DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
STUDI EKSPERIMENTAL PEMBUATAN BIOETANOL HASIL FERMENTASI BERAS KETAN PUTIH, KETAN HITAM DAN SINGKONG
Krisis energi sudah dirasakan oleh beberapa negara, kelangkaan bahan bakar harus segera diatasi. Banyak negara-negara di eropa sudah mulai menggunakan bahan bakar alternatif yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Beras ketan dan singkong dapat diubah menjadi bioetanol dengan metode fermentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan cara fermentasi kemudian melakukan destilasi untuk memperoleh bioetanol. Hasil bioetanol kemudian dideteksi untuk mencari optimasi waktu fermentasi yang tepat, pengujian dengan Pen refractometer dan Gas Chromatography. Hasil penelitian penambahan massa ragi dari 5-15 gram terbentuk kadar etanol yang semakin meningkatan dari 3,5-18,5 %, hal ini menunjukkan penambahan jumlah ragi berpengaruh signifikan terhadap hasil fermentasi bioetanol. Pengaruh ketidakstabilan mikroba yang mengurai karbohidrat menjadi etanol, saat fermentasi mengakibatkan terbentuknya senyawa-senyawa asam. Hal ini yang menyebabkan penambahan massa ragi tidak signifikan terhadap hasil fermentasinya. Waktu fermentasi yang optimal terjadi pada hari ke-4 dengan jumlah waktu 96 jam. Hasil Uji Gas kromatografi dua bahan memenuhi syarat SNI yaitu: Hasil fermentasi Ketan Putih dan Singkong
KAJIAN KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI DARAT TERHADAP PENINGKATAN EMISI CO2 SERTA INVENTARISASI KEMAMPUAN SERAPAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA KENDARI
ABSTRAK Tata guna lahan, jaringan infrastruktur jalan dan pergerakan manusia dapat mempengaruhi perkembangan serta peningkatan sistem tranportasi perkotaan. Aktivitas transportasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatkan emisi gas buang di udara seperti CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 dan partikulat yang dapat memicu pencemaran udara. Apabila tidak di imbangi dengan penambahan kawasan Ruang Terbuka Hijau maka daya dukung penyerapan emisi CO2 menjadi berkurang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan darat serta daya dukung Ruang Terbuka Hijau dalam menyerap emisi CO2 diKota Kendari. Data primer berupa konsumsi bahan bakar berdasakan penyaluran Terminal Bahan Bakar Minyak di kota kendari, sedangkan luasan Ruang Terbuka Hijau mengacu pada RTH yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kendari. Analisis yang digunakan dalam menghitung emisi CO2 adalah metode “tier 1” yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, sedangkan analisis kemampuan daya serap RTH menggunakan data luasan pada setiap jenis tutupan lahan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan emisi CO2 yang signifikan akibat konsumsi bahan bakar kendaraan di Kota Kendari sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, dimana tingkat emisi tahun 2015 sebesar 265.910,92 ton/tahun, sedangkan tahun 2018 mencapai 326.039,40 ton/tahun. Luas dan daya dukung Ruang Terbuka Hijau existing tidak mampu menyerap keseluruhan jumlah emisi CO2 yang disebabkan oleh konsumsi bahan bakar kendaraan darat, dimana jumlah emisi yang mampu diserap pada tahun 2018 sebesar 267.884,74 ton dari total emisi 326.039,40 ton sehingga Kota Kendari masih membutuhkan RTH seluas 102,9 hektar. Kata kunci: Emisi CO2, Kendaraan Darat, Ruang Terbuka Hijau ABSTRACT [Study Of Land Transportation Contribution On The Improvement Of CO2 Emissions And Inventory Of Ability Of Green Open Space Absorption In Kendari City]. Land use, road infrastructure networks and human movement can enhance the development and improvement of the transportation system. High transportation activities will increase emissions of CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 and particulate emissions which can increase air pollution. If it is not balanced with the addition of the Green Open Space area, the carrying capacity of CO2 emissions will be reduced.This study aims to analyze CO2 emissions from land vehicle fuel consumption and carrying capacity of Green Open Space in saving CO2 emissions in Kendari City. Primary data consist of fuel consumption based on the distribution of fuel terminals in the city of Kendari, while the area of the Green Open Space is in accordance with the green space managed by the Kendari City Government. The analysis used in the calculation of CO2 emissions is the "level 1" method issued by the 2006 Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), while the analysis of the capacity of green space absorption uses area data on each type of land cover.The results of this study indicate a significant increase in CO2 emissions in vehicle fuel consumption in Kendari City from 2015 to 2018, where the level of emissions in 2015 amounted to 265,910.92 tons / year, while in 2018 it reached 326,039.40 tons / year. The extent and carrying capacity of the Green Open Space is unable to reduce the amount of CO2 emissions caused by vehicle fuel consumption, while the amount of emissions that can be absorbed in 2018 is 267,884.74 tons of the total emissions of 326,039.40 tons so that the City of Kendari needs to require green space covering an area of 102.9 hectares. Keywords: CO2 emissions, land transportation, green open spac
SIFAT-SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT BERBAHAN DASAR FLY ASH DAN PASIR HALUS
Soil stabilization using fly ash is an attractive alternative to be developed. Besides reducing industrial waste, it is also economical in terms of costs. With the presence of water, the lime contained in fly ash would be decomposed and undergone a cementation process and a pozolan reaction which would bind the sand grains. In this study, the effect of fly ash content and curing period on the amount of compressive strength and shear strength was observed using an unconfined compressive and direct shear test, respectively. The stress-strain relationships due to shear loads between sand without fly ash and sand with fly ash were compared to see an increase in shear strength due to the addition of fly ash. The results show that the unconfined compressive strength and shear strength of the composite material increase with the addition of fly ash and curing period. But the opposite happened in compressive strain. It was confirmed that the strain to achieve maximum compressive strength decreased with increasing fly ash content and curing period. The fly ash bond was getting brittle with the increasing compressive strength of the composite material made from fly ash and fine sand
PERANCANGAN HRSG (HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR) SEBAGAI PEMANAS REFRIGRANT R-134a PADA SIKLUS ORGANIC RANKINE CYCLE
Udara buang proses pirolisis masih menyimpan energi panas yang cukup tinggi dengan temperatur mencapai 800°C sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk merubah fase Refrigerant R-134a dari fase cair menjadi gas. Refrigerant R-134a yang sudah berubah menjadi gas digunakan untuk memutar turbin sebagai penggerak generator sehingga dapat menghasilkan aliran listrik dalam siklus Organic Rankine Cycle (ORC). Refrigrant R-134a tidak menyerap panas dari proses pirolisis secara langsung. Panas dari pirolisis diserap melalui siklus thermal oil kemudian digunakan untuk mengubah fasa R-134a pada Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Desain HRSG pada penelitian ini adalah tipe sistem Heat Exchanger shell and tube. Dimana thermal oil yang memiliki suhu panas mengalir dalam shell dan refrigerant R-134a yang memiliki suhu dingin mengalir dalam Tube. Pertukaran panas terjadi ketika Refrigerant R-134a masuk ke dalam tube dan thermal oil masuk ke dalam shell. Dalam perancangan HRSG ini digunakan tiga variasi tekanan yaitu 8 bars, 10 bar, dan 12 bar. Data suhu, tekanan, diameter tube, dan mass flow rate di-input pada software HTRI Xchanger suite kemudian diproses oleh software tersebut sehingga menghasilkan output berupa laju perpindahan panas. Nilai laju perpindahan panas berturut turut sebesar turut 2,084 kJ/s, 2,622 kJ/s, dan 3,02kJ/s. Sehingga dapat disimpulkan hasil yang paling optimal berada pada tekanan 12 bar dengan nilai laju perpindahan panas sebesar 3,02 kJ/s Kata kunci: shell and tube HRSG, HTRI Xchanger suite, Organic Rankine Cycl
ANALISA MATERIAL CRYSTALINE SILICON WAFER SOLAR CELL DENGAN MENGGUNAKAN TYPE DRY MACHINES
The Photovoltaic (PV) industry is one of the renewable energy segments, and electricity generation from photovoltaics (solar cells) is considered one of the key technologies of the century in the future. Photovoltaic solar electricity presents an elegant way to generate electricity, because there are no movements that damage the environment, namely: zero emissions, and no noise. This study aims to determine the efficiency analysis of making Crystaline Silicon by using type dry machines. The method that is carried out is the manufacture of Crystanesilicon by using type Dry machines. Produce nano wire devices that provide efficiency above 5%, with short photocurrent circuits higher than planar control samples. Thickness The thickness of the Si wafer depends on its diameter for reasons of mechanical stability during production and further processing, and about 279 μm (for wafers in diameter 2 inches), 379.5 μm (3 inches), 524.5 μm (4 inches), 674.5 μm (6 inches) and 724.5 μm (8 inches)
RANCANG BANGUN MESIN ROLLING ADONAN DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK DAN TUAS MANUAL
East Luwu is a developing district in the economic sector. One of them is a small micro medium business producing bread. Some bakeries still use simple equipment such as manual rollers. The bakery needs a machine that is able to produce flatbread dough with a larger amount, faster time, and the thickness of the bread dough can be adjusted. To support the bakeries, a bread dough peeler is needed to reduce the cost and time. In this study describe the literature study phase and data collection of demands with the parties involved, the design process, manufacturing and testing the machine. The engine drive consists of two modes, the manual crank rotation mode and the 3 phase electric motor mode (380 Volt) with 1390 rpm rotation passed through a two-level pulley-belt transmission system with a ratio of 16, so that it can produce 87 rpm of the roller rotation. Rolling Bread Dough Machine is capable of rolling or flattening bread dough with a thickness of 2 to 15 mm well. thicknesses of 1 to 1.5 mm still need improvement because it produces poorly bread dough and the dough sticks to the machine roller
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR PANEL TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI KELUARAN SEL SURYA POYCRYSTALLINE
Intensitas radiasi matahari merupakan sumber energi yang dikonversi oleh sel surya menjadi energi listrik, besarnya intensitas radiasi yang sampai ke permukaan bumi bervariasi pada setiap jam/hari. Adapun parameter lain yang memberikan pengaruh besar terhadap daya konversi sel surya adalah kondisi temperatur panel. Penelitian ini bertujuan; mengetahui besarnya perubahan intensitas radiasi matahari yang tiba dipermukaan bumi setiap jam/hari; mengetahui hubungan antara intensitas radiasi matahari dengan temperatur panel; mengetahui pengaruh perubahan intensitas radiasi matahari dan temperatur panel terhadap daya dan efisiensi keluaran sel surya. Pengaruh perubahan intensitas radiasi terhadap daya dan efisiensi sel surya yaitu berbanding lurus dimana pada pukul 08.00 WITA intensitas (E) 425 (W/m2) daya keluaran (Pout) 7,360 W dan efisiensi maksimum (hm) 9,611 %, sedangkan pada pukul 12.00 WITA intensitas radiasi matahari (E) 1002 (W/m2) daya keluaran (Pout) 17,03 W dan efisiensi maksimum (hm) 9,44 %. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa daya (Pout) keluaran terbesar diperoleh pada temperatur panel (Tp) terendah yaitu 36,73 oC dengan daya (Pout) 17,03 W dengan efisiensi maksimum (hm) tertinggi yaitu 9,44 % sedangkan daya (Pout) keluaran terkecil diperoleh pada temperatur panel (Tp) tertinggi yaitu 45,10 oC dengan daya (Pout) 14,78 W dan efisiensi maksimum (hm) tertinggi yaitu 8,20 %. Hubungan antara temperatur terhadap daya dan efisiensi maksimum berbanding terbalik.Kata kunci: sel surya; temperatur; daya; efisiensi; intensita
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN SIMULASI KEGAGALAN KOMPOSIT SERAT PELEPAH PALEM SADENG MATRIKS POLYPROPYLENE SEBAGAI ATAP MOBIL
Telah dilakukan penelitian tentang analisis sifat mekanik dan simulasi kegagalan komposit serat palem sadeng matriks polypropylene sebagai atap mobil yang disimulasikan menggunakan software Inventor Professional 2014. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi hasil pengujian sifat mekanik dan sifat fisis serat palem sadeng dengan perekat polypropylene serta mengetahui hasil simulasi kegagalan dalam stress analysis test menggunakan software Inventor Professional 2014. Papan komposit dibuat menggunakan metode hot press dengan tiga variasi fraksi volume yaitu 20% serat: 80% matriks, 30% serat: 70% matriks dan 40% serat: 60% matriks. Karakterisasi sifat fisis komposit berupa densitas, sedangkan sifat mekanik berupa pengujian tarik. Hasil pengujian fisis komposit menunjukkan bahwa komposit yang dibuat sesuai dengan klasifikasi JIS A5908 (2003). Hasil pengujian tarik komposit menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik maksimal yang paling besar diperoleh pada fraksi volume 40% serat: 60% matriks dengan nilai 18,53 MPa, diikuti penurunan kekuatan tarik pada fraksi volume 30% serat: 70% matriks dan 20% serat: 80% matriks. Meningkatnya kekuatan tarik dikarenakan adanya penambahan fraksi volume serat. Selanjunya, dilakukan simulasi kegagalan berdasarkan menggunakan software Inventor Professional 2014. Simulasi kegagalan menggunakan tiga variasi pembebanan yaitu 75 kg, 100 kg dan 125 kg. Hasil simulasi kegagalan berdasarkan static test dari ketiga variasi kecepatan tersebut menunjukkan nilai von misses stress dibawah nilai yield strength yang dimiliki material, kemudian nilai displacement yang terjadi kecil serta nilai safety factor yang dihasilkan yaitu di atas satu. Dari hasil analisis pengujian komposit tersebut menunjukkan bahwa komposit berpotensi sebagai material atap mobil.Kata kunci: komposit, serat palem sadeng, polypropylene, kekuatan tarik, simulasi kegagala
RANCANG BANGUN OVEN KUE DENGAN DUA SUMBER PANAS
Designing a cake oven with two heat sources is a study that aims to design and make cake ovens that can produce an oven that has heat spread evenly on each gutter, and the time and temperature of the oven can be adjusted according to needs. This study discusses about ovens made operated with a choice of 2 types of heat sources namely electricity and gas, gas as an alternative source of heat, maximum heating temperature of 120oC, research using library research methods and field research methods namely interviews and direct observation of oven use cake. Based on the research carried out the results of oven cake with 2 heat sources were obtained from the electrical element and from the gas stove. Based on the results of oven cake tests using electric heating elements obtained the temperature on chamfer one 112 °C, chamfer two 110 °C and chamfer three 105 °C. The test results using gas obtained temperature on gutters one 125 °C, gutters two 115 °C, and gutters three 120 °C. In the oven cake thermostats are added as readers of the temperature in the oven, thermocouple as a temperature sensor, timer as a roasting timer in the oven, and SSR (Solid State Rellay) as an automatic switch
ANALISIS POTENSI ENERGI MATAHARI DIKOTA KENDARI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi matahari dan mengetahui presentase radiasi normal dan difusi. Penelitian ini menggunakan dua metode, pertama adalah pendekatan secara teori dan kedua adalah pengukuran langsung. Alat yang digunakan dalam pengukuran langsung yaitu Solar Power Meter (SPM), untuk mengukur intensitas radiasi total matahari, dan GPS untuk mengetahui koordinat lintang dan bujur serta ketinggian dari permukaan laut . Radiasi matahari dihitung dari pukul 07.00 sampai 17.00. Hasil pengukuran langsung menunjukkan bahwa nilai intensitas radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 870,5 W/m2 dan terendah pada pukul 17:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 79,5 W/m2. Untuk pendekatan teori diperoleh nilai radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 953,15 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 143,98 W/m2. Nilai radiasi sorot dan difusi ditentukan dengan perhitungan teori, dimana besar radiasi sorot tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 835,09 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 82,93 W/m2. Nilai radiasi difusi tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 118,06 W/m2 dan terendah pada pukul 07:00 nilai intensitas radiasi matahari 61,06 W/m2. Radiasi sorot memberi 83,5 % intensitas radiasi matahari dan 16,2 % diperoleh dari radiasi difusi. Kata Kunci : Energi Matahari, Pengukuran Langsung, Pendekatan Teori