SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Merancang Mode Busana Untuk Penilaian Mahasiswa Praktik Industri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan industri rumah mode dan butik tentang deskriptor kompetensi merancang mode busana untuk penilaian mahasiswa praktik industri. Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan sampel jenuh yaitu dua puluh industri rumah mode dan butik di Kota Malang yang menerima mahasiswa PI Tata Busana UM. Instrumen berupa angket tertutup dengan alternatif jawaban menggunakan skala Likert. Uji validitas instrumen penelitian menggunakan validasi konstruk dengan dua validator yaitu dosen ahli praktik industri dan industri ahli di bidang butik. Hasil validasi instrumen dari dosen ahli praktik industri adalah 90.6%, dan dari industri ahli di bidang butik adalah 88.5% dengan kesimpulan valid.Variabel penelitian ini yaitu tanggapan industri rumah mode dan butik tentang deskriptor kompetensi merancang mode busana untuk penilaian mahasiswa praktik industri.Terdapat tiga indikator, yaitu: kemudahan penggunaan deskriptor kompetensi merancang mode busana, kesesuaian deskriptor kompetensi merancang mode busana, dan manfaat deskriptor kompetensi merancang mode busana.Hasil dari penelitian ini, pada indikator kemudahan,80.0% menyatakan sangat sesuai dengan kesimpulan responden menyatakan bahwa deskriptor kompetensi merancang mode busana mudah dioperasikan. Pada indikator kesesuaian, 70.0% menyatakan sesuai dengan kesimpulan responden menyatakan bahwa deskriptor kompetensi merancang mode busana sesuai dengan kebutuhan SKPI. Pada indikator manfaat, 80.0% menyatakan sangat sesuai dengan kesimpulan responden menyatakan bahwa deskriptor kompetensi merancang mode busana bermanfaat untuk pihak industri, mahasiswa, dan lembaga dan dosen pembimbing. Berdasarkan hasil rata-rata dari ketiga indikator yaitu 77.0% yang menunjukkan bahwa tanggapan industri rumah mode dan butik tentang deskriptor kompetensi meracang mode busana adalah sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sebagai berikut: (1) bagi jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang khususnya prodi Tata Busana, diharapkan dapat melengkapi pedoman penilaian praktik industri dengan deskriptor kompetensi untuk memfasilitasi pembimbing PI dalam melakukan penilaian dan mendeskripsikan kompetensi yang dicapai mahasiswa praktikan selama PI, sehingga diharapkan pula lembaga dapat menerbitkan SKPI; (2) bagi industri diharapkan dapat menggunakan software ini untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa yang dicapai selama PI; dan (3) penelitian ini dapat disempurnakan dengan mengembangkan aspek lain
Analisis Tingkat Kenyamanan Celana Panjang Wanita Menggunakan Pola Sistem Porrie Muliawan dan Sistem Praktis pada Ukuran XXL
RINGKASANVorensia, Selli. 2019. Analisis Tingkat Kenyamanan Celana Panjang Wanita Menggunakan Pola Sistem Porrie Muliawan dan Sistem Praktis pada Ukuran XXL. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd.Kata Kunci: Kenyamanan, Celana Panjang Wanita, Sistem Porrie Muliawan, Sistem PraktisSalah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan celana adalah pembuatan pola. Pola merupakan bentuk dasar pakaian yang dibuat berdasarkan ukuran badan seseorang yang akan digunakan sebagai pedoman pembuatan pakaian. Terdapat beberapa macam sistem pola, meliputi pola sistem Wancik, sistem Soekarno, sistem Aldrich, sistem Charmant, sistem Praktis, dan sistem Porrie Muliawan. Sistem Porrie Muliawan dan sistem Praktis merupakan sistem pola yang telah diteliti menggunakan ukuran M dan hasilnya nyaman, namun berbeda dengan pola sistem Wancik yang telah diteliti menggunakan ukuran big size (XXXXL) dan hasilnya tidak nyaman serta perlu adanya tindak lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan celana panjang wanita menggunakan pola sistem Porrie Muliawan dan sistem Praktis pada ukuran XXL ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis tanpa bermaksud untuk membandingkan dari kedua sistem pola tersebut. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang ditujukan kepada ketiga responden dan ketiga panelis. Lembar pengamatan terdiri dari dua sub variabel pada setiap sistem pola, yaitu tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis. Tingkat kenyamanan statis terdiri dari tujuh indikator sedangkan tingkat kenyamanan kinetis terdiri dari lima indikator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase.Hasil pengamatan dari ketiga responden dan ketiga panelis menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Porrie Muliawan pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis persentasenya adalah kategori nyaman 71,43%, kategori kurang nyaman 21,43%, dan kategori tidak nyaman 7,14% sedangkan tingkat kenyamanan kinetis persentasenya adalah kategori nyaman 70%, kategori kurang nyaman 30%, dan kategori tidak nyaman 0%. Tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Praktis pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis persentasenya adalah kategori nyaman 61,91%, kategori kurang nyaman 28,58%, dan kategori tidak nyaman 9,53% sedangkan tingkat kenyamanan kinetis persentasenya adalah kategori nyaman 46,67%, kategori kurang nyaman 46,67%, dan kategori tidak nyaman 6,67%.Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Porrie Muliawan pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis termasuk dalam kategori nyaman. Tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Praktis pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyaman kinetis termasuk dalam kategori kurang nyaman. Kelebihan sistem Porrie Muliawan yaitu ukuran cukup dan letak bagian celana tepat, sedangkan kekurangannya adalah letak lingkar lutut lebih ke bawah dari garis lutut dan bentuk panggul terkesan kebesaran “nguping” sehingga hasil jadi pipa celana bagian atas terlalu lebar. Kelebihan dari sistem Praktis yaitu letak lingkar lutut tidak terlalu ke bawah dari garis lutut, sedangkan kekurangannya adalah saat digunakan untuk duduk pada lingkar pinggang bagian depan tertekan dan bagian belakang bervolume serta bentuk panggul terkesan kebesaran “nguping” sehingga hasil jadi pipa celana bagian atas terlalu lebar.Saran bagi peneliti sejenis diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan sistem pola dan ukuran yang lain. Bagi lembaga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mata kuliah yang relevan. Bagi pelaku bisnis bidang busana (pembuat pola atau produksi busana) sebaiknya memperhatikan ketika mengambil ukuran agar tepat pada letak bagian busana, selain itu ketika membuat pola perlu memperhatikan bentuk lingkar panggul agar hasilnya tidak terlalu besar dan lebar “nguping” sehingga hasil jadi pipa celana secara keseluruhan akan bagus.SUMMARYVorensia, Selli. 2019. A Study on Comparison Women’s Trousers Comfort Level between Porrie Muliawan Pattern System and Praktis System in XXL Size. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Counselors: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd.Keywords: Comfort, Women's Trousers, Porrie Muliawan System, Praktis SystemThis study aims to compare the comfort level of women's trousers that used the Porrie Muliawan pattern system and Praktis system in XXL size. It viewed from two perspectives, included static comfort level and kinetic comfort level. This research used a descriptive research with a quantitative approach. Instrument research included observation sheet for three respondents and three panelists. Observation sheet had two sub-variables that are static comfort level and kinetic comfort level. Static comfort level has seven indicators and kinetic comfort level has five indicators. Data collection conducted by observation and questionnaire. Analysis technique used a percentage analysis.The results from three respondents and three panelists showed that comfort level women's trousers that used the Porrie Muliawan pattern system in XXL size, presented that static comfort level was 71,43% comfortable to wear, 21,43% discomfortable to wear, and 7,14% uncomfortable to wear. While, kinetic comfort level presented 70% comfortable to wear, 30% discomfortable to wear, and 0% uncomfortable to wear. On the other hand, comfort level women's trousers that used Praktis pattern system in XXL size showed that static comfort level was 61,9% comfortable to wear, 28,57% discomfortable to wear, and 9,53% uncomfortable to wear. While, kinetic comfort level that used Praktis pattern system presented 46,67% comfortable to wear 46,67% discomfortable to wear, and 6,67% uncomfortable to wear.Based on the results above, it can be concluded that comfort level women's trousers that used the Porrie Muliawan pattern system in XXL size, included static comfort level and kinetic comfort level were comfortable to wear. While, comfort level women's trousers that used the Praktis pattern system in XXL size, included static comfort level and kinetic comfort level were discomfortable to wear. The advantages of Porrie Muliawan system are the size in this pattern system is fit to wear for women and the fitting factors is fit in the body of women. On the other hand, it has disadvantages, included the knee position in the pattern did not in the fitting point and the shape of hip in the treasure is too curve. So that, the hip did not good enough to wear. Further more, the advantages of Praktis system pattern are the position of knee fit with the fitty point. On the other hand, it had disadvantages included, when the women in the sit position wore treasud that used Praktis system, they felt uncomfortable. For the futher research, it can do research related with it but researcher can use different pattern system and different size
Preferensi Konsumen Batik "Tanjung Bumi" Kabupaten Bangkalan Madura
RINGKASAN Sabila, E. 2019. Preferensi Konsumen Batik “Tanjung Bumi” Kabupaten Bangkalan, Madura. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si. Kata Kunci: Preferensi Konsumen, Batik Tulis Tanjung Bumi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan preferensi konsumen terhadap batik tulis Tanjung Bumi di Galeri Tresna Art Bangkalan, Madura. Pemilihan tempat penelitian ini dikarenakan produsen belum dibekali pengetahuan mengenai preferensi konsumen, tetapi galeri Tresna Art ini sudah dikenal khalayak luas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini merupakan konsumen di Galeri Tresna Art. Peneliti menentukan jumlah sampel sebanyak 78 responden yang diperoleh dari tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% berdasarkan 100 populasi. Teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dengan pilihan jawaban tertutup. Hasil penelitian menunjukkan responden penelitian ini di dominasi oleh perempuan dan rentangan usia responden 18 tahun – 40 tahun. Hampir setengah dari responden memiliki profesi sebagai karyawan dengan rata-rata penghasilan perbulan Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000. Saat penelitian berlangsung terdapat 16 motif batik tulis Tanjung Bumi yang dibeli, namun diantara ke 16 motif batik tulis tersebut motif Manok nerupakan motif batik tulis yang lebih banyak dibeli. Preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi terbagi menjadi tiga, yaitu preferensi berdasarkan atribut, preferensi berdasarkan kepentingan, dan preferensi berdasarkan kepuasan. Preferensi konsumen berdasarkan atribut dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor keindahan, faktor persepsi harga dan faktor kesesuaian harga terhadap manfaat produk. Sama halnya dengan preferensi berdasarkan atribut, preferensi berdasarkan kepentingan juga dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu gaya hidup, profesi, dan keluarga sedangkan preferensi berdasarkan kepuasan di pengaruhi oleh faktor kesesuaian harapan konsumen. Secara keseluruhan faktor kesesuian harapan konsumen merupakan faktor yang paling mempengaruhi preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi di galeri Tresna Art. Hasil penelitian disimpulkan bahwa preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi di Galeri Tresna Art dipengaruhi oleh 7 faktor, yaitu faktor keindahan, persepsi harga, kesesuaian harga dengan manfaat, gaya hidup, profesi, keluarga, dan kesesuaian harapan konsumen. Pihak Galeri Tresna Art diharapkan untuk melakukan inovasi pada motif batik namun tetap mempertahankan keindahan perpaduan pada motif, warna, dan tekstur serta selalu melibatkan konsumen dalam pengembangan usahanya. SUMMARY Sabila, E. 2019. Consumers’ Preferences of Batik “Tanjung Bumi” Bangkalan, Madura, Indonesia. Undergraduate Thesis, Departement of Industri Tecnology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si. Keywords: Consumer Preferences, Batik of Tanjung Bumi, Bangkalan The reason to chose this place, to become research location is because Tresna Art Gallery did not have customer list. On the other hand, the Tresna Art Gallery has batik the name is Tanjung Bumi, but there are consisted of 16 different motifs. Hence, the purpose of this study is to describe consumers’ preference of batik Tanjung Bumi from Tresna Art Gallery. This research used descriptive with quantitative approach. 78 respondents involved in this study, they are Tresna Art Gallery’s consumer. Most of the consumers’ are women and their age are 18 years - 40 years. Nearly half of the respondents have professions as employees with an average monthly income are Rp. 1.000.000 - Rp. 3.000.000. To gain data in this study, questionnaires with 22 questions used in this study. The test validy showed 0,361 and reliability is 0,784, it means both of them is valid. Three sub variables used in this study included attributes, interest, and satis-faction. The results of this study showed that sub variabel attribute was influced by 3 factors, namely 55% beauty, 54% price perception, and 54% price com-pability for the benefits of the product. It means, the most consumers’ preferences on batik Tanjung Bumi because the beauty of the combination of batik motif, colors, and texture. In addition, consumers also have the perception that price are in accordance with the quality of batik and the benefits of batik that can be used as clothing in all events. There are also 3 factors that influence consumers’ prefer-ence when viewed from sub variables of interest, namely 56% profession, 58% lifestyle, and 53% familiy. It means, the most costumers’ preferences on batik Tanjung Bumi because batik’s design is suitable for use as formal clothing that support the costumers’ profession. Classy batik design can also meet the lifestyle of con-sumers’, beside batik design according to family taste. Satisfaction sub variable is only influenced by one factor, namely the suitability of expectation with percen-tage of 64%, meaning that most consumers preferences on batik Tanjung Bumi because the beauty of the combination of batik motifs and colors in accordance with consu-mers’ expectation. Based on the results above, it can be concluced that from 16 motifs of batik Tanjung Bumi most of customer chose Manok motif as favorite motif from batik Tanjung Bumi in Tresna Art Gallery. For the further research, it recommended to do research related with the consumers’ preferences of batik Tanjung Bumi with different indicators or it can do research about consumers’ preferences for other batik
EVALUASI PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2014 DAN 2015 DI NOOE ARFA HOLDINGS SDN. BHD. MALAYSIA
RINGKASAN Alamsari, M. A. 2019. Pengelolaan Program Praktik Industri Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Angkatan 2014 dan 2015 di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) : Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Pengelolaan Program, Praktik Industri, Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia merupakan lokasi yang digunakan untuk pelaksanaan program praktik industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Pelaksanaan praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia mengacu pada pedoman praktik industri Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan program yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan program dan monitoring program pada praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan, pertama perencanaan program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan pedoman praktik industri mulai dari mendaftarkan diri sampai berkonsultasi dengan pembimbing industri, namun dalam proses perijinan lokasi mahasiswa tidak terlibat karena diurus oleh pihak jurusan dan dalam proses konsultasi jarak jauh dengan dosen pembimbing dilaksanakan melalui media sosial. Kedua, pelaksanaan program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan pedoman praktik industri dan jadwal kegiatan praktik industri di Noor Arfa Malaysia mulai dari keberangkatan sampai pembuatan laporan. Mahasiswa melaksanakan praktik industri 8 jam setiap hari selama 6 bulan dan mengerjakan menjahit, membatik dan penjualannya. Ketiga, monitoring program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip monitoring, namun monitoring praktik industri tidak dilaksanakan secara langsung karena ada anggaran monitoring. Dari hasil temuan diatas dapat disimpulkan bahwa selama mahasiswa melaksanakan praktik industri di Noor Arfa malaysia mendapat pengalaman dan kemampuan baru. Untuk meningkatkan hasil dari praktik industri diharapkan dalam monitoring dilaksanakan secara langsung. Saran yang dapat dikemukakan diharapkan monitoring dapat dilaksanakan secara langsung untuk memantau kegiatan mahasiswa dan pelaksanaan praktik industri di Noor Arfa Malaysia. SUMMARY Alamsari, M. A. 2019. A Study on International Intership Program Management in Fashion Department Universitas Negeri Malang. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors (I) : Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (II) : Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: Management, Intership Programs, Noor Arfa Holding Sdn. Bhd. Malaysia The purpose of this study is to describe international intership program management in fashion department Universitas Negeri Malang that undertaken in Noor Arfa Hodings Sdn. Bhd. Malaysia. The management in this study consist of planning, implementing, and monitoring international intership program. The respondents in this study are twenty undergraduate students from fashion department Universitas Negeri Malang a lecture as supervisor of intership program, and the owner’s of Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. This study used case study with qualitative approach. Data collected by interview, observation, and documentation. To make sure the data valid researcher are taking data, coding data, presents data, analysis data, interpretation data, and make conclusion. The results of this study are the first is planning, in the planning students register oneself to a lecture as supervisor. The lecturer determined some qualification for students who will do international intership program, namely the score minimum of their subject is 3.00, all the subject minimum is B, and in the planning they must join breafing that undertaken by lecturer in fashion department. The purpose of the breafing is to make sure about the students skill an mentalits. The second is implementing, international intership program in this study conducted for six month, everyday students worked in the industry for 8 hours. For six months all students did sewing, producing, and sellry. Students stay at dormitory for six months and they got salary 500 RM (Malaysia money). The third is monitoring, researcher found the monitoring undertaken by lecturer but the monitoring did not conducted directly. Lecturer conducted the monitoring by online. Based the results above, the students that conducted international intership program in Noor Arfa Holsings Sdn. Bhd. Malaysia can increase their knowledge and skill conducted about fashion. Furthermore, international intership program can train students for life independent. For increase the quality of international intership program, it ahould be monitoring directly. For the further research, researcher can do same research in the other field
Tanggapan Siswa Kelas X Tentang Penggunaan Job Sheet Pembuatan Saku Paspoal Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang
RINGKASANYarinta, Putri Frida. 2019. Tanggapan Siswa Kelas X Tentang Penggunaan Job Sheet Pembuatan Saku Paspoal Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci: Tanggapan, Job Sheet, Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit, Saku PaspoalSMK Negeri 3 Malang merupakan salah satu lembaga dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Malang. Job sheet sebagai pelengkap media pembelajaran yang digunakan sebagai uji coba untuk menggantikan strategi pembelajaran Student Center Lerning (SCL). Job sheet dicoba diterapkan pada siswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran produktif.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan siswa tentang penggunaan job sheet pembuatan saku pada mata pelajaran Dasar Teknik Menjahit Busana Butik Kelas X SMK Negeri 3 Malang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif acuan dalam proses pembelajaran mata pelajaran produktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X busana butik satu (1) dan dua (2) tahun ajaran 2018/2019 yang mengikuti mata pelajaran dasar teknologi menjahit dengan menggunakan job sheet sebanyak 74 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner atau angket yang berjumlah 28 butir soal. Angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,921 dan dinyatakan sangat reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan persentase (%). Hasil penelitian ini menunjukkan 55 siswa mempunyai tanggapan sangat setuju dengan kinerja job sheet dengan persentase 74%. 65 siswa mempunyai tanggapan setuju dengan kelengkapan job sheet dengan persentase 88%. 54 siswa mempunyai tanggapan setuju dengan kesesuaian job sheet dengan persentase 73%, sedangkan pada kualitas yang dirasakan siswa terdapat 56 siswa dengan persentase 76% mempunyai tanggapan setuju.Job sheet sebagai salah satu bentuk variasi pada proses belajar mengajar mendapat tanggapan yang positif dari siswa. Siswa dapat mengikuti proses belajar membuat fragmen saku paspoal pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit secara cepat, baik dan benar serta sesuai dengan langkah kerja yang tertib. Bagi guru diharapkan dapat membuat produk pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk siswa. Bagi sekolah diharapkan job sheet dapat diterapkan dam dikembangkan pada mata pelajaran lain yang para siswa mengalami kesulitas dalam belajar teori dan praktik
Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding
RINGKASAN Sukowati, Aldila Mentari. 2019. Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Efektivitas, Promosi, Instagram Perkembangan teknologi dan informasi membawa perubahan terhadap kehidupan manusia. Pelaku bisnis banyak yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan kegiatan promosi. Salah satu promosi online yang digunakan adalah Instagram, karena di Instagram pelaku bisnis dapat membagikan banyak gambar untuk memberikan informasi mengenai spesifikasi produk mereka ke seluruh dunia. FnD Labels Wedding merupakan salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Karenanya, tujuan dari studi ini adalah mengukur efektivitas promosi melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Studi ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 100 yang terdiri dari followers Instagram FnD Labels Wedding. Studi ini memiliki empat sub variabel yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian, yang terdiri dari Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), dan Action (tindakan). Uji validitas pada studi ini menggunakan validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbach’s alpha. Hasil dari uji validitas sebesar 0,850 yang berarti valid dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,815 yang berarti reliabel. Hasil dari studi menunjukkan bahwa pada 1) sub variabel dari attention (perhatian) memperoleh rata-rata item sebesar 3,28 menunjukkan sangat effektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menstimulus perhatian followers, 2) sub variabel interest (minat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,38 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk meningkatkan rasa ingin tahu followers terhadap produk FnD Labels Wedding. 3) sub variabel desire (hasrat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,27 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menimbulkan rasa keinginan atau hasrat followers, dan 4) sub variabel action (tindakan) memperoleh rata-rata item sebesar 3,4 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk melakukan tindakan membeli produk FnD Labels Wedding. Berdasarkan hasil studi dapat diambil kesimpulan bahwa promosi melalui media sosial Instagram sangat efektif. Peneliti selanjutnya diharapkan agar penelitian selanjutnya mengembangkan metode lain dan indikator lain. SUMMARY Sukowati, Aldila Mentari. 2019. A Study on Instagram Effectiviness as Promotion Media in FnD Labels Wedding. Undergraduate Thesis. Departement of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: Effectiviness, Promotion, Instagram The development of technology and information brings to changes the human life. Many businesses used it to do promotion activities. One of the online promotion used Instagram, because in Instagram they can put many picture to share their specific product to other people arround the world. One of the industry that used Instagram to promote their product is FnD Labels Wedding. Hence, the purpose of this study to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding. This study used descriptive with quantitative approach. The data were collocted by questionnaire and observation. This study involved 100 followers from Instagram FnD Labels Wedding. This study had four sub variable to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding namely: attention, interest, desire and action. The validity test of study is validation content, while reliability test that used cronbach’s alpha formula. The result of validity test is 0.85 it means valid and reliability test is 0.815 it means reliable. The result of the study showed that 1) sub variable attention have average 3.28 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to stimulate followers’ attention, 2) sub variable interest have average 3.38 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to increased the followers’ curiosity about FnD Labels Wedding products, 3) sub variable desire have average 3.27 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to sparked followers’ desire, and 4) sub variable action have average 3.4 that showed very effective, it means the respondents stated if Instagram effective to make their decision to buy FnD Labels Wedding products. Based on the results, it can be concluded that the promotion that conducted in FnD Labels Wedding in Instragam is very effective. The researcher suggests for the further researcher can be improved by developing other methods and indicators
Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang
Nasrillah, Y. 2019. Studi Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik.Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd (II) Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci: Motif Batik, Kearifan Lokal, Kota Malang Batik merupakan salah satu budaya yang sangat penting untuk dilestarikan dikarenakan batik merupakan salah satu media penyampai kearifan lokal yang sangat efisien melalui motifnya. Kearifan lokal tersebut erat kaitannya dengan lingkungan sekitar pengrajin batik meliputi gaya hidup, lapangan pekerjaan, topografi lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi motif batik berbasis kearifan lokal Kota Malang serta makna yang terkandung di dalam motif batik yang diproduksi oleh pengrajin batik di Kota Malang. Usaha batik yang dipilih sebagai subjek penelitian yaitu usaha Batik Blimbing dan usaha Batik Tulis Bu Suwignyo. Dua usaha batik tersebut terpilih dikarenakan terletak di wilayah Kota Malang dan menerima adanya kegiatan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari pemilik batik, pengrajin batik, budayawan dan sejarawan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian pada usaha Batik Blimbing yaitu, jenis batik yang diproduksi memiliki jenis batik tulis, cap dan printing. Terdapat sembilan macam motif berbasis kerifan lokal Kota Malang, diantaranya adalah Motif Buah Blimbing, Motif Topeng Kenyuk, Motif Topeng Punakawan, Motif Ikan, Motif Garuda Gunungan Pancasila, Motif Abjad, Motif Car Free Day, Motif Tokek dan Motif Kampung Warna-warni. Berbeda dengan hasil temuan yang ada di usaha Batik Blimbing, pada usaha Batik Tulis Bu Suwignyo, memiliki fokus penciptaan motif berdasarkan kegiatan yang ada di lingkungan sekitar tempat usaha. Motif-motif tersebut diantaranya adalah Motif Tugu Kota Malang, Motif Teratai, Motif Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Motif Buah Sukun, Motif Raket dan Motif Keramik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada dua tempat tersebut, motif yang digunakan mengangkat tentang buadaya, pendidikan, aktivitas masyarakat, gaya hidup, dan pekerjaan yang ada di lingkungan pengrajin batik. Dimana masih belum ditemukan motif batik tentang bangunan tua yang bernuansa Eropa yang banyak ditemukan di Kota Malang dan juga motif mengenai makanan dan minuman khas Kota Malang. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan untuk kedepannya motif batik yang berkembang di Kota Malang juga memiliki tema batik bermotif kolonial dan motif batik bertema kuliner yang berasal dari Kota Malang
Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang
RINGKASAN Marianti, R. 2019. “Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Profil Usaha Industri Garmen Garmen “Vandev” merupakan salah satu garmen yang ada di Kota Malang. Proses produksi padagarmen dalam skala besar membutuhkankaryawan lebih banyak. Setiap garmen memiliki strategi dalam mengelola usaha. Pengusaha yang baik memiliki keterampilan dalam mengatur kegiatan atau strategi secara rapi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pemasaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan profil usaha yang ada di Garmen “Vandev” terutama pada proses pelaksanaan produksi meliputi proses pembuatan jaket, jersey, dan kemeja. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari proses wawancara, observasi, serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil temuan, perencanaan modal yang digunakan untuk membuka usaha garmen merupakan modal pribadi dari pemilik garmen, perencanaan alat dan bahan yang terdapat di garmen belum sesuai dengan standart garmenkarena peralatan di garmen masih terbatas, perencanaan sumber daya manusia tidak sesuai dengan standart garmen, perencanaan tempat usaha tidak sesuai dengan standart garmen karena tempat di garmen sangat terbatas sehingga proses produksinya dilakukan diluar garmen. Ditinjau dari segi tempat usaha pada Garmen “Vandev” tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sedangkan untuk standart garmen harus memiliki SIUP agar usaha yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah. Pengorganisasian di Garmen “Vandev” tidak sesuai dengan standart garmen karena bagian keuangan dikelola oleh pemilik garmen sendiri. Sedangkan struktur organisasi pada standart garmen mempunyai bagian yang mengelola keuangan sendiri, sehingga setiap divisi mempunyai satu tanggungjawab masing-masing. Pelaksanaan produksi dari mulai pembuatan pola, spreading, cutting, numbering, bundling, sewing, finishing, packing dilakukan sesuai dengan alur produksi pada garmen, hanya sajasistem pengerjaanya tidak menggunakan ban berjalan sehingga di dalam pelaksanaan pada garmen tidak sesuai dengan standart garmen, karena di Garmen “Vandev” setiap karyawan menjahit produk hingga selesai sedangkan pada standart garmen 1 karyawan hanya mengerjakan 1 bagian pada produk. Pada proses finishing sudah sesuai dengan yang ada di Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) hanya saja untuk proses trimming tidak menggunakan mesin metal detector melainkan dengan cara manual sesuai dengan standart garmen. Pemasaran di Garmen ‘Vandev” sudah sesuai dengan standart garmen dengan melakukan metode pemasaran secara online maupun offline mulai dari pemasaran melalui media sosial yang memiliki peluang besar dalam mengembangkan garmen dan dapat menarik minat konsumen yang bukan hanya dalam negeri maupun bisa sampai luar negeri. Saran yang dapat dikemukakan bagi pengusaha Garmen “Vandev” untuk lebih meningkatkan lagi mulai dari segi peralatan, tempat usaha, dan jumlah karyawan sesuai dengan standart garmen. Saran yang terakhir yaitu bagi peneliti lain penelitian ini menjadi masukan serta menjadi referensi untuk penelitian yang sejenis namun pembahasan profil usahanya lebih diperinci, sehingga dapat menambah wawasan baru.
Studi Batik Cahaya Utama Di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan
RINGKASAN Susanti, A.I. 2019. Studi tentang Batik Cahaya Utama Di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci : batik Cahaya Utama Cahaya Utama merupakan usaha yang menjadi pionir Batik Sendang Lamongan di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Cahaya Utama memperdayakan masyarakat sekitar dalam produksi batik tulis, cap dan printing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan batik Cahaya Utama di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dengan fokus pra produksi, produksi dan pasca produksi. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil temuan, tahap perencanaan yang dilakukan oleh Cahaya Utama tergolong bagus mulai dari perencanaan sumber daya modal, manusia, tempat usaha, alat dan bahan, namun belum memiliki HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk batik yang telah diproduksi. Selain itu Cahaya Utama belum memiliki tempat pembuangan limbah yang layak. Produksi batik tulis dilakukan sendiri oleh Cahaya Utama sedangkan batik cap dan printing pengerjaannya dilakukan di luar usaha Cahaya Utama atau bekerja sama dengan usaha lain. Kegiatan pasca produksi yaitu pemasaran tergolong bagus karena penjualan produk tidak hanya dalam negeri namun luar negeri. Berdasarkan paparan tersebut diharapkan Cahaya Utama membuat tempat pembuangan limbah batik agar tidak mencemari linkungan. Selain itu penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi penelitian yang sejenis
Studi Penggunaan Karat Besi Pada Pembuatan Motif Batik Teyeng Firman Asyhari di Kecamatan Benowo-Kandangan Kota Surabaya
RINGKASAN Ningsih, L. P. 2019. Studi Penggunaan Karat Besi Pada Pembuatan Motif Batik Teyeng Firman Asyhari di Kecamatan Benowo-Kandangan Kota Surabaya. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Batik Teyeng, Rust Dye, Karat, Teyeng, Kota Surabaya Salah satu pengembangan motif batik ialah batik teyeng yang menggunakan kombinasi motif batik dengan motif teyeng yang dihasilkan oleh karat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang penggunaan karat besi pada pembuatan motif batik teyeng oleh Firman Asyhari di Wisma Tengger VI Kecamatan Benowo-Kandangan, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yakni pemilik usaha, pengrajin, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan BBKB. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat dianalisis dengan tahapan, reduksi, penyajian data dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan uji kreadibilitas menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan membercheck. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batik teyeng ialah produk dari home industri berupa kain batik dengan motif dasar (background) teyeng. Teyeng ialah bahasa jawa yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yakni karat. Motif teyeng merupakan motif yang terbuat dari warna logam besi yang mengalami korosi dan berkarat. Alat dan bahan utama pembuatan ialah kain, pewarna tekstil, logam besi berkarat, malam, canting cap, meja cap, timba dan midangan. Logam besi yang akan digunakan, sebelumnya dibakar untuk menghilangkan lapisan logam besi. Logam besi selanjutnya direndam dalam cairan kimia HCl atau larutan air garam agar mengalami korosi yang membentuk karat. Logam besi yang telah berkarat selanjutnya diguakan untuk membuat motif karat menggunakan dua teknik pembuatan. Teknik pertama yakni oksidasi dan teknik kedua yakni nonoksidasi. Perbedaan dua teknik tersebut pada pemanfaatan oksigen atau udara dalam membantu mmbentuk motif karat di kain. Perbedaan juga didapat pada hasil motif, motif yang dihasilkan teknik oksidasi lebih terstruktur sesuai dengan logam besi yang digunakan. Teknik non-oksidasi menghasilkan motif tidak serupa dengan logam besi yang digunakan. Kain yang telah bermotif teyeng, selanjutnya di batik dengan teknik cap menggunakan canting cap sebagai alat pembuat motif. Pewarnaan kain menggunakan pewarna sintetis remazol. Finishing dari pembuatan batik teyeng meliputi pencucian, penjemuran, pressing, labeling, packing dan display. Saran dari penelitian ini, diharapkan motif teyeng dapat dijadikan motif utama tidak hanya sebagai motif dasar (background). Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai K3, uji serat, kesehata dan pengembangan motif. SUMMARY Ningsih, L. P. 2019. Study on the Batik Motif in Firman Asyhari in Indonesia. Undergraduate Thesis. Departemen of Industrial Tecnology, Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Keyword: Rust Batik, Rust Dye, Rust, Surabaya City The unique one from this research is the industry used rust as motif for batik. Hence, the purpose of this research is to describe the use of iron rust in the manufacture of rust batik motifs by Firman Asyhari on Wisma Tengger VI Street, Benowo-Kandangan District, Surabaya City. This research used descriptive with qualitative approach. This research undertaken in Firman Asyhari batik. Five participants involved in this research, namely Firman Asyhari is owner, Shanti is craftsmen, Ike from Department of Tourism and Culture, Andi from Surabaya Trade Department, and Samsudin from Yogyakarta Center for Craft and Batik. Researcher chosen them because they are understand about batik, the process of making batik, the chemical elements in batik and they knew about rust which used as motif. The data collection in this reseach used open-ended interview, observation, and documentation. To make sure the data valid, researcher used triangulation. The results of the research consisted of four part of discussion included batik rust profile, preparation of tools and material, the process of corrosion from wire, and batik process making. Rust batik produced by Firman Asyhari since 2013. Tools and materials needed in the manufacture of rust motifs included scissors, buckets, a place for making self-made rust motifs, boots, tarps, sponges, tire rubber, burnt candles, ferrous metals, coarse salt, and HCl liquid. While, the tools and materials needed for batik and color processes included stamp tables, motif stamp , canting, waxes, and textile dyes. The first process is wire corrotion. The corrosion process is carried out after the metal burned to remove the metal layer. The next step is making a rust motif using rust wire. The rust motifs used the background of the batik motifs. The finishing included : washing, drying, pressing, labeling, packing and display. Based on the results above, it can be concluded that rust batik is one of the name of motif batik that had the unique process. Rust batik is combination between batik motif and motif from wire rust. So that, it created new motif for Batik Indonesia. For the futher researcher can research about rust batik related with fiber endurance tests, skin health tests, and chemical tests. Perhapes for the next researcher to Occupational Health and Safety (OHS), and product motifes