DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
POTENSI TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Tempurung kelapa merupakan salah satu jenis biomassa yang merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan di Indonesia. Kabupaten Bombana merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Umumnya petan ikelapa di Kabupaten Bombana menjual hasil perkebunan mereka dalam bentuk produk olahan berupa kopra dimana proses pengolahannya menyisakan limbah berupa sabut dan tempurung dalam jumlah yang sangat besar. Kajian ini bertujuan untuk menghitung potensi tempurung kelapa sebagai sumber energy terbarukan di Kabupaten Bombana. Pada Penelitian ini digunakan data produksi kelapa dari tahun 2014 – 2019. Berdasarkan data produksi dilakukan perhitungan perkiraan produksi tempurung kelapa serta perhitungan potensi energi yang dihasilkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa potensi energy maksimum diperoleh tahun 2014 mencapai 31.000 GJ dan minimum pada tahun 2016 sebesar16.000 GJ
ANALISIS SISTEM HEAT RACE NET PLANT (NPHR) DI NII TANASA PADA PEMBANGKIT TENAGA UAP DENGAN KAPASITAS 2 x 10 MW
Net heat plant race (NPHR) adalah jumlah energi input yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi listrik dari pembangkit, semakin tinggi nilai NPHR, semakin rendah efisiensi termal pembangkit listrik tenaga uap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai perlombaan panas pembangkit listrik netto (NPHR) dari pembangkit listrik tenaga uap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Direct(Langsung), yaitu bahan bakar akan dibandingkan langsung dengan energi output yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan Net Race Heat Value (NPHR) Nilai rata-rata 4.986,87 kkal / kWh pada Januari 2018 dan nilai rata-rata 5.080,40 kkal / kWh pada Juni 2018. Ini menunjukkan bahwa nilai tersebut relatif tinggi untuk kapasitas daya ≤ 100 MW
APLIKASI PLTMH PENGHASIL ENERGI LISTRIK DI SUNGAI LAWANG DESA SIMBANG JAYA KECAMATAN BAHOROK
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak potensi energi berkelanjutan yang harus terus dimanfaatkan, salah satunya adalah air sebagai energi penghasil listrik. kekuragan energi listrik khusunya daerah terpencil berdampak pada penyediaan energi nasional. Energi terbarukan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Dalam penelitian ini aplikasi PLTMH dilakukan di lokasi sungai lawang desa simbang jaya kecamatan bahorok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan PLTMH di sungai lawang. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi lapangan, pembuatan PLTMH, pengujian dan aplikasi langsung PLTMH ke lokasi sungai lawang. Hasil penelitian aplikasi PLTMH secara langsung di sungai lawang desa simbang jaya menunjukkan bahwa daya listrik terbesar yang dihasilkan oleh generator yaitu 1100,8 Watt dengan tegangan yang diperoleh sebesar 200 Volt sedangkan untuk kuat arus yang dihasilkan adalah 5,5 Amper . Memperhatikan dari data-data hasil keluaran PLTMH yang telah diperoleh di sungai lawang, dapat disimpulkan bahwa energi dalam bentuk daya listrik tersebut dapat digunakan masyarakat sekitar sungai lawang dalam memenuhi kebutuhan listrik sehari hari.Kata kunci: PLTMH, sungai lawang , energi listrik, daya, turbin, generato
PENGECORAN BLOCK MESIN RC CAR NITRO ENGINE 27 CC METODE INVESTMEN CASTING
Rc nitro engine adalah sebuah mesin dengan pengendaliannya menggunakan remot control dan dalam proses pembakarannya rc engine menggunakan bahan bakar methanol dengan mesin motor torak. Dalam pengaplikasiannya rc nitro engine ini biasanya dipakai pada mainan mobil remot control, rc helicopter, dan remot control board. Blok mesin rc engine biasanya bermaterial aluminium ADC12 dimana material itu khusus digunakan untuk pembuatan blok mesin. Didalam dunia industri biasanya blok mesin diproduksi menggunakan metode pengecoran logam die casting. Dimana dalam proses pengecorannya memaksa logam yang sudah dilebur sampai cair lalu dimasukan kedalam cetakan baja (Die) dengan menggunakan tekanan yang tinggi. sama halnya dengan die casting ada satu metode yang biasanya digunakan oleh home industri yaitu investment casting metode lebih sering digunakan oleh perorangan (home industri) dari hasil investment casting dapat memperoleh nilai kekerasan benda kerja, struktur mikro dan makro, penyusutan benda kerja .Kata kunci : Rc nitro engine, blok mesin,piston,sejarah rc radio control,investment castin
POTENSI LIMBAH PADI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Potentials of Rice Waste as Alternative Energy Sources in Southeast Sulawesi Province. The purpose of this study is to analyze the energy potential of rice processing waste (rice straw and rice husk) in the province of Southeast Sulawesi. Grain production data used the results of the Central Statistics Agency of Southeast Sulawesi publication as well as the Central Statistics Agency of the Regency / municipality of Southeast Sulawesi. To determine the pattern of utilization of rice processing waste at the farm level, the research team conducted a survey in several locations that produce rice in Southeast Sulawesi Province. The data used for analysis were grain production in 2010 – 2018. Based on the grain production, rice straw and rice husk production were calculated, then the energy potential of the two rice processing wastes can be determined. The results of the analysis show that the average production of rice straw was 823, 665 tons; rice husk was 119,289 tons, estimated energy potential of rice straw = 9,600GJ / year and rice husk = 1,700 GJ /yea
ANALISIS SPESIFIK KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DI NII TANASA DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR RENDAH KALOR
Konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) dalam pembangkit listrik tenaga uap sangat penting untuk diketahui karena terkait dengan perbandingan total konsumsi bahan bakar, di mana Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nii Tanasa menggunakan bahan bakar batubara terhadap tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator listrik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efisien pembangkit listrik di industri pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga uap di Nii Tanasa dan juga untuk kemungkinan nilai kalor bahan bakar yang akan digunakan untuk pembakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Konsumsi Bahan Bakar Spesifik yang dibutuhkan dalam pembangkit listrik tenaga uap. Metode yang digunakan adalah metode langsung, input yang diperlukan adalah Gross kWh, Net kWh, penggunaan bahan bakar batubara. Jenis bahan bakar yang digunakan adalah lignit rendah kalori. Hasil Konsumsi Bruto pada bulan Januari terlihat 1,08 kg / kWh sedangkan Konsumsi Bahan Bakar Bersih adalah 1,25 kg / kWh. Pada bulan Desember nilai Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Bruto adalah 1,04kg / kWh sedangkan jumlah Konsumsi Bahan Bakar Spesifik adalah 1,17kg / kWh. Nilainya relatif tinggi pada kapasitas ≤ 100 MW.Kata Kunci: Specific fuel consumption, Tenaga Uap, batu bara, Listrik, Pembakaran
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISIK BAJA AISI 1045 SEBAGAI BAHAN PISAU MESIN PENCACAH PLASTIK
Pisau merupakan suatu komponen pemesinan yang digunakan untuk memotong benda menjadi potongan dan bagian. Begitu juga dengan pisau mesin pencacah plastik yang diharapkan bisa memotong plastik menjadi ukuran yang lebih kecil, dengan hasil potongan yang lebih kecil dapat memudahkan pada proses selanjutnya dan diolah menjadi produk jadi lainnya. Proses pencacahan plastik diharuskan mesin untuk bekerja terus menerus agar didapat ukuran plastik yang lebih kecil maka dari itu dilakukan peningkatan kekerasan pada material pisau pemotongnya, untuk meningkatkan material pisau pemotong dilakukan proses perlakuan panas. Perlakuan panas ini digunakan untuk meningkatkan kekerasan pada komponen pisau pemotong pada mesin pencacah plastik agar didapat kinerja pisau pemotong yang maksimal, metode perlakuan panas yang digunakan yaitu tempering dengan variasi temperatur 300°C, 400°C, dan 500°C. Data hasil pengujian kekerasan dengan metode vickers yang ditampilkan pada tabel dan grafik terlihat peningkatan kekerasan baja yang berbeda, selanjutnya dianalisa dan didapat nilai rata – rata kekerasan raw material sebesar 211 HV, kemudian baja yang ditempering dengan temperatur 300°C memiliki nilai kekerasan 257,73 HV, selanjutnya untuk tempering dengan temperatur 400°C memiliki nilai kekerasan 269,3 HV, dan untuk hasil tempering dengan temperatur 500°C memliki nilai kekerasan 250 HV. Untuk pengujian menggunakan struktur mikro terjadi perubahan struktur dari pearlite dan ferrite menjadi bainit dan martensite yang disebabkan oleh proses perlakuan panas pada spesimen uji
PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (CAMELIA SINENSIS) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA API 5L
Penggunaan baja pada saat ini telah berkembang pesat dan digunakan dalam teknologi industri sebagai salah satu material penunjang. Ada beberapa penggunaan baja yang digunakan pada industri sepeda motor, kereta api, mobil, kapal laut, serta kontruksi lainnya. Namun dalam penggunaan baja, banyak faktor yang menyebabkan daya guna baja ini menurun. Salah satu penyebabnya yaitu fenomena korosi pada baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak daun teh terhadap laju korosi pada baja API 5L dan menghambat laju korosi pada baja API 5L. Metode yang digunakan adalah kehilangan berat. Medium korosif yang digunakan adalah NaCl dan HCl. Lama perendaman yaitu 10 hari untuk melihat kemampuan inhibitor menghambat laju korosi. Metode pembuatan inihibitor ekstrak daun teh menggunakan ultrasonic bath. Konsentrasi inhibitor yang dibuat pada penelitian ini adalah 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Sebelum baja direndam dalam larutan korosif, larutan korosif dicampur terlebih dahulu dengan larutan inhibitor sesuai dengan konsentrasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi inhibisi korosi yang paling besar terjadi pada larutan korosif NaCl dengan konsentrasi 9% pada perendaman selama 10 hari yaitu sebesar 95% dan pada larutan korosif HCl dengan konsentrasi 9% sebesar 45%. Morfologi permukaan yang diperoleh menggunakan Scanning Electron Microscope dari baja API 5L memperlihatkan permukaan baja yang dilapisi dengan ekstrak daun teh mengalami korosi lebih sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun teh baik dalam menghambat laju korosi yang terjadi pada baja API 5L
PENENTUAN FREKUENSI PRIBADI BALOK KANTILEVER PADA DIMENSI YANG BERBEDA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pribadi (wn) dan kekakuan (k) balok aluminium kantilever dengan variasi panjang dan ketebalan balok. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga, balok aluminium yang ditumpu kantilever dibagi menjadi lima elemen dengan berbagai ukuran, lebar balok 5 cm, variasi panjang 25 cm, 50 cm, dan 75 cm, variasi ketebalan 0,25 cm, 0,5 cm, dan 0,75 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poisisi elemen, panjang dan ketebalan balok berpengaruh besar terhadap nilai frekuensi pribadi (wn), kekakuan (k). Nilai frekuensi pribadi berubah pada setiap dimensi balok aluminium dengan nilai maksimum 42746 rad/s untuk balok P = 0,25 m (panjang minimum) dan T = 0,075 m (tebal maksimum) pada posisi nodal 1 (dekat tumpuan). Nilai minimum frekuensi pribadi pada 178.1 rad/s untuk balok P = 0,75 m (panjang maksimum), T = 0,0025 m (tebal minimum) pada posisi nodal 5 (ujung balok). Nilai kekakuan balok memiliki kecenderungan yang sama dengan frekuensi pribadi dengan nilai tertinggi yaitu 92502 x 103 kg/m dan nilai terendah 1610 kg/m. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tebal balok dan pendek balok maka nilai frekuensi pribadi dan kekakuan meningkat. Posisi elemen dekat tumpuan kantilever juga memiliki frekuensi pribadi dan kekakuan tinggi jika dibandingkan posisi yang jauh dari tumpuan.
Rancang Bangun Mesin Peniris Minyak
Penirisan minyak pada makanan gorengan secara manual dipandang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sebuah prototipe mesin peniris minyak dengan sistem rotari yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang mampu melakukan penirisan minyak secara lebih cepat dengan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan cara manual. Kelebihan rancangan mesin peniris minyak dalam penelitian ini adalah dalam hal portabilitas dan kemudahan untuk membersihkan tabung peniris karena dapat dibongkar pasang. Tahapan pembuatan mesin ini terdiri atas tahap perancangan, manufaktur, perakitan dan pengujian mesin. Mesin dirancang dan dibangun dengan spesifikasi: tinggi 1155 mm, panjang 945 mm, dan lebar 600 mm. Hasil uji coba penirisan keripik dan kacang goreng menunjukkan bahwa penirisan menggunakan mesin peniris minyak terbukti lebih efektif dibandingkan penirisan secara manual. Penirisan keripik menggunakan mesin dengan kecepatan putaran 500 rpm selama 1 menit menghasilkan pengurangan massa sebesar 4,5%, sedangkan penirisan manual hanya menghasilkan pengurangan massa sebesar 1,8%. Penirisan kacang goreng menggunakan mesin selama 1 menit menghasilkan pengurangan massa sebesar 0,91%, sedangkan penirisan manual hanya menghasilkan pengurangan massa sebesar 0,45%. Untuk kacang goreng dibutuhkan waktu 5 menit agar diperoleh pengurangan massa sebesar 1,8%