SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Pihak Industri Terhadap Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi Area Kerja Desain Busana untuk Mahasiswa Praktik Industri
Salah satu dokumen pengakuan prestasi belajar sebagai pengakuan sah dari Negara kepada lulusan dari Perguruan Tinggi adalah SKPI (Surat Keterangan Pendamping ljazah). Salah satu isi dari SKPI adalah informasi tentang kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk deskripsi kompetensi yang menyatakan pencapaian kompetensi mahasiswa PI (Praktik Industri). Akan tetapi, penilaian PI pada prodi Tata Busana jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang hanya dinilai dalam bentuk angka dimana penilaian tersebut tidak dapat dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Agar nilai kompetensi mahasiswa PI pada SKPI dapat terpenuhi, diperlukan deskriptor kompetensi. Salah satu jenis deskriptor kompetensi adalah Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi Area Kerja Desain Busana yang ditujukan untuk industri pakaian jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pihak industri terhadap Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi Area Kerja Desain Busana untuk mahasiswa Praktik Industri.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah industri pakaian jadi di Kota Malang. Teknik penentuan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 industri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup. Diperoleh hasil: (1) Tanggapan tentang kemudahan penggunaan deskriptor kompetensi menunjukkan sebagian besar responden dengan persentase 56.7% menyatakan Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi mudah digunakan, (2) Tanggapan tentang kesesuaian deskriptor kompetensi menunjukkan sebagian besar responden dengan persentase 73.3% menyatakan hasil luaran Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi sesuai untuk memenuhi salah satu kebutuhan SKPI yang memerlukan deskripsi kompetensi mahasiswa, (3) Tanggapan tentang manfaat deskriptor kompetensi menunjukkan sebagian besar responden dengan persentase 93.3% menyatakan deskriptor kompetensi bermanfaat bagi pihak industri untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa Praktik Industri.Kesimpulan dari penelitian ini, pihak industri pakaian jadi di Kota Malang menanggapi dengan baik tentang kemudahan, kesesuaian, dan kemanfaatan dari deskriptor kompetensi. Dari kesimpulan tersebut, hendaknya pihak industri dapat menggunakan Deskriptor Kompetensi Industri Pakaian Jadi Area Kerja Desain Busana dalam mendeskripsikan kompetensi mahasiswa PI, dan bagi jurusan Teknologi Industri khususnya prodi tata busana, diharapkan melengkapi instrumen penilaian mahasiswa PI dalam bentuk deskripsi kompetensi
Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang
Marianti, R. 2019. “Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Profil Usaha Industri Garmen Garmen “Vandev” merupakan salah satu garmen yang ada di Kota Malang. Proses produksi padagarmen dalam skala besar membutuhkankaryawan lebih banyak. Setiap garmen memiliki strategi dalam mengelola usaha. Pengusaha yang baik memiliki keterampilan dalam mengatur kegiatan atau strategi secara rapi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pemasaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan profil usaha yang ada di Garmen “Vandev” terutama pada proses pelaksanaan produksi meliputi proses pembuatan jaket, jersey, dan kemeja. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari proses wawancara, observasi, serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil temuan, perencanaan modal yang digunakan untuk membuka usaha garmen merupakan modal pribadi dari pemilik garmen, perencanaan alat dan bahan yang terdapat di garmen belum sesuai dengan standart garmenkarena peralatan di garmen masih terbatas, perencanaan sumber daya manusia tidak sesuai dengan standart garmen, perencanaan tempat usaha tidak sesuai dengan standart garmen karena tempat di garmen sangat terbatas sehingga proses produksinya dilakukan diluar garmen. Ditinjau dari segi tempat usaha pada Garmen “Vandev” tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sedangkan untuk standart garmen harus memiliki SIUP agar usaha yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah. Pengorganisasian di Garmen “Vandev” tidak sesuai dengan standart garmen karena bagian keuangan dikelola oleh pemilik garmen sendiri. Sedangkan struktur organisasi pada standart garmen mempunyai bagian yang mengelola keuangan sendiri, sehingga setiap divisi mempunyai satu tanggungjawab masing-masing. Pelaksanaan produksi dari mulai pembuatan pola, spreading, cutting, numbering, bundling, sewing, finishing, packing dilakukan sesuai dengan alur produksi pada garmen, hanya sajasistem pengerjaanya tidak menggunakan ban berjalan sehingga di dalam pelaksanaan pada garmen tidak sesuai dengan standart garmen, karena di Garmen “Vandev” setiap karyawan menjahit produk hingga selesai sedangkan pada standart garmen 1 karyawan hanya mengerjakan 1 bagian pada produk. Pada proses finishing sudah sesuai dengan yang ada di Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) hanya saja untuk proses trimming tidak menggunakan mesin metal detector melainkan dengan cara manual sesuai dengan standart garmen. Pemasaran di Garmen ‘Vandev” sudah sesuai dengan standart garmen dengan melakukan metode pemasaran secara online maupun offline mulai dari pemasaran melalui media sosial yang memiliki peluang besar dalam mengembangkan garmen dan dapat menarik minat konsumen yang bukan hanya dalam negeri maupun bisa sampai luar negeri. Saran yang dapat dikemukakan bagi pengusaha Garmen “Vandev” untuk lebih meningkatkan lagi mulai dari segi peralatan, tempat usaha, dan jumlah karyawan sesuai dengan standart garmen. Saran yang terakhir yaitu bagi peneliti lain penelitian ini menjadi masukan serta menjadi referensi untuk penelitian yang sejenis namun pembahasan profil usahanya lebih diperinci, sehingga dapat menambah wawasan baru.
Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang
ABSTRAK Nasrillah, Y. 2019. Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik.Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd (II) Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Motif Batik, Kearifan Lokal, Kota Malang Batik merupakan salah satu budaya yang sangat penting untuk dilestarikan dikarenakan batik merupakan salah satu media penyampai kearifan lokal yang sangat efisien melalui motifnya. Kearifan lokal tersebut erat kaitannya dengan lingkungan sekitar pengrajin batik meliputi gaya hidup, lapangan pekerjaan, topografi lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi motif batik berbasis kearifan lokal Kota Malang serta makna yang terkandung di dalam motif batik yang diproduksi oleh pengrajin batik di Kota Malang. Usaha batik yang dipilih sebagai subjek penelitian yaitu usaha Batik Blimbing dan usaha Batik Tulis Bu Suwignyo. Dua usaha batik tersebut terpilih dikarenakan terletak di wilayah Kota Malang dan menerima adanya kegiatan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari pemilik batik, pengrajin batik, budayawan dan sejarawan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian pada usaha Batik Blimbing yaitu, jenis batik yang diproduksi memiliki jenis batik tulis, cap dan printing. Terdapat sembilan macam motif berbasis kerifan lokal Kota Malang, diantaranya adalah Motif Buah Blimbing, Motif Topeng Kenyuk, Motif Topeng Punakawan, Motif Ikan, Motif Garuda Gunungan Pancasila, Motif Abjad, Motif Car Free Day, Motif Tokek dan Motif Kampung Warna-warni. Berbeda dengan hasil temuan yang ada di usaha Batik Blimbing, pada usaha Batik Tulis Bu Suwignyo, memiliki fokus penciptaan motif berdasarkan kegiatan yang ada di lingkungan sekitar tempat usaha. Motif-motif tersebut diantaranya adalah Motif Tugu Kota Malang, Motif Teratai, Motif Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Motif Buah Sukun, Motif Raket dan Motif Keramik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada dua tempat tersebut, motif yang digunakan mengangkat tentang buadaya, pendidikan, aktivitas masyarakat, gaya hidup, dan pekerjaan yang ada di lingkungan pengrajin batik. Dimana masih belum ditemukan motif batik tentang bangunan tua yang bernuansa Eropa yang banyak ditemukan di Kota Malang dan juga motif mengenai makanan dan minuman khas Kota Malang. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan untuk kedepannya motif batik yang berkembang di Kota Malang juga memiliki tema batik bermotif kolonial dan motif batik bertema kuliner yang berasal dari Kota Malang
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pecah Pola Kerah Pada Mata Kuliah Konstruksi Pola Dan Pecah Model Prodi S1 Pendidikan Tata Busana
RINGKASAN Kurniyawati, E. A. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pecah Pola Kerah Pada Mata Kuliah Konstruksi Pola Dan Pecah Model Prodi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Animasi Pecah Pola Kerah, Konstruksi Pola dan Pecah Model, Mahasiswa Tata Busana. Media pembelajaran yang mudah untuk dipahami serta menarik bagi peserta didik akan sangat membantu dalam proses pembelajaran. Mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model menggunakan bahan ajar cetak, media yang digunakan tersebut masih terbatas bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Mata kuliah konstruksi pola dan pecah model membutuhkan media yang lebih menarik. Data hasil observasi, 50% mahasiswa menyatakan kesulitan dalam mengerjakan pecah model kerah, sehingga peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran pada materi pecah model kerah. Media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran perlu dikembangkan untuk membantu dosen pengajar dan membantu mahasiswa dalam memahami materi pecah model kerah, peneliti ingin mewujudkan dengan pengembangan media pembelajaran Microsoft Office Power Point. Media pembelajaran ini menggunakan model pengembangan ADDIE, model pengembangan tersebut memiliki 5 tahapan pengembangan yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Subjek uji kelayakan media adalah mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2017 sebanyak 29 mahasiswa. Validasi dilakukan oleh dua orang ahli yaitu ahli materi dan ahli media. Hasil pengembangan media ini telah melalui validasi oleh ahli dan selanjutnya diujicobakan pada responden (mahasiswa). Hasil skor uji coba lapangan sebesar 87,56% dengan kualifikasi sangat layak. Berdasarkan skor persentase yang diperoleh, pengembangan media ini dinyatakan valid dan sudah dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran Power Point dikemas dalam bentuk Compact Disk (CD) berupa soft file. Pengembangan media pembelajaran ini diharapkan tidak sebatas menggunakan Microsoft Office Power Point, media dapat dikembangkan pada materi dan mata kuliah lain bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. SUMMARY Kurniyawati, E. A. 2019. The Development of Learning Media Animation on Collar Pattern of Fashion Department. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Keywords: the development of media collar pattern making animation construction and pattern model. The purpose of this study is to develop the learning media animation on collar pattern. It has been undertaken by researcher because students in fashion department faced problem to make collar pattern. This study used ADDIE model to make sure that the learning media animation can increase students’ ability, especialy how to make collar pattern. 29 students from fashion department in Universitas Negeri Malang involved in this study. Researcher dertermined the students’ criteria, included: they got the basic pattern and basic sewing already. The results of this study showed, (1) Analysis, the result of the study, 50% students’ said that collar pattern was difficult. It means the observer want to create Microsoft Office Power Point learning media on collar pattern, (2) Design, the observer compiled the design of collar pattern media, (3) Development, the first plan of draf of design implemented in story board, (4) Implementation, before researcher did the trial test for learning media animation, the researcher invited two validators to make sure the media fasible to show to the students, and than the media shared to the student toward that learning media animation that helped studied to increase their ability, and (5) Evaluation, based on data from implementation, reseacher did some revision to the learning media animation for collar pattern. Based on the results above, it can be concluded that the results of the learning media animation can be used in the learning process. So that, this media was helpful and it can use as learning media in the fashion department. The suggestion for the further research is hopefully this media can develop for the other subjects
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN KAIN EKSPRESI UNTUK MATA KULIAH CREATIVE FABRIC DI PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA
ABSTRAK Putrianti, Desinta. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial Pembuatan Kain Ekspresi untuk Mata Kuliah Creative Fabric di Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Tutorial, Kain Ekspresi Mengikuti perkembangan pendidikan, Program Studi Pendidikan Tata Busana telah menerapkan kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2018. Pada kurikulum ini terdapat berapa mata kuliah baru, salah satunya adalah Creative Fabric. Untuk mendukung proses pembelajaran mata kuliah tersebut, diperlukan referensi mengenai materi yang berkaitan dengan capaian mata kuliah Creative Fabric. Kain ekspresi merupakan kain yang dibuat dengan motif ekspresi tanpa pakem tertentu, dengan penerapan warna yang bebas, komposisi gambar yang bebas sehingga terkadang motif yang dihasilkan abstrak, dengan teknik mencipratkan, meneteskan ataupun menuangkan zat warna pada kain. Materi ini masuk dalam capaian mata kuliah menerapkan berbagai macam kreasi hiasan menggunakan teknik pada permukaan kain. Pengembangan media ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis video tutorial pembuatan kain ekspresi yang dapat digunakan pada mata kuliah Creative Fabric di Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana serta dapat memudahkan mahasiswa untuk memahami materi dan dapat belajar secara mandiri. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Produk yang dikembangkan berisi materi mengenai pembuatan kain ekspresi yang terdiri dari penjelasan awal kain ekspresi, alat dan bahan pembuatan kain ekspresi, langkah pembuatan kain ekspresi dan hasil jadi kain ekspresi yang telah dibuat. Kelayakan media yang telah dikembangkan dinilai oleh 2 ahli yaitu satu dosen Tata Busana sebagai ahli materi dan satu dosen Teknologi Pendidikan sebagai ahli media. Setelah media dinilai oleh para ahli, selanjutnya media direvisi dan diuji cobakan pada kelompok kecil mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Pengembangan media pembelajaran video tutorial ini dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba kelompok kecil dengan hasil presentase sebagai berikut: (1) hasil analisis data ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 95%; (2) hasil analisis data ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 98,43%; (3) hasil analisis uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 92,06%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video tutorial pembuatan kain ekspresi untuk mata kuliah Creative Fabric dinyatakan sangat layak digunakan pada proses pembelajaran. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan media video yang memuat teknik dasar pembuatan kain ekspresi sehingga dapat digunakan sebagai pendahuluan untuk lebih memperjelas lebih dalam mengenai materi pembuatan kain ekspresi. SUMMARY Putrianti, Desinta. 2019. Development Learning Media about Video Tutorials to make Creative Fabric for Fashion Student in Higher Education. Undergraduate Thesis. Department of Industry Technology. Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Keyword: Learning Media, Video Tutorials, Creative Fabric Creative fabric is one of creation that made motif for fabric that used any motif, any color, any technique and anything. It did not have special indicators to make it like batik. Hence, the purpose of this study is to make video tutorial for help student to easy understand how to make it. In this research, researcher used ADDIE to development model. The test of validation used expert validity. They are from media expert and fashion expert. The result of validity expert showed that 98,43% from media expert was feasible and 95% from fashion expert was feasible. On the other hand, in this research also used small group to do trial test. The results of this research showed that 92,06% of the video tutorial presented feasible. Based on the result above, it can be concluded that the video tutorial feasible to use for fashion student in higher education. For further research, they can make research related with the basic of creative fabric to make more easy for beginners
Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding
RINGKASAN Sukowati, Aldila Mentari. 2019. Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Efektivitas, Promosi, Instagram Perkembangan teknologi dan informasi membawa perubahan terhadap kehidupan manusia. Pelaku bisnis banyak yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan kegiatan promosi. Salah satu promosi online yang digunakan adalah Instagram, karena di Instagram pelaku bisnis dapat membagikan banyak gambar untuk memberikan informasi mengenai spesifikasi produk mereka ke seluruh dunia. FnD Labels Wedding merupakan salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Karenanya, tujuan dari studi ini adalah mengukur efektivitas promosi melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Studi ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 100 yang terdiri dari followers Instagram FnD Labels Wedding. Studi ini memiliki empat sub variabel yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian, yang terdiri dari Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), dan Action (tindakan). Uji validitas pada studi ini menggunakan validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbach’s alpha. Hasil dari uji validitas sebesar 0,850 yang berarti valid dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,815 yang berarti reliabel. Hasil dari studi menunjukkan bahwa pada 1) sub variabel dari attention (perhatian) memperoleh rata-rata item sebesar 3,28 menunjukkan sangat effektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menstimulus perhatian followers, 2) sub variabel interest (minat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,38 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk meningkatkan rasa ingin tahu followers terhadap produk FnD Labels Wedding. 3) sub variabel desire (hasrat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,27 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menimbulkan rasa keinginan atau hasrat followers, dan 4) sub variabel action (tindakan) memperoleh rata-rata item sebesar 3,4 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk melakukan tindakan membeli produk FnD Labels Wedding. Berdasarkan hasil studi dapat diambil kesimpulan bahwa promosi melalui media sosial Instagram sangat efektif. Peneliti selanjutnya diharapkan agar penelitian selanjutnya mengembangkan metode lain dan indikator lain. SUMMARY Sukowati, Aldila. 2019. A Study on Instagram Effectiviness as Promotion Media in FnD Labels Wedding. Undergraduate Thesis. Departement of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: Effectiviness, Promotion, Instagram The development of technology and information brings to changes the human life. Many businesses used it to do promotion activities. One of the online promotion used Instagram, because in Instagram they can put many picture to share their specific product to other people arround the world. One of the industry that used Instagram to promote their product is FnD Labels Wedding. Hence, the purpose of this study to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding. This study used descriptive with quantitative approach. The data were collocted by questionnaire and observation. This study involved 100 followers from Instagram FnD Labels Wedding. This study had four sub variable to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding namely: attention, interest, desire and action. The validity test of study is validation content, while reliability test that used cronbach’s alpha formula. The result of validity test is 0.85 it means valid and reliability test is 0.815 it means reliable. The result of the study showed that 1) sub variable attention have average 3.28 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to stimulate followers’ attention, 2) sub variable interest have average 3.38 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to increased the followers’ curiosity about FnD Labels Wedding products, 3) sub variable desire have average 3.27 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to sparked followers’ desire, and 4) sub variable action have average 3.4 that showed very effective, it means the respondents stated if Instagram effective to make their decision to buy FnD Labels Wedding products. Based on the results, it can be concluded that the promotion that conducted in FnD Labels Wedding in Instragam is very effective. The researcher suggests for the further researcher can be improved by developing other methods and indicators
Tanggapan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan MUB Modiste Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Dewi, D. A. 2019. Tanggapan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan MUB Modiste Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci: Tanggapan Konsumen, Kualitas Pelayanan, MUB Modiste Kualitas pelayanan merupakan kegiatan memberi kepuasan konsumen oleh pelaku usaha tidak terkecuali mahasiswa MUB Modiste. MUB Modiste merupakan mata kuliah wajib ditempuh prodi S1 Pendidikan Tata Busana dan D3 Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan MUB Modiste. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian diambil berdasarkan nama yang tercantum di buku order MUB Modiste. Untuk mempermudah identifikasi konsumen, penelitian membatasi letak penelitian yakni meneliti tanggapan konsumen yang berada di Universitas Negeri Malang dan sekitarnya. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster dimana populasi diketahui 20 responden terdiri dari tiga kelompok yakni 5 dosen, 4 karyawan dan 11 masyarakat sekitar Universitas Negeri Malang yang pernah menerima jasa pelayanan MUB Modiste. Teknik pengambilan data penelitian ini berupa kuisioner yang berisi jabaran-jabaran dimensi kualitas pelayanan. Jabaran dimensi kualitas terdiri dari jaminan, kehandalan, ketanggapan dan empati. Hasil pengambilan data dihitung menggunakan skala likert dengan empat pilihan jawaban yakni; 4) sangat puas, 3) puas, 2) cukup puas dan 1) kurang puas. Hasil penelitian menyatakan 46.11% puas dengan jaminan pelayanan mahasiswa MUB Modiste. Sebanyak 52.50% konsumen merasa puas dengan kehandalan yang dimiliki oleh mahasiswa MUB Modiste. Ketanggapan mahasiswa MUB Modiste dalam melayani konsumen mendapatkan capaian sangat puas sebesar 47.50%. Capaian terbesar dalam pelayanan MUB Modiste adalah empati dimana mendapatkan tanggapan sebesar 55.71% sangat puas. Secara keseluruhan konsumen merasa sangat puas 50% dan 45% merasa puas terhadap pelayanan MUB Modiste. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumen menyatakan sangat puas dengan pelayanan mahasiswa MUB Modiste. Konsumen beranggapan bahwa pelayanan yang diberikan berkualitas dan menilai kinerja mahasiswa sesuai dengan metode servqual atau kualitas jasa. Tingkat kecermatan dan akurasi waktu penyelesaian pesanan dalam melayani perlu diperhatikan sebab akan berdampak buruk pada hasil produksi yang dihasilkan. Mahasiswa MUB modiste diharapkan memanajemen waktu produksi dengan baik serta meningkatkan kecermatan dalam menelaah desain, detail dan proses produksi. SUMMARY Dewi, D. A. 2019. Consumer Responses to the Service Quality of Modiste MUB Fashion Departement, Universitas Negeri Malang. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Keywords: Consumer Response, Service Quality, MUB Modiste, Fashion Student The research purpose is to describe consumer responses to the service quality of MUB Modiste in fashion department. Twenty respondents from consumer of MUB Modiste involved in this research. Researchers used closed questionnaire with thirty questions divided into four sub indicators. Validity test in 0.575 and reliability test showed the r table value 0.95 its mean the questionnaire valid and reliable. Four dimension in service quality that as sub indicators namely: assurance, reliability, responsiveness, and empathy. Likert scales used in this research with four answer categories, among them: strongly satisfied, satisfied, quite satisfied, and less satisfied. The results of research assurance explained that it got a satisfaction category with 46.11%. Reliability got a satisfaction category with 52.50%. In the other hand, responsiveness got a very satisfied category 47.50%. And empathy got very satisfied 55.71%. Overall, the result from four sub indicators showed that follows: 50% were very satisfied, 45% satisfied, and 5% quite satisfied with MUB Modiste service. It can be concluded that empathy have a highest assessment between other sub indicators. Consumer of MUB Modiste prioritized an attitude and indiscriminate. Hopefully for the next MUB Modiste have a better time management, improved the sewing techniques accuracy and increasing better service
Tanggapan Guru Tata Busana SMKN se-Malang Raya terhadap Isi Bahan Ajar Modul Dasar Teknologi Menjahit
Modul Dasar Teknologi Menjahit merupakan bahan ajar yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK pada tahun 2013 yang disusun berpedoman pada kurikulum 2013, namun pada saat ini perkembangan kurikulum berubah menggunakan kurikulum 2013 edisi revisi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tanggapan guru tata busana SMKN se-Malang Raya terhadap isi modul Dasar Teknologi Menjahit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan angket. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 40 guru yang terdiri dari guru tata busana SMKN se Malang Raya. Penelitian ini memiliki lima sub variabel yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian, yakni kandungan isi, karakteristik modul, elemen, keefektifan, dan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik. Total jumlah butir item pernyataan dalam kuesioner ini adalah 51, terdiri dari 4 item pada sub variabel kandungan isi, 17 item pada sub variabel karakteristik, 23 item pada sub variabel elemen, 4 item pada sub variabel keefektifan, dan 3 item pada sub variabel hasil belajar peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada sub variabel kandungan isi sebanyak 50% responden menyatakan kurang sesuai, pada sub variabel karakteristik modul sebanyak 60% responden menyatakan sesuai, pada sub variabel elemen modul sebanyak 50% responden menyatakan sesuai, pada sub variabel keefektifan sebanyak 70% responden menyatakan sesuai, dan pada sub variabel evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik sebanyak 90% responden menyatakan sesuai. Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa tanggapan guru tata busana SMKN se Malang Raya terhadap isi bahan ajar modul dasar teknologi menjahit secara keseluruhan dapat dapat disimpulkan telah sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik BLimbing Malang
RINGKASAN Dyah Asinta P. M. 2019, Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik Blimbing Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci : Pengrajin Perempuan, Kinerja, Batik Blimbing Seorang perempuan yang bekerja menjadi pengrajin batik akan mempunyai tugas ganda yang dijalankan yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah, sehingga kinerja yang digunakan pada saat bekerja berkurang. Padahal kinerja sangat penting dalam proses produksi berlangsung agar pekerjaan yang dilakukan bisa sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pengrajin perempuan dalam indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja sesuai dengan syarat dan ketentuan di Batik Blimbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara, observasi, doumentasi dan sumber data skunder berupa dokumen terkait, terdapat 6 pengrajin perempuan yang diteliti, menggunakan indikator kinerja (1) kuantitas kerja pengrajin perempuan (2) kualitas kerja pengrajin perempuan (3) efektivitas kerja pengrajin perempuan. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Analisi data yang dilakukan hasil observasi, wawancara, catatan dilapangan dan dokumentasi dengan mengelompokkan kedalam kategori menjabarkan ke unit-unit, melakukan analisa, menyusun kedalam draf dan membuat kesimpulan. Berdasarkan temua penelitian, diperoleh beberapa hasil penelitian. Pertama, kuantitas kinerja pengrajin perempuan mampu membuat produk 10 sampai dengan 20 produk dalam satu bulan dan juga mampu dalam memenuhi jumlah pemesanan. Kedua, kualitas kinerja meliputi (1) Pengrajin perempuan memiliki tingkat kesalahan yang rendah (2) Pengetahuan tidak mempengaruhi hasil batik secara singnifikan. (3) Keterampilan mempengaruhi hasil batik para pengrajin perempuan dari lamanya dia bekerja. (4) Abilities pengrajin perempuan di Batik Blimbing tidak hanya dituntut dalam kemampuan produksi tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengatasi kondisi ditempat kerja. Keetiga, efektivitas kinerja meliputi (1) Pengrajin perempuan dapat melakukan proses produksi secara terus-menerus secara fleksibel (2) Pengrajin perempuan dapat mengatasi kendala dalam setiap proses produksi dengan adanya komunikasi yang baik antar pengrajin, pengelola dan pemimpin produksi. Para pengrajin perempuan memiliki kinerja kerja dengan indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja yang dapat memenuhi syarat ketentuan di Batik Blimbing meskipun ketika perempuan itu bekerja perempuan memiliki tugas ganda. Tetapi karena sistem pekerjaan itu membuat para pengrajin nyaman dalam bekerja dan juga mereka mendapat dukungan atau motivasi dari keluarga, serta adanya kesempatan untuk bekerja dan pekerjaan yang dilakukan pengrajin perempuan tersebut dapat dilakukan tanpa adanya pengetahuan khusus, hal-hal itu membuat para pengrajin perempuan memilih untuk menjadi pengrajin. Dikarenakan karakter perempuan dikenal dengan sabar dan telaten. Batik Blimbing sendiri lebih memilih pengrajin perempuan karena karakter perempuan dikenal dengan kesabaran dan ketelatennya, sehingga lebih memudahkan mereka dalam membatik karena membatik sendiri membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disaran kepara peneliti selanjutnya bisa menggali lebih dalam mengenai kinerja pengrajin perempuan dari berbagai faktor internal atupun eksternal dan menambah reverensi yang berhubungan. Dan diharapkan para pengusaha batik menerapkan sistem kerja yang membuat para pengrajin mempunyai masa kerja yang lebih lama sehingga pergantian pengrajin tidak terlalu sering dan dapat bekerja lebih lama agar kinerja pengrajin perempuan dapat lebih meningkat. SUMMARY Dyah Asinta P. M. 2019, A Study on The Job Description of Women Employees in Batik Blimbing Malang, Indonesia. Undergraduate Thesis, Department of Industry Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Keywords : Craftswoman, Performance, Batik Blimbing Woman who works as batik crafter will have a double duty to run, as a housewife and as a breadwinner, so their performance at work is not good enough, Even though, their performance is very important in the production process but their work can be done in accordance with the work target. This study aims to describe performance of craftwoman in work quantity indicators, work quality, and work effectiveness in Batik Blimbing. This study used descriptive with qualitative approach. The data source used primary data sources in the form of interviews, observations, documentation and secondary data sources in the form of related documents. This study involved six women employees as craftwomen in Batik Blimbing, The indicators that used in this study to gain employes performance data are (1) the quantity of craftwoman performance (2) the quality of craftman performance (3) the effectiveness of craftwoman performance. The validity of research data used triangulation source. Data analysis conducted by grouping observations, interviews, field notes and documentation into some categories that described each unit, analyzes, arranges into drafts, and draws conclusions. Based on the research finding, some results were obtained. First, the quantity of female artisans’ performance was able to make 10 until 20 products in a month and also able to fulfill the number of orders. Second, the quality of the performance included (1) craftwomen have low level of error (2) knowledge does not significantly effect batik results (3) the skills influence the result of craftwomen batik from the length of time the their work (4) the craftwomen abilities in Batik Blimbing are only required in production capabilities but also their abilities to overcome conditions in the workplace. Third, the effectiveness of craftwomen performance included: (1) craftwomen can carry out continuous production processes flexibly (2) craftwomen can overcome obstacles in each production process due to a good communication between crafter, managers and production leaders. based on the results above, it can be concluded that the craftwomen have work performance with work quantity indicators, work quality and work effectiveness that can fulfill the requirements of the Batik Blimbing. Even though, when they works have a double duty in their daily live. It coused the work system that made by Batik Blimbing the craftwomen comfortable at work and also they got support from their family. A well as the opportunity to work in Batik Blimbing did not need the special knowledge. So that, they chose to become craftwomen. For further research it can be suggeted to do reseach about it but in other industry
TANGGAPAN PIHAK INDUSTRI TENTANG DESKRIPTOR KOMPETENSI PRODUKSI PAKAIAN JADI MASSAL (KONVEKSI)
RINGKASANKurniasari, Riza. 2019. Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Produksi Pakaian Jadi Massal (Konveksi). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. Kata Kunci: Tanggapan, Industri Pakaian Jadi Massal (Konveksi), Deskriptor Kompetensi Produksi Pakaian jadi Massal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi sebagai instrumen untuk menilai kompetensi Mahasiswa yang melaksanakan Praktik Industri (PI). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik pakaian jadi (konveksi) di kota Malang. Tenik sampling pada penelitian ini menggunggakan Proportionate random sampling yaitu sebesar 27 responden. Validasi instrumen dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk dengan dua validator, yaitu ahli deskriptor dan ahli pada industri pakaian jadi konveksi. Hasil validasi instrumen ahli deskriptor adalah 90.6%. Sedangkan, hasil validasi instrumen dari ahli industri pakaian jadi konveksi adalah 100%. Kemudian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari dua validator instrumen tersebut menunjukkan bahwa instrumen valid. Penelitian ini memiliki satu variabel, yaitu tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi. Terdiri dari tiga indikator, yaitu :(1) kemudahan menggunakan deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi,(2) kesesuaian deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi, dan(3) manfaat deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi.Hasil penelitian pada indikator pertama adalah kemudahan menggunakan deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi 56%, artinya deskriptor tersebut mudah untuk digunakan pihak industri, untuk mengisi kompetensi mahasiswa yang melaksanakan PI. Indikator kedua kesesuaian deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi massal 56%, artinya deskriptor tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan surat keterangan pendamping ijazah SKPI yang membutuhkan kompetensi yang didiskripsikan. Indikator ketiga manfaat deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi massal 52%, artinya deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi bermanfaat untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa yang melaksanakan PI.Kesimpulannya tanggapan industri tentang deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi dalam kategori baik. Sehingga deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi dapat digunakan pihak industri sebagai instrumen penilaian mahasiswa PI. Karena dapat mendeskripsikan kompetensi dari masing-masing mahasiswa. Sehingga saran peneliti diharapkan :(1) Bagi Prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang untuk melengkapi pedoman PI sesuai dengan instrumen penilaian pada deskriptor kompetensi produksi pakaian jadi konveksi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan SKPI,(2) Bagi Perguruan Tinggi sertifikat kompetensi dari masing-masing mahasiswa PI dapat digunakan untuk mengisi SKPI, dan(3) Bagi pemilik konveksi disarankan untuk menggunakan perangkat ini untuk menilai mahasiswa PI, dan(4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menyempurnakan penelitian ini dengan mengembangkan aspek-aspek lainnya. SUMMARYKurniasari, Riza. 2019. The Mass-Clothes Industries Responses about Software of Assessment for Students’ Competence, Especially in Production Floor. Undergraduate Thesis. Departement of Industrial Technology. Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. Keywords: The Response, Mass-Clothes Production Floor Industries, Descriptor of Competence Mass-Clothes Industries.The purpose of this study is to find out the mass-clothes industries especially production floor responses about software of assessment for student’s competence. This research method used a descriptive with quantitative approach. The population in this study is the mass-clothes industries in Malang City. Proportionate random sampling used to determine the sample. 27 respondents involved in this study. Instrument validation used construct validation with two validators, namely software expert and mass-clothes industries expert. The result of instrument validation from the software experts is 90.6%. On the other hand, the result of instrument validation from the mass-clothes production floor industries experts is 100%. Then, from the result of the two validators showed valid. This research has one variable, namely the mass-clothes industries responses about software of assessment for students’ competence, especially in production floor. There are three indicators, included: usage of assessment software in production floor of mass-clothes, the suitability of assessment software in production floor of mass-clothes, and benefits of assessment software for students’ competence in production floor of mass-clothes.The result of this study showed in the first indicator is usage of assessment software showed 56%, it means that the user was easy to fulfill the students’ competences in a software assessment. The second indicator suitability of assessment software showed 56%, it means that the production floor competences in software of assessment is accordance for mass-clothes industries. The third indicators showed 52%, it means that the software of assessment is useful for the industry to describe the competencies of students’ internship. Based on the result above, it can be concluded, that software of assessment for student competence can be used for internship assessment. Because assessment software made it easy for the mass-clothes industries, especially in production floor and University to describe and assess students’ competencies in detail. Suggestion for further research is make other research related with the software of assessment in others field