pak" penelitian yang dilakukan adalah mencari data mengenai hasil tuturan roastingan Kiki yang berpusat pada dua pejabat yakni bapak Erick Tohir sebagai mentri BUMN dan Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai mentri perdagangan. Pada penelitian ini telah ditemukan 5 data dari hasil roastingan Kiki Saputri kepada Erick Tohir dan 5 data pula dari hasil roastingan yang didapat dari tuturan Kiki Saputri kepada Zulkifli Hasan
MENGUNGKAP BENCANA LINGKUNGAN DALAM LAGU “TARIAN PENGHANCUR RAYA” KARYA FEAST : KAJIAN EKOKRITIK
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kerusakan dan bencana lingkungan yang direpresentasikan melalui karya prosa dan ditinjau berdasarkan konsep ekokritik oleh Greg Garrard. Sumber data pada penelitian ini adalah lagu genre indie karya band Feast berjudul Tarian Penghancur Raya. Data berupa kutipan lirik lagu yaitu kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian ditemukan lima bentuk bencana lingkungan, yaitu (1) fenomena hujan es batu, (2) pencemaran udara, (3) efek rumah kaca, (4) penangkapan fauna liar, dan (5) eksploitasi tanaman hias. Selain itu, terdapat dua upaya konservasi dan perbaikan lingkungan, yaitu jual beli karbon dan alat makan ramah lingkungan serta peringatan bencana alam
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA SINIAR DEPAN PINTU EPISODE 32 BERJUDUL “TERBEBANI STATUS CUCU NABI?”
Artikel ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat pada siniar Depan Pintu episode 32 bersama Habib Jakfar dengan judul tayangan “Terbebani Status Cucu Nabi?” di kanal YouTube milik Kaesang Pangarep. Pada artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pisau bedah pragmatik, serta disajikan dalam bentuk uraian kata-kata (deskriptif). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode simak dengan teknik baca dan catat. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat sebanyak 5 bentuk tindak tutur ekspresif, yaitu tindak tutur ekspresif permohonan maaf, tindak tutur ekspresif menghina, tindak tutur ekspresif mengeluh, tindak tutur ekspresif suka atau tidak suka, dan tindak tutur ekspresif sindiran
MAKNA KONOTASI DALAM LIRIK LAGU MAHALINI PADA ALBUM FABULA
Penelitian makna konotasi dari beberapa lagu Mahalini dalam album Fabula ini memiliki tujuan agar penikmat musik bisa memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan beberapa data dari lirik lagu itu sendiri. Dari hasil penelitian ini banyak ditemukan lagu yang bergenre pop mellow, sehingga banyak ditemukan makna konotasi negatif dalam penelitian ini. Meskipun banyak terdapat makna konotasi negatif, juga terdapat beberapa makna positif didalamnya
ANALISIS KONTEKS WACANA DALAM PIDATO MENDIKBUDRISTEK NADIEN MAKARIN PADA PERINGATAN HARDIKNAS 2024
This study analyzes the influence of context in understanding speeches as significant discourse in public communication. Using a qualitative method with discourse analysis, it reveals that the topic, delivery medium, and participant background play crucial roles in shaping the meaning of speeches. Understanding signs and signifiers according to Saussure’s theory enriches discourse interpretation, reduces misunderstandings, and enhances communication effectiveness. The findings emphasize the importance of context analysis in comprehending speeches and how linguistic and non-linguistic elements work together.
KERAGAMAN PUISI ANAK DALAM ANTOLOGI UNTUK LITERASI-PUISI
Literasi sastra genre puisi memerlukan tersedianya antologi puisi anak yang memenuhi kriteria literer dan sesuai dengan perkembangan anak. Salah satu antologi yang dihasilkan dari penelitian yang memenuhi kebutuhan literasi-puisi untuk anak adalah Antologi Puisi Anak Tematik. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik puisi anak dilihat dari keragaman bentuk, isi, dan jenisnya. Untuk itu digunakan metode kajian kualitatif yang dipadu dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa puisi yang terdokumentasikan dalam antologi untuk literasi puisi cukup beragam dilihat dari bentuk, isi, dan jenisnya. Keragaman jenis puisi anak yang dibedakan atas puisi berima, puisi deskripsi, puisi pendek, puisi humor, dan puisi ekspresi; keragaman isi puisi anak meliputi keragaman tema, pesan, dan nilai; dan keragaman bentuk meliputi keragaman bunyi, diksi, citraan, majas, sarana retorika, dan tipografi
TANDA KELAS SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH MONOLOG TEROR KARYA PUTU WIJAYA: KAJIAN SEMIOTIK
Penelitian ini berjudul Tanda Kelas Sebagai Kritik Sosial dalam Naskah Monolog Teror Karya Putu Wijaya. Tujuan penelitian ini adalah : (1) memperoleh gambaran struktur naskah drama teror karya Putu Wijaya (2) mengetahui kritik sosial dan realitas sosial yang terkandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya. (3) Menganalisis unsur semiotik yang terkandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya. Pembahasan dari penelitian ini sangat penting karena dapat membuka wawasan masyarakat mengenai masalah-masalah sosial yang dihadapi negara kita, sehingga dapat membuat solusi dari permasalahan itu sendiri. Metode kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan menggambarkan kesimpulan dengan menganalisis naskah drama teror karya Putu Wijaya dengan menggunakan pisau analisis semiotik. Sumber data nya adalah naskah monolog teror karya Putu Wijaya. Terdapat hasil analisis secara struktural mengenai alur, tokoh, latar dan didapatkan gambaran terkait tema dan amanat. Keadaan negara Indonesia dalam bidang sosial dan pendidikan menjadi tema dalam naskah drama tersebut. Penulis menemukan beberapa kritik sosial yang berkaitan erat dengan adanya kelas sosial di masyarakat yaitu kriris tentang keadilan, tanggung jawab, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang mengalami ketimpangan sosial. Tanda semiotik yang tekandung dalam naskah monolog teror karya Putu Wijaya yaitu menggunakan teori Charles Sander Pierce yang meliputi 2 ikon, 2 indeks perilaku, 1 indeks aktualisasi, dan 5 simbol.Kata Kunci: Naskah Monolog, Kritik Sosial, Putu Wijaya, Semioti
BENTUKAN KATA PADA TEKS EKSPOSISI KARYA SISWA SMA SUNAN KALIJOGO JABUNG KABUPATEN MALANG
Penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan ragam bentukan kata, kelas kata, dan sifat bentukan kata pada teks eksposisi karya siswa SMA Sunan Kalijogo Jabung. Pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif berbasis studi dokumen dengan sumber data teks eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga macam ragam bentukan kata yakni kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk; Kelas kata ada enam macam yakni verba, nomina, adjektiva, adverbia, preposisi, dan numeralia; Sifat bentukan kata ada dua yakni inflektif dan derivatif