BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
Not a member yet
    206 research outputs found

    KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM UNGKAPAN KEPERCAYAAN RAKYAT

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang bentuk, kategori, makna dan fungsi dari ungkapan kepercayaan rakyat di masyarakat Minangkabau. Penggunaan metode deskriptip kualitatif diberlakukan terhadap tiga informan selaku sumber data yang layak untuk dikaji. Hasilnya adalah kearifan lokal masyarakat Minangkabau ditemukan struktur, makna dan fungsi yang merepresentasikan kebudayaan yang diwarisinya

    Tindak Tutur Dalam Talk Show The Interview With Tukul Episode: Walikota Semarang Dan Aktor Mata Batin

    Get PDF
     AbstrakPenelitian ini  bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk tindak tutur  dalam acara talk show The Interview With Tukul Episode:  Walikota Semarang Dan Aktor Mata Batin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ketekunan. hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya bentuk tindak tutur yang meliputi tindak tutur (1)  ilokusi yang meliputi kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat perintah (2)  lokusi yang meliputi asertif, direktif, ekspresi, dan komisif (3) perlokusi yang meliputi menjengkelkan, menyenagkan, menjengkelkan.Kata kunci : tindak tutur, ilokusi, lokusi dan perlokusi

    NILAI-NILAI MORAL SOSIAL DAN POTENSINYA UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KUPU-KUPU PELANGI KARYA LAURA KHALIDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral sosial dan potensinya untuk pendidikan karakter dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Kupu-kupu Pelangi karya Laura Khalida terdapat delapan wujud dari nilai-nilai moral sosial, yaitu (1) kerja sama, (2) peduli, (3) kasih sayang (4) sabar, (5) rendah hati, (6) menghormati orang lain, (7) pemaaf, dan (8) bijaksana, relevansi nilai-nilai moral, dan potensi novel untuk pendidikan karakter

    KETRANSITIFAN DALAM TEKS-TEKS DI DUNIA MAYA: PERSPEKTIF LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transitivitas dalam teks-teks yang beredar di dunia maya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis padan referensial milik Sudaryanto. Fokus dalam penelitan ini adalah bentuk dan proses transitivitas yang merupakan realisasi dari fungsi ideasional yang terdapat dalam teks-teks yang diambil dari dunia maya. Objek penelitian ini adalah kumpulan teks berita yang diambil dari dunia maya, yang dianalisis sebanyak lima teks terpilih.  Instrumen yang digunakan adalah instrument peneliti yang menggunakan tabel untuk mencakup unsur-unsur transitivitas beserta subkategorinya. Hasil dari penelitian ini adalah, ditemukannya 96 proses yang terjadi, 168 partisipan yang terlibat, dan 80 sirkumtan yang menyertai. Kemudian, dari 96 proses yang terjadi, di dalamnya terdiri dari 16 proses material, 13 proses mental, 18 proses verbal, 21  proses perilaku, 20 proses relasional, dan 8 proses wujud. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan 46 pola transitivitas dari lima teks yang diambil dari dunia maya

    KESALAHAN SEMANTIK DALAM TUTURAN MAHASISWA ASAL THAILAND

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan semantik yang ada dalam tuturan mahasiswa asal Thailand dalam mempelajari Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Indonesia. Kesalahan semantik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kesalahan generalisasi berlebih dalam tuturan mahasiswa asal Thailand. Untuk memperjelas kesalahan generalisasi tersebut maka dipaparkan juga faktor-faktor penyebab generalisasi berlebih pada tuturan mahasiswa asal Thailand

    Pengembangan Buku Suplemen Teks Cerita Fantasi untuk Penanaman Nilai Antiradikalisme Siswa SMP Kelas VII

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tentang proses pengembangan buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP kelas VII, (2) Mendeskripsikan kualitas produk buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP kelas VII. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model Four D (4-D) yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Subjek uji coba penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Larangan Kabupaten Pamekasan tahun pelajaran 2015/ 2016. Untuk uji coba I (terbatas) dilakukan pada 12 orang siswa, dan uji coba II (luas) dilakukan pada 20 orang kelas VII8. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, angket, lembar pengamatan dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data melalui validasi, angket dan pengamatan. Penganalisisan data dilakukan melalui data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian kualitas buku suplemen meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan diperoleh dari validasi ahli materi yang ahli dibidangnya. Hasil kepraktisan dari hasil keterlaksanaan RPP dengan presentase 82% berkategori baik respon siswa dengan presentase 87% berkategori sangat baik, dan respon guru dengan presenatse 84% berkategori baik. keefektifan buku suplemen dilihat dari aktivitas siswa 84% dengan kategori baik dan aktivitas guru dengan presentase 87% berkategori sangat baik, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 90% tuntas dengan kategori sangat baik. Dengan demikian buku suplemen teks cerita fantasi untuk penanaman nilai antiradikalisme siswa SMP Kelas VII mencapai kevalidan sangat  baik, praktis, dan sangat efektif sehingga dapat digunakan

    MODEL PEMBELAJARAN CIPRO (CITIZEN PROSEDUR) SEBAGAI ALTERNATIF PENGAJARAN TEKS PROSEDUR DALAM MATAPELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Model pembelajaran merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dengan pengunaan model pembelajaran yang tepat, peserta didik tidak hanya berhasil dalam memahami materi yang diajarkan, tetapi minat belajar mereka juga secara tidak langsung akan meningkat. Jika minat belajar pserta didik meningkat, tentunya juga akan terwujudkan situasi belajar yang menyenangkan. CIPRO atau Citizen Prosedur merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dari metode Partisiatori. Metode Partisiatori merupakan metode pembelajaran yang melatih peserta untuk berpikir mandiri, sedangkan model CIPRO yang dikembangkan melatih peserta didik untuk berpikir mandiri dan percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Dari hasil penelitian yang dilakukan, model ini berhasil meningkatkan minat belajar peserta didik pada pengajaran teks prosedur. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terkait pengajaran teks prosedur

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK AUTIS MELALUI DONGENG

    Get PDF
    Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri menuju hidup yang lebih baik. Pendidikan karakter dibutuhkan anak autis sebagai bekal dalam hidupnya sehingga siap menghadapi segala tantangan di dunia yang penuh persaingan dengan penuh percaya diri. Salah satu cara penanaman nilai pendidikan karakter anak autis dilakukan melalui dongeng. Dongeng merupakan media efektif untuk menanamkan nilai pendidikan karakter kepada anak autis

    PENAMAAN TEMPAT USAHA BERBAHASA ASING DI SURABAYA: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF

    Get PDF
    Penamaan tempat usaha terdiri atas dua unsur, yaitu nama diri dan istilah. Penamaan tempat usaha merupakan lambang bahasa yang melekat pada tempat usaha sebagai informasi atau gagasan mengenai dunia usaha dan pemarkah identitas. Penamaan tempat usaha telah diatur dalam undang-undang bahasa, bendera, dan lambang negara dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia.                Penelitian ini berfokus pada (1) pembentukan nama, (2) skema pencitraan, dan (3) pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Berdasarkan fokus tersebut, tujuan penelitian ini adalah menemukan (1) pembentukan nama, (2) skema pencitraan, dan (3) pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya.                Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama-nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya yang didapat pada Mei 2015 sampai November 2015. Korpus data berupa nama-nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya yang didapatkan melalui perekaman, pentranskripsian, pemilahan, dan pemilihan sehingga mampu menghasilkan deskripsi pada fokus yang telah diajukan. Instrument penelitian terdiri atas peneliti, internet, dan lembar catatan hasil penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data penelitian menggunakan metode agih dengan teknik ganti, lesap, dan perluas. Penganalisisan data menggunakan tiga tahap penelitian, yaitu (1) pereduksian data, (2) penyajian data sesuai fokus, dan (3) penyimpulan atau pemverifikasian hasil penganalisisan data. Keabsahan data diuji dengan beberapa cara, yaitu deskripsi mendalam, triangulasi data, replika data, pemeriksaan teman sejawat, dan mengonsultasikan dengan ahli bahasa.Dari hasil penganalisisan data ditemukan delapan kategori penataan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Kategori tersebut, yaitu (1) asosiasi, (2) penyebutan produk, (3) apelativa, (4) keserupaan (5) sifat khas, (6) harapan (7) tempat asal, 8) pemendekan. Kedua, ditemukan sepuluh skema pencitraan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya. Skema pencitraan yang ditemukan terdiri atas (1) citra penghasilan, tempat usaha, dan kumpulan, (2) citra penghasilan dan kumpulan, (3) citra refleksif, tempat usaha, dan kumpulan, (4) citra kemilikan, tempat usaha, dan kumpulan, (5) citra kemilikan dan penghasilan, (6) citra lokatif, tempat usaha, dan kumpulan, (7) citra tempat usaha dan penghasilan, (8) citra psikologi dan tempat usaha, (9) citra tempat usaha dan lokatif, (10) citra psikologi dan penghasilan. Ketiga, pemadanan nama tempat usaha berbahasa asing di Surabaya dapat dilakukan dengan penerjemahan dan penyerapan. Penerjemahan nama dapat dilakukan melalui penerjemahan harfiah dan perekaan bahasa atau transkreasi. Penerjemahan yang dianggap kurang memenuhi kriteria padanan nama dapat diganti dengan penyerapan. Penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia mengacu pada ketentuan penyesuaian ejaan dan pelafalan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing dalam penamaan tempat usaha mengonseptualisasi ide dan eksklusivitas. Bahasa asing lebih memiliki nilai jual dibanding bahasa Indonesia. Penamaan tempat usaha berbahasa asing menunjukkan tren pembentukan nama dengan mencitrakan entitas di lingkungan tempat usaha yang tanpa disadari pembuat nama.Kata Kunci: penamaan, skema citra, semantik kognitif, pemadanan, tempat usaha di Surabaya  AbstractNaming a place of business is composed of two elements, namely the proper name and the term. Naming a business is a symbol of the language attached to the place of business for information or ideas about the world of business and the identity marker. Naming place of business has been set in legislation language, flag and emblem of the state that demanded priority to the use of the Indonesian language.This study focuses on (1) the establishment of nama2) imaging scheme, and (3) matching the name of the place of business of foreign language in Surabaya. Based on that focus, the purpose of this research is to find (1) the establishment name, (2) imaging scheme, and (3) matching the name of the place of business of foreign language in Surabaya.This research is descriptive qualitative. Sources of data in this study are the names of a foreign language in Surabaya businesses acquired in May 2015 to November 2015. The corpus of data such as names of places of business in Surabaya foreign language obtained through recording, transcription, sorting, and selection so as to generate a description of the focus has been filed. Research instrument consisting of researchers, the Internet, and a record sheet research results. Data collection research using observational methods, see, and record. Analyzing data using metode agih research with dressing techniques, vanished, and expand. Analyzing data using three stages of research, namely (1) data reduction, (2) data to the appropriate focus, and (3) inference or verifying the results of analyzing the data. The validity of the data is tested in several ways, namely in-depth descriptions, triangulation of data, replication of data, inspection peers, and consult with linguists.From the results of analyzing the data found Firstly, discovered ten categories of naming the foreign-language name of a place of business in Surabaya. Ten of these categories, namely (1) association, (2) the mention of product, (3) apelativa, (4) similitude, (5) particularity, (6) the mention expectations, (7) the mention of the place of origin, 8) shortening. Secondly, it was found eleven imaging scheme name foreign language place of business in Surabaya. Scheme imaging found to consist of (1) the schematic image of the income, place of business, and collection (2) the schematic image of income and collection, (3) the schematic image of reflexive, place of business, and collection, (4) the schematic image of those ownership, a place of business, and collection, (5) the schematic image of those ownership and income, (6) the schematic image locative, place of business, and collection, (7) the schematic image of place of business and income, (8) the schematic image of psychology and place of business, (9) the schematic image of place of business and locative, (10) the schematic image of psychology and income. Third, foreign-language name matching place of business in Surabaya do with translation and absorption. Translation can be done through the name of the literal translation and creation of language or trans creation. Translation is considered as not meeting criteria can be replaced with a name matching the absorption. Absorption of foreign languages into Indonesian language refers to the adjustment provisions spelling and pronunciation according to Indonesian rule. The use of foreign languages in the naming business premises conceptualizing ideas and exclusivity. Foreign language more commercial value than Indonesian. Naming a place of business in foreign languages show naming trend with imaging environment place of business entity unconsciously by maker name.Keywords: naming, image schema, cognitive semantics, matching, place of business in Surabaya

    Transfer Negatif dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ketiga Mahasiswa BIPA Unesa Angkatan 2015

    Get PDF
    Kata kunci: transfer negatif, pemerolehan bahasa ketiga, mahasiswa BIPA.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) transfer-negatif leksikal, (2) transfer-negatif morfologis, (3) transfer-negatif sintaksis, dan (4) faktor yang memengaruhi transfer negatif dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai B-3 mahasiswa BIPA Unesa angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah lima mahasiswa BIPA angkatan 2015. Data penelitian berupa transfer-negatif di dalam kata dan kalimat, baik pada bahasa lisan maupun tulisan. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dan tulisan mahasiswa BIPA Unesa angkatan 2015. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik simak libat cakap, teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, teknik penugasan, dan teknik dokumentasi dengan instrumen pengumpulan data berupa teks berita, daftar topik percakapan, pedoman wawancara, alat perekam, lembar catatan lapangan, kosakata dan dokumen hasil kerja. Penganalisisan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik HBB. Dari hasil penelitian ditemukan (1) transfer-negatif leksikal yang terdiri dari tiga kelas kata, yaitu kelas nomina, verba dan adjektiva. (2) Transfer-negatif morfologis muncul berupa penghilangan prefiks meN- pada verba dan penambahan prefiks meN- pada verba berkonfiks meN-kan. (3) Transfer-negatif sintaksis muncul berdasarkan penyusunan frasa dan struktur kalimat. (4) faktor yang memengaruhi terjadinya transfer negatif dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai B-3 meliputi faktor (a) psikotipologi, (b) kemampuan dan tingkat masukan di lingkungan pebelajar, (c) penguasaan dimensi kompetensi leksikal, ukuran kosakata dan organisasi kosakata berkembang sebagai kemampuan pebelajar.Key words: Negative Transfer, a third language acquisition, BIPA students.This research aims to describe (1) lexical negative-transfers, (2) morphological negative-transfers, (3) syntactic negative-transfers, and (4) factors influencing the negative transfers in the Indonesian language acquisition as the third language of BIPA students in Unesa 2015. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Subjects numbered five students of BIPA 2015.  Research data were negative transfers in the words and sentences, either in spoken or written language. The data sources of this research were speech and writing class students of  BIPA Unesa 2015.  The collection of research data used the techniques involving free refer capably, ably involved refer techniques, interview techniques, recording techniques, note techniques, assignment techniques and documentation techniques with instruments of the news text, a list of conversation topics, interview guides, recorders, sheet field notes, vocabulary and document of the work. Analyzing research data was done by using circuit techniques to distinguish appeal. Based on the analysis of research data, it was found that there were negative transfers: (1) lexical  negative-transfers consisting of three classes: nouns, verbs and adjectives, (2) morphological negative-transfers appearing in the form of removal prefixes meN- the verb and addition of prefixes on the verb confixs men-kan. (3) syntactic negative-transfers  arising based on compilation of phrases and sentence structure. (4) factors that affect the occurrence of negative transfers in the acquisition of Indonesian as a third language factors include (a) psikotipologi, (b) the ability and level of input in the learners, (c) control of the dimensions of competence lexical, vocabulary size and organization of the vocabulary evolved as the ability learners

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇