DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
Penentuan Jadwal Perawatan Mesin Pompa melalui Analisis Keandalan pada PDAM Gunung Lipan, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur
PDAM Gunung Lipan Samarinda Seberang adalah perusahaan yang menyediakan pasokan air minum di Samarinda. Salah satu bagian yang penting dalam proses produksi air adalah mesin pompa. Jenis mesin pompa yang digunakan dalam PDAM Gunung Lipan Samarinda Seberang adalah Grundfos I, Grundfos II, dan Grundfos III. Semakin sering mesin pompa digunakan, maka akan dapat menurunkan kinerja pompa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penentuan jadwal pemeliharaan untuk mesin pompa. Penelitian ini dimulai dengan menghitung Time To Failure (TTF) dan Time To Repair (TTR) pada setiap mesin. Tahap selanjutnya adalah menghitung keandalan setiap mesin dengan mempertimbangkan distribusi probabilitas kegagalan mesin. Tahap terakhir adalah menentukan jadwal pemeliharaan di setiap mesin pompa berdasarkan perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan Grundfos I adalah 0.705 di hari ke-16 dari operasi, keandalan Grundfos II adalah 0.700 di hari ke-24 dari operasi, dan keandalan Grundfos III adalah 0.703 di hari ke-19 dari operasi. Jadwal pemeliharaan untuk mesin Grundfos I adalah maksimum setiap 45 hari dengan waktu perbaikan maksimum 2.834 jam, jadwal pemeliharaan untuk mesin Grundfos II adalah maksimum setiap 47 hari dengan waktu perbaikan maksimum 1.001 jam, sementara jadwal pemeliharaan untuk mesin Grundfos III maksimum setiap 53 hari dengan waktu perbaikan maksimum 6.203 jam
Kajian Jejak Emisi Karbon-Dioksida di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung jumah emisi karbon-dioksida yang dihasilkan di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Indonesia. Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan emisi yang dihasilkan oleh penggunaan listrik dan emisi kendaraan dengan menggunakan nilai faktor emisi dari beberapa referensi. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo pada bulan April sampai Juli 2015. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa jumlah rata-rata emisi karbon yang dihasilkan dari pemakaian listrik adalah sebesar 826.8 Kg CO2, yang didapatkan dari penggunaan listrik sebesar 0.78 x 1000 KWH per-hari. Jumlah emisi karbon dari sektor kendaraan per-harinya adalah sekitar 30.22 kg CO2, yang didapatkan dari penjumlahan total emisi per-hari dari mobil dan motor. Jumlah keseluruhan emisi karbon di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo adalah sebesar 857.02 kg CO2 per hari, atau 0.13 ton CO2 per-tahun per-kapita, yang masih lebih rendah daripada emisi karbon per-kapita di Indonesia (2.3 ton CO2 per-tahun).
The Combustion Behavior and Emission of the Carbonized Biomass-Lignite Blended Briquettes
The biomass briquette is an alternative energy resource for the home industries as well as the power generations in many countries. In this study, the combustion behavior and emission characteristic of bio-briquettes from carbonized biomass (e.q.; Rice-hull and teak wood) and lignite coal blended are comprehensively investigated. The biomass used in this study consists of 50% rice husk and 50% teakwood. The biomass (B) and lignite (C) were mixed together with a composition of 50% C/B, 70% C/B and 100% C/B respectively. All compositions were added with 30% binder from cassava. Each composition was selected 3 grams, 4 grams and 5 grams to be briquetted inside a cylindrical molding (17 mm diameter) and pressed under 100kg/cm2. The bio-briquettes are dried naturally at atmospheric temperature for 4 days before examined. The combustion performance and emission characteristics of each type of briquettes were investigated in a cylindrical combustion furnace equipped with measurement devices such as mass balance, thermocouple and exhaust gas analyzer. The burning rate and furnace temperature of each fuel composition were measured during the combustion process. An analysis was performed from the comparison of the data recorded in the form of graphs and tables. Emissions of the bio-briquettes combustion were examined using digital smoke analyzer, MEXA Analyzer, during the combustion process. The results of the study indicate that additional of the biomass carbonized into bio-briquettes offers the advantageous on combustion rate and emissions pollution. The rapid increase in the temperature in the combustion chamber was affected by the reaction rate between a fuel and oxygen as well as the size of fuel burned. The smaller the briquettes results in the faster the burning process and leads the higher the temperature in the combustion chamber
Pengaruh Variasi Debit Aliran Fluida Dingin terhadap Efektivitas Penukar Kalor WL110 tipe Concentric Tube dengan Metode NTU
Mesin penukar kalor merupakan alat yang memungkinkan terjadinya perpindahan energi antara dua fluida yang memiliki perbedaan suhu. Penggunaan penukar kalor sangatlah luas diantaranya radiator kendaraan, pembangkit tenaga listrik, sistem refrigerasi dan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi laju aliran massa pada fluida dingin terhadap efektivitas penukar kalor tipe WL 110. Pengambilan data dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Mesin Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan debit aliran fluida dingin dapat meningkatkan kapasitas penukar baik fluida panas maupun fluida dingin. Kapasitas kalor maksimum (Cc.max = 104,12 J/ 0C) diperoleh pada debit aliran 90 liter / jam, dan kapasitas kalor minimum (Cc.min = 57,88 J/0C) pada debit aliran 50 liter / jam. Peningkatan debit aliran fluida dingin memberikan pengaruh terhadap efektivitas penukar kalor. Efektivitas penukar kalor maksimum (0,39) pada debit aliran 90 liter / jam, dan efektivitas penukar kalor minimum (0,34) pada debit aliran 50 liter / jam
Sistem Kendali Penerangan Ruangan Untuk Mengurangi Konsumsi Energi Listrik dengan Pemanfaatan Android dan Bluetooth
Efisiensi penggunaan listrik merupakan salah satu aktivitas penting saat ini, karena keterbatasan dan dampak negatif terhadap lingkungan dari sumber-sumber energi fosil yang digunakan saat ini. Salah satu komponen yang mengkonsumsi energi listrik adalah penggunaan penerangan ruangan. Pengaturan pengoperasian penerangan kebanyakan dilakukan secara manual, dimana kurang efektif dan efisien. Hal ini disebabkan sistem kendali manual bergantung kepada seorang atau beberapa operator untuk menghidupkan atau mematikannya. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem kendali penerangan ruangan, yaitu menyalakan dan memadamkan serta mendeteksi penghuni dalam ruangan melalui smartphone android dan Mikrokontroler dengan memanfaatkan koneksi bluetooth. Teknologi keduanya dapat menciptakan sebuah alat dengan sistem yang dapat mempermudah dalam hal pengendalian listrik. Handphone android akan digunakan sebagai sentral pengendali (Tx) dengan penekanan tombol instruksi pada aplikasi yang dibangun pada android sebagai interface ke sistem mikrokontroler. Aplikasi dibangun dengan menggunakan metode pengembangan prototype sehingga dapat mengefisienkan waktu pengerjaan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tujuan. Program sistem kendali yang dibuat dapat dijalankan pada sistem operasi android, yang dapat difungsikan menyalakan dan memadamkan lampu sebanyak 3 buah. Pada pengujian yang dilakukan dengan menggunakan halangan dan tanpa halangan didapatkan jarak maksimal untuk pengontrolan dengan menggunakan halangan dapat berjalan dengan baik pada jarak ± 9 m, dan untuk pengujian tanpa halangan pengontrolan dapat berjalan baik hingga jarak ± 25 m
Kajian Dampak Pengembangan BTS (Base Transceiver Station) terhadap Kondisi Wilayah dan Lingkungan di Kota Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan menara BTS terhadap kondisi wilayah dan kondisi lingkungan di Kota Kendari. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan aplikasi GIS Arc Map Versi 9.3 serta mengunakan analisis kuantitatif yang diperoleh dari hasil wawancara kepada responden, survei institusional dan survei di lapangan (masyarakat di sekitar lokasi Tower BTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan menara BTS yang ada di Kota Kendari mempengaruhi kondisi wilayah, yaitu penggunaan lahan semakin meningkat, pertambahan rumah di sekitar menara/tower BTS, pertambahan ruas jalan dan pertambahan panjang jalan. Dari tiga kecamatan sampel, perubahan lahan terjadi di Kecamatan Kadia dengan pertambahan rumah, dan di Kecamatan Kambu dan Abeli dengan pertambahan ruas jalan dan panjang jalan. Pembangunan menara/tower BTS dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya adalah masyarakat merasakan keresahan terhadap bahaya robohnya menara/tower BTS, sedangkan dampak positifnya adalah dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, seperti pendapatan bagi warga yang menjual pulsa, dan mempermudah mengakses internet dan akses informasi dengan lebih cepat
Rancang Bangun Mesin Pelubang Kayu untuk Industri Mebel Skala Mikro dan Kecil
Mesin pelubang kayu yang sering digunakan pada industri mebel skala mikro dan kecil saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Pelaku usaha sebgian besar masih menggunakan mesin seadanya untuk menekan biaya investasi, sehingga baik dari segi efisiensi kinerja mesin maupun dari segi kecepatan produksi sangat rendah. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan perancangan dan pembuatan prototype mesin pelubang kayu yang berbiaya murah, namun dapat mempercepat proses pembuatan lubang, meningkatkan produksi harian dan memperoleh kualitas pemotongan yang lebih presisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat prototype mesin pelubang kayu yang berbiaya murah, namun dapat mempercepat proses pembuatan lubang, meningkatkan produksi harian dan memperoleh kualitas pemotongan yang lebih presisi bagi industri mebel skala mikro dan kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan desain rancangan dan gambar kerja, dan pembuatan komponen mekanik dan kelistrikan, serta pendukung mesin dengan mempertimbangkan penggunaan bahan-bahan yang mudah diperoleh di pasaran. Hasil pengujian yang dilakukan pada 2 bengkel usaha mebel yang berbeda menunjukkan bahwa dengan menggunakan mesin tersebut dalam pembuatan lubang berukuran 12mm x 90 mm dengan kedalaman 70 mm, terjadi penurunan waktu proses rata-rata 1.03 menit dibanding jika menggunakan mesin yang selama ini digunakan. Dari aspek tigkat kepresisian, hasil pengukuran sepanjang lubang menunjukkan bahwa selisih antara ujung lubang hanya terpaut sekitar dari 0.1mm
Modifikasi Desain Dimensi Silinder Bucket pada Hydraulic Excavator PC 1250-7
Dunia industri alat berat di Indonesia telah dimulai pada medio tahun 1990-an. Salah satu perusahaan alat berat , PT. United Tractor, Tbk. telah memulainya dengan jual beli dan sewa alat berat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu jenis alat berat tersebut adalah Hydraulic Excavator, yang berfungsi untuk menggali tanah, membuat parit dan memuat material ke dump truck atau kayu ke trailer. Konstruksi excavator bagian atasnya (upper structure) mampu berputar (swing) 360º, sehingga alat ini sangat lincah untuk penggalian dan pemindahan tanah atau material lainnya pada areal sempit. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi analitik dimensi silinder bucket pada hydraulic excavator PC 1250-7, sehingga nantinya dapat ditentukan besaran dimensi silinder pada alat berat tersebut
Studi Bahan Isolator berbahan Dasar Limbah Batubara Bottom Ash
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konduktivitas panas dan kuat tekan campuran limbah bottom ash, tanah liat dan gypsum untuk bahan isolator. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan campuran bahan isolator dengan komposisi bottom ash, tanah liat dan gypsum. Ada dua bentuk spesimen yang dibuat dalam penelitian ini yakni bentuk plat dan bentuk silinder. Pada sampel bentuk silinder dilakukan pemanasan 160 oC selama 3 jam. Uji konduktivitas termal menggunakan metode langsung dimana spesimen plat uji diberikan fluks panas lampu halogen 150W dalam wadah tertutup, sedangkan spesimen silinder dilakukan uji kuat tekan dengan standar ASTM C165-95. Densitas spesimen juga ditentukan dengan uji prinsip Archimedes. Hasil pengujian sampel menunjukan bahwa komposisi bottom ash yang tinggi menunjukkan konduktivitas termal yang lebih rendah (isolator yang baik), sedangkan penambahan tanah liat menunjukan kuat tekan yang lebih baik
Studi Pengembangan Desain Teras Reaktor Nuklir Riset 2 MWTH dengan Elemen Bakar Plat di Indonesia
Reaktor TRIGA Bandung merupakan reaktor yang diprediksi dapat dijadikan reaktor penyangga. Namun reaktor ini mempunyai kendala karena terbatasnya jumlah elemen bakar yang ada. Sementara itu, produksi elemen bakar TRIGA di luar negeri sudah ditutup. Mengingat Indonesia mempunyai kemampuan dalam memproduksi elemen bakar nuklir untuk reaktor riset berbahan bakar plat maka diusulkan untuk memodifikasi teras reaktor TRIGA Bandung dari teras berbahan silinder menjadi teras berbahan bakar plat. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi pustaka pengembangan desain teras reaktor nuklir riset 2 MWth. Hasil riset yang telah dilakukan saat ini lebih mengarah ke kajian neutronik di teras reaktor menggunakan elemen bakar plat, sehingga untuk langkah selanjutnya diperlukan riset ke arah kajian termohidrolika. Dengan ini diharapkan dapat diperoleh desain teras reaktor nuklir riset 2 MWth yang lebih optimal dengan menggunakan elemen bakar plat sebagai pengganti elemen bakar silinder