SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik Tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer Berdasarkan SKKNI Nomor 90 Tahun 2010
Kata Kunci: Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik, Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer, SKKNI.Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer merupakan software yang digunakan untuk menilai kompetensi mahasiswa PI dalam bentuk deskripsi kompetensi yang mengacu pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) nomor 90 tahun 2010. Luaran deskriptor ini berupa surat keterangan kompetensi mahasiswa yang telah melaksanakan PI sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan selama PI. Surat keterangan kompetensi berisi deskripsi kompetensi mahasiswa PI yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) yang membutuhkan deskripsi pengalaman di luar kampus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tanggapan pihak usaha busana butik tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer berdasarkan SKKNI nomor 90 tahun 2010.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah usaha busana butik di Kota Malang sebagai tempat praktik industri mahasiswa tata busana UM. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 14 butik. Instrumen yang digunakan adalah angket/ kuisioner tertutup. Validitas yang digunakan adalah validasi konstruk yang terdiri dari dua orang yaitu dosen ahli yang menyatakan sangat valid 90,6% dan pihak butik yang menyatakan sangat valid 82%.Hasil penelitian tanggapan pihak usaha busana butik tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer berdasarkan SKKNI nomor 90 tahun 2010 disimpulkan bahwa semua kontribusi tanggapan dari ketiga indikator baik. Hal tersebut didukung dari hasil data persentase yang menunjukkan tanggapan pihak butik pada indikator kemudahan menggunakan Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer menyatakan mudah pada kriteria tinggi dengan kontribusi 27%, pada indikator kesesuaian Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer menyatakan sesuai pada kriteria tinggi dengan kontribusi 27%, dan indikator manfaat Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer menyatakan bermanfaat pada kriteria sangat tinggi dengan kontribusi 46%. Sehingga tanggapan pihak butik butik tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer secara keseluruhan baik dan tanggapan yang berkontribusi paling tinggi adalah tanggapan tentang manfaat Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer. Kesimpulannya maka tanggapan pihak usaha busana butik di kota Malang tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer dinyatakan mudah, sesuai dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan SKPI dengan adanya deskripsi kompetensi yang mengacu pada SKKNI nomor 90 tahun 2010. Saran bagi pihak butik diharapkan agar menggunakan Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer ini untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa yang melakukan PI. Bagi Jurusan Teknologi Industri pada program studi Tata Busana diharapkan dapat melengkapi pedoman penilaian PI dengan adanya Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer Bagi Perguruan Tinggi dengan adanya luaran Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer dapat digunakan untuk mengisi kebutuhan SKPI. Bagi peneliti lain diharapkan penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan meneliti tanggapan dosen tentang Deskriptor Kompetensi Asisten Desainer
Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik Tentang Deskriptor Kompetensi Supervisor Berdasarkan SKKNI Nomor 90/Men/v/2010
ABSTRAKMaulida, Asri. 2019. Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik Tentang Deskriptor Kompetensi Supervisor Berdasarkan SKKNI Nomor Kep. 90/Men/v/2010. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., Pembimbing (II) Dra. Idah Hadijah, M.PdKata Kunci: Tanggapan, Usaha Busana Butik, Deskriptor Kompetensi, Supervisor, SKKNITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pihak usaha busana tentang deskriptor kompetensi supervisor berdasarkan SKKNI No. Kep.90/ Men/v/2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian adalah butik di Malang di mana mahasiswa tata busana Universitas Negeri Malang melaksanakan praktik industri pada tahun 2016 hingga 2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh karena populasi dalam penelitian ini adalah 14 butik. Uji validitas yang digunakan ialah 2 ahli yaitu dosen ahli dengan hasil 86,56% dan dari pihak usaha busana butik dengan hasil 90,62%.Hasil penelitian ini adalah pihak butik menyatakan deskriptor kompetensi supervisor sangat bermanfaat bagi mahasiswa, pihak butik, perguruan tinggi dan dosen pembimbing PI dengan persentase 86%. Manfaat bagi mahasiswa ialah mahasiswa akan mendapat deskripsi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi. Pihak butik selaku yang memberikan deskripsi akan dapat mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan untuk perguruan tinggi ialah dapat mengisi SKPI dengan deskripsi kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Dilanjutkan dengan indikator kemudahan menggunakan deskriptor kompetensi supervisor 57% menyatakan pihak butik mudah dalam mengoperasikan dan mudah dalam pemilihan kompetensi dan kriteria unjuk kerja. Kesesuaian deskriptor kompetensi 50%, deskriptor kompetensi sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi yang dimiliki mahasiwa.Kesimpulannya ialah tanggapan pihak butik baik yaitu deskriptor kompetensi supervisor bermanfaat untuk mahasiswa, untuk pihak butik dan juga untuk perguruan tinggi serta dosen pembimbing PI. Deskriptor kompetensi supervisor mudah digunakan dan deskriptor kompetensi supervisor sesuai dengan kebutuhan SKPI. Saran untuk pihak butik agar menggunakan deskriptor kompetensi supervisor ini sebagai penilaian praktik industri, jurusan tata busana ialah pihak jurusan melengkapi pedoman penilaian praktik industri yang dapat mendeskripsikan kompetensi yang dimiliki mahasiswa setelah melaksanakan PI. Perguruan Tinggi agar menggunakan luaran dari deskriptor kompetensi yang berupa surat keterangan kompetensi dapat digunakan untuk mengisi SKPI yang membutuhakn deskripsi kompetensi yang dimiliki mahasisw
Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Tata Busana terhadap Penerapan Aplikasi Form Order Modiste Berbasis Android
RINGKASAN Rahayu, M.A. 2019. Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Tata Busana Terhadap Penerapan Aplikasi Form Order Modiste Berbasis Android. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci: Tanggapan Mahasiswa, Penerapan Aplikasi, Form Order Modiste berbasis Android, Mahasiswa Tata Busana. Busana merupakan kebutuhan dasar manusia. Sering kali untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seseorang lebih cocok memesan atau membuat pakaian sendiri melalui jasa modiste. Usaha modiste yang semula menggunakan form order berbentuk buku, dengan adanya perkembangan teknologi Android dapat dengan mudah menyimpan data customer pada form order modiste berbasis Android modiste masing-masing. Kelebihan dari aplikasi form order modiste berbasis Android ini yaitu modiste dapat menerima order secara praktis dimanapun dan kapanpun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa pendidikan Tata Busana terhadap penerapan aplikasi form order modiste berbasis Android. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata BusanaUniversitas Negeri Malang yang sudah menempuh mata kuliah MUB Modiste, berjumlah 120 orang.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji validitas dilakukan pada mahasiswa di luar responden penelitian sebanyak 30 mahasiswa. Hasil dari uji validitas yaitu 0,702 dan reliabilitas 0,755. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara umum penerapan form order modiste sangat layak. Dari semua indikator tanggapan yang meliputi a) tanggapan menurut indera; b) tanggapan menurut terjadinya; c) tanggapan terhadap tampilan; d) tanggapan terhadap fungsi; e) tanggapan terhadap cara kerja menunjukkan hasil yang positif.Aplikasi form order modiste berbasis Android dapat menyimpan data customer dan mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Diharapkan aplikasi form order modiste berbasis Android ini dapat dikembangkan sehingga pelaku usaha modiste dapat mengunduh di play store dan dapat dikomersilkan
Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Sektor Garmen
Maryam. 2019. Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Sektor Garmen. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd,. pembimbing (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.SnKata kunci: Deskriptor Kompetensi, Garmen, Tanggapan Deskriptor kompetensi sektor garmen adalah softwaredeskripsi kompetensi yang digunakan untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa praktik industri yang mengacu pada surat keterangan kompetensi nasional indonesia (skkni) no 157 tahun2004. Luaran deskriptor kompetensi sektor garmen ini berupa surat keterangan kompetensi mahasiswa yang dikerjakan selama praktik industri. Kompetensi mahasiswa tersebut digunakan untuk mengisi kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi mahasiswa. Tanggapan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah industri garmen yang berada di kota Malang. Teknik sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumalah 26 responden dari 13 industri garmen, jadi satu industri dua responden. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup skala likert.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa secara keseluruhan tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen sangat baik dengan kontribusi tertinggi dari indikator manfaat deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 35%, kesesuaian deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 33%, dan kemudahan deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 32%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa deskriptor kompetensi sektor garmendinyatakan mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi mahasiswa praktik industri, dan bermanfaat bagi pihak industri, mahasiswa praktik industri, dan Universitas. Saran bagi pihak industri diharapkan menggunakan deskripsi kompetensi sektor garmen untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa yang melaksanakan praktik industri. Bagi program studi tata busana diharapkan agar melengkapi pedomana praktik industri yang berbentuk deskrisp kompetensi. Bagi Universitas diharapkan menggunakan hasil luaran deskriptor kompetensi sektor garmen untuk mengisi SKPI
TANGGAPAN SISWA KELAS XII TENTANG PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PERMUTASI BAGIAN-BAGIAN BUSANA PADA MATA PELAJARAN DESAIN BUSANA PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA SMK N 1 TUREN
RINGKASANRachmawati, Diah Ayu. 2019. Tanggapan Siswa Kelas XII Tentang Penggnaan Multimedia Interaktif Permutasi Bagian-Bagian Busana Pada Mata Pelajaran Desain Busana Program Keahlian Tata Busana SMK N 1 Turen. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci : Tanggapan siswa, multimedia interaktif, mata pelajaran desain busanaKegiatan pembelajaran merupakan langkah awal siswa untuk memahami sebuah materi, namun sering kali terdapat kegiatan belajar yang monoton. Pada mata pelajaran Desain Busana khususnya materi bagian-bagian busana terdapat banyak hal yang harus dipelajari antara lain garis leher, krah, lengan, manset, saku, celana dan rok. Materi yang begitu banyak membuat guru harus lebih inovatif lagi agar siswa tidak merasa bosan dan tetap bisa menerima pelajaran dengan baik. Terkait hal itu Isroiliani (2014) telah mewujudkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana. Pada penelitian lainnya guru telah memberi tanggapan tentang penggunaan multimedia interaktif ini, sehingga perlu ditindak lanjuti penelitian tanggapan siswa tentang penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana karena tanggapan siswa dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh guru dalam perencanaan hingga pengelolaan kegiatan pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan siswa kelas XII tentang penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana di SMK N 1 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII tata busana yang telah menempuh mata pelajaran desain busana yang berjumlah 66 siswa. Penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan menggunakan skala likert. Hasil validasi menyatakan bahwa setiap item memperoleh rhitung lebih besar dari rtabel yaitu sebesar 0,329 sehingga dapat dikatakan valid. Hasil uji reliabilitas diketahui rhitung 0,939 rtabel 0,60, maka instrumen dapat dikategorikan “reliabilitas sangat tinggi”.Pada penelitian ini terdapat 45 item pernyataan yang berasal dari 6 sub variabel diantaranya adalah sub variabel kemudahan navigasi dengan hasil 60,6% siswa memilih setuju dan 39,4% memilih sangat setuju. Kandungan Kognisi menunjukkan bahwa sebanyak 57,6% memilih setuju dan 42,4% memilih kurang setuju. Pada Presentasi Informasi mendapatkan hasil sebanyak 90,9% siswa memilih setuju, 6,1% memilih sangat setuju dan 3% memilih kurang setuju. Integrasi media menunjukkan bahwa sebanyak 51,5% siswa memilih setuju dan 48,5% siswa memilih kurang setuju. Artistik dan Estetika menunjukkan bahwa sebanyak 92,4% siswa memilih jawaban setuju dan 7,6% siswa memilih sangat setuju. Kesesuaian fungsi media mendapatkan hasil sebanyak 56,1% siswa memilih jawaban setuju dan 43,9% memilih jawaban kurang setuju. Hasil tersebut menunjukan bahwa multimedia tersebut adalah media yang baik digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut karena responden menilai multimedia ini dapat mempermudah siswa dalam belajar materi bagian-bagian busana. Namun sebagian kecil siswa kurang setuju dengan kandungan kognisi, presentasi informasi, dan juga integrasi media, oleh karena itu masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaki
STUDI TENTANG KOMPETENSI KARYAWAN BIDANG PRODUKSI INDUSTRI GARMEN DWI PUTRA PERKASA LOWOKWARU MALANG
ABSTRAK Nur Yufianti, Amadea. 2017. Studi Tentang Kompetensi Karyawan Bidang Produksi Industri Garmen Dwi Putra Perkasa Lowokwaru Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Indutri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: kompetensi, pekerja bagian produksi dan SKKNI Menurut standar serta target perusahaan, pekerjaan harus selesai sesuai target dan tepat waktu. Kompetensi karyawan sangat penting dalam target produksi industri garmen agar produksi tercapai dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis pekerjaaan pada bagian produksi di Industri Garmen Dwi Putra Perkasa Lowokwaru Malang berdasarkan kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Garmen No. 305 tahun 2015. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kulitatif. Pengumpulan data diperoleh dari proses wawancara, observasi, serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil temuan penelitian, semua pekerja disemua bagian telah sesuai dengan kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang garmen, dimulai dari proses pattern and maker, cutting, proses sewing, serta proses finishing. Adapun pada bagian pressing kain pelapis serta quality control, pekerja sudah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja SKKNI. Dua bagian tersebut masih menggunakan cara manual, sedangkan pada SKKNI menggunakan mesin fusing untuk pressing kain pelapis, dan metal detector untuk quality control, meskipun pekerja tidak memiliki sertifikat keahlian perbagian, namun semua kriteria jenis pekerjaan yang dilakukan pekerja sudah sesuai dengan kriteria unjuk kerja SKKNI. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, saran yang ditulis peneliti adalah: (1) bagi perusahaann, sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja karyawan di semua bagian pekerjaan, serta meningkatkan mesin penunjang pekerjaan, khususnya pada bagian pressing kian pelapis, dan quality control di Dwi Putra Perkasa Garmen, yang masih menggunakan cara manual dan belum sesuai dengan standar mesin yang ada pada SKKNI, yakni menggunakan mesin fusing dan metal detector. (2) bagi masyarakat: SKKNI dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman untuk masyarakat umum agar tahu tentang pedoman kompetensi kerja, (3) bagi peneliti lain: penelitian ini menjadi masukan serta referensi untuk mengetahui kompetensi pekerja bidang produksi, industri busana khususnya di bidang garmen kemeja. ABSTRACT Nur Yufianti, Amadea. 2017. The Study on the Employee’s Competence in Field of Clothes Industrial Production at Dwi Putra Perkasa Garment Lowokwaru Malang. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Keywords: competence, production workers, and SKKNI According to a company standars and targets, work must be completed on target and on time. Employee competence is crucial in the production target of the garment isdustry in order to achieve good production. The purpose of this study is to the purpose of this study is to describe the type of work in the production section in Garment Industry Dwi Putra Perkasa Lowokwaru Malang based on the criteria of performance of Indonesian National Work Competency Standards Garment Field No. 305 years 2015. This research includes descriptive research type using a leather approach. Data collection was obtained from interview process, observation, and documentation. Check the validity of the findings using source triangulation and technical triangulation. Based on the findings of the study, all workers in all sections have been in accordance with the criteria of performance of Indonesian National Work Competency Standards in the garment field, starting from the process of pattern and maker, cutting, sewing process, and finishing process. As for the pressing of upholstery and quality control, the workers already have the competence in accordance with the criteria of SKKNI performance. The two parts are still using manual method, while SKKNI uses fusing machine for pressing upholstery, and metal detector for quality control, although the worker does not have a certification of skill partition, but all criteria of work type done by worker are in accordance with criteria of SKKNI performance. Based on the findings in the field, the suggestions written by the researcher are: (1) for the company, as input to improve employee's performance in all parts of work, and improve the work support machine, especially in pressing parts of coating, and quality control in Dwi Putra Perkasa Garment , which is still using manual way and not in accordance with the existing machine standard on SKKNI, which is using fusing machine and metal detector. (2) for the community: SKKNI can be used as a reference and guidance for the general public to know about the guidance of work competence, (3) for other researchers: this research becomes input and reference to know the competence of workers in production field, fashion industry especially in garment shirt.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMOK JEPANG BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Wardaniah, Ima. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Smok Jepang Berbasis Multimedia Interaktif S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Keywords: Multimedia interaktif, smok jepang,adobe flashPengembangan Media Pembelajaran Smok Jepang untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dilatar belakangi oleh kesulitan mahasiswa dalam memahami materi smok jepang karena disampaikan secara konvensional sehingga, perlu pengembangan media pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil observasi pengambilan data awal dari dua puluh responden yang pernah menempuh matakuliah ini menyatakan bahwa tujuh belas responden masih kesulitan mempelajari teknik menghias smok jepang dengan media foto copy sehingga, perlu bertanya dan meminta bantuan pada teman maupun dosen. Tiga dari dua puluh responden merasa media yang sudah ada tersebut cukup membantu. Sembilan belas responden memilih setuju apabila media yang ada dikembangkan agar lebih menarik (interaktif) supaya memudahkan dalam belajar menghias busana dengan teknik smok jepang.Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) merancang media pembelajaran berbasis multimedia interaktif matakuliah menghias busana dan lenan rumah tangga pada materi smok jepang; (2) menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menghias busana materi smok jepang yang memiliki kelayakan konten isi, materi dan penyajian.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model Borg & Gall. Pengembangan produk multimedia interaktif menggunakan software Adobe Flash CS6. Tahapan metode penelitian pengembangan mengambil lima dari sepuluh tahapan Borg & Gall antara lain: (1) pengumpulan data awal; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba dan penyempurnaan produk. Multimedia interaktif pembelajaran smok jepang divalidasi oleh ahli media dan ahli materi kemudian, diujicoba pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2012 dan 2013. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase total nilai 94% yang berarti sangat valid, adapun nilai dari ahli materi diperoleh persentase total 89% yang berarti sangat valid. Data hasil uji lapangan awal pada responden mahasiswa diperoleh nilai total 90% yang berarti memenuhi kualifikasi sangat valid. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif pembelajaran smok jepang telah memenuhi kriteria sangat valid sehingga, layak untuk dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Saran bagi pengembangan selanjutnya, produk multimedia sebaiknya dapat dibuat dalam platform lain (Android maupun IOS Apple) dan dapat menggunakan animasi 3D dalam tutorial pembuatannya karena, format video pada Adobe Flash dalam bentuk flv dan tidak support apabila menggunakan format MP4 sehingga kualitas gambar kurang maksimal
Studi Tentang Kompertensi Yang Dimiliki Oleh Pekerja Bagian Produksi Di Tiff By Tifany Fabiola
ABSTRAK Ratnasari, Dwi. 2018. Studi Tentang Kompetensi Yang Dimiliki Oleh Pekerja Bagian Produksi Di Tiff By Tifany Fabiola Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Agus Sunandar, S. Pd, M.Sn. Kata Kunci: kompetensi, pekerja bagian produksi, SKKNI Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang berpotensial menjadi negara mode di dunia. Salah satu industri yang bermunculan adalah butik, yang memiliki karakteristik jahitan dan penyelesaiannya lebih banayak dikerjakan menggunakan tangan, ukuran busana mengunakan ukuran personal size. Pemilihan tenaga kerja yang kompeten akan menghasilkan produk yang baik dan menjadikan sebagai butik unggulan. Tiff by Tifany Fabiola merupakan butik yang ada di kota Malang yang memiliki keunggulan yaitu hanya memproduksi busana pesta,jahitan sangat rapi, baju yang dijual menggunakan ukuran personal size, bahan yang digunakan berkualitas tinggi, baju yang di produksi banyak digemari masyarakat khususnya kalangan menengah ke atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pekerja bagian produksi di Tiff by Tifany Fabiola Malang berpedoman pada kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia BidangCustome Made No. 90 Tahun 2010. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakanteknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil temuan penelitian, semua pekerja disemua bagian telah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Custome Made, dimulai dari memotong bahan, melakukan pengepressan, menjahit dengan mesin, menyelesaikan busana dengan jahitan tangan, membuat hiasan pada busana, serta melakukan penyelesaian akhir busana. Pada bagian desain, mengukur tubuh pelanggan, dan membuat pola tidak dilakukan oleh pekerja, bagian ini di tangani langsung oleh pemilik perusahaan. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan sebagai berikut: (1) bagi perusahaan, perlu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan khususnya dalam membuat desain, mengukur tubuh pelanggan dan membuat pola(2) bagi masyarakat, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja karyawan (3) bagi peneliti lain, penelitian ini menjadi masukan serta referensi untuk mengetahui kompetensi pekerja bidang produksi di butik khususnya pada butik yang memproduksi gaun
Tingkat Kesulitan Mahasiswa dalam Mengelola Usaha pada Matakuliah MUB Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana
ABSTRAK Safitri, Diyah. 2018. Tingkat Kesulitan Mahasiswa dalam Mengelola Usaha pada Mata kuliah MUB Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. ; (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Tingkat Kesulitan Mahasiswa, Mengelola Usaha, Matakuliah MUB Industri Observasi yang dilakukan bulan Agustus Tahun 2017 pada 30 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam mengelola usaha busana industri pada matakuliah MUB Industri. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh mahasiswa tersebut merupakan kesulitan yang dialami pada proses untuk memenuhi target minimal yang telah menjadi ketentuan. Jadi, kesulitan tersebut tidak terlalu mempengaruhi pada hasil akhir evaluasi mata kuliah. Tingkat kesulitan mengelola usaha adalah tingkat kesulitan yang dihadapi mahasiswa untuk mengelola usaha busana industri pada matakuliah MUB Industri yang telah selesai ditempuh dan diikuti, meliputi tahap perencanaan usaha, pelaksanaan usaha dan evaluasi usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kesulitan mahasiswa dalam mengelola usaha pada tahap perencanaan usaha, pelaksanaan usaha, dan tahap evaluasi usaha pada matakuliah MUB Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh. Populasi dan sampel yang diambil adalah keseluruhan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 yang telah selasai menempuh dan mengikuti matakuliah MUB Industri. Diperoleh hasil: (1) tahap perencanaan merupakan tahap yang tidak terlalu sulit untuk dituntaskan karena, sebelum melakukan perencanaan mahasiswa mendapat pengetahuan mengenai perencanaan usaha ; (2) tahap pelaksanaan merupakan tahap yang sulit untuk dituntaskan karena, tahap tersebut memiliki kendala mengenai kinerja mahasiswa yang kurang maksimal dalam proses pelaksanaan usaha; (3) tahap evaluasi merupakan tahap yang sulit untuk dituntaskan karena, mahasiswa mengalami keterlambatan pemenuhan target omset yang mempengaruhi prestasi keberhasilan usaha. Kesimpulan pada penelitian ini dari keseluruhan bahwa sebagian besar responden berpendapat tingkat kesulitan mengelola usaha busana industri adalah pada tahap perencanaan (tidak terlalu sulit). Walaupun pada tahap perencanaan tidak terlalu sulit hendaknya perlu dioptimalkan dalam pengerjaannya. Pada kedua tahap yaitu pelaksanaan dan evaluasi dikaegorikan sulit, maka perlu lebih ditingkatkan kinerja pada kedua tahap tersebut. Saran pada penelitian ini hendaknya mahasiswa optimal dalam mengelola usaha pada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi agar tujuan usaha yaitu mencapai target omset dapat dituntaskan dengan baik
Pemetaan Produk “Khaidar Batik” Kabupaten Lumajang Berdasarkan Preferensi Konsumen
RINGKASAN Rahminingrum, Dwi. 2018. Pemetaan Produk “Khaidar Batik” Kabupaten Lumajang Berdasarkan Preferensi Konsumen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Khaidar Batik, Pemetaan Produk, Preferensi Konsumen “Khaidar Batik” merupakan salah satu pengrajin batik yang ada di Kabupaten Lumajang yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan pengrajin lainnya, yakni dalam proses pemesanan berdasarkan (request by order). Keunggulan dari pendirian usaha “Khaidar Batik”, yaitu memiliki motif batik yang bervariasi, serta memproduksi batik baik pesanan maupun diluar pesanan, sehingga konsumen merasa puas dalam memesan produk batik dan motif yang dipilih oleh konsumen atau instansi tidak memiliki kesamaan satu sama lain. Hal tersebut perlu adanya penelitian untuk memetakan produk “Khaidar Batik” Kabupaten Lumajang Berdasarkan Preferensi Konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan produk “Khaidar Batik” Kabupaten Lumajang berdasarkan Preferensi Konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder, data yang didapat dari dokumentasi pesanan produk “Khaidar Batik” pada bulan Januari 2015 sampai Desember 2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis multidimensional scalling (MDS). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian: Pertama, perpaduan antara stuktur dan motif, konsumen cenderung lebih menyukai perpaduan motif utama, motif pengisi, dan motif flora. Kedua, perpaduan antara struktur dan warna, konsumen cenderung lebih menyukai perpaduan motif utama dan motif pengisi. Ketiga, perpaduan antara struktur dan pengulangan, konsumen cenderung lebih menyukai motif utama dan motif pengisi. Keempat, perpaduan antara motif dan warna, konsumen cenderung lebih menyukai motif fauna dan warna hangat. Kelima, perpaduan antara motif dan pengulangan, konsumen cenderung lebih menyukai teknik random dan teknik full half repeat. Keenam, perpaduan antara warna dan pengulangan, konsumen cenderung lebih menyukai teknik full drop repeat dan teknik full half repeat. Dari hasil penelitian ini diharapkan pengrajin “Khaidar Batik” agar kedepannya terus mengembangkan motif batik yang sudah ada dan selalu berinovasi untuk menciptakan motif-motif yang baru, karena motif dalam suatu batik merupakan elemen yang penting dalam menghias suatu produk. Saran yang terkait dengan kesimpulan di atas: (1) Bagi pengrajin “Khaidar Batik” diharapkan terus mengembangkan dan berinovasi pada produk batik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 (enam) perpaduan pada gambar peta yang tidak disukai oleh konsumen, hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi pengrajin untuk terus mengembangkan produk batik atau tidak memproduksi batik yang tidak disukai oleh konsumen. (2) Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pemetaan produk batik berdasarkan preferensi konsumen dengan tempat yang berbeda