Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Analisis Kebijakan dan Prosedur Pemberian Kredit Modal Kerja Sebagai Pendukung Pengendalian Internal pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang
ABSTRAK Rachmad,Insan 2013. Analisis Kebijakan dan Prosedur Pemberian Kredit Modal Kerja Sebagai Pendukung Pengendalian Internal pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang. TugasAkhir, JurusanAkuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak.. Kata kunci: Kebijakan, Prosedur pemberian kredit, Sistem Pengendalian Internal. Bank sebagai lembaga keuangan keberadaannya semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa-jasa perbankan bagi masyarakat. PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang adalah salah satu jenis bank swasta yang bentuk usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank juga mempunyai risiko yang sangat besar yakni tunggakan kredit, untuk menghindari hal tersebut diperlukan suatu kebijakan dan prosedur yang baik dalam pemberian kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan dan prosedur pemberian kredit pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Prosedur pemberian kredit modal kerja merupakan serangkaian proses secara lengkap dan berurutan tentang bagaimana tata cara dalam permohonan kredit untuk membantu calon debitur yang membutuhkan tambahan modal dalam usaha kerja. Kebijakan merupakan salah satu faktor terpenting untuk mendukung dan melengkapi acuan prosedur guna meningkatkan kinerja perusahaan. Penerapan kebijakan kredit pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang cukup baik. Adapun yakni syarat pengajuan kredit, batas kewenangan pemberian kredit, suku bunga kredit, sanksi yang diberikan semuanya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Untuk penerapan Prosedur kredit pada PT. Bank Bukopin juga berjalan dengan cukup baik hanya terdapat beberapa kelemahan dalam pengawasan kredit. Dengan demikian diperlukan sistem pengendalian internal yang cukup memadai sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam proses pemberian kredit modal kerja. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat beberapa masalah sebagai berikut. Pertama, adanya peningkatan presentase kredit macet dari tahun ke tahun. Kedua, ketidakefektifan dalam pemisahan tugas Dan yang ketiga, dokumen untuk mencatat jumlah debitur yang telah mengajukan permohonan kredit modal kerja kurang baik. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis merekomendasikan perbaikan kebijakan prosedur pemberian kredit modal kerja sebagai berikut. Pertama, pembuatan buku registrasi dan formulir berkas permohonan dan perjanjian beserta pencairan kredit. Kedua, pelaksanaan on the spot secara rutin Dan yang ketiga, peningkatan pembinaan debitur sehingga dalam pembayaran angsuran kredit dapat berjalan lancar. Dengan adanya hal tersebut diharapkan presentase kredit macet dapat berkurang dan permberian kredit modal kerja pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang dapat tersalurkan dengan baik
Evaluasi Sistem Pengendalian Internal atas Prosedur Pembelian Persediaan Bahan Baku pada UD Kerajinanbatok.com Blitar
ABSTRAK Choirul Ifani, Emi. 2013. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal atas Prosedur Pembelian Persediaan Bahan Baku pada UD Kerajinanbatok.com Blitar. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Pengendalian Internal, Sistem Akuntansi, Prosedur Pembelian, Persediaan Bahan Baku. UD Kerajinanbatok.com merupakan usaha pengrajin kerajinan yang terbuat dari tempurung kelapa. Dalam usaha ini salah satu hal yang penting dalam menjalankan usaha adalah persediaan bahan baku. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian internal atas prosedur pembelian persediaan bahan baku. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa studi dokumentasi dan studi lapangan, sedangkan untuk metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tugas akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa sistem pengendalian internal atas prosedur pembelian persediaan bahan baku kurang baik, hal ini terbukti dari banyaknya unsur-unsur pengendalian yang tidak diterapkan pada perusahaan. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan belum diterapkan dengan baik sehingga transaksi pembelian dapat dilaksanakan oleh satu unit fungsi saja. Dari hasil pengamatan ini disarankan kepada UD Kerajinanbatok.com Blitar, bahwa perlu adanya pemisahan fungsi produksi dan fungsi penyimpanan, serta penggunaan formulir-formulir untuk mendukung otorisasi transaksi dan catatan akuntansi. Selain itu seluruh pihak manajemen harus lebih memperhatikan unsur-unsur pengendalian internal pada prosedur pembelian, guna memperlancar kegiatan operasi perusahaan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AKUNTANSI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK SISWA KELAS XI IPS SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Stevani, Alief Suci. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Akuntansi Berbasis Multiple Intelligences untuk Siswa Kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M, (II) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, M.Si., Ak Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Berbasis Multiple Intelligences Multiple intelligences adalah berbagai ketrampilan dan bakat yang dimiliki siswa untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran. Hal inilah yang sering diabaikan oleh guru dalam pembelajaran yang merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada satu lingkungan belajar. Guru sebagai pendidik harus benar-benar memahami karakteristik peserta didiknya agar transfer ilmu dapat terlaksana dengan baik. Demikian juga dengan bahan ajar, dalam hal ini buku sebagai salah satu sumber belajar yang bisa jadi kurang bermanfaat ketika isi yang disajikan di dalamnya kurang cocok untuk kebutuhan siswa atau tidak dirancang khusus untuk mereka. SMA Laboratorium UM pernah menerapkan pembagian kelas berdasarkan jenis kecerdasan siswa, namun tidak berlangsung lama dikarenakan adanya penurunan hasil belajar siswa pada salah satu jenis kecerdasan. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaktersediaannya bahan ajar berbasis multiple intelligences. Pada observasi awal yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran akuntansi adalah modul yang dibuat sendiri oleh guru akuntansi di sekolah tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengembangan bahan ajar yang memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan keberagaman jenis kecerdasannya dan membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar akuntansi berbasis multiple intelligence berupa buku siswa dan buku panduan guru serta untuk mengetahui efektivitas bahan ajar tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall yang telah dimodifikasi menjadi tujuh langkah pengembangan yang telah disesuaikan dengan kondisi peneliti. Adapun hasil uji coba lapangan awal adalah rata-rata penilaian ahli materi, ahli desain bahan ajar, ahli multiple intelligences dan enam orang siswa terhadap buku siswa sebasar 89,24%. Sedangkan buku panduan guru memperoleh penilaian rata-rata sebesar 89,25%, dengan begitu produk yang dibuat telah valid dan layak digunakan. Pada uji coba lapangan utama ditemukan penilaian siswa terhadap bahan ajar sebesar 85,97% dan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 48%. Sedangkan hasil analisis uji paired sample test memperoleh nilai signifikansi 0,000
Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk,
ABSTRAK Rahayu, Nenda Fibrianti Puji. 2013. Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, Tugas Akhir, Program Studi D3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Makaryanawati S.E., M.Si, Ak Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Profitabilitas, Rasio Efisiensi, dan Rasio Nilai Pasar Pengukuran kinerja keuangan perusahaan memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Manfaat tersebut adalah dapat diketahuinya kelebihan dan kelemahan dari kinerja sebuah perusahaan, penyebab-penyebab terjadinya fluktuasi dalam kinerja perusahaan. Penulis menganalisis PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang bersumber dari laporan keuangan. Analisis rasio keuangan menjadi alat pengukur kinerja keuangan dalam tugas akhir ini. Hasil analisis dari perhitungan rasio pada perusahaan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk menggunakan beberapa rasio, antara lain adalah likuiditas yang terdiri dari rasio modal kerja bersih terhadap total aset, rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas. Rasio leverage yang terdiri dari rasio utang, rasio tingkat kemampuan membayar utang, dan rasio cakupan kas. Rasio efisiensi terdiri dari rasio tingkat perputaran aset, rasio rata-rata periode penagihan, dan rasio perputaran persediaan. Rasio profitabilitas yang terdiri dari rasio margin laba, rasio pengembalian atas aset, rasio pengembalian atas ekuitas, dan rasio pembayaran dividen. Rasio nilai pasar yang terdiri dari earning per common share (EPS), rasio harga laba, percentage of earning retained, dividend payout, dividend yield, dan book value per share. Secara umum kinerja PT. Semen Gresik (Persero) Tbk dinilai dari rasio likuiditas dapat dikatakan baik dan menjanjikan bagi para kreditor jangka pendek. Dinilai dari rasio leverage kinerja perusahaan dapat dikatakan baik dan aman bagi para kreditor jangka panjang dan juga para investor dalam menilai risiko hutang perusahaan. Dinilai dari rasio efisiensi kinerja perusahaan tidak efisien untuk ukuran produk yang dihasilkan. Dinilai dari rasio profitabilitas kinerja perusahaan dapat dikatakan kurang baik karena masih dibawah nilai rata-rata indutri. Dinilai dari rasio nilai pasar menunjukkan bahwa kinerja saham perusahaan baik dan mampu bersaing secara global. Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk baik. Penulis menyarankan perlu mengoptimalkan penggunaan aset dengan tidak membiarkannya menganggur dan juga diperlukan pengoptimalan dan pengelolaan laba perusahaan jika sewaktu-waktu terjadi inflasi yang nantinya dijadikan pencadangan pelunasan hutang-hutang perusahaan pada saat jatuh tempo
ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH PADA APBD PERIODE ANGGARAN 2008-2011 SEBAGAI PENILAIAN KINERJA PADA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (DPPKAD) KABUPATEN PONOROGO
ABSTRAK Nugroho, Alek. 2013. Analisis Rasio Keuangan Daerah Pada APBD Periode 2008-2011 Sebagai Penilaian Kinerja Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ponorogo. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Analisis Rasio Keuangan Daerah, Analisis Trend. Usaha pemerintah daerah dalam menggali sumber dana yang berasal dari potensi daerah yang dimiliki serta kemampuan mengelola dan memanfaatkan sumber dana yang ada tercemin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu untuk menganalisis kinerja keuangan daerah adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan kaitannya dengan pembiayaan sektor publik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Analisis trend merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk mengetahui tingkat penilaian kinerja menggunakan rasio keuangan daerah digunakan rumus sebagai berikut: rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD dan rasio efisiensi belanja. Analisis ini akan berguna sebagai tolok ukur dalam menilai kemandirian keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Analisis trend berguna untuk memperkirakan hasil yang akan dicapai untuk tahun yang akan datang. Hasil penulisan ini adalah : rasio kemandian keuangan daerah menunjukkan hasil yang kurang mandiri untuk Pemerintah Kabupaten Ponorogo, rasio efektivitas PAD menghasilkan penilaian yang efektif karena hasil perhitungan lebih dari 100%, rasio efisiensi belanja menunjukkan hasil yang efisien untuk menilai belanja pemerintah. Hasil analisis trend untuk tahun 2014 dari pendapatan asli daerah, pendapaten transfer, dan realisasi belanja menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) periode 2008-2011, Pemerintahan Kabupaten Ponorogo belum bisa dikatakan mandiri karena masih banyak tergantung pada bantuan dari pusat. Keefektivitasnya sudah bisa dikatakan efektif karena menunjukkan hasil lebih dari 100% dan sudah efisien dalam merealisasikan anggaran belanja. Saran untuk pemerintah daerah yaitu pemerintah harus lebih mengoptimalkan potensi-potensi yang ada terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar kemandirian daerah lebih tinggi dan tidak sepenuhnya berharap dari pemerintah pusat. Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat lebih menyempurnakannya dengan menambah instrumen dari rasio keuangan dan objek penelitian serta periodenya agar penelitian ini dapat lebih berkembang
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ANGGARAN 2009 - 2011
ABSTRAK Putra, Fibra Yohano. 2013. Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2009 – 2011. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Triadi Agung Sudarto, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Analisis Rasio Keuangan Daerah, Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Peningkatan penerimaan daerah di era otonomi daerah membuat faktor efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin penting. APBD sebagai salah satu kebijakan anggaran pemerintah daerah dapat dipergunakan sebagai dasar penilaian terhadap tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Salah satu cara untuk menganalisis tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah yaitu dengan melakukan beberapa analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah diperlukan analisis rasio pada APBD Kabupaten Tulungagung yang diantaranya: rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio efektivitas pajak daerah, dan derajat kontribusi BUMD. Analisis ini akan berguna sebagai tolok ukur dalam menilai kemandirian keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah, mengukur efektivitas pengelolaan keuangan daerah dalam merealisasikan pendapatan daerah. Hasil penulisan ini adalah : tingkat kemandirian daerah Kabupaten Tulungagung masih tergolong sangat rendah dan ketergantungan Pemerintah Daerah terhadap sumber pembiayaan ekstern masih sangat tinggi. Rasio efektivitas PAD Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara umum dikatakan sangat efektif dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena telah melebihi angka 1 (satu) atau 100% dari target yang telah ditetapkan. Rasio Efektivitas Pajak Daerah Kabupaten Tulungagung dalam mengumpulkan pajak daerah juga termasuk dalam kategori baik dan sangat efektif. Derajat Kontribusi BUMD Kabupaten Tulungagung bila dibandingkan dengan pos-pos penerimaan PAD lainnya relatif masih sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap APBD dengan cara perhitungan rasio keuangan daerah, maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas pengelolaan keuangan pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun 2009 – 2011 termasuk dalam kategori baik dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2009 – 2011, sedangkan saran yang diberikan kepada (1) Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung yaitu supaya lebih mengoptimalkan penerimaan daerah dari potensi pendapatannya yang telah tersedia, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD), (2) bagi penulis selanjutnya yaitu dalam melakukan penelitian lebih lanjut supaya tidak hanya terbatas pada Laporan Target dan Realisasi saja, tetapi lebih dikembangkan dalam perolehan data yang disajikan pada Dinas-dinas Pemerintah yang lain
ANALISIS ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PADA PT. VILLIGER TOBACCO INDONESIA
ABSTRAK Nur Laili, Elok. 2013. Analisis Anggaran Biaya Produksi Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian pada PT. Villiger Tobacco Indonesia . Tugas Akhir, Jurusan Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci: Anggaran Biaya Produksi, Alat Perencanaan, Alat Pengendalian, Analisis Varians PT. Viliiger Tobacco Indonesia merupakan suatu perushaan multinasional yang bergerak dalam bidang tembakau (tobacco). Suatu perusahaan tumbuh dan berkembang pasti mempunyai tujuan, sama halnya dengan PT. Villiger Tobacco Indonesia mempunyai tujuan yakni mendapatkan laba yang optimal. Agar perusahaan dapat mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan yang disertai dengan pengendalian yang efektif. Salah satu alat bantu manajemen dalam menyusun perencanaan dan pengendalian adalah anggaran, karena anggaran merupakan suatu pendekatan yang sistematis di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengendalian. Perencanaan tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan top down atau bottom up. Dan pengendalian tersebut dapat dilakukan melalui analisis varians yakni dengan membandingkan antara anggaran biaya produksi dengan realisasinya. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah ntuk mengetahui penyusunan dan penetapan anggaran biaya produksi serta untuk menganalisis lebih lanjut varians anggaran biaya produksi yang terjadi di PT. Villiger Tobacco Indonesia dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai bahan analisis yang terdiri atas metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Berdasarkan hasil analisis dan data yang diperoleh diketahui bahwa mekanisme penyusunan anggaran biaya produksi dan metode penetapan anggaran (top down dan bottom up) pada PT. Villiger Tobacco Indonesia sudah efektif, PT. Villiger Tobacco Indonesia selama ini telah melakukan analisis selisih (variance) anggaran biaya produksi hanya sebatas membandingkan antara total anggaran biaya produksi beserta realisasinya. Hal ini menunjukkan adanya analisis yang kurang memberikan informasi akan penyebab terjadinya varians tersebut serta bagian yang bertanggung jawab. Disamping itu juga diperoleh hasil bahwa terjadi varians biaya produksi pada tahun 2012 sebesar IDR 215.079.522 yang terdiri atas varians terhadap biaya bahan baku sebesar IDR 201.107.202 bersifat menguntungkan (favourable), varians terhadap biaya TKL sebesar IDR 14.202.528 bersifat menguntungkan (favourable), dan varians terhadap BOP sebesar IDR 140.208 bersifat tidak menguntungkan (unfavourable) baik overhead pabrik tetap maupun overhead pabrik variabel. Adapun prosedur analisis varians yang diajukan adalah dengan memisahkan varians biaya bahan baku menjadi varians harga dan kuantitas, varians tenaga kerja langsung menjadi varians tarif upah dan jam kerja langung, serta varians biaya overhead pabrik menjadi varians BOP variabel dan tetap. Dengan dilaksanakannya analisis varians tersebut, pengendalian terhadap biaya produksi dapat terlaksana dengan baik
Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berwujud Pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto
ABSTRAK Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) merupakan lembaga pemerintahan yang melaksanakan pengawasan dan perencanaan dalam perhubungan darat, komunikasi dan informatika yang ditunjang dengan keberadaan aset tetap dalam membantu merealisasikan tugas pokok dinas bersangkutan. Berdasarkan PSAP 07 paragraf 4, aset tetap merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan, dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarkat umum. Pengelolaan aset tetap meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pertukaran, pelepasan dan penghapusan (Buletin Teknis SAP 05). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyesuaikan perlakuan akuntansi aset tetap yang terjadi pada Dishubkominfo sesuai Standar Akuntansi Pemerintah dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai bahan analisis yang terdiri dari dokumentasi, wawancara dan metode pustaka. Aset tetap yang dimiliki oleh Dishubkominfo pada tahun 2012 terdiri dari tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, aset tetap lainnya. Kelima aset tetap tersebut diperoleh melalui pembelian tunai yang diakui sebesar harga perolehan yaitu harga beli dan PPN. Selama masa manfaat, nilai aset tetap akan mengalami penurunan baik karena pemakaian maupun keusangan/kerusakan. Namun pada Dishubkominfo selama masa manfaat aset tetap, tidak pernah dilakukan penghapusan dan penyusutan atas penurunan nilai manfaat aset tetap tersebut. Pada penyajian laporan keuangan, tanah dinilai berdasarkan Nilai Jual Objek Tanah (NJOP), sedangkan peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan dinilai berdasarkan harga perolehan. Berdasarkan identifikasi pada penelitian ini, permasalahan yang terjadi dalam perlakuan akuntansi aset tetap terdiri dari penentuan biaya perolehan, klasifikasi jenis aset tetap, tidak ada kebijakan penghapusan dan penyusutan aset tetap. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan yaitu menentukan biaya-biaya yang menunjang perolehan aset tetap hingga siap digunakan. Biaya perolahan ini merupakan dasar nilai penyusutan. Selain itu, biaya yang terjadi setelah tanggal perolehan dapat dikapitalisasi sebagai biaya perolehan sesuai kebijakan daerah untuk diusulkan pada belanja modal dan belanja pemeliharaan saat penyusunan rencana APBD sehubungan pengadaan aset tetap di masa mendatang. Penyajian aset tetap dalam laporan keuangan dinilai sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Dari hasil analisis diketahui jumlah aset disajikan terlalu tinggi yaitu sebesar 28% pada tahun 2011 dan 30% pada tahun 2012. Setelah penyesuaian, total aset disajikan sebesar Rp5.466.679.273,18 pada tahun 2011 dan Rp 5.929.674.140,99 pada tahun 2012
Evaluasi Pelaksanaan Penyelesaian Klaim dan Upaya dalam Mengatasi Hambatan penyelesaian Klaim Asuransi Jiwa Pada PT Asuransi Jiwasraya Cabang Madiun
ABSTRAK Hari. 2013. Evaluasi Prosedur Pelaksanaan Penyelesaian Klaim Asuransi dan Upaya Perusahaan Untuk Menangani Permasalahan Klaim Asuransi Jiwa pada PT. Asuransi Jiwasraya cabang Madiun. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ibu Bety Nur Achadiyah, S.Pd. Kata Kunci: Asuransi Jiwa, penyelesaian klaim asuransi jiwa dan upaya menangani permasalahan klaim. Asuransi dan lembaga asuransi sebagai lembaga peralihan risiko mempunyai peranan penting. Usaha perasuransian sebagai salah satu lembaga keuangan non Bank ini sangat penting peranannya dalam rangka pembangunan bidang ekonomi karena dengan usaha ini bisa menghimpun dana yang digali dari masyarakat melalui perolehan premi tertanggung. PT Asuransi Jiwasraya sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang selalu berupaya untuk mengembangkan jasa produknya dibidang perasuransian, selain menjual jasa kepada pelanggan atau nasabah disisi lain asuransi juga sebagai investor dari tabungan masyarakat. Namun di dalam pelaksanaannya PT Asuransi Jiwasraya seringkali mengalami hambatan-hambatan dan permasalahan, khususnya pada saat pelaksanaan penyelesaian klaim asuransi jiwa itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan asuransi jiwa, syarat-syarat pengajuan klaim, hambatan-hambatan dalam pelaksanaan klaim serta upaya penyelesaiannya guna mengatasi permasalahan klaim tersebut di PT Asuransi Jiwasraya. Pelaksanaan perjanjian asuransi jiwa pada perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwasraya telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu: Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) dan Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD), serta Undang-undang No 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian dan Undang-undang yang lainnya. Di dalam perjanjian asuransi selain harus memenuhi syarat- syarat umum perjanjian, harus memenuhi pula syarat- syarat khusus/ prinsip-prinsip khusus bagi perjanjian asuransi jiwa yaitu: Principle of indemnity, Principle of insurable interest, Principle of utmost good faith, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang serius guna menjadikan perusahaan asuransi jiwa semakin berkembang dan untuk lebih memasyarakatkan. Dengan berkembangnya asuransi jiwa maka akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya asuransi khususnya asuransi jiwa di masa yang akan datang. Dari kesimpulan yang disarankan agar prosedur pelaksanaan penyelesaian klaim dan upaya menangani permasalahan klaim di PT Asuransi Jiwasraya cabang Madiun lebih diefektifkan dengan memperbaiki pelayanan dalam penyelesaian klaim agar tidak terjadi permasalah dikemudian hari pada saat nasabah mengajukan klaim
Penerapan Metode Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XII AK 3 SMK Widyadharma Turen Mata Pelajaran Perbankan Syariah
ABSTRAK Hidayatullah, Afif. 2013. Penerapan Metode Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XII AK 3 SMK Widyadharma Turen Mata Pelajaran Perbankan Syariah. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tuhardjo, S.E M.Si.Ak, (II) Ika Putri Larasasti, S.E., M.Com Kata Kunci: model pembelajaran snowball throwing, minat belajar siswa, hasil belajar Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal yang dilakukan pada tanggal 09 Oktober 2012 dengan guru Akuntansi kelas XII AK 3 SMK Widyadharma Turen diketahui bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih pasif. Sebagian siswa kelas XII AK 3 juga masih beranggapan bahwa Mata Pelajaran Perbankan Syariah merupakan mata pelajaran yang sulit dan membosankan karena terlalu banyak teori dan pengertian-pengertian yang dihafalkan selain itu perbankan syariah juga termasuk mata pelajaran baru di SMK Widyadharma Turen. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XII AK 3 yang berjumlah 33 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data minat belajar siswa menggunakan lembar observasi minat belajar siswa dan untuk hasil belajar dilihat dari peningkatan hasil nilai tes siklus I dan siklus II. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XII AK 3 SMK Widyadharma Turen dalam mata pelajaran perbankan syariah; dan 2) mengetahui minat dan hasil belajar siswa kelas XII AK 3 SMK Widyadharma Turen dalam Mata Pelajaran Perbankan Syariah setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing Pada penelitian ini, Minat belajar siswa meningkat dari siklus I yang hanya mencapai 54,59% menjadi 69,61% pada siklus II, sedangkan untuk hasil belajar pada siklus I mencapai 51,51% menjadi 84,49 % pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XII SMK Widyadharma Turen Malang. Disarankan penelitian ini dapat dikembangkan untuk materi dan variasi yang lain seperti variasi dalam penggunaan media pembelajaran yang lebih canggih yaitu menggunakan media flash, media video, dan variasi guru dalam memberikan materi dengan mengkombinasikan snowball throwing dengan game yang menarik sehingga siswa akan lebih bersemangat dan tidak bosa