Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
peranan kartu ATM sebagai kartu mahasiswa dalam menunjang dunia pendidikan
ABSTRAK Trisna, Atika. 2010. Peranan Kartu ATM sebagai Kartu Mahasiswa dalam Menunjang Dunia Pendidikan Pada PT. BNI 46 (persero) Tbk Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Makaryanawati , SE.,Msi,. Ak. Kata Kunci: Kartu ATM sebagai Kartu Mahasiswa Kebutuhan masyarakat pada saat ini terus meningkat sehingga menuntut bank untuk dapat menyediakan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan bank adalah mahasiswa. Pada waktu melakukan pembayaran SPP atau biaya pendidikan lainnya, mahasiswa harus melakukan proses yang panjang dan lama. Untuk itu mahasiswa membutuhkan produk dan jasa perbankan yang dapat memberikan pelayanan dengan cepat dan mudah dalam pelaksanaannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendapatkan produk dan jasa perbankan yang dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah. Untuk itu, Bank Negara Indonesia (BNI) mengeluarkan produk berupa kartu mahasiswa. Produk ini dikeluarkan untuk menyempurnakan sistem pembayaran yang ada serta untuk meningkatkan dan memaksimalkan penggunaan ATM. Kartu Mahasiswa ini selain dapat digunakan untuk tujuan berbagai aktivitas akademis di lingkungan kampus, juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi penarikan dan pengambilan uang tunai di seluruh ATM BNI dan sebagai cashing card untuk penarikan uang tunai di seluruh cabang online dari BNI. Selain itu penulisan ini juga untuk memberikan gambaran mengenai peranan perbankan dalam dunia pendidikan. Dari hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kartu ATM-KTM ini, mahasiswa dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam hal melakukan pembayaran SPP atau biaya pendidikan lainnya. Mahasiswa tidak perlu mengantri dan menunggu proses yang panjang dan lama, karena transaksi atau pembayaran biaya pendidikan dapat dilakukan di mesin ATM BNI manapun. Selain itu Perbankan memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Saat ini peran perbankan lebih dikembangkan lagi. Terbukti dengan adanya campur tangan perbankan, pendidikan di Indonesia menjadi semakin maju melalui pemberian kredit untuk biaya pendidikan, beasiswa dan lain sebagainya.
OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMENUHI TARGET PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH PEMKOT MALANG
ABSTRAK Mukti, Rakhman. 2010. Optimalisasi Pemungutan Pajak Reklame Sebagai Upaya Untuk Memenuhi Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pada Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dr. Nurika Restuningdiah, S.E.,M.Si.Ak. Kata kunci : Optimalisasi, Pemungutan Pajak Reklame Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang adalah salah satu unit kerja dibawah naungan Pemerintah Kota Malang yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi sebagai koordinator pungutan dibidang Pendapatan Asli Daerah. Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Malang mengacu/mendukung kepada Visi dan Misi Pemerintah Kota Malang sehingga dalam pelaksanaan tugasnya baik program dan kegiatan dalam upaya memenuhi target penerimaan PAD dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah realisasi pajak reklame telah sesuai dengan target yang dianggarkan serta bagaimana upaya optimalisai pemungutan pajak reklame di Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Malang.Dari penelitian diperoleh informasi bahwa realisasi pajak reklame bersifat fluktuatif, hal ini dipengaruhi oleh keadaan masyarakat dimana kebutuhan masyarakat terhadap media promosi reklame yang relatif tidak sama dalam tiap tahunnya. Optimalisasi dalam upaya memenuhi target yang telah ditetapkan perlu diperhatikan, karena dengan upaya optimalisasi yang baik dan paling maksimal maka tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Dalam pemecahan masalah dilakukan metode pemecahan masalah dengan langkah-langkah penelahaan terhadap Analisi SWOT yang terdiri dari : Kekuatan (Strength); Kelemahan (Weakness); Peluang (Opportunity); serta Ancaman (Threat). Dari analisis yang dilakukan dapat diberikan rekomendasi dapat menganggu tercapainya tujuan Dinas. Rekomendasi ini antara lain dengan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta rasa sadar pajak, dimana perkembangan penerimaan reklame belum efektif dikarenakan faktor-faktor kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta ada rasa kurang percaya masyarakat terhadap aparatur yang berwenang. Operasi lapangan dilakukan lebih sering untuk mengetahui reklame yang tidak memenuhi syarat. Selain itu perlu diberikan diklat/pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai tidak tetap maupun pegawai tetap yang pendidikannya kurang agar mampu mengimbangi kinerja pegawai yang memiliki pendidikan lebih tinggi. Tetap. Tidak hanya pengawasan dari BKD Pemprov, namun Kepala Dipenda juga perlu mengadakan sidak (inspeksi mendadak) kepada pegawai untuk mengetahui kinerja pegawai secara langsung. Kekuatan serta Peluang yang dimiliki Dipenda merupakan satu kelebihan dalam upaya peningkatan pendapatan pajak reklame.
PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET (IOS) TERHADAP RETURN SAHAM BLUE CHIP (LQ45) PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006 – 2008
ABSTRAK Purnamasari, Dhea Primayudha. 2010. Pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) terhadap Return Saham Blue Chip (LQ45) pada Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Satia Nur Maharani, SE., M.Sa, Ak. (II) Triadi Agung S., SE., M.Si, Ak. Kata kunci: IOS, Market to book value of asset, market to book value of equity, price to earnings, capital expenditure to book value asset, return saham LQ45. Tujuan perusahaan melakukan investasi adalah adanya harapan untuk mendapatkan keuntungan dimasa mendatang sehingga perusahaan dapat dikatakan going concern. Keberlanjutan suatu usaha berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan yang menghasilkan prospek yang menguntungkan, karena investasi yang ditanamkan diharapkan akan memberikan return yang tinggi. Pilihan-pilihan investasi yang dilakukan perusahaan di masa depan tersebut kemudian dikenal dengan investment opportunity set (IOS) yang proksi dengan market to book value of asset (MBVA), market to book value of equity (MBVE), price earnings ratios (PER) dan capital expenditure to book value asset (CAPBVA). Penelitian ini menggunakan saham yang masuk dalam indeks LQ45 dikarenakan memiliki fundamental yang baik dan memiliki posisi keuangan yang mencerminkan pertumbuhan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008 dengan jumlah 135 perusahaan. Dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebesar 51 perusahaan. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel MBVA (X1) mempunyai nilai thitung 2,472 dan ttabel 2,0076, sehingga thitung > ttabel. Dengan sig.t 0,017 lebih kecil dari nilai 0,05. Sedangkan variabel MBVE (X2), PER (X3), dan CAPBVA (X4) mempunyai nilai thitung masing-masing (0,149; 0,832; -0,461) dan ttabel 2,0076 sehingga thitung < ttabel. Dengan sig.t masing-masing (0,882; 0,410; 0,647) lebih besar dari nilai 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa MBVE berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan MBVE, PER dan CAPBVA tidak berpengaruh terhadap return saham LQ45 periode 2006-2008. Saran yang diberikan untuk mengatasi keterbatasan penelitian ini adalah (1) Untuk lebih mengetahui seberapa akurat IOS mempengaruhi return saham perusahaan, perlu dilakukan penelitian dengan periodisasi yang lebih panjang yang melibatkan tahun-tahun penelitian yang tidak terkena dampak krisis keuangan dan tahun yang terkena dampak krisis keuangan.; (2) Penentuan sampel penelitian terhadap proksi IOS, hendaknya penelitian selanjutnya menggunkan sektor perusahaan yang sejenis, agar lebih dapat menginterpretasikan proksi IOS terhadap return saham perusahaan.; (3) Penggunaan return saham perusahaan yang melibatkan jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham biasa atau disebut relative return
UPAYA DINAS PENDAPATAN KOTA KEDIRI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PAJAK HOTEL BERDASARKAN PERDA NO 17 TAHUN 2002 DI KOTA KEDIRI
ABSTRAK Prihantono, Ahdiat. upaya dinas pendapatan kota kediri dalam meningkatkan pendapatan pajak hotel berdasarkan perda no 17 tahun 2002 di kota kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Program Studi Diploma III, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Satia Nur Maharani S.E M.Sa Ak. Kata Kunci : Potensi Pajak Hotel, Pendapatan Asli Daerah. Dinas Pendapatan Daerah Kota Kediri merupakan salah satu instansi yang bertanggujawab dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah Kota Kediri. Pendapatan asli daerah di kota Kediri diperoleh dari berbagai sumber salah satunya pajak hotel. Pajak hotel merupakan sumber pendapatan asli daerah yang memiliki prospek baik di kota Kediri, hal ini dikarenakan cukup banyaknya jumlah hotel yang terdapat di kota tersebut. Namun masih terdapat faktor yang menghambat terwujudnya hal tersebut dan mengakibatkan pendapatan dari sektor pajak hotel tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pajak hotel, kendala apa yang dihadapi serta upaya yang harus dilakukan dinas pendapatan kota Kediri dalam meningkatkan pendapatan daerah di sektor pajak hotel. Metode pemecahan masalah dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah metode kualitatif, yaitu analisa dalam bentuk kalimat untuk memperoleh kesimpulan dan kuantitatif untuk menghitung presentase. Data penelitian yang dihasilkan adalah uraian kata-kata yang berbentuk uraian kalimat baik menggunakan teori-teori maupun pemikiran yang logis. Hasil penilitian menunjukkan perbandingan antara realisasi dengan potensi pajak hotel. Pada tahun 2007 realisasi pajak yang dapat dicapai sebesar 86,8% sehingga masih terdapat potensi yang belum tergali sebesar 13,2% dan pada tahun 2008 terjadi peningkatan pendapatan dari tahun lalu, realisasi yang dicapai sebesar 89,6% namun masih belum bisa memenuhi potensi yang ditetapkan. Prosentase potensi yang belum tergali sebesar 10,4%. Penyebab pajak hotel di Kota Kediri belum bisa direalisasi secara optimal antara lain karena penetapan target yang terlalu tinggi, kurangnya kesadaran wajib pajak terhadap peraturan, pemungutan pajak yang belum efektif. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah peningkatan kedisiplinan kepada para pegawai, sosialisasi terhadap wajib pajak tentang pentingnya membayar pajak serta pemberian penghargaan khusus /reward bagi wajib pajak yang teratur membayar pajak sehingga timbul semangat dari wajib pajak dan tidak ada keinginan untuk menghindar dari kewajiban perpajakan, perhitungan potensi secara berkala mengenai perkembangan situasi dan kondisi yang dianggap berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan pajak, mengembangkan sektor pariwisata, perlu adanya tim audit agar hasil penerimaan pajak mulai proses pendataan sampai dengan pelaporan dapat terkontrol dengan baik sehingga tingkat kebocoran dapat ditekan
Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Reklame pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung.
ABSTRAK Sayekti, Santi Rahayu. Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Reklame pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung. Pajak reklame merupakan pajak atas penyelenggaraan reklame. Sebagai salah satu sumber PAD yang berasal dari sektor pajak daerah, pajak reklame mempunyai prospek yang baik dan bisa diandalkan sebagai sumber penerimaan yang dapat memperkuat posisi keuangan daerah dengan melihat perkembangan PAD tiap tahunnya. Pemerintah daerah memperoleh pemasukkan berupa tarif pajak atas pemasangan reklame baik yang bersifat insidentil maupun permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka pendek, (2) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka menengah, (3) Mendiskripsikan efektivitas pemungutan pajak reklame jangka panjang. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi pajak reklame dengan target pajak reklame. (2) Analisis realisasi pajak reklame. (3) Menelaah program ekstensifikasi yang digunakan DPPKAD Kabupaten Tulungagung. (4) Analisis kualitas petugas pajak daerah khususnya pajak reklame. (5) Analisis peningkatan penerimaan PAD untuk pembiayaan dalam rangka menunjang anggaran pendapatan daerah. Hasil penulisan ini adalah : (1) Kesesuaian realisasi Pajak Reklame dengan target pajak reklame Kabupaten Tulungagung telah efektif. (2) Analisis perkembangan Pajak Reklame tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 cenderng mengalami kenaikan namun pada tahun 2009 terjadi penurunan. (3) Program ekstensifikasi dilakukan dengan cara penginformasian lahan kosong dan strategis untuk pemasangan reklame kepada WP Reklame. (4) Kualitas Petugas pajak reklame belum efektif ditinjau dari perbandingan wilayah pemungutan, dan jenis pajak daerah. (5) Analisis kontribusi Pajak Reklame terhadap Pajak Daerah cenderung meningkat setiap tahun dibandingkan dengan analisis kontribusi pajak reklame terhadap PAD yang cenderung menunjukkan penurunan di tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan: (1) Melakukan pemungutan dan penagihan dan secara aktif, (2) DPPKAD lebih aktif dalam mmebrikan informasi yang dilakukan melalui iklan di radio koran, dll. (3) (a) Sosialisasi kepada masyarakat/Wajib Pajak mengenai arti penting pajak bagi pembangunan. (b) Untuk menetapkan Pajak Reklame pejabat yang berwenang harus senantiasa melakukan validasi data, sehingga dalam menerbitkan SKPD sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sebenarnya sesuai dengan jumlah, jenis, lokasi pemasangan, lama pemasangan dan tarif pajak reklame. (c) Memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala kepada petugas pajak daerah. (d) Bagi petugas pajak dapat mengatur jadwal pekerjaan dalam menjalankan tugas mereka sebagai petugas pajak mengingat luas wilayah yang ada di Kabupaten Tulungagung. (e) Lebih tegas dalam memberikan denda maupun sanksi kepada WP yang melakukan pemasangan reklame tidak sesuai prosedur.