DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Kekuatan Mekanis Hybrid Komposit Berpenguat Serat Kulit Pohon Waru (Hibiscus Tiliaceus)
Serat alam adalah salah satu jenis material penguat pada komposit. Serat kulit pohon waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan material yang dapat digunakan untuk penguat bahan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat mekanis material komposit dengan perbenguat serat alam dengan kombinasi (hybrid ) untuk memperoleh material dengan sifat mekanik yang baik. Metode yang digunakan adalah dengan perlakukan serat alam kulit pohon waru sebelum digunakan dengan penyortiran dan pencucian dengan cairan Alkali (NaOH) 5%.Kemudian dilakukan pembilasan dengan cairan Aquades (pH 7) untuk mendapatkan kualitas serat yang baik dan bersih dari lendir cambium.Variasi serat yang dibuat komposit adalah dengan tingkat kehalusan serat 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 rpm putaran mesin penghalusan. Perlakuan lain adalah pemanasan serat alam dengan menggunakan oven agar kadar air turun dan tidak lebih dari 2%. Komposisi komposit adalah 60% matrik (resin polyester unsaturated) BTQN 157 EX dan 40% serat alam dengan 5% dari matrik katalis (MEKPO). Pembuatan material komposit dengan teknik penekanan (pressure) sebesar 5000 N untuk menghasilkan komposit yang padat dan rata. Pengujian mekanis yang terdiri atas uji kekuatan tarik (tensile strength) dan uji kekuatan tekan (flexural strength). Analisa mikro struktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscophic), untuk melihat struktur ikatan antar muka antara matrik dan serat alam. Hasil pengujian kekuatan tarik rata-rata, pada tingkat kehalusan serat 1000 rpm=26,02 MPa; 2000 rpm=27,13 MPa; 3000 rpm=27,25 MPa; 4000 rpm=27,50 MPa; dan 5000 rpm=30,13 MPa. Sedangkan kekuatan tekan rata-rata pada tingkat kehalusan serat 1000 rpm=58,90 MPa; 2000 rpm=64,92; 3000 rpm=55,77MPa; 4000 rpm=60,36 MPa; dan 5000 rpm=56,43 MPa. Kekuatan mekanis paling baik pada kekuatan tarik maupun kekuatan tekan adalah komposit berpenguat dengan tingkat kehalusan serat 5000 rpm. Komposit tersebut termasuk dalam jenis serat halus, ikatan antar muka (interface) dan tingkat adhesive antara matrik dan serat alam sangat baik. Kekuatan komposit serat kulit pohon waru (Hibiscus Tiliaceus) naik 237,24% dari kekuatan matriknya. Kata kunci: Kulit Waru, komposit hybrid, kekuatan mekani
Rancang Bangun Alat Ukur Gaya Dorong Dan Kecepatan Putaran Motor Brushless
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan membuat suatu alat ukur gaya dorong dan putaran pada motor brushless. Tahap awal penelitian dilakukan dengan mendesain model alat ukur gaya dororng dan putaran pada motor brushless dalam sebuah software drawing autoCAD, selanjutnya membuat dan merakit alat ukur gaya dorong dan putaran pada motor brushless sesuai dengan desain rancangan dan terakhir dengan melakukan simulasi dan uji coba. Sistem yang dikembangkan menggunakan arduino uno atmega 328 sebagai mikrokontrollernya, sementara gaya yang dihasilkan oleh motor brushless diteruskan oleh rangka mekanik ke timbangan digital untuk mengukur besarnya gaya dorong yang dihasilkan motor brushless, untuk mengukur putaran kecepatan motor brushless menggunakan IR sensor yang nilainya akan ditampilkan pada LCD 16x2. Penelian ini menghasilkan sebuah alat ukur gaya dorong dan kecepatan putaran motor brushless yang dapat dipergunakan untuk kepentingan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Hasil pengujian alat terhadap tiga motor brushless menunjukkan perbedaan signifikan yaitu efisiensi sebesar 70% data yang seharusnya diperoleh, hal ini dimungkinkan karena perbedaan propeller yang digunakan dengan referensi, tetapi secara keseluruhan alat dapat mengukur gaya dorong dan putaran motor dengan baik. Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle (UAV), gaya dorong, kecepatan putaran, motor brushles
Rancang Bangun Alat Penanam Padi Dengan Sistem Penggerak Manual Dan Motor Bakar
Kabupaten Luwu Timur yang terdiri dari Kecamatan Nuha, Wasuponda dan Towuti merupakan daerah yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian yang salah satunya adalah sebagai petani padi. Biaya tenaga kerja untuk menanam padi yang tinggi merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam proses menanam padi. Untuk membantu masyarakat dalam proses menanam padi dibutuhkan alat atau mesin penanam padi untuk mengurangi biaya dan waktu penanaman. Metode penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap observasi yang dilakukan dengan peninjauan langsung ke lapangan, tahap studi literatur dengan mengumpulkan data-data dari referensi ataupun literatur, dan wawancara yang dilakukan dengan berkunjung langsung ke lapangan dengan para petani. Tahap perancangan terdiri dari identifikasi masalah, membuat konsep rancangan seperti desain rancangan, perhitungan titik kritis komponen dan gambar kerja. Alternatif konsep yang terpilih adalah mekanisme penggerak manual dengan tuas yang diputar oleh tangan dan mekanisme kedua dengan sumber putaran dari motor bakar. Putaran penggerak diteruskan melalui transmisi chain and sprocket serta puli dan belt yang berfungsi sebagai penggerak pengait sekaligus penancap padi sehingga dapat melakukan pengambilan serta penanaman bibit padi. Berdasarkan hasil pengujian, mesin penanam padi dapat melakukan penanaman dengan metode tancap. Mesin dapat melakukan penancapan bibit dengan jarak tanam 18 cm x 30 cm dan kedalaman bibit 17- 20 cm.Kata kunci: Penanam padi, metode tancap, jarak tanam
PENGARUH VARIASI ARUS PADA PENGELASAN SMAW DAN GTAW TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN FISIS PADA LOGAM BERBEDA BAJA KARBON SEDANG DENGAN BAJA TAHAN KARAT AUSTENIT
ABSTRAK Perkembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju dan pesat, tidak dapat dipisahkan dari proses penyambungan logam yang sejenis atau penyambungan logam tak sejenis.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelasan logam berbeda dengan variasi arus pada sambungan las (dissimilar metal welding) antara baja karbon sedang dengan baja tahan karat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu menyambung dua logam berbeda dengan menggunakan mesin las SMAW dan GTAW dengan filer metal E 309M0-17, tegangan 30 Volt, arus 50 A, 60 A dan 70 A. Jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan tumpul dengan kampuh V tunggal dengan ukuran spesimen 200 mm x 20 mm x 6 mm sesuai standar ASTM E8. Selanjutnya dilakukan pengujian meliputi pengujian tarik, kekerasan dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus las berpengaruh terhadap kekuatan tarik baik pengelasan SMAW maupun GTAW. Kekuatan tarik tertinggi pada pengelasan SMAW sebesar 64,01 kg/mm2 dengan arus 70 A, dan kekuatan tarik terendah 61,97 kg/mm2 pada arus 50 A. Pengelasan GTAW kekuatan tarik tertinggi sebesar 49,54 kg/mm2 dengan arus 60 A dan kekuatan tarik terendah 46,64 kg/mm2 dengan arus 70 A. Kekerasan pengelasan SMAW tertinggi pada arus 60 A sebesar 22,7 HRC dan kekerasan terendah pada arus 50 A sebesar 16,5 HRC. Pengelasan GTAW kekerasan tertinggi pada arus 60 A sebesar 20,5 HRCdan kekerasan terendah pada arus 50 A sebesar 15,9 HRC. Struktur mikro yang terjadi pada arus 50 A didominasi oleh struktur ferit, sementara pada arus 60 A dan 70 A struktur yang terbentuk adalah perlit yang berwarna gelap. Kata kunci: Logam berbeda, SMAW, GTAW, variasi arus, kekerasan, struktur mikr
SIMULASI DESAIN HORIZONTAL WIND TURBIN DENGAN AIR FOIL NACA 2410 UNTUK POTENSI LISTRIK DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS 16.0
Turbin angin merupakan salah satu alat yang memanfaatkan energi angin untuk diubah menjadi energi listrik. Daya yang dihasilkan oleh turbin angin dipengaruhi oleh karakteristik angin dan turbinnya itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisa desain Horizontal Wind Turbin dengan air foil Naca 2410 untuk potensi listrik di Sulawesi Tenggara menggunakan software ansys 16.0. Turbin angin didesain menggunakan Autodesk Inventor Professional 2014 dan disimulasi menggunakan ansys 16.0. Turbin angin divariasikan dengan jumlah sudu sebanyak 3, 4 dan 5 buah serta kecepatan input sebesar 1, 2 dan 3 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya turbin tertinggi dihasilkan dengan jumlah sudu 3 buah untuk masing-masing kecepatan angin (1; 2; 3)m/s sebesar (16,25; 165,85; 1.128,90) watt, kemudian diikuti turbin angin berjumlah 5 sudu sebesar (1,92; 15,53; 52,04) watt dan turbin angin berjumlah 4 sudu sebesar (1,32; 10,32; 35,37) watt. Kata Kunci: Turbin angin, sudu, kecepatan, day
EVALUASI WAKTU SIKLUS PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN MT. HARYONO – LAODE HADI – BRIGJEN M. YOENOES KOTA KENDARI
Pertemuan ruas jalan atau persimpangan adalah merupakan prasarana transportasi yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat serta dapat menujang konstribusi pembangunan disegala bidang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Persimpangan jalan MT Haryono-La Ode Hadi-Brigjrn M. Yonoes merupakan salah satu dampak dari pertumbuhan lalulintas yang cukup tinggi. Dengan memperhatikan kondisi aktual simpang bersinyal diruas jalan tersebut yang merupakan daerah komersil, maka penulis mencoba untuk mengkaji dalam penelitian ini yaitu mengevaluasi keseuaian waktu siklus pada simpang bersinyal berdasarkan volume lalulintas dan kondisi geometrik simpang. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan survei dilokasi kajian dengan menggunakan rujukan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Dari hasil analisisa waktu siklus sebesar 150 detik sedangkan kondisi aktual 154 detik dengan menggunakan urutan 4 fase sinyal pendekat terlindung. Sedangkan MKJI yang layak untuk penggunaan 4 fase menyarankan adalah 80 – 130 detik. Hal melebihi stndar yang disarankan oleh MKJI. Simulasi pedekanatan untuk penerapan 2 fase sinyal didapatkan waktu siklus sebesar 67 detik dan tundaan rata sebesar 15 detik. MKJI menyarankan untuk penerapan 2 fase sinyal pendekat terlawan adalah 40 – 80 detik dan tundaan rata-rata berada pada tingkat pelayan B. Kata Kunci: Volume lalulintas, Geometrik simpang, tundaan, waktu siklus
RANCANGAN SISTEM KELISTRIKAN PLTS ON GRID 1500 WATT DENGAN BACK UP BATTERY DI DESA TIMAMPU KECAMATAN TOWUTI
Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan listrik di Desa Timampu Wilayah Kecamatan Towuti adalah penyediaan sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan sebagai alternatif untuk penambahan suplai listrik yaitu sistem kelistrikan PLTS On Grid dengan Backup battery. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem kelistrikan PLTS On Grid Backup Battery dengan Kapasitas 1500 Watt di Desa Timampu kecamatan Towuti.PLTS On Grid dengan Backup Battery merupakan sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan jaringan PLN sehingga energi listrik dari jaringan PLN tetap menjadi pemasok utama kemudian PLTS sebagai tambahan. Sementara itu Battery diharapkan sebagai sumber energi cadangan jika terjadi kondisi gangguan ataupn mendesak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung sistem kelistrikan. PLTS On Grid 1500 Watt dengan Backup Battery adalah 6 buah Photovoltaic berkapasitas 250 Wp, Solar Charge Controller jenis MPPT berkapasitas 1500 Watt, AKI basah 2 x 100 Ah dan 2 x 60 Ah dengan tegangan 24 Volt dan kapasitas 160 Ah, Inverter jenis Pure Sine Wave dengan kapasitas 1500 Watt dan KWH meter jenis piringan dengan 2 arah putaran. Kata Kunci: PLTS On Grid, kelistrikan, photovoltaic, integras
ANALISIS EKSPERIMEN PENGGUNAAN REFRIJERAN R22, R32, DAN CAMPURAN R502-R407C UNTUK MENGETAHUI KINERJA AC SPLIT
Hingga saat ini penggunaan Refrijeran R22 pada sistem pengkondisian udara masih relatif tinggi sehingga para peneliti masih terus melakukan penelitian tentang jenis Refrijeran yang paling sesuai untuk menggantikan R22.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan refrijeran R22, R32, dan campuran R502-R407C terhadap prestasi mesin pengkondisian udara dan penurunan temperatur ruangan yang dikondisikan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan mengganti secara langsung (drop-in subtitute), dilakukan pada ruangan yang berukuran panjang 3 meter, lebar 2.4 meter, dan tinggi 2.5 meter. Penentuan entalpi menggunakan software REFPROP 7.0, sedangkan pengambilan data sesuai parameter yang diperlukan menggunakan program komputer berbasis Arduino. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa, COP mesin semakin menurun seiring dengan lamanya pengoperasian mesin, demikian pula dengan temperatur ruangan yang semakin menurun seiring dengan lamanya pengoperasian mesin. Kecepatan penurunan temperatur yang terbaik pada penggunan campuran R502 50%-R407C 50%. Sedangakan COP yang tertinggi pada penggunaan R32. Komposisi campuran yang paling mendekati R22 adalah campuran R502 60%-R407C 40%. Kata Kunci: Refrijeran, R22, R32, campuran R502-R407C, CO
EFEKTIVITAS PENUKAR KALOR TIPE WL 110 MODEL CONSENTRIS TUBE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Penukar Kalor merupakan alat yang menyebabkan terjadinya perpindahan energi antara 2 fluida yang temperaturnya berbeda. Kajian ini bertujuan untuk menghitung efektivitas perpindahan panas penukar kalor tipe WL 110 Model Consentric Tube menggunakan Metode Elemen Hingga. Sebagai variabel bebas adalah debit air dingin (5 variasi) dan akan dianalisa pengaruhnya terhadap efektivitas perpindahan panas. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan penukar kalor tipe WL 110 Model Consentric Tube. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan debit aliran air dingin akan menurunkan efektivitas perpindahan panas. Kata Kunci: Laju aliran air dingin, efektivitas penukar kalor, metode elemen hingga
ANALISA ANTENA DENGAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR CERMIN SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF
Reflektor cermin merupakan optik dengan perilaku khusus yang memanfaatkan cermin sebagai media gelombang elektromagnetik dan kecepatan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa momentum dan energi yang terjadi pada antena dengan menggunakan reflektor cermin. Metode yang dilakukan adalah dengan pengukuran langsung. Frekuensi terendah 3.780 Mhz mempunyai panjang gelombang 0,081 m, sedangkan pada nilai frekuensi 4.140 Mhz panjang gelombangnya 0,072 m. maka nilai energinyaJ. Sedangkan pada panjang gelombang 0,072 m mempunyai nilai energi J. Nilai Frekuensi maksimum 4.140 Mhz mempunyai maksimum nilai momentum (P) sebesar J.s/m. Semakin rendah frekuensinya maka semakin panjanggelombangnya, tinggi rendahnya momentum sangat tergantung pada nilai frekuensinya begitu pula dengan nilai energi antena. Kata Kunci: Reflektor cermin, frekuensi, momentum, energ