DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELISTRIKAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) KAWASAN PERKANTORAN KABUPATEN KONAWE SELATAN
Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan suatu fasilitas umum yang sangat diperlukan bagi masyarakat pada waktu malam hari atau suasana kurang cahaya (gelap). PJU juga memiliki fungsi untuk mengurangi kecelakaan di jalan khususnya daerah perkotaan. Konawe Selatan merupakan salah satu daerah yang sedang berkembang di Sulawesi Tenggara, yang masih membutuhkan banyak fasilitas PJU. Pembangunan sektor ekonomi, infrastruktur dan sosial di daerah ini telah mendorong kebutuhan penerangan. Salah satu fasilitas infrastruktur yang sedang tumbuh di Konawe Selatan adalah perkantoran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kelistrikan lampu PJU di perkantoran di Andoolo Konawe Selatan. Parameter dalam penelitian ini adalah dimensi, level iluminasi, konsumsi energi listrik dan biaya investasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan survei di lapangan pada jalan yang ada di kawasan perkantoran di Andoolo, dan perhitungan secara matematik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggi tiang lampu optimal adalah 9 m dengan segi 8, dan level illuminasi 92,7 lux. Pemakaian energi listrik lampu PJU adalah sebesar 78350 VA, dengan biaya investasi sebesar Rp.1.374577.310-,
KAJIAN PRESTASI DAN EKONOMISITAS BRIKET BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi termal dan ekonomisitas dari bahan bakar briket batubara. Dengan menggunakan briket dan kompor yang telah ada di pasaran, bahan bakar briket batubara digunakan untuk memanaskan air dengan massa 10 kg, 5 kg dan 1 kg. Hal yang sama juga dilakukan pada kompor yang menggunakan miyak tanah dan elpiji. Dalam proses pemanasan ini temperatur air,nyala api diukur dengan menggunakan termokopel setiap 5 menit hingga temperatur air mencapai 100oC. Kemudian temperatur udara sekeliling juga diukur dengan termometer raksa. Setelah itu massa bahan bakar dan air yang diuapkan diukur. Berdasarkan penelitian ini, temperatur nyala briket batubara mengalami kenaikan yang relatif lambat hingga memerlukan waktu yang relatif lama untuk mendidihkan air sedangkan jika menggunakan bahan bakar elpiji dan minyak tanah kenaikan temperaturnya relatif cepat dan mendidihkan air relatif cepat. Prestasi Termal dan keekonomian briket batubara pada pemanasan yang relatif lama (di atas 80 menit) dan atau pada beban pemanasan yang besar (di atas 5 kg air) diperoleh prestasi termal dan ekonomisitas yang lebih baik. Sedangkan pada beban pemanasan yang relatif ringan atau singkat, pemanasan dengan elpiji dan minyak tanah diperoleh prestasi termal dan ekonomisitas yang lebih baik
PENGEMBANGAN METODE PERAMALAN KINERJA RESERVOIR CBM BERDASARKAN PRODUCTION ACTUAL DATA (GAS WATER RATIO PLOTTING)
Kebutuhan energi di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya bertambah dengan cepat. Gas Metana Batubara (Coalbed Methane - CBM) dapat digunakan sebagai energi alternatif mendampingi energi fosil (minyak dan gas bumi). Indonesia berpotensi mempunyai sumberdaya CBM sangat besar (diperkirakan sebesar 450 TSCF) yang menyebar di berbagai kepulauan di Indonesia. Metode eksploitasi dan pengembangan CBM (unconventional gas) berbeda dengan yang biasa dilakukan pada reservoir gas bumi (conventional gas), sehingga banyak metode atau masalah-masalah teknis yang masih perlu terus diteliti. Peramalan kelakuan (performance) produksi gas dan air baik pada reservoir unconventional Coalbed Methane (CBM) saat awal reservoir ditemukan maupun semasa produksi selalu diperlukan untuk dapat secara baik mengelola reservoir tersebut dimasa depan. Laju alir tersebut merupakan fungsi dari karakteristik reservoir batubara (baik karakteristik statik maupun dinamik). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode dan tatacara atau panduan (guidelines) di dalam memprediksi laju alir gas dan air, berdasarkan suatu plotting function misalnya: Cumulative Gas Water Ratio, Gp (Kumulatif Produksi Gas), serta waktu, untuk masa produksi yang telah lanjut (mature)
KAJI EKSPERIMENTAL GETARAN BALOK KOMPOSIT EPOKSI YANG DIPERKUAT SERAT IJUK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa frekuensi pribadi (wn ), dan kekakuan (k) pada balok komposit serat ijuk, (2) menentukan modulus Elastisitas (E) melalui pengujian tarik. Metode penelitian adalah metode spectrum untuk analisa eksperimental menggunakan lima posisi exciter dan menggunakan tumpuan bebas (kantilever) yang terbuat dari komposit epoksi yang diperkuat dengan serat ijuk dalam bentuk bolak-balik dengan panjang 50 cm, lebar 3 cm, dan ketebalan 2cm. Setiap komposit terdiri dari tiga jenis laminasi yakni: 0°/0° , 0°/45°, dan 0°/90°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi pribadi (wn), kekakuan (k), modulus elastisitas (E) dipengaruhi oleh laminasi serat. Nilai dari frekuensi pribadi (wn), dan kekakuan(k) menurun terhadap peningkatan jarak dari posisi exciter dan tumpuan kantilever. Secara eksperimental, nilai frekuensi pribadi (wn), dan kekakuan (k) yang diperoleh lebih besar dari pada nilai yang diperoleh secara numerik
SISTEM PEMBANGKIT TENAGA SURYA SEBAGAI PENGGANTI DAYA LISTRIK PADA PERUMAHAN BTN ANAWAI KENDARI
Kinerja sistem listrik tenaga surya dapat tergantung pada kapasitas modul yang terpasang. Semakin besar modul, maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar karena semakin banyak energi radiasi matahari yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan energi listrik dan menentukan kapasitas modul yang digunakan pada skala rumah tangga di BTN Anawai Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan perhitungan matematika dan eksperimen pada sebuah rumah yang dilengkapi dengan modul surya di BTN Anawai Kendari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebutuhan listrik untuk rumah adalah sekitar 2053 Watt-Jam per hari. Jumlah modul yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik ini bervariasi, tergantung dari kapasitas setiap modul modul. Untuk kapasitas 50 Wp (Watt-Peak), jumlah modul yang dibutuhkan adalah 8 buah, untuk kapasitas 80 Wp jumlah modul yang dibutuhkan adalah 5 buah, sedangkan untuk kapasitas 100 Wp, jumlah modul yang dibutuhkan adalah 4 buah
PROSES PEMBUATAN BRIKET BERBASIS KULIT SINGKONG DAN KAJIAN EKSPERIMEN PARAMETRIS PENGARUH BAHAN PEREKATNYA TERHADAP NILAI KALOR DAN LAJU PEMBAKARAN
Teknologi briket berbasis kulit singkong dapat berkontibusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional dan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu bagian penting dalam menentukan kualitas briket sebagai bahan bakar adalah bahan perekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh bahan perekat terhadap laju pembakaran dan nilai kalor briket kulit singkong dan untuk menjelaskan proses pembuatanya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen pada benda uji briket kulit singkong. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa briket dengan perekat tepung tapioka memiliki nilai kalor yang terbesar (180.8749 J/gr), diikuti oleh briket dengan perekat tanah liat (143.1996 J/gr ) dan briket dengan perekat tepung sagu (128.6978 J/gr). Laju pembakaran dengan perekat tanah liat adalah 0.56 gr/menit, sedangkan briket dengan perekat tepung sagu adalah 0.43 gr/menit dan briket dengan perekat tepung tapioka adalah 0.36 gr/menit. Proses pembuatan briket berbasis kulit singkong juga dijelaskan mendalam dalam artikel ini
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT KAKAO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi briket antara arang tempurung kelapa dan arang kulit kakao terhadap karakteristik briket. Komposisi arang tempurung kelapa dan arang kulit kakao pada masing-masing perekat adalah : 80% arang tempurung kelapa : 20% arang kulit kakao, 70% arang tempurung kelapa : 30% arang kulit kakao, 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao dan 100% arang tempurung kelapa. Tekanan dijaga pada 2500 Psi. Kesimpulan yang diperoleh adalah : Densitas maksimum 0,716 gr/cm3 (komposisi 100% arang tempurung kelapa), densitas minimum 0,512 gr/cm3 (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao); kadar air maksimum 10,23% (komposisi 100% arang tempurung kelapa), kadar air minimum 6,74% (komposisi 80% arang tempurung kelapa : 20% arang kulit kakao), komposisi briket 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao paling cepat terbakar (28,7 detik untuk massa briket 2,26 gram), briket 100% arang tempurung kelapa paling lambat terbakar (38,2 detik untuk massa briket 3,042 gram); lama briket menyala maksimum adalah 6,14 menit untuk 15,8 gram briket (komposisi 100% arang tempurung kelapa), lama briket menyala minimum adalah 2,16 menit untuk 11,3 gram briket (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao); nilai kalor maksimum 5442,17 calori/gram (komposisi 100% arang tempurung kelapa0, nilai kalor minimum 5012 calori/gram (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao)
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DINAMOMETER TIPE PRONY BRAKE UNTUK SARANA PRAKTIKUM PRESTASI MESIN
Perancangan dan pembuatan dinamometer tipe Prony-Brake digunakan untuk memenuhi sarana praktikum prestasi mesin untuk mahasiswa tingkat 3 di Jurusan Teknik Mesin S-1 Sekolah Tinggi Teknologi YBSI Kota Tasikmalaya. Kegiatan penelitian ini dibagi ke dalam tiga tahapan utama, yaitu perancangan atau konsep desain, pembuatan alat dan pengujian alat secara fungsional. Prestasi sebuah mesin atau motor bakar merupakan salah satu indikator utama dalam motor bakar. Pengukuran prestasi mesin dapat dilakukan dengan bantuan suatu alat, salah satunya adalah dinamometer. Salah satu jenis dinamometer yang sederhana adalah jenis Prony-Brake. Dinamometer Prony-Brake yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan motor bakar bensin 4 langkah merek Kosoku kapasitas 163cc dengan daya 5,5 HP. Prinsip kerja dinamometer Prony-Brake adalah memberikan beban pengereman pada sebuah mesin. Dengan menggunakan prinsip-prinsip mekanika teknik, dinamika teknik dan termodinamika, maka prestasi mesin tersebut dapat dianalisis dan diketahui dengan relatif akurat. Pengujian alat merupakan tahap akhir dalam penelitian ini yang paling krusial, yang meliputi perakitan (stack-up test) dan uji fungsi. Hasil uji stack-up telah sesuai desain awal. Sementara pada uji fungsi dipilih variasi bahan bakar premium dan gasohol E-10 dengan maksud untuk mengetahui tingkat diferensiasinya. Hasil akhir pengujian fungsi menunjukkan bahwa alat telah bekerja sesuai desain dengan parameter yang dapat diukur adalah putaran mesin, suhu mesin, konsumsi bahan bakar, daya, tekanan efektif dan efisiensi termal. Hasil akhir pengujian menunjukkan adanya diferensiasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa dinamometer Prony-Brake yang dirancang telah berfungsi secara optimal.