Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
    256 research outputs found

    DESAIN DAN UJI KINERJA MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH TIPE REEL

    Get PDF
    Kebutuhan rumput gajah untuk pakan ternak di daerah Lembang terus meningkat tetapi panjang potongan masih ada yang diatas 5 cmpadahal standar untuk silase (pakan ternak) mempunyai ukuran potongan rumput 1-5 cm. Penelitian ini yaitu metode rekayasa dengan tahapan penelitian sebagai berikut: (1) Pengukuran karakteristik rumput gajah, (2) Analisis desain mesin pencacah rumput gajah yang meliputi desain silinder pisau pencacah, desain hoper, rangka dan sistem transmisi (3) Pembuatan prototipe mesin pencacah rumput gajah, (4) Uji fungsional mesin pencacah rumput gajah (5) Uji kinerja mesin pencacah rumput dan (6) Pengukuran panjang potongan rumput.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput gajah memiliki rata – rata panjang daun 99,4 cm, lebar daun 2,65 cm, tebal daun 0,23 cm, berat daun 7,8 gram.Mesin hasil rancangan memiliki dimensi panjang 800 mm, lebar 750 mm dan tinggi 104 mm. Daya yang dibutuhkan untuk mencacah rumput gajah adalah 1,6 kW dan kapasitas mesin adalah 1988 kg/jam. Panjang hasil pemotongan terhadap rumput gajah adalah 1 – 3 cm.Kata Kunci: Rumput Gajah, Uji Kinerja Mesin, Daya Pemotonga

    ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN PANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Program ketahanan pangan di Kota Bandung saat ini dihadapkan pada semakin berkurangnya ketersediaan lahan petanian akibat tingginya laju konversi lahan ke non pertanian akibat pembangunan permukiman dan industri. Walaupun konsep pertanian kota mensyaratkan praktek berbasis teknologi, namun ketersediaan lahan juga tetap tidak bisa diabaikan keberadaannya. Tulisan ini mencoba untuk mengkaji potensi lahan pertanian, yaitu lahan yang sesuai peruntukannya bagi komoditas tanaman pangan di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan teknik analisis deskiptif melalui prosedur penilaian evaluasi kesesuaian lahan dengan aplikasi pemetaan yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menemukan bahwa dibandingkan dengan kota-kota di Jawa Barat, luas lahan pertanian Kota Bandung masih cukup luas, namun laju konversi cukup tinggi mencapai 577.2 Ha per tahun selama periode Tahun 2010-2015. Potensi lahan yang sesuai peruntukannya untuk sawah dengan kategori S1 (sangat sesuai) mencapai 804.18 Ha, sedangkan untuk tanaman pangan (ubi jalar, ubi kayu, jagung, kacang tanah) termasuk kelas kesesuaian lahan S2 (sesuai) dan S3 (sesuai maginal) masing-masing seluas 37 Ha dan 3.95 Ha. Dengan demikian, ketersediaan lahan potensial untuk pertanian di Kota Bandung tidak mencukupi untuk menyokong ketahanan pangan. Hal ini terbukti hingga saat ini kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung 80% tergantung pasokan dari luar Kota Bandung.Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Pertanian Kota, Kesesuaian Lahan, Ketersediaan Laha

    RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA PROTOTIPE MESIN PERONTOK SORGUM

    Get PDF
    Selama ini, hasil penyosohan biji sorgum menggunakan mesin penyosoh biji sorgum masih meninggalkan masalah berupa kulit biji yang ikut terolah, sehingga setelah proses penyosohan selesai perlu dilakukan proses pemisahan kulit biji dari biji sorgum hasil penyosohan. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang bangun prototipe Mesin Perontok Sorgum untuk menghasilkan biji sorgum yang bersih dan siap disosoh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa, yaitu kegiatan merancang bangun mesin perontok sorgum. Mesin perontok sorgum berhasil dirancang bangun dengan komponen utama terdiri dari: hopper, rangka, blower, ruang perontokkan, motor penggerak, saluran pengeluaran kotoran, saluran pengeluaran malai, saluran pengeluaran biji dan roda. Spesifikasi mesin yaitu panjang 160 cm, lebar 95 cm, tinggi 124 cm, kapasiatas aktual mesin yaitu 151,84 kg/jam dan penggeraknya motor diesel 8 HP. Data hasil pengujian mesin perontok beban isi yaitu kecepatan putar silinder 636 rpm, kecepan aliran udara 3,4 m/detik dan tingkat kebisingan 94,6 dB.Kata Kunci: Rancang Bangun, Mesin Perontok sorgum, Sorgu

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SALAK SLEBONG (Salacca edulis Reinw.) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SUMEDANG

    No full text
    Lahan ekstensifikasi untuk tanaman salak slebong di Kabupaten Sumedang perlu dipetakan sebaran dan luasnya. SIG telah diaplikasikan untuk memudahkan proses analisis dan deskripsi lahan yang sesuai dengan tanaman tersebut. Metode penelitian analitik deskriptif digunakan untuk mengambarkan tingkat kesesuaian lahan berdasarkan parameter (syarat tumbuh, curah hujan, dan tekstur tanah), sehingga diperoleh peta sebaran hujan, peta sebaran suhu, dan peta sebaran tekstur tanah. Sedangkan metode survai ke lokasi sentra digunakan untuk memodifikasi tabel kesesuaian lahan berdasarkan keadaan lokasi sentra, dimana setiap parameter kesesuaian lahan di atas dioverlay, sehingga diperoleh peta kesesuaian lahan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40.811,36 hektar lahan atau sekitar 26,1 persen dari luas wilayah Kabupaten Sumedang masuk ke dalam kelas sangat sesuai (S1).Kata kunci: evaluasi keseuaian lahan, SIG, salak slebon

    PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK PADA UNIT PENGOLAHAN KOPI DI SIDOMULYO, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Beberapa model alternatif perancangan tata-letak fasilitas pabrik pada unit pengolahan kopi perlu dilakukan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik kopi di Sidomulyo. Metode deskriptif digunakan dengan analisis tata-letak dan perbandingan berpasangan (software POM for Window Layout analysis and Pairwise Comparisson type) untuk menentukan biaya transportasi aliran bahan, waktu tempuh aliran bahan, dan waktu operasi pengolahan. Sebagai perbandingan, tata-letak awal digunakan sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dan produktivitas tertinggialiran bahan  tercapai pada biaya transportasi terendah (Rp 710,66) dengan waktu tempuh aliran bahan terpendek (71,02 detik), dan waktu operasi pengolahan bahan tersingkat (26,14 jam). Kata kunci: kopi, biaya transportasi, POM for Windows 

    PENGARUH PERENDAMAN DI DALAM LARUTAN NATRIUM-METABISULFIT SETELAH BLANSING TERHADAP WARNA TEPUNG PISANG RAJA BULU

    No full text
    Pada pembuatan tepung pisang perlakuan blansing uap dan perendaman dalam natrium-metabisulfit umum digunakan dalam proses pembuatan tepung pisang untuk mengendalikan pencoklatan enzimatis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga April 2006. Perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit dilakukan setelah blansing uap 15 menit. Konsentrasi natrium-metabisulfit yang digunakan adalah 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm dan 600 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit 600 ppm selama 10 menit setelah blansing uap menghasilkan tepung pisang raja bulu dengan warna kuning dan bintik-bintik coklat yang lebih sedikit (L = +84,38, a = -10,26 dan b = +63,84), kadar air 9,63 % b.k, kandungan sulfit 55,39 ppm, rendemen 23,07 % dan biaya pengolahan Rp 13451,72/Kg. Kata kunci: Blansing uap, larutan natrium metabisulfit, tepung pisan

    ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK ATSIRI DI KABUPATEN TASIKMALAYA JAWA BARAT(STUDI KASUS KOMODITAS MINYAK NILAM)

    No full text
    Pada penelitian dilakukan proses penelaahan mendalam yang akan dijadikan bahan pertimbangan pengambilan kebijakan serta digunakan untuk penentuan instrumen kebijakan bagi pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga September 2006. Berdasarkan analisis Borda, disimpulkan urutan prioritas pengembangan kebijakan pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagi berikut : 1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 2) Pembenahan kelembagaan petani, 3) Ektensifikasi dan intensifikasi lahan budidaya tanaman nilam, 4) Pengembangan teknologi tepat guna sehingga menghasilkan produk dengan standar internasional, 4) Peningkatan koordinasi kebijakan pembangunan agroindustri minyak nilam dengan regulasi dan sistem informasi yang terpadu, 5) Peningkatan permodalan dan investasi, 6) Fasilitasi pendirian pabrik distilasi/pemurnian berskala industri, 7) Pengembangan klaster agroindustri minyak nilam dan 8) Peningkatan peran fasilitasi pemerintah dalam mempromosikan minyak nilam Kabupaten Tasikmalaya di pasar internasional.Kata kunci: Agroindustri minyak nilam, strategi, kebijakan, komoditas unggulan

    PENGGUNAAN TRANSFORMASI NDVI (NORMALIZED DEFFERENCE VEGETATION INDEX) UNTUK IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN LAHAN PADA CITRA SATELIT LANDSAT TM ”STUDI KASUS DI SUB DAS CISANGKUY KABUPATEN BANDUNG”

    No full text
    Informasi suhu sangat penting bagi para perencana wilayah dalam menganalisis potensi ketersediaan air, perencanaan kalender tanam, kekeringan dan sebagainya. Informasi suhu permukaan sering kali masih berupa data titik, artinya informasi tersebut diperoleh pada suatu stasiun (satu lokasi) yang mewakili suatu wilayah. Informasi suhu secara spasial sering kali juga diturunkan dari informasi titik (data stasiun) dengan model interpolasi menjadi kontur suhu. Padahal informasi suhu adalah informasi spasial yang secara dinamik setiap lokasi mempunyai nilai yang mencerminkan nilai temparetur lokasi tersebut. Namun jika pemetaan secara langsung itu dilakukan akan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu perlu kiranya dicari suatu metode yang memungkinkan dapat menggambarkan distribusi suhu yang handal dengan efisien. Penginderaan jauh sebagai suatu ilmu yang dapat menggambarkan informasi kebumian secara baik memungkinkan digunakan sebagai suatu metode pemetaan distribusi suhu permukaan.Perkembangan penginderaan jauh dan teknologi satelit memungkinkan memperoleh informasi yang handal dalam memetakan suatu informasi. Informasi suhu permukaan merupakan salah satu hasil interaksi antara intensitas sinar matahari dengan karakteristik lahan. Interaksi intensitas sinar matahari dan karakteristik lahan digunakan sebagai metode untuk identifikasi suhu permukaan. Identifikasi informasi karakteristik lahan yang handal dalam remote sensing adalah penggunaan transformasi NDVI (Normalized Vegetation Index). Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan NDVI untuk indentifikasi suhu permukaan. Hasil NDVI dikonversi menjadi suhu permukaan. Analisis kesalahan digunakan untuk menguji kehandalan metode ini melalui data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI mampu digunakan sebagai cara untuk identifikasi suhu permukaan. Kesalahan yang terjadi antara suhu permukaan hasil NDVI dengan data lapangan adalah 1,76. Kata kunci : Suhu permukaan, Penginderaan jauh, Citra Satelit Landsat TM, NDVI (Normalized Defference Vigetation Index

    STUDI KARAKTERISTIK PATI UBI JALAR MODIFIKASI GANDA METODE CROSS LINKING-ASETAT DAN APLIKASINYA DALAM PEMBUATAN SAUS CABAI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pati ubi jalar modifikasi ganda metode cross-linking-asetat dan aplikasinya pada saus cabai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu: pembuatan pati dari ubi jalar, pembuatan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat dan pembuatan saus cabai dengan 2 perlakuan (penambahan pati alami dan pati modifikasi ganda cross-linking-asetat) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar alami memiliki rendemen sebesar 12,7 %, kadar air 9,70 %, kadar abu 0,45 %, suhu gelatinisasi 76,90 oC, viskositas maksimum 2.233,6 cp dan konsistensi amilografi 646,4 cp. Pati ubi jalar modifikasi ganda crosslinking-asetat memiliki kadar air 8,00 %, kadar abu 0,44 %, persentase asetilasi 2,19 %,nilai derajat substitusinya (DS) 0,08, suhu gelatinisasi79,45oC, viskositas maksimum 4.564,1 cp dan konsistensi amilografi 1.571,2 cp. Viskositas puncak dan viskositas balik pada kedua jenis pati belum tercapai. Warna saus cabai yang dihasilkan dari kedua jenis pati tersebut berwarna merah, aroma saus cabai saus cabai agak kuat, kekentalan yang cukup. Viskositas saus cabai yang menggunakan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (3900 cp) memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingkan saus cabai yang menggunakan pati alami (2150 cp) dan terjadi penurunan viskositas selama penyimpanan. Total padatan terlarut saus cabai yang menggunakan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (35,20 obrix) lebih rendah dibandingkan saus cabai yang menggunakan pati alami (39,70 obrix) dan terjadi terjadi peningkatan total padatan terlarut selama penyimpanan. Kestabilan saus cabai baik yang menggunakan kedua jenis pati tersebut tidak berubah selama penyimpanan 30 hari.Kata kunci: Pati alami, Pati modifikasi ganda crosslingking-asetat, Saus cab

    PEMANFAATAN EKSTRAK KENCUR DAN SEREH DAPUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN SIMPAN TOMAT SEGAR KULTIVAR MARTHA (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG

    No full text
    Tomat adalah jenis sayuran yang mudah rusak dan daya tahan simpan yang rendah, terutama karena mengalami kerusakan akibat kontaminasi mikroba. Ekstrak rempah-rempah seperti ekstrak kencur dan sereh dapur dengan kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang berfungsi sebagai senyawa antimikroba mampu menahan kontaminasi mikroba serta sekaligus meningkatkan daya tahan simpan tomat segar. Penelitian dilakukan pada temperatur kamar dengan metode deskriptif eksplanatori, di mana dilakukan tiga pengamatan, yaitu:1) tomat segar  dicelupkan ke dalam ekstrak kencur, 2) ke dalam ekstrakt sereh dapur, masing-masing selama 30 menit, dan 3) tanpa pencelupan sebagai kontrol. Sedang variabel yang diamati adalah total mikroba, luas kerusakan permukaan, tekstur, kadar air, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak kencur memiliki daya tahan simpan yang terbaik yaitu selama 17 hari, sedangkan tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak sereh dapur dan kontrol masing-masing memiliki daya tahan simpan selama 15 dan 12 hari. Tomat segar dengan pencelupan ke dalam ekstrak kencur yang disimpan selama 17 hari memiliki kadar air sebesar 95,7%, tekstur sebesar 14,8 mm/det/g, total mikroba 4,2x105 koloni/ml, dan total padatan terlarut sebesar 5,8° brix. Kata kunci : Tomat, Ekstrak kencur, Daya tahan simpa

    113

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇