Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
    256 research outputs found

    EVALUASI METODE PRAKIRAAN IKLIM DI WILAYAH KARAWANG MENGGUNAKAN KARAKTERISTIKA OPERASI RELATIF (ROC) Evaluation of Climate Prediction Method in Karawang Region Using Relative Operating Characteristics (ROC)

    No full text
    Informasi mengenai prakiraan musim hujan untuk menentukan awal musim hujan dan awal musim kemarau diperlukan dalam penentuan awal musim panen dan penyusunan pola tanam yang akan diterapkan di suatu lokasi berdasarkan pengamatan terhadap data pola cuaca dan pola curah hujan harian atau bulanan. Metode ROC (Relative Operating Characteristic) digunakan sebagai alat untuk menguji kehandalan data yang diperoleh. Nilai prakiraan, dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan data curah hujan di stasiun curah hujan Karawang tahun 1971-2007, dan data indeks Sea Surface Temperature (SST) dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai prakiraan awal musim hujan maju atau mundur dapat dihitung cukup baik dengan potensi proposional, di mana kurva hasil prakiraan musim hujan maju lebih baik daripada prakiraan musim hujan mundur. Kata Kunci: Evaluasi, nilai prakiraan, karakteristika operasi relatif (ROC) Information for predicting rainy season in the determination of rainy and dry seasons is required in determining the beginning of harvesting time and in arranging what plant pattern would be applied and developed in a certain location. The prediction is based on climate pattern as well as on daily or monthly rainfall pattern observation. ROC (Relative Operating Characteristic) method was used as a mean to test the reliability of the data obtained. The predicted value in this research was based on data of Karawang’s rainfall station of 1971 up to 2007 and those of the index of sea surface temperature of BMKG (The Office of Meteorology, Climatology and Geophysique). Result analysis showed that the forward or retreat values of the beginning of rainfall seasons could be sufficiently well calculated at a proportional potency where ROC curve obtained was at a level above normal and the result curve of forward rainfall prediction was better than that of the retreat curve.Keywords: Evaluation, Predicted value, relative operation characteristics (ROC

    IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS BERDASARKAN METODE ANFIS (ARTIFICIAL NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM) STUDI KASUS DI SUB DAS CILAKI HULU, DAS CITARUM HULU

    No full text
    Pertumbuhan lahan kritis yang cepat perlu dicegah melalui identifikasi distribusi spasial lahan kritis. Dalam kajian ini metode sistem inferensi Neuro-Fuzzy buatan - Artificial neuro-fuzzy inference system (ANFIS) digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ANFIS dapat digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan dengan mempertimbangkan jumlah faktor penentu, kualitas data training dan pembobotan untuk masing-masing variabel. Dari hasil analisis kehandalan menunjukkan bahwa tingkat kesalahan ANFIS dalam analisis kekritisan lahan 0.75. Kendala terjadi pada tingkat ketelitian data yang beragam, sehingga tingkat akurasi mengikuti akurasi data terrendah. Selain itu,  dalam penentuaan aturan ANFIS tidak dilakukan pembobotan antar variabel, sehingga variabel mempunyai derajat pengaruh yang sama antar variabel.  Kata kunci : Kekritisan lahan, Artificial Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), Distribusi spasia

    PENGARUH IMBANGAN TEPUNG RASI (BERAS AMPAS SINGKONG), TEPUNG JAGUNG, DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK FLAKES TRIPLE MIXED ”SI JAGO”

    No full text
    Tepung rasi merupakan alternatif sumber pangan yang kaya akan energi dan berbasis pada potensi lokal karena terbuat dari rasi yang merupakan produk olahan dari limbah pembuatan pati singkong atau tapioka. Tepung rasi mempunyai kandungan energi yang hampir setara dengan beras, yaitu sebesar 359 kkal/100 gram bahan sehingga dapat dimanfaatkan menjadi makanan sarapan seperti flakes. Flakes harus memiliki karakteristik yang renyah sehingga diperlukan bahan tambahan lain seperti tepung jagung untuk memperbaiki sifat organoleptik dari produk. Selain itu, ditambahkan pula tepung kacang hijau yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai gizi protein dari flakes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau yang digunakan dalam pembuatan flakes agar dihasilkan flakes triple mixed ”Si Jago” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau, yaitu 40:10:50, 40:20:40, 40:30:30, 40:40:20, dan 40:50:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau 40:10:50 memberikan hasil yang terbaik dengan kandungan kadar air 3,5 %, kadar protein 12,5 %, daya rehidrasi 27,6 %, berwarna kuning kecoklatan, rendemen 90,6 %, kekerasan 936 gF dan memiliki sifat organoleptik (aroma, warna, rasa, kerenyahan, dan kerenyahan dalam susu) yang  dapat diterima oleh panelis.     Kata kunci : Tepung rasi, Tepung jagung, Tepung kacang hijau, flake

    KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L ) DALAM RANGKA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MANGGIS DI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA

    No full text
    Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut sebagai limbah hasil pertanian. Kulit buah Manggis diketahui mengandung senyawa xanthone sebagai antioksidan, antiproliferativ, dan antimikrobial yang tidak ditemui pada buah-buahan lainnya Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji kandungan dan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam kulit buah manggis yang ada di Kabupeten Tasikmalaya yang merupakan salah satu sentra produksi manggis di Indonesia, sehingga dapat menambah sumber antioksidan alami yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan manusia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh ekstrak kasar kulit mangggis yang mengandung antioksidan dengan rendemen ekstraksi serta aktivitas antioksidan yang tertinggi dari tiga pelarut yang digunakan yaitu pelarut methanol, etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode dpph Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif atau explanatory research. Percobaan terdiri dari 3 perlakuan pelarut yang diulang sebanyak tiga kali.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki antioksidan sangat kuat  hal ini dibuktikan pada semua fraksi pelarut baik fraksi methanol, etanol dan etil asetat yang memiliki EC50 kurang dari 50. dan aktivitasnya lebih besar jika dibandingkan dengan antioksidan yang menjadi balangko. Fraksi Metanol mempunyai nilai EC50 yang lebih kecil  yatiu 8,00 mg/L, berarti mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih besar dibanding dengan fraksi etanol dengan nilai EC50 sebesar 9,26 mg/L dan etit asetat yang memberikan nilai EC50 sebesar 29,48 mg/L. Berdasarkan hasil penghitungan nilai rendemen ekstrak kasar antioksidan yang dihasilkan terlihat bahwa pada fraksi methanol memiliki nilai rendemen yang terbesar yaitu 22,27% kemudian diikuti oleh fraksi etanol (18,99%) dan etil asetat (11,54) Kata kunci : Kulit Manggis, Anti oksidan, Xanthone, Metode DPP

    PENGARUH IMBANGAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) DAN TAPIOKA (Manihot Utilissima) TERHADAP KARAKTERISTIKA MUFFIN

    No full text
    Tepung talas yang rendah gluten dengan campuran tepung tapioka untuk pembuatan muffin perlu dipersiapkan sebagai penganan harian yang dapat menghambat peningkatan jumlah penderita autis di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung talas dan tepung tapioka terhadap beberapa karakteristik muffin yang dihasilkan. Metode eksperimen digunakan dengan rancangan acak kelompok dalam 5 ulangan pada 5 perlakuan imbangan tepung talas dan tapioka, yaitu; A = 90:10, B = 80:20, C = 70:30, D = 60:40 dan E = 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan muffin dengan karakteristik terbaik yaitu pengembangan volume 216,7 %, firmness 922,36 gF. Hasil organoleptik uji hedonik terhadap kenampakan keseluruhan 3,8, citarasa 3,67, mouthfeel 4,20, warna crust 4,07, warna crumb 4,13 (kisaran skor kesukaan dinilai 1(sangat tidak suka) sampai 5 (sangat suka). Hasil pengujian proksimat adalah kadar air 30,14 %, kadar abu 2,55 %, kadar lemak 14,42 %, kadar karbohidrat 47,68 %, kadar protein 5,21 % , kadar serat 1,19 % dan rendemen 86,50 %.Kata kunci: imbangan tepung talas-tapioka, autis, karakteristika muffi

    KAJIAN NERACA BAHAN MAKANAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN KOTA BANDUNG HINGGA TAHUN 2020

    No full text
    Pemetaan kondisi pangan Kota Bandung perlu dideskripsikan untuk penyusunan rencana strategis dan aksi pemantapan ketahanan pangan sampai tahun 2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan analisis Neraca Bahan Makanan untuk mendeskripsikan Pola Pangan Harapan (PPH) dan proyeksi pemenuhan bahan makanan yang berorientasi pada pemenuhan kecukupan energi dan gizi dari sejumlah bahan makanan pokok hingga tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandung telah memenuhi kecukupan energi pada tahun 2008 yaitu 2.591 Kal/kap/hari, Namun dengan asupan protein sebesar 67,75 g/kap/hari,  belum memenuhi gizi yang diharapkan. Sedang ketersediaan pangan baru mencapai skor PPH 78,3. Kata kunci : Neraca bahan makanan, Pola pangan harapa

    RESPONS KEMASAMAN DAN KANDUNGAN P-TERSEDIA DARI TANAH FLUVENTIC EUTRUDEPTS, KONSENTRASI P TANAMAN SERTA HASIL JAGUNG (Zea mays) AKIBAT APLIKASI PUPUK FOSFAT DAN KOTORAN SAPI

    No full text
    Penelitian untuk mengetahui respons kemasaman tanah (pH) dan kandungan P-tersedia pada tanah Fluventic Eutrudepts, konsentrasi P-tanaman dan hasil tanaman jagung akibat aplikasi pupuk fosfor dan kotoran sapi telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2006.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (Randomized Block Design) pola faktorial yang diulang tiga kali dan terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk SP-36 yang terdiri atas empat taraf (tanpa pupuk SP-36, 21,83 kg P/ha, 43,66 kg P/ha, dan 65 kg P/ha), sedangkan faktor kedua adalah kotoran sapi dengan empat taraf (tanpa kotoran sapi, 5 t kotoran sapi/ha, 10 t kotoran sapi/ha, dan 15 t kotoran sapi/ha). Tanaman jagung varitas Bisma digunakan sebagai tanaman indikator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali untuk respons kemasaman tanah (pH), interaksi antara takaran pupuk SP-36 dengan takaran kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap kandungan P-tersedia tanah, konsentrasi P-tanaman, dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hasil tanaman jagung tertinggi sebesar 4200 g/petak diperoleh dari kombinasi perlakuan takaran pupuk P sebesar 43,66 kg P/ha dengan 10 t kotoran sapi.Kata kunci: P-tersedia, Konsentrasi-P tanaman, pH tanah, Fluventic Eutrudept

    MODEL OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN KERING DI DESA SARIMUKTI KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT

    No full text
    Garut residence, as one of the main agriculture area in West Java Province, in the year of 2001 Garut government has decided to developed dry land plants, because the dry land has an extensive area compared to the wet land area in Garut. In contrast the income of the dry land farmers are remaining low. The research was carried out on March to September 2006. The aim of this research is to decide the optimal plantation pattern so can gain a maximal profit, and also find out the level of farmer’s earning before and after the optimizing process was conducted. Alternative patterns of plantation which can be developed are potatoes, cabbage, string bean, mustard greens, peas and red pepper chili for first plantation season. In the second plantation, the optimal patterns are cabbage, mustard greens and cauliflower.   In the third plantation season, the alternative pattern is potato, cauliflower, string bean and mustard greens. Keywords:  Garut, optimized pattern of plantatio

    KAJIAN MODEL POTENSI PEMBERDAYAAN MASTERPLAN BERBASIS AGRO TECHNOPARK (ATP) DI KOLEBERES KECAMATAN CIKADU KABUPATEN CIANJUR

    No full text
    Penelitian mengenai Kajian Model Potensi Pemberdayaan Masterplan Berbasis Agro Technopark (ATP) di Koleberes Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur ini dilakukan di wilayah Koleberes Cianjur Selatan mulai bulan Juni hingga Desember 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah model awal bio-cylo farming di wilayah translok Koleberes sesuai keadaan sebenarnya dengan menggunakan metodologi pemodelan Agro Technopark dengan kajian pertanian terpadu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan modeling. Penelitian ini didahului dengan penggambaran secara umum model ATP center Koleberes tentang sistem pertanian terpadu di wilayah tersebut termasuk keterlibatan masyarakat yang akan ditingkatkan pendapatannya. Kemudian, model tersebut dikembangkan menjadi model Improvisasi model ATP yang merupakan modifikasi dari model ATP Center Koleberes dengan menghubungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam sebuah siklus bio-cylo farming. Model pada ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP selanjutnya di simulasikan dengan menggunakan software Vensim PLE 32 Versi 4.2a 2000. Variabel yang di ukur adalah pendapatan masyarakat dan selanjutnya dilakukan komparasi antara pendapatan masyarakat model ATP center Koleberes dan pendapatan masyarakat di model Improvisasi model ATP untuk melihat pola pendapatan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan antara model ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP memperlihatkan perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan masyarakat pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dengan melakukan perubahan pola tanam yang pad akhirnya menghasilkan beberapa kali panen diantaranya panen harian, musiman, bulanan, tahunan, winduan, dan sektor usaha kecil menengah. Kata kunci: Agro technopark, Bio-cyclo farmin

    PEMISAHAN EUGENOL DARI MINYAK CENGKEH DENGAN CARA DISTILASI FRAKSINASI

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah memisahkan eugenol dari minyak cengkeh dengan menggunakan distilasi fraksinasi, dimana eugenol diperoleh dari residu hasil fraksinasi minyak cengkeh. Hasil fraksinasi tersebut kemudian dianalisis kandungan egugenolnya untuk menentukan rendemen operasi disitilasi fraksinasi serta sifat-sifat  fisik-kimia produk yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distilasi fraksinasi pada minyak cengkeh dengan perlakuan fraksinasi suhu 200oC dan 250oC tidak memperoleh eugenol murni (minimal 98%) tetapi kadar eugenolnya meningkat sampai 97,03% w/v dari 93,34%.  Perlakuan tekanan yang lebih kecil dan jumlah refluks yang lebih banyak akan lebih memurnikan minyak cengkeh menjadi eugenol.  Dengan distilasi fraksinasi pada minyak cengkeh dimana proses berlangsung pada suhu dan tekanan rendah menghasilkan residu yang mutunya meningkat dengan kriteria kadar eugenol meningkat, berat jenis meningkat, semakin larut dalam alkohol, indeks bias yang meningkat dan nilai putaran optik yang sesuai dengan kriteria minyak cengkeh asli (kecil). Kata kunci  : Eugenol, Minyak cengkeh, Distilasi, Fraksinas

    113

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇