SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    STUDI TENTANG KOMPETENSI YANG DIMILIKI PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI TAILOR JAKARTA

    No full text
    ABSTRAK   Afifah, Tara. 2018. " Studi Tentang Kompetensi yang Dimiliki Pekerja Bagian Produksi Di Tailor Jakarta ". Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Agus Sunandar, S.Pd.,M.Sn (II)Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd.   Kata Kunci: Kompetensi Pekerja, Costum made, Tailor. Menjalankan suatu usaha diperlukan sumber daya baik berupa dana atau tenaga. Sumber daya yang berupa tenaga dari pekerja sangat berperan penting dalam pengembangan usaha. Dalam memilih pekerja perlu disesuaikan dengan keahlian atau kemampuan dari pekerja dan diharapkan memiliki kompetesi yang disesuaikan dengan bidangnya. Tailor Jakarta merupakan salah satu tailoring di Malang dan memiliki izin usaha.Pekerja dari Tailor Jakarta merupakan lulusan non kejuruan di bidang tata busana namun sudah berpengalaman berkerja di bidang busana. Pada prouksi pembuatan busana wanita,Tailor Jakarta menerima produkbusana berupa celana serta blazer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kompetensi yang dimiliki dari pekerja bagian produksi di Tailor Jakarta berdasarkan acuan standar kompetensi pekerja pada costum made  SKKNI 2010 nomer 90 tentang Penetapan Rancangan Standar Kopetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Tekstil dan Barang Tekstil Bidang Garmen Bidang Custom Made Sub Bidang Custom Made Wanita Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif denganjenis penelitian survei. Sumber data berasal dari pemilik dan pekerja bagian produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pada acuan SKKNI ada sembilan unit kerja yang digunakan sebagai acuan pada penelitian ini. Sembilan unit kerja yang digunakan yaitu menggambar busana (fashion drawing), mengukur tubuh pelanggan sesuai dengan desain (pattern making), membuat pola busana dengan teknik konstruksi (pattern making), membuat pola busana dengan teknik konstruksi di atas kain (pattern making), memilih/membeli bahan baku busana sesuai desain (material), memotong bahan (cutting), melakukan pengepresan (pressing), menjahit dengan mesin (sewing) dan melakukan penyelesaian akhir busana (finishing). Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh beberapa simpulan,pekerja di Tailor Jakarta pada beberapa kriteria unjuk kerja berdasarkan unit kerja bagian produksi diketahui dua unit kerja sebagian dari tahap unjuk kerja ada yang belum dilakukan oleh pekerja yaitu padamenggambar busana (fashion drawing) dan membuat pola busana dengan teknik konstruksi (pattern making)sehingga pekerja pada tahapan ini dinilai kurang berkompeten. Unit kerja dari tahapan kriteria unjuk kerja, diketahui tujuh unit kerja sudah dilaksankan, sehingga pada tahapan tersebut pekerja dinilai sudah berkompeten. Saran dari penelitian ini yaitu (1) pada pekerja bagian produksi agar mampu meningkatkan kinerja utamanya pada bagian proses pembuatan menggambar busana dan membuat desain busana (fashion drawing) serta pada proses pembuatan pola busana dengan teknik kontruksi (pattern making) sehingga pekerja yang kompeten dibidangnya sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan berdasarkan SKKNI. (2) Bagi penelitian selanjutnya untuk bisa lebih memperinci tentang proses produksi busana wanita pada industri busana coustume made sehingga dapat memperlias wawasan baru untuk pembaca serta peneliti selanjutnya

    Minat dan Motivasi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2016 untuk Mengikuti Praktik Industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd.

    No full text
    RINGKASAN   Apriyani. 2018. Minat dan Motivasi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2016 untuk Mengikuti Praktik Industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd.. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd.,M.Sn. Kata Kunci : Minat, Motivasi, Praktik Industri Minat dan motivasi pada program praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. perlu diteliti, mengingat pengaruhnya terhadap keberlangsungan program baru tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan minat dan motivasi para mahasiswa tata busana untuk mengikuti program praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Terdapat dua variabel, yaitu variabel minat dan variabel motivasi. Instrumen penelitian menggunakan Angket. Tahapan analisis data dalam penelitian ini adalah (1) tahap persiapan (2) tahap tabulasi data (3) tahap penerapan data. Validasi instrumen dilakukan oleh dosen pendidikan psikologi dan dosen tata busana, kemudian uji validitas dihitung menggunakan rumus Pearson Correlation (Product Moment) dan reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach pada pengujian instrumen. Digunakan sampel dari 56 siswa. Hasil pengujian validitas variabel penelitian diketahui bahwa semua item memiliki nilai koefisien korelasi item dengan skor total 0,728 dan menyatakan jika koefisien Alpha Cronbach adalah 0,864. Hasil penelitian menyatakan bahwa minat dan motivasi mahasiswa tata busana untuk mengikuti program praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd sangat tinggi. Persentase paling tinggi adalah 67,86% dan persentase motivasi paling tinggi sebesar 64,29%. Hasil analisis dapat dilihat bahwa para mahasiswa tata busana yang memiliki minat dan motivasi untuk mengikuti program praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. dengan hasil yang sangat tinggi. Tingkat minat dan motivasi para mahasiswa tata busana untuk mengambil bagian dalam program praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. yang termasuk kepentingan internal, minat eksternal, motivasi intrinsik, dan motivasi ekstrinsik. Kesimpulan menyatakan bahwa sebagian besar minat dan motivasi siswa sangat tinggi pada program di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Peneliti menyarankan bahwa informasi tentang program praktik industri harus diadakan pertemuan dengan mahasiswa dan orang tua. Sebaiknya mahasiswa mempersiapkan semua yang mereka butuhkan untuk mengikuti program praktik industri di Noor Arfa, dan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan minat dan motivasi di bidang lain

    Motivasi Mahasiswa Memilih Profesi Guru Pada Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Tahun 2014/2015 Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN   Fajri, Cahya Aditya. 2018. Motivasi Mahasiswa Memilih Profesi Guru Pada Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Tahun 2014/2015 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu. M.Si Kata Kunci: Motivasi, Profesi Guru Universitas Negeri Malang memiliki harapan pada lulusan Mahasiswa yang menempuh program sarjana pendidikan untuk menjadi seorang guru profesional, namun harapan ini kurang sesuai dengan  motivasi mahasiswa yang tidak semua memiliki keinginan menjadi seorang guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi mahasiswa memilih profesi guru pada Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Tahun 2014/2015 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini membahas terkait motivasi mahasiswa yang memilih profesi guru.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Narasumber utama pada penelitian ini terdiri dari 10 orang mahasiswa yang memilih profesi guru, narasumber kedua adalah teman baik dari narasumber utama, dan narasumber pendukung adalah orang tua dari narasumber utama. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya direduksi dan di verifikasi. Berdasarkan analisa yang dilakukan , diperoleh hasil bahwa dari berbagai aspek yang melatar belakangi mahasiswa memilih profesi guru, yaitu: (a) Motivasi Instrinsik, meliputi: kebutuhan (profesi yang terjamin) dan cita-cita (ingin menjadi guru dan mendidik generasi bangsa. (b) Motivasi ekstrinsik, meliputi: keluarga (keinginan orang tua dan melanjutkan jejak orang tua) dan lingkungan (dukungan teman sebaya). Namun kondisi ini dapat berubah bergantung kepada kebutuhan dan kondisi seseorang di masa yang akan datang

    Analisis Tingkat Kenyamanan Lining Chiffon Cerutti pada Basic Dress Brocade Ukuran M ditinjau dari Aspek Thermo fisiologisdan Sensorik

    No full text
    ABSTRACT     Busana adalah kebutuhan paling utama untuk setiap manusia. Saat ini konsumen modern lebih teliti dalam memilih suatu busana. Konsumen lebih tertarik pada busana yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga nyaman saat dikenakan. Kenyamanan dalam busana menjadi parameter kunci utama dari sebuah busana yang diciptakan. Para produsen busana semakin bersaing untuk menciptakan busana sesuai dengan keinginan konsumen. Kenyamanan sebuah busana dilihat dari segi fisiologis, psikologis dan keharmonisan fisik antara manusia dan lingkungan sekitar. Kenyamanan fisiologis berkaitan dengan kemampuan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup, kenyamanan psikologis berkaitan dengan kemampuan pikiran untuk tetap berfungsi dengan baik, dan kenyamanan fisik dari efek lingkungan secara eksternal pada tubuh. Bahan yang digunakan untuk membuat busana tersebut beraneka ragam. Salah satunya bahan chiffon cerutti, dalam perkembangan jaman bahan chiffon cerutti tidak hanya digunakan sebagai bahan gaun, blus, ataupun rok. Bahan chiffon cerutti  saat ini digunakan untuk bahan lining. Dengan adanya chiffon cerutti yang digunakan sebagai bahan lining, peneliti ingin mengetahui tingkat kenyamanan thermo fisiologis dan sensorik dari lining chiffon cerutti.   Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kenyamanan lining chiffon cerutti pada basic dress brocade ukuran M ditinjau dari aspek thermo fisiologisdan sensorik.Penelitian ini dilaksanakan di Universitaas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa tatabusana Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2014-2016 baik S1 maupun D3. Sampel penelitian berjumlah 6 orang yang menggunakan teknik simple random sampling.   Hasil penelitian tentang analisis tingkat kenyamanan lining chiffon cerutti pada basic dress brocade ukuran M ditinjau dari aspek thermo fisiologisdan sensorik, pada sub variabel kenyamanan thermo fisiologishal yang paling mempengaruhi variabel tersebut dalam menimbulkan rasa kenyamanan adalah difussion (difusi) dengan persentase sebesar 62,5%. Sedangkan pada sub variabel kenyamanan sensorik hal paling mempengaruhi dalam memberikan rasa nyaman adalah tickle (berbulu) dengan persentase sebesar 55%. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah chiffon cerutti dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam proses pembelajaran dan proses praktikum

    Pengembangan Media Pembelajaran Grading Pola Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas XI Program Keahlian Tata Busana SMKN 1Turen

    No full text
    RINGKASANMualimah, Sofiatul. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Grading Pola Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Kelas XI Program Keahlian Tata Busana SMKN 1Turen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.. (II) Dr. Agus Hery S. I., M.Pd.Kata Kunci: Media pembelajaran, Multimedia interaktif, grading pola, Adobe FlashPengembangan Media Pembelajaran Grading Pola untuk siswa kelas XI program keahlian Tata Busana SMKN 1Turen dilatar belakangi oleh hasil  observasi dan  wawancara yang dilakukan peneliti pada guru pengajar  Pembuatan Pola kelas XI, bahwa  proses belajar  mengajar  selama ini masih konvensional dan dirasa kurang efektif. Media konvensional yang digunakan  memerlukan  waktu  yang  lama  untuk dipelajari sehingga, peserta didik/siswa hanya mempelajari secara umum  teknik grading pola dasar tanpa ada latihan grading di variasi pola lain, Selain itu siswa tidak memiliki buku/media untuk belajar sehingga siswa kesulitan untuk mempelajari dan melanjutkan tugas grading pola di rumah. Pengajaran kompetensi grading pola dengan  metode konvensional tersebut memakan waktu  lama, hal ini berdampak pada guru dalam  mengukur ketercapaian  tujuan  pembelajaran.  Berdasarkan  potensi masalah tersebut diperlukan  adanya media yang dapat membantu  melengkapi kekurangan-kekurangan media yang lama, dan  untuk mengatasi permasalahan pada saat kegiatan  pembelajaran Grading Pola berlangsung.  Sehingga pada penelitian ini, peneliti memilih model pengembangan pembelajaran  dengan memanfaatkan  media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sebagai pelengkap media pembelajaran konvensional.Tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran grading pola adalah untuk mengembangkan media konvensional yang awalnya berupa teks dan gambar yang diproyeksikan dalam LCD Proyektor menjadi multimedia  interaktif. Multimedia yang dimaksud adalah multimedia tentang grading pola dasar rok, blus, dan kemeja  berbasis multimedia interaktif yang memiliki kelayakan  isi dan penyajian.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model Borg & Gall. Pengembangan produk multimedia interaktif menggunakan software Adobe Flash CS6. Tahapan metode penelitian pengembangan mengambil lima dari sepuluh tahapan Borg & Gall antara lain: (1) pengumpulan data awal; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba dan penyempurnaan produk. Media pembelajaran grading pola divalidasi oleh ahli media dan ahli materi kemudian, diujicoba pada 23 siswa kelas XI program keahlian tata busana di SMKN 1Turen. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase total nilai 98,75% yang berarti valid, adapun nilai dari ahli materi diperoleh persentase total 97,5% yang berarti valid. Data hasil uji lapangan awal pada responden siswa diperoleh nilai total 95,1% yang berarti media baik dan dapat dipergunakan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran grading pola telah memenuhi kelayakan isi dan kelayakan penyajian  sehingga, layak untuk dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Saran bagi pengembangan selanjutnya, produk media pembelajaran grading pola sebaiknya dapat dibuat dalam platform lain (Android maupun IOS Apple)

    Peran DUDI dalam Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Prakerin Sebagai Deskriptor Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)

    No full text
    ABSTRAK   Rafida, Annisa. 2017. Peran DUDI dalam Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Prakerin Sebagai Deskriptor Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., (II Nurul Hidayati, S.Pd.,M.Sn. Kata Kunci:Peran DUDI, Pencapaian Kompetensi, Prakerin, SKPI Prakerin sebagai matakuliah berbasis kompetensiyangbertujuan mengembangkan mahasiswa agar mampu menjadi tenaga profesional.Capaian kompetensi mahasiswa prakerin perlu dinilai konkrit dan diakui untuk kemudian digunakan sebagai deskriptor SKPI. SKPI adalah dokumen resmi pendamping ijazah berisi deskripsi capaian pembelajaran,menyatakan kemampuan kerja lulusan dalam suatu format yang mudah dipahamimasyarakat umum. Tujuanpenelitian ini adalah mendeskripsikan peran DUDI busana jenis butik dalam pencapaian kompetensi mahasiswa prakerin untuk digunakan sebagai deskriptor SKPI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah industri busana (DUDI) jenis butik di kota Malang sebagai tempat prakerin mahasiswa tatabusana FT-UM tahun 2016-2017. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 17 butik. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuisioner tertutup. Hasil penelitian pada DUDI dalam pencapaian kompetensi mahasiswa prakerin sebagai deskriptor SKPI menyatakan sebagian besar berperan dalam memberikan praktik kerja bidang butik sesuai SKKNI Sub Bidang Custome Made Busana Wanita dengan ketentuan perencanaan praktik 70,6%, pelaksanaan praktik 58,8% dan evaluasi kegiatan 52,9%. DUDI yang berperan diantaranya butik Silla Moda, YnA Wedding, Iwan Bridal, Dinar Weddover, Reve Coture, Andy Sugix, Queen Mozza, Kebaya Priambodo, Eliza Wedding, Studio Ifan, Rezawu Boutique, Amelia Wedding, Arta Moda dan Etyk Kebaya. Sedangkan dalam menilai praktik kerja bidang busana sesuai kebutuhan SKPI,seluruh DUDI menyatakan 100% tidak berperan menilai capaian kompetensi berbentuk de skripsi dan 100% DUDI tidak berperan memberi sertifikat berisi capaian kompetensi prakerin. Kesimpulannya butik tempat prakerin mahasiswa tata busana tahun 2016-2017 di kota Malang dalam pencapaian kompetensi mahasiswa prakerin sebagai deskriptor SKPI adalah menyatakan berkontribusi hanya  dalam memberikan praktik kerja bidang busana sesuai SKKNI Sub Bidang Custome Made Busana Wanita, namun tidak berkontribusi dalam menilai praktik kerja bidang butiksesuai kebutuhan SKPI. Saran bagi Jurusan Teknologi Industri diharapkan memperbarui pedoman PI sesuai tuntutan SKPI, serta sosialisasi kepada DUDI untuk memaksimalkan capaian prakerin agar dapat digunakan sebagai deskriptor SKPI. Bagi pihak DUDI diharapkan merancang prakerin yang mengacu pada kompetensi sesuai SKKNI sub bidang yang relevan dengan jenis DUDI, sehingga dapat berperan dalam mendeskripsikan kompetensi mahasiswa prakerin untuk digunakan sebagai deskriptor SKPI. Bagi peneliti lain hendaknya penelitian ini disempurnakan lagi dengan mengembangkan aspek-aspek lain atau dilakukan pada jenis DUDI selain butik

    Pengaruh Waktu Pengepresan Interfacing Cufner terhadap Tingkat Kerataan Bahan Silk Taffeta

    No full text
    ABSTRAK   Prihandayani, Dwi. 2018. Pengaruh Waktu Pengepresan Interfacing Cufner terhadap Tingkat Kerataan Bahan Silk Taffeta. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd.   Kata Kunci: waktu pengepresan, tingkat kerataan, silk taffeta, interfacing cufner. Pengepresan adalah proses menghaluskan bahan busana dan melekatkan lapisan dalam (interfacing) pada bagian busana yang membutuhkan serta penyempurnaan busana pada proses produksi. Waktu pengepresan yang digunakan sangat mempengaruhi hasil akhir pengepresan suatu bahan. Pengepresan yang tidak diterapkan dengan benar akan menghasilkan pengepresan yang tidak maksimal. Mahasiswa di Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang pada Program Studi Tata Busana mengalami beberapa masalah dalam proses pengepresan bahan silk taffeta yang diberi interfacing cufner, seperti terdapat gelembung udara pada bahan, perubahan warna, mengkilap, dan terlihat titik-titik noda. Teknik untuk mendapatkan hasil pengepresan yang baik adalah dengan memperhatikan kelembaban bahan, panas yang sesuai dengan jenis bahan, tekanan, dan penempatan waktu yang cukup pada saat pengepresannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pengepresan terhadap tingkat kerataan bahan silk taffeta yang diberi interfacing cufner dengan variasi waktu 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, dan 5 menit. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Ditinjau dari jenis metode penelitian, maka jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimental. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dan dianalisis menurut model statistik inferensial. Data tersebut berupa nilai rata-rata yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga lebih mudah dibaca. Pengukuran panas setrika listrik otomatis dilakukan dengan bantuan alat pengukur suhu, yaitu termometer inframerah. Uji coba dilakukan dengan tiga kali pengulangan dan dinilai oleh tiga orang panelis yang ahli dalam bidang busana khususnya pada proses pengepresan. Hasil pengukuran tingkat kerataan pada bahan silk taffeta yang diberi interfacing cufner pada suhu thermostat 140° C dengan lima variasi waktu berbeda dan pengulangan sebanyak tiga kali percobaan menunjukan pengaruh yang signifikan. Nilai rata-rata tingkat kerataan bahan semakin meningkat dari waktu 1 menit sebesar 2,6667 sampai dengan waktu 4 menit sebesar 4, sedangkan pada waktu 5 menit rata-rata nilai tingkat kerataan mengalami penurunan sebesar 3,6667. Hasil terbaik dalam pengukuran ini berdasarkan nilai rata-rata tingkat kerataan dari panelis terdapat pada waktu pengepresan 3 menit dan waktu pengepresan 4 menit. Temuan penelitian eksperimental ini adalah terdapat pengaruh waktu pengepresan yang signifikan terhadap tingkat kerataan bahan silk taffeta yang diberi interfacing cufner. Rata-rata nilai tingkat kerataan bahan silk taffeta yang diberi interfacing cufner pada temperatur 140° C dengan variasi waktu 1 menit,   2 menit, 3 menit, 4 menit, dan 5 menit mengalami peningkatan dari waktu 1 menit sampai dengan waktu 4 menit dan mengalami penurunan pada waktu 5 menit. Hasil terbaik waktu pengepresan interfacing cufner terhadap tingkat kerataan bahan silk taffeta berdasarkan rata-rata nilai tingkat kerataan terdapat pada waktu 3 menit dan waktu 4 menit. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini untuk peneliti selanjutnya antara lain: (1) Dapat ditambahkan indikator daya rekat pengepresan yang ideal. (2)  Percobaan menggunakan variasi alat pengepresan lain untuk membandingkan hasil dengan percobaan yang telah dilakukan menggunakan setrika listrik otomatis. (3) Percobaan dapat dilakukan dengan variasi bahan utama dan pelapis lain, serta temperatur di bawah atau di atas temperatur 140° C, sehingga diketahui waktu pengepresan yang ideal pada variasi bahan dan temperatur lainnya

    studi tentang kompetensi yang dimiliki pekerja bagian produksi di tailor jakarta

    No full text
    ABSTRAK   Menjalankan suatu usaha diperlukan sumber daya baik berupa dana atau tenaga. Sumber daya yang berupa tenaga dari pekerja sangat berperan penting dalam pengembangan usaha. Dalam memilih pekerja perlu disesuaikan dengan keahlian atau kemampuan dari pekerja dan diharapkan memiliki kompetesi yang disesuaikan dengan bidangnya. Tailor Jakarta merupakan salah satu tailoring di Malang dan memiliki izin usaha.Pekerja dari Tailor Jakarta merupakan lulusan non kejuruan di bidang tata busana namun sudah berpengalaman berkerja di bidang busana. Pada prouksi pembuatan busana wanita,Tailor Jakarta menerima produkbusana berupa celana serta blazer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kompetensi yang dimiliki dari pekerja bagian produksi di Tailor Jakarta berdasarkan acuan standar kompetensi pekerja pada costum made  SKKNI 2010 nomer 90 tentang Penetapan Rancangan Standar Kopetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Tekstil dan Barang Tekstil Bidang Garmen Bidang Custom Made Sub Bidang Custom Made Wanita Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif denganjenis penelitian survei. Sumber data berasal dari pemilik dan pekerja bagian produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pada acuan SKKNI ada sembilan unit kerja yang digunakan sebagai acuan pada penelitian ini. Sembilan unit kerja yang digunakan yaitu menggambar busana (fashion drawing), mengukur tubuh pelanggan sesuai dengan desain (pattern making), membuat pola busana dengan teknik konstruksi (pattern making), membuat pola busana dengan teknik konstruksi di atas kain (pattern making), memilih/membeli bahan baku busana sesuai desain (material), memotong bahan (cutting), melakukan pengepresan (pressing), menjahit dengan mesin (sewing) dan melakukan penyelesaian akhir busana (finishing). Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh beberapa simpulan,pekerja di Tailor Jakarta pada beberapa kriteria unjuk kerja berdasarkan unit kerja bagian produksi diketahui dua unit kerja sebagian dari tahap unjuk kerja ada yang belum dilakukan oleh pekerja yaitu padamenggambar busana (fashion drawing) dan membuat pola busana dengan teknik konstruksi (pattern making)sehingga pekerja pada tahapan ini dinilai kurang berkompeten. Unit kerja dari tahapan kriteria unjuk kerja, diketahui tujuh unit kerja sudah dilaksankan, sehingga pada tahapan tersebut pekerja dinilai sudah berkompeten. Saran dalam penelitian ini yaitu(1)Pada pekerja bagian produksi agar mampu meningkatkan kinerja utamanya pada bagian pada proses pembuatan menggambar busana dan membuat desain busana (fashion drawing) serta pada proses pembuatan pola busana dengan teknik konstruksi (pattern making) sehingga pekerja dapat dikategorikan sebagai pekerja yang kompeten di bidangnya  sesuai dengan acuan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu berdasarkan SKKNI.(2)Bagi penelitian selanjutnya untuk bisa lebih memperinci tentang proses produksi busana wanita pada industri busana costum made sehingga dapat memperluas wawasan baru untuk pembaca serta peneliti selanjutnya

    Pembuatan Bahan Ajar Analisis Mode Rok Berbasis Blended Learning pada Mata Kuliah TPB Wanita Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana

    No full text
    RINGKASAN Miranti, Nur Fitria Ayu. 2018. Pembuatan Bahan Ajar Analisis Mode Rok Berbasis Blended Learning pada Mata Kuliah TPB Wanita Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri M alang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Bahan Ajar, Analisis Mode Rok, Blended Learning Bahan ajar presentasi powerpoint pada mata kuliah TPB Wanita materi analisis mode rok tidak efisien, karena membutuhkan waktu yang banyak dalam penyampaiannya dan mahasiswa kesulitan dalam memahami, sebab presentasi powerpoint tidak memenuhi karakteristik sebagai bahan ajar. Bahan ajar memiliki salah satu karakter yaitu self instructional, sehingga diperlukan bahan ajar online menggunakan Adobe Flash. Tujuan penelitian adalah untuk membuat bahan ajar dengan Adobe Flash yang nantinya dapat diunggah pada web, sehingga dapat mempermudah dosen dalam menyampaikan materi dan mahasiswa dapat belajar secara mandiri karena bahan ajar dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Metode pengembangan menggunakan model ADDIE yang memiliki 5 langkah yaitu: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Validasi materi dilakukan oleh dosen Tata Busana yang mengajar Mata Kuliah TPB Wanita dan validasi media dilakukan oleh ahli media yang merupakan dosen Pendidikan Teknik Informatika. Uji coba lapangan dilakukan pada kelas A dan kelas B mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Tata Busana UM angkatan 2014 yang sudah menempuh mata kuliah TPB Wanita sebanyak 30 mahasiswa. Hasil uji validitas diperoleh hasil presentase kelayakan ahli materi sebesar 86,36% dan presentase kelayakan ahli media sebesar 96,42%. Pada uji lapangan diperoleh hasil presentase kelayakan sebesar 93,13% dengan demikian bahwa bahan ajar online dengan Adobe Flash materi analisis mode rok dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Saran pengembangan produk lebih lanjut sebaiknya meninjau analisis mode blus, analisis mode gaun, dan menguji tingkat efektifitas bahan ajar tersebut

    Studi Tentang Penggunaan Canting Listrik pada Proses Pembuatan Batik Blimbing di Kecamatan Blimbing Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Wardani, Latifa. 2016. Studi Tentang Penggunaan Canting Listrik pada Proses Pembuatan Batik Blimbing di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, JurusanTeknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Batik Blimbing, Canting Listrik Batik Blimbing merupakan home industri yang memproduksi batik tulis di  Jl. Candi Jago No. 6 Kecamatan Blimbing  Kota Malang. Batik ini berbeda dengan batik yang ada di Malang, perbedaan terletak pada motif, sistem kerja, dan teknik produksi. Motif yang diangkat adalah Topeng Malangan dan potongan buah Blimbing, perbedaan juga terletak pada sistem kerja dan teknik produksi  batik Blimbing yang lebih cepat dan efisien karena penggunaan canting listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang batik Blimbing di Kecamatan Blimbing Kota Malang yang menggunakan canting listrik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan  pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalam pemilik dan pengrajin home industri batik Blimbing, Kasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, serta foto-foto yang menunjang  penelitian. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dimana instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Validasi atau keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi data yang kemudian diolah dengan cara mereduksi dan menyajikan data, serta membuat kesimpulan dari data-data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dengan beberapa narasumber dapat disimpulkan bahwa, (1) Teknik pembuatan batik Blimbing berbeda dengan teknik pembuatan batik tulis pada umumnya, yaitu tidak menggunakan proses ngloyor, ngemplong, mola, ngerok, mbironi, dan nyoga, (2) Teknik pembuatan batik Blimbing menggunakan canting listrik, dimana canting listrik lebih cepat dalam proses pengerjaanya, karena tidak menggunakan proses mola, dan goresan canting yang dihasilkan lebih rapi, karena canting listrik memiliki penutup otomatis yang bersifat seperti rafido/tip-x, (3) Ukuran tabung penampung malam pada canting listrik kurang besar, sehingga pengrajin harus sering mengisi malam dan membutuhkan waktu untuk menunggu malam benar-benar panas. Saran dalam penelitian ini diajukan kepadahome industri batik Blimbing untuk sebaiknya menambah jumlah canting listrik pada tiap pengrajin, sehingga pada saat malam sudah habis pengrajin tidak perlu mengisi malam karena sudah terdapat canting cadangan yang sudah diisi  dengan malam, Bagi pembaca diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya tentang proses pembuatan batik tulis, terutama proses yang menggunakan canting listrik.

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇