SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Tanggapan Industri Busana tentang Instrumen Penilaian Praktek Industri (PI) Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang sebagai Penunjang SKPI

    No full text
    RINGKASAN Nor, Fatwa Logic. 2018. Tanggapan Industri Busana tentang Instrumen Penilaian Praktek Industri (PI) Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang sebagai Penunjang SKPI. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. Kata Kunci :Tanggapan, Industri Busana, Instrumen Penilaian Praktek Industri Penunjang SKPI   Praktek industri (PI) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh dan dilaksanakan di  lapangan usaha baik industri pembuatan suatu produk atau pun usaha jasa pelayanan konsumen. Kebutuhan saat ini bagi para lulusan Perguruan Tinggi adalah SKPI atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah. SKPI merupakan dokumen yang menjelaskan kualifikasi kompetensi lulusan dalam bentuk uraian agar mudah dipahami oleh masyarakat umum atau pelaku industri lainnya. Manfaat SKPI adalah dapat menyediakan penjelasan terkait dengan kualifikasi lulusan yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan industri busana tentang instrument penilaian Praktek industri (PI) mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang sebagai penunjang SKPI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh. Populasi dan sampel yang diambil adalah industri busana yang berada di kota Malang yang dijadikan mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang sebagai tempat Praktek Industri (PI) pada tahun ajaran 2015-2016 dan 2016-2017. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Diperoleh hasil: (1) Tanggapan tentang aspek dan kriteria penilaian praktek industri dengan kebutuhan SKPI dengan persentase 53% menunjukkan sebagian besar industri busana menyatakan sangat setuju bahwa aspek dan kriteria penilaian praktek industri belum sesuai dengan kebutuhan SKPI yang memerlukan jabaran kompetensi mahasiswa selama melaksanakan praktek industri yang berarti instrumen penilaian tersebut tidak dapat menunjang SKPI, (2) Tanggapan tentang instrumen penilaian praktek industri sebagai alat mendeskripsikan kompetensi dengan presentase 70,5% menunjukkan sebagian besar industri busana menyatakan setuju bahwa instrumen penilaian praktek industri belum bisa  dijadikan sebagai alat mendeskripsikan kompetensi mahasiswa selama melaksanakan praktek industri yang berarti instrumen penilaian tersebut tidak dapat menunjang SKPI. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan rekapitulasi menunjukkan bahwa hampir setengahnya industri busana menyatakan setuju dan sebagian besar industri busana menyatakan sangat setuju terkait instrumen penilaian praktek industri mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang tidak dapat menunjang SKPI yang memerlukan jabaran deskripsi kometensi mahasiswa. Hendaknya penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan mengembangkan penelitian seperti rancangan deskriptor kompetensi penunjang SKPI

    Penerapan Pembelajaran Word Square Untuk Meningkatkan Kemampuan Kosa Kata Bahasa Arab Pada Siswa Kelsa V MIN Kedungguwo

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil penelitian dan data observasi awal atau kajian awal telah diperoleh informasi bahwa proses pembelajaran terutama pembelajaran kosa kata (mufrodat) yang diamati oleh observer (peneliti) pada waktu itu adalah guru mengajarkan materi yang ada di buku ajar siswa. Kemudian guru, menjelaskan materi yang ada di buku ajar siswa. Setelah itu guru menanyakan kepada siswa apakah ada kosakata yang tidak diketahui, kemudian guru mengartikan. Setelah itu siswa diminta guru untuk mengerjakan soal latihan yang ada pada buku. Di akhir pelajaran, siswa diminta untuk menghafalkan kosa kata yang telah dipelajari. Selanjutnya siswa yang disebut namanya oleh guru, diminta maju dan menyetorkan kosa kata yang telah dihafalkan. Kegiatan belajar yang dapat disimpulkan oleh peneliti pada saat observasi awal yaitu hafalan kosa kata, setoran hafalan kepada guru, dan mengerjakan soal yang ada pada buku. Sementara itu, berdasarkan angket dari beberapa siswa, mereka bosan dan jenuh dengan metode yang diterapkan oleh guru bahasa Arab. Solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Word Square. Model Pembelajaran Word Square merupakan model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Mirip seperti mengisi teka-teki silang tetapi bedanya jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf/angka penyamar atau pengecoh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Word Square dalampembelajaran kosa kata bahasa Arab siswa kelas V MIN Kedungguwo Magetan, dan (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman kosa kata bahasa Arab kelas V MIN Kedungguwo Magetan melalui penerapan model pembelajaran word Square. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian yang dipakai adalah nilai rata-rata masing-masing siklus. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 70,4  dan pada siklus II mencapai 80,2. Beradsarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran Word Square dalam pembelajaran kosa kata bahasa Arab siswa kelas V MIN Kedungguwo Magetan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang terdapat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (2) pemahaman kosa kata bahasa Arab yang dinyatakan dengan hasil belajar siswa kelas V MIN Kedungguwo Magetan melalui penerapanpembelajaran Word Square meningkat dari 70,4 (siklus I) menjadi 80,2 (siklus II).      

    Studi tentang pembuatan camisole dengan bahan stretch di usaha CV. Coralmas

    No full text
    ABSTRAK   Pembuatan pola selalu diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan jenis usaha garmen, salah satunya untuk usaha lingerie khususnya camisole. Pembuatan pola untuk camisole berbeda dengan pola pada umumnya karena pola camisole perlu memperhitungkan elastisitas bahan dikarenakan menggunakan stretch fabric. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pembuatan pola camisole dengan menggunakan stretch fabric pada usaha CV. Coralmas Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh dari wawancara, foto, dokumen pribadi dan dokumen lainnya dari hasil penelitian di CV. Coralmas Indonesia. Pendekatan yang dilakukan yaitu melalui penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah tenik model Miles dan Huberman, yakni reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, dan triangulasi teknik. Hasil dari temuan penelitian ini diketahui bahwa proses pembuatan pola camisole pada CV. Coralmas Indonesia dilakukan dengan beberapa tahap, yakni pembuatan desain dan technical drawing, yang dilakukan secara manual dan sederhana, technical drawing dilakukan untuk memberikan keterangan secara detail desain yang akan dibuat. Pembuatan pola dan pecah pola, pola yang digunakan pada CV.Coralmas Indonesia adalah pola dengan sistem meyneke dikarenakan lebih sesuai untuk pembuatan pada pakaian yang fit badan dan lebih memudahkan dalam pembuatan pecah pola. Pengurangan elastisitas bahan yang dilakukan dengan meregangkan bahan dan hasil peregangan tersebut dikurangi dengan ukuran bahan awal. Hasil pengurangan tersebut selanjutnya dibagi empat untuk diaplikasikan pada pola. Pengaplikasian pengurangan tersebut dilakukan dengan cara ukuran pola dikecilkan sesuai dengan hasil akhir perolehan perhitungan. Pada proses grading CV. Coralmas Indonesia menggunakan tracing paper sehingga memudahkan dalam pembuatan grading tanpa perlu berulang kali menghitung. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan pola dasar di CV. Coralmas Indonesia mengggunakan sistem meyneke, untuk pengurangan pola agar pola yang dikenakan dapat fit dilakukan dengan meregangkan kain pada penggaris khusus untuk memperoleh presentase, dan pengurangan pola diperoleh dari hasil peregangan bahan. Saran yang ditulispenelitiyaitu: (1) bagiCV. Coralmas Indonesia, pada beberapa proses pembuatan pola yang dilakukan masih menggunakan teknik manual dengan tangan, sebaiknya dapat diperbarui dengan pembuatan pola melalui komputer/software; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini masih membahas tentang pembuatan desain, technical drawing pembuatan pola dengan teknik manual, sebaiknya peneliti lain menindak lanjuti penelitian ini dengan perusahan yang memiliki teknik yang berbeda atau media yang berbeda (komputerisasi

    Tanggapan Konsumen Terhadap Produk Tenun “Telaga Sari” di Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Home industry “Telaga Sari” merupakan salah satu penghasil tenun yang hanya ada di Kabupaten Trenggalek. Meskipun home industry “Telaga Sari” masih tergolong baru, penjualan produk tenunnya sudah sampai luar negeri. Berdasarkan survei awal, pemilik usaha tenun “Telaga Sari” belum pernah mencatat hasil penjualan produk tenunnya secara tertulis sehingga pemilik tenun “Telaga Sari” tidak bisa menafsirkan produk tenunnya yang disukai oleh konsumen secara empiris. Maka dari itu untuk mengetahui karakteristik produk tenun “Telaga Sari” yang disukai konsumen perlu diadakan survei melalui tanggapan konsumen menggunakan dimensi kualitas produk dan unsur-unsur atribut produk sebagai rangsangan perusahaan dalam mempelajari keputusan pembelian konsumen, selanjutnya informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai perbaikan dan pengembangan home industry “Telaga Sari” untuk mencapai tujuan perusahaan yang diinginkan dengan menjadikan usahanya terus berkembang hingga menjadi  kampung tenun. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Peneliti akan mengumpulkan data berupa kuisioner. Peneliti melakukan uji validasi dan realiabilitasnya dengan melibatkan 12 responden dan berikutnya dilanjutkan dengan 38 responden yang telah berkunjung dan membeli produk tenun “Telaga Sari”. Hasil penelitian yang diperoleh dari tanggapan responden, sebesar 64% menyatakan bahwa nilai persentase produk tenun “Telaga Sari” tersebut tergolong kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk tenun “Telaga Sari” disukai oleh masyarakat. Saran dari peneliti bagi pemilik home industry “Telaga Sari” yaitu diharapkan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang telah dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian home industry “Telaga Sari”, hendaknya pemilik tenun menambah tenaga kerja dan menyediakan bahan khusus untuk mencuci kain tenun agar konsumen tidak kesulitan mencari bahan untuk merawat kain tenun. Selain itu konsumen diharapkan memesan produk dari satu bulan sebelumnya dari waktu yang telah ditentukan

    Analisis Tingkat Kenyamanan Thermal Pemakaian Modest Fashion Ukuran M Berbahan Dasar Woolpeach

    No full text
    RINGKASAN   Hasanah, Siti. 2018. Analisis Tingkat Kenyamanan Thermal Pemakaian Modest Fashion Ukuran M Berbahan Dasar Woolpeach. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Endang Prahastuti, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd.,M.Sn. Kata Kunci:Tingkat Kenyamanan Thermal, Modest Fashion, Woolpeach. Busana sebagai salah satu kebutuhan utama manusia akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu kecenderungan perubahan mode busana wanita saat ini adalah modest fashion. Modest fashionadalah busana yang mengacu pada tren mode mengenakan pakaian yang tertutup, berbentuk longgar, pakaian yang nyaman, dan penutup tubuh sesuai dengan kenyamanan pemakainya. Faktor kenyamanan dalam modest fashion salah satunya, yaitu thermal comfort. Thermal comfort  adalah rasa kenyamanan yang terkait dengan suhu panas yang terasa pada saat pakaian dikenakan. Thermal comfort salah satunya dipengaruhi oleh bahan busana. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah ini kain woolpeach. Woolpeach merupakan bahan kain yang terbuat serat sintetis yaitu polyester. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa tingkat kenyamanan thermal pemakaian modest fashion ukuran M berbahan dasar woolpeach.Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data penelitian dengan teknik wawancara, observasi dan dokumntasi.Responden penelitian ini yaitu 20 mahasiswa Universitas Negeri Malang yang memiliki ukuran tubuh M. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian tentang analisis tingkat kenyamanan thermal pemakaian modest fashion ukuran M berbahan dasar woolpeach diperoleh tiga simpulan. Pertama masih tersasa nyaman pada 1 jam pemakaian, kemudian ada penurunan daya isolasi terhadap panas sehingga tersasa sedikit gerah pada 2 jam pemakaian. Kedua keringat dapat diserap oleh bahan woolpeach meski membutuhkan waktu dalam proses penyerapannya. Ketiga permeabilitas udara bahan woolpeach cukup baik sehingga udara dapat keluar masuk dengan mudah dan memberikan rasa sejuk.Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyarankan jika menggunakan bahan woolpeach sebaiknya memakai linning yang terbuat dari serat alam di dalamnya, sehingga di dalam tubuh tetap terasa dingin pada saat memakainya. Bagi peneliti lain, dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan bahan yang berbeda

    Studi tentang Pemanfaatan Media Sosial bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2014 pada Mata Kuliah Manajemen Usaha Busana Industri

    No full text
    RINGKASAN Nuramalia, Novita Dwi. 2018. Studi Tentang Pemanfaatan Media Sosial Bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2014 Pada Mata Kuliah Manajemen Usaha Busana Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Dra. Nurul Aini M. Pd.   Kata Kunci: Pemanfaatan, Media Sosial, Manajemen Usaha Busana Industri Dunia pendidikan berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya teknologi pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikan tidak terlepas dari berkembangnya media pendidikan. Komputer adalah teknologi awal yang melahirkan teknolgi yang lain. Setelah penemuan komputer, internet ditemukan dan langsung menunjukkan perkembangan yang pesat yang melahirkan teknologi lainnya seperti laptop, tablet dan smartphone. Seiring dengan berkembangnya smartphone, media sosial mulai muncul untuk melengkapi dan mempermudah kehidupan manusia. Hampir setiap orang di jaman modern menggunakan media sosial. Perkembangan media sosial yang cepat juga mempengaruhi dunia pendidikan sebagai salah satu media pendidikan yang dipergunakan di jaman modern ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media sosial bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 pada mata kuliah Manajemen Usaha Busana Industri. Media sosial yang diteliti adalah Facebook, WhatsApp, Instagram, YouTube, Pinterest, Blogger dan WordPress dan Tokopedia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 yang berjumlah 52 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwamahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2014 memanfaatkan media sosial pada pembelajaran mata kuliah Manajemen Usaha Busana Industri dengan hasil sebagai berikut,(1) 51,92% menyatakan sangat sering memanfaatkan WhatsApp, (2) 38,46% menyatakan sangat sering memanfaatkan Instagram, (3) 32,69% menyatakan sering memanfaatkan YouTube, (4) 42,31% menyatakan sering memanfaatkan Pinterest. Saran yang di ajukan adalah  mahasiswa hendaknya memanfaatkan media sosial dengan lebih maksimal dalam pembelajaran, tidak hanya pada mata kuliah Manajemen Usaha Busana Industri namun juga pada mata kuliah lainnya. Pemanfaatan WhatsApp, Instagram, Pinterest dan YouTube mungkin lebih bisa dimaksimalkan lagi dengan membentuk grup atau akun khusus yang berfokus pada penjualan dan pemasaran produk dari mata kuliah Manajemen Usaha Busana Industri. Media sosial lain seperti Tokopedia, Facebook, Blogger dan WordPress bisa dimaksimalkan dalam pemanfaatannya terhadap mata kuliah Manajemen Usaha Busana Industri ataupun mata kuliah lainnya. Website Universitas, Fakultas, maupun Jurusan hendaknya lebih disederhanakan lagi dan menyediakan platform untuk mahasiswa dan dosen untuk mengunggah hasil karya maupun tugas-tugas perkuliahan dan memberikan ruang interaksi antar mahasiswa.   SUMMARY Nuramalia, Novita Dwi. Study on the Utilization of Social Media in Fashion Department Universitas Negeri Malang. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Dra.  Nurul Aini M.Pd.   Keywords: Utilization, Social Media, Industrial Fashion Business Management. This research has a purpose to find out the utilization of social media in Fashion department, especially in Industrial Business Management course. Social media which being researched are Facebook, WhatsApp, Instagram, YouTube, Pinterest, Blogger, WordPress and Tokopedia. This research used descriptive with quantitative approach. 52 students from Fashion Department in the 4th level involved in this research. The result of this research showed that Fashion Department students used social media on Industrial Fashion Business Management course. Result of this research are (1) 51.92% stated that they used WhatsApp ‘very often’, (2) 38.46% stated they used Instagram ‘very often’, (3) 32.69% stated they ‘often’ used YouTube, (4) 42.31% stated they ‘often’ used Pinterest. Based on the results, researcher suggested that in this research students should utilize social media with more leverage in learning, not only on Industrial Fashion Business Management course but also it used in other courses. The use of WhatsApp, Instagram, Pinterest and YouTube could be more maximized by forming a special group or account that focuses on product sales and marketing from the Industrial Fashion Business Management course. Other social media such as Tokopedia, Facebook, Blogger and WordPress can be maximized in the Industrial Fashion Management courses or other subjects. Websites for University, Faculties and Departments should be simplified and provide platforms for students and professors to upload their works or assignments and give a space for more interactions to each students

    AnalisisHasil Visual Pressing pada Blazer WanitaMenggunakan Interfacing Non-Woven

    No full text
    ABSTRACT   Pressing interfacing non-wovenjenispolyester tangerine 901, dengan tiga bahan berbeda yaitu, Brunello (cashmere wool), Veyron (polyester mixed yarn), dan Balencia (acrylic), membuat penilitimen yimpulkan permasalahan mengenaihasil  visual pressing dari ketiga bahan tersebut apakah ada perbedaan dan bahan manakah yang lebihbagusuntukdigunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil visual yang baikdari, interfacing non-woven yaitu polyester tangerine 901 dengan bahan jenis Brunello (cashmere wool), Veyron (polyester mixed yarn), danBalencia (acrylic).Penelitian ini  termasuk penelitian deskriptif kuantitatif, yang mendeskripsikan hasil pressing pada busana kerja wanita yaitu blazer, dengan menggunakan interfacing non-wovenjenispolyester tangerine 901dan menggunakan tiga macam bahan utama, yaitu kain Brunello (cashmere wool), Veyron (polyester mixed yarn), dan Balencia (acrylic). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, sedangkan validitas penelitian ini menggunakan validitas konstruk, reliabilitas nya menggunakan uji test-retes. Hasil dari penelitian ini yaitu, bahwa press ingmenggunakan bahan dari wool seperti kain jenis Brunello dengan interfacing non-wovenjenispolyester tangerine 901 lebih rapi dan lebih baik, sedangkan pressing menggunakan bahan dari acrylic seperti kain Balencia juga bagus, karena kandungan bahan yang menyerupai wool, tetapi tidak lebih bagus dari bahan wool, dan untuk pressing pada bahan polyester mixed yarn seperti kain Veyron untuk hasil pressing kurang bagus, karena sifat bahan tersebut sukar terhadap panas, dan cenderung memerlukan panas yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang ditulis peneliti yaitu: (1) Sebaiknya, menggunakan penutup kain seperti kain katun atau bela cupa dasaat pressing, agar tidak merusak bahan, karena bahan dari wolti daktahan dengan panas temperatur tinggi. (2) pada saat pressing bahan dari acrylic seperti kain Balencia ini, supaya lebih berhati-hat pada saat memotong bahan, dan penataan interfacing pada bahan utama. (3) pressing menggunakan bahan polyester mixed yarnini agar menggunakan temperatur panas tinggi sekitar 150oC-210oC, supaya hasilnya bisa tajam dan rapi. (4) Pressing untuk semua bahan yang digunakan seperti wool, polyester, dan acrylic harus mengatur suhu/temperatur pada alat press, sehingga hasil yang diperolehakan baik dan rapi

    TANGGAPAN DOSEN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TERHADAP SERAGAM BATIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Saputri, Lutfita. 2018. Tanggapan Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang terhadap Seragam Batik Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata Kunci: Tanggapan, Seragam, Batik, Fakultas Teknik Batik di Indonesia sedang berkembang dari segi motif maupun penggunaan., batik yang awalnya hanya digunakan pada acara tertentu kini dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, terutama sebagai seragam. Penggunaan batik tidak lepas dari motif kain batik yang melambangkan organisasi tersebut. Batik Fakultas Teknik yang telah ada sejak 2 tahun terakhir menggunakan motif yang tidak melambangkan Fakultas Teknik sehingga tidak menunjukkan identitas Fakultas Teknik. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa angket yang disebarkan pada seluruh dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang berjumlah 11 dosen dengan menggunakan penilaian skala Likert. Simpulan dari penelitian tanggapan dosen Tata Busana terhadap seragam batik Fakultas Teknik adalah kurang baik yang artinya adalah bahwa penampilan kurang menunjukkan identitas Fakultas Teknik, seragam yang belum berfungsi dengan baik,  karakter busana belum menunjukkan gaya formal, karakter bahan yang mudah rusak, kualitas bahan pendukung serta pelengkap busana belum sesuai dengan bahan utama yang digunakan. Saran untuk penelitian ini yaitu bagi Fakultas Teknik khususnya pada bagian pengadaan seragam Fakultas Teknik untuk meningkatkan penampilan, fungsi, karakter dan kualitas seragam batik yaitu dengan membuat desain seragam Batik yang lebih bisa mencerminkan Fakultas Teknik, memilih bahan katun yang lebih baik seperti kaun jepang, menggunakan sehingga seragam tersebut dapat berfungsi sesuai fungsinya sebagai identitas pegawai, dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama serta mudah dalam perawatan. Bagi program studi Tata Busana dapat memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan masukan serta membantu dalam pembuatan desain seragam batik Fakultas Teknik dengan memperhatikan penampilan, fungsi, karakter serta kualitas seragam batik. Bagi penerima manfaat yaitu seluruh pegawai yang ada di Fakultas Teknik dapat mempergunakan seragam batik Fakultas Teknik dengan baik dan bertanggungjawab sesuai dengan tujuan pembuatan seragam batik Fakultas Teknik. Bagi peneliti lain dapat masukan serta referensi untuk mengetahui proses pembuatan seragam khususnya seragam batik untuk lembaga atau instans

    Studi tentang pembuatan camisole dengan bahan stretch di usaha CV. Coralmas

    No full text
    ABSTRAK   Pembuatan pola selalu diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan jenis usaha garmen, salah satunya untuk usaha lingerie khususnya camisole. Pembuatan pola untuk camisole berbeda dengan pola pada umumnya karena pola camisole perlu memperhitungkan elastisitas bahan dikarenakan menggunakan stretch fabric. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pembuatan pola camisole dengan menggunakan stretch fabric pada usaha CV. Coralmas Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh dari wawancara, foto, dokumen pribadi dan dokumen lainnya dari hasil penelitian di CV. Coralmas Indonesia. Pendekatan yang dilakukan yaitu melalui penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah tenik model Miles dan Huberman, yakni reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, dan triangulasi teknik. Hasil dari temuan penelitian ini diketahui bahwa proses pembuatan pola camisole pada CV. Coralmas Indonesia dilakukan dengan beberapa tahap, yakni pembuatan desain dan technical drawing, yang dilakukan secara manual dan sederhana, technical drawing dilakukan untuk memberikan keterangan secara detail desain yang akan dibuat. Pembuatan pola dan pecah pola, pola yang digunakan pada CV.Coralmas Indonesia adalah pola dengan sistem meyneke dikarenakan lebih sesuai untuk pembuatan pada pakaian yang fit badan dan lebih memudahkan dalam pembuatan pecah pola. Pengurangan elastisitas bahan yang dilakukan dengan meregangkan bahan dan hasil peregangan tersebut dikurangi dengan ukuran bahan awal. Hasil pengurangan tersebut selanjutnya dibagi empat untuk diaplikasikan pada pola. Pengaplikasian pengurangan tersebut dilakukan dengan cara ukuran pola dikecilkan sesuai dengan hasil akhir perolehan perhitungan. Pada proses grading CV. Coralmas Indonesia menggunakan tracing paper sehingga memudahkan dalam pembuatan grading tanpa perlu berulang kali menghitung. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan pola dasar di CV. Coralmas Indonesia mengggunakan sistem meyneke, untuk pengurangan pola agar pola yang dikenakan dapat fit dilakukan dengan meregangkan kain pada penggaris khusus untuk memperoleh presentase, dan pengurangan pola diperoleh dari hasil peregangan bahan. Saran yang ditulis peneliti yaitu: (1) bagiCV. Coralmas Indonesia, pada beberapa proses pembuatan pola yang dilakukan masih menggunakan teknik manual dengan tangan, sebaiknya dapat diperbarui dengan pembuatan pola melalui komputer/software; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini masih membahas tentang pembuatan desain, technical drawing pembuatan pola dengan teknik manual, sebaiknya peneliti lain menindak lanjuti penelitian ini dengan perusahan yang memiliki teknik yang berbedaatau media yang berbeda (komputerisasi)

    Survei Teknik Pembuatan Saku Dalam (Saku Passpoal dengan Klep) pada Tailor yang ada di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK Aprilia, Hariani. 2018.Survei Teknik Pembuatan Saku Dalam (Saku Passpoal dengan Klep) pada Tailor yang ada di Kota Malang. Skripsi,JurusanTeknologiIndustri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd.,(II)Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: teknik pembuatan saku, tailor, passpoal, klepPenelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanlangkahkerjapembuatansakupasspoaldengankleppadatailor di Kota Malang.Keragamanvariasiteknik jahit diambil dari empat sampel tailor di Kota Malang, yaitu:Jabier Tailor, Derap Tailor, Rieel Tailor, dan Iwan Tailor. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran praktik mahasiswa tata busana, sehingga dapat mengatasi kesulitan pembuatan komponen-komponen busana.Metode penelitian menggunakan description research dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya menggunakan uji kredibilitas data dengan cara triangulasi, peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan.Hasilpenelitianini menunjukkan bahwa teknikjahitJabier Tailor memiliki banyak tahapan pengerjaan saku yang memerlukan ketelitian. Jahitan passpoal bagian dalam dipressing dengan kampuh buka, lalu kampuh tersebut dikurangi 1-2 mm dan dilipat ke arah baik,selanjutnya menjahit penahan di bagian tengah passpoal, kemudian memasang klep. Total waktu pembuatan saku passpoal denganklep pada Jabier Tailor 59 menit 18 detik. Teknik jahit Derap Tailor,yaitu bibir passpoal atas langsung dijahit dengan klep, sehingga passpoalatas dan klepnya sudah terpasang sebelum tahapan menggunting lubang saku. Total waktu untuk menyelesaikan saku pada Derap Tailor tergolong cepat, yaitu 51 menit 41 detik. Teknik jahit Rieel Tailor, yaitu bibir passpoal atas disatukan dan dijahit langsung dengan klep, sehingga klepnya sudah terpasang ketika kedua passpoaldibalik kebagian buruk saku. Kampuh jahitan passpoal bawah dibuka melalui proses pressing, sehingga hasil lipatan bibir passpoal bawah lebih rata dan tidak tebal. Rieel Tailor memerlukan waktu 70 menit 55 detik untuk menyelesaikan pembuatan saku tersebut. Teknik jahit Iwan Tailor, yaitusetelah passpoal atas dan bawah dijahit, kampuh jahitan (dalam) passpoalnya dibuka melalui proses pressing. Jahitan passpoal bagian dalam dipressing dengan kampuh buka, dan dilipat ke arah baik, kemudan menjahit penahan di bagian tengah passpoal. Langkah terakhir memasang klep pada bibir passpoal yang sudah jadi. Total waktu yang diperlukan Iwan Tailor untuk pembuatan saku tersebutadalah66 menit 6 detik. Saran dari penelitian ini, apabila menghendaki hasil saku passpoal dan klep yang halus dan rapi, maka dapat menggunakan teknikpembuatansaku padaJabier Tailor atau Iwan Tailor, karena pada dasarnya teknik jahit yang digunakan kedua tailor tersebut memiliki persamaan. Teknik jahit Jabier Tailor dan Iwan Tailor mempunyai kelebihan hasil lipatan bibir passpoalnya tidak tebal (pipih), serta ukuran bibir passpoal dapat diperkecil karena pengurangan kampuh dalamnya sehingga hasilnya tampak rata dari bagian baik saku. Kesulitannya terletak pada teknik menjahit penahan dibagian tengah passpoal dan menjahit kampuh dalam untuk passpoal atas dan bawah, apabila tekniknya kurang tepat maka lebar passpoalnya kurang presisi. Apabila menghendaki teknik pembuatan saku yang praktis dan lebih cepat, maka dapat menggunakan teknik jahit yang diterapkan Derap Tailor. Kelebihannya adalah ukuran lubang saku dapat sesuai dengan ukuran klep, karena penyelesaian passpoal bersama dengan pemasangan klep, sehingga tidak memerlukan banyak tahapan pengerjaan (lebih mudah) dan efisien waktu. Kelemahan teknik tersebut adalah hasil akhir saku bagian atas passpoal terlihat lebih tebal, karena kampuh passpoalnya dijahit menjadi satu dengan klep. Apabila menghendaki teknik pembuatan saku yang praktis dan rapi maka dapat menggunakan teknik jahit yang diterapkan Rieel Tailor, karena penyelesaian passpoal atas dan klep dapat diselesaikan dalam satu tahapan sehingga ukuran klep sesuai dengan passpoal atas dan lubang saku. Hasil jahitan passpoal bawahnya pun juga rapi karena kampuhnya dibuka melalui proses pressing. Keragaman variasi teknik jahit yang digunakan tailor hendaknyadapat dijadikan rujukan atau referensipada kegiatan praktikum mahasiswatatabusanasebagaialternatifdariteknikjahit yang telah digunakan, sehingga pengetahuantentang variasi teknikjahitdiharapkandapatmenambah referensi teknik pembuatan saku dalam

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇