SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    ANALISA TINGKAT KENYAMANAN PEMBUATAN KEBAYA DENGAN POLA PRAKTIS PADA UKURAN TUBUH M (MEDIUM)

    No full text
    ABSTRAK   Permana, Maya. 2012. Analisis Tingkat Kenyamanan Pembuatan Kebaya Dengan Pola Praktis Pada Ukuran Tubuh M (medium). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M. Si   Kata kunci: kebaya, pola praktis, ukuran tubuh M (medium)             Pada awalnya kebaya dikenal sebagai pakaian yang kerap dikenakan oleh wanita melayu. Menurut Faraz, Mardiah (2008:4) menjelaskan bahwa kebaya berasal dari bahasa Arab ‘habaya’ yang berarti pakaian labuh dengan belahan dibagian depan, yang kedua kebaya dibawa oleh Portugis ke Malaka oleh sebab itu kebaya sudah lama dipakai di Malaka. Kebaya ini tidak dipakai oleh wanita Melayu saja melainkan juga dipakai oleh wanita Cina Peranakan (Baba) tetapi ada sedikit perbedaan model gaya memakainya. Di dalam pembuatannya ada beberapa sistem pola. Pola Konstruksi adalah pola untuk membuat pakaian, yang pola dasarnya didapat dengan membuat gambar pola dengan perhitungan secara sistematis, dan dibuat berdasarkan ukuran badan perorangan. Berdasarkan ukuran-ukuran tersebut dibuatlah pola dasar menurut sistem pola dasar tertentu, seperti J.H.C. Meyneke, Dressmaking,  B.M. Wielsma, Dankarts, So-Ein, Charmart, Praktis, dan Grading. Pola Konstruksi dapat berupa pola untuk pakaian wanita, pria, bayi, anak-anak terdapat bebe. Dalam memilih sistem pola dasar perlu disesuaikan dengan kondisi bentuk tubuh atau dapat pula memodifikasi sistem pola dasar tersebut menjadi lebih praktis, mudah, dan hasilnya bagus. Menurut Putra, (2004) Pola praktis adalah suatu metode atau cara membuat pola dengan menggunakan teknik atau cara yang cepat dan praktis. Dikatakan pola praktis karena dalam proses pembuatannya, tidak perlu menggambar pola dasar badan terlebih dahulu sehingga pola tengah belakang (TB) langsung ditambahkan dari pola tengah muka (TM) tanpa harus menggambar pola belakang lagi, sehingga lebih menghemat tempat dan waktu karena tidak membutuhkan proses yang lama. Sedangkan kegunaan pola praktis sendiri untuk mempercepat proses pembuatan busana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kenyamanan kebaya. Berdasarkan hasil analisis data oleh 3 orang panelis, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : Hasil validasi dari panelis I, Pola Praktis tepat digunakan untuk pembuatan Kebaya pada ukuran tubuh M (medium) dengan ketepatan sebesar 90,1 %. Hasil validasi dari panelis II, Pola Praktis tepat digunakan untuk pembuatan Kebaya pada ukuran tubuh M (medium) dengan ketepatan sebesar 78,8 %. Hasil validasi dari panelis III, Pola Praktis tepat digunakan untuk pembuatan Kebaya pada ukuran tubuh M (medium) dengan ketepatan sebesar 69,7 %. Berdasarkan validasi dari 3 panelis, Pola Praktis tepat digunakan untuk pembuatan Kebaya pada ukuran tubuh M (medium) dengan ketepatan sebesar 79,7 %.

    Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Team Teaching Mata Pelajaran Produktif Pada Siswa Kelas X dan XI Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Nurul. 2012. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Team Teaching Mata Pelajaran Produktif Pada Siswa Kelas X dan XI Program Keahlian             Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd.   Kata kunci:  team teaching, mata pelajaran produktif.             Pembelajaran team teaching merupakan suatu pengajaran yang dilaksanakan oleh lebih dari satu orang guru, yang menyajikan bahan pengajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Dalam pelaksanaan pembelajaran team teaching berlandaskan asas kerjasama, sinergi, integritas moral, inovasi dan akuntabilitas sehingga tujuan untuk mengantarkan profesionalitas guru akan tercapai dengan baik dan memuaskan.Pembelajaran team teaching Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang telah dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2009/2010 sampai sekarang, dan sebagian besar digunakan pada mata pelajaran produktif  yang komposisi praktiknya lebih besar, sedangkan  materi pelajaran produktif yang  menekankan pada pemahaman teori dan konsep maka pelaksanaan pembelajaran hanya dilakukan oleh seorang guru. Penelitian ini dilakukan untuk menetahui pelaksanaan pembelajaran team teaching mata pelajaran produktif  pada siswa kelas X dan XI Program Keahlian Busana Butik.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi yaitu siswa kelas X dan XI sebanyak 48 siswa  Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 7 Malang. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subvariabel pelaksanaan pembelajaran team teaching, kerjasama dan sinergi termasuk dalam kategori sangat tinggi sebanyak 0%, tinggi sebanyak 53,8%, rendah sebanyak 46,2%, dan sangat rendah sebanyak 0%. Integritas moral termasuk dalam kategori sangat tinggi sebanyak 15,4%, tinggi sebanyak 23,1%, rendah sebanyak 61,5% dan sangat rendah sebanyak 0%. Inovasi termasuk dalam kategori sangat inovatif sebanyak 0%, inovatif 61,5%, kurang inovatif sebanyak 38,5% dan tidak inovatif sebanyak o%. Akuntabilitas termasuk dalam kategori sangat akuntabel sebanyak 0%, akuntabel sebanyak 61,5%, kurang akuntabel sebanyak 30,8% dan tidak akuntabel sebanyak 7,7%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran team teaching mata pelajaran produktif pada siswa kelas X dan XI Program keahlian Busana Butik di SMK Negeri 7 Malang dikatakan berjalan dengan baik, karena tiga subvariabel yang dijadikan indikator/landasan pelaksanaan pembelajaran team teaching termasuk dalam kategori tinggi, inovatif dan akuntabel. Hanya satu subvariabel yaitu integritas moral yang termasuk dalam kategori rendah, hal ini dikarenakan guru kurang transparan dan obyektifitas dalam memperlakukan dan memberi nilai kepada siswa. Sehingga saran yang dapat dijadikan masukan adalah (1) Guru lebih mengoptimalkan integritas moral dalam pembelajaran lebih terbuka dan guru dapat memberi keteladanan yang baik bagi siswa.(2) Seluruh Asas-asas yang menjadi landasan pembelajaran team teaching yaitu kerjasama dan sinergi, integritas moral, inovasi dan akuntabilitas harus dilaksanakan dengan benar sehingga tujuan untuk mengantarkan profesionalitas guru akan tercapai dengan baik dan memuaskan

    IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL FASHION DESIGN DI SMA AR-ROHMAH PUTRI (BOARDING SCHOOL) KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Zahro, Siti. 2012. Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Fashion Design di SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.   Kata kunci: muatan lokal, fashion design SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang merupakan sekolah yang unik. Adanya fashion design sebagai muatan lokal yang wajib bagi peserta didik berbeda dengan SMA lain pada umumnya. Tujuan muatan lokal fashion design adalah membekali peserta didik untuk berwirausaha dalam tata busana yang dapat digunakan sebagai bekal berumah tangga. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana implementasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi muatan lokal fashion design di SMA Ar-Rohmah Putri (Boarding School) Kabupaten Malang. Jenis rancangan penelitian yang digunakan studi kasus yang bertujuan untuk memerikan fakta yang ada di lapangan mengenai implementasi muatan lokal fashion design di SMA Ar-Rohmah Putri Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yakni: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan pada awal semester. Beberapa persiapan yang dilakukan adalah persiapan kurikulum muatan lokal, persiapan perangkat pembelajaran, menyiapkan pengajar, dan peserta didik. Kurikulum pembelajaran muatan lokal fashion design merupakan mata pelajaran wajib di sekolah.  Perangkat pembelajaran adalah silabus, RPP, jadwal pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, dan peralatan. Ruangan praktikum masih belum permanen. Pengajar berjumlah 1 orang sebagai pengajar tetap. Peserta didik adalah kelas X dan XI; (2) Pelaksanaan pembelajaran cukup unik, materi dikelas X adalah menjahit dengan mesin, mengenal busana, mengenal bahan menjahit busana, mengenal piranti menjahit busana, menggambar busana dan dikelas XI lebih banyak materi tentang pembuatan lenan rumah tangga dan pembuatan pelengkap busana. Pengajar dalam menyampaikannya perlu kerja keras dan kesabaran serta kedisiplinan waktu untuk melaksanakannya pembelajaran tersebut. Pelaksanaan pembelajaran selama ini sudah terlaksana dengan lancar meskipun ada beberapa hal yang ditingkatkan agar hasilnya lebih meningkatkan kualitas kompetensi peserta didiknya, yaitu media mesin jahit dan ruang laboratorium mesin jahit yang permanen; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap satu minggu sekali oleh seluruh pengajar, Kepala Sekolah, dan Wakil Kepala Sekolah. Evaluasi dilakukan membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi seminggu sebelumnya. Tujuan evaluasi yang dilakukan adalah untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah. Terkait dengan hasil penelitian ini saran diberikan kepada sekolah agar lebih meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran muatan lokal fashion design dan guru perlu penyiapan RPP yang disesuaikan dengan kemampuan awal peserta didik

    Studi Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Layanan Pendidikan di Jurusan Teknologi Industri

    No full text
    ABSTRAK   Hardiana, Nina. 2012. Studi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Pendidikan Di Jurusan Teknologi Industri, Angkatan 2007 dan 2008 S1 pendidikan tata busana dan  D3 2009 di Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Agus Heri Supadmi Irianti, M.Pd.   Kata Kunci : Kepuasan mahasiswa, Layanan Pendidikan   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan meliputi: Layanan Kegiatan Belajar Mengajar, Layanan Bimbingan Skripsi, Layanan Sarana Prasarana, Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium. Teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel 50 mahasiswa, teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif, pengambilan data dilakukan di Jurusan Teknologi Industri khususnya Tata Busana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengatakan tingkat kepuasan tinggi terhadap Kegiatan Belajar Mengajar sebesar (80%) tingkat kepuasan rendah (68%) terhadap Layanan Bimbingan Skripsi, tingkat kepuasan rendah (68%) terhadap Layanan Sarana Prasarana, tingkat kepuasan tinggi terhadap Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium. Hasil penelitian dengan pembahasan mengenai Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan di Jurusan Teknologi Industri Khususnya Tata Busana diketahui bahwa Sarana Prasarana dan Layanan Bimbingan Skripsi di jurusan Teknologi Industri memperoleh tingkat kepuasan rendah, namun layanan Kegiatan Belajar Mengajar dan Layanan Peminjaman Alat di Laboratorium memperoleh tingkat kepuasan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar mahasiswa mmampu memanfaatkan perlengkapan lain dan menambah pengetahuan mengenai peralatan yang kurang lengkap, Dosen pengajar mampu mengembangkan potensi yang telah ada, pihak Jurusan perlu melengkapi fasilitas yang mendukung Proses Kegiatan Belajar Mengajar seperti peralatan praktik, koleksi buku di perpustakaan, jumlah kamar mandi, serta layanan bimbingan skripsi.

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MULTIMEDIA PADA KOMPETENSI DASAR PENGOLAHAN KUE INDONESIA UNTUK SISWA KELAS X JASA BOGA DI SMKN 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAKPutri, Lutfi Apriliana. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Pada Kompetensi Dasar Pengolahan Kue Indonesia Untuk Siswa Kelas X Jasa Boga SMKN 2 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T, (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, multimedia, pengolahan kue Indonesia.Bahan ajar dalam pembelajaran muatan lokal yang tersedia saat ini lebih bersifat konvensional dalam bentuk cetak sehingga cenderung digunakan dengan pasif. Bahan ajar disajikan dalam bentuk handout yang difotokopi sehingga keterangan gambar kurang terlihat jelas dan materi yang menjelaskan proses pengolahan tidak bisa disajikan pada bahan ajar cetak. Oleh karena itu perlu dikembangkan jenis bahan ajar yang lain yaitu dalam bentuk bahan ajar berbasis multimedia. Bahan ajar berbasis multimedia, kelemahan bahan ajar dalam bentuk cetak dapat diatasi. Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia sangat perlu dilakukan khususnya dalam bidang tata boga. Tujuan penelitian ini adalah 1) merancang bahan ajar multimedia pada Kompetensi Dasar Pengolahan Kue Indonesia dan 2) menghasilkan bahan ajar pada Kompetensi Dasar Pengolahan Kue Indonesia berbasis multimedia yang memiliki kelayakan isi, bahasa, dan penyajian.Metode pengembangan mengadaptasi model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 5 prosedur, 1) analisis kebutuhan, 2) desain bahan ajar, 3) pengembangan bahan ajar, 4) uji coba bahan ajar, serta 5) evaluasi dan revisi. Uji coba bahan ajar dilakukan dengan uji perorangan. Uji perorangan dilakukan kepada siswa kelas X Jasa Boga SMKN 2 Malang. Validasi bahan ajar dilakukan dengan melibatkan ahli materi, ahli bahasa Indonesia, dan ahli media. Jenis data pada penelitian adalah data kuantitatif berupa skor hasil penilaian Bahan Ajar Multimedia.Hasil skor validasi ahli materi bahan ajar sebesar 80%, bahan ajar tergolong layak dan tidak perlu revisi. Skor validasi bahasa sebesar 75%, bahan ajar tergolong layak dan tidak perlu revisi. Skor validasi media sebesar 89,4%, bahan ajar sangat valid dan tidak perlu revisi. Skor uji perseorangan pada siswa kelas X Jasa Boga SMKN 2 Malang sebesar 82,25%, skor tersebut menandakan bahwa Bahan Ajar multimedia layak dan tidak perlu revisi.Kelebihan Bahan Ajar Multimedia yang dikembangkan yaitu mampu menyajikan berbagai macam materi ke dalam bentuk teks, gambar, dan video; Kelemahan bahan ajar multimedia yang dikembangkan adalah: (a) biaya produksi yang mahal; (b) bahan ajar memerlukan seperangkat komputer

    Hubungan Antara Cara Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Purnamasari, Ulfia. 2012. Hubungan Antara Cara Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T, M.T, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.   Kata Kunci: Cara Belajar, Prestasi Belajar.   Cara belajar merupakan salah satu diantara faktor-faktor yang berperan dalam proses pencapaian prestasi belajar mata kuliah konstruksi pola dan pecah model mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Cara belajar khususnya pada mata kuliah konstruksi pola dan pecah model merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam belajar sesuai dengan karakter mata kuliah tersebut. Pada penelitian ini cara belajar diukur melalui indikator yang ada pada sub variabel cara belajar sendiri dan cara belajar di kelas. Prestasi belajar mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model diukur dari hasil yang telah dicapai oleh mahasiswa melalui proses pembelajaran dalam bentuk nilai akhir semester (nilai DNA) hasil assesmen dosen pengajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara cara belajar dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model, dengan menguji hubungan antara variabel bebas  (Cara Belajar sendiri) dan  (Cara Belajar di Kelas) terhadap variabel terikat Y (Prestasi Belajar). Instrumen berupa angket yang di uji validitas dan reliabilitasnya menggunakan bantuan program SPSS 17 for windows. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2009 sampai 2011. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terdapat hubungan yang signifikan antara cara belajar sendiri dengan prestasi belajar mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model  dan cara belajar di kelas dengan prestasi belajar mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang, sedangkan secara simultan cara belajar sendiri dan cara belajar di kelas yang dilakukan mahasiswa berpengaruh sebesar 42,2% saja terhadap prestasi belajar mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model dan sisanya 57,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Pada penelitian ini cara belajar sendiri memiliki hubungan lebih dominan dibandingkan dengan cara belajar di kelas. Oleh karena itu hendaknya mahasiswa  memiliki disiplin diri agar cara belajar sendiri dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan prestasi belajar yang baik

    Kajian Ketercapaian Kompetensi Dasar Program Keahlian Jasa Boga Melalui Praktik Industri Siswa Kelas XII SMK Kartika IV-1 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Windradini, Irdiana. 2012. Kajian Ketercapaian Kompetensi Dasar Program Keahlian Jasa Boga Melalui Praktik Industri Siswa Kelas XII SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd, (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd.   Kata kunci: Program Keahlian Jasa Boga, kompetensi dasar, praktik industri Praktik industri merupakan salah satu bentuk program pendidikan di SMK untuk memperkenalkan dunia industri jasa boga kepada para siswa agar memper-oleh pengalaman sekaligus bisa menjadi studi banding antara materi yang didapat dibangku sekolah dengan kenyataan yang ada di industri, selain itu untuk dapat sesuai dengan dunia industri maka siswa harus memiliki kompetensi untuk dapat memenuhi kebutuhan DU/DI. Oleh karena itu penguasaan materi kompetensi dasar merupakan salah satu faktor penting yang menunjang kelancaran praktik industri, terutama dalam hal mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh pihak industri tempat siswa melakukan praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar melalui praktik industri siswa kelas XII SMK Kartika IV-1 Malang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Jasa Boga SMK Kartika IV-1 Malang sejumlah 41 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket dan hasilnya di-analisa dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi dasar yang harus di-capai siswa berjumlah 23 kompetensi dasar, kompetensi dasar yang dicapai siswa adalah melaksanakan prosedur pembersihan area kerja (93,9%), menggunakan metode dasar memasak (75,6%), membuat potongan sayuran (90,2%), meng-gunakan peralatan pengolahan dengan tepat (75,6%), mengoperasikan alat pengolahan dengan benar (75,6%), memerinci peralatan yang tepat (80,2%). Ketercapaian kompetensi dasar yang diperoleh adalah 26,08% dan tergolong tidak tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi pihak SMK Kartika IV-1 Malang Program Keahlian Jasa Boga untuk lebih memerinci rancangan kegiatan yang harus dilaksanakan siswa di industri dan hendaknya mengidentifikasi kompetensi yang didapatkan siswa di sekolah dan di industri kemudian dibuat format penetapan pemenuhan kompetensi sesuai dengan dunia kerja. Bagi peneliti lain untuk mengkaji pemetaan kompetensi pada pelaksanaan praktik industri yang meliputi kompetensi yang diperoleh siswa di sekolah, kompetensi yang diharapkan diperoleh di industri, kompetensi yang dicapai/diperoleh di industri, dan kompetensi yang dimiliki industri

    STUDI PENERAPAN FLASH CARDS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJRAN PAIKEM PADA MATA PELAJARAN FASHION DRAWING DI KELAS XI JURUSAN TATA BUSANA SMK NEGERI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Murdianingsih, Endah. 2012. Studi Penerapan Flash Cards Sebagai Media Pembelajaran PAIKEM pada Mata Pelajaran Fashion Drawing di Kelas X Jurusan Tata Busana  SMK Negeri 3Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, ST. MT (2) Dra. Idah Hadijah   Kata Kunci: Penerapan Flash Cards, PAIKEM, Fashion Drawing   Flash cards termasuk jenis media pembelajaran visual yang membawa pesan berupa bentuk atau rupa yang dapat dilihat. Flash cards seringkali digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris dan pengenalan konsep matematika, tapi bukan berarti tidak dapat digunakan dalam bidang yang lain. Bidang studi apapun dapat memanfaatkan media ini. Pendapat tersebut, memunculkan pertanyaan dan gagasan baru mengenai penerapan flash cards  sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran kelompok produktif  yang sifatnya praktek. Mata pelajaran kelompok produktif menjadi salah satu substansi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selain mata pelajaran normatif dan adaptif. SMK Negeri 3 Malang, diketahui telah menerapkan Flash cards  sebagai media pembelajaran PAIKEM pada mata pelajaran kelompok produktif, menggambar busana (fashion drawing) di kelas X jurusan Tata Busana. Flash cards digunakan Sebagai media pembelajaran PAIKEM,  untuk memenuhi kelima unsur PAIKEM. Penerapan flash cards pada jurusan Tata Busana, khususnya mata pelajaran fashion drawing merupakan hal baru yang inovatif sehingga menarik untuk dilakukan study mendalam, mengingat pentingnya peranan media pendidikan dan kelebihan flash cards itu sendiri yang dapat memberikan pengaruh positif bagi pembelajaran fashion drawing. Jenis penelitian ini, adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, studi dokumentasi dan angket. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran menggunakan flash cards sebagai media pembelajaran PAIKEM pada mata pelajaran fashion drawing dikelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang dilakukan dengan mengembangkan komponen-komponen pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa: (2) Penggunaan flash cards sebagai media pembelajaran PAIKEM pada proses belajar-mengajar fashion drawing di kelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang digunakan untuk membantu guru menyampaikan materi pengantar variasi saku yang banyak dan beragam, dengan cara menyenangkan yaitu belajar sambil bermain game flash cards antar kelompok: (3) Unsur-unsur PAIKEM hasil penerapan media flash cards pada mata pelajaran fashion drawing di kelas X jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Malang dapat tercapai dengan baik.               ABSTRACT   Murdianingsih, Endah. 2012. The Study of Flash Cards Implementation as PAIKEM Teaching Media on Fashion Drawing Subject in Grade X of Fashion Department at Vocational High School 3 Malang. Sarjana Thesis, Department of Industrial Technology Faculty of Techniques State University of Malang. Advisor: (1) Anik Dwiastuti, ST. MT (2) Dra. Idah Hadijah   Keywords : Flash Cards Implementation, PAIKEM, Fashion Drawing   Flash cards are one of the visual teaching media that bring message in the form of visual formation. Flash cards are often used in the teaching of English and introduction of Mathematics concept. But, it does not mean that it cannot be used in other subjects. This opinion raises questions and new idea of the implementation of  Flash Cards of teaching media for practical productive subject. Practical productive subject becomes one of learning substance in Vocational High School, beside normative and adaptive subject. State Vocational High School 3 Malang, has already implemented Flash Cards as PAIKEM teaching media for productive lesson, which is fashion drawing, in Grade X Fashion Department. Flash Cards are used as PAIKEM teaching media to fulfill the five elements of PAIKEM. The implementation of flash cards in fashion department especially drawing lesson, is a new innovative and interesting thing to be studied deeply regarding to the importance of the rule of teaching media and the advantages of flash cards it self which present positive influence for fashion drawing lesson. The design of this study is descriptive using qualitative approach. The procedures of data collection use interview method, observation, documentation, and questionnaire. The data are in the form of primary and secondary data. Data validation uses the triangulation technique and research. Data analysis is done using data reduction, data presentation, and conclusion. The result of data analysis shows that: (1) the learning design using Flash cards as PAIKEM teaching media on fashion drawing lesson in Grade X Fashion Department State Vocational High School 3 Malang is done by developing the learning components which are designed in accordance with students needs and students characteristic; (2) the implementation of flash cards as PAIKEM teaching media in fashion drawing teaching and learning process in Grade X Fashion Department State Vocational High School 3 Malang is used to help the teacher delivering the material about the variation of pockets using game flash cards in order to make students interested in; (3) the elements of PAIKEM the result of media cards implementation on fashion drawing subjects in Grade X Fashion Department State Vocational High School 3 Malang can be achieved well.

    Faktor-Faktor yang Dapat Menumbuhkan Jiwa Berwirausaha Siswa Kelas XI Program Studi Jasa Boga SMKN 1 Turen

    No full text
    ABSTRAK   SMK Negeri 1 Turen sebagai sekolah kejuruan di Kabupaten Malang diharapkan mampu untuk menghasilkan output yang berkualitas, baik dari segi pengetahuan maupun skill. Ketrampilan dan latihan dalam berwirausaha diaplikasikan dengan adanya pengelolaan usaha boga di kantin SMK Negeri 1 Turen. Pembelajaran yang diperoleh berupa pengalaman melaksanakan wirausaha di kantin sekolah secara tidak langsung dapat mempercepat tumbuhnya jiwa wirausaha siswa. Penelitian ini termasuk penelitian survey yang bertujuan untuk mendata tentang faktor-faktor yang dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha siswa kelas XI Jasa Boga SMKN 1 Turen. Faktor-faktor yang dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha dalam penelitian yaitu faktor internal (karakteristik sumber daya manusia, kepribadian) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, lingkungan sekolah). Populasi penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Turen, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI Program Studi Jasa Boga yang berjumlah 71 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan wawancara. Data pada penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha (karakteristik sumber daya manusia (77,05%), kepribadian (77,04%), lingkungan keluarga (71,77%), lingkungan sekolah (72,76%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi faktor-faktor yang dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha siswa kelas XI Program Studi Jasa Boga SMKN 1 Turen termasuk kategori baik. Kata Kunci: Faktor-faktor, Jiwa berwirausaha, Program studi Jasa Boga

    profil usaha distro (distribution store) di kecamatan Lowokwaru kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Judge, Jora, Nilam. 2011. Profil Usaha Distro (Distribution Store) di Kecamatan Lowokwaru Malang. Pembimbing (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.   Kata Kunci: Profil, Distro               Distro (Distribution Store) merupakan usaha busana yang memiliki karakter atau konsep unik yang digemari kawula muda. Distro merupakan singkatan dari distribution store  atau distribution outlet, adalah jenis toko yang menjual pakaian, aksesoris dan lain-lain yang dititipkan oleh para pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri oleh distro tersebut. Distro pada umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak dibidang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda.  Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk.             Populasi penelitian ini adalah Owner Distro yang berada dikecamatan Lowokwaru kota Malang, yang terdiri dari 20 distro yang tersebar di kecamatan Lowokwaru kota Malang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara  Total Sampling  (sensus), sehingga sampelnya berjumlah 20 pengusaha distro. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu Profil usaha distro. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif.             Uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus kolerasi product moment, sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan rumus crobanch alpha dengan bantuan SPSS 19.0 setelah hasil dinyatakan valid dan reliabel, angket dibagikan pada sampel sebenarnya, kemudian menentukan rentang skornya, menentukan panjang kelas interval, menentukan banyaknya persentase dan dari hasil setiap persentase tersebut di deskripsikan.             Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi pada sub variabel konsep usaha distro adalah produk, sedangkan untuk sub variabel manajemen usaha distro, frekuensi tertinggi terletak pada manajemen personalia. Dari semua hasil  penelitian persentase terendah terletak pada modal yaitu tentang tidak setujunya bahwa modal usaha distro diperoleh dari modal bersama. Memulai suatu usaha distro diperlukan kreatifitas yang tinggi serta kepekaan gaya trend busana bagi kawula muda, dalam mendirikan suatu usaha distro perlu adanya konsep awal yang inovatif, unik dan berkarakter. Distro merupakan ajang belanja bagi kawula muda yang ingin menciptakan trend mereka dengan gaya independen dan eksklusif, banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam membuka usaha distro, yaitu mulai dari konsep hingga pengelolaan usaha. Ditinjau dari segi konsep, faktor utama dalam mendirikan distro adalah penentuan konsep produk seperti apa yang nantinya akan dipasarkan. Ditinjau dari manajemen usaha, manajemen personalia memiliki peran penting pula dalam keberlangsungan usaha. Selain itu perlu diperhatikan pula modal untuk membuka usaha distro, modal yang diperoleh hendaknya modal individu bukan dari modal bersama guna kelancaran usaha dalam jangka panjang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1)Bagi calon pengusaha distro  sebaiknya memulai usaha mereka dengan modal pribadi, apabila modal belum mencukupi untuk membuka toko maka dapat dimulai dengan memproduksi sendiri dengan jumlah terbatas dan mendistribusikannya dengan cara door to door. Selain itu perlu adanya kreatifitas yang selalu up date dan continue  dalam menciptakan trend-trend busana agar para konsumen menjadikan toko anda sebagai tempat pilihan berbelanja. Jangan pernah melenceng dari konsep awal serta memproduksi produk yang eksklusif. 2) Bagi distro kampus, lokasi yang strategis hendaknya menjadi pertimbangan dalam membuka usaha, sebaiknya lokasi distro berada diluar kampus untuk mencapai target pasar dan keberlangsungan usaha kedepannya. 3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian sejenis disarankan untuk menambah variabel penelitian yang lebih variatif, sehingga dapat meneliti lebih dalam dan lebih luas tentang suatu usaha distro.

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇