Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
PENGKAJIAN PENGGUNAAN POWER THRESHER TERHADAP MUTU GABAH DAN BERAS DI KABUPATEN KARAWANG
Pengaruh proses perontokan padi dengan cara konvensional dan mekanik terhadap kualitas gabah dan beras perlu diidentifikasi. Metode penelitian deskriptif dilakukan dengan. pendekatan “Participatory on farm Research”. Aplikasi teknologi perontokan yang dilakukan meliputi cara petani, dan alat perontok mekanik/power thresher. Hasil Pengkajian menunjukkan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan power thresher tidak berbeda nyata dengan cara perontokan gebot yang biasa dilakukan petani. Kualitas beras yang dihasilkan memenuhi SNI 6128 2008 tentang beras yang menunjukkan kualitas beras standar mutu kelas III, yaitu memenuhi standar mutu beras pada beras kepala minimum 78 persen dan pada beras patah maksimum 20 persen. Kata kunci: Pascapanen padi, Perontokan, Power thresher, Mutu gabah dan beras
PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM
Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase
ANALISIS TEKNIK DAN ERGONOMI MESIN PENYOSOH GANDUM TIPE GESEK KONSTRUKSI FTIP UNPAD
Kelayakan teknis mesin penyosoh gandum konstruksi Laboratorium Alat-Mesin pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) perlu diuji. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengamati karakterisitik konstruksi dan setiap komponen mesin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas teoritis mesin adalah 803,66 kg/jam dengan kebutuhan daya mesin 3,4 HP. Rangka dan las yang diterapkan pada mesin layak digunakan untuk menahan beban kerja yang terjadi. Dimensi mesin sesuai dengan antropometri postur tubuh orang Indonesia. Namun, kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin melebihi batas yang diijinkan dan perlu diperbaiki sebelum dioperasikan.. Sedang pengukuran beban kerja berdasarkan denyut nadi operator tidak mengakibatkan kelelahan yang besar, namun dapat meningkat dengan bertambahnya beban dan lamanya waktu kerja. Kata kunci : Gandum, Penyosoh, Ergonom
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) NATA DE COCO DI SUMEDANG, JAWA BARAT
Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk membantu UKM Aneka Sari menelaah kelayakan usaha pengembangan Nata De Coco yang akan dijalankan. Beberapa hal yang dikaji dalam analisis ini antara lain adalah biaya investasi dan produksi, harga pokok penjualan, dan kriteria kelayakan usaha yang meliputi Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Incremental Rate of Return (IRR) dan Benefit-Cost Ratio (BCR). Hasil perhitungan menunjukan bahwa kelayakan finansial UKM Aneka Sari. akan tercapai pada BEP dengan mpenjualan produk Nata De Coco sebanyak 15.560 kg atau senilai Rp. 21.783.556 setiap bulannya; NPV senilai Rp 119.278.467,41; Payback Periode selama 2 tahun 9 bulan; IRR senilai 71,2 % ; BCR 1.13 di pada tahun pertama dan 1,45 pada tahun kedua dan ketiga. Kata kunci: Pengembangan UKM, Analisis kelayakan finansial, Kriteria kelayakan
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER MANGGIS
Pembuatan fruit leather manggis membutuhkan kadar sukrosa dan maizena yang tepat, agar dihasilkan fruit leather manggis yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, yaitu; kombinasi konsentrasi gula 10, 15, dan 20 % b/b, dan konsentrasi pati maizena 1 dan 2 % b/b.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara 20 persen sukrosa dan 2 persen pati jagung menghasilkan efek terbaik terhadap fruit leather manggis. Berdasarkan skala hedonic (nilai 1 tidak disukai, nilai 5 disukai), maka nilai kesukaan berturut-turut terhadap warna adalah 2.75 (biasa); aroma 3,00 (biasa); tekstur 4,59 (agak suka); rasa 4,08 (agak suka). Semua nilai diperoleh pada kadar air 13,81 persen, kadar gula total 40,82 persen, nilai pH 4,45 dan modulus elastisitas 1,03. Kata kunci: Sukrosa, Maizena, Manggis, Fruit Leather, Karakteristik
PENGARUH VARIETAS DAN KONSENTRASI GARAM (NaCl) TERHADAP KARAKTERISTIK PASTA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas bawang merah dan konsentrasi garam (NaCl) terhadap karakteristik pasta bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan RAK dua faktorial dengan pengulangan 3 kali. Varietas bawang yang digunakan Sumenep, Bima, Kuning dan Batu. Sedangkan konsentrasi garamnya 0, 3, 6, 9, dan 12 persen. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah berpengaruh terhadap kadar air, total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS (Volatile Reducing Substance) pasta bawang merah. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh terhadap total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS pasta bawang merah. Varietas sumenep dengan kadar garam 12 % menunjukkan karakteristik pasta bawang merah yang terbaik dari analisis secara fisik, kimia, maupun organoleptik. Kata kunci: Varietas, Bawang merah, Garam, Past