DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
Sifat Mekanis Batu Kapur Muna Sebagai Agregat Konstruksi Berdasarkan Uji Abrasi Dan Impact
Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara adalah salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang memiliki daerah tambang batu kapur yang berada di desa Meleura dan Labaha. Pemanfaatan batu kapur masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan kapur bagi lahan pertanian. Pemanfaatan batu kapur dibidang konstruksi belum menjadi perhatian karena sifat mekanis batu kapur masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis batu kapur muna sebagai agregat konstruksi melalui uji mekanis di laboratorium. Batu kapur diperoleh dari lokasi penambangan di desa Meleura dan Labaha. Batu kapur dipecah dan disaring menggunakan susunan saringan 11/2”, 1”, ¾”, ½”, dan 3/8”. Uji mekanis terhadap kedua batu kapur dilakukan dengan uji abrasi (SNI 03-2417-1991) dan impact (BS 812:part 3:1975). Selanjutnya hasil pengujian dibandingkan terhadap spesifikasi yang berlaku untuk agregat konstruksi. Hasil uji mekanis menunjukan bahwa batu kapur asal Desa Meleura Kabupaten Muna lebih keras dibanding dari Desa Labaha dengan nilai abrasi masing-masing sebesar 41,66% dan 79,51%. Batu kapur Meleura memiliki nilai Aggregate Impact Factor (AIV) sebesar 23,06% sehingga layak digunakan sebagai agregat untuk mutu beton kelas II (K125–K275). Penggunaan batu kapur Meleura sebagai agregat konstruksi jalan raya, masih dimungkinkan jika nilai abrasi batu kapur dapat diturunkan dari batas maksimal 40%. Kata kunci: batu kapur, beton, perkerasan, agregat, mun
Analisa Fan Control Declinepada Unit Alat Berat Bulldozer Komatsu D375-6
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kerusakan yang disebabkan oleh code error DLM3MB, yang ditampilkan layar indikator pada unit bulldozer Komatsu D375-6. Kode tersebut mengindikasikan terjadi perbedaan putaran actual fan motor dengan putaran perintah controler. Hasil analisa pengukuran perbandingan fan motor speedactual dengan perintah controller menunjukan perbedaan lebih dari 100 RPM, standart dari pressure fan pumpadalah 135 – 190 kg/cm2 tetapi kondisi actual adalah 112 kg/cm2. Hal tersebut menandakan adanya keadaan abnormal, setelah dianalisa ini diakibatkan adanya kontaminasi material asing kedalam sistem dan menyebabkan komponen EPC Solenoid jammed open sehingga sudut pompa selalu minimum dan pressure yang dihasilkan selalu rendah. Kontaminasi material tersebut disebabkan kelalaian mekanik saat melakukan prosses troubleshooting. Upaya perbaikan yang dilakukan adalah mengganti unit solenoid valve dan flushing sistem hydraulic. Kata Kunci: Bulldozer D375-6, Fan Pump Abnormal, DLM3MB, EPC Valv
Analisis Reliability Pada Mesin Fan Mill Unit 1 di PT Cahaya Fajar Kaltim
PT Cahaya Fajar Kaltim adalah perusahaan pembangkit listrik swasta yang berlokasi di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Embalut, Tanjung Batu, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Sumber daya alam batubara menjadi pilihan bahan bakar yang digunakan perusahaan. Perusahaan menggunakan berbagai macam mesin untuk menjalankan produksi dan salah satunya adalah fan mill. Saat ini perusahaan belum memiliki jadwal perawatan yang pasti khususnya pada mesin fan mill dan hanya melihat dari munculnya beberapa indikasi kerusakan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keandalan mesin dan mengetahui interval waktu perawatan dari mesin. Pengolahan data dilakukan dengan analisis keandalan dan mean time to failure (MTTF). Data yang dibutuhkan pada penelitian adalah data historis kerusakan dan data wawancara mesin. Tahapan yang dilakukan adalah menentukan komponen kritis berdasarkan persentase frekuensi kerusakan mesin, kemudian mencari nilai waktu antar kerusakannya. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi distribusi kerusakan yang muncul dan menghitung nilai keandalan berdasarkan distribusi terpilih kemudian menentukan usulan interval waktu perbaikan dari mesin. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data diketahui bahwa pada mesin fan mill 1A, 1B dan 1C memiliki komponen kritis yang sama yaitu komponen impeller, pressure adjustier dan recycle jalur. Komponen impeller 1A memiliki keandalan hingga hari ke 84, komponen pressure adjustier 1A memiliki keandalan hingga hari ke 36, komponen recycle jalur 1A memiliki keandalan hingga hari 39, komponen impeller 1B memiliki keandalan hingga hari ke 81, komponen pressure adjustier 1B memiliki keandalan hingga hari ke 80, komponen recycle jalur 1B memiliki keandalan hingga hari ke 80, komponen impeller 1C memiliki keandalan hingga hari ke 75, komponen pressure adjustier 1C memiliki keandalan hingga hari ke 80, dan komponen recycle jalur 1C memiliki keandalan hingga hari ke 77. Mesin fan mill 1A perlu dilakukan perawatan maksimum pada hari ke 140, mesin fan mill 1B perlu dilakukan perawatan maksimum pada hari ke 124, dan mesin fan mill 1C perlu dilakukan perawatan pada hari ke 115. Kata kunci: Keandalan, Mean Time to Failure, Fan Mill, Komponen Kritis, Perawatan
Penentuan Waktu Optimal Electrochemical Machining Pada Pembuatan Plat Pembentuk Multilayered Microfilters
Electrochemical Machining (ECM)merupakan salah satu alternatif permesinan yang dapat digunakan pada pembuatan plat pembentuk multilayered microfilters.Penggunaan metode ECM sendiri dipilih sebagai suatu metode pemesinan material karena dapat melakukan permesinan pada produk micromachining yang berukuran kecil dan memiliki struktur yang kompleks yang tidak bisa dilakukan pada mesin konvensional karena material yang terlalu getas, kuat, kecil, atau dapat menimbulkan tegangan sisa bila menggunakan permesinan konvensional.Dalam penelitian ini menggunakan material stainless steel 204 sedangkan elektroda yang digunakan adalah die shinking berbahan stainless steel 204. Pada pembuatan plat pembentuk multilayered microfilters kegiatan yang dilakukan adalah analisis mengenai pengaruh tegangan yang digunakan (6, 10, dan 14 Volt) dan working gap (4, 5, dan 6 mm), dengan replikasi sebanyak tiga kali menggunakan pendekatan full factorial design dan metode permesinan ECM statis. Respon yang diuji dalam penelitian ini diantaranya Material Removal Rate (MRR) dan overcut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata MRR tertinggi pada tegangan 20 Volt dengan working gap sebesar 4 mm sebesar 17,949 x 10-4 g/s, sementara untuk nilai MRR terendah diperoleh pada konsentrasi tegangan 6 Volt dengan nilai working gap 6 mm yaitu sebesar 4,878 x 10-4g/s. Sedangkan rata-rata overcut tertinggi diperoleh pada tegangan 14 Volt dengan working gap 4 mm yaitu sebesar 0,4010 mm, sedangkan nilai rata-rata overcut terendah diperoleh pada tegangan 6 Volt dengan working gap 6 mm yaitu sebesar 0,1200 mm. Berdasarkan hasil validasi perbandingan yang telah dilakukan, rata-rata validai overcut pada tegangan 8 Volt dan working gap 4.5 mm yaitu sebesar 0,076 mm sedangakan overcut terkecil pada tegangan 8 Volt dan working gap sebesar 5.5 mm yaitu sebesar 0.061 mm. Berdasarkan validasi diperoleh waktu permesinan optimal yaitu pada tegangan 12 volt dengan working gap 4,5 mm sebesar 546 detik. Kata kunci: Electrochemical machining, multilayered microfilters, material removal rate, overcu
Perancangan, Analisa Dan Simulasi Rangka Sepeda Listrik Untuk Masyarakat Perkotaan
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisa kekuatan frame sepeda listrik dan melakukan simulasi untuk membandingkannya dengan perhitungan manual. Pemilihan material dalam perancangan ini adalah aluminium alloy (Al 6061) dan geometri sepeda ditentulan berdasarkan tabel hubungan jarak antara three-pivot Sepeda. Frame digambar menggunakan autodesk inventor professional 2014, dimana Bagian-bagian Frame disambung dengan metode las. Frame disimulasi menggunakan ansys 16.0, dimana beban pengendara yang diberikan adalah 80 kg. Nilai tegangan maksimum dari perhitungan manual dibandingkan berdasarkan hasil simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan maksimum yang dihasilkan melalui perhitungan manual sebesar 27,398 MPa dan hasil simulasi ansys sebesar 26,658 MPa, dimana keduanya masih dibawah nilai kekuatan material frame yang diizinkan sebesar 46 MPa. Hal ini menggambarkan bahwa perancangan sepeda listrik untuk pengguna dengan beban 80 kg masih dikatakan aman. Kata Kunci: tegangan maksimum, tegangan izin, kekuatan frame, simulasi, aluminium allo
Rancang Bangun Dan Pengujian Pompa Hidram (Hydraulic Ram Pump) Dengan Kapasitas 15 L/ Menit
Pompa Hidram merupakan pompa air yang bekerja secara otomatis tanpa menggunakan energi listrik, yaitu dengan memanfaatkan energi aliran air untuk mengalirkan air dari sumber ke tempat penampungan air. Energi aliran air yang dimaksud adalah energi potensial dari ketinggian sumber air yang masuk ke pompa hidram dan kemudian dikonversikan menjadi energi kinetik berupa kecepatan pemompaan air, ke tempat yang lebih tinggi. Peneitian ini bertujuan untuk merancang pompa hidram serta mengetahui kinerja dari pompa hidram dengan variasi tinggi masuk (reservoir). Metode penelitian yang dilakukan yakni dengan memvariasikan ketinggian sumber air yang masuk ke pompa yakni 1, 2, 3, dan 4 meter dengan tinggi pemompaan sebesar 5 meter. Dari hasil pengujian diperoleh kapasitas pemompaan air dan efisiensi tertinggi sebesar 0.00025 m³/s dan 65.10 % pada ketinggian masuk 4 meter dan kapasitas pemompaan dan efisiensi terendah diperoleh sebesar 0.000025 m³/s dan 32.46% pada ketinggian masuk 1 m. Sedangkan untuk debit terbuang dari hasil pengujian pompa hidram tertinggi didapat sebesar 0.00036 m³/s pada ketinggian masuk 1 m dan debit terbuang terendah diperoleh sebesar 0.00023 m³/s pada ketinggian masuk 4 m. Kata kunci: Kebutuhan Air, Perancangan Pompa, Kinerja Pompa Hidra
Rancang Bangun Mesin Penyuwir Daging Untuk Bahan Baku Abon
Mesin penyuwir daging merupakan suatu alat yang membantu dalam memproses penyuwiran daging menjadi suiran-suiran tipis yang akan dijadikan abon. Mesin ini dapat mempermudah dan mempercepat penyuwiran dan memberikan hasil penyuwiran yang lebih baik dan merata dibandingkan dengan cara manual seperti menggunakan tangan dan pisau yang memakan waktu dan tenaga yang banyak. Mesin penyuwir daging terdiri dari beberapa komponen, yaitu rangka mesin, motor listrik, puli, sabuk-v, bak penampung dan poros penyuwir. Salah satu mesin penyuwir daging yang tersedia saat ini memiliki beberapa kekurangan sehingga kami berinisiatif untuk melakukan pengembangan mesin tersebut. Tahapan dalam pembuatan mesin penyuwir daging ini terdiri atas tahap perancangan, tahap manufaktur, tahap perakitan dan tahap pengujian. Spesifikasi mesin penyuwir daging abon yang dirancang bangun di sini adalah panjang bak penampung 400 mm, lebar 300 mm, dan tinggi 335 mm dengan menggunakan bahan stainless steel. Penggerak utama mesin penyuwir daging menggunakan motor listrik berdaya 1 HP dengan putaran 1400 rpm. Transmisi yang digunakan menggunakan puli dan sabuk-v. Poros penyuwir yang digunakan berbahan stainless steel berdiameter 12,7 mm dengan putaran poros penyuwir 700 rpm. Ukuran daging yang akan disuir sekitar 3 cm x 3 cm x 3 cm, dengan durasi penyuwiran selama 6 menit untuk 1 kg daging. Kata kunci: Mesin penyuwir daging, motor listrik, transmisi, poros penyuwir, abo
Analisis Computational Fluid Dynamics Suhu Permukaan Panel Surya Akibat Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari, Kecepatan Angin Dan Suhu Udara
Telah dilakukan penelitian tentang analisis pengaruh kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari terhadap suhu permukaan panel surya, secara umum proses perhitungannya menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Analisis dibagi dalam 3 tahap yaitu pre-processing (input), processing dan post-processing (output). Tahap pre-processing (input) mencakup pembuatan model 3D panel surya, penentuan model fisik, pembuatan mesh dan pengaturan mesh. Tahap Processing mencakup simulasi panel surya dan Uji validasi model berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahap pre-processing. Tahap Post-processing (Output) mencakup analisis data dari hasil simulasi, divisualisasi dan dianalisa pengaruh berbagai parameter perbandingannya antara variable dan parameter yang diubah. Oleh karena itu, untuk mengurangi waktu yang panjang dalam melakukan eksperimen, proses tahapan pendekatan komputerisasi dilakukan agar waktu pengerjaan lebih pendek dan biaya yang di keluarkan relatif lebih murah. Dari hasil uji validasi model 3D panel surya sederhana menggunakan software CFD, pengaturan nilai mesh region 60 dengan jumlah elemen 166174 memakan waktu 4 menit 11 detik menghasilkan suhu maksimum sebesar 96.7563°C. Hasil analisa perubahan temperatur pada permukaan panel surya dipengaruhi kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya ditunjukkan pada hasil grafik yang membuktikan bahwa perubahan suhu permukaan panel surya diakibatkan suhu udara dan intensitas radiasi matahari mengalami kenaikan maka suhu udara juga terjadi kenaikan suhu. Sedangakan, kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya saja, akan tetapi keceapatan angin juga sangat mempengaruhi perubahan temperature pada permukaan panel surya. Jika kecepatan angin mengalami kenaikan dan melewati panel surya maka panas pada permukaan panel surya diserap oleh angin tersebut dan membawa panas tersebut keluar munuju ke udara luar dengan bersamaan itu terjadi penurunan temperature pada permukaan panel surya tersebut. Kata kunci: Energi surya, panel surya, kondisi cuaca dan software CFD
Pembuatan Partikel Submikron Paduan Al-Ti Menggunakan Teknik Pemaduan Mekanik
Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan partikel submikron paduan Al-Ti menggunakan teknik pemaduan mekanik. Serbuk halus aluminium dan titanium dicampur dengan rasio berat sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi nominal Al-10%beratTi. Campuran serbuk tersebut, bola stainless steel dan bahan untuk mengawal selama proses pemaduan berlangsung dimasukkan kedalam wadah stainless steel berbentuk silinder. Selama proses pemaduan berlangsung dilakukan didalam lingkungan gas argon. Bahan untuk mengawal proses yang digunakan adalah asam stearik. Bola stainless steel yang digunakan berdiameter 20 mm dan rasio berat bola terhadap serbuk adalah 20 ¸ 1. Pemaduan dilakukan dengan menggunakan alat planetari bermerk Fitsch Pulverisette-5 dengan empat pemegang wadah stainless steel. Kecepatan planetari ini diatur dengan kecepatan 360 rpm selama 2 sehingga 30 jam. Perubahan fasa diamati dengan menggunakan XRD. Perubahan morfologi serbuk diamati dengan menggunakan SEM dan EDX. Hasil XRD menunjukkan bahwa puncak titanium semakin menghilang dengan pertambahnya waktu pemaduan. Hal ini membuktikan bahwa penelitian ini telah berhasil menghasilkan paduan Al-Ti dan ukuran kristalit paduan Al-Ti semakin menurun dengan bertambahnya waktu. Hasil SEM menunjukkan bahwa paduan Al-Ti yang dihasilkan memiliki ukuran serbuk ± 1,5 mm. Hasil EDX menunjukkan bahwa teknik pemaduan yang digunakan dalam penelitian terhindar dari unsur pengotor. Kata kunci: serbuk Al-10%beratTi, pemaduan mekanik, XRD, asam steari
Pengaruh Kecepatan Dan Sudut Potong Terhadap Berat Material Hilang Dan Kekerasan Daerah Plastisized Zone Pada Pemotongan Material Ss400 Dengan Oxy Fuel Welding
Akibat pemanasan dari pemotongan menggunakan oxy fuel welding akan menimbulkan perubahan struktur logam berupa kekerasan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya bentuk, angle torch dan ukuran welding torch, kecepatan pemotongan , kemurnian oksigen, intensitas dari nyala pemanasan, kondisi logam yang dipotong. Kekerasan akan berpengaruh terhadap keausan pahat pada saat proses machining. Tujuan dari penelitian ini adalah agar diketahui seberapa pengaruh sudut dan kecepatan potong terhadap berat material hilang dan kekerasan pada Plastizised Zone sehingga bisa di lakukan pemilihan parameter pemotongan yang lebih baik sehingga bisa didapatkan efisiensi terhadap material dan alat/ tools yang di gunakan setelah proses pemotongan material. Kecepatan potong pada penelitian ini adalah 200 mm/menit, 300 mm/menit dan 400 mm/menit dan specimen uji adalah SS400, sudut torch 0º, 5º dan 10 º. Metode pengujian dengan mencari berat material hilang dengan membandingkan berat pada saat sebelum dan sesudah dilakukan pemotongan dengan oxy fuel welding., sedangkan harga kekerasan material pada Plastizised Zone diuji dengan hardness tester. 1) Berat material yang hilang, kecepatan potong dan sudut potong tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan material dengan media air pada daerah Plastizised zone 2) Ada pengaruh kecepatan potong dan berat material yang hilang terhadap kekerasan material dengan media coolant pada daerah plastizised zone, namun sudut potong tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan material dengan media coolant pada plastizised zone 3) Ada pengaruh kecepatan potong dan berat material yang hilang terhadap kekerasan material dengan media Olie pada daerah Plastizised zone, sedangkan sudut potong tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan material dengan media olie pada Plastizised zone Kata kunci— Kekerasan, Oxy-Acetylene, Plastizised Zone, sudut torch