SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Peserta Didik pada Kondisi Sarana dan Prasarana Laboratorium Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang
RINGKASAN Briliana, Kristy. 2018. Tanggapan Peserta Didik pada Kondisi Sarana dan Prasarana Laboratorium Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci: Kondisi, Sarana, Prasarana, Laboratorium Busana, SMKNegeri 7 Malang Sarana dan prasarana pendidikan merupakan material pendidikan yang sangat penting. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memerlukan dukungan sarana dan prasarana pendidikan.Keberadaan laboratorium di SMK Negeri 7 Malang terdiri dari 3 laboratorium yaitu laboratorium 1, laboratorium 2, dan laboratorium 3 pada jurusan busana butik.Laboratorium 1 merupakan laboratorium menjahit manual yang digunakan oleh kelas X, laboratorium 2 merupakan laboratorium masinal (high speed) yang digunakan oleh kelas XI, dan laboratorium 3 merupakan laboratorium menjahit masinal (high speed) yang digunakan oleh kelas XII.Kondisi laboratorium busana butik masih perlu ditingkatkan sesuai dengan standar, karena terdapat kendala dengan adanya sarana dan prasarana yang belum memenuhi kebutuhan siswa khususnya pada keahlian busana butik. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi sarana dan prasarana pada laboratorium busana butik di SMKN 7 Malang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup, dengan jumlah responden 92 siswa yang terdiri dari 4 kelas jurusan busana butik yaitu 2 kelas XI busana butik dan 2 kelas XII busana butik, mereka adalah siswa yang telah mengikuti pembelajaran praktik di semua laboratorium busana butik.Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) kondisi sarana laboratorium 1 mendapatkan hasil 50,0% dan interpretasi presentase tersebut diklasifikasikan kurang baik; (2) kondisi prasarana laboratorium 1 mendapatkan hasil 93,5% dan interpretasi presentase diklasifikasikan sangat baik; (3) kondisi sarana laboratorium 2 mendapatkan hasil 43,5% dan interpretasi presentase tersebut diklasifikasikan kurang baik; (4) kondisi prasarana laboratorium 2 mendapatkan hasil 73,9% dan interpretasi presentase diklasifikasikan baik; (5) kondisi sarana laboratorium 3 mendapatkan hasil 60,8% dan interpretasi presentase tersebut diklasifikasikan baik; (6) kondisi prasarana laboratorium 3 mendapatkan hasil 43,5% dan interpretasi presentase diklasifikasikan kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sarana dan prasarana busana butik belum memenuhi kebutuhan siswa. Saran untuk Jurusan Busana Butik SMK N 7Malang yaitu diharapkan pihak sekolah dapat menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan standar umum pembelajaran praktikum tingkat menengah kejuruan. Serta dalam menggunakan laboratorium dapat merawat dan menjaga yang sudah ada dengan baik. Penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan variabel-variabel yang ada atau mengaitkan dengan variabel lain yang berhubungan dengan sarana dan prasarana laboratorium busana butik
Identifikasi Proses Pembuatan Desain Busana Pada Matakuliah Pameran dan Gelar Cipta Busana Tahun 2017
RINGKASAN Azizah. 2018. Identifikasi Proses Pembuatan Desain Busana Pada Matakuliah Pameran dan Gelar Cipta Busana Tahun 2017. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: Proses Desain, Desain Busana, Fashion Design, Konsep Desain Busana, Story Boards, Mood Boards, Reartism, Pameran dan Gelar Cipta Busana. Fashion secara tidak langsung memiliki peranan penting dalam kemajuan perekonomian Indonesia khususnya Industri Kreatif. Salah satu lembaga pendidikan tinggi negeri yang mempelajari bidang fashion design atau tata busana adalah Universitas Negeri Malang (UM). Pada dasarnya mahasiswa harus menerapkan proses pembuatan desain busana dengan benar agar mendapatkan hasil produk yang maksimal, akan tetapi berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada 20 orang mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2012/2013 UM, 16 mahasiswa diantaranya menyatakan bahwa mereka membuat produk busana untuk matakuliah pameran dan gelar cipta busana melalui proses pencarian ide tanpa pembuatan konsep desain. Permasalahan ini diteliti lebih lanjut untuk mengetahui proses pembuatan desain busana mahasiswa yang sebenarnya pada matakuliah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi proses pembuatan desain busanamahasiswa yang mengikuti matakuliah pameran dan gelar cipta busana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana dan D3 Tata busana yang mengikuti matakuliah Pameran dan Gelar Cipta Busana Tahun 2017 dengan jumlah 55 responden. Jumlah sampel yang digunakan adalah sampel jenuh (nonprobability sampling). Uji validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dengan pengujian instrumen yang dilakukan oleh validator ahli: (I) Bu Hermina Andreyani, Founder sekaligus Kepala Sekolah dari Quinna School of Fashion, (II) Silla Dawilah, selaku Fashion Design Consultant di Silla Moda Boutique dan pemilik Le-Silla Malang. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran guttman, dengan pengujian reliabilitas internal consistency, karena skor yang dihasilkan adalah skor dikotomi, maka reliabilitasnya dihitung dengan rumus KR-20. Uji reliabilitas dilakukan berdasarkan tabelIsaac dan Michael pada tingkat signifikan 5% sebesar 48 mahasiswa (7 responden). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada responden dan metode analisis data yang digunakan adalah teknik statistic deskriptif. Terdapat 56 tahapan yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa yang mengikuti matakuliah pameran dan gelar cipta busana tahun 2017, berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif proses pembuatan busana, paling sedikit tahapan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam proses pembuatan desain busananya berjumlah 19 tahapan (33,9%) dari keseluruhan tahapan. Rata-rata mahasiswa mengerjakan 34 tahapan dari 56 tahapan (60,7%). Tahapan proses pembuatan desain busana yang paling banyak dilakukan berjumlah 41 tahapan (73,2%) dan hanya dilakukan oleh 2 mahasiswa dari keseluruhan mahasiswa (3,63%) Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh beberapa simpulan, (1) Secara umum proses desain busana mahasiswa yang mengikuti matakuliah pameran dan gelar cipta busana tahun 2017 dilakukan tidak sesuai dengan teori proses desain yang ada. (2) Masih banyak mahasiswa yang tidak menerapkan tahapan-tahapan dan poin-poin tertentu yang harus dilakuka saat proses pembuatan desain busana. (3) Tahapan presentasi dalam proses pembuatan desain busana tidak dilakukan oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti matakuliah pameran dan gelar cipta busana tahun 2017, sehingga mahasiswa tidak mengetahui kelemahan dan kekurangan dari desainnya. Saran dalam penelitian ini yaitu (1) Mahasiswa diharapkan lebih memperhatikan dan mengikuti prosedur proses pembuatan desain busana sesuai dengan teorinya sehingga desain yang dihasilkan benar-benar maksimal. (2) Dosen pembimbing matakuliah pameran dan gelar cipta busana diharapkan lebih mempelajari dan mendalami teori konsep desain busana dan berinovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran. (3) Dosen pembimbing matakuliah Pameran dan Gelar Cipta Busana diharapkan dapat mengkondisikan waktu kegiatan presentasi agar mahasiswa dapat lebih mengetahui kelemahan dan kekurangan dari desain busana yang dihasilkan. (4) Peneliti selanjutnyadiharapkan untuk mempersempit masing-masing indikator dan menjabarkan sub indikator lebih detail lagi, sehingga dapat menggambarkan kondisi desain mahasiswa yang sebenarnya berkaitan dengan proses pembuatan desain busana matakuliah pameran dan gelar cipta busana
ANALISIS PERBEDAAN WAKTU BAKU PRODUKSI KEMEJA BATIK ANTARA JABIER TAILOR DENGAN MATAKULIAH TAILORING S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Indriati, Diani. 2018. Analisis Perbedaan Waktu Baku Produksi Kemeja Batik Antara Jabier Tailor Dengan Matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci : Waktu Baku, Sistem Produksi Kemeja Batik Motif Sambung, Allowance, Performans Rating Busana adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia selain pangan dan papan. Seiring dengan berkembangnya IPTEK usaha dibidang busana pun kini ikut berkembang pesat, karena semakin tinggi per-saingan dalam industri busana, maka produsen industri busana dituntut untuk menciptakan efisiensi dalam proses produksinya.Di dunia industri, waktu kerja merupakan salah satu faktor yang penting dan perlu mendapat perhatian dalam sistem produksinya. Agar dapat membandingkan waktu kerja dibutuhkan suatu waktu baku atau waktu standar sebagai acuan untuk penentuan metode kerja yang terbaik.Menurut hasil pengamatan peneliti di tanggal 6 September 2017 pada matakuliah Tailoring mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2015 offering A, B dan Jabier Tailor Kota Malang terdapat perbedaan waktu baku produksi. Produk yang dikerjakan adalah produk yang sama yakni kemeja batik motif sambung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung dalam hal sistem produksi, faktor kelonggaran (allowance) dan penyesuaian (performans rating) antara matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Jabier Tailor Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dan bersifat ex-post facto. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung oleh peneliti pada matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana dan Jabier Tailor dengan data yang diambil pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober tahun 2017.Penelitian ini menggunakan instrumen berupa jam henti (stopwatch). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang.Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari sistem produksinya, perbedaan yang sangat signifikan terletak pada proses memasang lengan pada kerung lengan kemeja dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 84,4%.Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari performans rating, perbedaan yang sangat signifikan terletak pada usaha (effort) dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 60%. Perbedaan waktu baku produksi kemeja batik motif sambung antara Jabier Tailor dengan matakuliah Tailoring S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang jika ditinjau dari faktor kelonggaran (allowance), perbedaan yang sangat signifikan terletak pada minum sekedarnya hanya untuk menghilangkan rasa haus dengan jumlah koefisien perbedaan sebesar 94%. Saran peneliti kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema penelitian ini agar mengadakan penelitian lanjutan pada matakuliah praktik lainnya, dan meminta izin kepada dosen pengajar matakuliah untuk membentuk kelompok-kelompok pada mahasiswa sebelum mengambil data, agar memudahkan proses pengambilan data
Studi Tentang Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Pembuatan Kemeja Berbasis Kurikulum 2013 Di SMK Negeri 3 Malang.
ABSTRAK Kartini. 2017. Studi Tentang Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Pembuatan Kemeja Berbasis Kurikulum 2013 Di SMK Negeri 3 Malang. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kegiatan pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) pada peserta didik kelas XI Tata Busana yang telah dilaksanakan belum terpusat pada peserta didik (student centered), aktifitas belajar peserta didik belum maksimal sehingga pencapaian hasil belajar hanya tercapai 70%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penyusunan rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP), kegiatan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran pada materi pembuatan kemeja dengan menerapkan model pembelajaran PjBL. PjBL adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian berupa RPP, kegiatan dan evaluasi pembelajaran dalam materi pembuatan kemeja pada mata pelajaran Pembuatan Busana Industri pada Kompetensi Keahlian Tata Busana di SMK Negeri 3 Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bisa disimpulkan sebagai berikut, (1) RPP sudah disusun dan dikembangkan secara lengkap sesuai komponen-komponen RPP yang tertuang pada permendikbud nomer 22 tahun 2016, dan mencakup semua kompetensi dasar yang terdapat pada silabus Pembuatan Busana Industri dengan materi pembuatan kemeja, namun belum direncanakan teknik penilaian yang sesuai dengan model pembelajaran PjBL, (2) kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan sintak yang terdapat pada model pembelajaran PjBL yang sudah mencakup pendekatan saintifik dan menjadi ciri kurikulum 2013, (3) Penerapan PjBL yang dilaksanakan di kelas XI Dressmaking 2 Program Keahlian Tata Busana mampu meningkatkan keaktifan peserta didik (student centered) dalam mengorganisasi proyek, mengelola waktu, sumber belajar dan peralatan menjahit serta menemukan pemecahan masalah dalam menyelesaikan yugas proyek. Pencapaian hasil belajar menunjukkan 82% peserta didik berhasil mencapai KKM ≥ 75. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah (1) Bagi jurusan Teknologi Industri, khususnya mahasiswa Program Studi Tata Busana yang akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan perlu memahami model pembelajaran yang inovatif salah satunya PjBL, (2) Guru dalam penyusunan RPP perlu memahami sintak, teknik penilaian proyek, kemampuan peserta didik, alokasi waktu dan sarana yang tersedia untuk menerapkan model pembelajaran PjBL, (3). Pihak sekolah diharapkan mampu menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran PjBL, dan menyelenggarakan pelatihan tentang penilaian proyek bagi guru produktif, sehingga dapat diterapkan pada proses pembelajaran sesuai model dan pendekatan pembelajaran yang dipilih
Persepsi Mahasiswa D3 Tata Busana Di Jawa Timur Terhadap Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
ABSTRAK Setiyadin, Aghisna, Febriyani Cahya. 2017. Persepsi Mahasiswa D3 Tata Busana Di JawaTimurTerhadap Surat KeteranganPendamping Ijazah (SKPI). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa D3 Tata Busana, Surat Keterangan, Pendamping Ijazah (SKPI). Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Dalam peraturan pemerintah nomor 81 tahun 2014, disebutkan ijazah diberikan kepada lulusan perguruan tinggi disertai paling sedikit dengan Transkip Akademik dan SKPI. Setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) di ASEAN maka diperlukannya lulusan yang kompeten dan berdaya guna. SKPI juga sering digunakan oleh petugas HR / rekrutmen di bisnis untuk mendapatkan informasi tentang calon pekerjaan. Dari hasil survey saat ini masih banyak perguruan tinggi yang belum menggunakan SKPI. Rumusan masalah dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Persepsi mahasiswa D3 Tata Busana di Jawa Timur terhadap SKPI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa D3 Tata Busana Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan cara analisis statistik deskriptif melalui perhitungan mean (M), median (Me), modus (Mo), dan standar deviasi (SD). Hasil penelitian ini yaitu persepsimahasiswaD3 Tata Busana di Jawa Timur terhadap SKPI masukdalamkatergori“Sangat Baik”. Dikarenakanmemilikipengetahuandengan hasil yang baik akanmempengaruhisikapseseorangdalammengemukakanpersepsinyapadasuatuobjek. Lalupemahamanmahasiswadikatakan juga menjadi salah satuaspekpenentu yang mempengaruhipersepsi yang akandikemukakanmahasiswanantinya. Pemahamanrespondententang SKPI padapenelitianinimasukdalamkategoribaik. Dan yang terakhiryaitumenanggapikebutuhanmahasiswapada SKPI dikatakanmenjadiaspekpenentu yang mempengaruhipersepsimahasiswa. Mahasiswa yang mengetahuidanpahamtentang SKPI juga belumdapatmemikirkanlangkahselanjutnyauntukmendapatkan SKPI danmenambah point kompetensi yang adapada SKPI. Peneliti menyarankan diadakannya sosialisasi untuk mengenalkan SKPI, melihat respon positif yang diberikan responden. Mahasiswa sebaiknya lebih aktif dalam kegiatan untuk menambah nilai deskriptif dalam SKPI dan lebih aktif mencari tahu bagaimana cara mendapatkan SKPI di Universitas masing-masing. ABSTRACT Setiyadin, Aghisna, Febriyani Cahya. 2017. Perception D3 College Students of Fashion Department in East Java about Diploma Supplement (SKPI). Skripsi, Department In Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Keywords: Perception, D3 College Student of Fashion Department, Diploma Supplement. Diploma Supplement (SKPI) is an official statement issued by Higher Education, containing information about academic achievement or qualification from high degree graduate of education. In government regulation number 81 year 2014, mentioned diploma given to college graduate accompanied by at least with Academic Transkip and SKPI. After the enactment of the Asian Economic Community (MEA) in ASEAN it is necessary for competent and efficient graduates. SKPI is also often used by HR officers / recruitment in business to obtain information about job candidates. From the results of the current survey there are still many universities that have not used SKPI. The formulation of the problem of this research to find out how the perception of D3 student of Fashion Department in East Java against SKPI The research method used is descriptive quantitative and data collection using questionnaire with likert scale. The population in this study is D3 Students of State College Fashion Department in East Java. Data analysis was done by means of descriptive statistical analysis through calculation of mean (M), median (Me), mode (Mo), and standard deviation (SD). The result of this research is college student perception D3 Fashion Department in East Java to SKPI entered in category "Good". Because having knowledge with good results will affect one's attitude in expressing perceptions on an object. Then the students' understanding is also said to be one of the determinants that affect the perception that will be expressed by the students later. Understanding respondents about SKPI in this study fall into either category. And the last is to respond to the needs of students on SKPI said to be the determinant aspects that affect student perceptions. Students who know and understand about SKPI also can not think of the next step to get SKPI and add competency points in SKPI. Researchers suggest the holding of socialization to introduce SKPI, see the positive response given by respondents. Students should be more active in activities to add descriptive value in SKPI and more actively find out how to get SKPI in each University.
Studi tentang Kesiapan SMK An Nur Bululawang Menghadapi Revitalisasi
Abstrak Revitalisasi merupakan pembangkitan kembali vitalitas. Jadi pengertian revitalisasi secara umum adalah usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi SMK diharapkan untuk segera dilaksanakan pada satuan pendidikan. Sesuai dengan istruksi presiden tentang revitalisasi, maka Sekolah Menengah Kejuruan merupakan objek yang akan di revitalisasi. Jadi revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sebelumnya masih ada kekurangan lalu diperbaiki kembali supaya lebih siap untuk memasuki DUDI dan menghadapi MEA. Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia secara global.Revitalisasi SMK terdapat empat dimensi, yaitu: tata kelola lembaga, guru dan tenaga kependidikan, kualitas pembelajaran, dan kebekerjaan lulusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi pada empat dimensi, meliputi: dimensi tata kelola lembaga, dimensi guru dan tenaga kependidikan, dimensi kualitas pembelajaran, dan dimensi kebekerjaan lulusan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu sampel jenuh. Responden terdiri dari keseluruhan guru normatif, adaptif dan produktif di SMK An Nur Bululawang dengan jumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuesioner tertutup. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi pada: (1) dimensi tata kelola lembaga berada pada kategori sangat siap dengan persentase 90,0%, berdasarkan indikator (a) percepatan akreditasi dan lisensi sertifikasi dengan persentase 25,0%, (b) pengelolaan kelembagaan dengan persentase 34,3%, dan (c) peningkatan kualitas lembaga dengan persentase 30,7%, (2) dimensi guru dan tenaga kependidikan berada pada kategori siap dengan persentase 63,3%, berdasarkan indikator (a) pemenuhan kualitas dan kuantitas guru dan tenaga kependidikan dengan persentase 48,1%, (b) pelatihan berkelanjutan dengan persentase 12,4%, dan (c) magang guru di DU/DI dengan pesentase 2,8%, (3) dimensi kualitas pembelajaran berada pada kategori sangat siap dengan persentase 86,7%, berdasarkan indikator (a) penataan spektrum bidang keahlian dengan pesentase 20,5%, (b) perangkat pembelajaran dengan persentase 22,6%, (c) kesesuaian materi kejuruan dengan persentase 7,2%, (d) proses KBM dengan persentase 22,1%, dan (e) program magang DU/DI dengan persentase 14,3%, (4) dimensi kebekerjaan lulusan berada pada kategori siap dengan persentase 73,3%, berdasarkan indikator (a) portofolio lulusan dengan persentase 28,6%, (b) hubungan DU/DI dengan persentase 13,1%, (c) penempatan dan penelusuran lulusan dengan persentase 20,2%, (d) transisi jenjang karier dan retooling 11,4%. Jadi dilihat dari kontribusi empat dimensi revitalisasi, dapat disimpulkan secara keseluruhan tentang kesiapan SMK An Nur Bululawang menghadapi revitalisasi yang berada pada kategori sangat siap dengan persntase 78,3%. Saran yang dapat diberikan kepada SMK An Nur Bululawang, ialah (1) Dimensi guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk melaksanakan gelar ganda bagi guru yang mengajar pada bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Melakukan kerjasama dalam hal sertifikasi profesi guru yang menunjukkan keprofesionalan seorang guru. Bekerjasama dengan DU/DI untuk pelaksanaan magang guru guna meningkatkan kompetensi keahlian guru produktif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada,(2) Dimensi kebekerjaan lulusan disarankan untuk memaksimalkan program pelatihan pada lulusan supaya menambah bekal keterampilan untuk memasuki DU/DI. Melakukan MOU dengan DU/DI dalam penerimaan tenaga kerja
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis "Power Point" pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen
ABSTRAK Oktafiani, Ahsri. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis “Power Point” Pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen. Skripsi, JurusanTeknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Power Point, Pembuatan Pola Media pembelajaran yang digunakan di SMKN 1 Turen pada mata pelajaran Pembuatan Pola kelas X Tata Busana di SMKN 1 Turen adalah Power Point gambar diam, hand out, bantuan papan tulis, serta gambar pola pada kertas berukuran besar. Berdasarkan observasi siswa lebih tertarik belajar menggunakan media Power Point dengan animasi garis dari pada dengan Power Point gambar diam. Selain itu menurut guru mata pelajaran Pembuatan Pola, dengan adanya media ini guru tidak terlalu lelah ketika menerangkan dan lebih mudah dipahami oleh siswa. Tujuan dari pengembangan media ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Power Point pada mata pelajaran Pembuatan Pola kelas X Busana Butik di SMKN 1 Turen. Serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi, siswa dapat lebih mudah memahami materi, dan dapat belajar secara mandiri menggunakan media pembelajaran ini. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah, yang kemudian diadopsi menjadi 5 langkah, yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi awal, peneliti melakukan observasi awal pada saat Kajian Praktik Lapangan dan diperoleh hasil bahwa siswa lebih tertarik menggunakan media Power Point dengan animasi garis dari pada Power Point gambar diam. Data pada tahap ini yaitu data kualitatif yang diperoleh dari kritik dan saran guru mata pelajaran dan juga siswa kelas X Tata Busana (2) Perencanaan, merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu media pembelajaran berbasis Power Point pada mata pelajaran pembuatan pola kelas X Tata Busana di SMKN 1 Turen mampu memotivasi siswa untuk belajar, maka pada tahap ini data yang diperoleh adalah data kualitatif (3) Pengembangan format produk awal, berupa pengembangan format produk awal atau draf awal kemudian membuat produk dan melakukan validasi kepada ahli materi dan melakukan revisi apabila ada revisi dari ahli materi, kemudian validasi ahli media, setelah itu melakukan revisi apabila ada revisi ahli media. Data yang diperoleh pada tahap ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket oleh ahli, dimana pada angket tersebut ahli dapat memberikan skor nilai. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh ahli (4) Uji coba awal,dilakukan pada siswa kelas X Tata Busana 1 di SMKN 1 Turen. Data yang diperoleh dari tahap ini adalah data kuantitatif yaitu berupa skor nilai yang diberikan oleh siswa dengan cara pengisian angket dan data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran. (5) Revisi produk, melakukan revisi berdasarkan hasil uji coba awal. Data yang diperoleh pada tahap ini yaitu data kualitatif berupa kritik dan saran yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan revisi produk. Hasil penilaian yang diperoleh dari hasil validasi ahli materi adalah 98,13% dengan kualifikasi Sangat Valid, penilaian dari validasi ahli media adalah 83.9% dengan kualifikasi Cukup Valid, sedangkan dari hasil uji coba adalah 90,21% dengan kualifikasi Sangat Valid. Berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan uji coba maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Power Point pada mata pelajaran Pembuatan Pola dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Saran peneliti dalam pengembangan media pembelajaran lebih lanjut adalah diharapkan media pembelajaran ini tidak sebatas menggunakan aplikasi Power Point, tetapi bisa menggunakan aplikasi seperti Adobe Flash, Adobe Photoshop atau Adobe Ilustrator, selain itu juga tidak hanya menjelaskan materi pembuatan pola dasar badan, pola dasar lengan, dan pola dasar rok, namun juga menjelaskan materi yang lain seperti membuat pola Drapping, pola busana anak, dll
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash Pada Materi Pembuatan Belahan Di Program Studi Tata Busana
ABSTRAK Arrofyah, Azizatul. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash Pada Materi Pembuatan Belahan di Program Studi Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si Kata Kunci : Pengembangan, Macromedia Flash, Pembuatan Belahan Pengembangan media pembelajaran untuk materi Pembuatan Belahan di Program Studi Tata Busana Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswadalam memahami pembelajaran berbagai jenis teknik pembuatan belahan,dikarenakan mahasiswa memilikiperbedaan kemampuan dan latar belakang pendidikan.Tujuan dari pengembangan media ini untuk menghasilkan media pembelajaran berupaMacromedia Flash pada materi pembuatan belahan sebagai penunjang atau pelengkap media yang telah ada dalam pembelajaran. Pengembangan yang dilakukan dalam mencapai tujuan di atas menggunakan metodeBorg & Gall. Pengembangan dengan metode Borg & Gall dilakukan sebanyak 5 tahapan, yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Pengenmbangan draf produk, (4) Uji Coba Lapangan Awal, (5) dan Merevisi Hasil Uji Coba. Kelayakan pada pengembangan media pembelajaran dinilai oleh dua ahli yang terdiri dari dua orang ahli materi dan satu orang ahli media. Kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan didasarkan pada pencapaian pada uji lapangan yang dilakukan pada 12 mahasiswa Offering A dan B angkatan 2015 dan 2016 yang kemudian menjadi hasil akhir produk media sebagai media pembelajaran. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa: (1) hasil ahli materi dan ahli media adalah “sangat layak” dengan persentase sebesar 90,18% dan 94,32%. Pada uji coba lapangan awal yang dilakukan oleh 12 mahasiswa didapatkan hasil sebesar 91,17% dan termasuk kategori “sangat layak”. Berdasarkan hasil dari para ahli dan uji coba mahasiswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran menggunakan Macromedia Flash pada materi pembuatan belahan Program Studi Tata Busana dapat dinyatakan “sangat layak” untuk digunakan sebagai media pembelajaran
Studi Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Kerja Karyawan Butik Dinar Weddover
ABSTRAK Triswardhany, Karina. 2018. Studi Faktor-faktor Pembentuk Perilaku Kerja Karyawan Butik Dinar Weddover. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., Kata Kunci: Studi, Faktor-faktor, Pembentuk, Perilaku kerja, Karyawan, Butik, Dinar Weddover. Dinar Weddover merupakan suatu usaha jasa yang bergerak di bidang busana butik, Dinar Weddover memproduksi berbagai macam kebaya dan busana pesta. Selain itu Dinar Weddover juga menyewakan koleksi kebayanya untuk pernikahan, undangan, wisuda, dan lomba fashion show. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa masalah terkait perilaku kerja karyawannya seperti karyawan mengerjakan tugas diluar struktur kerjanya, karyawan yang gemar menunda pengerjaan kebaya, karyawan yang melanggar peraturan Dinar Weddover, sesama karyawan yang saling iri dan menjatuhkan, karyawan yang saling fitnah, dan terjadinya kesalahan dalam mengerjakan tugas dikarenakan komunikasi yang kurang jelas. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk perilaku kerja karyawan butik Dinar Weddover. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup, jumlah responden 8 orang dengan rentang usia antara 20 hingga 50 tahun dan telah bekerja di Butik Dinar Weddover kurang lebih 3 sampai 5 tahun Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Faktor lingkungan kerja sebagai pembentuk perilaku kerja karyawan butik Dinar Weddover mendapatkan hasil 37,5 % dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan baik. (2) Faktor konflik Sebagai pembentuk perilaku kerja karyawan butik Dinar Weddover mendapatkan hasil 50,0 % dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan baik. Faktor komunikasi sebagai pembentuk perilaku kerja karyawan butik Dinar Weddover mendapatkan hasil 50,0 % dan interpretasi persentase tersebut diklasifikasikan sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan kerja, konflik dan komunikasi menjadi faktor-faktor yang membentuk perilaku kerja karyawan Dinar Weddover. Secara keseluruhan tiga faktor tersebut termasuk katagori baik. Saran untuk pemilik Butik Dinar Weddover diharapkan tidak menambahkan tugas diluar job description yang membuat karyawan sulit untuk berkonsentrasi dan merasa bingung harus mengerjakan yang mana terlebih dahulu, dan juga lebih sering mengajak karyawan untuk berkumpul bersama agar lebih akrab serta membangun team work yang baik. Selain itu selalu mendengarkan keluhan dan masukan karyawan agar dapat mengevaluasi dan mendapatkan solusi untuk memperbaiki masalah yang terdapat di Dinar Weddover. Dan saran bagi Bagi karyawan Dinar Weddover, diharapkan untuk lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan seperti tidak menunda-nunda pekerjaan, selalu bersikap jujur, mematuhi semua peraturan yang ada dan lebih disiplin sehingga dapat meningkatkan produktivitas
PERANAN INDUSTRI KONVEKSI DI KELURAHAN BOTORAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA TENAGA KERJA
RINGKASAN Kurniasari. Dila. 2018. Peranan Industri Konveksi di Kelurahan Botoran terhadap Pendapatan Keluarga Tenaga Kerja. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: industri konveksi, tenaga kerja, pendapatan, pendapatan keluarga Kelurahan Botoran merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Tulungagung yang memiliki jumlah industri paling banyak di bandingkan dengan kelurahan lainnya. Terdapat 12 industri konveksi di Kelurahan Botoran yang masih berjalan aktif. Sebagian besar tenaga kerja industri konveksi merupakan ibu- ibu rumah tangga yang bekerja untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peranan industri konveksi di Kelurahan Botoran terhadap pendapatan keluarga tenaga kerja. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner. Populasi dan sampel yang digunakan adalah tenaga kerja industri konveksi di Kelurahan Botoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh tenaga kerja dari industri konveksi masih berada di bawah UMK Kabupaten Tulungagung. Sebagian besar pendapatan tenaga kerja hanya dapat memenuhi kebutuhan primer dalam keluaga. Industri konveksi di Kelurahan Botoran kurang berperan terhadap pendapatan keluarga tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu industri konveksi di Kelurahan Botoran kurang memberikan peranan terhadap pendapatan keluarga tenaga kerja, rata-rata pendapatan tenaga kerja masih berada di bawah UMK Kabupaten Tulungagung karena industri konveksi kurang memberikan pendidikan dan pelatihan pada bidang busana. Namun, keberadaan industri konveksi di Kelurahan Botoran cukup membantu menambah pendapatan keluarga. Hendaknya pemerintah lebih memperhatikan upah tenaga kerja industri konveksi dan industri konveksi berupaya untuk memperbaiki kualitas barang produksinya