Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Analisis Strategi dan Implementasi Corporate Social Responsibility PT. Easterntex - Pandaan
ABSTRACT Hadi,Mohammad Samsul. 2016. AnalisisStrategidanImplementasiCorporate Social Responsibility padaPT EasterntexPandaan. TugasAkhir, JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak.Kata Kunci :Strategi, Implementasi, Corporate Social Responsibility, PT EasterntexTanggug Jawab Sosial Perusahaan atau yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sinergi dari upaya berkelanjutan yang ditunjukkan perusahaan untuk menginformasikan progam-progam social perusahaan demi menciptakan lingkungan ekonomi yang ramah dan sehat untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekitar perusahaan ataupun luar perusahaan. Dalamkegiatansosialatauprogam – progam tanggung jawab social perusahaan, perusahaan harus mengacu kepada semua perundang – undangan dan peraturan lainnya yang berkaitandan yang menjadi acuan dasar diberlakukannya CSR di Indonesia.Data yang dikumpulkan oleh penulis menggunakan metode kualitatif, dimana penulis berusaha mendeskripsikan data yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder di tahun 2015 yang dapat membantu mengungk apadanya strategi dan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan PT Easterntex kepada masyarakat dan lingkungan, deskripsi tersebut tertuang dan tertulis pada bab pembahasan. Hasil dari analisa strategi dan implementasi corporate social responsibility yang dilakukanoleh PT Easterntex – Pandaan menunjukkan adanya komitmen perusahaan untuk beroperasi dengan cara yang berkesinambungan dari segi ekonomi, social dan lingkungan dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan berbagai macam stakeholders. Berdasarkan pengamatan penulis melalui penelitian yang dilakukan pada PT Easterntex - Pandaan ini penulis tertarik membahas mengenai Strategi dan Implementasi Corporate Social Responsibility pada PT Easterntex – Pandaan merupakan salah satu wujud pengungkapan tanggung jawab social perusahaan terhadap komunitas sekitar dan lingkungan
Analisis Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Blitar
ABSTRACT Wati, Asianye Nenda Asmara. 2016. Analisis Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Blitar. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Intern, KasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur-prosedur yang digunakan untuk pengeluaran kas BPKAD kota Blitar serta sistem pengendalian internalnya apakah sudah diterapkan sesuai dengan peraturan. Metode pemecahan masalah yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah metode kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (1) Prosedur pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yang dibutuhkan. (2) Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Blitar, (a) Pembentukan tanggung jawab yang ditentukan secara tegas, Bendahara Umum Daerah memiliki tanggung jawab untuk mengawasi adanya pengeluaran kas dan Sub Bagian Program memiliki tanggung jawab dalam mengamankan data keuangan pada komputer, (b) Pemisahan tugas dilakukan dengan membedakan fungsi pengeluaran kas dengan fungsi pencatatan pengeluaran kas, (c) Prosedur dokumentasi memiliki prenumbered dan memiliki tandatangan pihak yang bertanggung jawab, (d) Pengendalian fisik, mekanik dan elektronik dilakukan dengan cara tidak membentuk dana kas kecil, seluruh uang disimpan di Bank, dan adanya password saat mengakses data di komputer, (e) Verifikasi internal independen dilakukan secara rutin dan mendadak, (f) Pengendali sumber daya manusia kurang efektif karena peraturan yang tidak tegas. Peneliti memberikan beberapa saran, yaitu (1) Perbaikan kebijakan terhadap pemberian password untuk setiap komputer, (2) Meningkatkan pengawasan terhadap kinerja pegawai, (3) Melakukan perputaran jabatan ketika kinerja karyawan bermasalah
Model Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Usaha Camilan Istimewa “NAGA MASS”
ABSTRACT Kristya, Indah. 2016. Model Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Usaha Camilan Istimewa “NAGA MASS”. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Sawitri Dwi Prastiti.,S.E., M.Si., AKKata Kunci: Harga Pokok ProduksiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dukungan sistem administrasi pada Usaha Camilan Istimea “NAGA MASS”. Sistem administrasi ini sangat mendukung untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Selama ini Usaha Camilan Istimewa “NAGA MASS” melakukan perhitungan seadanya dengan penetapan harga jual berdasarkan harga dari pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual produk. Untuk tujuan tersebut, Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (1) Perhitungan harga pokok produksi meliputi semua biaya produksi yang diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. (2) Besarnya harga jual yang ditetapkan oleh Usaha Camilan Istimewa “NAGA MASS” terlalu kecil (Rp 16/bungkus) ketika mempertimbangakan laba sebesar 10%. Peneliti memberikan beberapa saran, yaitu (1) Harga jual produk ditentukan sebesar perhitungan yang telah dilakukan dan tidak menetapkan harga jual dibawah harga jual pesaing, (2) penentuan harga jual sebesar Rp 300/bungkus bisa dipertimbangkan lagi dengan mengurangi jumlah berat bersih produk, (3) Membuat sistem administrasi yaitu dengan membuat pencatatan atau pembukuan atas transaksi yang dilakukan, terutama membuat kartu stok baik untuk bahan baku maupun produk jadi
Pengaruh Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, dan Tindakan Supervisi terhadap Perilaku Disfungsional Auditor
ABSTRAK Mentari, Sri Kencana. 2016. Pengaruh Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, dan Tindakan Supervisi terhadap Perilaku Disfungsional Auditor (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik kota Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., C.A, (2) Nujmatul L, S.Pd, M.SA. Kata Kunci: Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, Tindakan Supervisi, Perilaku Disfungsional Auditor Berdasarkan standar audit, Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan penting dalam praktik audit. Auditor dituntut untuk memiliki independensi, bersikap profesional dan memberikan tindakan supervisi yang tepat jika memerlukan asisten dalam pekerjaannya, namun tidak dapat dipungkiri auditor juga harus memperhatikan keinginan klien dan kantor akuntan publik yang menaungi. Adanya kompetisi pasar audit serta tekanan KAP dan klien berpotensi mempengaruhi perilaku auditor. Tekanan yang dimaksud adalah tekanan yang diberikan KAP untuk memberikan pelayanan maksimal pada klien, dan padatnya anggaran waktu yang diberikan KAP pada auditor dalam melaksanakan audit perusahaan klien. Tekanan tersebut akan menjadi kontra pada diri auditor ketika auditor tidak mendapatkan imbalan finansial yang semestinya dan tidak mendapat arahan yang baik selama pelaksanaan prosedur audit. Hal ini dapat menciptakan ketegangan atau konflik dalam diri auditor yang mengarah pada perilaku disfungsional. Jika auditor tidak melakukan tindakan sesuai Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), maka akan menimbulkan penurunan kualitas hasil audit dan dapat menyesatkan pengguna laporan tersebut. Beberapa faktor yang diindikasi berpengaruh terhadap perilaku disfungsional auditor yaitu fee audit, tekanan anggaran waktu, dan tindakan supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fee audit, tekanan anggaran waktu, dan tindakan supervisi terhadap perilaku disfungsional auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di KAP kota Malang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara menyebar kuisioner (angket) kepada auditor yang bekerja di KAP kota Malang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi berganda dengan program Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) fee audit tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor, (2) tekanan anggaran waktu berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor, dan (3) tindakan supervisi tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor. Selain itu, berdasarkan Adjusted R square variabel fee audit, tekanan anggaran waktu dan tindakan supervisi mampu menerangkan variabel perilaku disfungsional auditor sebesar 13,4%, sedangkan 86,6% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. ABSTRACT Mentari, Sri Kencana. 2016. The Influence of Audit Fee, Time Budget Pressure, and Supervisory Action toward Dysfunctional Audit Behavior (Emphirical Studies at Accountant Public Office of Malang City). Thesis, Department of accountancy, Faculty of Economic, State University of Malang. Supervisor (1) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., C.A, (2) Nujmatul L, S.Pd, M.SA. Keywords: Audit Fee, Time Budget Pressure, Supervisory Action, Dysfunctional Audit Behavior. Based on audit standard, human resources (SDM ) handle important part in audit practice. Auditor are demanded to have independence, professional and give measure supervision exactly if need assistant in their job,but can not denied auditor have to attend client desire and accountant public office which shelter. The existence of audit market competition include KAP pressure and client have capability influence audit behavior. The meanings of measure is pressure that given by KAP to give maximal treatment to the client and solid budget of time that given KAP to auditor in doing client company audit. That pressure will be a contra to auditor self don’t get financial repayment certainly and don’t get good directive along realization audit procedure. This condition can create tension or conflict in auditor self aim at dysfunctional behavior. If auditor not do measure based on publict accountant professional standard (SPAP), so, it will cause decline quality the result of audit and can mislead of using that. Several factor that indication has influence for dysfunctional audit behavior are audit fee, time budget pressure, and supervisory action. This research has purpose to examine influence audit fee, time budget pressure and supervisory action toward dysfuctional audit behavior. Population in this reserach is auditor who work in KAP Malang city. Technic of collecting data in this research is by distribution questionnaire( inquiry) to the auditor who work in KAP Malang city. Data analysis conduct by using doubled regression with program Statistical Package for Social Science (SPSS) version 21.0. The result in this research shows that (1) audit fee not influence significance negative for measure of dysfunctional audit behavior, (2) time budget pressure influence significance positive for measure dysfuctional audit behavior and (3) supervisory action not influence significance negative for dysfuctional audit behavior. Beside that,based on Adjusted R square audit fee, time budget pressure,and supervisory action able to clarify dysfuctional audit behavior measure variable 13,4%, meanwhile 86,6% explained by other variables outside variable that are researched in this research
Industri Sepakbola: Pengelolaan dan Akuntabilitas Keuangan (Studi Kasus pada Klub Sepakbola Arema Cronus)
ABSTRAK Suwandi, Adien Setya. 2016.Industri Sepakbola: Pengelolaan dan Akuntabilitas Keuangan (Studi Kasus pada Klub Sepakbola Arema Cronus).Skripsi, Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak. (II) Sulastri, S.Pd., M.SA. Kata Kunci: Industri, sepakbola, pengelolaan, akuntabilitas Industri sepakbola merupakan bentuk perkembangan dari sepakbola yang mulai merambah pada aspek ekonomi. Saat ini sepakbola bukan hanya sekedar olahraga, melainkan menjadi suatu bisnis yang dapat memberikan keuntungan. Sepakbola di Indonesia kini berada dalam masa transisi menuju industri sepakbola. Semua klub termasuk salah satunya Arema Cronus mulai merasakan dampak perkembangan industri sepakbola yang terjadi di Indonesia. Era industri sepakbola yang paling terlihat adalah dengan adanya pengelolaan klub yang bersifat profesional dan adanya komodifikasi pada pemain sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami Arema Cronus sebagai industri sepakbola, serta memahami pengelolaan keuangan dan akuntabilitas yang dilakukan Arema Cronus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah multiple resource dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sebagai instrumen penelitiannyaadalah peneliti sendiri (human instrument) yang berfungsimenetapkanfokuspenelitian, memilihinformansebagaisumber data, melakukanpengumpulan data, menilaikualitas data, analisis data, menafsirkan data danmembuatkesimpulannyaatastemuannya.Lokasiuntukpenelitianiniberada di kantormanajemenArema Cronus Jl. Kertanegara No 7 Kota Malang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian,Arema Cronus adalahsalahsatuklubsepakbola di Indonesia yang telahmemanfaatkansepakbolasebagaisaranabisnisuntukmemperolehsuatukeuntungan.Arema Cronus terusberbenahmenujupengelolaan yang profesional. Pengelolaan keuangan adalah tuntutan dalam perkembangan di industri sepakbola. Arema Cronus melakukan pengelolaan keuangan agar manajemen klub dapat mengambilsuatukeputusandalammenentukantujuan yang harusdicapai. Pengelolaan keuangan mengharuskan Arema Cronus melakukan akuntabilitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan Arema Cronus. Arema Cronus juga melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat secara umum
Perhitungan Model Imbalan Pasca Kerja Bagi Koperasi Karyawan PT ECCO INDONESIA
ABSTRACT Puji Astutik, Ira. 2016. Perhitungan Model Imbalan Pasca Kerja Bagi Koperasi Karyawan PT ECCO INDONESIA. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sawitri Dwi Prastiti,S.E.M.Si. AkKata kunci: Imbalan Pasca Kerja Imbalan pasca kerja adalah imbalan kerja (selain pesangon dan imbalan kerja jangka pendek) yang terutang setelah pekerja menyelesaikan kontrak kerja, pensiun, meninggal dunia dan lain-lain. Bagi perusahaan merupakan kewajiban membayar imbalan pasca kerja, karena perusahaan telah menerima manfaat ekonomis dari karyawan dan adanya hukum, jika tidak membayar, maka dikenakan sanksi yang berupa penjara atau dikenakan denda, yang dibuktikan dengan laporan keuangan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menghitung model imbalan pasca kerja bagi koperasi karyawan PT ECCO Indonesia. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan melakukan perhitungan mengenai berapakah jumlah pesangon, jumlah penghargaan masa kerja, jumlah uang penggantian hak dan jumlah imbalan pasca kerja yang di terima oleh setiap pekerja tahun 2014. Kemudian melakukan pencatatan, pengakuan dan pelaporan atas imbalan pasca kerja yang telah dihitung pada laporan keuangan koperasi karyawan PT ECCO Indonesia setiap periode akuntansi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah menghitung model imbalan pasca kerja dengan menggunakan perhitungan yaitu menjumlahkan antara pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Setelah itu melakukan pencatatan, pengakuan dan pelaporan atas imbalan pasca kerja pada laporan keuangan koperasi karyawan PT ECCO Indonesi
Analisa Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada PT. Mapalus Prima Utama
ABSTRAK Fitria, Feni, Mega. 2016. Analisa Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada PT Mapalus Prima Utama. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, pembimbing : Dr. Endang Sri Andayani, SE.,M.Si,Ak Kata Kunci : Perlakuan Akuntansi Aset Tetap pada PT Mapalus Prima Utama, SAK – ETAP No.15 PT Mapalus Prima Utama adalah suatu badan hukum berbentuk perseroan terbatas yang bergerak pada bidang distributor LPG. Untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, perusahaan memerlukan berbagai faktor untuk menunjang dan memperlancar kegiatan operasionalnya yaitu asset tetap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi asset tetap meliputi pengakuan, penilaian, pelaporan asset tetap dan apakah perlakuan asset tetap PT Mapalus Prima Utama telah sesuai dengan SAK ETAP No.15. Dalam penulisan penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yaitu dengan cara studi lapangan, yang terdiri dari observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Dengan metode ini diperoleh fakta-fakta mengenai kebijakan perlakuan akuntansi atas asset tetap dengan cara mengamati dan menganalisa suatu tempat penelitian terhadap kesesuaiannnya yang ada kemudian menarik kesimpulan dari masalah yang diteliti. Setelah melakukan penelitian, Penulis memperoleh hasil penelitian bahwa kebijakan perusahaan dalam perlakuan akuntansi asset tetap ada yang masih belum sesuai dengan SAK ETAP no.15. Jadi perusahaan dapat lebih teliti dalam membuat kebijakan terhadap pengakuan awal asset tetap, penilaian asset tetap yang meliputi penyusutan, penghentian asset tetap, penghapusan asset tetap, serta penyajian dan pengungkapan asset tetap
Perhitungan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Wanita Agung Binawati Ditinjau Dari Peraturan Menteri No.04 Tahun 2012 Periode 2015
ABSTRACT Imansari, Zelika Permata, 2016. “Perhitungan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Wanita Agung Binawati Ditinjau Dari Peraturan Menteri No.04 Tahun 2012 Periode 2015” , Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Hj. Yuli Widi Astuti S.E., M.Si., AkKata Kunci : Akuntansi, Sisa Hasil UsahaKoperasi Wanita Agung Binawati merupakan koperasi yang berbadan hukum No: 33/226/BH/XVI.13/409.110/VI/2015. Dikarenakan koperasi ini merupakan koperasi berbadan hukum maka segala kegiatanya yang berkaitan dengan laporan keuangan harus mengacu pada Peraturan Menteri No.04 tahun 2012 dan SAK ETAP. Koperasi ini melayani anggotanya dalam hal simpanan pinjam. Koperasi didirikan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya, bukan untuk mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Maka dari itu dalam setiap tahunnya koperasi membagikan SHU kepada anggotanya sebagai imbalan atas jasa yang diberikan oleh anggotanya.Penelitian bertujuan untuk memperhitungkan berapa besar Sisa Hasil Usaha yang diperoleh oleh koperasi maupun anggota dan juga untuk mengetahui apakah koperasi Wanita Agung Binawati ini sudah memenuhi Peraturan Menteri No.04 tahun 2012 (SAK ETAP) ataukah belum. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dalam tugas akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa perhitungan hasil usaha yang dilakukan oleh pengurus koperasi masih mengalami banyak keslahan. Dan dikarenakan masih banyak kesalahan maka sudah bisa disimpulkan bahwa pengurus koperasi belum memenuhi Peraturan Menteri No.04 tahun 2012(SAK ETAP) tersebut. Dari hasil pengamatan ini disarankan kepada seluruh orang yang terlibat dalam koperasi seperti pengurus,pengawas dan juga anggota untuk lebih menambah ilmunya dalam bidang akuntansi dan aktif dalam kegiatan perkoperasiannya,maka jika pengurus salah masih ada pengawas yang bisa mengingatkan, jika pengurus dan pengawas salah masih ada anggota untuk memberitahu, namun jika semua yang terlibat tidak mengerti sama sekali dan dibiarkan berlarut-larut dalam kesalahan maka tidak mungkin koperasi ini bukan malah berkembang justru malah akan mengalami kemunduran
Analisis Prosedur Penilaian Aset Tetap Pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang
ABSTRACT Muaffaq, Robah, Syuhada, Mochamad. Analisis Prosedur Penilaian Aset Tetap Pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak. Kata Kunci: Analisis, Prosedur Penilaian Aset Tetap, Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang. Perusahaan didirikan umumnya bertujuan untuk memperoleh laba. Disamping itu juga bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen maupun mitra usaha. Aset Tetap merupakan suatu kekayaan yang cukup penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Aset Tetap perlu dikelola dengan baik agar dapat membantu mencapai dan mewujudkan tujuan perusahaan yang diharapkan. Salah satu komponen terpenting dari aset adalah nilai aset itu sendiri. Penilaian Aset merupakan kegiatan yang penting dalam menaksir suatu nilai aset suatu perusahaan. Penulisan karya tulis ini bertujuan mengetahui prosedur penilaian aset tetap pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Data yang digunakan adalah mengenai prosedur yang digunakan pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang dalam melakukan proses penilaian Aset Tetap. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut, Terdapat Standar Prosedur pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang yaitu, KEPI & SPI Edisi VI 2015. Prosedur Penilaian dan Kode Etik pada Kantor Jasa Penilai Publik Ayon Suherman Dan Rekan Perwakilan Malang masih harus diperbaiki, seperi penentuan estimasi atas suatu nilai aset yang dinilai dengan menggunakan pendekatan pasar, dimana data pembanding sebagai perbandingan atas aset yang dinilai dengan aset pembanding perlu mencari karakteristik aset maupun data yang hampir sama antara aset pembanding dengan aset yang dinilai, saat memiliki hubungan kontrak kerja dengan 2 klien perlu dijadwalkan maupun menuntaskan kerja dengan salah satu klien agar tidak terjadi dua pekerjaan yang mendeadline hasil kinerja di hari yang sama
Prospek UMKM sebagai salah satu sumber penerimaan pajak
ABSTRACT Windantri, Ratih Eka. 2016. Prospek UMKM Sebagai Salah Satu Sumber Penerimaan Pajak. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A.Kata Kunci : penerimaan pajak, UMKM, Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013UMKM sangat berperan dominan terhadap perekonomian nasional, banyaknya UMKM yang ada ini juga dapat menjadikan sumber penerimaan pajak dari sektor lain, yaitu sektor UMKM. Salah satu cara meningkatkan penerimaan dari sektor UMKM yaitu dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang pengenaan penghasilan (PPh) Final bagi kalangan UMKM. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013, Wajib Pajak dengan peredaran usaha dibawah Rp 4.800.000.000 dikenakan PPh 1 persen dari total peredaran usaha dan bersifat final.Teknik pengumpulan data dalam penulisan Tugas akhir ini adalah observasi, interview,dokumentasi, dan metode pustaka. Tugas Akhir ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 46 ttahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan (2) untuk mengetahui realisasi dalam penerimaan pajak dari sektor UMKM setelah adanya Peraturan Pemerintah Nomor 46 ttahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan (3) untuk mengetahui prospek penerimaan pajak dari sektor PP 46 di KPP Pratama Pasuruan. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data mengenai pelaksanaan dan menjabarkan data hasil pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 di KPP Pratama Pasuruan. Data pada penelitian ini meninjau prospek penerimaan pajak dari sektor PP 46. Upaya pengenalan PP 46 tahun 2013 adalah sosialisasi,pengenalan melalui media elektronikk, dan media cetak. Dari ketiga upaya tersebut, terdapat peningkatan penerimaan pajak selama penerapan PP 46 Tahun 2013 dilakanakan.Realisasi peerimaan pajak sesuai dengan PP Nomor 46 Tahun 2013 sudah melampaui target yang telah ditetapkan. Hal ini karena Kota/ kab pasuruan memiliki banyak UMKM sehinngga sangat mendukung adanya pengaruh penerapan PP 46 Tahun 2013 dengan semakin bertambahnya penerimaan pajak dari awal penerapannya