SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Guru Tata Busana SMK Se-Malang Raya Terhadap Penggunaan Multimedia Interaktif Permutasi Bagian-Bagian Busana Pada Mata Pelajaran Desain Busana Tingkat XI
Media merupakan komponen penting dalam sebuah proses pembelajaran. Dengan penggunaan media dapat mempermudah guru dalam penyampaian informasi, serta dapat mempermudah siswa dalam menerima materi dalam proses pembelajaran, salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah multimedia interaktif. Multimedia interaktif merupakan media yang menggabungan unsur teks, suara, gambar, video, dan animasi dalam suatu kesatuan, multimedia ini juga dirancang supaya penggunanya dapat berinteraksi langsung dengan media. Multimedia interaktif yang telah berhasil dikembangkanadalah media pembelajaran untuk materi bagian-bagian busana, yang dibuat olehAna Isro Iliani SP.d, media tersebut dikembangkan untuk mempermudah guru dalam penyampaian materi bagian-bagian busana, serta dapat membantu siswa dalam menunjang pembelajaran materi bagian busana yang cukup beragam. Dengan adanya multimedia tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran. Metode ceramah yang selama ini masih diterapkan dalam proses pembelajaran dapat berubah menjadi lebih efektif dengan menggunakan multimedia interatif. Menindak lanjuti hasil pengembangan media tersebut, peneliti ingin mengetahui tanggapan guru tata busana terhadap penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan guru tata busana terhadap penggunaan multimedia interaktif pada materi bagian-bagian busana di tingkat XI. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Se-Malang Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu guru tata busana pada SMK Se-Malang Raya yang sedang mengajar mata pelajaran desain busana. Sampel penelitian ini berjumlah 19 orang yang menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian tentang tanggapan guru Tata Busana terhadap penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana tingkat XI menunjukan bahwa guru tata busana menilai bahawa multimedia interaktif permutasi bagian- bagian busana merupakan media yang baik. Hal tersebut karena guru tata busana menilai bahwa multimedia interaktif pada pelajaran desain busana sesuai dengan kriteria media interaktif, dari segi kemudahan penggunaanya, kandungan isi materi yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa,penyajian materi dalam multimedia, integrasi media yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektifdan psikomotor, tampilan secara artistik dan estetika yang dapat menarik minat belajar siswa, serta fungsi keseluruhan dari multimedia yang dapat menunjang pada saat proses belajar-mengajar. Hasil penelitian tentang tanggapan penggunaan multimedia berada pada klasifikasi setuju, karena multimedia interaktif tersebut merupakan media yang baik, sehingga proses belajar mengajar menjadi efektif. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu hendaknya guru pengajar tetap mengawasi dan mendampingi proses pembelajaran serta sebaiknya disediakan fasilitas yang memadai untuk memperlancar proses pembelajaran.
Identifikasi Motivasi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana untuk Bekerja Sambil Kuliah
ABSTRAK Wijaya, Yovita Tri Wahyu Dian Indahwati. 2017. Identifikasi Motivasi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana untuk Bekerja Sambil Kuliah. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Kata kunci: Motivasi, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana, Bekerja Sambil Kuliah. Motivasi merupakan proses psikologis yang berupa daya dorong bagi individu untuk melakukan suatu hal demi tercapainya suatu tujuan yang diinginkan. Motivasi dapat dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Berkaitan dengan mahasiswa yang bekerja, maka muncul pula motivasi yang mendasari, atau dapat dikatakan motivasi kerja. Motivasi untuk bekerja mahasiswa sangat beragam dan tidak dapat disamaratakan antara satu mahasiswa dengan yang lainnya. Berdasarkan fakta tersebut, penulis ingin mengetahui motivasi untuk bekerja apa saja yang melatarbelakangi mahasiswa untuk bekerja sambil kuliah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi motivasi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana untuk bekerja sambil kuliah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu 357 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana yang aktif pada semester ganjil tahun 2016/2017. Sampel penelitian berjumlah 187 responden yang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian tentang motivasi mahasiswa untuk bekerja sambil kuliah yaitu terdapat beberapa faktor yang mendukung dan kurang mendukung motivasi untuk bekerja mahasiswa. Faktor yang mendukung motivasi mahasiswa untuk bekerja adalah faktor hubungan dengan lingkungan kerja, hubungan interpersonal, memiliki dampak bagi orang lain dan lingkungan, dan lingkungan dapat menggali potensi dan keahlian. Sedangkan faktor yang kurang mendukung motivasi mahasiswa untuk bekerja adalah faktor makan dan minum, tempat tinggal, pakaian, penghasilan, dan mempengaruhi orang lain dan lingkungan sekitar. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu mahasiswa sebaiknya fokus pada motivasi untuk bekerja yang dimiliki, sehingga dapat mencapai hasil maksimal
Tanggapan siswa Kelas XI Tata Busana Terhadap Penggunaan Metode Kooperatif Model Jigsaw pada Mata Pelajaran Dasar Desain di SMK Negeri 1 Turen
ABSTRAK Pembelajaran kooperatif model Jigsaw adalah sebuah model pembelajaran yang menitik beratkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. metode ini telah digunakan siswa kelas X tata busana di SMK Negeri 1 Turen sejak awal semester genap yaitu bulan Febuari sampai dengan bulan April 2016, namun belum pernah dilakukan penelitian pada metode ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan metode ini. Tanggapan/respon siswa dilihat dari respon evaluatif kognitif, respon evaluatif afektif dan respon evaluatif psikomotor.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kuantitatif untuk menjawab pertanyaan diatas. Dalam hal ini, Subyek penelitian adalah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Turen semester genap 2015/2016 yang telah menggunakan metode kooperatif model Jigsaw pada kompetensi dasar desain dengan materi prinsip desain. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner/angket dan Analisis hasil penelitian dideskripsikan dengan menggunakan rata-rata (persentase).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan siswa terhadap penggunaan metode kooperatif model Jigsawpada siswa kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen dapat membawa perubahan yang lebih baik terhadap pengalaman belajarnya. Sebanyak 12 responden atau 21,43% menjawab sangat setuju, sebanyak 43 responden atau 73,21% menjawab setuju dan sebanyak 3 responden atau 5,36% responden menjawab kurang setuju. Berdasarkan hasil pengumpulan data, metode kooperatif model Jigsaw ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat mengembangkan hubungan antar pribadi positif siswa, menerapkan bimbingan sesama teman, pemahaman materi lebih dalam, dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat. Namun masih ada sebagian kecil siswa yang menjawab kurang setuju terhadap pembelajaran menggunakan metode kooperatif model Jigsaw, hal ini disebabkan karena siswa tersebut kurang berminat terhadap mata pelajaran dasar desain. Oleh karena itu disarankan hendaknya guru dapat mengembangkan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk mata pelajaran yang sesuai guna menanggulangi berbagai permasalahan pembelajaran aktual yang dihadapi dikelas. Bagi siswa diharapkan lebih giat belajar dengan menggunakan metode kooperatif model jigsaw, guna meningkatkan hasil belajar. bagi pihak sekolah juga hendaknya dapat memfasilitasi pembelajaran menggunakan metode kooperatif model Jigsaw
Kesiapan Siswa Kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Dalam Menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi
ABSTRAK Uji kompetensi sertifikasi profesi adalah ujian untuk membuktikan siswa tersebut kompeten atau belum kompeten dalam bidang yang diujikan di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Lulusan SMK selain dibekali ijazah sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar, juga dibekali sertifikat kompetensi sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu. Sertifikat kompetensi sebagai jaminan bahwa lulusan tersebut telah lulus ujian kompetensi yang dilaksanakan lembaga terkait dan berguna untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan jabatan yang telah dikuasai. Sertifikat kompetensi dalam hal ini dapat diperoleh dengan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh Sertifikasi siswa SMK diprioritaskan kepada beberapa sector, diantaranya sektor pariwisata, logistik, otomotif, komunikasi dan informatika, kesehatan, dan elektronik. SMK di Kota Malang yang telah dijadikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) sertifikasi profesi dalam bidang Tata Busana adalah SMK Negeri 3 Malang. Selain menjadi TUK, SMK Negeri 3 Malang juga menjadi sekolah rujukan program keahlian Tata Busana.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan materi siswa kelas XII dalam menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi di LSP SMK Negeri 3 Malang. Permasalahan yang dibahas adalah kesiapan siswa dalam segi materi uji yang diujikan dalam Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII program keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang yang akan menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan angket atau kuesioner. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 2 alternatif jawaban. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Penyajian data dalam statistik deskriptif antara lain dengan penyajian data melalui tabel, grafik, dan diagram lingkaran ataupun presentase.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian dengan judul “Kesiapan Siswa Kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang Dalam Menghadi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi”, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang dapat dikatakan telah siap menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi. Saran dari penelitian ini adalah SMK Negeri 3 Malang diharapkan lebih focus dalam menyiapkan siswanya untuk memperdalam materi uji kompetensi profesi, siswa kelas XII yang akan menghadapi Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi diharapkan lebih memperdalam dalam mempelajari materi uji, dan peneliti lain diharpkan bisa memperluas wawasan untuk meneliti hal serupa
Pemahaman Guru Mata Pelajaran Program Keahlian Tata Busana terhadap Ujian Tingkat Kompetensi (Studi Kasus di SMK Negeri 2 Boyolangu).
ABSTRAK Perubahan kurikulum menyebabkan terjadinya perubahan Standar Nasional Pendidikan salah satunya perubahan pada Standar Penilaian. Adanya perubahan standar penilaian menyebabkan guru merasa kesulitan dalam menerapkan penilaian yang baru. Berdasarkan hasil evaluasi pendampingan Kurikulum 2013, persentase tertinggi menunjukkan bahwa guru belum memahami ujian tingkat kompetensi.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru mata pelajaran program keahlian tata busana terhadap ujian tingkat kompetensi.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data berasal dari Ketua LSP-P1, Waka Kurikulum, dan guru program keahlian tata busana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data dimulai dari analisis sebelum di lapangan dan analisis di lapangan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kegiatan penelitian dimulai dari tahap pra-lapangan, kegiatan lapangan, dan analisis data.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Program Keahlian Tata Busana sudah memahami perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ujian tingkat kompetensi karena SMK Negeri 2 Boyolangu sudah mengadakan sosialisasi ujian tingkat kompetensi. Namun sebagian guru belum memahami prosedur penilaian pada ujian tingkat kompetensi yang dilakukan pada setiap Kriteria Unjuk Kerja dan prosedur perbaikan nilai yang hanya dilakukan pada setiap Kriteria Unjuk Kerja yang dinyatakan belum kompeten dan dilaksanakan pada hari yang sama dengan pelaksanaan ujian tingkat kompetensi. Bagi Dinas Pendidikan agar mengadakan diklat asesor untuk menambah jumlah asesor sehingga mampu mencukupi kebutuhan asesor untuk ujian tingkat kompetensi. Bagi pihak SMK Negeri 2 Boyolangu agar melaksanakan sosialisasi kepada guru matapelajaran program keahlian yang belum memiliki sertifikat asesor terkait pelaksanaan ujian tingkat kompetensi terutama prosedur penilaian ujian tingkat kompetensi. Bagi guru matapelajaran program keahlian Tata Busana agar mengikuti sosialisasi ujian tingkat kompetensi untuk meningkatkan pemahaman tentang prosedur penilaian ujian tingkat kompetensi
TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTIF TENUN NGGOLI BIMA
ABSTRAK Fakhri, 2017. Tanggapan Masyarakat Terhadap Perkembangan Motif Tenun Nggoli Bima. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M. Si. Kata Kunci : Tanggapan Masyarakat, Tenun NggoliIndonesia memiliki ribuan motif tenun dengan ragam motif yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia terutama Aceh, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Bima adalah salah satu daerah yang memiliki motif tenun Nggoli dengan ciri khas pada era sebelumnya meliputi motif Bunga Satako (bunga setangkai), Bunga Aruna (bunga nanas), Bunga Kakando (Rebung), Nggusu tolu (Segi tiga), Nggusu Upa (segi empat), Pado Waji (jajaran genjang), dan Nggusu waru (segi delapan).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap perkembangan motif tenun Nggoli di Desa Renda Kec. Belo Kab. Bima NTB. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah 36 pengrajin tenun Nggoli.Hasil penelitian perkembangan motif tenun NggoliBima melalui : 1) Tanggapan visual, berdasarkan (a) perkembangan motif tenun Nggolitidak menyimpang dengan adat dan budaya di Bima dengan persentase 58,33%, (b) perkembangan warna tidak menyimpang dengan adat budaya di Bima dengan persentase 66,67%; 2) tanggapan ingatan, berdasarkan (a) perkembangan makna motif tenun Nggoli Sangat Bermakna bagi masyarakat Bima dengan persentase 55,56%, (b) perkembangan Ornamen Sangat Bermakna bagi mayarakat Bima dengan persentase 77,78%; 3) perkembangan motif tenun Nggoli berdasarkan keadaan Lingkungan masyarakat Sangat Setuju dengan persentase 75%. Berdasarkan paparan data tersebut dapat dikatakan respon masyarakat Sangat Baik terhadap perkembangan motif tenun Nggoli di Bima Nusa Tenggara Barat.Saran yang dapat diajukan peneliti (1) Pengrajin tenun di Bima Jika ingin melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tentang tenun Bima, pengrajin tenun harus mempelajari dan memahami sejarah tentang tenun Bima, untuk mempertahankan dan melestarikan motif dan warna tenun Nggoli yang sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku di Bima.(2) Perlu kiranya pengrajin tenun Nggoli untuk mengetahui tentang makna motif tenun Nggoli, agar tidak ada pendapat-pendapat baru tentang makna motif tenun Nggoli Bima dan memproduksi tenun Nggoli yang memiliki daya tarik yang terletak pada makna religius dan kepercayaan yang terkandung di dalamnya, yang dipadukan dengan ornamen dalam penempatannya yang diakui sangat bermakna bagi pengrajin tenun Nggoli Bima. (3) Untuk melestarikan tenun tradisional Bima, pengrajin tenun Nggoli perlu untuk mengetahui tiap motif tenun Nggoli, supaya motif tenun Nggoli tetap menggambarkan kepribadian Dou Mbojo dan keadaan lingkungan yang ada di Bima
Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tutor Sebaya pada Mata Pelajaran Membuat Piyama di Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK Dharma Wanita Gresik
Pembelajaran tutor sebaya adalah proses kegiatan belajar yang berpusat pada siswa, dalam hal ini siswa belajar dari seorang tutor yang memiliki kepandaian lebih diantara siswa yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi yang telah disampaikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Mata pelajaran membuat piyama merupakan pelajaran yang berkaitan dengan membuat desain busana pria, membuat ukuran badan pria, membuat pola, merancang bahan, memotong bahan, menjahit busana pria dan finishing. Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran tutor sebaya belum dituangkan ke dalam RPP, pemahaman siswa dalam menyerap materi masih kurang, motivasi dan keaktifan siswa masih kurang, dan nilai siswa dalam kegiatan praktek pembuatan piyama masih ada yang di bawah standar KKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran membuat piyama di kelas XI jurusan busana butik SMK Dharma Wanita Gresik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa manusia yaitu peneliti sendiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah ketua jurusan, guru mata pelajaran membuat busana pria, siswa kelas XI jurusan busana butik, foto, serta dokumen yang berupa buku, jurnal penelitian, dan dokumen resmi sekolah seperti profil SMK, silabus, RPP, rekapitulasi nilai, dan daftar nama siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanan pada pembelajaran tutor sebaya dalam mata pelajaran membuat piyama masih belum sesuai antara silabus dan RPP, (2) pelaksanaan pada pembelajaran tutor sebaya di kelas XI busana butik yakni tutor selalu memberikan bimbingan dan bantuan terhadap 3 siswa yang dibimbing yang belum memahami materi membuat piyama sehingga nilai siswa menjadi meningkat di atas standar KKM yang telah ditentukan yaitu angka 8, dan (3) evaluasi pada pembelajaran tutor sebaya yakni guru melakukan penilaian jika semua siswa mengikuti mata pelajaran membuat piyama, guru melakukan remidial berarti nilai siswa masih dinyatakan belum tuntas dalam mata pelajaran membuat piyama di bawah standar KKM 80, dan guru melakukan pengayaan berarti nilai siswa sudah dinyatakan tuntas dalam mata pelajaran membuat piyama di atas standar KKM 80
Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Daster Bordir Marsalia Malang
ABSTRAK Dita Irmawati. 2016. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Daster Bordir Marsalia Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. (2) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Atribut produk, keputusan pembelian konsumen, daster bordir Produk kerajinan yang beragam mendorong produsen untuk memiliki nilai kreatifitas dan inovatif yang tinggi. Oleh karena itu, atribut produk dapat digunakan untuk mendukung produk yang dapat dijadikan pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan atribut produk (harga, merek, kemasan, desain) terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kausatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen daster bordir Marsalia Malang. Metode yang digunakan untuk menentukan responden adalah metode probability sampling dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 51 responden. Skala pengukuran instrumen yang digunakan adalah skala guttman. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b1 yang diperoleh bernilai positif 0,751dan sig. 0,000. Kedua, merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b2 yang diperoleh bernilai positif 0,514dan sig. 0,005. Ketiga, kemasan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b3 yang diperoleh bernilai positif 0,684dan sig. 0,010. Keempat, desain berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang koefisien b4 yang diperoleh bernilai positif 0,452dan sig. 0,007. Terdapat pengaruh secara simultan antara atribut produk terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang (Fhitung 49,319 dan sig 0,000). Atribut produk memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen daster bordir Marsalia Malang. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha atribut produk penting untuk meningkatkan minat beli konsumen yang dapat membentuk sikap loyal pada produk tersebut. Bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, selain atribut produk harga, merek, kemasan, dan desain. Sehingga dapat menjadi temuan-temuan baru dibidang fashion marketing.
Survei Keputusan Pembelian Pakaian Jadi pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Novitasari, Yeni. 2017. Survei Keputusan Pembelian Pakaian Jadi pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Survei, Keputusan Pembelian, Pakaian Jadi, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Mahasiswa Tata Busana adalah orang yang belajar di Perguruan Tinggi yang memiliki kemampuan dalam bidang busana. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, mayoritas mahasiswa Tata Busana memakai busana untuk kesempatan kuliah dari pembelian produk pakaian jadi. Kecenderungan membeli pakaian jadi tidak akan terjadi jika tidak ada pertimbangan yang mendasarinya.Oleh karena itu peneliti bertujuan ingin mengetahui dan mendeskripsikan pertimbangan yang mendasari mahasiswa memutuskan untuk membeli produk pakaian jadi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 125 mahasiswa dari angkatan 2013, 2014, 2015,dan 2016 dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen angket ini diuji menggunakan validitas isi (content validity), sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas cronbach alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Tata Busana dalam membeli produk pakaian jadi untuk kesempatan kuliah mempertimbangkan keempat pertimbangan tersebut karena tidak ada perbedaan yang signifikan,yaitu yang paling tinggi adalah (1) pertimbangan rasional, yaitu pertimbangan yang diperhitungkan oleh akal sehat, diikuti (2) pertimbangan emosional, yaitu terkait dengan pertimbangan yang dipengaruhi oleh perasaan emosional. Penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada populasi lain,karena penelitian ini hanya dilakukan pada empat angkatan mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah: Pertama, bagi konsumen produk pakaian jadi disarankan untuk tidak selalu mempertimbangkan pembelian atas dasar emosinya saja, sebaiknya memperhatikan pertimbangan berdasarkan manfaat yang diperoleh dalam membeli produk pakaian jadi,sehingga produk yang dibeli tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Kedua, bagi mahasiswa Tata Busana, sebaiknya mahasiswa dapat lebih mengatur waktunya supaya bisa meluangkan waktu untuk mengasah kemampuannya membuat busana dengan menjahit sendiri, sehingga dapat menghasilkan karya sendiri yang bisa dibanggakan, serta dapat lebih hemat dalam pengeluaran dan mampu melakukan pembelian sesuai kebutuhan yang lebih penting. Ketiga,bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini maka dapat disarankan dengan memperluas indikator lain yang dapat menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian pakaian jadi,serta dapat memperluas lingkup responden yang diteliti karena setiap populasi akan memiliki pertimbangan yang berbeda dalam memutuskan untuk membeli produk pakaian jadi.
Preferensi Konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo.
ABSTRAK Ambarwulandari, Evi. 2016. Preferensi Konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T, (II) Dra Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: preferensi, konsumen, batik tulis Sidoarjo Batik Tulis Sidoarjo merupakan perpaduan antara batik Sidoarjo asli dengan batik pesisiran yang mempunyai motif khas yang tidak terdapat di daerah-daerah produksi batik lainnya. Awalnya motif batik Sidoarjo asli masih sangat sederhana, para pengrajin batik Sidoarjo menggunakan tumbuhan sebagai motif dasar batik. Motif tumbuhan yang digunakan merupakan inspirasi dari tumbuh-tumbuhan yang hidup disekitar pengrajin batik. Motif tumbuhan merupakan manifestasi dari kebudayaan Islam, batik Sidoarjo berasal dari periode Islam. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengrajin batik print (cetak) menjadi pesaing untuk pengrajin batik tulis Sidoarjo, dikarenakan motif batik print (cetak) memiliki motif yang bagus, corak warna batiknya bagus, sehingga membuat sebagian konsumen beralih ke batik print (cetak). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripsi pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini menggambarkan dan mendeskripsikan preferensi konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo. Responden penelitian ini yaitu konsumen batik sejumlah 50 responden. Proses penelitian dilakukan selama 10 hari. Pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap batik tulis Sidoarjo. menunjukkan konsumen menyukai daun kates lebih banyak di sukai dan dipilih oleh konsumen karena warna yang dimiliki motif daun kates. Dinilai dari segi warna, motif daun kates memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna hijau. Sedangkan dari segi keindahan, motif daun kates memiliki warna yang bagus. Untuk motif kupu – kupu konsumen memilih dan suka karena desainnya menarik. Dinilai dari segi warna, motif kupu – kupu memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna hitam. Untuk motif burung merak konsumen memilih dan suka karena bentuk motifnya, dinilai dari segi keindahan, motif burung merak meiliki makna, dinilai dari segi warna, motif burung merak memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna kuning. Untuk motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagat, konsumen memilih dan suka karena keduanya memiliki ciri khas motif. Dinilai dari segi keindahan, motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagad meiliki motif yang indah. Dinilai dari segi warna, motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagad memiliki banyak pilihan warna. Saran yang terkait dengan kesimpulan diatas: (1) Berdasarkan hasil penelitian ini, pengrajin perlu mempertahankan dimensi yang sudah baik atau berkualitas, serta berusaha terus untuk meningkatkan kualitas tersebut dengan mengembangkan desain, warna dan bahannya. (2) Mematenkan semua motif yang sudah dimiliki, agar tidak diklaim oleh daerah lain, oleh karena itu dinas yang terkait mematenkan hak cipta sebagai kekayaan daerah Sidoarjo. (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat meneliti lebih dalam dan lebih luas tentang kualitas produk fashion lain atau produk batik yang ada di daerah lain.