Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
sistem pemberian kredit PT.BRI.Tbk Unit Perak Cabang Jombang
ABSTRAK Habibie, Badrus Zaman. 2011. Sistem Pemberian kredit PT. BRI. Tbk Unit Perak Cabang Jombang. Tugas Akhir, Jurusan Diploma-III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Bambang Sugeng, SE, MA, MM, Ak. Kata Kunci: sistem pemberian kredit PT. BRI. Tbk Unit Perak merupakan salah satu jenis bank pemerintahan yang bidang usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Lembaga perbankan atau sejenis memberikan kredit dengan tujuan untuk memperoleh bunga dari pokok pinjamannya yang dapat meningkatkan pendapatan lembaga perbankan itu sendiri, untuk itu diperlukan adanya suatu sistem perkreditan yang baik untuk menjaga kelancaran pelaksanaan kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem pemberian kredit pada PT. BRI. Tbk Unit Perak, serta mengetahui penerapan prinsip 5’C (Character/kepribadian, Capacity/kemampuan, Capital/modal, Condition/kondisi, Collateral/agunan) dari prosedur pemberian kredit PT. BRI. Tbk Unit Perak. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa studi lapangan (observasi) dan dokumentasi, sedangkan untuk metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa sistem pemberian PT. BRI. Tbk Unit Perak secara umum sudah baik, Prinsip 5 C telah diterapkan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Kredit Bisnis Mikro (PPK-BM). Berdasarkan hasil pengamatan ini disarankan kepada pihak bank bahwa: (1) untuk petugas yang terkait lebih meningkatkan kemampuan dalam memeriksa atau menilai kredit yang diajukan oleh pemohon agar kredit tersebut benar-benar tersalurkan pada nasabah yang pantas menerima kredit tersebut. Sehingga tidak akan menimbulkan kredit bermasalah yang akan merugikan pihak bank. (2) Petugas yang terkait harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada nasabah agar dapat memperlancar proses perkreditan. (3) mempercepat proses putusan kredit agar nasabah lebih nyaman dengan sistem perkreditan yang ada, dengan ketelitian dari petugas yang terkait
Kebijakan Pemberian kredit Sebagai Upaya Peningkatan Profitabilitas pada Bank BTPN Cabang Malang
ABSTRAK Rizjal, M Choirur. 2010. Kebijakan Pemberian kredit Sebagai Upaya Peningkatan Profitabilitas pada Bank BTPN Cabang Malang. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunaryanto, M ED. Kata Kunci: Kebijakan Kredit, Profitabilitas. Semakin banyak pinjaman yang diberikan kepada masyarakat akan meningkatkan profitabilitas Bank. Profitabilitas merupakan salah satu indikator untuk menilai baik buruknya kinerja perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasionalnya. Sebaliknya, profitabilitas yang rendah mencerminkan kegiatan operasional perusahaan yang kurang baik sehingga kemampuan untuk menghasilkan laba menjadi rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi profitabilitas dan harus dikelola dengan baik, salah satunya adalah pemberian kredit. Dalam penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan kebijakan pemberian kredit pada Bank BTPN. (2) Mendeskripsikan profitabilitas bank BTPN pada tahun 2008 dan 2009. (3) Mendeskripsikan keterkaitan kebijakan pemberian kredit dengan profitabilitas bank BTPN pada tahun 2008 dan 2009. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan metode deskriptif kuantitatif dan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan pembahasan Tugas Akhir ini dapat disimpulkan (1) Kebijakan pemberian kredit yang ada di Bank BTPN sudah menjalankan prosedur dengan cukup baik. (2) Pada tahun 2008 dan 2009 dengan rasio ROA dan NIM walaupun mengalami penurunan presentase sebesar 0,47% dan 2,8%. (3) Keterkaitan kebijakan pemberian kredit dengan profitabilitas dapat meningkatkan kredit dalam bank BTPN melalui pendapatan bunga kredit . Berdasarkan hasil penulisan Tugas Akhir ini dapat disarankan kepada Bank BTPN (1) Kebijakan pemberian kredit di PT. Bank BTPN Cabang Malang sudah cukup baik dan harus dipertahankan, kecepatan pelayanan kepada calon debitur dan persyaratan kredit yang mudah merupakan unsur penting dalam upaya untuk meningkatkan profitbilitas. (2) Untuk mengatasi kendala permasalahan kredit yang terjadi pihak bank seharusnya lebih tegas dalam memberikan sanksi terhadap debitur yang melanggar. (3) Dalam upaya peningkatan profitabilitas bank seharusnya meningkatkan pemberian kredit yang diimbangi dengan penghimpunan dana (tabungan dan deposito)
implementasi penyetoran, penagihan, dan pengawasan pajak di kpp pratama malang selatan
ABSTRAK Lusiana, Jerry. 2011. Implementasi Penyetoran, Penagihan dan Pengawasan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan. Tugas Akhir. Program Studi Diploma III. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Hj.Puji Handayati, S.E, M.M, Ak. Kata Kunci: Penyetoran Pajak, Penagihan Pajak, Pengawasan Pajak. Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang terbesar. Peranan pajak baik sebagai sumber penerimaan dalam negeri maupun sebagai penyelaras kegiatan ekonomi pada masa-masa yang akan datang sangat penting bagi negara. Untuk mewujudkannya pemerintahan melakukan upaya-upaya dibidang perpajakan mengenai kesadaran atas peran serta masyarakat sebagai Wajib Pajak dalam memenihi kewajibannya membayar pajak. Mengingat berbagai masalah dalam perpajakan sering terjadi, maka penulisan laporan TA ini dimaksudkan untuk membahas mekanisme penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak guna mengoptimalkan penerimaan negara. Hasil analisis menunjukkan mekanisme penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak di KPP Pratama Malang Selatan dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Undang-undang perpajakan. Kendala yang dihadapi KPP Pratama Malang Selatan berasal dari dua sumber yaitu dari Wajib Pajak dan dari aparatur di KPP. Kendala dari Wajib Pajak yaitu (1) Kurangnya pengetahuan WP di bidang perpajakn. (2) WP tidak memberikan keterangan yang sebenarnya dan (3) Masih rendahnya kesadaran WP untuk membayar pajak. Sedangkan kendala yang berasal dari aparatur KPP adalah (1) Minimnya jumlah petugas yang mampu memberikan penyuluhan pajak, sehingga penyuluhan pajak belum maksimal dan (2) Kurang maksimalnya kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas di KPP Pratama Malang Selatan, sehingga beberapa Wajib Pajak mengaku kurang puas atas pelayanan mereka. Usaha-usaha yang dilakukan KPP Pratama Malang Selatan untuk menghadapi kendala yang muncul dalam penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak adalah dengan cara (1) Penyuluhan kepada segenap Wajib Pajak. (2) Menetapkan sanksi yang tegas kepada Wajib Pajak yang kesadaran atau kepatuhannya yang masih rendah. (3) Meningkatkan kualitas aparat perpajakan baik kualitas pengetahuan mengenaiperpajakan dan pelayanan pajak serta kualitas moral aparatur pajak melalui kegiatan kerohanian. Terkait dengan permasalahan yang timbul disarankan kepada KPP Pratama Malang Selatan (1) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) harus lebih aktif melakukan penyuluhan perpajakan kepada masyarakat. (2) Untuk meningkatkan kesadaran WP dalam membayar pajak, KPP bisa memberikan rangsangan misalnya berupa hadiah yang diberikan kepada WP yang patuh membayar pajak. (3) Untuk mengatasi minimnya jumlah pegawai yang mampu memberikan penyuluhan pajak, KPP sebaiknya meningkatkankualitas dan kuantitas pelatihan maupun pendidikan perpajakan yang diberikan pada para aparatur
PENILAIAN KINERJA BERDASARKAN LAPORAN ANGGARAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ‘45 KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT
ABSTRAK Astriana, Gina. 2011. Penilaian Kinerja Berdasarkan Laporan Anggaran Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ’45 Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tugas akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Program Studi Diploma III Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Triadi Agung Sudarto, S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci : Penilaian Kinerja, Anggaran Penilaian kinerja (performance appraisal) pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien., karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam menilai kinerja keuangan di RSUD ’45 Kuningan. Untuk menilai kinerja ini, rumah sakit dapat melihat selisih antara anggaran dengan realisasinya. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah bagaimana rasio efisiensi, efektifitas dan ekonomis, dan bagaimana penilaian kinerja pada Rumah Sakit Umum daerah ’45 Kabupaten Kuningan Jawa Barat periode anggaran 2009. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan pada bidang pengeluaran menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada bidang belanja, penggunaan dana RSUD ’45 Kuningan dikategorikan kurang efisien, efektif dan ekonomis. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh RSUD ’45 Kuningan berupa laporan posisi aktiva yang setara neraca, laporan pemasukan dan pengeluaran yang setara laporan arus kas, laporan realisasi anggaran, dan catatan atas laporan keuangan. RSUD ’45 Kuningan telah menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan pada rincian biaya dan rincian pendapatan untuk setiap unit pelayana secara total, sehingga laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk menilai kinerja setiap unit pusat pertanggungjawaban. Berdasarkan hasil analisis dari dokumentasi diketahui bahwa RSUD ’45 Kuningan telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban tercermin pada penyusunan anggaran yang telah melibatkan semua bagian, penggolongan kode rekening, dan penyusunan struktur organisasi yang jelas. RSUD ’45 kuningan telah menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan pada rincian biaya dan rincian pendapatan untuk setiap unit pelayanan secara total. Saran yang dapat diberikan hendaknya penyusunan anggaran pada rumah sakit dipusatkan pada masing-masing kepala bagian dalam struktur organisasi dan dalam mengelola keuangan sebaiknya pemberian kode perlu ditambahkan penggolongan biaya terkendalikan dan biaya tidak terkendalikan
implementasi penyetoran,penagihan, dan pengawasan pajak di KPP Pratama Malang Selatan
ABSTRAK Lusiana, Jerry. 2011. Implementasi Penyetoran, Penagihan dan Pengawasan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan. Tugas Akhir. Program Studi Diploma III. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Hj.Puji Handayati, S.E, M.M, Ak. Kata Kunci: Penyetoran Pajak, Penagihan Pajak, Pengawasan Pajak. Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang terbesar. Peranan pajak baik sebagai sumber penerimaan dalam negeri maupun sebagai penyelaras kegiatan ekonomi pada masa-masa yang akan datang sangat penting bagi negara. Untuk mewujudkannya pemerintahan melakukan upaya-upaya dibidang perpajakan mengenai kesadaran atas peran serta masyarakat sebagai Wajib Pajak dalam memenihi kewajibannya membayar pajak. Mengingat berbagai masalah dalam perpajakan sering terjadi, maka penulisan laporan TA ini dimaksudkan untuk membahas mekanisme penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak guna mengoptimalkan penerimaan negara. Hasil analisis menunjukkan mekanisme penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak di KPP Pratama Malang Selatan dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Undang-undang perpajakan. Kendala yang dihadapi KPP Pratama Malang Selatan berasal dari dua sumber yaitu dari Wajib Pajak dan dari aparatur di KPP. Kendala dari Wajib Pajak yaitu (1) Kurangnya pengetahuan WP di bidang perpajakn. (2) WP tidak memberikan keterangan yang sebenarnya dan (3) Masih rendahnya kesadaran WP untuk membayar pajak. Sedangkan kendala yang berasal dari aparatur KPP adalah (1) Minimnya jumlah petugas yang mampu memberikan penyuluhan pajak, sehingga penyuluhan pajak belum maksimal dan (2) Kurang maksimalnya kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas di KPP Pratama Malang Selatan, sehingga beberapa Wajib Pajak mengaku kurang puas atas pelayanan mereka. Usaha-usaha yang dilakukan KPP Pratama Malang Selatan untuk menghadapi kendala yang muncul dalam penyetoran, penagihan dan pengawasan pajak adalah dengan cara (1) Penyuluhan kepada segenap Wajib Pajak. (2) Menetapkan sanksi yang tegas kepada Wajib Pajak yang kesadaran atau kepatuhannya yang masih rendah. (3) Meningkatkan kualitas aparat perpajakan baik kualitas pengetahuan mengenaiperpajakan dan pelayanan pajak serta kualitas moral aparatur pajak melalui kegiatan kerohanian. Terkait dengan permasalahan yang timbul disarankan kepada KPP Pratama Malang Selatan (1) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) harus lebih aktif melakukan penyuluhan perpajakan kepada masyarakat. (2) Untuk meningkatkan kesadaran WP dalam membayar pajak, KPP bisa memberikan rangsangan misalnya berupa hadiah yang diberikan kepada WP yang patuh membayar pajak. (3) Untuk mengatasi minimnya jumlah pegawai yang mampu memberikan penyuluhan pajak, KPP sebaiknya meningkatkankualitas dan kuantitas pelatihan maupun pendidikan perpajakan yang diberikan pada para aparatur
Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Pemasaran Pada McDonald's mitra 1 malang
ABSTRAK Widayanti, Evana. 2011. Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Pemasaran Pada McDonald’s Mitra 1 Malang . Tugas akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Program Studi Diploma III Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ibu Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Akuntansi Pertanggungjawaban, Biaya Pendapatan, Penilaian Kinerja. Akuntansi pertanggungjawaban timbul dari adanya pelimpahan wewenang oleh pemimpin kepada para bawahannya karena pemimpin dituntut untuk dapat memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki secara efektif dalam usaha perusahaan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnnya dan bagaimana mempertanggungjawabkannya dalam bentuk laporan tertulis. Laporan tersebut berupa laporan pertanggungjawaban yang dapat digunakan sebagai dasar analisa pengukuran prestasi kerja manajer untuk setiap pusat pertanggungjawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam menilai kinerja pemasaran pada McD Mitra 1 Malang. Untuk menilai kinerja ini, bagian pemasaran McD Mitra 1 Malang dapat melihat selisih antara anggaran dengan realisasinya. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah dengan menetapkan biaya pendapatan. Menganalisa struktur organisasi dan pembagian tugas dan pendelegasian. Serta melihat laporan yang digunakan untuk laporan pertanggungjawaban. Berdasarkan hasil analisis bahwa bagian pemasaran telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban tercermin pada penyusunan struktur organisasi yang jelas, pendelegasian dan menerapkan sistem biaya pendapatan yang mengacu pada penjualan. Saran yang diberikan adalah Manajer sebaiknya melakukan analisis dan koreksi terhadap penyimpangan yang tidak menguntungkan kemudian mengajukan rekomendasi menanggapi penyimpangan materiil yang terjadi
Pengaruh Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kebiasaan Belajar Siswa terhadap Prestasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Sari, Giyanti Novita. 2011. Pengaruh Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kebiasaan Belajar Siswa terhadap Prestasi Siswa Kelas XI Jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. Pembimbing (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Implementasi KTSP dengan SKS, Kebiasaan Belajar, dan Prestasi. Pendidikan merupakan pilar atau pondasi utama untuk membangun manusia berkualitas dan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan di negara kita. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan nasional, sehingga peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukan agar tujuan nasional tersebut dapat diwujudkan. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan salah satunya melalui peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar. Kurikulum berperan penting dalam meningkatkan prestasi siswa. KTSP disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan yang didalamnya memuat pengaturan beban belajar dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Sejauh mana efektifitas KTSP dengan SKS tersebut diterapkan di sekolah sehingga mampu menunjang siswa untuk berprestasi. Selain itu prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh kebiasaan belajarnya. Agar dapat memperoleh prestasi yang baik, maka dalam kegiatan belajarnya siswa harus mempunyai sikap dan cara belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh secara parsial implementasi KTSP dengan SKS terhadap prestasi belajar siswa akan meningkat jika implementasi KTSP dengan SKS benar-benar efektif dan kebiasaan belajar yang baik, oleh karena itu siswa diharapkan mampu tasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi, juga pengaruh dominan implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan IPS yang berjumlah 104 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 59 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial implementasi KTSP dengan SKS dan kebiasaan belajar mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS di SMA Negeri 2 Malang, hal tersebut dapat di lihat dari nilai masing-masing thitung 4,382 dan 3,520. Diketahui secara simultan motivasi dan kebiasaan belajar juga berpengaruh positif terhadap prestasi siswa kelas XI jurusan IPS ddi SMA Negeri 2 Malang dengan diperoleh nilai Fhitung sebesar 24,187. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel implementasi KTSP dengan SKS (X1). Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Bagi pihak sekolah, agar fasilitas belajar di sekolah dilengkapi sehingga siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan lebih baik, (2) Guru senantiasa memberikan dorongan agar siswa memperbaiki kebiasaan belajar mereka dengan cara menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan (3) Siswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik dengan adanya implementasi KTSP dengan SKS
Pengaruh Emotional Quotient dan Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang
ABSTRAK Wijayanti, Indah. 2011. Pengaruh Emotional Quotient dan Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Tuhardjo, S.E, M.Si, Ak. (2) Satia Nur Maharani, S.E, M.SA, Ak. Kata kunci: Emotional Quotient, Keterampilan Mengajar Guru, dan Prestasi Belajar. Pestasi belajar merupakan hasil belajar yang diperoleh siswa dalam menyerap atau menerima ilmu pengetahuan dan materi pelajaran selama proses belajar mengajar yang biasanya ditunjukkan dalam bentuk tes atau angka nilai. Terdapat beberap faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain yaitu kecerdasan emosional dan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan emosional dan persepsi siswa tentang keterampilam mengajar guru baik secara parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa. Metode analisa data adalah analisa regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada pengaruh antara Emotional Quotient terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang, (2) Ada pengaruh antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang, (3) Ada pengaruh secara simultan antara Emotional Quotient dan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Malang. Bedasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan 1) Bagi kepala sekolah memantau dan mengevaluasi peran guru, agar lebih meningkatkan keterampilan mengajarnya; 2) Bagi Guru mata pelajaran Akuntansi mempertahankan keterampilan mengajarnya agar menumbuhkan kesukaan siswa dalam berinteraksi di kelas dalam proses belajar mengajar; 3) Bagi Siswa Mempertahankan prestasi belajar nya, dengan membiasakan belajar teratur dan kosultasi dengan guru mata pelajaran apabila mendapat kesulitan dalam memahami materi yang di ajarkan; 4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengambil populasi yang lebih besar dan melakukan penelitian pada jenjang dan jenis pendidikan yang berbeda
Analisis Pendapatan Asli Daerah Sebagai sumber Pembiayaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Probolinggo
ABSTRAK Hakim, Arif Rahman. 2011. Analisis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Program Studi D-III Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing, Makaryanawati S.E, M.Si, Ak. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam menjalankan pembangunan daerah, Pemerintah Daerah dituntut untuk menjalankan roda pemerintahan yang efektif, efisien, dan mampu mendukung peran masyarakat dalam meningkatkan pemerataan dan keadilan dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kemampuan dalam bidang keuangan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan pendapatan asli daerah di Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2007-2009 dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. Penulisan ini memerlukan data target dan realisasi Pendapatan Asli Derah tahun anggaran 2007-2009. Pengambilan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan interview. Metode pemecahan masalah yang dijelaskan adalah deskriptif yaitu menjelaskan beberapa rasio keuangan daerah antara lain, derajat desentralisasi, rasio pertumbuhan belanja, dan rasio efektivitas PAD. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: berdasarkan rasio derajat desentralisasi yang ditunjukkan dengan angka rasio rata-ratanya adalah 5,59% berarti tingkat kemandirian atau kemampuan keuangan Kabupaten Probolinggo masih rendah. Pada rasio pertumbuhan belanja, secara keseluruhan mengalami peningkatan setiap tahunnya yang disebabkan bertambahnya pajak dan retribusi daerah. Sedangkan efektivitas PAD mengalami penurunan, tetapi masih efektif karena rasio yang dicapai melebihi 100%. Dengan melihat hasil analisis diatas, perkembangan keuangan di Kabupaten Probolinggo disektor pendapatan asli daerah masih kurang. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah pendapatan dengan mengidentifikasi potensi daerah sebagai peluang baru untuk sumber-sumber penerimaan dapat dicari dalam mendukung terlaksananya pembangunan daerah.
Pelaksanaan Audit Internal pada Prosedur Kerja dalam Rangka Memaksimalkan Pelayanan di PT. TASPEN (PERSERO) Cabang Malang
ABSTRAK Mulyani. 2011. Pelaksanaan Audit Internal pada Prosedur Kerja dalam Rangka Memaksimalkan Pelayanan di PT.TASPEN (PERSERO) Cabang Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma-III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Tuhardjo, S. E, M. Si, Ak. Kata Kunci: Pengendalian Internal, Audit Internal Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila sistem yang digunakan juga baik sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Dalam rangkaian sistem manajemen sub sistem pengendalian interal harus saling melengkapi guna tercapainya suatu tujuan perusahaan. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan audit internal, (2) Mengetahui kendala apa yang dihadapi Tim Audit, (3) Langkah apa yang dilakukan Tim Audit Internal dalam rangka memaksimalkan pelayanan di PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Observasi yaitu pengamatan dan pengumpulan data secara langsung terhadap objek yang diteliti, (2) Wawancara yaitu pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pihak yang berwenang, (3) Dokumentasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menggunakan catatan dan arsip pendukung. Kesimpulan dari Tugas Akhir ini adalah: (1) Audit Internal pada prosedur kerja dalam memaksimalkan pelayanan di PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang sudah dilaksanakan dengan baik yaitu struktur organisasi perusahaan dengan pemisahan fungsi yang memadai, (2) Masih terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya persyaratan data yang dibawa oleh peserta, kesibukan anggota audit internal dengan tugas masing-masing, pembagian tugas yang tidak sesuai dengan fungsinya, prosedur yang ditetapkan oleh Kantor Pusat belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Kantor Cabang, (3) Langkah pemecahan masalah Audit Internal yaitu dengan cara mengusulkan kepada kepada pimpinan unit kerja atau kepada Kepala Cabang (MR) agar pembagian tugas ditinjau kembali supaya sesuai dengan fungsinya sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pelayanan; diberlakukanya penertiban prosedur kerja yang telah ditetapkan Kantor Pusat dan dilaksanakan oleh Kantor Cabang yaitu melakukan pengecekan rutin terhadap setiap transaksi dan dapat dipastikan setiap fungsi tidak merangkap fungsi yang lain dan dapat melakukan perbaikan atas kesalahan-kesalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil pengamatan disarankan kepada pihak PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang yaitu: (1) Diperlukan kedisiplinan bagi peserta dalam menyerahkan data yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh PT.TASPEN (Persero) Cabang Malang, (2) Diberlakukanya penertiban dan kedisiplinan dalam pembagian jadwal yang sesuai dengan fungsinya yang dilaksanakan oleh pegawai sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh PT. TASPEN (Persero) Cabang Malang