DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
KESALAHAN DESAIN RANGKAIAN DAN JAWABAN PADA IMPLEMENTASI COM3LAB VERSI 70013
Com3lab versi 70013 merupakan salah satu modul praktikum teknologi ACI di laboratorium Teknik Elektro Universitas Halu Oleo yang menggunakan animasi untuk memandu praktikan dalam mendesain rangkaian percobaan. Modul Com3lab menyediakan fasilitas report error yang akan muncul secara otomatis, bila terjadi kesalahan dalam pembuatan desain rangkaian atau jika menjawab salah pada sebuah pertanyaan yang diajukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi dalam desain rangkaian pada modul Com3lab versi 70013 dan untuk mengetahui jumlah praktikan yang ideal untuk melaksanakan praktikum. Metode yang digunakan adalah simulasi dengan menggunakan modul Com3lab versi 70013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan desain rangkaian yang sering terjadi diakibatkan oleh salah satu kabel multimeter yang belum terhubung dan kabel yang dipasang terbalik. Jumlah praktikan yang ideal untuk melaksanakan praktikum menggunakan modul Com3lab versi 70013 adalah 2 orang
TREE AS PASSIVE COOLING, AN ALTERNATIVE APPROACH TO ENHANCE THE THERMAL COMFORT IN BUILDING IN SOUTHEAST SULAWESI, A TROPICAL REGION
Reducing the role of the conventional cooling machines into the building to make the thermal comfort is so imperative as their massive energy consumption and their contribution to the global climate change. Shifting into less energy consumed cooling methods using the locally available vegetative sources as passive cooling, can be one of the appropriate methods. The aim of this study is to investigate the influence of trees to the thermal comfort performance in a building in Southeast Sulawesi, a region, geographically, located in the equator line with its high daily solar radiation intensity. It conducts an experiment on a small scale building with various tree configurations. The result shows that the trees provide the effect of lowering temperature and maintaining the relative humidity of air, contributing into making the thermal comfort-ability in the building. A comprehensive discussion, using the Psychometric chart, regarding to the reason for the phenomenon is also presented in this paper
STUDI EKSPERIMEN DAN NUMERIK FENOMENA KAVITASI PADA ALIRAN MELALUI KATUP KUPU-KUPU
Dalam dunia industri, katup kupu-kupu banyak dijumpai sebagai pengatur aliran pada sistem perpipaan. Masalah yang sering dijumpai saat pengoperasian katup yaitu terjadinya penurunan tekanan yang besar antara sisi upstream dan downstream katup. Bila tekanan turun hingga di bawah tekanan uap air akan menyebabkan terjadinya kavitasi. Kavitasi merupakan fenomena hidrodinamis dimana gelembung uap terbentuk kemudian bergerak bersama aliran hingga pecah di daerah yang bertekanan tinggi. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya getaran pada pipa, kebisingan bahkan pengkaratan dan pengikisan material. Kavitasi dapat terjadi pada mesin-mesin fluida seperti pompa, baling-baling kapal dan turbin dan pada perpipaan seperti katup, elbow dan penyempitan tiba-tiba. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dan numerik bertujuan untuk memahami fenomena kavitasi pada aliran yang melalui katup kupu-kupu diameter 2” dengan variasi angka Reynolds 1,1x105 sampai 1,5x105 dan variasi sudut penutupan katup mulai 0o sampai 50o. Secara eksperimen fenomena kavitasi diamati secara visualisasi dan pengukuran penurunan tekanan setelah melalui katup kupu-kupu dan secara numerik menggunakan perangkat lunak CFD yaitu Fluent 6.2. Dari analisa data hasil eksperimen dan numerik diketahui bahwa semakin besar sudut penutupan katup dan bertambahnya angka Reynolds maka penurunan tekanan akan semakin besar. Proses kavitasi terjadi pada angka Reynolds 1,5x105 saat sudut penutupan katup mencapai 50o dengan angka kavitasi mencapai -0,005 dan penurunan tekanan sebesar 96,4 kPa. Pada kondisi ini dapat dilihat terjadi percikan cahaya (flashing) akibat berkumpulnya gelembung-gelembung uap air pada daerah bertekanan rendah sisi downstream katup. Dari hasil visualisasi numerik terlihat bahwa struktur aliran bervariasi pada setiap perubahan sudut katup
IMPLEMENTASI ALGORITMA BLOWFISH UNTUK KEAMANAN DATA SUARA
Teknologi terbaru dalam komunikasi suara merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, Pada beberapa kasus pencurian data, para pelaku pencurian dapat dengan mudah mengambil data dan menguggahnya ke berbagai media secara luas tanpa sepengetahuan dari pemilik data, sehingga mengakibatkan kerugian pada pemiliknya. Salah satu solusi untuk mengamankan data suara tersebut adalah dengan melakukan voice scrambling, yaitu perubahan pada sinyal telekomunikasi untuk membuatnya menjadi tidak dapat diketahui oleh siapapun kecuali oleh pihak yang memiliki alat penerima khusus. Akan tetapi teknik ini memiliki tingkat keamanan yang sangat rendah karena alat penerima sinyal tersebut bisa dimiliki oleh siapa saja. Solusi lain yang memiliki tingkat keamanan jauh lebih tinggi adalah enkripsi suara. Enkripsi dilakukan pada data suara sebelum data suara dikirimkan, sehingga pihak lain yang tidak berhak, tidak dapat memahami data suara yang dikirimkan tersebut meskipun data suara berhasil diakses. Salah satu metode yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi data suara adalah metode Blowfish. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kunci algoritma Blowfish untuk keamanan suara data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian pada pembuatan suatu aplikasi dengan enkripsi dan dekripsi data suara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerahasiaan data menggunakan algoritma Blowfish bergantung pada panjang kunci. Penggunaan kunci lebih fleksibel antara 1 sampai 16 karakter, dimana enkripsi dan dekripsi data dapat berjalan dengan baik pada berbagai operasi sistem. Selain itu, untuk kecepatan enkripsi dan dekripsi tidak membutuhkan waktu yang lama, sesuai dengan besar ukuran data yang dienkrispi dan didekripsikan
PENGARUH ARAH ALIRAN FLUIDA DAN DEBET ALIRAN FLUIDA TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS RATA-RATA HEAT EXCHANGER TIPE PIPA KONSENTRIS
-N
PERANCANGAN ALAT DAN ANALISIS EKSPERIMENTAL GETARAN AKIBAT MISALIGNMENT POROS
Ketidaksejajaran (misalignment) poros menimbulkan getaran yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan dini pada mesin dan selanjutnya memperpendek umur operasi mesin secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar getaran aligment poros, parallel misalignment dan angular misalignment yang berupa data simpangan, kecepatan dan percepatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur getaran pada motor menggunakan vibration meter pada posisi aksial, vertikal dan horizontal. Pada posisi alignment poros, nilai displacement getaran terbesar terdapat pada arah pengukuran aksial dengan nilai 0.134x10-3 m, nilai velocity getaran yang tebesar terdapat pada arah aksial dengan nilai adalah 0.86x10-2 m/s, dan nilai acceleration getaran terbesar juga pada arah aksial dengan nilai 44.4 m/s2. Pada posisi paralel misalignment poros, nilai displacement getaran yang terbesar terdapat pada arah aksial (0.295x10-3 m), nilai velocity getaran vertikal terbesar juga pada arah aksial (1.38x10-2 m/s), dan nilai acceleration getaran yang terbesar juga pada aksial (60.3 m/s2). Pada posisi angular misalignment poros, nilai displacement getaran yang terbesar adalah pada arah aksial (0.301x10-3 m), nilai velocity getaran terbesar adalah pada arah horizontal dengan (1.55 m/s), sedangkan acceleration terbesar terdapat pada arah aksial (63.7 m/s2). Karakteristik dari getaran yang disebabkan oleh angular misalignment pada umumnya sama dengan parallel misalignment. Pada kondisi angular misalignment atau parallel misalignment, amplitudonnya lebih besar pada dua kali putaran poros dibandingkan satu kali putaran poros, dengan getaran terbesar terjadi pada arah aksial
KAJIAN PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR CAIR
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang Alat Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar, mengetahui pengolahan sampah plastik jenis PP (Polypropylene), HDPE ( High Density Polyethylene ), dan PET (Polypropylene Terephtalate ), mengetahui karakteristik bahan bakar yang dihasilkan oleh sampah plastik jenis PP (Polypropylene ), HDPE ( High Density Polyethylene ), PET (Polypropylene Terephtalate ) melalui pengamatan visual. Metode penelitian ini adalah mengetahui waktu dan temperatur nyala api yang digunakan untuk membakar sampah plastik jenis PP (Polypropylene), HDPE( High Density Polyethylene ), dan PET (Polypropylene Terephtalate ), mengetahui jumlah bahan bakar yang digunakan dan jumlah bahan bakar yang dihasilkan, mengetahui temperatur nyala api bahan bakar yang dihasilkan dari sampah plastik jenis jenis PP (Polypropylene), HDPE ( High Density Polyethylene ), dan PET (Polypropylene Terephtalate ), dengan temperatur nyala api bensin dan minyak tanah. Hasil penelitian dilakukan secara visual dengan cara membakar bahan bakar yang dihasilkan dari sampah plastik jenis PP (Polypropylene), HDPE ( High Density Polyethylene ),dan PET (Polypropylene Terephtalate ),dan mengetahui temperatur nyala api dengan temperatur nyala api minyak tanah dan bensin
IMPLEMENTASI TEKNIK VISIBLE WATERMARKING DENGAN METODE ONE-TO-ONE MAPPING PADA CITRA DIGITAL
Teknik Watermarking adalah suatu metode untuk menyisipkan suatu informasi pada suatu data digital dengan tujuan untuk perlindungan kepemilikan dari data tersebut, dengan prinsip menimpakan sebuah tanda yang terlihat secara visual ke dalam objek utama baik berupa logo, simbol atau tanda lainnya. Penelitian ini mengajukan teknik visible watermarking dengan menyisipkan logo watermark ke dalam gambar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-to-One Mapping, yaitu dengan memetakan nilai-nilai piksel gambar dan piksel watermark yang memungkinkan untuk pemulihan gambar dari sebuah gambar ter-watermark menjadi gambar asli. Berdasarkan hasil pengujian, proses penyisipan dan penghapusan watermark dengan metode One-to-One Mapping pada 6 buah citra 24 bit dan 6 citra 1 bit yang masing-masing disisipi watermark dengan intensitas 24 bit, 8 bit dan 1 bit serta citra 8 bit yang disisipi watermark dengan intensitas 8 bit, menghasilkan nilai MSE (Mean Square Error) 0.0 dan nilai PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) infinity atau tak terhingga. Hal ini berarti citra tidak mengalami perubahan kualitas sama seperti citra asli. Sementara, citra denagn 8 bit yang disisipi watermark dengan intensitas 24 bit dan 1 bit dapat menghasilkan nilai MSE dan PSNR yang berbeda-beda, yang berarti citra telah mengalami perubahan kualitas
PENGOLAHAN CITRA PENGUKURAN DISPLACEMENT DENGAN METODE DIGITAL SPECKLE INTERFEROMETRY PADA PLAT PERSEGI
Pengamatan perilaku deformasi material telah banyak dilakukan dengan menggunakan sensor strain-gauge atau Extensometer. Pengamatan secara konvensional ini mempunyai keterbatasan, yaitu hanya dapat mengukur pada titik tertentu saja. Untuk itu dalam penelitian ini digunakan metode optik yang sedang berkembang, salah satunya metode Digital Speckle Interferometry (DSI), yang mampu memberikan gambaran secara lengkap perubahan dalam domain waktu dan ruang. Pada penelitian ini digunakan sebuah plat baja yang berbentuk bujur sangkar yang diberi beban tegak lurus bidang obyek, dengan memberikan displacement awal pada pusat plat. Displacement awal ini digunakan sebagai referensi untuk mengamati distribusi displacement disekitar pusat plat, dengan metode out-off plane displacement dengan bantuan software (Matlab 7). Sebagai pembanding pada penelitian ini dilakukan simulasi berbasis finite element dengan menggunakan software Ansys
STUDI EKSPERIMEN FERMENTASI BIOGAS ECENG GONDOK
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji biogas dari eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif. Alat fermentasi biogas eceng gondok ini dirancang sangat sederhana menggunakan drum plastik isi 100 liter sebagai tempat fermentasi, dan penampung gas terbuat dari wadah tempat air minum 19 ltr serta ember cet bekas 20 liter. Eceng gondok bersih dan telah dirajang sebesar 20 kg di masukkan ke dalam reaktor, dan dicampur dengan 20 liter air (komposisi 1:1) lalu diaduk merata. Lama fermentasi di lakukan selama 12 hari, Temperatur luar ruanganan juga di ukur dengan menggunakan thermometer ruang. Biogass diuji dengan dibakar pada mata kompor yang ada di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat hari ke enam fermentasi biogass eceng gondok, dengan temperetur lingkungan rata-rata 32,5oC dapat menyalakan kompor sekitar 3 menit, hari ke enam dapat menyala sekitar 8,1 menit sedangkan untuk hari ke delapan dapat menyalakan kompor sekitar 13,1 menit dan hari ke dua belas dapat menyalakan kompor selama 23,1 menit, kemudian pada ke 14 dan ke 16 hari fermentasi sudah tidak ada penambahan gas baru. Dengan demikian biogas bahan baku eceng gondok berpotensi dapat menjadi bahan bakar alternatif rumah tangga