Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    345 research outputs found

    Analisis Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan Metode Pengawasan (Evaluating Correcting) guna Meningkatkan Kualitas Kinerja Pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara

    No full text
    ABSTRAK Aditamwira, Nadendra, 2013. Analisis Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan Metode Pengawasan (Evaluating Correcting) guna Meningkatkan Kualitas Kinerja Pelayanan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati, S.E., M. Com.   Kata Kunci: Sistem Pengendalian Intern, Metode Pengawasan Sesuai dengan peraturan menteri keuangan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang baik harus sesuai dengan 16 layanan unggulan perpajakan. Dalam menentukan suatu instansi pemerintah itu baik dapat dilihat dari Sistem Pengendalian Intern (SPI) pada instansi tersebut, serta dengan adanya metode pengawasan yang tepat bisa meningkatkan kinerja pegawai. Analisa Sistem Pengendalian Intern dilakukan dengan mengukur Struktur Organisasi, Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan,  adanya Praktik yang Sehat, serta Mutu Karyawan. Sedangkan untuk Metode Pengawasan diukur dengan Standar Pengawasan dan Proses Pengawasan yang berisi tentang tahapan-tahapan yang digunakan KPP Pratama Malang Utara. Tujuan Penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern dan Metode Pengawasan sudah sesuai pada KPP Pratama Malang Utara, hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam Pelaksanaan Kinerja Pelayanan KPP Pratama Malang Utara dan Sistem Pengendalian Intern dan Metode Pengawasan seperti apa yang seharusnya terjadi pada KPP Pratama Malang Utara untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dan studi lapangan, yang diperoleh dengan mengumpulkan dan mempelajari referensi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dan dengan cara wawancara langsung dengan pihak yang terkait, serta dokumentasi data-data yang ada dalam Instansi yang mendukung. Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang diperoleh, KPP Pratama Malang Utara, ditemukan kinerja yang kurang maksimal sehingga tidak memenuhi pencapaian target pada akhir tahun. Beberapa kekurangan pada Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan Metode Pengawasan pada KPP Pratama Malang Utara antara lain Sistem Informasi Perpajakan Modifikasi (SIPMOD) yang kadang troble, masalah cuti pegawai yang ditangani kurang baik sehingga beban kerja tidak terselesaikan. Dari kesimpulan yang ada, disarankan Sistem Pengendalian Intern dan Metode Pengawasan pada KPP Pratama Malang Utara ada sedikit perbaikan agar beberapa hambatan yang sepele sekalipun tidak terulang lagi

    Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA-BPKP) dalam pengolahan data keuangan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Wardana, Dimas Eka Aria. 2014. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA-BPKP) dalam pengolahan data keuangan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Blitar. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, pembimbing: Diana Tien Irafahmi, S.Pd, M.Ed   Kata kunci: Penerapan Sistem Informasi Akuntansi, SIMDA-BPKP (System Informasi Manajemen Daerah – Badan Pengawas Keuangan Pembangunan) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah suatu Badan Pemerintahan yang mengelola tentang tata kelola keuangaan di wilayah Kabupaten Blitar. Tujuan penlitian di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar ini, untuk mengetahui penerapan aplikasi SIMDA Keuangan yang telah dipakai dalam pengelolaan data keuangannya. Dalam penulisan tugas akhir ini, metode yang digunakan adalah analisis data deskriptif, yaitu metode yang bertujuan untuk menggambarkan organisasi berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya terjadi di dalam organisasi. Fakta-fakta dikumpulkan, disusun, dijelaskan dan kemudian di analisis dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan dengan objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapanya, masih terdapat kendala yang dialami, diantaranya kurangnya tenaga ahli yang benar-benar mengerti di bidang akuntansi pada setiap bidang, khususnya di bidang akuntansi dan pelaporan, serta kurangnya user yang berkompeten dibidang administrator penginputan data. Saran dari tugas akhir ini, guna meminimalisir kendala dalam penerapan aplikasi SIMDA Keuangan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar, perlu diadakannya mutasi jabatan terkait penempatan tugas yang seharusnya sesuai dengan keahlian pegawai. Perlu juga diadakannya kursus, pelatihan dan pendidikan, minimal 1 semester 1 kali diklat, oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar berkerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar terkait pelatihan dan seminar langsung dari BPKP pusat selaku pembuat aplikasi SIMDA

    ANALISIS PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME PADA DINAS PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Multi Susanti, Atik. 2014. Analisis Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten (PEMKAB) Lumajang. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sulastri S.Pd., M.SA   Kata kunci:  Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang  ini peneliti lebih tertarik membahas mengenai analisis sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang, potensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Lumajang utamanya pasir merupakan potensi yang sangat besar dan menjadi pajak andalan. Tujuan penulisan dalam menganalisis sistem pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang ada di Pemerintah Kabupaten Lumajang ini, supaya pihak dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) , masyarakat, maupun pembaca  lebih bisa memahami dan memilih sistem pemungutan pajak manakah yang lebih efisien untuk digunakan, sehingga pengelolaan dan pemungutan pajaknya dapat dilaksanakan dengan optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode wawancara/interview dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berusaha mengeksplorasi fenomena yang terjadi di tempat magang dan selanjutnya mendeskripsikan temuan pada bab pembahasan. Pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang ini sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan menggunakan Self Assesment System. Self assesment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Dimana sistem ini memiliki ketentuan bagi wajib pajak agar bersifat aktif mulai dari menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Dari hasil penelitian di DPKD menunjukkan bahwa sistem pemungutan yang digunakan adalah Self Assesment System, dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sistem pemungutan ini memberikan dampak baik, dampak baik tersebut khususnya kepada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang dalam menerapkan pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan terutama pasir, sistem ini sangat membantu pihak DPKD dalam mengelola kekayaan alam yang berada di kabupaten lumajang,karena meningkatkan semangat, rasa tanggung jawab, kejujuran dan keaktifan wajib pajak dalam membayar pajak dan lebih memotivasi Wajib Pajak untuk menghitung sendiri pajak terutangnya. Namun sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu jika ada kebebasan untuk menghitung sendiri pajak terutangnya terkadang adakalanya wajib pajak melaporkan pajak terutangnya dengan tidak jujur dan melakukan tindak kecurangan, sehingga itu mengatasi hal tersebut perlu dikirim petugas verlap untuk mengawasi pelaksanaan pertambangan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.  

    Analisis implementasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkarakter di SMK 17 Agustus Batu

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, NH Luluk Dwi. 2013. Analisis Implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berkarakter di SMK 17 Agustus Batu. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed (II) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., A.k.   Kata Kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berkarakter, Implementasi RPP Berkarakter, SMK 17 Agustus Batu. Pendidikan karakter di Indonesia mulai digalakkan oleh pemerintah pada tahun 2010. Hal ini dikarenakan maraknya kenakalan remaja yang sering terjadi di Indonesia. Dengan adanya pendidikan , silabus, RPP, dan bahan ajar yang telah disiapkan untuk pendidikan karakter yang terintegrasi harus benar-benar diimplementasikan didalam kelas dengan guru sebagai model insan yang berkarakter, sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran serta tujuan dari pendidikan karakter akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berkarakter guru Akuntansi di SMK 17 Agustus Batu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif  kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan perpanjangan  penelitian, peningkatan ketekunan penelitian, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1)Format RPP Berkarakter di SMK 17 Agustus Batu dirancang dengan menyisipkan muatan karakter pada tujuan pembelajaran dan teknik penilaian. Dalam RPP Berkarakter SMK 17 Agustus Batu terdapat kelemahan yaitu pada intrumen penilaian. Penilaian karakter siswa  yang ada dalam RPP nantinya tidak dimasukkan dalam rapor siswa. (2)Implementasi RPP Berkarakter dalam penelitian dilihat dari sudut pandang peneliti dan sudut pandang siswa. Dimana sudut pandang peneliti, implementasi RPP Berkarakter Guru B lebih baik daripada Guru A. Guru B sudah menanamkan nilai-nilai karakter yang terintegrasi dengan mata pelajaran dan karakter yang tidak terintegrasi dalam pelajaran, sedangkan Guru A hanya menanamkan karakter yang tidak terintegrasi dengan pelajaran. Hal ini dikarenakan Guru B membuat perencanaan (RPP) lebih baik dibandingkan dengan Guru A. Akan tetapi kedua guru tersebut belum mengimplementasikan penilaian karakter dalam kegiatan belajar mengajar. Keduanya hanya melakukan penilaian kognitif saja didalam kelas. Dari sudut pandang siswa RPP Berkarakter yang dibuat guru sudah diimplementasikan dengan baik. Dari kedelapan karakter yang dimuat di angket 77,99% sudah diimplementasikan dalam kegiatan belajar-mengajar. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan seharusnya guru tidak mengabaikan proses penilaian karakter yang ada pada RPP. Proses penilaian itu perlu dilaksanakan agar dapat mengetahui perkembangan karakter siswa

    Analisis Pengendalian Internal terhadap Sistem Penggajian dan Pengupahan Karyawan pada PG. Kebon Agung Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fauzia, Amelia Nur. 2014. Analisis Pengendalian Internal terhadap Sistem Penggajian dan Pengupahan Karyawan pada PG. Kebon Agung Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : Hj Yuli Widi Astuti,S.E.,M.Si.,A.K.   Kata Kunci: Pengendalian Internal, Sistem Penggajian dan Pengupahan   Pengendalian internal pada sistem penggajian dan pengupahan diciptakan untuk mengarahkan sistem-sistem perusahaan industri gula supaya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dengan adanya sistem pengendalian internal yang baik berguna untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, data akuntansi dapat dipercaya dan meningkatkan efisiensi usaha, serta perusahaan akan lebih terjamin dalam mencapai tujuannya. Mengingat pentingnya peranan sistem penggajian dan pengupahan, maka sistem tersebut harus di desain dengan baik agar dapat memberikan layanan yang mencukupi bagi pegawai serta dapat memberikan dukungan informasi bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi adalah wawancara, Dokumentasi dan pengamatan. Wawancara dilakukan kepada Penanggung jawab Personalia dan Keuangan. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan cara Menganalisis cara kerja karyawan bagian penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang, Menjelaskan sistem penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang, Menganalisis pengendalian intern terhadap sistem penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang, Memberikan solusi untuk hasil analisis yang ditemukan terkait dengan pengendalian intern pada sistem penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang. Berdasarkan hasil analisis dari wawancara, dokumentasi dan pengamatan diketahui bahwa pengendalian intern sistem penggajian dan pengupahan PG. Kebon Agung Malang terdapat ketidaksesuaian yaitu tidak adanya pemisahan tugas antara fungsi pencatat waktu dan fungsi operasi. Tidak adanya pemisahan fungsi ini berakibat kecurangan karena tidak sesuai antara pencatatan waktu hadir dan daftar gaji karyawan karena hal tersebut dilakukan oleh orang yang sama, sehingga perlu adanya pemisahan fungsi pada fungsi pencatat waktu dan fungsi pembuatan daftar gaji. Kesimpulan penulisan Tugas Akhir ini yaitu pengendalian intern dalam sistem penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang memiliki kelemahan dalam pelaksanaannya namun bukan berarti sistem penggajian dan pengupahan di PG. Kebon Agung Malang buruk. Sehingga saran mengenai hasil pembahasan Tugas Akhir ini yaitu adanya pemisahan tugas antara fungsi pencatat waktu dan fungsi operasi agar tidak terjadi kecurangan dan manipulasi data atas proses perhitungan daftar gaji maupun perhitungan jam hadir karyawan

    EFEKTIFITAS PELAPORAN DAN PEMBAYARAN SPT MASA PPh PASAL 21 PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK Meyriyani, Heppy. 2013. Efektifitas Pelaporan dan Pembayaran SPT PPh Pasal 21 pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo.Tugas Akhir, Program Studi Diploma Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Sulastri S.Pd, MSA.   Kata kunci: Efektivitas Pembayaran dan Pelaporan, SPT Masa, PPh Pasal 21 Pajak merupakan iuran masyarakat kepada negara yang terutang oleh wajib pajak untuk kelangsungan hidup suatu negara dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang, yang sifatnya wajib. SPT Masa adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan atau pembayaran pajak yang terutang dalam suatu masa pajak atau pada suatu saat. Sedangkan PPh Pasal 21 adalah merupakan Pajak Penghasilan yang dikenakan atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) orang pribadi dalam negeri. Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah interview,dokumentasi dan kajian teori. Tugas Akhir ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan pelaporan dan pembayaran SPT Masa PPh Pasal 21 pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo (2) Untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan pelaporan dan pembayaran SPT Masa PPh Pasal 21 pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan memberikan penjelasan mengenai data-data yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo berupa jumlah laporan penyampaian dan realisasi penerimaan SPT Masa PPh Pasal 21 tahun 2009 sampai 2011. Berdasarkan analisa tersebut, pelaporan dan pembayaran SPT masa PPh pasal 21 sudah efektif,tetapi masih belum berjalan lancar. Dengan adanya hal ini tentunya akan berdampak pada jumlah pendapatan KPP Pratama Ponorogo khususnya, dan di Indonesia pada umumnya Dengan memperhatikan hasil yang diperoleh diatas, sebaiknya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dibawah naungan Direktorat Jendral Pajak untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak serta meningkatkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan, misalnya dapat dilakukan melalui media televisi seperti iklan layanan masyarakat mengenai pentingnya fungsi pelaporan dan pembayaran pajak yang diharapkan memberikan kontribusi yang besar terhadap kepatuhan wajib pajak serta kepada negara sebagai salah satu sumber penerimaan yang dipergunakan untuk pembangunan di segala bidang.

    Efektivitas Sisten Dan Prosedur Pengendalian Internal Terhadap Pengajuan Klaim Asuransi Dwiguna di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAKAnggraini, Rika. 2014. Efektivitas Sisten Dan Prosedur Pengendalian Internal Terhadap Pengajuan Klaim Asuransi Dwiguna di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr.Cipto Wardoyo, S.E, M.Pd, M.Si.AkKata Kunci: Efektivitas Sistem, Prosedur Pengendalian Internal, Klaim, Asuransi Dwiguna.Pemerintah menyadari bahwa kesejahteraan PNS tidak hanya dipertahatikan sewaktu aktif bekerja, tetapi juga tetap diperhatikan pada masa purna bakti atau masa pensiun, perhatian ini dinyatakan dalam program asuransi kesehatan, pensiun, maupun uang duka wafat. Karena itu pemerintah menunjuk PT. Taspen (Persero) untuk mengelola Program Asuransi Sosial yang terdiri dari Program Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT). Untuk program THT yang merupakan program asuransi terdiri dari asuransi dwiguna yang berkaitan dengan usia pensiun ditambah dengan asuransi kematian (Askem). Prosedur pengajuan klaim secara baik dan terintegrasi akan mempengaruhi tingkat efektivitas sistem dan prosedur pada pengajuan klaim Asuransi Dwiguna. Salah satu hal terpenting untuk menjaga Efektivitas sistem dan prosedur adalah pengendalian internal PT.Taspen (Persero) Cabang Malang.Tujuan yang terdapat dalam Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui sistem dan prosedur pengajuan klaim Asuransi Dwiguna. Untuk mengetahui pengendalian internal serta menilai Efektivitas terkait pelaksanaan pengajuan klaim Asuransi Dwiguna. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara  dan penelitian lapangan (observasi).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pelaksanaan pengajuan klaim Asuransi Dwiguna serta pengendalian internalnya mencakup pemisahan tugas, terdapat otorisasi kinerja pegawai, dokumen dan catatan yang memadai dan pembatasan akses terhadap aktiva dan pengecekan kinerja. Pengendalian internal yang dilakukan PT.Taspen (Persero) Cabang Malang sudah efektif. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan untuk menyempurnakan sistem pengendalian prosedur penyelesaian klaim dengan penggunaan tempat penyimpanan/loker yang berkualitas baik yang menggunakan kode rahasia atau penggunaan fingerprint dan penjagaan keamanan dengan pemasangan kamera CCTV

    EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DI PT. ARINA MULTIKARYA

    No full text
    ABSTRAK   Budiarto, Angga Angela Agus. 2014. Evaluasi Sistem Akuntansi Penggajian di PT. Arina Multikarya, Tugas Akhir, Progam Studi D3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Diana Tien Irafahmi,S.Pd., M.Ed.   Kata Kunci: Sistem Akuntansi Penggajian   Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap sistem informasi akuntansi penggajian yang terjadi pada PT. Arina Multikarya, serta apakah sistem akuntansi penggajian tersebut telah baik dan memenuhi unsur pengendalian internal. Sistem informasi akuntansi penggajian merupakan salah satu sistem pokok yang harus dilaksanakan dengan baik dalam suatu perusahaan. Sistem ini mempunyai peranan sangat penting demi berlangsungnya kegiatan pokok perusahaan. Mengingat pentingnya peranan sistem penggajian, maka sistem tersebut harus dideasin dengan baik agar dapat memberikan layanan yang mencukupi bagi pegawai  serta dapat memberikan dukungan informasi bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan. Dari analisis dan evaluasi yang telah penulis lakukan di PT. Arina Multikarya pada sistem akuntansi penggajian sudah menunjukan sistem yang baik, namun masi memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki agar proses kerja sistem akuntansi penggajian pada PT. Arina Multikarya bisa lebih baik lagi. Dibutuhkannya saran yang dapat meningkatkan pelaksanaan sistem penggajian pada PT. Arina Multikarya,yaitu dengan memberikan pengawasan khusus terhadap karyawan yang memiliki absen manual, sehingga data absensi keryawan akurat dan terhindar dari tindak kecurangan. Adanya penambahan jumlah dokumen-dokumen penggajian, yaitu dengan merekap gaji dari rangkap 1 manjadi 2

    Analisis Kinerja Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2008-2012

    No full text
    ABSTRAK   Ikayanti, Agusta Vera. 2014. Analisis Kinerja Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2008-2012. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Sulastri, S.Pd, MSA   Kata Kunci : Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah, Rasio Keuangan Pemerintah daerah sebagai pihak yang diserahi menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan daerahnya untuk dinilai apakah pemerintah daerah dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu bentuk pertanggungjawaban laporan keuangan pemerintah daerah adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2008-2012. Dalam penelitian ini rasio yang digunakan adalah rasio pada APBD, adapun rasio tersebut antara lain : Rasio Kemandirian Keuangan Daerah (RKKD), Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), Analisis Keserasian Belanja, Derajat Kontribusi BUMD, dan Analisis Pertumbuhan Pendapatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu dengan menguraikan bagaimana rasio keuangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2008-2012. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi berupa data laporan pertanggungjawaban kepala daerah atas laporan realisasi APBD tahun anggaran 2008-2012. Hasil perhitungan rasio dapat disimpulkan secara umum kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2008-2012 dikatakan belum baik meskipun ada peningkatan dibandingkan penelitian sebelumnya karena peningkatan yang ada tidak jauh berbeda. Rata-rata rasio kemandirian mengalami kenaikan yaitu 0,81%. Dari segi rasio efektivitas PAD pemerintah daerah mengalami peningkatan rata-rata sebesar 0,55% akan tetapi pemerintah kabupaten dalam merealisasikan PAD sangat efektif karena realisasi dicapai seringkali melebihi dari target yang telah ditetapkan. Rata-rata analisis keserasian belanja yang terbagi dari belanja operasi mengalami peningkatan sebesar 3,81% sedang untuk belanja pembangunan mengalami penurunan sebesar -10,58%. Rata-rata derajat kontribusi BUMD adalah 4,16% dan tingkat pertumbuhan PAD sebesar 9,89%. Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyarankan seharusnya pemerintah kabupaten lebih meningkatkan kinerjanya yaitu dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak ekstern, mempertahankan efektivitas, lebih fokus kepada belanja modal untuk pembangunan daerah serta pemyediaan sarana dan prasarana umum untuk kegiatan perekonomian masyarakat, menjalin kerjasama yang baik dengan perusahaan daerah dan meningkatkan pendapatan dengan mengoptimalkan potensi alam yang ada

    Analisis Sistem Verifikasi Pengeluaran Kas Ongkos Angkut Sebagai Wujud Penerapan ISO Manajemen Mutu 9001:2008 Untuk Pengendalian Internal PT.Semen Gresik (Persero) Tbk.

    No full text
    ABSTRAK   RosyidAinnur, Zakky. 2014.Analisis Sistem Verifikasi Pengeluaran Kas Ongkos Angkut Sebagai Wujud Penerapan ISO Manajemen Mutu 9001:2008 Untuk Pengendalian Internal PT.Semen Gresik (Persero) Tbk. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Cipto Wardoyo, SE., MPd., M.Si.   Kata Kunci: Pengendalian Internal, Sistem Akuntansi, Verifikasi, ISO 9001:2008, Ongkos Angkut. Pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses  yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian internal merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Tujuan dari adanya pengendalian internal yaitu: Menjaga kekayaan organisasi, Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, Mendorong efisiensi, Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Objek penelitian ini adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.yang berada pada kawasan pabrik gresik, Jawa Timur. Metode penelitian dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode pemecahan masalah dengan cara mengidentifikasi, analisa dan evaluasi kesesuaian pengendalian internal atas ongkos angkut terhadap ISO 9001:2008. Hasil dari wawancara dan observasi diketahui bahwa sistem dan prosedur pengendalian internal atas pembayaran ongkos angkut di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. telah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam ketentuan umum ISO 9001:2008 tentang manajemen mutu. Meskipun demikian terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan terus menerus, diantaranya: perlunya koordinasi terus menerus antara petugas verifikatur, kepala seksi verifikasi dengan seksi administrasi dan distribusi. Sehingga ketidaksesuaian dalam permintaan pembayaran atas ongkos angkut dapat menurun. Verifikatur perlu melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan bahwa semen yang diterima pelanggan telah sesuai dengan ketentuan. Meningkatkan kualitas dan kapasitas petugas verifikatur, sehingga dengan meningkatnya kualitas pegawai maka dapat meningkatkan mutu pengendalian internal atas ongkos angkut.   ABSTRACT   Rosyid Ainnur, Zakky. 2014. The Analysis of Verification System of Transportation Cost as the Implementation of  ISO 9001:2008 Quality Management for Internal Control PT.Semen Gresik (Persero) Tbk. Final Assigment of three years Diploma, Department of Accounting, Faculty of Economics, State University of Malang. Advisor: Dr. Cipto Wardoyo, SE., MPd., M.Si.   Key words:Internal control, Accounting system, Verification, ISO 9001:2008, Cost transportation. Internal control is defined as a process influenced by human resources and information technology system designed for assisting organization in achieving specific purpose or objective. It is also a manner for directing, authorizing, and measuring company’s human resource. The purpose of internal control is to maintain organization properties, Tujuan dari adanya pengendalian internal yaitu: Menjaga kekayaan organisasi, examine the accuracy and correctness of accounting data, encourage the efficiency, encourage the compliance of management policy. The object of the study is PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. located in industrial plant of Gresik, Jawa Timur. Research method employed interview, documentation, and observation while to solve the research problem, the researcher employed identification, analysis and evaluation of internal control of cost transportation on ISO 9001:2008 compliance. According to the interview and observation, it suggests that the system and procedure of internal control of cost transportation at PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. has already worked well in accordance with the applicableregulations and the conditions set forth in the general provisions of ISO 9001:2008 concerning quality management. However, there are several things required to be conducted for continuous improvement, which are: the need for continuous coordination among verifiers, head of verifier, and administration as well as distribution, so that, the discrepancy in cost transportation expenditure can be decreased. Verifiers are required to conduct field monitoring to make sure that customers have received the cement based on the provision. Improve both quality and quantity of the verifiers to improve the internal control of cost transportation

    0

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇