Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Pengaruh Laba/Rugi, Kategori Kantor Akuntan Publik, Debt to Equity Ratio, dan Ukuran Perusahaan terhadap ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008)
ABSTRAK Qomariyah, Siti. 2011. Pengaruh Laba/Rugi, Kategori Kantor Akuntan Publik, Debt To Equity Ratio/Der Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si. Ak. (2) Makaryanawati, S.E., M.Si. Ak. Kata Kunci : Ketepatan Waktu (Timeliness), Laba/Rugi, Kategori Kantor Akuntan Publik, Debt to Equity Ratio/DER dan Ukuran Perusahaa. Pelaporan keuangan merupakan sumber informasi penting yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis. Laporan keuangan adalah salah satunya. Informasi dalam laporan keuangan akan berguna dalam proses pengambilan keputusan jika relevan dan reliabel. Informasi yang relevan mengandung nilai prediktif, nilai umpan balik, dan ketepatan waktu. Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sangat dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasistasnya untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Jadi ketepatan waktu merupakan kualitas yang berkaitan dengan ketersedian informasi pada saat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh laba/rugi, kategori Kantor Akuntan Publik, debt to equity ratio dan ukuran perusahaan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan yang manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dari penelitian ini menggunakan 133 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008. Pemilihan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Faktor-faktor tersebut kemudian diuji dengan menggunakan regresi logistic pada tingkat signifikansi 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba/rugi, kategori Kantor Akuntan Publik, dan debt to equity ratio secara signifikan berpengaruh pada ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saran dalam penelitian ini adalah, 1) ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan diukur dengan menggunakan jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal penyampaian laporan keuangan auditan, dan 2) memperluas penelitian dengan menambah sampel penelitian dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
EVALUASI SISTEM KREDIT SEBAGAI UPAYA MINIMALISASI KREDIT MACET PADA PT. BPR JWALITA TRENGGALEK
ABSTRAK Cahyandari, Fitria. 2011. Evaluasi Sistem Kredit Sebagai Upaya Minimalisasi Kredit Macet pada PT. BPR Jwalita Trenggalek. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: Sistem Kredit, Minimalisasi Kredit Macet PT. BPR Jwalita merupakan salah satu jenis bank pemerintahan yang bidang usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Lembaga perbankan atau sejenis memberikan kredit dengan tujuan untuk memperoleh bunga dari pokok pinjamannya yang dapat meningkatkan pendapatan lembaga perbankan itu sendiri, untuk itu diperlukan adanya suatu sistem perkreditan yang baik untuk menjaga kelancaran pelaksanaan kredit untuk meminimalisasi kredit macet.Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem kredit pada PT. BPR Jwalita Trenggalek sebagai upaya minimalisasi kredit macet, serta mengetahui cara yang ditempuh untuk mengatasi kelemahan dari sistem kredit yang diterapkan.Teknis pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan untuk metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem kredit pada PT. BPR Jwalita Trenggalek secara umum sesuai dengan prosedur pemberian kredit yang baik serta menerapkan unsur-unsur pokok sistem dalam kegiatan perkreditan. Upaya yang ditempuh PT. BPR Jwalita Trenggalek dalam meminimalisasi kredit macet dilakukan dengan cara melakukan pengawasan terhadap kelancaran pembayaran kredit yang terdiri atas fokus mengingatkan dan fokus penagihan. Berdasarkan hasil pengamatan ini disarankan kepada pihak bank bahwa: (1) Bagian Account Officer (AO) harus lebih teliti dalam menganalisis kredit yang diberikan, dimana harus diadakan analisis tentang calon debitur sesuai dengan ketentuan jadi tidak hanya berdasarkan informasi yang diperoleh dari “perantara” saja. (2) Dalam melakukan penagihan angsuran secara tidak langsung diperlukan adanya bukti kunjungan sebagai bukti bahwa telah diadakan kunjungan kepada nasabah. (3) dalam melakukan pencairan kredit pada nasabah, teller juga melakukan pemeriksaan kembali terlebih dahulu untuk kemudian teller membuatkan kartu angsuran yang akan diserahkan kepada debitur beserta sejumlah uang yang dipinjam
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) DALAM MENCEGAH KREDIT MACET PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA CABANG MALANG
ABSTRAK Hasanah, Rifa Athul. 2011. Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam Mencegah Kredit Macet pada PT. Bank Tabungan Negara Cabang Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing H. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata kunci: Sistem Pengendalian Intern pemberian KPR Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh PT. Bank Tabungan Negara Cabang Malang kepada masyarkat. Pemberian KPR paling mendominasi dibandingkan kredit lainnya, Hal ini dapat memicu terjadinya kredit macet pada penyaluran KPR, pada umumnya bisa disebabkan karena adanya perpindahan tugas/mutasi, terjadinya pemecatan karyawan, adanya musibah, perusahaan bangkrut, penurunan usaha maupun adanya kesengajaan untuk tidak membayar, tetapi kredit macet ini lebih banyak terjadi pada nasabah yang termasuk pegawai swasta atau wirausaha dan kemungkinan kecil terjadi pada pegawai pemerintah. Oleh karena itu dalam untuk menghindari hal tersebut, maka tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menjelaskan sistem pemberian KPR serta pelaksanaan sistem pengendalian intern pemberian KPR dalam mencegah kredit macet pada PT. BTN Cabang Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka dalam pemberian KPR harus memperhatikan unsur-unsur SPI yaitu otorisasi, pemisahan tugas, praktik yang sehat, pembatasan akses terhadap aktiva, serta pengecekan independen atas kinerja. Pada PT. BTN Cabang Malang sistem pemberian kredit mulai dari pelaksanaan sistem pengendalian intern sudah diterapkan melalui otorisasi, pemisahan tugas, praktik yang sehat, pembatasan akses terhadap aktiva, serta pengecekan independen atas kinerja. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kinerja karyawan, menghindari kecurangan serta penyalahgunaan harta perusahaan. Dari analisis dan pembahasan, bahwa sistem pelaksanaan pengendalian intern sudah baik, karena untuk membantu kelancaran pemberian KPR dengan melindungi perusahaan dari kecurangan, penggelapan, serta penyalahgunaan harta perusahaan serta untuk mengetahui kinerja karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan disarankan, (1) Karyawan harus lebih teliti dalam menginput data, agar tidak terjadi kesalahan input yang dapat menghambat pengecekan aktiva pada unsur praktik yang sehat. (2) Pada unsur pengecekan independen atas kinerja, karyawan harus memperhatikan dokumen-dokumen yang dianggap penting agar tidak mudah direkayasa. Saran-saran tersebut bertujuan untuk membantu pelaksanaan sistem pengendalian intern pemberian KPR dalam mencegah kredit macet pada PT. BTN Cabang Malang
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Prestasi Siswa Terhadap Minat Siswa SMK untuk Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi
ABSTRAK Saputri, Novitasari Agus. 2011. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Prestasi Siswa Terhadap Minat Siswa SMK untuk Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi. Skripsi, Jurusan Akuntasi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed (2) DR. Eka Ananta Sidarta, S.E, M.Si, Ak Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Prestasi, Minat Pada dasarnya minat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal seperti intelegensi siswa, cita-cita dan faktor eksternal misalnya status sosial ekonomi orang tua yang dapat ditinjau dari beberapa hal diantaranya pendidikan, jenis pekerjaan, dan penghasilan. Intelegensi siswa yang ditunjukkan oleh prestasi merupakan pendorong timbulnya minat siswa untuk melajutkan ke perguruan tinggi. Unsur- unsur yang mempengaruhi minat diantaranya adalah unsur kesenangan, perhatian, dan motif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan prestasi siswa baik secara parsial maupun simultan terhadap minat siswa kelas XII SMK Negeri 1 Doko untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Doko dengan jumlah populasi sebanyak 244. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan dihasilkan jumlah sampel sebanyak 61 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner yang hasilnya dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa (1) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh terhadap minat siswa SMK melanjutkan studi ke perguruan tinggi (2) prestasi siswa berpengaruh terhadap minat siswa SMK melanjutkan studi ke perguruan tinggi (3) status sosial ekonomi orang tua dan prestasi siswa berpengaruh terhadap minat siswa SMK melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Melalui hasil penelitian yang sudah diperoleh, ada beberapa saran yang muncul guna pengembangan hasil penelitian ini. Saran tersebut diantaranya (1) bagi pihak sekolah hendaknya selalu tetap memberikan semangat dan dukungan serta informasi bahwa sesungguhnya melanjutkan ke perguruan tinggi adalah hal yang sangat penting walaupun mereka adalah siswa yang lulus dari SMK. Sehingga hal tersebut dapat menumbuhkan minat siswa untuk bisa tetap berusaha untuk mencapai tingkat pendidikan di perguruan tinggi (2) bagi orang tua hendaknya juga selalu ikut berperan dalam memberikan dukungan dan pemahaman kepada anak-anak mereka bahwa melanjutkan ke perguruan tinggi adalah hal yang sangat penting guna pengembangan potensi yang telah dimiliki oleh anak (3) bagi siswa hendaknya tetap terus berpacu dalam belajar sehingga tetap mendapatkan prestasi bagus yang selama ini sudah diperoleh sehingga dapat mewujudkan cita-cita yang mereka inginkan melalui studi lanjut ke perguruan tinggi
Implementasi Pengelolaan Anggaran pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2009
ABSTRAKSwastika, Nilam Dwi.2011. Implementasi Penyusunan Anggaran pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2009 . Tugas Akhir, Program Studi D-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Anggaran sektor publik. Penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak bisa lepas dari penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang merupakan dasar untuk mengelola keuangan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, karena keduanya merupakan hal yang saling berkaitan satu sama lainnya. Penyusunan APBD merupakan tahap penyusunan kebijakan keuangan daerah yang mengatur jalannya pemerintahan daerah untuk satu tahun anggaran yang akan dilaksanakan. Pelaksanaan APBD merupakan realisasi dari kebijakan yang telah dirumuskan dalam APBD. Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan pertanggungjawaban dari realisasi APBD kepada masyarakat dan DPRD.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dann informasi yaitu metode dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data yang bersumber dari buku-buku literatur yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika tahun anggaran 2009.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa prosedur penyusunan anggaran pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Anggaran disusun dengan membuat perbandingan kondisi keuangan tahun anggaran sebelumnya, dan menyusun beberapa indikator untuk dilaksanakan sehingga pelaksanaan anggaran sesuai dengan tujuan dibuatnya anggaran itu sendiri. Anggaran pada Dishubkominfo Kabupaten Mojokerto juga telah berjalan dengan efektif, dimana realisasi anggarana mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya pada tahun anggaran yang bersangkutan.Saran yang dapat dikemukakan untuk pelaksanaan APBD pada Dishubkominfo adalah transparansi dalam pengelolaan APBD pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto agar lebih ditingkatkan sehingga pengguna laporan keuangan dapat menilai akuntabilitas dan membuat keputusan, baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik. Serta sosialisasi program kebijakan dalam pengelolaan APBD sehingga dapat benar-benar dipahami oleh instansi
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2009
ABSTRACT Kholik, Moh. Of 2011. Accounting Information Systems Budget Sampang District for Fiscal Year 2009. Diploma Study Program III Accounting, Accounting Department, Faculty of Economics, State University of Malang. Advisor: DR. Sunaryanto, M.Ed. Keywords: Budgeting Systems, Implementation of the Budget, Budget Accountability. Organization of local government can not escape from the system of preparation of the Budget Revenue and Expenditure (Budget) which is the basis to manage finances within the framework of local government administration, because both are things that are related to each other. Budgeting system is a system of local finance policy that governs the course of a year the local government budget to be implemented. Implementation of the budget is a realization of the policy set forth in the budget. Budget accountability is the accountability of the public budget and the realization of the House of Representatives (DPRD). The methods used to collect data and information is the interview (interview) and documentation. Interviews carried out to the field of implementation of the regional development of financial research. Documentation conducted to collect data relating to the management of the District Government budget 2009 Sampang. Based on the analysis of interviews and documentation note that each stage of the management of the District Government budget 2009 Sampang especially its management each has drawbacks and advantages. The budget is in compliance Permendagri No 13 of 2006 primary schedule penyusunannya.Untuk Identification and Priority Development budget ceiling while the realization is still lacking with PPAS design that has been discussed by the District Government Budget Team Sampang due to a lack of coordination with the executive committee budget. Advice can be given to the District Government budget process that is supposed Sampang like budgeting and priority setting budget ceilings while realisainya accordance with the design PPAS has been discussed by Tim Sampang County Government Budget.While the implementation of the budget there should be some programs that financing should not be budgeted in the District Government budget Sampang husband's dance in 2009 due to cost overruns.
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perbedaan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25/29 Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pajak Pratama Probolinggo
ABSTRAK Aji, Anton Sapto. 2009. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perbedaan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25/29 Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing DR.Dyah Aju Wardani MSI, Ak. Kata kunci: Perbedaan Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Terdaftar, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Saat ini pajak merupakan sumber utama penerimaan Negara untuk kelangsungan hidup suatu negara dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang, yang sifatnya wajib. Terjadinya perbedaan penerimaan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi pada tahun 2007 dan 2008 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo disebabkan oleh faktor-faktor yaitu jumlah Wajib Pajak terdaftar khususnya Wajib Pajak Orang Pribadi, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah: dokumen dan intervew. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan jumlah wajib pajak yang terdaftar khususnya orang pribadi, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam melaporkan SPT, perbedaan Undang-Undang lama dan baru dan bagaimana perbedaan penerimaan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi yang terjadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo. Metode analisa yang digunakan adalah dengan mengolah data yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Probolinggo berupa jumlah Wajib Pajak tahun 2007 dan 2008, Jumlah Wajib Pajak yang melakukan Pelaporan SPT pada tahun 2007 dan 2008, Total Penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang pribadi tahun 2007 dan 2008. Berdasarkan analisa data tersebut, dapat diperoleh bahwa Faktor-faktor seperti jumlah Wajib Pajak terdaftar Khususnya Orang Pribadi, tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan dapat menyebabkan perbedaan penerimaan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan diperoleh oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Probolinggo khususnya setiap tahunnya. Dengan memperhatikan hasil yang diperoleh diatas, sebaiknya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dibawah naungan Direktorat Jenderal Pajak untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak serta meningkatkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat yang diharapkan memberikan kontribusi yang besar tehadap kepatuhan wajib pajak serta kepada negara sebagai salah satu sumber penerimaan yang dipergunakan untuk pembangunan di segala bidang
Pengaruh Penggunaan Modul Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang
ABSTRAK Wulansari, Wahyu. 2011. Pengaruh Penggunaan Modul Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Siti Thoyibatun, M.Pd., M.M., (2) Dr. Hj. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Penggunaan Modul, Akuntansi, Prestasi Belajar Penggunaan modul merupakan salah satu alternatif dalam penyelenggaraan pengajaran individual. Pembelajaran modul mampu memberikan kemungkinan kepada siswa untuk belajar mandiri karena setiap siswa dalam kelas dilibatkan secara maksimal dalam pembelajaran. Dalam penggunaan modul sebagai media pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk belajar menurut gaya belajar dan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, memungkinkan siswa untuk maju dan berprestasi sesuai dengan kecepatan sendiri. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 185 siswa yang terbagi ke dalam 5 kelas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel yang ditetapkan terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diajar dengan menggunakan modul dalam pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diajar tanpa menggunakan modul dalam pembelajaran. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan cara memberikan tes kemampuan akhir dalam pembelajaran akuntansi pada materi pokok jurnal penyesuaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa, terbukti dari hasil t-Test:Two-Sample Assuming Equal Variances yang menunjukkan thitung (5,166) > ttabel(1,668). Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah penelitian hanya dilakukan pada satu pokok bahasan saja dikarenakan adanya keterbatasan waktu penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peneliti lain dapat melakukan penelitian tentang penggunaan modul pada materi lain atau lebih dari satu pokok bahasan dengan menambah waktu penelitian sehingga dapat diketahui keefektifan penggunaan modul untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
Pengaruh Kemampuan Bahasa Inggris Terhadap Tingkat Pemahaman Literatur Berbahasa Inggris dan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Pengauditan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Tahun Angkatan 2008/2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Aini, Siti Nur. 2011. Pengaruh Kemampuan Bahasa Inggris Terhadap Tingkat Pemahaman Literatur Berbahasa Inggris dan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Pengauditan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Tahun Angkatan 2008/2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dra. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si. Ak., Pembimbing (2)Makaryanawati, S.E., M.Si. Ak. Kata kunci : Kemampuan Bahasa Inggris, Tingkat Pemahaman Literatur Berbahasa Inggris, Prestasi Belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah tingkat pemahaman literatur. Sedangkan tingkat pemahaman literatur dipengaruhi kemampuan bahasa yang baik. Sehingga kemampuan bahasa secara tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar melalui tingkat pemahaman literatur. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan mengambil tema kemampuan bahasa Inggris secara tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar mata kuliah Pengauditan melalui tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris mahasiswa, (2) pengaruh langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan mahasiswa, (3) pengaruh langsung tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan mahasiswa, (4) pengaruh tidak langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan melalui tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi menggunakan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Akuntasi angkatan tahun 2008/2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang yang berjumlah 58 mahasiswa, dengan sampel 50 mahasiswa. Teknik pengumpulan datanya adalah angket tertutup dan angket terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris mahasiswa, 2) terdapat pengaruh langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan mahasiswa, 3) terdapat pengaruh langsung tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan, 4) terdapat pengaruh tidak langsung kemampuan bahasa Inggris terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Pengauditan melalui tingkat pemahaman literatur berbahasa Inggris. Dari hasil penelitian tersebut disarankan agar mahasiswa meningkatkan pemahaman literatur mata kuliah yang dipelajarinya dengan cara memiliki latar belakang pengalaman, kemampuan berbahasa, kemampuan berfikir, tujuan membaca, dan berbagai afeksi seperti motivasi, sikap, minat, keyakinan, dan perasaan yang baik dan menggunakan banyak buku sebagai sumber belajar untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka
Analisis Bermasalah Pada PT BPR Gunung Ringgit Malang
ABSTRAK Alfiana, Frida. 2011. Analisis Kredit Bermasalah Pada PT. BPR Gunung Ringgit, Malang. Program Studi DIII Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing Helianti Utami S.E,.M.Si,.Ak Kata Kunci : Kredi Bermasalah, kolektibilitas bank Pemberian kredit oleh bank mengandung resiko kegagalan atau kemacetan dalam pelunasannya, sehingga dapat berpengaruh terhadap kesehatan bank. Mengingat bahwa bank tersebut bersumber dari dana masyarakat yang disimpan pada bank, maka resiko yang dihadapi bank dapat berpengaruh pula pada keamanan dana masyarakat tersebut. Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis kredit bermasalah PT. BPR Gunung Ringgit Malan. Dalam penyusunan tugas akhir ini, metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai analisis kredit bermasalah terhadap debitur yang ada di PT. BPR Gunug Ringgit Malang. Kredit bermasalah pada PT. BPR Gunung Ringgit disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya nasabah yang terlambat membayar angsuran yang disebabkan pendapatan usahanya mengalami penurunan, gagal panen, atau nasabah tersebut memiliki watak/ karakter untuk tidak membayar angsuran dan melunasi pinjamannya. Dari pihak bank dapat disebabkan oleh pihak analisis kredit yang mungkin kurang teliti dan tidak sepenuhnya menerapkan unsur 5C dalam proses analisis untuk realisasi kredit karena adanya unsur kecurangan lainnya. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan timbulnya kredit bermasalah pada PT. BPR Gunung Ringgit dikarenakan belum diterapkannya unsur 5C secara maksimal, dan upaya yang dilakukan untuk menagih kepada debitur juga kurang maksimal Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa sebaiknya pihak bank yang melakukan analisis kredit melakukan analisis dengan teliti agar semua unsur 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition dapat di peroleh dari nasabah dengan baik dan benar guna meminimalisir kredit bermasalah, mengadakan penagihan piutang secara intensif, untuk mempertahankan jumlah modal yang ada