Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    345 research outputs found

    Pengaruh Pembelajaran Akuntansi Berorientasi Life Skill Education dan Praktek Kerja Industri Terhadap Perencanaan Pilihan karier Karier Pasca Sekolah Siswa SMK PGRI 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Firdaus, Rikza. 2012. Pengaruh Pembelajaran Akuntansi berorientasi Life Skill Education dan Praktek Kerja IndustriTerhadap Perencanaan Karier Pasca Sekolah Siswa SMK PGRI 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Puji Handayati, S.E, M.M., Ak. (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E, M.Si, Ak.   Kata Kunci: Pembelajaran Akuntansi Berorientasi Life Skill Education, Praktek Kerja Industri dan Perencanaan Pilihan Karier. Pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri merupakan dua faktor diantara beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan karier siswa pasca sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan dari variabel pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah 75 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanasi (explanatory reseach) dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk variabel pembelajaran akuntansi berorientasi life skill (X1) dan variabel praktek kerja industri (X2) secara parsial berpengaruh positif terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah (Y). Selain itu pembelajaran akuntansi berorientasi life skill (X1) dan praktek kerja industri (X2) juga berpengaruh secara simultan terhadap perencanaan karier siswa pasca sekolah (Y). Perencanaan karier pasca sekolah yang maksimal dari siswa tidak hanya berdasarkan dari pembelajaran akuntansi berorientasi life skill yang berlangsung disekolah akan tetapi juga dari realita pengalaman kerja pada pelaksanaan praktek kerja industri. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri berpengaruh terhadap perencanaan karier siswa SMK PGRI 2 Malang. Saran yang dapat diberikan berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi siswa dapat mengikuti pembelajaran akuntansi berorientasi life skill dan praktek kerja industri dengan baik sehingga mendukung perencanaan karier pasca sekolah mereka. (2) Bagi guru akuntansi, pelaksana program prakerin dan guru BK untuk dapat saling bekerja sama membimbing dan mengarahkan siswa untuk dapat merencanaan karier dengan benar sesuai kemampuan masing-masing siswa. (3) Bagi sekolah dapat meningkatkan fasilitas pendukung perkembangan kemajuan pembelajaran melalui sarana ataupun prasarana sehingga dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar dan prakerin. (4) bagi perusahaan untuk dapat lebih membuka kesempatan pada siswa prakerin praktek dalam realita tugas kerja sesuai jurusan

    Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) Pada Kompetensi Keahlian Akuntansi Di SMK Ardjuna 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ustariningsih, Lilik. 2013. Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) pada Kompetensi Keahlian Akuntansi di SMK Ardjuna 2 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd, M.Si.Ak, (II) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom   Kata kunci: SMK Ardjuna 2, Prosedur Perencanaan Prakerin, monitoring dan pembimbingan, evaluasi Prakerin SMK Ardjuna 2 Malang merupakan salah satu sekolah yang bekerja sama dengan berbagai DU/DI dalam pelaksanaan praktik kerja industri. Berdasarkan observasi prapenelitian yang dilakukan di SMK Ardjuna 2 Malang mengenai pelaksanaan prakerin ditemukan adanya ketidaksesuaian antara kegiatan siswa semasa di tempat Prakerin dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada. Hal ini membuat peneliti merumuskan masalah dengan bagaimanakah implementasi program praktik kerja industri di SMK Ardjuna 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan siswa beserta  guru sekolah dan studi dokumentasi yang berhubungan dengan pelaksanaan Prakerin. Berdasarkan wawancara dan studi dokumentasi hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa  implementasi  praktik kerja industri di SMK Ardjuna 2 Malang tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan  landasan teori yang berkaitan dengan prakerin, hal tersebut dikarenakan ada beberapa hal  yang tidak sesuai pada implementasi praktik kerja industri, yaitu kurangnya pencantuman tanda tangan kepala sekolah pada dokumen monitoring yang membuat baik guru maupun siswa kurang disiplin. Berdasarkan hasil penelitian  yang sudah disampaikan, peneliti  menyarankan agar  pelaksanaan Prakerin di SMK Ardjuna 2 Malang yang akan  datang sekolah menambahkan tandatangan pada dokumen lembar monitoring. Selain itu isi penelitian ini menegaskan bahwa  siswa dinyatakan sudah mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar Prakerin/sinkron  dengan jurusan, meskipun kegiatan siswa semasa Prakerin  hanya sebatas melihat atau pernah tahu  bahwa perusahaan tersebut  memiliki dokumen keuangan yang dimaksud  pada standar kompetensi dan  kompetensi dasar Prakerin. Hal tersebut menjadi alasan dikarenakan dokumen keuangan perusahaan merupakan dokumen rahasia bagi pihak luar perusahaan

    Analisis Kohesi dan Koherensi Tulisan Narasi Berbahasa Indonesia Pelajar BIPA

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhani, Rizki Putri. 2012. Analisis Kohesi dan Koherensi Tulisan Narasi Berbahasa Indonesia Pelajar BIPA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.   Kata kunci:    analisis kohesi, analisis koherensi, wacana narasi, tulisan pelajar BIPA Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah memegang peranan penting dalam usaha penginternasionalan bahasa Indonesia. Penguasaan keempat keterampilan berbahasa sebagai salah satu tujuan dalam pengajaran BIPA juga tidak dapat dikesampingkan. Produksi bahasa tulis salah satunya. Kemampuan menulis dapat digolongkan sebagai kemampuan berbahasa dengan tingkat kesulitan paling tinggi. Hal ini dikarenakan pemahaman tentang penggunaan ejaan hingga kepaduan wacana harus dimiliki untuk dapat memproduksi tulisan. Tulisan juga dapat digunakan untuk melihat sejauh mana proses belajar bahasa Indonesia pelajar BIPA. Analisis wacana kemudian digunakan untuk mengaji tulisan pelajar tingkat lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kohesi dan koherensi wacana tulisan narasi berbahasa Indonesia pelajar BIPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada program Critical Language Scholarship (CLS) di Center for Indonesian Studies (CIS)-BIPA UM. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah satuan-satuan wacana berupa kalimat yang berpiranti kohesi intrakalimat dan paragraf yang berpiranti kohesi antarkalimat dari 33 catatan harian yang ditulis sebagai tugas mingguan pelajar. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, dan penyusunan laporan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud piranti kohesi gramatikal yang digunakan dalam tulisan narasi berbahasa Indonesia pelajar BIPA adalah referensi, subtitusi, dan konjungsi. Pada referensi ditemukan penggunaan dalam bentuk endofora. Terdapat dua jenis referensi endofora yang digolongkan berdasarkan letak acuannya, yaitu anafora dan katafora. Pada jenis referensi anafora terdapat pronomina persona dan demonstratif. Sedangkan pada referensi katafora, terdapat jenis pronomina persona dan komparatif. Untuk subtitusi tidak terdapat penggolongan khusus. Konjungsi yang digunakan sebanyak lima belas konjungsi intrakalimat, yakni aditif, kontras, sebaban, konsesi, waktu, lanjutan, alternatif, tegasan, simpulan, sandingan, andaian, tujuan, serempakan, hasilan, dan eksklusif. Untuk konjungsi antarkalimat ditemukan sebanyak empat belas jenis piranti, di antaranya adalah aditif, kontras, sebaban, akibatan, konsesi, waktu, lanjutan, sudahan, alternatif, simpulan, tak serasian, misalan, ekseptif, dan optatif. Selanjutnya, wujud piranti leksikal, terdapat tiga jenis reiterasi, yaitu ulangan penuh, ulangan dengan bentuk lain, dan hiponim. Koherensi wacana yang terdapat dalam tulisan narasi berbahasa Indonesia pelajar BIPA terbagi atas dua jenis, yaitu hubungan yang ditandai dengan piranti kohesi dan hubungan tanpa piranti kohesi. Koherensi yang ditandai piranti kohesi intrakalimat terdiri atas, referensi katafora (pronomina persona dan pronomina komparatif), konjungsi aditif, konjungsi kontras, konjungsi sebaban, konjungsi konsesi, konjungsi waktu, konjungsi lanjutan, konjungsi alternatif, konjungsi tegasan, konjungsi simpulan, konjungsi sandingan, konjungsi andaian, konjungsi tujuan, konjungsi serempakan, konjungsi hasilan, dan konjungsi eksklusif. Untuk koherensi dengan piranti kohesi antarkalimat, yaitu referensi anafora (pronomina persona dan pronomina demonstratif), substitusi, konjungsi akibatan, konjungsi sudahan, konjungsi tak serasian, konjungsi misalan, konjungsi optatif, konjungsi ekseptif, reiterasi ulangan penuh, reiterasi ulangan dengan bentuk lain, dan reiterasi ulangan dengan hiponim. Hubungan koherensi tanpa piranti kohesi, yakni hubungan sebab akibat, hubungan alasan sebab, hubungan sarana tujuan, hubungan aditif nonwaktu, dan hubungan ibarat. Dari semua jenis hubungan ini terdapat faktor-faktor eksternal yang memengaruhi terbentuknya koherensi, yakni praanggapan, latar belakang pengetahuan dan latar belakang sosial budaya. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat saran yang ditujukan kepada dua pihak. Pertama, saran ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk menganalisis tulisan berbahasa Indonesia pelajar BIPA dengan fokus kajian yang terkait dengan tingkat kemampuan pelajar BIPA menggunakan kohesi dan koherensi serta kesesuaiannya dengan ketentuan dari ACTFL. Selain itu, interferensi dan pegaruh sosial budaya pada penggunaan piranti kohesi juga dapat menjadi salah satu kajian penting yang berkaitan dengan pelajar BIPA sebagai pelajar bahasa asing. Kedua, saran ditujukan kepada pengajar BIPA tingkat lanjut disarankan dapat menyusun materi ajar dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk keterampilan menulis narasi

    ANALISIS VARIABEL FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI RISIKO SISTEMATIS (β) PADA SAHAM SYARIAH (JAKARTA ISLAMIC INDEX) YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2009

    No full text
    ABSTRAK   Fathoni, Nur Huda. 2011. Analisis Variabel Fundamental yang Mempengaruhi Risiko Sistematis (β) pada Saham Syariah (Jakarta Islamic Index) yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak. (2) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak.   Kata Kunci: Dividen payout, Leverage, earnings variability, dan risiko sistematis. Investor yang melakukan investasi di pasar modal memerlukan beberapa pertimbangan seperti informasi keuangan untuk pengambilan keputusan investasinya. Investasi selalu berkaitan dengan return dan risiko. Besar kecilnya risiko investasi sangat tergantung pada jenis investasinya, salah satu bidang investasi yang berisiko tinggi adalah saham. Dalam perhitungan risiko, hanya risiko sistematis atau risiko pasar yang relevan dalam perhitungan portofolio. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi risiko sistematis, diantaranya adalah dividen payout, leverage, dan earnings variability. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi risiko sistematis yang dikhususkan pada pengaruh dividen payout, leverage dan earnings variability terhadap risiko sistematis pada perusahaan yang tergabung ke dalam index syariah (JII) yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 – 2009. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006 – 2009 dengan diperoleh 72 perusahaan. dan dengan teknik  Purposive Sampling maka diperoleh sampel sebanyak 8 perusahaan. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dividen payout secara parsial berpengaruh negatif terhadap risiko sistematis, leverage secara parsial berpengaruh positif terhadap risiko sistematis dan earnings variability secara parsial berpengaruh positif terhadap risiko sistematis, (2) dividen payout, leverage, dan earnings variability secara simultan berpengaruh terhadap risiko sistematis. Diharapkan peneliti selanjutnya menambah variabel – variabel bebas selain yang terdapat dalam penelitian ini dikarenakan masih terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko sistematis diluar variabel yang diteliti  misalnya asset growth, liquiditas, ukuran perusahaan, produt domestik bruto, inflasi, suku bunga deposito, kurs dan faktor-faktor lainnya. Selain itu, terbatasnya jumlah populasi dan sampel yang diteliti dalam penelitian ini juga masih terbatas sehingga kurang dapat melihat pengaruh yang signifikan dalam hasil penelitian

    Analisis Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto.

    No full text
    ABSTRAK   Zaeni, Diar Elysa. 2012. Analisis Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Akuntansi di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:                   (I) Dr. Suparti, M.P., (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si.,Ak.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter Bangsa, pembelajaran Akuntansi Pendidikan karakter merupakan usaha untuk membentuk siswa yang berkarakter dan dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman positif yang sebanyak-banyaknya. Sebab, pendidikan adalah sebuah pengalaman dan prosesnya berlangsung terus-menerus. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan fokus penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. Untuk sub fokus penelitian mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pelaksanaan pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan kamera, panduan telaah wawancara dokumen, panduan wawancara, catatan lapangan, dan panduan observasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan pembelajaran pendidikan karakter sesuai dengan kriteria. Guru sudah mencantumkan beberapa aspek yang terdapat dalam kurikulum, yaitu identitas, indikator, tujuan, nilai karakter bangsa, materi, strategi, pendekatan, dan metode. Indikator sudah disusun dengan menggunakan kata kerja operasional. Serta pemilihan nilai pendidikan karakter bangsa sudah disesuaikan dengan indikator. Kedua, pelaksanaan pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru sudah menyisipkan karakter bangsa di setiap kegiatan pembelajaran. Penerapan pendidikan karakter oleh guru dilakukan dengan cara memberikan contoh langsung maupun penuturan secara verbal disela-sela pembelajaran. Ketiga, terdapat beberapa ketidak sesuaian antara perencanaan pembelajaran berkarakter dengan pelaksanaan pendidikan karater bangsa dalam pembelajaran. Nilai pendidikan karakter yang telah direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran tidak diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya, dalam penerapan pendidikan karakter bangsa akan lebih baik jika menggunakan adanya variasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Variasi pembelajaran dapat dilakukan dengan cara menggunakan pendekatan, metode, model, maupun strategi yang berbeda-beda dalam setiap pertemuan. Selain itu seharusnya guru juga harus memahami dan mengembangkan teknik penilaian untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik supaya penerapan pendidikan karakter bangsa dapat diterpkan oleh siswa secara optimal.   ABSTRACT   Zaeni, Diar Elysa. 2012. The Analysis of  Implementation of the Nation Character Education in Accounting Learning at SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. Sarjana’s Thesis, Department of Accounting, Faculty of Economies, State University of Malang Malang. Advisors:(I) Dr. Suparti, M.P., (II)Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si.,Ak.   Keyword: The Nation Character Education, Accounting Learning Character education is an effort to form the character of students and it can be done by providing a positive experience as much as possible. Therefore, education is an experience and continuous process. Based on the statement above, the objective of this research is to describe the implementation of the national character education in learning accounting at SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. The frame of the research is from lesson plan to implementation of nation character education in learning activity. This study uses a qualitative research design with a phenomenological approach. In this study, the researcher acted as the main instrument. Data collection method used in this study is documentation, observation, and interviews. In collecting data, the researcher used cameras, interviews, field notes and observation guide. The results of data analysis shows that first, the character education of lesson plans is suitable with the criteria. Teachers have included some aspects such as identity, indicators, goals, national character building, materials, strategies, approaches, and methods. Indicator has been prepared using operational verb and the selection of the value of education is based on the nation's character indicator. The second is, the implementation of the national character education in teaching learning activity. Teachers in the learning process have inserted good characters in each learning activity. Implementation of character education is done by teachers by giving direct example so that students can apply them. Third, there is some discrepancy between the lesson plan and the implementation of nation character education in learning. Some of the value of character education which has been arranged in the lesson plan is not applied in learning activity. Furthermore, the implementation of nation character education would be better if teacher use a variety of learning. Learning variation can be done by using the approach, methods, models, and different strategies in each course. In addition, teachers should understand and develop assessment techniques to build the nation's character order to make students apply the national character education optimally

    IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN GADAI (RAHN) EMAS iB HASANAH DI PT. BANK BNI SYARIAH CABANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Masruro. 2013. Implementasi Pembiayaan Gadai (Rahn) Emas iB Hasanah di PT. Bank BNI Syariah Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si.   Kata kunci: Pembiayaangadai(rahn) emas, Akad qardh, rahn, dan ijarah, Peraturan Bank Indonesia (BI). Untuk mencegah praktik spekulasi, BI menerbitkan aturan tentang produk qardh beragun emas. BI menerbitkan aturan gadai emas syariah dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor 14/7/DPbs tentang Produk Qardh Beragun Emas Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Dan produk gadai emas syariah, berpayung di bawah fatwa DSN, NO: 26/DSN-MUI/III/2002 Tentang rahn emas yang salah satu fatwa menyebutkan ongkos dan biaya penyimpanan barang besarnya didasarkan pada pengeluaran yang nyata-nyata diperlukan. Selain itu pembiayaan (rahn) gadai emas menggunakan tiga (3) akad, yaitu akad qardh,rahn, dan ijarah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk Untuk menjelaskan kesesuaian peraturan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) dengan Persyaratan dan ketentuan produk yang diterapkan oleh PT. Bank BNI syariah Malang dan untuk menjelaskan penetapan biaya penyimpanan barang gadai (ujroh) di PT. Bank BNI Syariah Malang. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh beberapa masalah yaitu, ketidakkesesuaian peraturan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) dengan Persyaratan dan ketentuan produk yang diterapkan oleh PT. Bank BNI syariah Malang. Kedua, penetapan biaya penyimpanan barang gadai (ujroh). Dengan metode pemecahan masalah pertama, menelaah akad pembiayaan gadai emas.Kedua, menelaah persyaratan dan ketentuan produk BNI iB Gadai Emas , dan ketiga, menelaah biaya pemeliharaan dan perawatan barang gadai. Dari masalah tersebut terdapat ketidaksesuaian dari persyaratan dan ketentuan produk dengan peraturan yang dikeluarkan oleh BI dalam Edaran BI No 14/7/DPbS, tanggal 29 Februari 2012 perihal produk qardh beragun emas bagi bank syariah dan unit usaha syariah dan ketidaksesuian biaya pemeliharaan dan perawatan yang dihitung secara harian dan diterapkan PT. BNI Syariah Cabang Malang dengan Fatwa yang dikeluarkan oleh fatwa MUI nomor 26/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn (gadai) emas, sehingga penulis merekomendasikan perbaikan, yaitu melaksanakan apa yang ada dalam aturan BI karena aturan itu untuk mencegah praktik spekulasi dan Menginformasikan lebih jelas tentang rician biaya yang apa saja yang harus dibayar oleh nasabah agar terhindar dari praktek riba

    Penilaian Aset Tetap Berdasarkan PSAP 07 Berdasarkan Paragraf 22 Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2011-2012

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Aya Sovia. 2013. Penilaian Aset Tetap Berdasarkan PSAP 07 Paragraf 22 Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2011-2012. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Triadi Agung Sudarto,S.E.,M.Si.Ak.   Kata Kunci: Aset Tetap, Aset Tetap pada BPKAD, Penilaian sesuai PSAP No 07, Penilaian Aset Tetap pada BPKAD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung adalah salah satu instansi yang menjalankan tugas pemerintahan. Topik yang diangkat dalam penulisan ini adalah aset tetap pada instansi tersebut,bertujuan untuk mengetahui penilaian aset tetap pada BPKAD sesuai dengan PSAP No 07, dengan menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif PSAP No 07. Klasifikasi aset tetap pada BPKAD Kabupaten Tulungagung antara lain: tanah, gedung dan bangunan, mesin dan peralatan, konstruksi dalam pengerjaan serta aset tetap lainnya. Kelima aset tetap tersebut dapat dinilai dengan penilaian aset tetap menurut SAP nomor 07 dengan metode pengakuan, pengukuran, penghentian dan pelepasan aset tetap. Pembahasan pada penulisan ini adalah penilaian aset tetap pada BPKAD Kabupaten Tulungagung, sehingga adanya tinjauan secara pelaksanaan praktik dan menemukan beberapa ketidaksesuaian dengan PSAP No 07 yaitu tidak dilaksanakannya penghentian dan pelepasan aset kemudian yang kedua adalah tidak melakukan penyusutan. Ketentuan-ketentuan tersebut seharusnya dilakukan agar tidak menimbulkan nilai yang terlalu tinggi dalam laporan keuangan. Penyusutan yang telah dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut yang seharusnya dilaporkan dalam laporan keuangan karena banyak aset yang seharusnya sudah tidak memiliki masa manfaat. Nilai aset-aset yang disajikan dalam laporan keuangan maka dapat memiliki kewajaran bagi penggunanya. Secara garis  besar, BPKAD telah mengaplikasikan teori dengan baik namun masih mengalami beberapa kekeliruan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.Rekomendasi yang dapat diuraikan yang pertama adalah dilakukan penyusutan pada instansi tersebut agar aset tidak dinilai terlalu tinggi, dan kedua adalah penyesuaian kondisi aset tetap sesuai dengan peraturan daerah dengan realisasi di lapangan dengan melakukan cek fisik ulang agar keterangan dalam buku inventaris lebih lengkap dan akurat

    Pengaruh Pengendalian Internal Menurut COSO terhadap Pemberian Kredit pada Bank Umum dan BPR Kota Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Rosadi, Nur Rahmadani. 2013. Pengaruh Pengendalian Intern Menurut COSO terhadap Pemberian Kredit pada Bank Umum dan BPR Kota Pasuruan. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak. (2) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak.   Kata Kunci: COSO, Pengendalian Internal, Kredit Lajunya perkembangan dunia usaha menuntut lembaga keuangan dapat menghimpun dana dari masyarakat sebagai sumber modal. Dalam menjalankan kegiatannya tersebut, bank wajib memiliki asas demokrasi ekonomi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian terutama dalam kegiatan pemberian kredit. COSO mengidentifikasi sistem pengendalian internal yang efektif meliputi lima komponen yang saling berhubungan untuk mendukung pencapaian tujuan entitas, antara lain: lingkungan pengendalian (control environment), penilaian risiko (risk assessment), aktivitas pengendalian (control activities), informasi dan komunikasi (informasi and communication), dan pemantauan (monitoring). Baik bank umum dan BPR diharapkan melakukan pengendalian internal yang baik pada kegiatan pemberian kredit agar tidak menimbulkan risiko kredit yang dapat mempengaruhi ekonomi global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengendalian intern menurut COSO terhadap pemberian kredit pada bank umum dan BPR Kota Pasuruan, serta untuk mengetahui perbedaan pengendalian intern menurut COSO terhadap pemberian kredit pada bank umum dan BPR Kota Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Pasuruan dan semua Bank Perkreditan Rakyat yang ada di Kota Pasuruan pada bulan Maret 2013. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan cara pemberian kuisioner kepada responden. Hasil analisis regresi menunjukkan variabel lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan pemberian kredit pada BRI Cabang Pasuruan dan pada BPR yang ada di Kota Pasuruan. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial terdapat perbedaan pengendalian intern menurut COSO pada komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, serta informasi dan komunikasi terhadap pemberian kredit pada BRI dan BPR yang ada di Kota Pasuruan, sedangkan pada komponen lingkungan pengendalian dan pemantauan tidak ada perbedaan

    Evaluasi Kebijakan Sistem Akuntansi Penggajian Karyawan Tetap sebagai Pendukung Pengendalian Internal PG. Kebon Agung – Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Sistem akuntansi penggajian merupakan serangkaian proses secara lengkap dan berurutan tentang bagaimana prosedur pembayaran karyawan. Penggajian merupakan salah satu faktor terpenting untuk mendukung dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan demikian diperlukan sistem pengendalian internal yang cukup memadai sehingga dapat mengurangi kesalahsajian laporan keuangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis penerapan pengendalian internal terhadap kebijakan sistem akuntansi penggajian karyawan tetap pada PG. Kebon Agung-Malang. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh terdapat beberapa masalah sebagai berikut. Pertama, pengisian kartu absensi dan katu lembur dilakukan secara manual. Sehingga dapat menimbulkan kelebihan jam kerja karyawan. Kedua, belum tercantumnya dokumen induk penggajian sebagai salah satu faktor perhitungan gaji karyawan. Hal ini dapat menimbulkan ketidakakuratan atas biaya penggajian. Dan yang ketiga, kurangnya jumlah dokumen penggajian sehingga bagian kasir tidak memiliki dokumen penggajian yang digunakan sebagai arsip. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis merekomendasikan perbaikan kebijakan sistem akuntansi sebagai berikut. Pertama, diubahnya pengisian absensi dan lembur dari manual menjadi finger print. Kedua, penambahan dokumen induk penggajian sebagai salah satu faktor perhitungan gaji selain daftar absensi dan lembur. Dan yang ketiga, penambahan dokumen penggajian, yaitu daftar gaji dan rekap gaji dari rangkap 1 menjadi rangkap 2

    ANALISIS KESESUAIAN AKAD AL-IJARAH DENGAN FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) NO: 09/DSN-MUI/IV/2000 PADA PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI DI PT. BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH CABANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Aminah, Aan Siti. 2013. Analisis Kesesuaian Akad Al-Ijarah dengan Fatwa Dewan Syariah Nasonal (DSN) No: 09/DSN-MUI/IV/2000 pada Produk Pembiayaan Dana Talangan Haji di PT. Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak.   Kata kunci: Qardh, Ijarah, Dana Talangan Haji, Ujroh. Pembiayaan talangan haji merupakan salah satu produk perbankan syariah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan atau keringanan bagi calon jamaah haji yang masih kekurangan atau kesulitan dana dalam menunaikan ibadah haji. Nasabah dikenakan ujroh sebagai biaya pengurusan kursi (seat) haji oleh pihak bank. BNI Syariah mensyaratkan adanya pemberian ujroh sebesar 9% dari besarnya pinjaman nasabah atau dana talangan. Pengenaan ujroh yang demikian itu tidak sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang pembiayaan pengurusan haji oleh lembaga keuangan syariah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut. Pertama, untuk mengetahui kesesuaian antara penerapan akad al-ijarah pada pembiayaan dana talangan haji di PT. Bank BNI Syariah Cabang Malang. Kedua, untuk menjelaskan penetapan atas besarnya angsuran bagi nasabah pembiayaan dana talangan haji di PT. Bank BNI Syariah Cabang Malang. Berdasarkan hasil analisis terdapat kesimpulan sebagai berikut. Pertama, praktik ijarah pada BNI Syariah secara umum telah sesuai dengan fatwa DSN No. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang ijarah, kecuali pada ketentuan no. 8 yang menyatakan bahwa pembayaran sewa atau upah boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak. Kedua, penetapan besarnya angsuran berdasarkan formulasi yang diberikan oleh BNIS terdapat selisih Rp90 dengan jumlah yang tercetak di brosur pembiayaan dana talangan haji dan penetapan besarnya ujroh 9% dari dana talangan seolah-olah seperti praktik yang berlaku pada bank konvensional sehingga menimbulkan riba yang dapat merusak kesucian kontrak. Bertitik tolak dari kesimpulan, beberapa saran yang diperkirakan dapat dipertimbangkan sebagai perbaikan adalah sebagai berikut. Pertama, penetapan atas besarnya ujroh hendaknya tidak dinyatakan dalam bentuk prosentase, namun ditetapkan dalam bentuk nominal. Kedua, BNI Syariah hendaknya memberikan rincian mengenai kewajiban nasabah terkait pembayaran ujroh. Ketiga, kesepakatan biaya-biaya ditentukan di awal dan hendaknya diberikan waktu untuk tawar-menawar antara nasabah dengan pihak bank untuk mencapai kesepakatan. Keempat, pihak bank menjelaskan semua informasi yang diperlukan oleh nasabah terkait dengan dua tipe pembayaran, yakni tipe A dan tipe B

    0

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇