Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
    256 research outputs found

    KARAKTERISTIK SPASIAL HUJAN PADA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM PENGHUJAN DI JAWA TIMUR

    No full text
    Artikel memaparkan karakteristik spasial hujan-bulanan di Jawa Timur.  Analisa dilakukan dengan membedakan karakteristik hujan bulanan pada musim kemarau dan musim penghujan.  Data hujan dari 943 stasiun hujan yang mencakup seluruh wilayah Jawa Timur digunakan untuk analisa. Data hujan bulanan tersebut selanjutnya dibagi menjadi dua bagian: (1) musim kemarau, dan (2) musim penghujan. Selanjutnya, analisa stasitik spasial dilakukan dengan menggunakan fitur Exploratory Spatial Data Analysist (ESDA) yang ada pada ArcGIS Geostatistical Analyst. Fitur ESDA yang digunakan, meliputi : Trend Analisys, QQPlot, Histogram, dan Voronoi Map. Distribusi spasial hujan bulanan selanjutnya diinterpolasi dari titik-titik pengukuran menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weightin (IDW).  Hasil analisa menunjukkan bahwa distirbusi spasial hujan pada musim penghujan tidak merata. Wilayah di bagian selatan Jawa Timur (Tulungagung, Blitar, Kediri, Pacitan, Jember, Probolinggo,  dan Malang) menerima curah hujan lebih banyak. Analisa juga menunjukkan adanya perbedaan awala musim kemarau di internal wilayah Jawa Timur.  Kata kunci : karakteristik spasial, hujan bulanan, EDSA, Jawa Timur

    PEMIPIL JAGUNG SEMI MEKANIS KAPASITAS SKALA MENENGAH

    No full text
    Alat pemipil jagung telah berkembang di Indonesia mulai dari alat pemipil jagung sangat sederhana sampai alat pemipil jagung mekanis. Namun alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah belum berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 2 rancangan alat pemipil  jagung dengan kapasitas skala menengah dan mengembangkan rancangan alat pemipil baru.  Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan 2 rancangan alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat yang lebih berat dengan kontruksi lebih lebar akan lebih stabil dan alat yang dioperasikan dengan posisi jongkok akan lebih cepat lelah dari pada dioperasikan pada posisi berdiri. Persentase biji jagung terpipil lebih baik dengan ruang pemipil yang elastis. Hasil pemipilan diperoleh 98,2 % jagung baik dan 1,48 % jagung rusak. Beban tarik untuk mengoperasikan 1-4 bonggol jagung di dalam ruang pemipil adalah 5,58-10,76 kg gaya. Kapasitas pemipilan  80,8 kg jagung tongkol per jam. Kata kunci : jagung, alat pemipil jagung, tenaga operasi, kapasitas dan jagung rusa

    ANALISIS JEJAK AIR PRODUKSI BERAS ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYA

    No full text
    Produksi beras organik diduga berdampak terhadap ketersediaan air.  Penelitian menggunakan pendekatan analisis jejak air (water print) untuk mengidentifikasi total konsumsi air  dalam proses produksi beras organik di Desa Mangunreja dan Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil perhitungan nilai water footprint pada proses budidaya dan proses produksi beras organik di kedua desa menunjukan bahwa Nilai water footprint beras organik lebih kecil (822,2 m3/ton) daripada nilai water footprint beras non-organik (2.304,6 m3/ton). Kata kunci: jejak air, produksi beras organik, konsumsi sumber daya ai

    DAMPAK PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP LAJU PENINGKATAN EROSI (STUDI KASUS DI DAS SAYANG)

    No full text
    Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani sekitar hutan produksi, tetapi apabila tidak diawasi dalam pelaksanaanya justru terjadi peningkatan erosi yang disebabkan alih fungsi lahan hutan produktif menjadi pertanian intensif.  Tujuan  penelitian  menentukan erosi yang terjadi saat ini dan memprediksi besarnya erosi di DAS Sayang akibat adanya alih fungsi lahan hutan Pinus menjadi lahan pertanian intensif.  Analisis yang dipergunakan adalah analisis spasial dan penentuan erosi mempergunakan model n model AGNPS (Agricultural Non-Point Source). Hasil penelitian: Model AGNPS dipergunakan untuk untuk pendugaan erosi dan sedimentasi dengan tingkat kesalahan  lebih kecil 10 %. Tingkat erosi di DAS Sayang saat ini telah melebihi batas yang diijinkan yaitu sebesar 43.35 ton/ha/tahun dan laju sedimentasi pada outlet sebesar 4.58 ton/ha/tahun, serta nilai SDR sebesar 10 %. Alih fungsi hutan pinus 10% akan meningkatkan erosi 2,205 ton/ha/tahun dan sedimentasi 0,4 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 20%  menjadi pertanian intensif meningkatkan erosi 5,58 ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,05 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 30 % menjadi pertanian intensif  meningkatkan erosi sebesar 8,1 ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,57 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 40 % meningkatkan  erosi 11,95  ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,02 ton/ha/tahun. Kata kunci: alih fungsi lahan, erosi, model spasial, simulasi

    POLA PENINGKATAN KEKERASAN KULIT BUAH MANGGIS SELAMA PENYIMPANAN DINGIN

    No full text
    Pengerasan kulit merupakan indikator kerusakan pada penyimpanan buah manggis yang berkaitan dengan kandungan air pada kulit buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kalibrasi NIR untuk memprediksi kadar air kulit buah manggis selama penyimpanan dan menentukan pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air selama penyimpanan menggunakan reflektan NIR. Metode eksperimental deskriptif digunakan dalami 2 tahapan pengamatan. Pada tahap pertama 88 buah manggis masing-masing disimpan pada temperatur pada 8 ºC dan 13 ºC selama 40 hari, dan 128 lagi disimpan pada suhu ruang 27 ºC selama 22 hari. Pengukuran reflektan, kadar air, dan kekerasan kulit buah dilakukan pada hari ke-0, 1, 2, 4, 8, 16, 24, 28, 32, 36, dan 40 pada penyimpanan suhu 8 ºC dan 13 ºC, dan pada hari ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, dan 22 penyimpanan pada suhu ruang 27 ºC. Pada tahap kedua 10 buah manggis masing-masing disimpan pada 8 ºC, 13 ºC selama 28 hari, dan pada suhu ruang selama 16 hari sebagai sampel monitoring. Reflektan diukur pada hari ke-0, 2, 4, 8, 16, 24 dan 28 pada penyimpanan dingin dan pada hari ke-0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, dan 16 pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan optimum buah manggis pada 13 ºC dan 8 ºC adalah selama 28 hari dan pada suhu ruang selama 16 hari. Kadar air kulit buah menurun selama penyimpanan sedangkan kekerasan kulit buah menurun di awal dan meningkat di akhir penyimpanan pada ketiga suhu penyimpanan. Pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan NIR dengan persamaan y=0,0045x2–0,126x+3,64 (R2=87,4 %) untuk penyimpanan pada suhu 13ºC dan persamaan y=0,0138x2–0,218x+2,69 (R2=70,1 %) pada suhu ruang. Kata kunci: buah manggis, pengerasan kulit, kadar air, NIR spectroscop

    PENGARUH IMBANGAN TEPUNG RASI (Manihot utilissima) DAN TERIGU TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TEPUNG SIAP PAKAI (CAKE MIX)

    No full text
    Pemanfaatan tepung rasi dalam pembuatan tepung siap pakai belum dilakukan sehingga untuk meningkatkan kegunaan tepung rasi sebagai sumber pangan perlu diketahui batas maksimal penambahan tepung rasi dalam pembuatan tepung siap pakai untuk dapat menghasilkan produk olahan yang baik dan dapat diterima konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung rasi dan terigu yang digunakan dalam pembuatan tepung siap pakai sehingga dihasilkan tepung siap pakai dengan karakteristik yang baik dan bila diaplikasikan pada produk pemanggangan tertentu menghasilkan produk yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan tepung rasi dan terigu, yaitu 35:65, 45:55, 55:45 dan 65:35. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung rasi dan terigu 55:45 memberikan hasil yang terbaik dengan kandungan kadar air 11,58%, daya serap air 34,40%, pengembangan 142,98%, kadar serat kasar 4,66%, kadar protein 5,76%, berwarna kuning cerah, ukuran partikel ≤ 60 mesh dan memiliki sifat organoleptik (rasa, warna, tekstur dan kenampakan keseluruhan) yang disukai oleh panelis. Kata kunci: Tepung rasi, Terigu, Tepung siap paka

    KAJIAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5°C) PADA NASI TANAK BERULANG DARI BERAS VARIETAS CIHERANG TERHADAP NILAI KALORI DAN BEBERAPA KARAKTERISTIK LAIN

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu menentukan lama penyimpanan suhu rendah (5 °C) nasi tanak berulang terbaik dari beras varietas Ciherang yang memiliki nilai kalori rendah dan karakteristik yang masih layak untuk dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan variabel bebas lama penyimpanan pada suhu rendah (5 °C) mulai dari 0 hari hingga 20 hari. Variabel yang diamati adalah kadar amilosa, intensitas warna, kadar air, tekstur, kadar glukosa, nilai kalori, dan uji organoleptik. Nasi kering terretrogradasi yang masih layak untuk dikonsumsi yaitu nasi hasil tanak berulang 3 kali yang disimpan pada suhu 5 °C paling lama 8,05 hari, dengan karakteristik warna nasi kering agak putih cerah kekuningan, warna nasi putih sedikit cerah kekuningan, aroma nasi tidak menyimpang, rasa nasi hambar sedikit aftertaste manis, tekstur nasi sedikit keras, kadar amilosa 23,06 %, kadar air 10,43 %, kadar glukosa 1,893 %, nilai kalori 300,3 kkal/100 gram, kadar abu 0,29 %, kadar protein 6,82 %, kadar lemak 0,37 %, dan kadar serat kasar 0,43 %. Kata kunci :  retrogradasi pati, penyimpanan suhu rendah, nilai kalor

    PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK

    No full text
    Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel  dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup  metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,                    DAS Citari

    PENGGUNAAN BUDGET MODEL UNTUK MERANCANG IRIGASI KALENDER TANAMAN JAGUNG PADA TANAH TEKSTUR LEMPUNG BERPASIR UNTUK DAERAH IKLIM PALEMBANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air tanaman lahan kering serta penjadwalan irigasi. Sebagai indikator tanaman, digunakan tanaman jagung ntuk simulasi komputer.  Data iklim harian diambil dari Stasiun Kenten Palembang.  Neraca air di bawah  zona akan dianalisis menggunakan bantuan model komputer BUDGET. Jenis tanah adalah ultisol adalah dengan tekstur tanah lempung liat berpasir di bagian atas dan di lapisan bawah adalah liat. Beberapa skenario diuji pada musim peralihan, musim basah dan kering. Hasil analisis model komputer menunjukkan bahwa tanaman jagung pada musim hujan tidak memerlukan irigasi. Untuk periode peralihan (Maret sampai Mei) diperlukan irigasi di fase pembungaan, dengan total kebutuhan air 76, 5 mm. Analisis di musim kemarau (Mei-Juli) diperlukan 198 mm air irigasi. Penjadwalan aplikasi irigasi adalah  sebanyak 9 kali dengan interval setiap 7 - hari pada masa 10 hari pertumbuhan awal, tengah dan akhir. Kata kunci: hemat air, tanaman jagung, irigasi kalender, model BUDGE

    KARAKTERISTIK TEKNIS DAN OPTIMISASI TENAGA SURYA HIBRIDA UNTUK PENGERINGAN TEMBAKAU VIRGINIA

    No full text
    Perancangan model alat pengering tenaga surya hibrida (kombinasi energi dari panas surya, sel photovoltaik, batang tembakau kering, dan LPG) dilakukan untuk mereduksi ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak tanah dalam sistem pengeringan konvensional di sentra produksi tembakau Virginia di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode rekayasa dan analisis dimensi melalui metode similitude digunakan untuk memformulasi persamaan pengeringan. Hasil perancangan adalah sebuah protipe model alat pengering yang terdiri dari ruang pengering, kolektor energi surya termal, dapur pemanas sekam, flue dengan katup automasi, panel automasi, dan kolektor photovoltaik sebagai sumber energi listrik pada sistem automasi, dan ventilasi dengan pengaturan humidistat. Hasil analisis dimensi menunjukan bahwa proses pengeringan tembakau dapat dilaksanakan, baik untuk perancangan protipe maupun untuk scale up, melalui persamaan: dimana R2 = 0,8005 dan SEE = 263739 dengan  komposisi penggunaan energi panas surya 17,15 %, sekam 38,008 %, batang tembakau kering 15,22 % dan LPG  29,61 %. Performansi konversi energi surya ke energi listrik khusus untuk suplai energi berturut-turut pada kondisi cerah-berawan antara pk 07.00-18.00 menghasilkan daya sebesar: 1) 251,82 [Wh] dengan efisiensi 13.5 %r pada loading mulai pk 18.00 ke sistem automasi; 2) 244,52 [Wj] dengan efisiensi 55,6 % pada loading mulai pk 11.00; dan 3) 244,49 [Wj] dengan efisiensi 62,6 % pada  loading  mulai jam 10.00. Berdasarkan optimisasi ekonomi, diperoleh keuntungan bersih maksimum Rp. 2.007.411,- dengan berat optimal 2.6 ton/pengovenan, atau Rp . 5.661.696,- dengan berat optimal 4.83 ton pada kisaran harga tembakau krosok tahun 2010 antara Rp. 27-29.000,-/kg (grade harga tertinggi Rp. 32.000,-kg). Kerugian terjadi bila harga krosok tembakau kurang dari Rp. 15.000,-/kg. Kata kunci: sistem pengeringan tembakau konvensional, pengering tenaga surya hibrida, konversi energi sury

    113

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇