Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    345 research outputs found

    Pengaruh Dividen Inisiasi dan Dividen Omisi terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2012)

    No full text
    ABSTRAK   Ayunda, Lya Juwita S. 2014. Pengaruh Dividen Inisiasi dan Dividen Omisi Terhadap Harga Saham(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2012). Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., Ak., M.Si, (II) Dr. Dodik Juliardi, S.E., Ak,. M.M.   Kata Kunci: Dividen Inisiasi, Dividen Omisi, Harga Saham Pengumuman dividen merupakan suatu informasi yang dapat dikatakan cukup penting karena dapat memengaruhi kesempatan investasi perusahaan, harga saham, sturuktur finansial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dividend signaling theory menyatakan bahwa pengumuman dividen sebagai alat untuk mengirimkan sinyal yang nyata kepada pasar mengenai hasil kerja perusahaan, setelah menerima sinyal melalui pengumuman dividen maka pasar akan bereaksi sehingga akan tercermin dalam harga saham. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen, yaitu dividen inisiasi dan dividen omisi mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Dividen inisasi adalah Pengertian dividen Inisiasi dalam penelitian ini yaitu keputusan  perusahaan untuk membayar dividen tunai pertama kalinya setelah perusahaan melakukan IPO. Dividen omisi dalam  penelitian ini yaitu keputusan perusahaan untuk menghentikan sementara pembayaran dividen tunai. Penelitian ini menggunakan 9 sampel perusahaan manufaktur yang mengumumkan dividen inisiasi dan 7 perusahaan manufaktur yang mengumumkan dividen omisi selama periode 2006 sampai 2012. Metodologi yang digunakan adalah event study dengan periode pengamatan 11 hari yaitu t-5, t0 dan t+5. Sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan uji statistik paired sample t-test. Dari hasil analisis ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan harga saham antara sebelum dan setelah pengumuman dividen inisiasi. Begitu juga dengan pengumuman dividen omisi bahwa tidak terdapat perbedaan harga saham antara sebelum dan sesudahnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pengumuman dividen inisiasi dan pengumuman dividen omisi terhadap perubahan harga saham

    ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL PENERIMAAN KAS PADA PROGRAM KECELAKAAN KERJA DI PT. JAMSOSTEK (PERSERO) CABANG KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Nitasari, Oktavia. 2014. Pengendalian Internal Penerimaan Kas Program Kecelakaan Kerja PT. Jamsostek (Persero) Cabang Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati SE., M.Com   Kata Kunci: Analisis Sietem Pengendalian Internal, Penerimaan Kas   Pengendalian internal merupakan metode dan prosedur yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk melindungi aset perusahaan dan untuk menjaga agar apa yang direncanakan perusahaan dapat dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan, yaitu dengan menerapkan enam prinsip pengendalian internal. Enam prinsip tersebut adalah penetapan tanggungjawab, pemisahan tugas, prosedur dokumentasi, pengendalian fisik, verifikasi internal independen dan pengendalian sumber daya manusia. Tujuan yang terdapat dalam tugas akhir ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian internal perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dari pengumpulan data tersebut diperoleh bahwa penerimaan kas perusahaan berasal dari pelunasan piutang dari iuran program jaminan yang diikuti oleh nasabah, sedangkan pengeluaran kas berupa pembayaran klaim, biaya operasi, komisi dan lain-lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal terhadap penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan adalah sebagai berikut: (1) Penetapan tanggungjawab, penerapan penetapan tanggungjawab perusahaan telah dilaksanakan dengan baik pada setiap karyawan terutama pada bagian kasir yang setiap hari mencatat penerimaan dan pengeluaran kas, (2) Pemisahan tugas, setiap karyawan dalam perusahaan hanya diberikan satu tanggungjawab tanpa ada pembebanan tanggungjawab yang lain, terutama pada setiap bagian keuangan, (3) Prosedur dokumentasi, perusahaan telah mencatat setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran kas serta membuat dokumen yang disahkan oleh pihak yang berkepentingan, (4) Pengendalian fisik, dalam membantu mengamankan kas perusahaan mempunyai brankas penyimpanan untuk menyimpan kas kecil,  penguncian pada setiap ruangan terutama pada bagian kasir, password pada setiap komputer untuk menjaga data perusahaan dan monitor televisi (CCTV) disetiap sudut ruang untuk membantu mengawasi keadaan di lokasi yang dianggap rawan kejahatan terutama kasir, (5) Verifikasi internal independen, perusahaan telah menerapkan fungsi dan tugas pada bagian verifikasi internal independen dengan baik, yaitu dengan melakukan pencatatan segala transaksi secara tepat dan benar sesuai dengan bukti penerimaan dan pengeluaran kas, (6) Pengendalian sumber daya manusia, Perusahaan dalam menyeleksi karyawan pada bagian keuangan telah melalui tahapan-ahapan yang sudah menjadi ketentuan penerimaan karyawan

    Evaluasi Sistem Kearsipan Pada Dosir (Arsip) Pensiun Di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wulansari, Riskhi.2014. Evaluasi Sistem Kearsipan Pada Dosir (Arsip) Pensiun Di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA.   Kata Kunci: Evaluasi Sistem Kearsipan Dosir Pensiun Arsip mempunyai arti yaitu setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar atau pun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan orang (itu) pula. Kegiatan kearsipan termasuk kegiatan penunjang dalam organisasi. Seperti kegiatan penunjang lainnya dan pekerjaan pokok, kearsipan perlu mendapatkan perhatian penyelenggaraan dan pengelolaan sebaik-baiknya agar dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk pencapaian tujuan organisasi. Pada PT Taspen (Persero) Cabang Malang, kegiatan yang dilakukan dalam bagian dosir pensiun meliputi, pembentukan dosir pensiun, penataan dan penyimpanan dosir pensiun, dan salah satu tujuan yang diangkat yaitu membandingkan peralatan kearsipan di PT Taspen (Persero) Cabang Malang dengan teori ilmu kearsipan modern Proses pembentukan dosir pensiun/arsip melalui banyak tahap dan persyaratan mulai dari pengajuan SPP sampai mendapatkan formulir guna untuk memperoleh gaji pensiun beserta tunjangan hari tua. Dengan terbentuknya sebuah dosir pensiun, maka pihak bagian dosir pensiun menerima dan menyimpan semua berkas-berkas tersebut yang kemudian disimpan sebagai dosir/arsip pensiun pada PT Taspen (Persero) Cabang Malang. Penataan dosir pensiun yang dilakukan oleh PT Taspen (Persero) Cabang Malang dengan sistem tanggal namun belum seutuhnya dan masih diselingi dengan sistem nomor. Peralatan penyimpanan yang digunakan oleh PT Taspen (Persero) Cabang Malang ada 2 (dua), yaitu penyimpanan secara fisik atau manual (Manual System) dan penyimpanan secara elekrtonik (Electronic System). Pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang dalam praktik kerjanya, hanya beberapa peralatan yang digunankan, yaitu seperti filing cabinet yang hanya mapnya saja yang digunakan dan rak buku (lemari terbuka). Sedangkan untuk penyimpanan secara elektronik, pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang menggunakan komputer dan scanner untuk penyimpanan secara elektronik. Saran yang dapat diajukan kepada pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang yaitu, seharusnya pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang bisa menerapkan sistem yang baru seperti pada teori kearsipan modern. Sistem yang baru ini dikembangkan oleh arsip nasional bersama lembaga administrasi negara adalah sistem pola baru kearsipan. Sistem ini adalah gabungan dari sistem abjad, sistem nomor, sistem subyek dan sistem tanggal/kronologis

    Pengaruh Insider Ownership terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Hutang Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perusahaan Non Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013)

    No full text
    ABSTRAK   Ristianti, Aris Rina. 2014. Pengaruh Insider Ownership terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Hutang Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perusahaan Non Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ika Putri Larasati, S.E., Mcom. (2) Dr. Dyah Aju Wardhani, M.Si., Ak.   Kata Kunci : insider ownership, nilai perusahaan dan kebijakan hutang Nilai perusahaan sangat penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi penilaian investor terhadap perusahaan. Salah satu hambatan yang dialami perusahaan dalam proses meningkatkan nilai perusahaan adalah adanya agency problem. Agency theory menyatakan bahwa principal akan menguntungkan pencapaian return yang maksimal atas dana yang telah diinvestasikan, sedangkan agent akan mementingkan peningkatan kompensasi atas kinerja yang dihasilkan, terutama berkaitan dengan penggunaan hutang. Insider ownership dan kebijakan hutang muncul untuk mengendalikan perilaku dan mengawasi konflik antara pihak-pihak dalam perusahaan melalui mekanisme pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja manajemen, sehingga pengelolaan perusahaan terhindar dari masalah keagenan. Penelitian tentang insider ownership terhadap nilai perusahaan masih menghasilkan berbagai kesimpulan beragam, maka perlu dilakukan penelitian kembali dengan menambah variabel kebijakan hutang sebagai variabel intervening. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh insider ownership terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan hutang sebagai variabel intervening. Penelitian ini termasuk jenis penelitian explanatory research. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi berupa laporan keuangan tahunan perusahaan non perbankan yang telah dipublikasikan di BEI tahun 2013 dengan menelitisejumlah 179 perusahaan non perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013 dengan kriteria memiliki insider ownership.Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan signifikansi 5%, serta pengujian analisis menggunakan alat bantu program SPSS 16.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) insider ownership berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang, (2) kebijakan hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan (3) terdapat pengaruh positif antara insider ownership terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan hutang sebagai variabel intervening. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu penelitian ini hanya menggunakaninsider ownership sebagaivariabel independen tanpa melibatkan variabel lain yang juga memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, dan tahun pengamatan yang terlalu singkat yaitu 1 tahun. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang kemungkinan mempengaruhi nilai perusahaan seperti kepemilikan institusional, kebijakan dividen dan kinerja keuangan untuk lebih mendapatkan hasil yang lebih representatif

    Evaluasi Sistem Akuntansi Penggajian bagian Marketing sebagai Penunjang Pengendalian Internal di PT. Best Profit Futures Cabang Malang

    No full text
    Kata Kunci: Sistem Akuntansi Penggajian, Pengendalian Internal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi penggajian yang telah berjalan selama ini pada PT. Best Profit Futures, serta apakah sistem akuntansi penggajian tersebut telah baik dan memenuhi unsur pengendalian internal. Sistem akuntansi penggajian merupakan salah satu sistem pokok harus dilaksanakan dalam suatu perusahaan. Sistem ini mempunyai peranan sangat penting demi berlangsungnya kegiatan pokok perusahaan. Sistem akuntansi penggajian memiliki perhatian khusus karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan. Karena sistem ini sangat penting maka diperlukan pengendalian internal sebagai evaluasi pada perusahaan untuk menghindarkan perusahaan dari bentuk kecurangan dan ancaman apapun. Dari hasil analisis yang dilakukan penulis terhadap sistem akuntansi penggajian PT. Best Profit Futures Cabang Malang,  marketing adalah SDM yang penting bagi perusahaan dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Marketing yang terdapat di PT. Best Profit Futures Cabang Malang antara lain Senior Executive Manager, Excekutive Manager, Senior Bisnis Manager, Bisnis Manager, Senior Bisnis Consultant, Bisnis Consultant. Pada sistem akuntansi penggajian bagian marketing inilah ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, sehingga proses penyelenggaraan sistem akuntansi penggajian pada PT. Best Profit Futures Malang bisa lebih baik lagi. Beberapa kelemahan dari hasil evaluasi sistem akuntansi penggajian  itu diantaranya kecurangan karyawan yang membolos pada jam kerja dan tidak adanya pemisahan fungsi antara pencatatan dan pembayarn gaji karyawan pada sie finance. Sehingga Penulis menyarankan perlu adanya absensi keluar dan surat izin dari atasan bagi karyawan yang memiliki keperluan, juga bagi karyawan yang bertugas di lapangan harus ada pengawasan khusus dari pihak perusahaan dan adanya pemisahan fungsi tanggung jawab dari sie finance dalam pencatatan penggajian dan penambahan lini sie akuntansi dalam pembayaran gaji karyawan sehingga adanya perekrutan karyawan baru yang ditempatkan pada sie akuntansi.

    Pengaruh Persepsi Siswa tentang Jurusan IPS dan Lingkungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kota Blitar Melalui Motivasi Belajar

    No full text
    ABSTRAKSanti, Fitriana. 2014. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Jurusan IPS dan Lingkungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kota Blitar Melalui Motivasi Belajar. Skripsi, Program Studi Pendidikan AkuntansiFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Suparti, M.PKata kunci: Persepsi Siswa tentang Jurusan IPS, Lingkungan Keluarga, Hasil Belajar dan Motivasi BelajarPendidikan berguna sebagai jalan untuk membantu individu mencetak karir. Masalah pendidikan yang cukup rumit adalah pemilihan jurusan pada tingkat SMA. Baik buruknya hasil belajar dapat dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Salah satu faktor intern adalah persepsi siswa tentang jurusan IPS dan motivasi belajar. Persepsi yang dimiliki siswa SMA Negeri di Kota Blitar ada yang baik dan ada yang buruk. Ada sebagian siswa yang mengangap bahwa jurusan IPS sebenarnya sama sulit dengan jurusan IPA dan memang dia berkeinginan untuk melanjutkan studi lanjut yang berhubungan dengan IPS. Selain itu ada pula persepsi negatif yang dimiliki siswa karena menganggap bahwa jurusan IPS “kurang keren”. Salah satu faktor ekstern yang mempengaruhi hasil belajar adalah lingkungan keluarga. Ada sebagian lingkungan keluarga yang baik yakni peduli dengan dunia pendidikan tetapi ada pula lingkungan keluarga yang kurang memperhatikan dunia pendidikan karena sibuk dengan dunia kerja. Kondisi seperti inilah yang dianggap mampu mempengaruhi hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (2) pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (3) pengaruh tidak langsung yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota  Blitar melalui motivasi belajar (4) pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (5) pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (6) pengaruh tidak langsung yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota  Blitar melalui motivasi belajar (7) pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar.Jenis penelitian eksplanasi (explanatory research). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling dengan 223 sampel dari 503 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis ).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) ada pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (2) ada pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (3) ada pengaruh tidak langsung yang signifikan persepsi siswa tentang jurusan IPS terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota  Blitar melalui motivasi belajar (4)ada pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (5)ada pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota Blitar (6) ada pengaruh tidak langsung yang signifikan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota  Blitar melalui motivasi belajar (7)ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kota  Blitar.Disaranakan kepada pihak sekolah untuk memberikans arana dan prasana untuk kegiatan belajar termasuk pada jurusan IPS. Bagi guru, agar memberikan informasi yang akurat mengenai jurusan IPS dan menumbuhkan motivasi belajar. Bagi siswa agar mencari informasi yang tepat mengenai jurusan dan memilih jurusan sesuai minat. Bagi orang tua, agar memberikan factor psikologis yang cukup, karena peran orang tua mampu meningkatkan motivasi belajar sehingga hasil belajar juga maksimal

    AkuntansiPengumpulan Dana pada PT. BNI (PERSERO) Tbk. Kantor CabangBlimbing

    No full text
    ABSTRAK   Umami, Rifa.2014. AkuntansiPengumpulan Dana pada PT. BNI (PERSERO) Tbk. Kantor CabangBlimbing.TugasAkhir, Program Studi D3 AkuntansiJurusanAkuntansiFakultasEkonomiUniversitasNegeri Malang.Pembimbing :HjYuliWidiAstuti,S.E.,M.Si.,A.K.   Kata kunci: Akuntansi, Pengumpulan Dana.   Pentingnyadanamembuatsetiapperusahaanberusahakerasuntukmencarisumber-sumberdana yang tersedia, termasukperusahaanlembagakeuangansemacam bank. Dana pihak ketiga adalah dana yang berasal dari masyarakatmerupakansumberdana yang terpentingbagikegiatanoperasi bank danmerupakanukurankeberhasilan bank jikamampumembiayaioperasinyadarisumberdanaini. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui akuntansipengumpulandanapada PT. Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk. CabangPembantuBlimbing.Metodepengumpulan data yang digunakandalampenelitianadalahmetodeobservasi, wawancara, dandokumentasi.Data yang digunakandalampenelitianadalah data primer dan data sekunder.Data yang dikumpulkandisajikandandianalisisdenganmenggunakanmetodedeskriptifdan komparatif. Berdasarkan hasildaripenelitian yang dilakukanadalahbahwasumberutamadana yang diperoleh PT. Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor CabangBlimbingberasaldarisimpananmasyarakat (giro, tabungan, dandeposito), Traveller Chequesdalamvaluta rupiah, suratberharga yang diterbitkan, pinjaman yang diterima, kewajiban lain-lain, pinjamansubordinasi, modal pinjaman, dan modal bank. Ditemukan kekurangan yaitu akun pendapatan dalam lapora laba/rugi tidak dipisah, sehingga para pengguna sulit menilai kinerja perusahaan. Kinerja bank bisa dilihat dari sisi pendapatan dan beban. Jika pendapatan tidak dipisah maka sulit untuk melihat bagaimana kinerja perusahaan karena kinerja perusahaan dapat terlihat dari pendapatan yang diterima dikurangi beban perusahaan Dari hasilanalisis yang dilakukanpenulisterhadapakuntansipengumpulandanapada PT. BNI (PERSERO) Tbk. Kantor CabangBlimbingmenurut IAS 30 sudahbaik, karenapencatatan, pengukuran dan pengakuan akundalamkegiatanpenghimpunandanamasyarakatdanlaporankeuangan yang disajikantelahsesuaidengan IAS 30. Namunadabeberapakekurangandalampengungkapanlaporankeuanganyaitulaporanlabarugiakunpendapatantidakdipisah, antarapendapatankomisidanprovisi,  fee, danadministrasi, sementarapada IAS 30  disebutkanbahwasetiapjenispendapatandiungkapkansecaraterpisah.. Jadi seharusnyaakuntersebutdipisah agar parapenggunadapatmenilaikinerja bank.

    Analisis Prosedur Pemungutan Pajak Reklame pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Lumajang

    No full text
    ABSTRAK       Wijayanti, Dian.  2013.  Analisis Prosedur Pemungutan Pajak Reklame pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Lumajang.  Tugas Akhir.  Program Studi Diploma III.  Fakultas Ekonomi.  Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: Sulastri, S. Pd, M. Sa.   Kata Kunci: Prosedur Pemungutan, Pajak Reklame, Pengendalian Internal.   Pemungutan Pajak merupakan suatu rangkaian mulai dari penghimpunan data objek, subyek, dan Wajib Pajak, serta penentuan besarnya pajak sampai kegiatan penagihan pada Wajib Pajak serta pengawasan dan pelaporannya. Prosedur pemungutan pajak reklame merupakan faktor utama dalam menunjang pengendalian internal yang ada. Sistem pengendalian intern pada pemungutan pajak perlu diperhatikan, karena dengan adanya sistem pengendalian intern yang baik dansesuai dengan yang ditetapkan akan mempengaruhi secara langsung meningkatkannya penerimaan daerah Kabupaten Lumajang, Metode penulisan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu mendiskripsikan uraian kata-kata tentang objek wajib pajak, menjelaskan prosedur pemungutan pajak reklame yang ada di DPKD dengan cara membandingkan antar teori.Hasil analisis dari penelitian ini diperoleh bahwa di DPKD Kabupaten Lumajang sudah baik dalam melaksanakan dan menerapkan prosedur pemungutan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan prosedur pengendalian pemungutan pajak. Hal ini terlihat dari bentuk struktur organisasi garis dan staff yaitu wewenang dan tugas berasal dari pimpinan yang dibantu oleh masing-masing bagian sesuai dengan tanggung jawab, sehingga tidak menunjukkan adanya duplikasi pekerjaan. Pada pembayaran pajak ditangani oleh bendahara penerimaan yang penyetorannya dilakukan setiap hari. Kelemahan dalam sistem ini adalah formulir yang digunakan dalam operasinya masih belum memiliki nomor urut tercetak yaitu formulir pendaftaran wajib pajak, SKP-Daerah. Rekomendasi dari sistem pengendalian intern pemungutan pajak reklame dengan cara memberi nomor urut yang tercetak agar tidak terjadi kesalahan dengan penomoran yang sama. Perkembangan penerimaan pajak reklame belum efektif dikarenakan faktor-faktor kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, ketidaktahuan wajib pajak tata cara perhitungan dan pembayaran pajak reklame, serta banyaknya wajib pajak yang berdomisili diluar kota. Disarankan agar DPKD Kabupaten Lumajang lebih meningkatkan kebijakan-kebijakan dan kinerja yang sudah direncanakan sebelumnya agar prosedur pemungutan pajak reklame dapat terlaksana dengan aktif

    Analisis Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten (PEMKAB) Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Multi Susanti, Atik. 2014. Analisis Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten (PEMKAB) Lumajang. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sulastri S.Pd., M.SA   Kata kunci:  Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang  ini peneliti lebih tertarik membahas mengenai analisis sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang, potensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Lumajang utamanya pasir merupakan potensi yang sangat besar dan menjadi pajak andalan. Tujuan penulisan dalam menganalisis sistem pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang ada di Pemerintah Kabupaten Lumajang ini, supaya pihak dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) , masyarakat, maupun pembaca  lebih bisa memahami dan memilih sistem pemungutan pajak manakah yang lebih efisien untuk digunakan, sehingga pengelolaan dan pemungutan pajaknya dapat dilaksanakan dengan optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode wawancara/interview dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berusaha mengeksplorasi fenomena yang terjadi di tempat magang dan selanjutnya mendeskripsikan temuan pada bab pembahasan. Pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang ini sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan menggunakan Self Assesment System. Self assesment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Dimana sistem ini memiliki ketentuan bagi wajib pajak agar bersifat aktif mulai dari menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Dari hasil penelitian di DPKD menunjukkan bahwa sistem pemungutan yang digunakan adalah Self Assesment System, dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sistem pemungutan ini memberikan dampak baik, dampak baik tersebut khususnya kepada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang dalam menerapkan pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan terutama pasir, sistem ini sangat membantu pihak DPKD dalam mengelola kekayaan alam yang berada di kabupaten lumajang,karena meningkatkan semangat, rasa tanggung jawab, kejujuran dan keaktifan wajib pajak dalam membayar pajak dan lebih memotivasi Wajib Pajak untuk menghitung sendiri pajak terutangnya. Namun sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu jika ada kebebasan untuk menghitung sendiri pajak terutangnya terkadang adakalanya wajib pajak melaporkan pajak terutangnya dengan tidak jujur dan melakukan tindak kecurangan, sehingga itu mengatasi hal tersebut perlu dikirim petugas verlap untuk mengawasi pelaksanaan pertambangan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.  

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Penggajian Dan Pengupahan Di PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Intan Setiawati, Yohana. 2014. Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Penggajian dan Pengupahan di PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati SE., M.Com.   Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Penggajian dan Pengupahan Dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan untuk mencapai kesuksesan, perkembangan dan laba yang maksimal, perusahaan memerlukan berbagai pengelolaan. Sistem Pengendalian Internal merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perusahaan. PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang berfungsi sebagai penyelenggara program jaminan sosial bagi masyarakat pekerja di seluruh Indonesia yang memerlukan pengendalian internal untuk penggajian agar tercapainya visi misi perusahaan yang efektif dan efisien. Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki efisien, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen, menurut Mulyadi (2001: 163). Sistem pengendalian internal menekankan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan untuk melindungi kekayaan perusahaan. Terdapat unsur pengendalian internal penggajian yaitu sistem organisasi, sistem otorisasi, prosedur pencatatan, dan praktek yang sehat. Penggajian bagi karyawan di PT. Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Kediri standar gaji pokok ditentukan oleh pusat, sedangkan untuk besarnya gaji pokok karyawan outsourcing ditentukan oleh kemampuan kantor cabang. Gaji merupakan salah satu penentu dari kinerja karyawan dalam perusahaan. Selain gaji pokok masih terdapat unsur-unsur lainnya. Dokumen yang terkait dalam sistem penggajian adalah pengeluaran kas melalui bank. Bukti pengeluaran kas dari bank untuk gaji karyawan merupakan pencatatan atas keluarnya transaksi kas. Hasil penelitian sistem organisasi pengendalian internal gaji sudah memenuhi standar pemisahan tugas fungsi pembuatan daftar gaji dengan unsur-unsur yang terdapat pada fungsi keuangan sudah terpenuhi. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan masih terdapat unsur yang belum terpenuhi, yaitu perintah lemburpengendalian internalnya kurang baik karena kurangnya pengawasan dalam jam lembur. Perushaan melaksanakan praktik yang sehat sudah cukup baik, namun masih ada kekurangan yaitu tidak adanya dokumen kartu jam kerja untuk catatan informasi catatan jam kerja karyawan. Catatan jam kerja sangat penting untuk menilai kinerja karyawan selama bekerja, oleh karena itu perlu ditambahkan dokumen kartu jam kerja agar perusahaan lebih efektif. Dari hasil penelitian dapat digunakan perusahaan dalam mengambil atau mempertimbangkan keputusan untuk melaksanakan pengendalian internal pengggajian dan pengupahan agar lebih efektif dan efisien

    0

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇