Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Pengaruh Earnings Per Share(EPS), Price Earnings Ratio (PER) dan Market Value Added(MVA) terhadap Harga Saham Pada LQ45 Periode 2007-2009
ABSTRAK Yudi Hendrawan, Arwin. 2011. Pengaruh Informasi Earnings Per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), dan Market Value Added (MVA) terhadap Harga Saham Perusahaan LQ45 yang Listing di BEI Periode 2007-2009. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E, M.Com, (II) Helianti Utami, S.E, M.Si,Ak Kata Kunci: EPS (Earnings Per Share), PER (Price Earnings Ratio) MVA (Market Value Added), Harga Saham Untuk menilai kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan mengevaluasi data akuntansi berupa laporan keuangan dengan menggunakan konsep EPS (Earnings Per Share) dan PER (Price Earnings Ratio). EPS merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor. PER merupakan rasio yang menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Selain EPS dan PER, dapat dilakukan dengan menggunakan konsep MVA (Market Value Added). Konsep MVA merupakan suatu ukuran tunggal yang mengukur keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kemakmuran shareholder dengan mengalokasikan sumber-sumber yang sesuai dan mendiskontokan pada biaya modal perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial EPS, PER, dan MVA terhadap harga saham pada perusahaan LQ45. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan perusahaan dan data harga saham. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel independen EPS(X1), PER(X2), MVA(X3), sedangkan variabel dependen adalah harga saham (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 periode 2007-2009. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 18 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Hasil penelitian dengan uji regresi berganda menunjukkan bahwa variabel EPS(X1), PER(X2), MVA(X3) terdapat pengaruh yang positif dengan harga saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS(X1) dan MVA (X2) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t hitung sebesar 6,217 dengan nilai probabilitas 0,000, dan 5,944 dengan nilai probabilitas 0,0000 sedangkan variabel PER(X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t hitung sebesar 1,650 dengan nilai probabilitas sebesar 0,105. Disarankan bagi perusahaan yang ingin menaikkan nilai perusahaan hendaknya lebih memperhatikan EPS dan MVA. Bagi investor hendaknya lebih mempertimbangkan faktor-faktor EPS dan MVA serta faktor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Bagi penelitian berikutnya diharapkan menggunakan semua jenis perusahaan yang terdaftar di BEI sebagai sampel sehingga lebih mencerminkan keadaan pasar modal di Indonesia yang sesungguhnya, memperpanjang periode pengamatan dan menambah rasio keuangan lainnnya atau faktor eksternal seperti kondisi makro ekonomi, tingkat suku bunga, tingkat inflasi, dan lain sebagainya sebagai variabel independen
Analisis Pengendalian Intern atas Prosedur Penagihan Piutang Usaha pada Unit Service PT Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang
ABSTRAKZakiyya, Alvi Noor. 2011. Analisis Pengendalian Intern atas Prosedur Penagihan Piutang Usaha pada Unit Service PT Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Pengendalian Intern, Prosedur Penagihan Piutang Pengendalian intern adalah rangkaian aktivitas yang bertujuan untuk melindungi kekayaan perusahaan. Pengendalian intern menjadi sangat penting karena setiap kekayaan perusahaan harus dilindungi dan dijaga, termasuk kekayaan perusahaan dalam bentuk piutang.Pengertian prosedur adalah bagian dari sistem yang berupa rangkaian tindakan atau kegiatan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi-transaksi yang terjadi sampai menjadi laporan yang siap digunakan. Dengan demikian prosedur penagihan piutang dapat dikatakan sebagai rangkaian tindakan yang melibatkan beberapa orang untuk memproses transaksi piutang.Tugas Akhir ini disusun dengan tujuan untuk mendeskripsikan prosedur penagihan piutang dan pengendalian intern atas prosedur yang telah dilaksanakan tersebut pada Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Data yang digunakan adalah data yang didapat selama proses Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap data yang diperoleh dengan dasar bahan pustaka yang relevan terhadap masalah yang ingin dipecahkan.Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang mempunyai piutang kepada perusahaan yang memiliki kerjasama dengan Unit Service PT. Astra International, Tbk - Daihatsu. Dalam hal pembayaran biaya service, perusahaan tersebut memiliki periode jatuh tempo selama 14 hari dari tanggal faktur service. Terkait piutang tersebut, perusahaan menerapkan prosedur penagihan piutang dengan mengirimkan bukti service asli berupa rangkap dua faktur service dan kuitansi bersama dengan surat tagihan yang dilengkapi dengan SPK asli dari perusahaan kerjasama (PKS) serta faktur pajak standar. Untuk menjamin bahwa seluruh piutang perusahaan akan tertagih, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu menerapkan empat (4) prosedur pengendalian intern.Salah satu cara untuk mengurangi kecurangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, PT. Astra International, Tbk - Daihatsu Cabang Malang sebaiknya menunjuk seseorang yang independen untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen, otorisasi, termasuk prosedur yang dilaksanakan
Analisis Pengendalian Intern Terhadap Pemungutan Pajak Hiburan di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Probolinggo
ABSTRAK Maimun Priantono.2011. Analisis Pengendalian Intern Terhadap Pemungutan Pajak Hiburan di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Probolinggo . Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Program Diploma Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti, SE, M.Si, AK. Kata Kunci: Pajak Hiburan, Pengendalian Intern Sesuai Undang-undang no.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah adalah salah satu landasan yuridis bagi pengembangan otonomi daerah di Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah, Kabupaten Probolinggo diserahi tugas untuk menggali potensi daerahnya sendiri. Awal menuju otonomi daerah yaitu dengan ditetapkannya seperangkat undang-undang, diantaranya Undang-Undang Republik Indonesia No 34 Tahun 2000 yaitu tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dinas Pendapatan Kabupaten Probolinggo adalah salah satu instansi yang ditunjuk Pemerintah Daerah untuk pembayaran pungutan yang salah satunya berasal dari Pajak Hiburan. Untuk mencegah terjadinya suatu kerugian, kekeliruan pencatatan, penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dana dalam suatu perusahaan, dapat dilakukan cara yang ditempuh untuk melindungi kekayaan atau setidaknya untuk meminimalisasi hal–hal diatas adalah dengan menciptakan pengendalian intern yang efektif, Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem pemungutan pajak hiburan dan pengendalian intern di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Probolinggo. Pengambilan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan flowchart, sedangkan metode pemecahan masalah yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem-sistem yang diterapkan di Dinas Pendapatan Kabupaten Probolinggo ada 2 (dua) sistem yaitu sistem Omset (Self Assesment System) dan ketetapan (Official Assesment System). Sedangkan sistem dan prosedur yang digunakan dalam pemungutan pajak hiburan adalah a) Pendaftaran dan penetapan, b) Penyetoran dan penagihan, c) Melakukan pembukuan dan pelaporan. Dalam suatu perusahaan, terjadinya suatu kerugian, kekeliruan pencatatan, penyalahgunaan wewenang, dan penyelewengan harta perusahaan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu untuk mengamankan hasil pemungutan pajak hiburan diperlukan suatu sistem pengendalian intern yang dirancang secara baik dan tepat. Adapun beberapa kelebihan yaitu a) Struktur organisasi yang baik , b) Pembagian tugas karyawan dan pemisahan fungsi tiap bidang yang terkoordinir, c) Karyawan yang berkompetensi dan d) Otorisasi dalam prosedur pemungutan pajak hiburan yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Namun kelebihan tersebut didalamnya juga terdapat kelemahan yaitu dalam dokumen SSPD yang terlalu banyak dan sistem prosedur penyetoran yang masih sangat sederhana. Adapun saran-saran yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam rangka meningkatkan untuk meningkatkan etos kerja karyawan adalah Pemberian sanksi kepada petugas DISPENDA yang nakal, perbaikan pada sistem kinerja karyawan, melakukan pengawasan ketat terhadap hasil pendapatan pajak hiburan, dan memberikan penghargaan bagi petugas dan karyawan yang berprestasi
Analisis Kredit Bermasalah pada PT. BPR Gunung Ringgit Malang
ABSTRAK Alfiana, Frida. 2011. Analisis Kredit Bermasalah Pada PT. BPR Gunung Ringgit, Malang. Program Studi DIII Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing Helianti Utami S.E,.M.Si,.Ak Kata Kunci : Kredi Bermasalah, kolektibilitas bank Pemberian kredit oleh bank mengandung resiko kegagalan atau kemacetan dalam pelunasannya, sehingga dapat berpengaruh terhadap kesehatan bank. Mengingat bahwa bank tersebut bersumber dari dana masyarakat yang disimpan pada bank, maka resiko yang dihadapi bank dapat berpengaruh pula pada keamanan dana masyarakat tersebut. Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis kredit bermasalah PT. BPR Gunung Ringgit Malan. Dalam penyusunan tugas akhir ini, metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai analisis kredit bermasalah terhadap debitur yang ada di PT. BPR Gunug Ringgit Malang. Kredit bermasalah pada PT. BPR Gunung Ringgit disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya nasabah yang terlambat membayar angsuran yang disebabkan pendapatan usahanya mengalami penurunan, gagal panen, atau nasabah tersebut memiliki watak/ karakter untuk tidak membayar angsuran dan melunasi pinjamannya. Dari pihak bank dapat disebabkan oleh pihak analisis kredit yang mungkin kurang teliti dan tidak sepenuhnya menerapkan unsur 5C dalam proses analisis untuk realisasi kredit karena adanya unsur kecurangan lainnya. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan timbulnya kredit bermasalah pada PT. BPR Gunung Ringgit dikarenakan belum diterapkannya unsur 5C secara maksimal, dan upaya yang dilakukan untuk menagih kepada debitur juga kurang maksimal Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa sebaiknya pihak bank yang melakukan analisis kredit melakukan analisis dengan teliti agar semua unsur 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition dapat di peroleh dari nasabah dengan baik dan benar guna meminimalisir kredit bermasalah, mengadakan penagihan piutang secara intensif, untuk mempertahankan jumlah modal yang ada
Tinjauan Atas Prosedur Penyusunan dan Penyajian Bahan Baku Air Brake pada PT. PINDAD (Persero) Turen Malang
ABSTRAK Suparmi 2011. Tinjauan Atas Prosedur penyusunan dan penyajian Anggaran Pembelian Bahan Baku Air Brake Pada PT. PINDAD (Persero) Turen Malang. Tugas Akhir, Program Studi D-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Diana Tien Irafahmi, S.Pd. M,Ed. Kata Kunci : Anggaran Pembelian Bahan Baku Anggaran adalah alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan fungsi- fungsinya. Anggaran lazim dipergunakan sebagai sistem perencanaan, koordinasi dan pengawasan dalam perusahaan. Anggaran nampaknya cukup memadai untuk dipergunakan sebagai alat perencanaan yang lebih baik, sehingga koordinasi dan pengawasan yang dilaksanakan dapat memadai pula. Dengan demikian jelaslah bahwa anggaran dapat dipergunakan sebagai salah satu pengendalian kegiatan perusahaan.Anggaran menjadi masalah yang cukup menarik untuk dibahas, karena dengan disusunnya anggaran maka dapat dilihat taksiran-taksiran dari hasil-hasil atau pengeluaran-pengeluaran, jauh sebelum kegiatan dilaksanakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penyusunan anggaran pembelian bahan baku pada PT. PINDAD(Persero) apakah sudah berjalan dengan prosedur yang diterapkan pada perusahaan, selain itu juga untuk mengetahui penyajian anggaran pembelian bahan baku pada PT. PINDAD (persero) apakah sudah disajikan dengan jelas dan terperinci. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa prosedur penyusunan anggaran pembelian bahan baku telah berjalan dengan baik, akan tetapi dalam hal penyajian anggaran pembelian bahan baku belum disajikan dengan jelas dan terperinci karena PT. PINDAD (Persero) hanya menyajikan dalam jumlah satu tahun dan belum ada rincian setiap bulanya PT. PINDAD (Persero) dalam menyajikan anggaran pembelian seharusnya dalam bentuk tabel sehingga realisasi setiap bulan dapat diketahui. Karena apabila di sajikan dalam bentuk satu tahun seperti yang di buat oleh PT. PINDAD (Persero) maka bahan baku yang digunakan tidak diketahui
Analisis Pengaruh Biaya Produksi terhdap Laba pada Pabrik Gula Modjopanggoong Tulungagung
ABSTRAK Hermawati, Ida. 2011. Analisis Pengaruh Biaya Produksi terhdap Laba pada Pabrik Gula Modjopanggoong Tulungagung. Tugas Akhir, Program Studi DIII Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: DR. Puji Handayati. Kata Kunci: Biaya Produksi, Laba Bersih Tujuan utama dari setiap kegiatan bisnis perusahaan adalah untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menekan biaya sekecil-kecilnya (profit oriented). Laba merupakan sumber utama perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidupnya, hal ini sesuai dengan konsep “going concern” yang beranggapan perusahaan didirikan untuk hidup terus-menerus dan seolah-olah tidak akan berhenti. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengawasi dan mengendalikan biaya produksi, karena biaya produksi sangat penting untuk perusahaan agar dapat terus bertahan. Jika perusahaan bias mengatasi dan menekan biaya produksi seminimal mungkin maka perusahaan akan dapat mengoptimalkan laba. Dari uraian diatas, penulis ingin mencoba menganalisis apakah biaya produksi berpengaruh terhadap laba pada Pabrik Gula Modjopanggoong Tulungagung. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh biaya produksi terhadap laba bersih pada Pabrik Gula Modjopanggoong Tulungagung. Metode pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah 1) melihat perkembangan biaya produksi pada PG Modjopanggoong, 2) melihat perkembangan laba bersih usaha pada PG Modjopanggoong, 3) menganalisis pengaruh biaya produksi terhadap laba bersih usaha pada PG Modjopanggoong. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah biaya produksi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap laba bersih dan pengaruhnya sebesar 99,7%, sisanya 0,3% dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti, seperti biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi mempunyai pengaruh negativ terhadap laba bersih, artinya semakin meningkat biaya produksi maka akan semakin menurun laba bersih yang diperoleh atau sebaliknya
Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Prosedur Penggajian dan Pengupahan pada Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri Tahun 2011
ABSTRAK Edwinanda, Nova Kurnia. 2011. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Prosedur Penggajian dan Pengupahan pada Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri Tahun 2011. Tugas akhir, Jurusan Akuntansi. Program Studi Diploma III Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si.,Ak Kata Kunci: Evaluasi Sistem, Pengendalian Intern, Gaji dan Upah Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. Seperti halnya yang dilakukan PG. Ngadiredjo dalam kewajibannya memberikan gaji dan upah kepada seluruh karyawannya. Dibutuhkan pengendalian intern dalam prosedur penggajian dan pengupahan untuk mencegah ancaman dan mengatasi masalah jika terjadi dalam pelaksanaannya. Sistem pengendalian intern yang baik dapat menghasilkan informasi akuntansi yang dapat dipercaya. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kesesuaian pengendalian intern penggajian dan pengupahan (pemisahan fungsi, wewenang otorisasi, praktek yang sehat, dan karyawan yang berkualitas) dalam upaya menghasilkan informasi akuntansi yang berkualitas. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi adalah wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada penanggung jawab Bagian Pengolahan, Pengawas Bagian Pembukuan, dan Wakil Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan. Dokumentasi diperoleh dari Bagian Pengolahan, Bagian Pembukuan, dan Bagian Perencanaan dan Pengawasan. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan cara menganalisis kesesuaian unsur-unsur pengendalian intern prosedur penggajian dan pengupahan di PG. Ngadiredjo. Langkah-langkah dalam menganalisis yaitu mengevaluasi kesesuaian pemisahan fungsi, mengevaluasi kesesuaian wewenang otorisasi dalam pembuatan dokumen-dokumen, mengevaluasi kesesuaian praktik pelaksanaan setiap bagian yang bertugas, dan mengevaluasi kesesuaian kualitas karyawan yang menangani prosedur penggajian dan pengupahan. Berdasarkan hasil analisis dari wawancara dan dokumentasi diketahui bahwa pengendalian intern prosedur penggajian dan pengupahan di PG. Ngadiredjo terdapat ketidaksesuaian di beberapa hal yaitu adanya perangkapan jabatan antara pembuat dan pendistribusian cek gaji dan upah, penulisan jam/waktu lembur yang dilakukan oleh karyawan yang bersangkutan, praktek tidak sehat ditandai dengan tidak adanya rotasi jabatan secara berkala di Bagian Pengolahan, serta proses perekrutan karyawan dengan jumlah sedikit yang dilkakukan secara tertutup dengan memprioritaskan lingkungan intern. Kesimpulan penulisan Tugas Akhir ini yaitu pengendalian intern prosedur penggajian dan pengupahan di PG. Ngadiredjo memiliki beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya namun bukan berarti prosedur penggajian dan pengupahan di PG. Ngadiredjo buruk sepenuhnya. Sehingga saran mengenai hasil pembahasan Tugas Akhir ini yaitu adanya kelemahan yang ditemukan dapat dijadikan acuan dalam perbaikan atau pembentukan sistem baru yang lebih efektif agar dapat menghasilkan informasi akuntansi yang memiliki akuntabilitas tinggi serta tidak merugikan perusahaan
Analisis sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom
ABSTRAK Permatasari, Oni. 2011. Analisis Sistem Pemberian Kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Ahli Madya Akuntansi Jurusan Ekonomi Universitas Negeri Malang. Helianti Utami S.E, M. Si, Ak. 78 halaman. Kata Kunci: Sistem Pemberian Kredit, BPR Perkembangan perekonomian Indonesia memunculkan bank-bank yang menawarkan berbagai fasilitas layanan. Sebagai lembaga keuangan yang berfungsi menyimpan dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman, bank berusaha memberikan kemudahan dalam layanan pemberian kredit. Namun, pada umumnya masih banyak masyarakat yang kurang memahami tata cara dan syarat pemberian kredit. Oleh sebab itu permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom yang meliputi fungsi-fungsi yang terkait, dokumen yang dibutuhkan, catatan akuntansi yang digunakan dan jaringan prosedur. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem pemberian kredit dan kendala yang timbul dengan sistem yang dijalankan oleh PT BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Metode pengumpulan data pada tugas akhir ini menggunakan metode interview, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ada pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Objek kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom ada kekurangan karena tidak adanya flowchart sistem. Disamping itu dokumen yang digunakan belum ada pemberian nomor dan catatan akuntansi yang digunakan masih belum menggunakan jurnal khusus. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa sistem pemberian kredit pada PT. BPR Armindo Kencana Tanjunganom menunjukkan adanya perangkapan jabatan,untuk dokumen yang digunakan masih belum ada penomoran, catatan akuntansinya masih belum spesifik dan masih belum ada flowchart sistem. Sehingga, seharusnya menyediakan flowchart sistem dan dalam pencatatan akuntansinya sebaiknya ke dalam jurnal khusus, yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal umum. Dokumen yang digunakan seperti kuitansi, bukti penerimaan kas, dan bukti pengeluaran kas sebaiknya menggunakan nomor urut tercetak
Pengaruh Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kebiasaan Belajar Siswa terhadap Prestasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Sari, Giyanti Novita. 2011. Pengaruh Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kebiasaan Belajar Siswa terhadap Prestasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Implementasi KTSP dengan SKS, Kebiasaan Belajar, dan Prestasi. Pendidikan merupakan pilar atau pondasi utama untuk membangun manusia berkualitas dan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan di negara kita. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan nasional, sehingga peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukan agar tujuan nasional tersebut dapat diwujudkan. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan salah satunya melalui peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar. Kurikulum berperan penting dalam meningkatkan prestasi siswa. KTSP disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan yang didalamnya memuat pengaturan beban belajar dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Sejauh mana efektifitas KTSP dengan SKS tersebut diterapkan di sekolah sehingga mampu menunjang siswa untuk berprestasi. Selain itu prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh kebiasaan belajarnya. Agar dapat memperoleh prestasi yang baik, maka dalam kegiatan belajarnya siswa harus mempunyai sikap dan cara belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh secara parsial implementasi KTSP dengan SKS terhadap prestasi belajar siswa akan meningkat jika implementasi KTSP dengan SKS benar-benar efektif dan kebiasaan belajar yang baik, oleh karena itu siswa diharapkan mampu tasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi, juga pengaruh dominan implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan IPS yang berjumlah 104 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 59 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang, hal tersebut dapat di lihat dari nilai masing-masing thitung 4,382 dan 3,520. Diketahui secara simultan motivasi dan kebiasaan belajar juga berpengaruh positif terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS ddi SMA Negeri 2 Malang dengan diperoleh nilai Fhitung sebesar 24,187. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel implementasi KTSP dengan SKS (X1). Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Bagi pihak sekolah, agar fasilitas belajar di sekolah dilengkapi sehingga siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan lebih baik, (2) Guru senantiasa memberikan dorongan agar siswa memperbaiki kebiasaan belajar mereka dengan cara menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan (3) Siswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik dengan adanya implementasi KTSP dengan SKS
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan ketersediaan Fasilitas Sekolah terhadapan Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Wlingi Tahun Pelajaran 2010/2011
ABSTRAK Nugroho, Tatas Ridho. 2011. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Ketersediaan Fasilitas Sekolah terhadap Kinerja Guru di SMP N 2 Wlingi Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Fasilitas Sekolah, Kinerja Guru . Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja guru. Selain faktor kepemimpinan, faktor lain yang mempengaruhi kinerja guru adalah fasilitas. Simanjuntak (dalam Staffmm, 2007:3) mengungkapkan bahwa kinerja seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepemimpinan, hubungan industrial, kemampuan dan ketrampilan, motivasi, sikap, etos kerja, struktur organisasi, teknologi dan peralatan atau fasilitas kerja, dan kondisi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan ketersediaan fasilitas sekolah terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Variabel penelitian meliputi: gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan ketersediaan fasilitas sekolah (X2) sebagai variabel bebas dan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini merupakan penelitian sampel yang terdiri dari 41 orang guru akuntansi di SMP N 2 Wlingi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket (kuesioner).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP N 2 Wlingi, Sig t ≤ 0,05 (0,001 ≤ 0,05), (2) Tidak terdapat pengaruh antara ketersediaan fasilitas sekolah terhadap kinerja guru SMP N 2 Wlingi, Sig t ≥ 0,05 (0,670 ≥ 0,05), (3) Terdapat pengaruh positif secara simultan antar gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP N 2 Wlingi, Sig F ≤ 0,05 (0,005 ≤ 0,05). Saran yang diberikan; (1) Bagi Kepala Sekolah: sebaiknya menerapkan gaya kepemimpinan kepala sekolah berdasarkan pada hubungan manusia (people oriented) lebih intensif. Karena dalam penelitian ini (people oriented) terbukti lebih mempengaruhi kinerja guru dari pada (task oriented). Artinya semakin baik kepala sekolah menerapakan gaya kepemimpinan (people oriented) maka semakian baik pula kinerja guru. Kepala sekolah hendaknya lebih sering memberikan instruksi atau arahan kepada guru untuk memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia dengan baik. ; (2) Bagi Guru: Untuk dapat meningkatkan kinerjanya dengan cara memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah memadai. Fasilitas yang telah disediakan oleh sekolah, sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena dengan tersedianya fasilitas sekolah guru akan lebih mudah menyampaikan informasi kepada peserta didik dan lebih bersemangat dalam proses mengajar. ; (3) Bagi Peneliti selanjutnya: Melihat kondisi dilapangan sebelum membuat angket, agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga, topik yang di angkat dapat dibahas dan disajikan dengan baik