Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
    345 research outputs found

    ANALISIS SISTEM PENAGIHAN PAJAK RUMAH KOS DAERAH KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014-2015)

    No full text
    ABSTRACT Wicaksono, Bagus, Cahyo. 2016. Analisis Sistem Penagihan Pajak Rumah Kos Daerah Kota Malang (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang Tahun 2014-2015). Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc.Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan pajak daerah. Dari hasil penerimaan pajak daerah tersebut nantinya diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah Kota Malang dalam upaya pelaksanaan otonomi daerah. Terdapat beberapa komponen pajak daerah yang dikelola oleh pemerintah Daerah. Selain komponen-komponen tersebut, diharapkan Pemerintah Daerah dapat menggali sumber-sumber pendapatan lainnya untuk meningkatkan potensi daerahnya.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sistem penagihan pajak rumah kos di wilayah Kota Malang serta untuk mengetahui kendala dan kekurangan  dalam sistem penagihan pajak rumah kos di wilayah Kota Malang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendiskripsikan sistem yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang dalam penagihan pajak rumah kos. Dalam penelitian ini digunakan dua metode pengumpulan data yaitu metode dokumentasi dan interview. Metode dokumentasi dilakukan dengan mencari data-data yang akan digunakan untuk menganalisis sistem penagihan pajak rumah kos. Sedangkan metode interview dilakukan dengan wawancara kepada petugas Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang yang menangani penagihan pajak rumah kos. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem penagihan pajak rumah kos di Kota Malang masih tergolong kurang efektif. Dengan melihat masih adanya kurang efektif dalam melakukan penagihan pajak rumah kos di wilayah Kota Malang yang berdampak wajib pajak dirugikan dalam pembayaran pajak. Kata Kunci: Pajak Daerah, Sistem penagihan pajak rumah ko

    ANALISIS PROSEDUR PENILAIAN ASET (TANAH DAN BANGUNAN) DAN MENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA ( STUDI KASUS KANTOR JASA PENILAI PUBLIK AYON SUHERMAN & REKAN PERWAKILAN MALANG)

    No full text
    ABSTRACT ANALISIS PROSEDUR PENILAIAN ASET (TANAH DAN BANGUNAN) DAN MENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA ( STUDI KASUS KANTOR JASA PENILAI PUBLIK AYON SUHERMAN & REKAN PERWAKILAN MALANG)Sektor jasa adalah salah satu kegiatan bisnis yang mulai berkembang pesat dan banyak diminati usahawan, seperti jasa penilai (Appraisal). Appraisal merupakan salah satu sub sektor jasa yang dapat berperan penting dalam menentukan nilai ekonomis aset dan potensi harta kekayaan yang kita miliki. Seorang yang melakukan penilaian aset disebut penilai (Appraiser). Dalam menentukan penilaian aset para penilai menggunakan prosedur – prosedur yang ada. Sehingga penilaian tersebut bisa tercapai. Penilaijuga memerlukan adanya untuk meningkatkan pengetahuan, pendidikan atau keterampilan, disiplin dan sikap mental secara terus menerus agar bisa meningkatkan kualitas kerja mereka.Penulisan Karya tulis ini bertujuan mengetahui prosedur yang digunakan dalam menentukan nilai aset (tanah dan bangunan) dan mengetahui bagaimana seorang penilai (appraiser) meningkatkan kualitas mereka .Metodepemecahan masalah yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan carawawancara dan observasi langsung. Hasil dari penilitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut dalam melakukan penilaian aset, prosedur yang digunakan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia yang berlaku. Akan tetapi dalam menila iaset (tanahdanbangunan) Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ayon Suherman &Rekan perwakilan Malang hanya menggunakan satu pendekata nyaitu pendekatan data pasar. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penilai dalam melakukan penilaia nase tanah dan bangunan harus mengikuti prosedur yang telah ada dalam Standar Penilaian Indonesia, mendapat pelatihan setiap tahun sebanyak 4 kali, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh organisasi penilai di Indonesia

    Prospek UMKM sebagai salah satu sumber penerimaan pajak

    No full text
    ABSTRACT Prospek UMKM sebagai salah satu sumber penerimaan pajakWindantri, Ratih Eka. 2016. Prospek UMKM Sebagai Salah Satu Sumber Penerimaan Pajak. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A.Kata Kunci : penerimaan pajak, UMKM, Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013UMKM sangat berperan dominan terhadap perekonomian nasional, banyaknya UMKM yang ada ini juga dapat menjadikan sumber penerimaan pajak dari sektor lain, yaitu sektor UMKM. Salah satu cara meningkatkan penerimaan dari sektor UMKM yaitu dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang pengenaan penghasilan (PPh) Final bagi kalangan UMKM. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013, Wajib Pajak dengan peredaran usaha dibawah Rp 4.800.000.000 dikenakan PPh 1 persen dari total peredaran usaha dan bersifat final.Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas akhir ini adalah observasi, interview,dokumentasi, dan metode pustaka. Tugas Akhir ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 46 ttahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan (2) untuk mengetahui realisasi dalam penerimaan pajak dari sektor UMKM setelah adanya Peraturan Pemerintah Nomor 46 ttahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan (3) untuk mengetahui prospek penerimaan pajak dari sektor PP 46 di KPP Pratama Pasuruan. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data mengenai pelaksanaan dan menjabarkan data hasil pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan. Data pada penelitian ini meninjau prospek penerimaan pajak dari sektor PP 46. Upaya pengenalan PP 46 tahun 2013 adalah sosialisasi,pengenalan melalui media elektronikk, dan media cetak. Dari ketiga upaya tersebut, terdapat peningkatan penerimaan pajak selama penerapan PP 46 Tahun 2013 dilakanakan.Realisasi peerimaan pajak sesuai dengan PP Nomor 46 Tahun 2013 sudah melampaui target yang telah ditetapkan. Hal ini karena Kota/ kab pasuruan memiliki banyak UMKM sehinngga sangat mendukung adanya pengaruh penerapan PP 46 Tahun 2013 dengan semakin bertambahnya penerimaan pajak dari awal penerapannya

    Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Baranag Dagangan pada Koperasi Karyawan PT. Ecco Indonesia

    No full text
    ABSTRACT Qolba, Hanifa Sazkia. 2016. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Koperasi Karyawan PT. Ecco Indonesia. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sriyani Mentari, S. Pd., M.M.Kata Kunci: Sistem Akuntansi Pembelian, Pengendalian Internal.Sistem akuntansi pembelian merupakan salah satu sistem pokok yang harus dilakukan koperasi karyawan PT. Ecco Indonesia. Sistem mempunyai peranan penting demi berlangsungnya kegiatan usaha mini market koperasi. Karena sistem ini penting maka diperlukan pengendalian internal sebagai evaluasi pada koperasi untuk menghindarkan koperasi dari bentuk kecurangan dan ancaman apapun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada koperasi karyawan PT. Ecco Indonesia, serta mengevaluasi apakah sistem akuntansi pembelian tersebut sudah baik dan memenuhi unsur pengendalian internal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, diperoleh kesimpulan bahwa sistem akuntansi pembelian sudah cukup baik ditinjau dari aspek catatan akuntansi yang digunakan, namun masih ada kelemahan pada dokumen yang terkait yaitu: 1)  Belum ada dokumen  surat permintaan pembelian dan surat permintaan harga 2) Kurangnya lembar surat pesanan pembelian dan laporan penerimaaan barang. Selain itu, masih sering terjadi kelangkaan barang, hal ini disebabkan fungsi gudang dan pembelian belum maksimal dalam menjalankan tugasnya. Pengendalian internalnya kurang efektif karena masih terdapat perangkapan fungsi gudang dan fungsi penerimaan, serta pencatatan harga pokok penjualan yang dilaksanakan oleh fungsi pembelian. Dari kesimpulan disarankan, koperasi sebaiknya melakukan pemisahan fungsi antara fungsi gudang dan fungsi penerimaan. Sebaiknya fungsi gudang membuat catatan persediaan yang optimal dan fungsi pembelian mencari pemasok cadangan sehingga kelangkaan barang dapat diatasi, pencatatan harga pokok penjualan sebaiknya dilakukan fungsi akuntansi, penambahan dokumen surat permintaan pembelian, surat permintaan penawaran harga, dan penambahan lembar surat pesanan pembelian dan laporan penerimaan barang sebagai arsip hard file

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Jadi pada PT. Insastama Pare Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRACT Septya Utami, Ade. 2016. Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Jadi Pada PT Insastama Pare Kabupaten Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nujmatul Laily, S.Pd., M.SAKata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, PersediaanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur-prosedur yang digunakan dalam mengelola persediaan barang jadi PT Insastama Pare, serta sistem pengendalian internalnya apakah sudah diterapkan dengan baik dan berjalan sesuai tujuan perusahaan. Metode pemecahan masalah yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (1) prosedur penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran sudah memadai, namun masih banyak produk usang menumpuk di gudang. (2) Sistem pengendalian internal persediaan barang jadi PT Insastama Pare, a) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas, kepala gudang memliki tanggunng jawab mengatur anak buah dalam melaksanakan tugasnya, b) Perusahaan menggunakan dua program untuk pencatatan yaitu manual dan komputerisasi c) Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi, setiap akhir bulan dilakukan perhitungan fisik dicocokan dengan catatannya, d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab, perusahaan mendapatkannya dengan cara menyeleksi calon karyawan. Penulis memberikan beberapa saran, yaitu (1) Pencocokan fisik dilakukan mendadak setiap satu bulan sekali, (2) Menjual produk-produk usang ke perusahaan yang mampu mengolah kembali

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Penggajian dan Pengupahan di PT Harum Kayu Lestari - Lumajang

    No full text
    ABSTRACT Pratiwi, Rahayu Dessy. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Corel Video Studio Pro X4 pada Mata Pelajaran Korespondensi (Studi Pada Siswa Kelas X APK2 di SMK PGRI 02 Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. Sutrisno, M.M (2) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M.Kata Kunci : Media Pembelajaran, Corel Video Studio Pro X4, KorespondensiMedia pembelajaran merupakan komponen dalam pembelajaran karena berisi materi atau informasi yang akan disampaikan guru untuk siswanya. Media pembelajaran dapat dibuat dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Salah satu contoh media pembelajaran yang dapat dibuat dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yaitu menggunakan software Corel Video Studio Pro X4. Software tersebut merupakan software pengolah video yang dapat menggabungkan teks, gambar, suara/audio, dan video menjadi satu komponen serta mudah dalam pengoperasiannya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran berbasis multimedia Corel Video Studio Pro X4 pada mata pelajaran Korespondensi kelas X APK2 di SMK PGRI 02 Malang. Produk media pembelajaran ini berupa CD (Compact Disc) yang dikemas ke dalam kotak yang dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan agar memudahkan pengguna dalam pengoperasiannya.Penelitian ini menggunakan modifikasi model penelitian yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yaitu 4-D (define, design, develop, and disseminate) dan model penelitian yang dikembangkan oleh Walter Dick&Lou Carey (1990) atau yang biasa dikenal dengan model Dick&Carey. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari: (1) Define/ Pendefinisian (identifikasi tujuan pembelajaran); (identifikasi karakteristik siswa); (analisis tugas); (merumuskan tujuan kinerja), (2) Design/ Perancangan (mengonstruksi tes beracuan); (pemilihan media); (desain awal), (3) Develop/ Pengembangan (validasi ahli); (uji coba lapangan terbatas); (uji coba lapangan). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket. Data yang diperoleh yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Angket diberikan kepada dua validator ahli materi, dua validator ahli media, dan siswa.Validasi ahli dilakukan sebanyak tiga kali yaitu produk awal, setelah uji coba lapangan terbatas, dan setelah uji coba lapangan. Hasil perhitungan total skor memperoleh nilai 88,4% dari ahli materi, 97,3% dari ahli media, 82,9% dari hasil uji coba lapangan terbatas, dan 84,7% dari hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil tersebut maka media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Korepondensi. Saran untuk pengembangan lebih lanjut dalam mengembangkan produk yaitu menggunakan mata pelajaran dan kompetensi dasar yang berbeda, animasi dan background diperkaya sehingga berbeda dari produk sebelumnya yang telah dikembangkan

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Pada Departemen PPIC (Production Planning And Inventory Control) Terhadap Efektivitas Produksi Di PT Insastama

    No full text
    ABSTRACT Kuncoro, Karpieta Retiarawati . 2016. Analisis Sistem Pengendalian Internal pada Departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control) terhadap Efektivitas Produksi di PT. Insastama Pare-Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti S.E., M.Si., AkKata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, PPIC, Efektivitas PoduksiSemua departemen dalam perusahaan memerlukan pengendalian internal yang bertujuan untuk mengurangi dan meminimumkan kemungkinan terjadinya kesalahan. Salah satu kegiatan produksi perusahaan yang sangat penting adalah perencanaan dan penjadwalan, pada PT. Insastama kegiatan tersebut dikendalikan oleh Departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control). Untuk mendorong efektivitas dan efisiensi operasional pada PPIC dibutuhkan sistem pengendalian internal agar dapat mencegah kegiatan dan pemborosan yang tidak perlu dalam segala aspek produksi. Model Sistem Pengendalian PPIC di PT. Insastama tersebut menarik untuk dikaji dalam penulisan tugas akhir ini.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem pengendalian internal Departemen PPIC dan menjelaskan analisis sistem pengendalian internal PPIC terhadap efektivitas produksi di PT. Insastama. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, metode interview dan observasi. Metode pemecahan masalah menggunakan metode perbandingan dengan teori tentang unsur-unsur sistem pengendalian internal dan melakukan interview pada bagian PPIC. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil pembahasan bahwa masih ditemukan keterlambatan material yang datang karena kurangnya pemantauan staf IC (Internal Control), kurang bisa menyelesaikan target dari fungsi penjualan, dan kesalahan penempatan nota order oleh PPIC. Dari hasil pembahasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pengendalian internal pada Departemen PPIC di PT. Insastama masih berjalan kurang efektif dan efisien, dampaknya dapat dilihat pada target fungsi penjualan yang belum dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan

    MEKANISME PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 KARYAWAN PADA PT. PHALOSARI UNGGUL JAYA

    No full text
    ABSTRACT MEKANISME PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 KARYAWAN PADA PT. PHALOSARI UNGGUL JAYAPrayitno, Fitriadi, Eko. 2016. Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Karyawan Pada PT. Phalosari Unggul Jaya. Tugas Akhir. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed.Tugas akhir ini membahas tentang “Mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Karyawan Pada PT. Phalosari Unggul Jaya.” PT. Phalosari Unggul Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perunggasan antara lain Rumah Potong Ayam (RPA) yang menghasilkan produk karkas ayam yang halal, sehat dan hygenis. Perusahaan ini merupakan salah satu Rumah Potong Ayam (RPA) yang cukup besar di Jombang dan memiliki jumlah karyawan yang besar, sehingga menarik untuk dilakukan penelitian mengenai mekanisme pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 karyawan apakah sudah sesuai dengan peraturan perpajakan yang terbaru. Metode  pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan observasi yang didukung dengan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemotongan, penyetoran dan pelaporan dilakukan dengan baik oleh PT. Phalosari Unggul Jaya dan sesuai dengan peraturan perpajakan terbaru. Namun dalam melakukan perhitungan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 PT. Phalosari masih menggunakan sistem manual Microsoft Excel. Sehingga peneliti memberikan saran untuk menggunakan sistem komputerisasi penggajian seperti Sunfish HR untuk meminimalisir kesalahan hitung dalam pemotongan ketika perusahaan memasuki level ratusan karyawan dengan cost payroll yang lebih canggih. Dalam penyetoran, PT. Phalosari memberikan kebijakan untuk membayarkan Pajak Penghasilan Pasal 21 karyawan yang terutang. Sehingga peneliti memberikan saran agar PT. Phalosari Unggul Jaya kembali pada prinsip Withholding System ketika perusahaan memiliki karyawan dengan skala yang besar. Dalam pembukuan, perusahaan mencatat PPh Pasal 21 karyawan dengan akun beban administrasi. Dikarenakan adanya kebijakan dari perusahaan untuk menanggung beban PPh Pasal 21, Peneliti memberikan saran agar perusahaan perlu menyesuaikan pencatatan akuntansi ketika kebijakan tersebut dihapuskan yaitu dengan merubah akun beban administrasi menjadi akun PPh Pasal 21 karyawan.        Kata Kunci : PPh Pasal 21, Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan

    Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri

    No full text
    ABSTRACT Anggun Tiana, Elin. 2016. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Penjualan Pada PT Insastama Pare Kediri. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dodik Juliardi, S.E., Ak, M.M.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, PenjualanSistem pengendalian internal adalah suatu komponen dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan antara bagian-bagian guna mencapai tujuan tertentu suatu perusahaan. Penjulan merupakan salah satu aspek yang penting bagi perusahaan dalam usahanya memperoleh laba. Pengelolaan penjualan yang kurang baik secara langsung akan merugikan perusahaan. Untuk itulah diperlukan sistem pengendalian internal penjualan agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyelewengan, pemborosan, ketidakefektifan dan ketidakefisienan yang dapat merugikan perusahaanTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi terhadap sistem pengendalian internal penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri apakah sudah berjalan dengan baik sesuai tujuan perusahaan , serta untuk mengetahui prosedur-prosedur yang digunakan dalam melakukan penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Metode pemecahan masalah yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan di PT. Insastama  Pare Kediri pada sistem penjualan sudah cukup baik, namun masih memiliki kekurangan yang perlu di perbaiki yaitu: penggunaan dua sistem pencatatan transaksi penjualan yang dinilai kurang efektif, masih banyak penumpukan stok di gudang barang jadi hingga berkarat karena kurangnya penerapan metode yang maksimal. Kekurangan-kekurangan tersebut harus segera diperbaiki agar proses penjualan pada PT. Insastama Pare Kediri menjadi lebih baik lagi.   Dibutuhkan saran yang dapat memperbaiki kekurangan pada bagian penjualan PT. Insastama Pare Kediri, yaitu menggunakan satu program software dalam melakukan pencatatan transksi penjualan agar lebih efektif dan efisien, penggunaan metode yang tepat (Just In Time) dalam melakukan produksi untuk stok barang jadi agar tidak terjadi penumpukan stok sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian.

    Pengendalian Internal Atas Sistem Penggajian Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Blitar

    No full text
    ABSTRACT Sari,Lidya Ratna. 2016. Pengendalian Internal Atas Sistem Penggajian Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Blitar (BPKAD). Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Yuli Widi Astuti S.E.,M.Si.,AkKata Kunci: Pengendalian Internal, Sistem PenggajianDalam suatu Badan, penggajian sering kali merupakan prosedur paling kompleks. Untuk menghasilkan kualitas informasi penggajian yang baik, diperlukan praktik pengendalian intern yang memadai. Pengendalian internal pada sistem penggajian diciptakan untuk mengarahkan pelaksanaan penggajian dalam instansi pemerintah dapat berjalan dengan baik. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di bawah pemerintahan kota Blitar. BPKAD Kota Blitar menggunakan finger print sebagai pencatatan kehadiran, namun BPKAD hanya menggunakan alat ini untuk kepentingan uang makan saja. Seaharusnya finger print dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu pengendalian untuk mengontrol pegawai yang kurang disiplin. Kurangnya disiplin para pegawai ini yang menjadi masalah.Penerapan pengendalian internal pada sistem penggajian pegawai sudah baik dan hampir sesuai dengan teori unsur-unsur pengendalian internal. Namun terdapat kelemahan yang ada yaitu kedisiplinan pegawai. BPKAD Kota Blitar telah menggunakan alat pencatat waktu untuk meningkatkan kedisiplinan pada pegawai. Finger print di sini kurang efektif dalam membangun kedisiplinan pegawai. Kelemahan lain yaitu pada pembuatan daftar gaji yang menggunakan aplikasi yang disebut dengan SIM-Gaji, akan tetapi kelemahan ini tidak mengganggu dalam peoses penggajian. Untuk membuat penulisan ini dimulai dengan tahap pengumpulan data, menganalisa penerapan pengendalian internal, menganalisa kelemahan pada sistem pengendalian yang ada. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (1) penerapan pengendalian internal pada sistem penggajian (2) kelemahan pada penerapan pengendalian internal pada sistem penggajian. Berdasarkan kelemahan yang ada, peneliti memberi beberapa saran, (1) Pemerintah Daerah membuat regulasi dengan memasukkan finger print sebagai salah satu komponen penggajian, untuk meningkatkan kedisiplinan. (2) Aplikasi untuk sistem penggajian harus diupgrade atau dionlinekan agar pimpinan dapat memantau jumlah realisasi pembayaran gaji atau data pertumbuhan kepegawaian kapan saja dan di mana saja

    0

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇