SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Studi Teknik Pembuatan Draping Gaun di Butik Alben Ayub Andal (AA18)
ABSTRAK Alben Ayub Andal (AA18) merupakan salah satu butik yang memproduksi gaun pesta, dengan teknik pembuatan pola draping yang telah dikembangkan oleh pemilik. Pembuatan pola draping biasanya menggunakan pola draft pada bahan belacu terlebih dahulu, namun di butik AA18, langsung menggunakan bahan utama yang akan dibuat untuk gaun pesta, yang langkahnya lebih mudah dan efisien; tanpa melalui tahapan memperhatikan dan memperbaiki garis-garis hasil draping; penyesuaian ukuran pola hasil draping tidak dilakukan secara matematis; serta menggunakan kain dengan arah serat yang serong (true bias). Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pembuatan draping pada gaun pesta yang digunakan di butik AA18, menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi, wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh hasil meliputi, (1) Pembuatan draping gaun pesta di butik AA18 tanpa menggunakan pensil dan karbon jahit; (2) Pembuatan gaun pesta menggunakan ukuran yang lebih simpel, selain itu penyesuaian ukuran dilakukan secara sederhana, langsung saat mendraping gaun pesta; (3) Pembuatan gaun pesta tanpa melalui tahapan meneliti/memperhatikan garis pola hasil draping, selain itu hasil draping tidak perlu dijiplak ulang ke bahan lain; (4) Pembuatan gaun ditandai dengan cara di jelujur, sehingga memudahkan proses selanjutnya yaitu menjahit gaun pesta; (5) Pada proses fitting gaun, bagian yang diperhatikan merupakan bagian-bagian yang paling terlihat bila digunakan oleh pemesan. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pembuatan draping gaun pesta cukup efisien waktu dengan berbagai strategi yang telah dikembangkan oleh pemilik butik meliputi; (1) Bahan yang digunakan dalam proses mendraping, langsung menggunakan bahan yang akan digunakan untuk membuat gaun pesta; (2) Pemilihan arah serat bahan yang serong dapat mempermudah saat proses memfitting gaun; (3) Pengambilan ukuran, hanya mengambil ukuran yang penting; (4) Proses penyesuaian ukuran dalam pembuatan gaun pesta dilakukan bersamaan dengan proses mendraping gaun pesta; (5) Pembuatan gaun tanpa melalui proses memperbaiki garis-garis tanda pola; (6) Bagian yang diperhatikan dalam proses fitting gaun juga lebih sedikit, hanya bagian lingkar saja. Saran dalam penelitian ini, (1) Bagi lembaga, dapat digunakan untuk menambah kajian teori dalam pembuatan draping gaun pesta; (2) Bagi pemilik usaha butik Alben Ayub Andal, sebaiknya lebih banyak menciptakan dan mengembangkan strategi-strategi dalam membuat draping gaun pesta; (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplor teknik draping pada pembuatan busana-busana yang lain
STUDY TENTANG MOTIF KHAS BATIK PADA INDUSTRI "BATIK TULIS RETNO SEMBODO" KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Argawi, Aulia Dianing. 2017. Studi Tentang Motif Khas Batik Pada Industri “Batik Tulis Retno Sembodo” Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Motif Khas, Makna Motif, “Batik Tulis Retno Sembodo” Industri kerajinan “Batik Tulis Retno Sembodo” merupakan salah satu dari 13 IKM batik tulis yang ada di Kabupaten Blitar. “Batik Tulis Retno Sembodo” menyertakan filosofi pada setiap goresan motinya, motif batiknya terinspirasi dari budaya, tradisi, dan sejarah yang belum pernah diciptakan di industri batik lainnya. Penelitian ini berfokus pada: (1) motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo”; (2) makna motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo”. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Berdasarkan temuan peneliti dilapangan diperoleh data: “Batik Tulis Retno Sembodo” memiliki 5 motif khas yaitu, (1) motif Gadung Melati terinspirasi dari sejarah Nyi Gadung Melati, (2) motif Jati Gerot terinspirasi dari kejadian alam sekitar lingkungan Nyi Gadung Melati, (3) motif Miliran terinspirasi dari keadaan alam sekitar lingkungan Nyi Gadung Melati , (4) motif Nyirih terinspirasi dari budaya mengunyah daun sirih, dan (5) motif Tedak Siten terinspirasi dari upacara pitonan. Kesimpulan hasil penelitian meliputi: (1) “Batik Tulis Retno Sembodo” merupakan batik modern karena motif batik yang dibuat tidak menggunakan patokan batik klasik, (2) motif-motif yang digunakan bergaya bebas dan bersifat natularis, (3) motif Khas “Batik Tulis Retno Sembodo” menggambarkan tentang sejarah, peristiwa alam, keadaan alam, budaya, dan tradisi, (4) setiap motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo” memiliki makna pada setiap goresan motif yang dibuat. Motif Gadung Melati di lukiskan dengan daun gadung dan bunga melati sebagai ornamen utamanya. Bunga jati sebagai ornamen utama pada motif Jati Gerot. Motif Miliran memiliki ornamen utama berupa arah angin yang dilambangkan dengan perjalanan hidup manusia. Daun sirih, kapur, gambir, dan isi buah pinang merupakan ornamen utama pada motif Nyirih. Motif Tedak Siten memiliki kaki bayi sebagai ornamen utama. Penelitian ini berfokus pada motif khas dan makna motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo, saran penelitian ini perlu ditindaklanjuti dalam hal pewarnaan, produk hasil, dan proses pengembangan motif. Pengrajin “Batik Tulis Retno Sembodo”, sebaiknya: (1) melengkapi bagian-bagian motifnya yang terdiri dari ornamen utama, ornamen tambahan, dan isen, agar motif “Batik Tulis Retno Sembodo” termasuk kedalam batik lengkap. Dinas terkait sebaiknya: (2) Memiliki data yang lebih lengkap dari berbagai industri yang terkait, khususnya industri kerajinan “Batik Tulis Retno Sembodo”
kajian Pengelolaan UKM Batik Jonegoroan Berdasarkan Bauran Pemasaran
ABSTRAKMufakhomah, Imro’atin.2017. Kajian Pengelolaan UKM Batik Jonegoroan Berdasarkan Bauran Pemasaran. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultasn Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata kunci :Bauran pemasaran, UKM Batik JonegoroanUKM Batik Jonegoroan merupakan UKM yang memproduksibatik, sentanya berada di Desa Jono Kecamatan Temayang dan berjumlah 13 UKM. Batik Jonegoroanmerupakan batik yang tercipta dari lomba desain,yang diadakan oleh pemerintah kabupaten pada tahun 2009 menghasilkan 9 motif dan kemudian berkembang menjadi 14 motif pada tahun 2012 hingga sekarng.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan UKM Batik Jonegoroan dari sudut pandang bauran pemasaran, Permasalahan yang dibahas dipenelitian ini bauran pemasaran yaitu: product, price, promotion, placeterkait jasa pada usaha Batik Jonegoroan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pemilik usaha Batik Jonegoroan di Kabupaten Bojonegoro yang berjumah 13.Sampel pada peneitian ini adala 13 UKM Batik Jonegoroan yang berada di Desa Jono Kecamatan Temayang. Proses pengambilan sampeldilakukan berdasarkan metode purposive sample. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket tertutup dengan jumlah pernyataan 50 item yang terdiri dari 29 pernyataan positif dan 21 pernyataan negatif. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas butir, dan diuji cobakan pada 5 pemilik usaha Batik Malangan dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan KR-20. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebar angket tertutup kepada responden, proses pengumpulan data terdiri dari beberapa tahapan, antara lain : (1) tahap observasi, (2) tahap penyusunan instrumen, (3) uji coba instrumen (4) tahap menyebar angket, (5) tahap tabulasi data, (6) perhitungan, (7) analisis.Hasil penelitian tentang UKM Batik Jonegoroandari sudut pandang bauran pemasaran menunjukan bahwa (1) pada produck persentase tertinggi didapat pada indikator Desain.Desainbatik yang dijual oleh pemilik usaha Batik Jonegoroan beraneka ragam karena setiap motif dikembangkan kembali menjadi beberapa desain yang baru. Hal ini membuat konsumen memiliki banyak pilihan produk, (2) pada price pemilik usaha Batik Jonegoroan menetapkan harga berdasarkan kesepakatan bersama agar terjadi keseragaman harga, (3) pada promotion persentase tertinggi terdapat pada indikator promosi penjualan, serta periklanan pemilik usaha memberikan potongan harga serta diskon untuk menarik minat konsumen, serta memperkenalkan produknya melalui media cetak, internet dan elektronik, (4) pada place persentase tertinggi didapat di indikator persedian, pemilik usaha menyediakan seluruh motif Batik Jonegoroan untuk memberikan banyak pilihan pada konsumen. Saran dari penelitian ini adalah sebagai pemilik usaha sebaiknya menerapkan bauran pemasaran pada produk yang diproduksi agar usaha tersebut dapat berkembang secara maksimal, dan pemilik usaha harusnya mempromosikan produknya secara mandiri tanpa harus bergantung pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan,serta pemilik usaha hendaknya melakukan kerjasama dengan banyak pihak agar memudahkan konsumen mendapatkan produknya
Survei Prestasi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Wicaksaningtyas, Rahmasari. 2017. Survei Prestasi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn., (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Prestasi Mahasiswa, MahasiswaPrestasi mahasiswa merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun kelompok yang telah mahasiswa capai. Survei prestasi merupakan suatu penelitian untuk memperoleh data mengenai prestasi bidang penalaran dan bakat minat yang diperoleh mahasiswa pada tahun 2013 hingga tahun 2015. Pendataan prestasi mahasiswa sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas mahasiswa guna perbaikan berkelanjutan program studi. Prestasi mahasiswa juga berguna sebagai salah satu elemen penilaian dalam keperluan akreditasi program studi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data prestasi bidang penalaran dan keilmuan, serta bidang bakat minat dan kegemaran mahasiswa program studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang.Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian survei. Sampel pada penelitian ini adalah 259 mahasiswa angkatan 2011-2014. Uji validitas menggunakan validitas konstruk yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan dari dosen. Teknik analisi data menggunakan analisis deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prestasi mahasiswa bidang penalaran dan keilmuan berdasarkan skala penilaian matriks akreditasi termasuk dalam kategori sangat baik, namun kuantitas atau jumlah prestasi masih terbilang rendah, karena prestasi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana hanya terdapat 2,1% dari total perolehan perstasi bidang penalaran dan keilmuan universitas (2) prestasi mahasiswa bidang bakat minat dan kegemaran berdasarkan skalamatriks penilaian akreditasi program studi termasuk dalam kategori sangat baik, namun secara kuantitas juga masih terbilang rendah dan masih banyak potensi mahasiswa yang belum terekam oleh lembaga/universitas (3) prestasi mahasiswa mengalami peningkatan dari tahun 2014-2015 dengan predikat sangat baik, namun kuantitas perolehan prestasi masih perlu ditingkatkan.Saran yang dapat disampaikan adalah (1) ekstrakurikuler dan kegiatan perkuliahan diharapkan mampu bersinergi untuk memberikan peluang mahasiswa untuk berprestasi, (2) bagi mahasiwa disarankan untuk menumbuhkan kreativitas dan produktifitas dengan lebih aktif mengikuti kegiatan kompetisi, (3) bagi peneliti, dapat menghasilkan penemuan tentang faktor rendahnya minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana dalam mengikuti kegiatan pengembangan potensi bidang penalaran dan keilmuan serta bakat minat dan kegemaran
Keterserapan Alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang Tahun Angkatan 2012/2013 di Lapangan Pekerjaan.
ABSTRAK Keterserapan alumni adalah kemampuan atau kekuatan melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap seseorang yang sudah lulus dari ujian serta memperoleh sesuatu yang lebih menguntungkan dari sebelumnya dengan menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghasilkan alumni yang siap kerja dan dapat terjun ke dunia Industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterserapan alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang tahun angkatan 2012/2013 di Lapangan Pekerjaan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan sampel jenuh, dengan menggunakan seluruh populasi menjadi sampel penelitian sebanyak 81 orang. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui gambaran sebenarnya dari suatu populasi. Sampel pada penelitian ini adalah alumni Program Keahlian Busana Butik SMKN 5 Malang tahun angkatan 2012/2013. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi dan angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan tes-retes yang kemudian diukur menggunakan koefisien korelasi pearson. Teknik analisa data yang digunakan adalah persentase frekuensi data.Hasil dari temuan peneletian ini diketahui bahwa alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang lebih banyak terserap di lapangan pekerjaan bidang non busana, meliputi tenaga tata usaha jasa dan tenaga, tenaga tata usaha, tenaga pengolahan dan kerajinan, dan buruh atau tenaga kebersihan. Alumni Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang lebih banyak terserap di ruang lingkup pekerjaan swasta. Para alumni yang terserap bekerja di bidang busana meliputi, karyawan di Butik, karyawan di modiste, karyawan di garmen dan yang berwirausaha. Alumni yang tidak bekerja melanjutkan studi ke UM, UB, UMM, Politeknik Negeri Malang, UIN, dan Unisma. Sedangkan alumni lainnya juga melanjutkan studi ke sekolah ketrampilan selain bidang busana yaitu melanjutkan studi ke Sekargegani Malang. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang ditulis peneliti yaitu: (1) bagi SMK, Pihak SMK diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini mampu menjadikan tolak ukur dan bahan evaluasi sekolah untuk lebih menyiapkan ketrampilan siswa selama di SMK agar menjadi lulusan yang memiliki ketrampilan sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja bidang busana.; (2) bagi Industri, Industri diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi lulusan untuk bekerja di industri dan bekerja sama dengan sekolah (SMK) untuk mengetahui tenaga kerja; (3) bagi Alumni, Alumni sebaiknya mengikuti acara Bursa Kerja atau Job Fair untuk dapat menemukan informasi mengenai lowongan pekerjaan, dan (4) bagi Peneliti lain, mengembangkan penelitian ini pada tahun-tahun berikutnya
Tanggapan Siswa Kelas X Tentang Media Android Pada Mata Pelajaran Dasar Pola Program Keahlian Busana Butik di SMKN 1 Turen
Pembelajaran dasar pola di SMKN 1 Turen dilakukan secara konvensional dengan menggunakan papan tulis, sehingga membuat pembelajaran kurang efektif karena masih banyak siswa yang sering tertinggal saat guru sedang menjelaskan langkah-langkah pembuatan pola dan membuat guru mengulang kembali materi materi tentang dasar pola, oleh karena itu dibutuhkan suatu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dan efektif. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Media android. Media android adalah sebuah aplikasi pembelajaran yang terdapat pada Smartphone,Ipad atau Tablet dengan menggunakan sistem operasi android. Media android telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah aplikasi pembelajaran tata busana yang dikembangkan oleh Uswatun Hasanah, S.Kom. Media tersebut dibuat dengan tujuan untuk menghindari kendala ruang dan waktu serta membuat pembelajaran lebih flexibel. Menindak lanjuti hasil pengembangan media tersebut peneliti ingin mengetahui tanggapan siswa tentang penggunaan media android pada mata pelajaran dasar pola. Tujuan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan siswa kelas X tentang media android pada mata pelajaran dasar pola program keahlian busana butik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif . Populasi penelitian ini adalah siswa program keahlian busana butik angkatan 2016/2017 yang sedang menempuh mata pelajaran dasar pola di SMKN 1 Turen. Uji coba angket menggunakan siswa kelas XI program keahlian busana butik yang sudah menempuh mata pelajaran dasar pola berjumlah 15 siswa. Hasil penelitian tanggapan siswa tentang media android pada mata pelajaran dasar pola program keahlian busana butik menunjukkan bahwa responden menilai media android yaitu aplikasi pembelajaran tata busana adalah media yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut karena responden menilai media android mempunyai kinerja yang baik sebagai media pembelajaran selain itu mempunyai kelengkapan yang baik dengan adanya fitur kalkulator dan fitur materi, dan media android mempunyai tampilan yang menarik, sesuai dengan tujuan dan materi yang di ajarkan serta mempunyai kualitas sebagai media pembelajaran yang baik. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu pada fitur kalkulator diperlukan penjelasan langkah-langkah yang jelas tentang pembuatan pola dasar busana, karena kurangnya penjelasan tentang pembuatan pola tersebut membuat beberapa siswa kesulitan dalam memahami dan menggunakan aplikasi pembelajaran tata busana dan menambahkan sistem Soen pada fitur kalkulator. Karena sama dengan yang diajarkan di dalam kelas Pada fitur materi terdapat macam-macam lengan, macam-macam lingkar leher, cara memindahkan lipit dan cara mengukur tubuh, sehingga perlu ditambahakan materi-materi tentang pembuatan pola misalnya materi macam-macam rok dan grading busana. Aplikasi pembelajaran tata busana belum di implementasikan untuk mengetahui hasil pembuatan pola menggunakan aplikasi tersebut, oleh karenanya disarankan melakukan pengujian untuk mengetahui hasil implementasi aplikasi pembelajaran tata busana dalam membuat pola dasar busana
Upaya Duta Wisata dalam Mempromosikan Batik Tulis Bromo Khas Kabupaten Probolinggo
ABSTRAKPutri Dhyan Rushella. 2016. Upaya Duta Wisata dalam Mempromosikan Batik Tulis Bromo Khas Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Progam Studi Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci: Batik Bromo, Batik Tulis.Gunung Bromo memiliki potensi alam yang sangat indah, sehingga banyak dijadikan inspirasi dalam pembuatan motif batik tulis khas Kabupaten Probolinggo. Maka dari itu untuk meningkatkan citra daerah Kabupaten Probolinggo dinas pariwisata mendukung batik bromo sebagai wadah untuk peningkatan perekonomian di masyarakat Tengger Bromo dan sekaligus mempromosikan objek-objek pariwisata di Kabupaten Probolinggo sehingga dapat menarik kunjungan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya duta wisata dalam mempromosikan batik tulis bromo khas kabupaten probolinggo.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian berada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yaitu Disbudpar Probolinggo yang terletak di Jl. Raya Panglima Sudirman No. 1Dringu Kabupaten Probolinggo. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan teknik triangulasi yaitu triangulasi teknik, dan sumber. Proses penelitian dilakukan selama dua bulan, pada tanggal 9 November 2015 sampai 6 Desember 2015. Pada hasil penelitian, disimpulkan bahwa upaya duta wisata dalam mempromosikan batik tulis bromo khas kabupaten probolinggo memulai empat hal: sosialisasi sekolah, membentuk paguyuban batik, mengunjungi pameran batik, dan melalui pemilihan duta wisata. Sosialisasi Sekolah dilakukan dengan cara door to door duta memperkenalkan batik tulis bromo di sekolah – sekolah kabupaten probolinggo. Media pada sosialisasi sekolah dengan menggunakan LCD, lembar presentasi, batik tulis bromo. Membentuk paguyuban batik, Adanya paguyupan batik oleh duta wisata Kabupaten Probolinggo ini diharapkan dapat efektif dalam memajukan industri batik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Nama dari paguyuban batik oleh duta wisata yaitu Pakayu Batik. Dalam proses pembuatan batiknya Pakayu Batik memiliki beberapa tahapan yang dimulai dari menggambar dari pola kertas hingga akhir pewarnaan. Kemudian gambar desain yang sudah terpilih dikonsultasikan untuk menjadikan batik tersebut mempunyai nilai tambah menjadi baju atau kebaya. Duta wisata mengunjungi pameran batik dengan ikut serta memasarkan batik tulis bromo yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo. Melalui pemilihan duta wisata kabupaten probolinggo, Duta Wisata menampilkan fashion show dipemilihan duta wisata Kabupaten Probolinggo 2015 dengan busana batik bermotifkan batik tulis Bromo batik khas Kabupaten Probolinggo yang tujuannya memperkenalkan batik khas Kabupaten Probolinggo kepada para tamu instansi dan pejabat penting setiap berkunjung ke kabupaten Probolinggo. Saran yang dapat disampaikan penulis dalam skripsi ini adalah (1) Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, disarankan untuk mengadakan pelatihan atau lomba- lomba membatik agar menambah kreatifitas pengrajin Batik tulis Bromo. (2) Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, agar Batik tulis Bromo dapat dikenal oleh masyarakat luas khususnya didalam ataupun diluar Kabupaten Probolinggo, maka dapat diperkenalkan melalui kegiatan pameran nasional atau diadakannya gelar potensi di Kabupaten Probolinggo khususnya. (3) Saran bagi Duta Wisata ; Diharapkan kegiatan promosi lebih digencarkan, mengingat Batik tulis Bromo dikatakan kurang dikenal karena kurangnya media promosi. Batik tulis Bromo agar tidak diklaim oleh daerah lain, disarankan kepada duta wisata untuk lebih melestarikan Batik tulis Bromo Kabupaten Probolinggo. (4) Pada penelitian ini diharapkan budayawan yang ada di Kabupaten Probolinggo dapat ikut serta mendampingi dan menjadi narasumber dalam pengembangan Batik tulis Bromo
STUDI TENTANG MOTIF KHAS BATIK PADA INDUSTRI “BATIK TULIS RETNO SEMBODO” KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Argawi, Aulia Dianing. 2017. Studi Tentang Motif Khas Batik Pada Industri “Batik Tulis Retno Sembodo” Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Motif Khas, Makna Motif, “Batik Tulis Retno Sembodo” Industri kerajinan “Batik Tulis Retno Sembodo” merupakan salah satu dari 13 IKM batik tulis yang ada di Kabupaten Blitar. “Batik Tulis Retno Sembodo” menyertakan filosofi pada setiap goresan motinya, motif batiknya terinspirasi dari budaya, tradisi, dan sejarah yang belum pernah diciptakan di industri batik lainnya. Penelitian ini berfokus pada: (1) motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo”; (2) makna motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo”. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Berdasarkan temuan peneliti dilapangan diperoleh data: “Batik Tulis Retno Sembodo” memiliki 5 motif khas yaitu, (1) motif Gadung Melati terinspirasi dari sejarah Nyi Gadung Melati, (2) motif Jati Gerot terinspirasi dari kejadian alam sekitar lingkungan Nyi Gadung Melati, (3) motif Miliran terinspirasi dari keadaan alam sekitar lingkungan Nyi Gadung Melati , (4) motif Nyirih terinspirasi dari budaya mengunyah daun sirih, dan (5) motif Tedak Siten terinspirasi dari upacara pitonan. Kesimpulan hasil penelitian meliputi: (1) “Batik Tulis Retno Sembodo” merupakan batik modern karena motif batik yang dibuat tidak menggunakan patokan batik klasik, (2) motif-motif yang digunakan bergaya bebas dan bersifat natularis, (3) motif Khas “Batik Tulis Retno Sembodo” menggambarkan tentang sejarah, peristiwa alam, keadaan alam, budaya, dan tradisi, (4) setiap motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo” memiliki makna pada setiap goresan motif yang dibuat. Motif Gadung Melati di lukiskan dengan daun gadung dan bunga melati sebagai ornamen utamanya. Bunga jati sebagai ornamen utama pada motif Jati Gerot. Motif Miliran memiliki ornamen utama berupa arah angin yang dilambangkan dengan perjalanan hidup manusia. Daun sirih, kapur, gambir, dan isi buah pinang merupakan ornamen utama pada motif Nyirih. Motif Tedak Siten memiliki kaki bayi sebagai ornamen utama. Penelitian ini berfokus pada motif khas dan makna motif khas “Batik Tulis Retno Sembodo, saran penelitian ini perlu ditindaklanjuti dalam hal pewarnaan, produk hasil, dan proses pengembangan motif. Pengrajin “Batik Tulis Retno Sembodo”, sebaiknya: (1) melengkapi bagian-bagian motifnya yang terdiri dari ornamen utama, ornamen tambahan, dan isen, agar motif “Batik Tulis Retno Sembodo” termasuk kedalam batik lengkap. Dinas terkait sebaiknya: (2) Memiliki data yang lebih lengkap dari berbagai industri yang terkait, khususnya industri kerajinan “Batik Tulis Retno Sembodo”
HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATAKULIAH PRAKTIK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Ikasari, Intan Rizky. 2017. Hubungan Latar Belakang Pendidikan Terhadap Hasil Belajar Matakuliah Praktik Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana.Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: latar belakang pendidikan, hasil belajar, matakuliah praktikRata-rata hasil belajar Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Wanita pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2012, 2013, dan 2014 terdapat persamaan yaitu rata-rata hasil belajar mahasiswa yang berasal dari non SMK Tata Busana sebesar 3,3 dan mahasiswa yang berasal dari SMK Tata Busana sebesar 3,41. Rata-rata tersebut termasuk dalam kategori nilai B+ yang menunjukkan nilai yang sangat memuaskan sehingga peneliti ingin meneliti hubungan hasil belajar matakuliah praktik mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana dengan latar belakang pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan keeratan hubungan antara latar belakang pendidikan dengan hasil belajar matakuliah praktik pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2012 sampai dengan 2014. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga ada hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan dengan hasil belajar matakuliah praktik pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2012 sampai dengan angkatan 2014. Kegunaan penelitian: (1) bagi lembaga, dapat memberikan informasi ilmiah dan memberikan masukan kepada lembaga program studi S1 Pendidikan Tata Busana tentang hubungan latar belakang pendidikan dengan hasil belajar matakuliah praktik sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pendukung dalam pengkajian hasil belajar matakuliah praktik, (2) Bagi peneliti, dapat menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan mendalam, (3) Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian yang sejenis.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2012 sampai dengan angkatan 2014 sebanyak 166 mahasiswa. Sampel penelitian ini sebanyak 117 mahasiswa dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel cluster. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data sekunder. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik inferensisal. Uji prasyarat yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas data menggunakan metode one sample kolmogorov smirnovdan uji homogenitas sampel menggunakan uji bartlett dengan SPSS 21. Selain itu, uji hipotesis pada penelitian ini menggunakanKorelasi Product Moment Pearson karena data normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan dengan hasil belajar matakuliah praktik mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2012 sampai dengan angkatan 2014. Saran:(1) Bagi lembaga, sebaiknya menerapkan secara nyata persyaratan penerimaan mahasiswa baru di program studi S1 Pendidikan Tata Busana yaitu yang berasal berbagai sekolah menengah seperti SMK, SMA, MAN, MAK, paket C, dan yang sederajat (2) Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai kajian untuk penelitian lebih lanjut dan diarahkan untuk meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar matakuliah praktik secara spesifik serta perbedaan tingkat kesulitan masing-masing matakuliah praktik (3) Bagi peneliti, sebaiknya dapat mempublikasikan hasil penelitian agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca
Faktor Pembelian Jilbab pada Santri Putri di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang
ABSTRAK Saat ini perkembangan busana muslim semakin meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jilbab merupakan salah satu busana muslim yang selalu ada dalam berbusana sehari-hari bagi wanita muslim, khususnya para santri. Pemakaian jilbab santri sekarang, saat bepergian lebih berkeinginan memakai jilbab yang sedang trend. Berbeda dengan pemakaian jilbab santri zaman dulu lebih sederhana. Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji tentang faktor pembelian jilbab pada santri putri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Faktor tersebut meliputi faktor budaya, faktor sosial, dan faktor pribadi, dengan indikator yang telah ditentukan oleh peneliti.Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dan mendeskripsikan faktor keputusan pembelian jilbab pada santri putri di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri putri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 32 item. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas isi dan dinyatakan valid, sedangkan uji reabilitas menggunakan Alpha cronbact.Hasil penelitian faktor pembelian jilbab pada santri menunjukkan bahwa responden lebih dominan dipengaruhi oleh faktor pribadi dimana kepribadian santri meliputi konsep diri yang sesungguhnya, konsep diri yang ideal, dan konsep diri yang diperluas menjadi faktor akhir dari penentuan keputusan pembelian jilbab, diikuti dengan faktor sosial, dimana peran dan status santri sebagai mahasiswa menjadikan santri lebih fleksibel untuk berganti-ganti model jilbab, dan yang terakhir adalah faktor budaya, dimana seorang santri memiliki kebiasaan dan kewajiban berjilbab sebagai identitas diri.Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah: (1) Sebaiknya pengusaha jilbab menetapkan strategi yang dapat menarik minat konsumen. Melalui produk jilbab yang memiliki harga terjangkau dengan pilihan model yang beragam. (2) Santri disarankan untuk selalu memperhatikan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor pribadi agar mencerminkan identitasnya sebagai santri dan mempertahankan tradisinya, sehingga produk yang dibeli tersebut dapat memenuhi kebutuhannya dan menjadi konsumen yang cerdas dalam pembelian produk jilbab serta selektif menerima informasi yang didapat. (3) Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan memperluas indikator lain yang diperkirakan dapat menjadi pertimbangan dalam faktor pembelian jilbab dan lebih diperluas lingkup responden yang diteliti