DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN METODE HEAT LOSS : STUDI KASUS PLTU MORAMO
Boiler merupakan salah satu komponen yang sangat penting pada instalasi PLTU. Efisiensi boiler secara tidak langsung menggambarkan efisiensi PLTU secara keseluruhan. Salah satu faktor yang menurunkan kinerja boiler adalah tingginya pembentukan akumulasi deposit ash (fouling dan slagging). Kajian ini mengidentifikasi pembentukan fouling dan slaging serta pengaruhnya terhadap kinerja boiler pada PLTU Moramo Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagai bahan bakar PLTU Moramo menggunakan batubara jenis lignit dengan nilai gross Calorie Value yang berbeda. Pada kajian ini digunakan 3 (tiga) sampel batubara yang memiliki sertifikat uji laboratorium yang digunakan pada saat boiler beroperasi. Data operasional boiler diperoleh dari ruang Distributed Control System (DCS) monitor. Efisiensi boiler dihitung menggunakan metode tidak langsung (heat loss method). Dari perhitungan indeks fouling ketiga sampel batubara menunjukkan bahwa potensi terbentuknya fouling berada pada kategori rendah hingga menengah, sedangkan perhitungan indeks slagging ketiga sampel batubara yang digunakan PLTU Moramo berada pada resiko menengah, dengan nilai indeks slagging: 2250≤Rs*≤2450. Efisiensi boiler rata – rata untuk pengujian hari kedua (batu bara Y) lebih tinggi dibandingkan dua sampel lainnya yakni 79.72%.
ANALISIS PROSES PRODUKSI BIOGAS KOTORAN SAPI DENGAN LIMBAH KULIT NANGKA SEBAGAI BAHAN BAKAR PENANAK NASI BIOGAS
Analysis of Biogas Production Process of Cow-Dung Mixed with Jackfruit Skin Waste as Biogas Rice Cooker Fuel. Human needs cannot be separated from the need for fossil energy so that it will decrease as human needs increase. To minimize this, other alternative energy is needed such as biogas energy derived from organic materials and maintained continuity. From the research on the production process of cow dung and jackfruit skin waste, the values of temperature, mass, pressure and the amount of biogas mass consumption during cooking rice were obtained. The study was conducted using 3 experiments on a 30 liter digester with different ratios of cow dung, jackfruit skin waste and water, namely 25%: 50%: 25%; 37.5%: 37.5%: 25%; 50%: 25%: 25%. Data collection was carried out for 30 days at 10.00 WITA and 17.00 WITA. Based on the measurement results, it is known that the variation of 37.5%: 37.5%: 25% is the best variation compared to the variation of 25%: 50%: 25% and 50%: 25%: 25%. The daily pressure of c2 is 0.04 bar with a total mass of 21.4 grams. The average daily ambient temperature obtained is 30.27°C and the average digester temperature C2 is 30.74°C with a temperature not exceeding mesophilic conditions. The biogas production in the C2 digester was intermittent for 30 days which was then used to carry out a cooking test of 8.1 grams of rice for 13.06 minutes. Keywords: Biogas, Energy, Jackfruit skin waste, Cow dung
KARAKTERISTIK PRODUK TOREFAKSI KAYU JATI DENGAN PEMANAS KONVEKSI DALAM MEDIA GAS INERT
Torrefaction adalah proses konversi termokimia untuk menghasilkan bioarang berkualitas dari bahan bakunya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur torefaksi dan aliran gas dari media inert terhadap nilai kalor dan sifat energi lainnya dari biomassa tertorefaksi. Untuk mengevaluasi transformasi kualitas biomassa tertorefaksi, biomassa kayu jati ditorefaksi pada suhu 200–300 °C dan kondisi atmosferik tanpa melibatkan oksigen. Pengamatan dilakukan terhadap pengaruh temperatur operasi dan volume aliran nitrogen ke dalam reaktor torefaksi terhadap sistem konversi fase padat, seperti energi yang dihasilkan dan karakteristik produk torefaksi. Torefaksi biomassa kayu jati, salah satu buangan sisa biomassa dari industri meubiler di kota Kendari, dilakukan dalam reaktor tabung silindris dengan aliran gas nitrogen (N2) mulai dari 0,25, 0,50 dan 0,75 mL/Min. Untuk setiap volume aliran fluida tersebut dilakukan experiment torefaksi pada temperature 200oC, 250 oC dan 300 oC dan dipertahankan selama 30 menit. Sifat fisik dan kimiawi produk torefaksi diuji dan dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kenaikan temperatur maka nilai kalor dan densitas energi produk meningkat secara signifikan, sedangkan massa dan energi tersisa cenderung menurun. Kemampuan penyerapan air terus menurun dalam biomassa tertorefaksi dibanding bahan bakunya, seiring meningkatnya temperature 3torefaksi. Konsentrasi volume nitrogen yang mengalir ke reaktor torefaksi tidak berpengaruh nyata terhadap produk torefaksi
DESIGN AND CONSTRUCTION OF RICE HUSK COMBUSTION WITH USED FUEL OIL CAPACITY 5KG
Rice husk is an agricultural commodity produced from the rice milling industry which generally exists in rural areas. The rice milling industry in Indonesia is able to process more than 40 million tons of unhulled rice into milled rice with a yield of 66-80%. If this condition continues in accordance with its capacity, there will be husks that have the potential of 8 million tons. The waste from rice milling is a potential energy source that can be used as a mixture of rub ash for making bricks and cement, fertilizer and fuel for cooking using a husk furnace. Until now, the development of husk furnaces is still being studied further in various aspects so that the results are much better.Seeing this condition, rice husk waste and used oil that are disposed of for nothing without being accompanied by waste processing have the potential to be used for the manufacture of processing products to become husk charcoal and briquette products whose used oil is used as fuel. Research on the design of rice husk and used oil burning furnaces is also designed to be very environmentally friendly. Therefore, this research is very important because in addition to the product from husk, namely husk charcoal from burning rice, it is quite economical in addition to being briquettes, husk charcoal can also be used as a planting medium.This study aims to determine the design model and mechanism of a rice husk burning stove that utilizes rice husk waste and used oil as fuel. The results of observations for burning 5 kg of dry rice husks in 38 minutes the average temperature reaches 520oC, the burning rate is 2.27 kg/hour, while burning 5kg wet rice husk takes 57 minutes and the burning rate is 2.47 kg/hour. With the design of the rice husk burning stove, it produces an efficiency of 78.47%. Keyword : Rice Husk, Used Oil, Temperature, And Combustion Furnace
PERBAIKAN MESIN VIDEOJET PT BBC DENGAN PERBANDINGAN INVENTORI DAN FORECAST
Perencanaan merupakan hal penting dalam sebuah tujuan tertentu untuk meminimalisir kesalahan yang akan terjadi, permasalahan yang terjadi berasal dari mesin VideoJet yaitu tidak adanya ketersediaan komponen mesin VideoJet pada saat mesin tersebut mengalami kerusakan dan pengelolaan inventori yang kurang baik yang menyebabkan terjadinya breakdown pada mesin yang ada di PT. BBC khususnya di perusahaan plant 2. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan ketersediaan komponen mesin VideoJet menggunakan output dari metode forecast (fbprophet) untuk perencanaan inventori satu tahun yang akan datang. Metode dalam pengolahan data ini dengan peramalan menggunakan bahasa pemrograman Phtyon dan package fbprophet. Lalu melakukan pengujian untuk melihat keakuratan dari kedua metode tersebut. Hasil Penelitian ini adalah perencanaan ketersediaan komponen satu tahun yang akan datang untuk stok minimal komponen adalah 1 buah dan untuk stok terbanyak 5 buah komponen dengan tingkat akurasi pengujian MAE adalah 0.829, nilai MSE adalah 1.255, dan nilai RMSE adalah 1.120
PENGARUH JENIS TUMPUAN TERHADAP PERPINDAHAN GETAR BALOK ALUMINIUM
Penelitian ini mendikusikan respon dinamis sepanjang balok aluminium dengan memvariasikan jenis tumpuan pada ujung balok. Sebuah alat uji telah didesain untuk digunakan pada uji eksperimental getaran balok untuk tumpuan jepit-bebas, jepit-sederhana, dan jepit-jepit. Bahan yang digunakan dalam pengukuran langsung yaitu balok fleksibel dari bahan Aluminium seri 6061 yang memiliki Panjang 80 cm, tinggi 0,9 cm, dan lebar 2,9 cm. Pada saat pengujian, balok digetarkan dengan menggunakan motor exciter, kemudian dengan menggunakan alat vibration meter, data perpindahan getaran (mm) diukur dengan menempatkan sensor getaran pada posisi 10 cm, 40 cm, dan 70 cm jarak dari tumpuan, sehingga dapat diketahui mode getaran sepanjang balok. Hasil pengujian eksperimental getaran untuk setiap varisi tumpuan adalah sebagai berikut: untuk tumpuan jepit-bebas hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai perpindahan maksimum terdapat pada posisi 70 cm atau berada di ujung balok. Pola yang sama juga untuk tumpuan jepit-sederhana, namun dengan nilai perpindahan getaran lebih rendah dari tumpuan jepit-bebas. Sedangkan untuk tumpuan jepit-jepit, nilai perpindahan maksimum pada posisi tengah balok. Perbedaan jarak dari tumpuan dan variasi tumpuan mempengaruhi kemampuan balok untuk menerima getaran dan akan mempengaruhi pola getaran dari balok. Nilai rata-rata perpindahan getaran jepit-bebas lebih besar dibandingkan tumpuan lain. Ketika balok ditempatkan pada tumpuan jepit bebas maka nilai respon getaran untuk perpindahan getar lebih besar dibandingkan jepit-sederhana, atau dengan kata lain pada tumpuan jepit-bebas, balok lebih sensitif menerima getaran
Analisis Pergantian Alat Pengencang Baut-U 4 Spindel Menjadi 1 Spindel di Station Rear axle PT.Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia
Bolt tightening is a process that is widely and important to use or do in the vehicle assembly process.. Power tools with synchronous systems are powerful equipment that is able to help the process of tightening several bolts simultaneously without human energy. This study aims to analyze the 1 spindle bolt fastener to fasten 4 U-bolts on Rear axle in Axor 4028TT type trucks at PT. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia.The experiment was conducted to test the fastening of the bolt 1 spindle with a replica method of the 4 spindle bolt fastening synchronization system. Sampling used is 6 units with each unit has 4 bolts on the right and left to be compared with the results of U-bolt tightening using the tool 4 spindles.The study used a digital moment key to measure the residual firmness value of the bolt. The data analysis technique is to compare the value of the bolt tightening deviation across two tool systems. The average deviation value on the 1 spindle bolt fastener is 0.31% while on 4 spindles it is 0.13%. The average value of deviations from the digital moment key verification results on 1 spindle is 2.4% while 4 spindles are 3.4%. The results of the comparison showed that the results of fastening bolts 1 spindle provide a deviation of no more than ± 18.6%. Despite having a deviation value greater than 4 spindles, but considering the capacity of units produced in the pandemic period and cost components if tool repairs are made, then the 1 spindle bolt tightening tool is worth considering for use.
ANALISA KEKUATAN TARIK BAHAN KOMPOSIT POLIMER RESIN POLIESTER BERPENGUAT SERAT TEBU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh yaitu kekuatan tarik bahan komposit polimer resin poliester berpenguat serat tebu. Cetakan komposit terbuat dari pelat baja berbentuk persegiempat dengan dengan ukuran 300 x 300 x 30 mm. Serat ampas tebu yang diperoleh dari limbah tebu. Ampas serat tebu diurai dengan melakukan pemukulan untuk melonggarkan serat serta dilakukan pembersihan unsure lignin, wax, pectin dan impurity serat dengan menggunakan larutan NaOH pada konsentrasi 5% dengan waktu perendaman selama 1 jam. Proses pencetakan komposit dilengkapi dengan plat tipis yang berfungsi sebagai stopper (pembatas ketebalan komposit). Hasil penelitian menunjukkan nilai tegangan tarik rata-rata terbesar terdapat pada komposisi campuran 50% serat dan 50% resin yakni sebesar 1.019 Mpa sedangkan nilai tegangan tarik terendah terdapat pada komposisi campuran 20% serat dan 80% resin yaitu sebesar 0.831 Mpa. Pada komposisi campuran 40% serat dan 60% resin memiliki nilai tegangan tarik yang dihasilkan berada pada skala medium antara campuran 50% serat dan 50% resin dan pada komposisi campuran 20% serat dan 80% resin yaitu sebesar 0.885 Mpa. Dimana besarnya volume serat ampas tebu yang terdapat pada komposisi campuran mengakibatkan peningkatan nilai tegangan tarik yang tinggi, begitupun sebaliknya rendahnya volume serat ampas tebu yang terdapat pada komposisi campuran material komposit mengakibatkan rendahnya nilai tegangan tarik yang dihasilkanKata kunci: komposit, serat ampas tebu, tegangan tarik
ANALISIS SIFAT MEKANIK PADA KOMPOSIT SERAT BATANG WIDURI _EPOXY DENGAN MENGGUNAKAN PENGUJIAN UJI TARIK
The term Fiber Reinforced Natural composite is now applied to a wide range of materials that are wholly or partly derived from renewable resources. Keeping up with technological developments is necessary to stop the development of materials that are not safe for the environment. The concept of renewable materials is now becoming very important because of the need to protect the natural environment. The widuri tree (Calostropis gigantea) widuri fiber is a fiber that comes from the thistle plant which can be taken from the widuri seed, the fiber from this widuri seed is very fine so it is suitable for use as textile materials. The purpose of this study was to analyze the mechanical properties of this thistle composite by using two tests, namely tensile and bending tests. The manufacture of this composite uses a resin base mixed with widuri stem fiber which has been soaked in 5% NaOH chemical liquid for 30 minutes with the same dimensions according to ASTM standards. The Tensile test refers to the ASTM D638 standard. The results of the tensile test have a tensile strength of 4.66 N/Keywords: Composite, Tensile Test, Compressive Test, Thistle Fiber, Epoxy Resi
RANCANG BANGUN ALAT SANDBLASTING SEBAGAI PEMBERSIH KOTORAN PADA PERMUKAAN LOGAM
Sandblasting adalah salah satu dari cara pembersihan permukaan terutama logam supaya kotoran seperti karat, oli, dan cat yang terdapat pada permukaan logam dapat dibersihkan. Proses sandblasting dilakukan dengan menembakan bahan abrasive dengan tekanan udara tinggi kepermukaan logam sehingga kotoran yang menempel akan terkikis dan rontok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sebuah alat sandblasting dengan biaya yang terjangkau untuk industri manufaktur kecil menengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi berberapa tahap. Tahap pertama adalah mendesain alat dengan aplikasi gambar teknik serta menentukan alat dan bahan yang diperlukan. Tahap ini juga akan menentukan kenyamanan dan keamanan bagi operator yang mengoperasikan alat sandblasting ini. Tahap kedua adalah merakit alat yang sesuai dengan desain gambar dan alat serta bahan. Tahap terakhir adalah uji coba alat sandblasting dengan menggunakan spesimen plat baja karbon rendah SS400 yang berkarat. Semua tahapan tersebut dilakukan di Laboratorium Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang