Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    345 research outputs found

    Evaluasi Sistem Kearsipan Pada Dosir (Arsip) Pensiun Di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Wulansari, Riskhi.2014. Evaluasi Sistem Kearsipan Pada Dosir (Arsip) Pensiun Di PT.Taspen (Persero) Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA.   Kata Kunci: Evaluasi Sistem Kearsipan Dosir Pensiun Arsip mempunyai arti yaitu setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar atau pun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan orang (itu) pula. Kegiatan kearsipan termasuk kegiatan penunjang dalam organisasi. Seperti kegiatan penunjang lainnya dan pekerjaan pokok, kearsipan perlu mendapatkan perhatian penyelenggaraan dan pengelolaan sebaik-baiknya agar dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk pencapaian tujuan organisasi. Pada PT Taspen (Persero) Cabang Malang, kegiatan yang dilakukan dalam bagian dosir pensiun meliputi, pembentukan dosir pensiun, penataan dan penyimpanan dosir pensiun, dan salah satu tujuan yang diangkat yaitu membandingkan peralatan kearsipan di PT Taspen (Persero) Cabang Malang dengan teori ilmu kearsipan modern Proses pembentukan dosir pensiun/arsip melalui banyak tahap dan persyaratan mulai dari pengajuan SPP sampai mendapatkan formulir guna untuk memperoleh gaji pensiun beserta tunjangan hari tua. Dengan terbentuknya sebuah dosir pensiun, maka pihak bagian dosir pensiun menerima dan menyimpan semua berkas-berkas tersebut yang kemudian disimpan sebagai dosir/arsip pensiun pada PT Taspen (Persero) Cabang Malang. Penataan dosir pensiun yang dilakukan oleh PT Taspen (Persero) Cabang Malang dengan sistem tanggal namun belum seutuhnya dan masih diselingi dengan sistem nomor. Peralatan penyimpanan yang digunakan oleh PT Taspen (Persero) Cabang Malang ada 2 (dua), yaitu penyimpanan secara fisik atau manual (Manual System) dan penyimpanan secara elekrtonik (Electronic System). Pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang dalam praktik kerjanya, hanya beberapa peralatan yang digunankan, yaitu seperti filing cabinet yang hanya mapnya saja yang digunakan dan rak buku (lemari terbuka). Sedangkan untuk penyimpanan secara elektronik, pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang menggunakan komputer dan scanner untuk penyimpanan secara elektronik. Saran yang dapat diajukan kepada pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang yaitu, seharusnya pihak PT Taspen (Persero) Cabang Malang bisa menerapkan sistem yang baru seperti pada teori kearsipan modern. Sistem yang baru ini dikembangkan oleh arsip nasional bersama lembaga administrasi negara adalah sistem pola baru kearsipan. Sistem ini adalah gabungan dari sistem abjad, sistem nomor, sistem subyek dan sistem tanggal/kronologis

    Analisis Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Pemerintahan Kabupaten (PEMKAB) Lumajang.

    No full text
    ABSTRAK   Multi Susanti, Atik. 2014. Analisis Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Pemerintahan Kabupaten (PEMKAB) Lumajang. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sulastri S.Pd., M.SA   Kata kunci:  Sistem Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang  ini peneliti lebih tertarik membahas mengenai analisis sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada Pemerintahan Kabupaten Lumajang, potensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Lumajang utamanya pasir merupakan potensi yang sangat besar dan menjadi pajak andalan. Tujuan penulisan dalam menganalisis sistem pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang ada di Pemerintah Kabupaten Lumajang ini, supaya pihak dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) , masyarakat, maupun pembaca  lebih bisa memahami dan memilih sistem pemungutan pajak manakah yang lebih efisien untuk digunakan, sehingga pengelolaan dan pemungutan pajaknya dapat dilaksanakan dengan optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode wawancara/interview dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berusaha mengeksplorasi fenomena yang terjadi di tempat magang dan selanjutnya mendeskripsikan temuan pada bab pembahasan. Pada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang ini sistem pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan menggunakan Self Assesment System. Self assesment system adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Dimana sistem ini memiliki ketentuan bagi wajib pajak agar bersifat aktif mulai dari menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Dari hasil penelitian di DPKD menunjukkan bahwa sistem pemungutan yang digunakan adalah Self Assesment System, dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sistem pemungutan ini memberikan dampak baik, dampak baik tersebut khususnya kepada Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Lumajang dalam menerapkan pemungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan terutama pasir, sistem ini sangat membantu pihak DPKD dalam mengelola kekayaan alam yang berada di kabupaten lumajang,karena meningkatkan semangat, rasa tanggung jawab, kejujuran dan keaktifan wajib pajak dalam membayar pajak dan lebih memotivasi Wajib Pajak untuk menghitung sendiri pajak terutangnya. Namun sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu jika ada kebebasan untuk menghitung sendiri pajak terutangnya terkadang adakalanya wajib pajak melaporkan pajak terutangnya dengan tidak jujur dan melakukan tindak kecurangan, sehingga itu mengatasi hal tersebut perlu dikirim petugas verlap untuk mengawasi pelaksanaan pertambangan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

    Analisis Sistem Pengendalian Intern terhadap Prosedur Pembayaran Dana Pensiun PNS pada PT. Taspen (Persero) Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ramadani, Esia Yuzvi. 2014. Analisis Sistem Pengendalian Intern terhadap Prosedur Pembayaran Dana Pensiun PNS Pada PT. Taspen (Persero) Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan DIII Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA.   Kata Kunci: Sistem Pengendalian intern, Prosedur Pembayaran, Dana Pensiun. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur Aparatur Negara dan Abdi Masyarakat, merupakan salah satu unsur penting dalam melaksanakan tugas-tugas Pemerintah, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas Pembangunan Nasional.PT. Taspen (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas pemerintah untuk mengelola Program Asuransi Sosial yang terdiri dari Program Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT). Program Dana Pensiun diselenggarakan untuk memberikan jaminan hari tua kepada Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya. Prosedur yang jelas dan sederhana dalam pelayanan pembayaran dana pensiun akan dapat memberikan kepuasan kepada peserta pensiun. Tujuan yang terdapat dalam Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui prosedur pembayaran dana pensiun PNS. Untuk mengetahui sistem pengendalian intern serta kelebihan dan kelemahan pelaksanaan pembayaran dana pensiun PNS pada PT. Taspen (Persero) Cabang Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Riset Pustaka, observasi (pengamatan), interview (wawancara) dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, dimana analisis dilakukan atas struktur organisasi, prosedur pelayanan pembayaran serta praktik kerja yang dilaksanakan. Tolak ukur yang digunakan untuk menentukan baik atau tidaknya pelaksanaan sistem pengendalian internnya dan prosedur pembayaran klim dana pensiun pada PT. Taspen (Persero) adalah menganalisis dan membandingkan dengan dasar teori yang ada dan pemikiran logis. Hasil analisis ini menunjukan bahwa prosedur pembayaran dana pensiun telah berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi PT. Taspen (Persero) yaitu 5 T, tepat orang, tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat dan tepat administrasi. Pengendalian internalnya mencakup otorisasi oleh pejabat yang berwenang, pelaksanaan pembayaran klim dilakukan lebih dari satu fungsi menggunakan unsur internal check dan perputaran jabatan. Kelebihan pelaksanaan prosedur pembayaran dana pensiun adalah terdapat 2 (dua) pilihan dalam pengajuan SPP klim dan pembayaran klim yaitu secara Tunai atau secara Transfer ke Bank/Pos, namun masih terdapat kekurangan yaitu terdapat pada pihak eksternal, buku rekening yang disetor sudah tidak aktif lagi (close book) dan kurangnya persyaratan kepengurusan hak sehingga PT. Taspen tidak melakukan pembayaran. Saran yang diberikan untuk mengurangi kelemahan ini sebaiknya PT. Taspen (Persero) Cabang Malang meningkatkan pelayanan pembayaran dana pensiun yang lebih baik lagi dengan melakukan sosialisasi ke peserta/instansi peserta untuk meminimalkan ketidaktahuan peserta melakukan penyelesaian klim pensiun

    ANALISIS PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK BUKOPIN CABANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Giovanie Andrianus. 2014. Analisis Sistem Pemberian Kredit  pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang. TugasAkhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak..   Kata kunci: Kebijakan, Prosedur pemberian kredit, Sistem Pengendalian Internal.   Bank sebagai lembaga keuangan keberadaannya semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa-jasa perbankan bagi masyarakat. PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang adalah salah satu jenis bank swasta yang bentuk usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank juga mempunyai risiko yang sangat besar yakni tunggakan kredit, untuk menghindari hal tersebut diperlukan suatu kebijakan dan prosedur yang baik dalam pemberian kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan dan prosedur pemberian kredit pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Prosedur pemberian kredit merupakan serangkaian proses secara lengkap dan berurutan tentang bagaimana tata cara dalam permohonan kredit untuk membantu calon debitur yang membutuhkan tambahan modal. Kebijakan merupakan salah satu faktor terpenting untuk mendukung dan melengkapi acuan prosedur guna meningkatkan kinerja perusahaan. Penerapan kebijakan kredit pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang cukup baik. Adapun   yakni syarat pengajuan kredit, batas kewenangan pemberian kredit, suku bunga kredit, sanksi yang diberikan semuanya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Untuk penerapan Prosedur kredit pada PT. Bank Bukopin juga berjalan dengan cukup baik hanya terdapat beberapa kelemahan dalam pengawasan kredit. Dengan demikian diperlukan sistem pengendalian internal yang cukup memadai sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam proses pemberian kredit. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, terdapat beberapa masalah sebagai berikut. Pertama, adanya peningkatan presentase kredit macet dari tahun ke tahun. Kedua, ketidakefektifan dalam pemisahan tugas Dan yang ketiga, dokumen untuk mencatat jumlah debitur yang telah mengajukan permohonan kredit  kurang baik. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis merekomendasikan perbaikan kebijakan prosedur pemberian kredit sebagai berikut. Pertama, pembuatan buku registrasi dan formulir berkas permohonan dan perjanjian beserta pencairan kredit. Kedua, pelaksanaan on the spot secara rutin Dan yang ketiga, peningkatan pembinaan debitur sehingga dalam pembayaran angsuran kredit dapat berjalan lancar. Dengan adanya hal tersebut diharapkan presentase kredit macet dapat berkurang dan permberian kredit pada PT. Bank Bukopin Tbk Cabang Malang dapat tersalurkan dengan baik

    Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa oleh Guru pada Kegiatan Belajar Mengajar Akuntansi Di Smk Ardjuna 2 Malang

    No full text
    Banyaknya kasus korupsi yang terjadi terutama dari kalangan Akuntan patut dipertanyakan apakah para Akuntan tersebut tidak diajarkan pendidikan karakter pada saat mengenyam bangku sekolah. Tapi ,pada dasarnya tidak ada sekolah yang tidak menerapkan pendidikan karakter. Karena pendidikan karakter pastinya sudah tercantum dalam visi dan misi yang dimiliki sekolah tersebut. Jika sekolah sudah menerapkan, berarti yang menjadi fokus permasalahan adalah bagaimana cara guru-guru Akuntansi menerapkan pendidikan karakter tersebut terhadap siswa.     Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan belajar berlangsung di kelas, wawancara terhadap guru mata pelajaran Akuntansi dan studi dokumentasi terhadap RPP dan silabus buatan guru. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan analisis model Miles & Huberman. Langkah-langkahnya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.     Pada kegiatan awal pembelajaran, kegiatan yang dilakukan guru untuk menanamkan karakter didasarkan jenis karakternya antara lain: (I) Religius kegiatannya berdoa sebelum memulai pelajaran. (II) Disiplin kegiatannya mengecek kehadiran siswa, teguran siswa yang terlambat masuk kelas dan teguran terkait hasil Ulangan Tengah Semester siswa. (III) Tanggung jawab kegiatannya tanggung jawab siswa terkait peminjaman buku di perpustakaan. (IV) Mandiri kegiatannya mereview materi pertemuan sebelumnya.     Pada kegiatan inti pembelajaran, jenis karakter dan kegiatannya antara lain: (I) Jujur kegiatannya contoh kehidupan sehari-hari yang terkait dengan Akuntansi dan tugas yang diberikan oleh guru. (II) Bersahabat/Komunikatif kegiatannya bahasa guru ketika berbicara dengan siswa dan teguran siswa untuk saling menghargai. (III) Tanggung jawab kegiatannya memeriksa tugas yang diberikan ke siswa dan membahas tugas minggu sebelumnya. (IV) Disiplin kegiatannya hukuman kepada siswa, teguran terkait ketelitian tugas dan penjelasan materi Akuntansi. (V) Mandiri kegiatannya tugas yang diberikan oleh guru, review materi Akuntansi dan pembahasan tugas. (VI) Demokratis kegiatannya membahas bersama-sama tugas yang dikerjakan siswa.(VII) Rasa ingin tahu kegiatannya pertanyaan dari siswa. (VIII) Kerja keras kegiatannya guru memberi dorongan kepada siswa.     Dari kegiatan akhir pembelajaran diperoleh satu karakter yaitu mandiri. Contoh kegiatannya pemberian tugas rumah untuk siswa, mereview materi setelah kegiatan belajar mengajar dan perintah guru untuk belajar persiapan UTS

    Evaluasi Sistem Penyetoran, Penarikan dan Pengawasan Dana Investasi Komoditi Emas di PT. Best Profit Futures Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sistem penyetoran, penarikan dan pengawasan merupakan serangkaian proses secara lengkap dan berurutan tentang bagaimana prosedur investasi pada perusahaan. Prosedur investasi sangatlah penting dalam perusahaan pialang berjangka untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada nasabah dan untuk meningkatkan integritas perusahaan. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sistem dan prosedur pengendalian intern terhadap penyetoran, penarikan dan pengawasan dana investasi komoditi emas dan untuk mengetahui hasil evaluasi atas pengendalian intern terhadap sistem penyetoran, penarikan dan pengawasan dana investasi komoditi emas pada PT. Best Profit Futures Cabang Malang. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh terdapat beberapa masalah sebagai berikut. Pertama, penerapan otorisasi berupa pemberian paraf, stempel untuk data atau dokumen dari pihak berwenang yang dianggap lebih penting dalam perusahaan pada sistem pelaksanaan investasi yang belum dilakukan secara maksimal. Sehingga dapat menimbulkan penyalah gunaan otorisasi dalam perusahaan. Kedua, Pemakaian formulir dan dokumen transaksi yang kurang diperhatikan. Hal ini dapat menimbulkan ketidakakuratan terhadap pelaporan informasi akuntansi perusahaan. Ketiga, kurangnya pengetatan perusahaan akan perekrutan karyawan yang berkompeten. Dan yang keempat, ketelitian informasi calon nasabah yang kurang diperhatikan. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis merekomendasikan perbaikan sistem penyetoran, penarikan dan pengawasan dana investasi sebagai berikut. Pertama, diterapkannya otorisasi yang lebih ketat berupa pemberian paraf pada kartu amanat sebagai bukti amanat dari nasabah kepada wakil pialang. Kedua, Penggalakan terhadap pemakaian formulir dan dokumen yang lebih rinci. Ketiga, diadakannya perekrutan karyawan untuk menjadi wakil pialang yang berkompeten secara ketat. Dan yang keempat, Penugasan secara tegas kepada wakil pialang untuk mencari informasi mengenai nasabah sedetail-detailnya. Kata Kunci: Sistem, Penyetoran,Penarikan dan Pengawasan Dana Investasi, Komodit

    Evaluasi Sistem Informasi Penggajian Karyawan pada PT Alam Jaya Rungkut-Surabaya

    No full text
    ABSTRAK   Alfath, Nurjannah Dwita. 2014. Evaluasi Sistem Informasi Penggajian Karyawan pada PT Alam Jaya Rungkut-Surabaya. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurika Restuningdiah, SE.,M.Si,Ak,CA   Kata Kunci :  Sistem Informasi, Penggajian Karyawan Dalam suatu perusahaan dibutuhkan beberapa macam sistem yang digunakan untuk mendukung aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut. Salah satu sistem yang diharapkan dapat menunjang keberhasilan perusahaan untuk dapat mencapai tujuannya adalah sistem informasi penggajian. Sistem informasi penggajian merupakan serangkaian proses secara lengkap dan berurutan tentang bagaimana prosedur pembayaran gaji karyawan pada sebuah perusahaan. Penggajian merupakan salah satu faktor terpenting untuk mendukung dalam meningkatkan kinerja perusahaan yaitu memberikan kompensasi untuk pegawai yang berupa gaji sebagai kembalian finansial kepada para pegawai sebagai ganti kontribusi mereka terhadap organisasi/instansi. Dengan demikian diperlukan sistem pengendalian internal yang cukup memadai sehingga dapat mengurangi kesalahsajian laporan keuangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis serta mengevaluasi sistem penggajian karyawan pada PT Alam Jaya Rungkut-Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, terdapat sebuah masalah yaitu perusahaan masih belum memenuhi pemisahan fungsi yang memadai, karena masih terdapat perangkapan fungsi pada bagian keuangan. Sehingga berakibat proses penggajian pada PT Alam Jaya Rungkut-Surabaya tidak dapat terlaksana dengan baik karena disini pihak bagian keuangan mengelola sendiri daftar gaji, rekap gaji karyawan serta otorisasi gaji karyawan. Pihak bagian keuangan yang terdiri dari dua orang staf tidak memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas. Karena antara pihak satu dan lainnya bisa saling menggantikan pekerjaan satu sama lain apabila salah satu karyawan sedang absen.  Hal ini dapat menimbulkan ketidakakuratan atas biaya penggajian. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis merekomendasikan perbaikan sistem  akuntansi yaitu dengan memberikan rekomendasi flow chart yaitu ditambahkannya bagian akuntansi pada PT Alam Jaya Rungkut-Surabaya untuk membantu pihak bagian keuangan dalam mengelola daftar gaji ,rekap gaji, serta otorisasi gaji karyawan. Sehingga dua orang staf pada bagian keuangan memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas

    Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan terhadap tingkat profitabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2011-2012

    No full text
    ABSTRAK Wicaksono, Sony. 2014. Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan terhadap tingkat profitabilitas melalui tingkat likuiditas pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2011-2012. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hj. Yuli Widi Astuti, SE., M.Si., Ak. (II) Dr. Suparti, M.P.   Kata Kunci: Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Tingkat Likuiditas, Tingkat Profitabilitas   Timbulnya persaingan dari industri manufaktur sejenis membuat pengelola perusahaan melakukan berbagai cara guna mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan  sehingga diperlukan pengelolaan keuangan guna mencapai tingkat profitabilitas yang optimal terhadap jumlah investasi yang ditanamkan  yaitu dengan meningkatkan perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan  sehingga diperoleh tingkat likiuditas yang optimal guna mencapai keuntungan atas hasil investasi yang ditanamkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari variabel perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan terhadap ROA melalui tingkat likuiditas. Penelitian ini berjenis korelasional yang bersifat kausalitas. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain variabel bebas yang meliputi Perputaran Kas (X1), Perputaran Piutang (X2), dan Perputaran Persediaan (X3) dengan Variabel Intervening Tingkat Likuiditas (Y) sedangkan variabel terikatnya adalah Tingkat Profitabilitas (Z) yang diukur dengan Return on Asset (ROA). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata tiap variabel tahun 2011-2012 dari 129 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis jalur yaitu (1) terdapat pengaruh positif dari variabel perputaran kas (X1) terhadap ROA (Z) melalui tingkat likuiditas (Y) sebesar 0,071. (2) terdapat pengaruh positif dari variabel perputaran piutang (X2) terhadap ROA (Z) melalui tingkat likuiditas (Y) sebesar 0,088. (3) terdapat pengaruh positif dari variabel perputaran persediaan (X3) terhadap ROA (Z) melalui tingkat likuiditas (Y) sebesar 0,073. Saran yang dapat peneliti sampaikan agar mangement sebagai stakeholder perusahaan melakukan pengelolaan kinerja keuangan yang  optimal meliputi pengelolaan arus masuk dan keluar, kebijakan penjualan kredit, dan pengelolaan persediaan agar tercapinya perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan yang optimal sedangkan untuk peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini agar kesimpulan dari penelitian ini dapat sesuai untuk masing-masing subsektor

    PENGARUH BID-ASK SPREAD, MARKET VALUE DAN RISK OF RETURN TERHADAP HOLDING PERIOD SAHAM (Studi pada Perusahaan Foods and Beverages yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012)

    No full text
    ABSTRAK   Ratih, Dwi. 2014. Pengaruh Bid-Ask Spread, Market Value dan Risk of Return terhadap Holding Period Saham (Studi pada Perusahaan Foods and Beverages yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc. (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M. Kata Kunci: Bid-Ask Spread, Market Value, Risk of Return, dan Holding Period Investor berinvestasi pada sekuritas saham di pasar modal memiliki tujuan utama untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Keuntungan investasi atau return yang berupa dividen maupun capital gain, dapat diperoleh investor dengan memilih berinvestasi pada saham yang memiliki kinerja bagus di pasar modal. Investor dalam berinvestasi di pasar modal bebas untuk menentukan jenis saham dan jumlah lembar saham yang ingin dimiliki serta lama menahan saham yang telah dibeli. Hal tersebut dilakukan investor untuk memperhitungkan risk dan return supaya investasi yang dijalankan dapat memberikan keuntungan maksimal. Jangka waktu menahan investasi saham penting untuk diperhitungkan oleh investor mengingat waktu yang penuh dengan ketidakpastian dengan harga saham yang terus befluktuasi setiap saat. Bid-ask spread, market value, dan risk of return dapat dijadikan sinyal bagi investor dalam menentukan lama waktu menahan (holding period) saham, sebab ketiga variabel tersebut dipengaruhi oleh pergerakan harga saham di pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial bid-ask spread, market value, dan risk of return terhadap holding period saham. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan www.idx.co.id dengan teknik dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham perusahaan food and beverages yang tercatat di BEI periode 2010-2012 sebanyak 20 perusahaan. Dari populasi tersebut, melalui teknik purposive sampling terpilih 10 perusahaan sebagai sampel dengan periode pengamatan selama 3 tahun sehingga diperoleh 30 data pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 5% untuk menguji besar pengaruh bid-ask spread, market value, dan risk of return terhadap holding period saham secara parsial. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara parsial bid-ask spread, market value, dan risk of return berpengaruh signifikan terhadap holding period saham. Bid-ask spread dan market value berpengaruh positif signifikan sedangkan risk of return berpengaruh negatif signifikan terhadap holding period saham. Nilai adjusted R square diperoleh sebesar 56,9%, sehingga peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhitungkan variabel lain yang juga berpengaruh, menambahkan periode penelitian yang lebih panjang supaya dapat diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat, dan melakukan penelitian pada saham perusahaan selain sub sektor foods and beverages yang dapat dijadikan alternatif investasi bagi para investor di masa mendatang

    Implementasi Kolaborasi Model Pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang

    No full text
    ABSTRAK   Septyanti, Sherlly. 2014. Implementasi Kolaborasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas Xi Ips 3 SMA Islam Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. BambangSugeng, SE., M.A., M.M (2) Dr. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak.   Kata Kunci: Think Pair Share, Talking Stick, Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar Belajar dan mengajar merupakan suatu kegiatan interaksi antara guru dan siswa yang saling berhubungan satu sama lain. Pada proses ini seorang guru diharapkan dapat menciptakan suatu kondisi belajar yang efektif sehingga dapat terjadi suatu peningkatan pemahaman siswa terhadap suatu materi. Metode pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang mendukung tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam proses belajar mengajar. Dari hasil observasi yaitu terdapat masalah yang berkaitan dengan keaktifan siswa di kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan juga berpengaruh kepada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan pada mata pelajaran Akuntansi. Kurangnya keaktifan disini adalah kurangnya keterampilan berbicara pada saat tanya jawab dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan: (1) keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang, (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran Akuntansi SMA Islam Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas,  yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4)refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Islam Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan, lembar soal post test, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaranThink Pair Share dan Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajarsiswa. Hal ini dibuktikan bahwa terdapat peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang dikolaborasikan dengan Talking Stick. Kemudian terdapat 15 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 15 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75) pada siklus I. Sedangkan pada siklus II diketahui sebanyak 2 siswa yang belum tuntas atau sebanyak 2 siswa yang nilainya masih di bawah SKM (75). Peningkatan sangat terlihat dari jumlah siswa yang tuntas dari siklus I dan siklus 2,diketahui bahwa pembelajaran kolaborasi Think Pair Share dan Talking Stick mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS3

    0

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇