DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
    223 research outputs found

    ANALISIS PENGGUNAAN ADITIF DIETIL ETER PADA BIODIESEL (B20) TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL

    No full text
    Meskipun biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki potensi yang menjanjikan untuk digunakan pada mesin diesel. Namun nyatanya saat ini, biodiesel yang digunakan dipasaran masih dominan kandungan solar dari bahan bakar fosil dan biodiesel dijadikan sebagai bahan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk menurunkan angka kadar emisi gas buang yang dihasilkan oleh biodiesel (B20). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, beberapa sampel diuji terdiri dari bahan bakar biodiesel (B20), kemudian biodiesel ini ditambahkan dietil eter (DEE) dengan rasio 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% pada tiap liternya. Pengujian beberapa sampel ini dilakukan untuk mengetahui kadar emisi gas buang (opasitas) yag dihasilkan tiap sampel menggunakan alat Smokemeter Opacity. Hasil penelitian dari penambahan dietil eter (DEE) ke dalam biodiesel (B20) mampu menurunkan kadar opasitas. Kadar opasitas terendah didapatkan pada campuran dietil eter (DEE) sebesar 5% yaitu 42,37%. Dimana nilai perbedaan atau penurunan ketebalan asap atau opasitas jika dibandingkan dengan biodiesel (B20) yaitu 2,88% untuk B20 + 1% DEE, 4,26% untuk B20 + 2% DEE, 7,70% untuk B20 + 3% DEE, 10,50% untuk B20 + 4% DEE dan 12,76% untuk B20 + 5% DEE. Kata Kunci: Dietil Eter, Biodiesel (B20), Emisi Gas Buang, Opasita

    RANCANG BANGUN MESIN KONVERSI SAMPAH PLASTIK KAPASITAS 3 KG MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK

    No full text
    Sampah plastik merupakan masalah serius yang belum terselesaikan di Indonesia, jika tidak ditanggulangi dengan serius akan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang semakin parah. Oleh karena itu harus dilakukan proses recycling sampah plastik. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis untuk mengubah plastik menjadi bahan bakar. Jenis plastik yang digunakan adalah PET (polyethylene Terephthalate). Pembuatan alat terdiri dari kompor, ruang pemanasan, ruang pembakaran, kondensor dan ruang filter asap pembakaran. Penelitian ini melakukan proses pembuatan komponen pada alat dengan tahap-tahap sesuai teori perancangan. metode pada alat ini melakukan proses pirolisis, dimana uap hasil pemanasan plastik dimanfaatkan dengan cara didinginkan sehingga merubah fase uap menjadi fase cair atau biasa disebut kondensasi.  Pengujian yang dilakukan pada alat menggunakan 3 kg sampah plastik PET dengan menghitung berapa banyak bahan bakar oli bekas yang di butuhkan dan berapa bahan bakar minyak yang dihasilkan saat alat dioperasikan dalam jangka waktu 60 menit. Dari hasil pengujian didapatkan bakan bakar oli bekas yang dibutuhkan sebanyak ± 140 mL liter dan hasil bahan bakar minyak sebanyak ± 140 mL liter dalam jangka waktu 60 menit

    PERBANDINGAN PERLAKUAN T6 DAN TEMPERING CASE HARDENING ALUMINIUM 7075 TERHADAP SIFAT MEKANIK

    No full text
    ABSTRAK Aluminium merupakan logam yang paling banyak digunakan setelah baja, dengan karakteristik utamanya adalah ringan (berat jenis = 2.7 g/cm3), memiliki konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, dan ketahanan korosi yang baik. Penggunaan aluminium menempati urutan kedua setelah besi dan baja dan digunakan sebagai bahan untuk komponen industri otomotif, salah satu penggunaanya yaitu berupa komponen pada mobil. Aluminium yang digunakan seri 7075 yang mana memiliki sifat paling baik dan kekuatan paling tinggi dibandingkan paduan aluminium lainnya. Aluminium seri 7075 merupakan seri yang dapat diberikan perlakuan panas, perlakuan panas yang digunakan yaitu tempering dan case hardening, yang mana perlakuan tersebut dapat meningkatkan sifat mekanik aluminium 7075. Metode perlakuan panas yang digunakan yaitu proses tempering case hardening (TCH) dan T6, dengan variasi suhu solution heat treatment (SHT) 3500C, 4000C, 4000C  dan 5000C. Proses tempering T6 tahapannya: a).  Pemanasan suhu SHT dengan variasi suhu (350 - 5000C), b). Quenching, dan c). Tempering (dengan suhu 1200C selama 2 hari). Sedangkan proses tempering case hardening, proses temper dilakukan setelah proses case hardening dengan metode pack carburizing. Pengujian yang dilakukan yaitu: uji kekerasan vickers, uji tarik, uji struktur mikro dan uji xrd, hasil menunjukkan setelah perlakuan TCH dan T6 didapatkan  kekerasan  dan kekuatan tarik terbesar pada suhu SHT 500 0C yaitu kekerasannya 182.5 dan 171 VHN, kekuatan tariknya 613.3 dan 618.3 MPa. Kata kunci: Aluminium 7075, Tempering Case Hardening, T6, Kekerasan Vickers, Kekuatan Tarik

    Analisa numerik karakteristik aliran di sekitar struktur bentuk menyilang menggunakan model uRANS

    No full text
    Karakteristik aerostatik penampang struktur berbentuk menyilang diteliti secara numerik menggunakan model unsteady Reynold Average Navier-Stokes (uRANS) dua dimensi dengan model turbulensi SST k-w. Sudut aliran masuk yang berbeda digunakan untuk menyelidiki fitur aliran di sekitar struktur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan dasar maksimum dicapai pada sudut serang (a) = 30 derajat di mana vortisitas negatif menggulung di belakang struktur relatif jauh dari benda. Gaya aerodinamika model dengan a= 30 derajat adalah kesepakatan yang masuk akal untuk hasil eksperimen. Frekuensi strouhal menunjukkan prediksi yang kurang tepat untuk model dengan a≥20 derajat aliran masuk dibandingkan dengan hasil eksperimen. Tekanan dasar yang paling negatif ditunjukkan pada sudut serang a =15°. Gaya aerodinamis hasil simulasi berbeda dari model tiga dimensi dari penelitian eksperimental. Hal ini menunjukkan bahwa struktur dua dimensi dari model uRANS dalam penelitian ini memberikan nilai yang besar untuk fitur aliran tiga dimensi dari hasil eksperimen. Vortex street dibelakang struktur menunjukkan model single-pair (S+P) untuk semua kasus perlakuan

    ANALISA KEKUATAN MEKANIS SAMBUNGAN LAS KAMPUH V TUNGGAL DAN V GANDA PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN PROSES PENGELASAN SMAW

    No full text
    Welding is one of the methods widely used in the joining of metals for structural elements. One of the factors that influence the strength of welded metals is types of welding joints. Suitability of the type of welding joint with geometries of base metals is required to obtain welded metal products with optimum properties. In this study an attempt is made to investigate mechanical properties of welded metals with two different types of joints (single-V and double-V) using the shielded metal arc welding (SMAW) process. Low carbon steel with bevel angle of 60° was used in this study. Welding process was performed using current of 70 A with a constant welding speed. The flexural properties and uniaxial tensile properties are studied by three-point bending test and uniaxial tensile test respectively. Test results show that the tensile strength and the bending strength of single-V specimens is 521.64 N/mm2 and 525.11 N/mm2 respectively. In addition, the tensile strength and the bending strength of double-V specimens is 517.33 N/mm2 and  504.24 N/mm2 respectivel

    KAJIAN TEORI ANALISA PENGGUNAAN SURYA PANEL SEBAGAI KEBUTUHAN LISTRIK PADA KAPAL NELAYAN DI PANTAI UTARA TEGAL JAWA TENGAH KAJIAN TEORI ANALISA PENGGUNAAN SURYA PANEL SEBAGAI KEBUTUHAN LISTRIK PADA KAPAL NELAYAN DI PANTAI UTARA TEGAL JAWA TENGAH

    No full text
    fishing activities carried out by fishermen. Fishermen need certain types of vessels to support the activities. In the operation of the ship, fishermen need fossil fuels and the use of electricity on board the ship. But not infrequently fishermen often have an imbalance problem between the operational costs of the ship and the profit. From the observations, the cost of recharging accu battery and the purchase of diesel fuel became the main obstacles. the author observes the need for the use of electricity and fuel is the main thing on board, one of which is for the use of lighting, drying and driving the ship. In addition, the depletion of fossil energy resources is also a major concern. To solve the problem, an alternative replacement is needed. The development of renewable energy resources through solar energy can be planned as to address the problem in question. With solar panel technology installed on board fishing boats, the need for electricity use and replacement of diesel fuel can be helped. This technology converts solar energy into electrical energy through solar cells which are then stored in the accu battery for the needs of electricity sources on fishing boats

    PENGARUH JENIS BAHAN BAKAR GASOLIN TERHADAP PRESTASI, PEMBAKARAN, GETARAN, KEBISINGAN, DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN TYPE TV-1

    No full text
    The growth of vehicles in Indonesia is dominated by motorcycles. The current compression ratio of the motorcycle is above 9 : 1. Types of gasoline on the market have octane number of 88, 90, 92. The purpose of this study is to analyze engine and combustion performance, noise and vibration, and emissions from gasoline type with a compression ratio of 10 : 1. This study was used engine with 1 cylinder and 4 strokes, sound level meter to measure noise, VibexpertII with acceleration mode for vibration measurement, AGS-688 for exhaust emission test. The test results showed that the break power of all fuels tends to be constant and the smallest SFC is an octane number of 92 (ON 92). The combustion performance of ON 92 also tends to be stable, but noise and vibration of ON 92 are higher. CO and HC emissions of all fuel tend to be constant

    ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP TINGKAT KEJENUHAN OPERATOR DI PT. KALTIM DAYA MANDIRI

    No full text
    PT. Kaltim Daya Mandiri merupaka salah satu perusahaan penyedia kebutuhan listrik dan utilitas pabrik dalam kawasan industri Kaltim Industrial Estate. Pada departemen teknik dan operasi, operator panel dan operator lapangan bertanggung jawab memastikan kondisi operasional pabrik berjalan dengan lancar dan melakukan pengamanan sistem apabila terjadi trouble. Operator dituntut memiliki konsentrasi  dan mental yang tinggi dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Selain itu, aktivitas operator yang monoton apabila kondisi pabrik berjalan lancar dapat menyebabkan kejenuhan operator meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental terhadap tingkat kejenuhan operator dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi tingkat beban kerja mental dan kejenuhan operator. Pengukuran beban kerja mental mengguakan metode NASA-TLX sedangkan untuk tingkat kejenuhan menggunakan metode MBI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui beban kerja mental rata-rata operator panel sebesar 43,9 dengan kategori agak tinggi dan operator lapangan sebesar 57,72 dengan kategori tinggi, nilai tingkat kejenuhan rata-rata operator panel dan operator lapangan sebesar 46 dan 91.33 dengan kategori sedang. Berdasarkan analisa diperoleh persamaan regresi Y=22,5873+1,0580X dengan nilai korelasi 0,5102 yang berarti berkorelasi agak rendah. Sehingga dapat diberi usulan berupa pemberian fasilitas dan prasarana pendukung, memberikan pelatihan kerja yang rutin, rotasi pekerjaan, dan melakukan atau mengadakan kegiatan refreshing

    EKSPERIMENTAL PENGARUH MOTOR PENGGETAR PADA BALOK BAJA DAN ALUMINIUM TERHADAP KARAKTERISTIK GETARAN

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pribadi dari sistem balok dengan tumpuan jepi-bebas pada masing-masing bahan uji secara eksperimental. Pada penelitian ini secara eksperiment frekuensi pribadi dan karakteristik getaran digunakan metode analisis spektum. Jenis pengukuran yaitu Defleksi / simpangan balok getar, Fungsi Respon Frekuensi (FRF), dan Spektrum. Posisi perletakan eksiter bervariasi dari 1/5L; 2/5L; 3/5L; 4/5L; dan L. Bahan dan peralatan yang akan digunakan adalah Baja karbon dan Aliminium yang berbentuk balok, dengan dimensi sebagai berikut Panjang(L) 100 cm, Lebar(b) 2.55 cm, dan Tebal (h)  1.25 cm. Sedangkan Alat pada penelitian ini yaitu, IRD Analyser untuk pengukuran simpangan, dan untuk pengukuran kecepatan getaran (vibrasi), Unit pengatur kecepatan, Tachometer untuk mengukur kecepatan motor penggetar (eksiter) yang digunakan, dan Motor Penggetar (Eksiter). Hasil penelitian yang diperoleh adalah dari kaji eksperimental, untuk bahan baja frekuensi natural (ωn) tertinggi adalah 3200 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 20 cm  dan terendah adalah 2620 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 50 cm. Sedangkan untuk bahan aluminium frekuensi natural (ωn) tertinggi adalah 3190 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 40 cm. dan terendah adalah 2610 cpm yang terjadi pada jarak eksiter 30 cm. Frekuensi pribadi (ωn) pada eksperimental bahan baja lebih tinggi dibandingkan dengan bahan aluminium. Kata kunci: karakteristik getaran, frekwensi natural, eksiter, analisis spektrum, eksperimental, baja, aluminium. ABSTRACT [Experimental Effect of Vibrating Motor Placement against Vibration Characteristics of Steel and Aluminum]. The purpose of this study was to determine the natural frequency of the beam system with free support for each test material experimentally. In this study, experimentally the natural frequency and vibration characteristics were used by the spectrum analysis method. The types of measurements are the deflection of the vibrating beam, the Frequency Response Function (FRF), and the Spectrum. The position of the exciter placement varies from 1/5L; 2/5L; 3/5L; 4/5L; and L. Materials and equipment to be used are carbon steel and aluminum in the form of a beam, with the following dimensions Length (L) 100 cm, Width (b) 2.55 cm, and Thickness (h) 1.25 cm. While the tools in this study are the IRD Analyzer for measuring the deviation, and for measuring the speed of vibration (vibration), the speed control unit, the Tachometer for measuring the speed of the vibrating motor (exciter) used, and the Vibrating Motor (Exciter). The results obtained are from experimental studies, for steel materials the highest natural frequency (ωn) is 3200 cpm which occurs at 20 cm exciter spacing and the lowest is 2620 cpm which occurs at 50 cm exciter spacing. Meanwhile, for aluminum material, the highest natural frequency (ωn) is 3190 cpm which occurs at a 40 cm exciter distance. And the lowest is 2610 cpm which occurs at an exciter distance of 30 cm. The personal frequency (ωn) in the experimental steel material is higher than that of the aluminum material. Keywords: vibration characteristics, natural frequency, vibrator, spectrum analysis, experimental, steel, aluminum

    STUDI KASUS PROSES INERTING TANKI MUATAN PADA KAPAL MT. GAS WALIO DALAM RANGKA PERSIAPAN DOCKING

    No full text
    In handling cargo, some types of ships have different ways. On gas tankers containing LPG, a special process is required in avoiding explosions in cargo tanks and avoiding the waste of cargo into the atmosphere. The process of handling the payload is the inerting porses on the payload tank. This process includes inert gas with oxygen levels of less than 8% to prevent the formation of fire triangles in the payload tank so as to avoid explosions. Inert gas is produced by an engine in the form of an Inert Gas Generator. Inert gas generators have several components, the process of which is interconnected with each other to produce inert gases. Inert gas generators require a good and correct maintenance and repair system considering the purpose of inserting inert gas into the payload tank is significant in terms of safety and security on board. Case study on board MT. Walio gas observes the activities of the inerting process that is disrupted by the waste of inert gas into the atmosphere and has a high dew point value so that inert gas does not enter the tank load. From the results of the case study intended that the components on the gas generator inert do not function properly, some analysis is done by observing the continuity of the process and written data so that it is expected that the case study has the benefit in theory and practice in handling the continuity of the inerting process

    96

    full texts

    223

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇