SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Profil Pelangi Nusantara sebagai Industri Kreatif dalam Pengolahan Limbah Garmen di Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN   Bahrak, Adibah. 2018. Profil Pelangi Nusantara sebagai Industri Kreatif dalam Pengolahan Limbah Garmen di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Pelangi Nusantara, Komunitas, Industri Kreatif, Limbah Garmen Pelangi Nusantara (Pelanusa) merupakan komunitas yang berbasis social entrepreneur dan bergerak dalam dalam bidang kerajinan tekstil dengan memanfaatkan limbah garmen berupa kain perca sebagai bahan baku utamanya. Pelanusa dibentuk untuk mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus ekonomi dengan memberdayakan perempuan dari berbagai latar belakang seperti mantan TKW, remaja putus sekolah, sampai perempuan nikah dini dengan mengasah keterampilan mereka untuk mengolah kain perca menjadi produk bernilai jual tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang profil komunitas Pelanusa  yang meliputi sejarah, visi misi, profil sumber daya manusia, sistem keanggotaan, sistem pengelolaan, produk yang dihasilkan, pelayanan dan fasilitas bagi anggota, prestasi dan penghargaan yang telah didapat, kendala, peran pemerintah, sampai dengan program jangka panjang komunitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana hasil penelitian ini berupa gambaran Pelanusa sebagai salah satu komunitas kreatif di Kabupaten Malang. Peneliti menentukan kriteria responden yang akan menjadi sumber data penelitian yaitu orang yang memahami tentang latar belakang komunitas dan telah tergabung sebagai anggota selama kurang lebih tiga tahun. Berdasarkan kriteria tersebut, peneliti memilih tiga responden yaitu founder komunitas, tim kreatif, dan anggota komunitas. Berdasarkan seluruh hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Pelanusa merupakan salah satu komunitas kreatif di Kabupaten Malang yang telah mampu mengatasi permasalahan limbah industri garmen dengan cara memberdayakan perempuan sekitar untuk mengolahnya sampai dengan  menolong perekonomian masyarakat. Anggota komunitas mendapatkan pelatihan keterampilan, pelatihan administrasi bisnis, sampai dengan pembinaan usaha mandiri. Akibat diterapkannya materi-materi yang telah diperoleh, anggota mampu membuat produk-produk yang diminati dan pada akhirnya produk tersebut dapat dijual dan menambah penghasilan dari anggota tersebut, bahkan sampai dengan membuka usaha mandiri atas pengolahan kain perca. Pelanusa perlu memperbaiki sistem pengelolaan keuangannya sehingga dapat segera tersalurkan kepada anggota yang telah berproduksi. Anggota komunitas juga harus lebih berperan aktif dan terus melakukan pengembangan diri dari hasil pelatihan yang telah diperoleh dan mempraktekkannya untuk diri sendiri atau bahkan melakukan kegiatan usaha sehingga mampu memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya dan taraf hidup meningkat. Pemerintah Kabupaten Malang hendaknya lebih memberikan perhatiannya untuk komunitas-komunitas yang berpotensi untuk mengangkat nama Kabupaten Malang baik secara sosial maupun ekonomi dengan cara membantu perkembangannya secara finansial dan dukungan moril

    Tanggapan Konsumen pada Produk Busana Batik Di “Sogan Batik Rejodani” Yogyakarta

    No full text
    RINGKASANProdusen batik dewasa ini mulai mengembangkan produk bukan sekedar sebagai pengrajin batik saja, namun mengembangkan batik yang diproduksi menjadi produk yang lebih beragam seperti busana, tas, dompet, sovenir dan lain-lain. Produk busana muslim yang terbuat dari batik yang diproduksi Sogan Batik Rejodani merupakan salah satu pengembangan produk. Busana muslim Sogan Batik Rejodani tersebut memiliki ciri khas desain unik dengan menerapkan patchwork. Penerapan patchwork ini memiliki konsep yang dapat menambah nilai busana, karena menceritakan sejarah perkembangan islam di Indonesia dan di dunia. Berdasarkan keicikan tersebut peneliti ingin mengetahui kualitas dari empat atribut produkdiantaranya, kemsan, merek, kualitas, dan penampilan.sehingga fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan empat atribut produk busana muslim batik.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan konsumen pada produk busana muslim berbahan batik di Sogan Batik Rejodani.Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 100 konsumen Sogan Batik Rejodani. Kriteria responden dalm penelitian ini adalah konsunen yang mengetahui produk Sogan Batik Rejodani baik yang sudah membeli atau yang akan membeli produk. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang disebarkan secara offline dan online. Responden offline terdiri dari konsumen yang secara langsung ditemui di toko. Responden online terdiri dari konsumen yang terdaftar sebagai pembeli online, sehingga pengambilan sempel termasuk dalam teknik juggment sampling. Proses pengambilan data responden dimulai sejak februari 2018 sampai april 2018. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tanggapan konsumen terhadap empat atribut produk yang pertama kemsan bernilai 93%, menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen menyatakan sangat baik. kedua atribut merek bernilai 95%, menunjukkan bahwa hampir keseluruhan konsumen menyatakan sangat baik. Ketiga kualitas produk bernilai 63%, hal ini menunnjukkan bahwa sebahian besar konsumen menyatakan baik. Keempat penampilan bernilai 78%, menunnjukkan bahwa hampir keseluruhan konsumen menyatakan sangat baik.   Nilai tanggapan produk secara garis besar adalah 98 % dan interpretasi persentase tersebut menunjukkan bahwa tinggkat kepercayaan konsumen Sogan Batik Rejodani sangat tinggi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan konsumen pada produk busana batik berdasarkan atribut-atribut produk menunjukkan hal yang sangat baik. Hampir seluruh konsumen menilai sangat baik setiap produk busana batik di Sogan Batik Rejodani, namun masih ada sebagian kecil konsumen yang menilai tidak baik beberapa indikator dari atribut produk. Saran yang dapat disampaikan antara lain: 1) Tim produksi Sogan Batik Rejodani sebaiknya menstandarisasi size gride yang di gunakan  secara jelas berdasarkan standar Nasional atau Internasional, untuk mengurangi kekecewaan konsumen. 2) Hendaknya penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan variabel-variabel yang lain. 3) Hendaknya penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mendalami lebih dalam mengenai motif batik produk Sogan Batik Rejodani

    PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR, SIKAP BELAJAR, DAN KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT KELAS XI BUSANA BUTIK SMKN 1 BATU

    No full text
    ABSTRAK Mayasaroh, Yeni. 2018. Pengaruh Kebiasaan Belajar, Sikap Belajar, Dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Penunjang Belajar Terhadap Hasil Belajar dalam Mengikuti Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Kelas XI Busana Butik SMKN 1 Batu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Sikap Belajar, Ketersediaan Sarana dan Prasarana   Belajar, Hasil Belajar Hasil observasi pada siswa jurusan Busana Butik di SMKN 1 Batu pada mata pelajaran DTM menunjukkan beberapa gejala yang menghambat tujuan proses pembelajaran. Gejala tersebut bisa menyebabkan masalah belajar dan hasil belajar tidak maksimal. Faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya hasil belajar siswa kelas XI BB SMKN 1 Batu difokuskan pada kebiasaan belajar, sikap belajar, dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang belajar. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui pengaruh dari kebiasaan belajar terhadap hasil  belajar, (2) mengetahui pengaruh dari sikap belajar terhadap hasil belajar, (3) mengetahi pengaruh dari ketersediaan sarana dan prasarana belajar terhadap hasil belajar, dan (4) mengetahi pengaruh dari kebiasaan belajar, sikap belajar,dan ketersediaan sarana dan prasarana belajar terhadap hasil belajar. Jenis penelitian adalah expostfacto, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Variabel bebas yang diteliti adalah kebiasaan belajar (X1), sikap belajar (X2), dan ketersediaan sarana dan prasarana belajar (X3), variable terikatnya yakni hasil belajar (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI BB SNKN 1 Batu yang berjumlah 60. Sampel sebanyak 45 siswa diperoleh dari teknik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan survei menggunakan angket dan dokumentasi. Data diolah menggunakan T.tes, F.tes, dan regresi serta dianalisis korelasi. Hasil analisis diperoleh hasil terdapat pengaruh dari kebiasaan belajar terhadap hasil belajar secara signifikan sebesar 0,003. Terdapat pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar secara signifikan sebesar 0,026. Terdapat pengaruh dari ketersediaan sarana dan prasarana terhadap hasil belajar secara signifikan sebesar 0,040. Terdapat pengaruh kebiasaan belajar, sikap belajar, dan keterseiaan sarana dan prasarana penunjang belajar terhadap sikap belajar dengan signifikan sebesar 0,000. Kebiasaan belajar, sikap belajar, ketersediaan sarana dan prasarana belajar mempunyai pengaruh sebesar 73,6% terhadap hasil  belajar, sedangkan 26,4% sisanya dipengaruhi oleh factor lain di luar penelitian.             ABSTRACT   Mayasaroh, Yeni. 2018. The Influence of Learning Habits, Learning Attituds, and Availability of Supporting Facilities And Infrastructure to the Learning Ouctcomes in Following to the Basic Subject of Tailoring Class Technology XI Boutique Class SMKN 1 Batu. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negri Malang. Advisors: (1) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. (2) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.   Keywords: Learning Habits, Learning Attitudes, Availability of Learning Facilities and Infrastucture, Learning Outcomes                   The result observation on the students of Boutique class at SMKN 1 Batu on DTM subject showed som symtoms That hampered the purpose of learning process. These symptoms cause learning problem and learning outcomes are not optimal. The objectives of this Research are: (1) to knot the influence of learning habis on learning outcomes, (2) to knot the influence of learning attitudes toward learning outcomes, (3) to knot the influence of availability of learning facilities and infrastruktur to learning outcomes, and (4) krom Study habis, learning attitudes, and the availability of learning facilities and infrastruktur to learning outcomes. The The of Research is expostfacto, pusing quantitative descriptive method. The Independent variables consist of learning habis (X1), learning attitudes (X2), and the availability of learning facilities and infrastruktur (X3) and the dependen variabel Thar is learning outcomes (Y). The Population in this study Ade students of class XI BB SMKN 1 Batu which amounted to 60. Technique of sampling pusing technique random sampling os Thar obtained 45. The data collected Bay survey pusing questionnaire and documentation. Data Ade processed pusing T.tes, Ftes and regression and analyzed correlation. The Renault of analysis shows Thar Three is influence krom Study habit to learning achievement signifikan 0,03. There is influence of learning attitudes toward learning Renault significantly 0,026. The effect of the availability of facilities and infrastruktur for learning outcomes is significance 0,040. There are support facilities and infrastruktur for learning outcomes with a significance of 0,000. Learning habis, learning sttitudes, availability of learning facilities and infrastruktur had na effect of 73,6% on learning outcomes, while the remaining 26,4% were influenced by other factors outside the study

    Analisis Kepuasan Pelanggan pada Kualitas Kerudung Zoya Fashion ( Studi Kasus Zoya Kawi Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Naningsih. 2018. Analisis Kepuasan Pelanggan pada Kualitas Kerudung Zoya Fashion (Studi Kasus Zoya Kawi Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, ST. MT., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci: indeks kepuasan pelanggan, kualitas, kerudung Zoya Fashion Tingkat kepuasan pelanggan pada produk bergantung dengan kualitasnya. Dimensi kualitas digunakan untuk mengukur kualitas produk yang dapat menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kepuasan pelanggan. Metode penelitian ini adalah deskriptif Kuantitatif dengan pengolahan data persepsi dan ekspektasi responden dari pelanggan Zoya dan anggota Hijabers Community Malang. Ruang lingkup penelitian di Zoya Kawi Malang dan batasan waktu pengambilan sampel 28 Desember 2017 sampai 28 Februari 2018. Produk penelitian adalah Kerudung Zoya Fashion. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang disebar ke 100 responden dengan cara offline (memberikan angket langsung pada pelanggan) dan online (mengirim link google formulir melalui aplikasi whats app).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai gap enam dimensi kualitas (performance, reliability, durability, aesthetic, conformance, dan perceived performance) bernilai positif, berarti ekspektasi pelanggan merek Zoya sudah terpenuhi dan kualitasnya sudah baik. Nilai Indeks Kepuasan Pelanggan secara garis besar adalah 83% dan interpretasi presentase tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan pada Kerudung Zoya sangat memuaskan. Simpulan dari penelitian adalah ekspektasi pelanggan Kerudung Zoya Fashion sudah terpenuhi dan kualitasnya sudah baik. Hal tersebut didukung dengan Indeks Kepuasan Pelanggan dalam kategori sangat memuaskan. Saran yang dapat disampaikan antara lain: 1) manajemen Zoya harus mempertahankan performance, relliability, durability, conformance, dan perceived performance dari Kerudung Zoya Fashion dengan cara meningkatkan kualitas kerudung, sehingga gap dari dimensi kualitas semakin kecil, 2) manajemen Zoya harus meningkatkan kualitas pada dimensi reliability dengan cara memperbanyak keberagaman tekstur kerudung yang diproduksi, sehingga ekpektasi pelanggan terpenuhi dan memperkecil kemungkinan pelanggan Zoya membeli kerudung dari produk pesaing, 3) manajemen Zoya harus membuat strategi pemasaran untuk memperoleh pelanggan baru dengan sasaran usia dewasa awal tahun sampai lansia awal tahun dan responden yang memiliki berbagai jenis pekerjaan dengan cara mempromosikan kerudung melalui media masa dan cetak, selain itu ikut berpartisipasi atau menjadi sponsor pada acara yang diselenggarakan oleh masyarakat luas tidak hanya pada kalangan tertentu (akademis), 4) bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti jenis produk Zoya yang lain atau jenis produk fashion dari merek lain yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan lain atau jenis produk fashion lain dalam kepuasan pelanggan

    Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana UM terhadap Manfaat Pembelajaran MUB Modiste

    No full text
    Abstrak Mata kuliah Mengelola Usaha Busana (MUB) Modiste merupakan matakuliah praktikum yang memberi bekal orientasi bisnis dimasa depan. Pengajar atau dosen pengajar sudah memberikan pembelajaran sesuai standar proses pembelajaran, namun pada penelitian angkatan 2010/2011 menghasilkan apresiasi yang kurang baik terhadap pelaksanaan matakuliah MUB modiste, sehingga peneliti ingin melihat sejauh mana manfaat pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap manfaat kognitif, manfaat afektif, dan manfaat psikomotor pembelajaran MUB modiste. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2012/2013, 2013/2014, dan 2014/2015 yang sudah menempuh mata kuliah MUB modiste. Penelitian ini menggunakan sampel Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah 96 responden. Instrument yang digunakan adalah angket atau kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan manfaat pembelajaran MUB modiste pada manfaat kognitif sebagian besar dalam kategori “sangat bermanfaat” dengan hasil 72% mahasiswa memilih sangat setuju dan hampir setengahnya dalam kategori “bermanfaat” dengan hasil 28% dari 96 mahasiswa. Manfaat afektif menunjukkan bahwa sebagian besar (52%) mahasiswa merasakan sangat bermanfaat, hampir setengahnya (45%) mahasiswa merasakan bermanfaat, dan sebagian kecil (3%)  mahasiswa merasakan kurang bermanfaat. Manfaat Psikomotor terlihat hampir setengahnya (46%) mahasiswa merasakan sangat bermanfaat dan sebagian besar (54%) mahasiswa merasakan bermanfaat. Hasil persentase tanggapan keseluruhan responden terhadap pembelajaran MUB modiste menunjukkan hampir setengahnya (33%) mahasiswa merasakan manfaat kognitif, hampir setengahnya (32%) mahasiswa merasakan manfaat afektif, dan hampir setengahnya (35%) mahasiswa merasakan manfaat psikomotor. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan pembelajaran MUB Modiste sangat bermanfaat. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwasannya rencana pembelajaran mendapat apresiasi kurang baik dari mahasiswa. Namun tingkat kelulusan mahasiswa pada tahun 2010 tersebut mencapai 90,71%. Perihal tersebut menunjukkan bahwasannya pembelajaran MUB Modiste secara keseluruhan masih dapat mencapai hasil belajar yang baik. Hasil belajar dapat dilihat dari ketiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Jika hasil belajar baik maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merasakan manfaat pembelajaran tersebut. Manfaat pembelajaran tersebut berkesinambungan, mahasiswa merasakan manfaat kognitif yang dapat mempengaruhi sikap (manfaat afektif) mahasiswa dan menghasilkan keterampilan (manfaat psikomotor) mahasiswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa manfaat pembelajaran MUB modiste sudah seimbang antara manfaat kognitif yang didapatkan, manfaat afektif, begitupun juga manfaat psikomotor, karena nilai persentase yang tidak jauh berbeda. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah 1) Pembina yang termasuk dalam matakuliah MUB modiste sebaiknya lebih memudahkan prosedur pada pembelajaran. Misalnya persetujuan pesanan mengenai detail desain busana yang dipesan oleh konsumen dan bahan pelengkap yang diperlukan dalam pembuatan busana. Memanfaatkan teknologi seperti handphone pada aplikasi WhatsApp, Email, untuk berkomunikasi dengan mahasiswa. Supaya mempermudah dan mempercepat produksi dalam mencapai target produksi. 2) Mahasiswa diharapkan dapat lebih disiplin dalam pembelajaran. Tidak menunda-nunda pekerjaan, Memanfaatkan fasilitas dengan sebaik-baiknya. Belajar manajemen waktu dengan baik. Mampu menerima dan menjalankan rambu-rambu pembelajaran dengan baik. 3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam pelaksanaan penelitian sejenis pada pokok pembahasan yang berbeda

    TANGGAPAN MAHASISWA KPL JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI ANGKATAN 2013 PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA TERHADAP TUGAS GURU PAMONG DALAM PELAKSANAAN KPL

    No full text
    ABSTRAK   Ade Kusnia Sara, Silvy. 2018. Tanggapan Mahasiswa KPL Jurusan Teknologi Industri Angkatan 2013 Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Terhadap Peran Guru Pamong. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd   Kata Kunci : Tanggapan, Mahasiswa KPL, Peran Guru Pamong Guru pamong adalah guru yang bertanggung jawab membimbing para calon guru selama latihan-latihan praktik keguruan berlangsung. Guru pamong memiliki enam tugas pokok dalam menjalankan perannya yaitu (1) memberi informasi tentang SK dan KD serta silabus yang akan diajarkan oleh mahasiswa selama KPL; (2) bersama dengan mahasiswa menyusun program kegiatan KPL, (3) membimbing dan menilai perangkat pembelajaran yang disusun mahasiswa; (4) membimbing dan menilai mahasiswa dalam melaksanakan praktik pembelajaran; (5) mendiskusikan hasil kegiatan mengajar bersama mahasiswa untuk perbaikan dan pengayaan penampilan mengajar selanjutnya; (6) mendampingi pelaksanaan praktik lesson study mahasiswa, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran (plan), praktik pelaksanaan pembelajaran (open class/do),sampai diskusi refleksi (see). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tanggapan mahasiswa KPL jurusan teknologi industri angkatan 2013 prodi S1 pendidikan tata busana terhadap peran guru pamong. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh. Populasi dan sampel yang diambil adalah keseluruhan mahasiswa angkatan 2013 yang telah melaksanakan KPL pada tahun 2016/2017.  Instrument yang digunakan adalah angket tertutup. Diperoleh hasil: (1) memberikan informasi SK, KD, serta silabus dengan persentase 53% data responden dalam kategori sering, (2) membimbing dan menilai perangkat pembelajaran dengan persentase 48% data responden dalam kategori kadang, (3) bersama dengan mahasiswa menyusun program KPL dengan persentase 51,4% data responden dalam kategori sering, (4) membimbing dan menilai praktik pembelajaran dengan persentase 54% data responden dalam kategori sering, (5) mendiskusikan hasil kegiatan mengajar dengan persentase 51% dalam kategori sering, (6) mendampingi lesson study dengan persentase 55,5% data responden dalam kategori sering. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan secara keseluruhan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa guru pamong telah menjalankan tugasnya dengan baik, berdasarkan 6 tugas guru pamong terdapat salah satu peran yang perlu ditingkatkan yaitu terkait perangkat pembelajaran, selain itu meskipun secara keseluruhan peran telah dikategorikan baik namun tetap perlu peningkatan mendalam terkait proses pelaksanaannya, karena masih terdapat beberapa kekurangan-kekurangan. Saran terkait penelitian ini, hendaknya guru pamong mampu menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan mahasiswa KPL, dan hendaknya guru pamong dan mahasiswa KPL selalu mengutamakan diskusi demi kepentingan bersama maupun peserta didik

    Tanggapan Dosen Pengajar tentang Pelaksanaan Pembelajaran MUB Modiste

    No full text
    ABSTRAK   Fauziah, Nur . 2018. Tanggapan Dosen Pengajar tentang Pelaksanaan Pembelajaran MUB Modiste. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata kunci: Tanggapan Dosen, Pembelajaran MUB Modiste Pembelajaran MUB Modiste merupakan salah satu mata kuliah praktik yang dilaksanakan oleh tata busana Universitas Negeri Malang yang ditempuh pada semester 5. Pada proses pembelajaran MUB Modiste mahasiswa dituntut mencari konsumen untuk memenuhi target order yang telah ditentukan. Adanya konsumen sebagai elemen tambahan pada pembelajaran MUB Modiste menjadikan mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah praktik lainnya. Setiap pembelajaran perlu adanya evaluasi secara global supaya pembelajaran tersebut menjadi lebih baik lagi. Pada penelitian ini membahas mengenai tanggapan  dosen pengajar terkait pelaksanaan pembelajaran MUB Modiste. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data-data yang diperlukan dihimpun dengan menggunakan terknik triangulasi (gabungan) sumber dan teknik. Sumber yang digunakan oleh peneliti yaitu dosen pengajar dan yang pernah mengampu mata kuliah MUB Modiste. Cara yang digunakan dalam triangulasi teknik diantaranya, angket tertutup, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian bisa disimpulkan sebagai berikut, (1) RPP telah dirumuskan dan dikembangkan dengan baik oleh setiap dosen pengajar. perumusan RPP sesuai dengan kebutuhan industri modiste pada umumnya, (2) kebiasaan mahasiswa selama kegiatan pembelajaran MUB Modiste dianggap telah memiliki sikap serta perilaku baik dan kurang baik. Perilaku kurang baik dari mahasiswa ditunjukkan karena masih adanya pelanggaran yang biasa dilakukan oleh mahasiswa. Perilaku baik dari mahasiswa yaitu kedisiplinan mereka pada saat pembelajaran, (3) dosen pengajar telah mengaplikasikan kompetensi yang dimiliki untuk memberikan arahan kepada mahasiswa. Dosen pengajar mengambil kebijakan secara adil kepada mahasiswa mengenai hasil kerja mereka, (4) alat praktik yang digunakan dianggap cukup lengkap dan dapat menunjang kegiatan pembelajaran MUB Modiste, luas laboratorium yang digunakan telah memenuhi standar nasional perguruan tinggi. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah (1) Bagi mahasiswa diharapkan lebih disiplin dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mencapai target dari mata kuliah MUB Modiste, (2) bagi lembaga, dapat dijadikan evaluasi sehingga lembaga dapat mempertahankan kondisi yang telah ada dan dapat ditingkatkan lebih baik, (3) bagi peneliti lain, dapat dijadikan referensi untuk penelitian yang relevan dengan pokok bahasan yang berbeda

    Upaya Penyesuaian Diri Mahasiswa Dalam Melaksanakan Praktik Industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia

    No full text
    RINGKASAN Mahasiswa selama melaksanakan praktik industri di Noor Arfa Sdn. Bhd. Malaysia mengalami kesulitan dalam beradaptasi pada lingkungan karena perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya penyesuaian diri personal, sosial, dan jabatan & vokasional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan model fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan. Pertama, upaya penyesuaian diri personal yang dilakukan mahasiswa adalah mengatur waktu istirahat dengan kualitas yang cukup, mengatur pola makan yang sehat, melakukan olahraga, melakukan rekreasi, berusaha belajar mandiri dalam hal mengurus keperluan pribadi, mengendalikan tingkah laku dalam pergaulan dengan teman di perusahaan dan masyarakat sekitar, melakukan kegiatan ibadah, dan menerima fasilitas tambahan seperti tempat tinggal yang disediakan oleh perusahaan dan berusaha menyesuaikan dengan keadaan lingkungan. Kedua, upaya penyesuaian diri sosial: tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, mengenali dan menghormati hak orang lain, menjalin hubungan baik dengan pimpinan, karyawan, dan teman kerja, peka terhadap masalah dan kesulitan teman seangkatan, menghormati nilai dan integritas hukum, tradisi, dan adat istiadat masyarakat, dan berusaha memahami dan mempelajari bahasa. Ketiga, upaya penyesuaian diri jabatan dan vokasional: berusaha mencapai hasil kerja sesuai standar kualitas perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan praktik industri di Malaysia. Diharapkan, mahasiswa mampu membedakan dan menerima fasilitas yang diberikan oleh pihak perusahaan, baik fasilitas yang disediakan selama pelaksanaan praktik industri maupun fasilitas tambahan seperti tempat tinggal dan mahasiswa harus mampu mencapai hasil kerja sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan mulai menata untuk orientasi kedepannya selama di lingkungan baru

    UPAYA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN DOMPU DALAM PELESTARIAN BUSANA TRADISIONAL SUKU MBOJO NUSA TENGGARA BARAT

    No full text
    RINGKASAN Septiana, Khaerunnisa. 2018. Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dalam Pelestarian Busana Tradisional Suku Mbojo Nusa Tenggara Barat.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd. (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata kunci: Upaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Pelestarian, Busana Tradisional Suku Mbojo. Busana tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang patut dibanggakan dan dilestarikan. Busana tradisional tiap daerah memiliki makna dan simbolis yang mencermikan kehidupan masyarakat daerah tersebut, dan memiliki berbagai macam jenis. Dompu merupakan Kabupaten yang sedang berkembang, sehingga banyak pendatang dari luardaerah yang mulai menetap disana. Hal ini menyebabkan adanya pembauran kebudayaan, sehingga kebudayaan asli Mbojo mulai terlupakan dan juga Kabupaten Dompu tidak memiliki museum kebudaayan seperti halnya Bima. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya preventif dan upaya preservatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dalam pelestarian busana tradisional Suku Mbojo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi.Tahap analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil (1) Upaya preventif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dalam pelestarian busana tradisional Suku Mbojo meliputi Duta Pariwisatadan Festival Rimpu. Upaya preventif bertujuan untuk mencegah suatu hal yang tidakdiinginkan, seperti mencegah terjadinya kepunahan pada busana tradisional  Mbojo, sehingga budaya Mbojo tetap ada dan dapat diwariskan kegenerasi selanjutnya sehingga tetap dapat mengetahui dan menggunakan busana tradisional daerahnya sendiri. (2) Upaya preservatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dalam pelestarian busana tradisional Suku Mbojo meliputi Festival Pesona Tambora dan Pawai Budaya. Upaya preservatif bertujuan untuk menjaga dan memelihara budaya Mbojo agar tidak mengalami kemunduran dan kepunahan, seperti halnya menjaga dan memelihara budaya busana tradisional Suku Mbojo agar tetap ada dan dikenal oleh masyarakat. Berdasarkanhasilpenelitianinimaka (1) Diharapkan kepada pemerintah untuh lebih mengembangkan kegiatan kebudayaan, membuat website serta menyelipkan pengetahuan tentang busana tradisional Suku Mbojo pada mata pelajaran muatan lokal, dan mewajibkan menggunakan busana tradisional pada salah satu hari kerja, (2) Diharapkan masyarakat selalu berusaha untuk mempertahankan kebudayaan Mbojo melalui mengembangan keterampilan dalam menenun dan menciptakan karya yang berkaitan dengan kebudayaan Mbojo

    Studi tentang Sikap Berwirausaha Siswa Kelas XI pada Kegiatan Unit Usaha Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Turen

    No full text
    Abstrak   SMK Negeri 1 Turen sebagai sekolah pelopor di Kabupaten Malang terus mengembangkan kualitas lulusannya, salah satu hal yang dilakukan oleh sekolah yaitu memfasilitasi unit usaha untuk melatih jiwa wirausaha siswa. Unit usaha tersebut dimiliki oleh setiap jurusan yang ada di SMK N 1Turen, dengan dikelola oleh siswa  serta guru sebagai pendamping. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa hambatan yang mempengaruhi keberlangsungan usaha. Salah satunya yaitu kurangnya keaktifan siswa dalam menjalankan kewajiban sehingga berpengaruh terhadap proses wirausaha dan pendapatan. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sikap berwirausaha siswa kelas XI pada Unit Usaha Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Turen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif  dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup, dengan jumlah responden 12 siswa yang terdiri dari lima siswa kelas Tata Busana 1 dan tujuh siswa dari kelas Tata Busana 2, mereka adalah siswa yang ikut serta dalam unit usaha Jurusan Tata Busana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) sikap berwirausaha siswa ditinjau dari aspek percaya diri mendapatkan hasil 83% dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan sangat baik; (2) sikap berwirausaha siswa ditinjau dari aspek berorientasi pada tugas dan hasil mendapatkan hasil 67%, interpretasi dari persentase tersebut diklasifikasikan baik; (3) sikap berwirausaha siswa ditinjau dari aspek kepemimpinan mendapatkan hasil 67% dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan baik; (4) sikap berwirausaha siswa ditinjau dari aspek keorsinilan mendapatkan persentase 83% dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan sangat baik; (5) sikapberwirausaha siswa ditinjau dari aspek berorientasi ke masa depan mendapatkan persentase 100% dengan klasifikasi sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswa memiliki sikap berwirausaha yang baik ditinjau dari lima aspek sikap berwirausaha. Saran untuk Jurusan Tata Busana SMK N 1 Turen yaitu diharapkan sikap berwirausaha yang telah dimiliki oleh siswa dapat dipadukan dengan sumber daya lain yang nantinya berdaya guna dalam mengidentifikasi peluang sehingga tujuan usaha dapat terealisasikan. Diharapkan juga sikap yang telah dimiliki oleh siswa dapat dipertahankan seperti keorsinilan dan berorientasi ke masa depan. Serta meningkatkan dan juga melatih sikap yang masih belum maksimal dalam diri siswa seperti pada aspek berorientasi pada tugas dan hasil. Penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan variabel-variabel yang ada atau mengaitkan dengan variabel lain yang berhubungan, dan mencari faktor lain yang mempengaruhi adanya permasalahan dalam unit usaha

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇