SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Faktor Faktor Keterlambatan Penyelesaian Skripsi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Input Non SMTA Angkatan 2007, 2008, 2009
ABSTRAK Waluyo,W, Prayogo. 2012. Faktor- Faktor Keterlambatan Penyelesaian Skripsi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Input Non SMTA Angkatan 2007,2008, 2009. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakuktas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Agus Hery Supadmi I, M.Pd (2) Dra. Dwi Astuti Sih Hapsari, M.Kes. Kata Kunci: Faktor- Faktor Keterlambatan Penyelesaian Skripsi, Faktor Internal, Faktor Eksternal. Skripsi merupakan mata kuliah wajib dengan SKS (Sistem Kredit Semester) sebesar empat SKS dengan kode PTS 448, mahasiswa harus sudah mencapai 80 % dari total SKS yang bertujuan untuk memiliki kemampuan untuk secara mandiri dan terbimbing menyusun karya ilmiah berwujud skripsi. Skripsi digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Akan tetapi banyak dari mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Input Non SMTA angkatan 2007,2008, 2009 yang mengalami keterlambatan penyelesaian skripsi dari batas waktu yang telah ditentukan ( tiga semester) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor keterlambatan penyelesaian skripsi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Input Non SMTA. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Input Non SMTA angkatan 2007-2009 yang berjumlah 78 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling sebanyak 40 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan porsentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa faktor keterlambatan penyelesaian skripsi mahasiswa terletak lebih besar pada faktor internal mahasiswa itu sendiri yaitu ketersediaan waktu pengerjaan skripsi (42,5%), mahasiswa masih kurang mengintenskan waktunya untuk melakukan proses konsultasi skripsi dengan dosen pembimbing. Hal ini terbaca pada data yang menunjukkan bahwa mahasiswa hanya menggunakan waktunya untuk konsultasi sekitar dua sampai tiga kali seminggu. Faktor internal selanjutnya adalah mahasiswa banyak yang mempunyai masalah pribadi cukup serius bersamaan dengan pengerjaan skripsi (42,5%). Banyak mahasiswa yang ternyata mempunyai rasa ketakutan dengan dosen pembimbing saat proses konsultasi skripsi (80,0%). Selain itu, tingkat pengetahuan mahasiswa tentang prosedur penelitian, analisis data dan kosa kata yang mempunyai tingkatan sedang, menjadi faktor keterlambatan penyelesaian skripsi (65%). Faktor eksternal yang menunjukkan angka sedang adalah kualitas bimbingan dosen pembimbing skripsi terhadap mahasiswanya (77,5%). Kurangnya ketersediaan literatur menjadi kendala dalam penulisan skripsi (55%). Dari hasil penelitian ini dapat disarankan (1) mahasiswa harus segera menyadari bahwa skripsi merupakan tugas akhir yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu perlu adanya motivasi, keinginan yang kuat disertai usaha yang kuat pula agar keinginan untuk menyelesaikan skripsinya dapat terwujud. (2) Perlu adanya persamaan persepsi dan komunikasi yang terjalin antara mahasiswa dengan dosen pembimbing skripsi agar proses bimbingan skripsi lancar.
Analisis Profil Usaha Alumni Diploma III Tata Busana Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Angkatan 2005 – 2007)
ABSTRAK Nabilah, Yasmin. 2012. Analisis Profil Usaha Alumni Diploma IIITata Busana Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Angkatan 2005 – 2007), Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, S.T, M.T., (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Analisis, Profil Usaha, Alumni Tenaga kerja setiap tahun akan semakin meningkat sejalan denganl edakan pertumbuhan penduduk. Perkembangan penduduk harus diikuti oleh tersedianya lapangan pekerjaan baru. Pikiran seseorang yang tidak bekerja akan selalu tertuju pada usaha mencari pekerjaan. Seseorang tidak dapat melihat adanya kesempatan kerja yang dapat dilakukan sendiri. Sebagian besar berfikir bahwa untuk melakukan pekerjaan sendiri atau memulai usaha diperlukan modal yang besar. Pandangan demikian akan menimbulkan kondisi yang tidak sehat. Seharusnya arus pencari kerja harus diimbangi dengan arus pencipta lapangan pekerjaan baru. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran tersebut adalah dengan membentuk usaha mandiri atau berwirausaha. Program studi Diploma III Tata Busana jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang termasuk tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu yang berguna untuk memulai suatu usaha, karena tujuan utama dari program studi Diploma III Tata Busana adalah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang Tata Busana yang mampu bekerja pada berbagai dunia usaha atau industri yang relevan atau berwirausaha mandiri di bidangnya. Profil usaha dalam penelitian ini meliputi entrepreneurial skill dan managerial skill. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah alumni Diploma III Tata Busana angkatan 2005 – 2007 yang memiliki usaha di bidang tata busana sejumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Padaentrepreneurial skill alumni memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal berkomunikasi untuk melakukan kerjasama dengan orang lain, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan dalam bertanggungjawab. Hal ini ditandai dengan mayoritas alumni yang menyatakan pernah terlambat dalam memberikan pesanan dan mendapatkan komplain dari konsumen bahkan tak jarang konsumen meninggalkan usaha alumni. (2) Alumni lebih banyak memiliki usaha modiste dengan bentuk usaha perseorangan. Pada managerial skill kelemahan yang dimiliki alumni terletak pada kurangnya kemampuan mereka dalam mengelola aspek pemasaran dan keuangan. Pada aspek pemasaran mayoritas alumni kurang melakukan promosi, kurangnya promosi tersebut ternyata berdampak padaaspek produksi, dimana order yang didapatkan oleh sebagian besar usaha alumni hanya 1 – 20 potong pakaian perbulan. Pada aspek keuangan, mayoritas alumni menyatakan bahwa mereka tidak membuat laporan keuangan. Hal ini juga berkaitan dengan kurangnya tanggungjawab yang dimiliki alumni. Seluruh alumni juga tidak memiliki ijin mendirikan usaha dari pemerintah
Studi Tentang Motivasi Pemilihan Jurusan Tata Busana di SMK Kartika IV-1 Malang
ABSTRAK Ernalia, Maya Adriyani. 2011. Kualitias Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Indonesia (2011/2012) di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd (II) Dwi Sulistyorini, S.S, M.Hum. Kata kunci: RPP, mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, kualitas. Perencanaan pembelajaran yang mengacu pada KTSP, terdapat komponen yang berupa pengembangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, pembelajaran dan penilaian. Penelitian ini difokuskan pada Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal ini disebabkan RPP memegang peranan penting dalam mempersiapkan kegiatan belajar yang efektif dan komunikatif. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia akan efektif dan komunikatif apabila guru diberi kebebasan dalam menyusun RPP yang nantinya akan berdampak pada penerapanya. Keefektifan tersebut dapat tercapai apabila penyusunan RPP dapat bersifat oprasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas RPP mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia tahun pelajaran 2011/2012 di SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini membahas tentang kualitas indikator, kualitas materi ajar, kualitas metode dan kegiatan pembelajaran, kualitas media pembelajaran, dan kualitas evaluasi hasil belajar dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Jumlah RPP yang terkumpul sebanyak 31 buah yaitu 12 buah untuk RPP kelas X, 14 buah untuk RPP kelas XI, dan 5 buah untuk RPP kelas XII, dianalisis menggunakan instrumen berupa rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berdasarkan KTSP. Hasil penelitian ini menunjukkan guru bahasa dan sastra Indonesia di SMK Negeri 2 Malang belum menerapkan KTSP pada penyusunan RPP untuk empat keterampilan berbahasa karena masih banyak aspek-aspek dalam penulisan RPP tidak sesuai dengan kriteria penulisan RPP. Hal ini dapat diketahui dari data yang dianalisis yaitu sebagai berikut (1) dalam perumusan indikator pada RPP sudah mengacu pada silabus, namun guru kurang memodivikasi perumusan indikator yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan sekolah dalam mencapai KD yang akan dicapai, (2) semua RPP yang diteliti mencantumkan aspek pengembangan materi pembelajaran, tetapi hanya terkesan pencantuman saja karena tidak dilampirkan wujud materi yang akan digunakan, (3) perumusan metode dan kegiatan pembelajaran kurang menarik dan tidak sistematis. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak menggunakan metode yang menarik sehingga terkesan monoton dan tidak bervariasi. Perumusan kegiatan pembelajaran pada komponen kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup kurang sesuai dengan penilaian RPP karena terkesan apa adanya dan kurang menuangkan ide-ide kreatif dalam pengembangan kegiatan pembelajaran, (4) pencatuman pemilihan media dan sumber belajar pada RPP kurang rinci karena tidak menuliskan secara jelas sumber pembelajaran dan tidak melampirkan ketersediaan wujud meskipun media dan sumber pembelajaran sudah ada disekitar lingkungan belajar dan mudah diterapkan, (5) perencanaan evaluasi hasil belajar tidak secara lengkap dan jelas karena pencantuman perencanaan pembelajaran tidak sesuai dengan kriteria penulisan RPP dan terkesan pencantuman saja
Analisis Sensori, Sifat Kimia dan Daya Simpan Paste Campuran Tepung PIsang dan Kurma
ABSTRAK Sari, Diah Puspita. 2012. Analisis Sifat Sensori, Sifat Kimia dan Daya Simpan Pasté Campuran Tepung Pisang dan Kurma. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd (2) Dr. Ir. Soenar S, M.Si Kata Kunci: sifat sensori, sifat kimia, daya simpan, pasté tepung pisang dan kurma Buah pisang merupakan buah yang kaya nutrisi dan energi. Penggunaan pisang dengan kombinasi kurma sangat berpotensi sebagai makanan olahragawan, salah satunya dapat dibuat pasté. Sebagai campuran dari tepung pisang, kurma, susu dan margarin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat sensori, sifat kimia dan daya simpan. Penelitian ini dibagi dalam 3 tahap yaitu pembuatan tepung pisang, penilaian sifat sensori (warna, tekstur, aroma, rasa) dari pasté dengan perlakuan pemasakan 5 menit, 10 menit dan 15 menit, kemudian sifat kimia (kalium, Fe, Mg, gula reduksi) dan daya simpannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan perlakuan lama pemasakan (tahap 2) dan lama penyimpanan (tahap 3). Hasil penelitian yang pertama adalah tepung pisang yang berwarna putih kekuningan, tidak sepat dengan rendemen sekitar 25%. Hasil terbaik tersebut diperoleh dengan menggunakan pisang kepok yang diblansir uap panas selama 5 menit. Hasil penelitian tahap 2 yang paling disukai oleh panelis adalah pasté dengan lama pemasakan 10 menit. Hasil penelitian tahap 3 menunjukkan bahwa pasté tepung pisang dan kurma mempunyai kandungan mineral kalium 0,59 ppm, Magnesium 0,35 ppm, Fe 3,85 ppm dan gula reduksi 16,49%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa aroma dan tekstur pasté tidak berbeda pada taraf 5% setelah penyimpanan 1, 2 dan 3 minggu. Untuk uji daya simpan pasté menunjukkan ketika masa simpan berjalan 1 minggu, warna pasté belum mengalami kerusakan, namun aroma dan tekstur telah mengalami penyimpangan selama masa simpan tersebut
Analisis Fitting Factor Pada Vuring Blazer Sistem Soekarno.
ABSTRAK Lestari, Dyan Sukma Sekti Lestari. 2012. Analisis Fitting Factor Pada Vuring Blazer Sistem Soekarno. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd. Kata kunci: Fitting factor, vuring, blazer sistem Soekarno Pembuatan blazer cukup rumit, karena menggunakan tambahan vuring dan menggunakan sistem tailoring, sehingga memerlukan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, dan tertib kerja yang benar supaya menghasilkan blazer yang rapi, indah, dan nyaman dipakai. Teknik membuat blazer yang masih digunakan yaitu sistem Soekarno, karena polanya mudah untuk dipelajari. Selain itu sistem ini sudah diakui, dipercayai, dan dibukukan di Indonesia sehingga kemungkinan besar dijadikan rujukan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitting factor pada vuring blazer sistem Soekarno. Berdasarkan tujuan penelitian, jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu menekankan analisisnya pada data-data numerikal yang diolah menggunakan metode persentase. Obyek pada penelitian ini adalah hasil jadi blazer menggunakan sistem Soekarno yang diuji cobakan pada tubuh wanita dewasa ukuran M. Metode yang digunakan adalah metode observasi. Pengamatan dilakukan oleh empat panelis yang ahli di bidang busana khususnya tailoring. Jenis data, berupa data ordinal dengan alternatif tepat, kurang tepat, dan tidak tepat. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang terdiri dari lima belas kriteria penilaian. Sedangkan teknik analisis datanya berupa persentase. Hasil validasi dari ke empat panelis dengan 15 (lima belas) kriteria, dinyatakan tepat sebesar 88,33%, kurang tepat sebesar 8,33%, dan tidak tepat sebesar 3,33%. Blazer dengan sistem Soekarno kekurangannya terletak pada garis prinses dan pada kerung lengan yang terlalu sempit. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan dalam membuat pola blazer menggunakan sistem Soekarno pada ukuran M, harus diperhatikan bagian kerung lengan dan garis prinsesnya
Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif kompetensi Keahlian Jasa Boga di SMK Hidayatul Mubtadi’in Singosari
ABSTRAK Wati, Santi Fajar. 2012. Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif kompetensi Keahlian Jasa Boga di SMK Hidayatul Mubtadi’in Singosari.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (2) Ir. Ummi Rohajatien, M.P. Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Alokasi Waktu. Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah Pelaksanaan Pembelajaran di SMK Hidayatul Mubtadi’in. Sub variabel terdiri dari: (1) Perencanaan Pembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SMK Hidayatul Mubtadi’in. Subyek penelitian guru pengajar produktif dan siswa jurusan Jasa Boga. Instrumen penelitian menggunakan pedoman dokumentasi, observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase (%). Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran di SMK Hidayatul Mubtadi’in dengan menerapkan alokasi waktu 35 menit perjam melalui perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran produktif pada tingkat X, XI, dan XII. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Silabus yang dibuat guru pengajar produktif kelas X, XI, dan XII termasuk dalam kualifikasi sangat baik; (2) Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar produktif kelas X, XI, dan XII termasuk dalam kualifikasi sangat baik; (3) Pelaksanaan Pembelajaran teori dan praktik produktif kelas X, XI, dan XII termasuk dalam kualifikasi sangat baik; (4) Sistem pelaksanaan pembelajaran dengan alokasi waktu 35 menit sebagian besar responden menyatakan hasil pembelajaran maksimal dan pelaksanaan praktik pada hari libur tidak mengganggu waktu istirahat; (5) Keunggulan dari sistem pembelajaran yang ditetapkan adalah pada penetapan pembagian alokasi waktu sehingga hasil maksimal; (6) Kelemahan dari sistim pembelajaran yang ditetapkan adalah alokasi waktu teori relatif singkat; (7) Evaluasi pembelajaran siswa melalui nilai produktif yang dihasilkan dari pembelajaran teori lebih dari setengah (66%) responden mendapat predikat lulus amat baik, dan pembelajaran praktik sebagian besar (95%) responden mendapat predikat lulus amat baik. Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran produktif dengan dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi pembelajaran termasuk dalam kualifikasi sangat baik dan pembelajaran berjalan dengan baik.
Faktor-faktorYang Mempengaruhi Minat Belajar SiswaKelas X Madrasah Aliyah Khairuddin Gondanglegi Pada Muatan Lokal Tata Busana
BSTRAK Ismiyah, Liswatul. 2012. Faktor-faktorYang Mempengaruhi Minat Belajar SiswaKelas X Madrasah Aliyah Khairuddin Gondanglegi Pada Muatan Lokal Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn.(II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes. Kata Kunci: Minat Belajar, Muatan Lokal, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik Minat belajar adalah kemauan disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja, akhirnya melahirkan rasa senang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan ketrampilan berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Muatan lokal merupakan program pendidikan yang berbasis pada keunggulan lokal, yaitu pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal. Muatan lokal tata busana di MA Khairuddin Gondanglegi merupakan mata pelajaran yang mempelajari hal-hal berhubungan dengan pembuatan busana dan bertujuan untuk membekali peserta didik agar memiliki dasar pengetahuan dan ketrampilan di bidang busana serta sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa sehingga dapat terlibat dalam pelayanan/jasa atau kegiatan lain yang berkaitan dengan keunggulan lokalsehingga dapat memperoleh penghasilan dan melestarikan budaya/tradisi/sumber daya yang menjadi unggulan daerah. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa ada dua, yaitu faktor intrinsik ( faktor dari dalam diri peserta didik sendiri yang mendorongnya melakukan tindakan belajar, antara lain: perasaan, perhatian, kebutuhan dan bakat) , serta faktor ekstrinsik( faktor dari luar individu peserta didik yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar, antara lain: orang tua, guru, teman, sarana dan prasarana).Rancangan penelitian, deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 48 dari 95 populasi yaitu, siswa kelas X MA Khairuddin Gondanglegi dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup dengan teknik analisis data, analisis statistik deskriptif persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwaminat belajar siswa kelas X MA Khairuddin Gondanglegi pada muatan lokal tata busana tinggi, yaitu sebesar 58,3%. Faktor yang berpengaruh, yaitu faktor intrinsik (perhatian dan kebutuhan)dan faktor ektrinsik (orang tua dan guru), sedangkan yang tidakberpengaruh faktor intrinsik (perasaandanbakat) dan faktor ektrinsik (teman, sarana dan prasarana). Kesimpulannya, meskipun siswa tidak suka dan tidak berbakat di bidang busana tetapi masih perhatianpada kegiatan tersebut karena untuk memenuhi kebutuhannyayaitu mendapatkan nilai, serta dipengaruhioleh orang tua dan guru walaupuninteraksiteman serta sarana dan prasarana tidakmendukung.Guru merupakan faktor paling berpengaruh karena madrasah sebagai lembaga pendidikan islam menanamkan nilai, guru sebagai pengganti orang tua dan Ridha orang tua/guru adalah Ridha Allah. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan: (1) Guru sebagaifaktor yang sangatberpengaruhdapat mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebihbaikagar kegiatan pembelajaran lebih menarik dan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat menyukai materi pebelajaran yang disampaikan; (2) Guru dapatmenciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga tercipta interaksi yang baik antar siswadandapat meningkatkan minat belajar siswa; (3) Sekolah lebih meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pada kegiatanpembelajaranmuatan lokal tata busanasehingga dapat menarik dan meningkatkan minat siswa dalam belajar
ANALISIS PENGGUNAAN INTERLINING NON-WOVEN VISELIN 2000F DALAM PEMBUATAN BUSTIER DARI BAHAN SUTERA, SATIN DAN KATUN
ABSTRAK Wahyunisa, Ima. 2012. Analisis Penggunaan Interlining Non-Woven Viselin 2000F Dalam Pembuatan Bustier Dari Bahan Sutra, Satin Dan Katun. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M. Pd. (II) Dra. Endang Prahastuti, M, Pd. Kata kunci: Bustier, bahan baku, Interlining Non-Woven Viselin 2000F. Bustier adalah busana wanita yang pas badan yang merupakan pengembangan dari pakaian dalam wanita yaitu bra, berfungsi untuk menyangga payudara. Underlying adalah bahan pelapis dan bahan pengisi pada busana yang letaknya dibawah bahan utama. Salah satu underlying yang sangat berpengaruh pada pembuatan bustier adalah interlining. Interlining merupakan pelapis yang membantu membentuk siluet pakaian. Berdasarkan konstruksinya interlining dibagi menjadi 3 yaitu berasal dari tenunan (woven), rajutan (knit) dan bukan tenunan (non-woven). Salah satu contoh dari interlining non-woven adalah viselin (2000F). Viselin 2000F ini adalah pelapis yang relatif tipis dan mempunyai perekat atau lem yang mencair jika diseterika. Selama ini para designer dalam pembuatan bustier umumnya menggunakan interlining woven yaitu Tangerine 901 atau gula, oleh sebab itu peneliti ingin mencoba interlining non-woven yang berjenis dari viselin 2000F sebagai alternatif lain untuk pembuatan bustier. Bahan utama yang digunakan untuk bustier diantaranya adalah sutera, satin dan katun, pada setiap bahan utama tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Pada penelitian ini beberapa faktor yang dilihat yakni tingkat kenyamanan, tekstur bahan utama setelah diberi interlining viselin 2000F, kelekatan interlining pada bahan utama dan kelangsaian bahan pada badan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena hanya memaparkan hasil jadi dari bustier dengan menggunakan Interlining non-woven viselin 2000F. Bustier dibuat menggunakan model yang memiliki ukuran tubuh Small (S) dengan menggunakan lembar pengamatan yang berisikan instrumen penelitian dan menggunakan 3 panelis untuk mengamati hasil jadi pada bustier. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh panelis, didapatkan hasil jadi bustier dengan menggunakan interlining non-woven viselin 2000F pada masing-masing bahan utama yaitu Pada bahan sutera titik pas kenyamanan bustier 94 % (nyaman), tekstur 77 % (halus), kelekatan interlining 100 % (lekat) dan kelangsaian bahan 88 % (langsai) dan. Pada bahan satin titik pas kenyamanan bustier 94 % (nyaman), tekstur 44 % (kurang halus), kelekatan interlining 88 % (lekat) dan kelangsaian bahan 66 % (kurang langsai). Pada bahan katun titik pas kenyamanan bustier 96 % (nyaman), tekstur 88 % (halus), kelekatan interlining 100 % (lekat) dan kelangsaian bahan 88 % (langsai).
Analisa Tingkat Kenyamanan Celana Wanita Sistem Soekarno (Pantalon) Pada Ukuran Tubuh ”S.M,L” SNI
ABSTRAK Sutikno, Yoanita Martina. 2012. Analisa Tingkat Kenyamanan Celana Wanita Sistem Soekarno (Pantalon) Pada Ukuran Tubuh ”S.M,L” SNI. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. (2) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci: Kenyamanan, Celana Wanita, SNI Celana adalah pakaian luar yang menutupi badan dari pinggang ke mata kaki dalam dua bagian kaki yang terpisah. celana telah dipakai oleh pria dalam bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya, sejak zaman dahulu kala. Zaman sekarang wanita suka sekali memakai celana, ini karena praktis. Apalagi wanita yang suka bergerak. Di Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim, dan banyak busana – busana muslim di Indonesia yang terdiri dari dua bagian yaitu blus dan celana, wanita muslimah Indonesia suka memakai celana karena terlihat trendi dan simple. Pola sistem soekarno, pola ini dalam mengambarnya lebih detail karena menggunakan ukuran control, misalnya untuk ukuran bagian pinggang, ukuran bagian paha, ukuran bagian kaki, bagian lutut, letak kantong dan lipit, dan letak kupnat memiliki rumus-rumus yang detail perhitungannya. Dalam metode Soekarno ukuran yang diperlukan dalam pembuatan pola celana antara lain lingkar pinggang, lingkar panggul, lingkar pesak, lingkar paha, lingkar lutut, lingkar kaki, panjang celana. Untuk menentukan besar paha system Soekarno menggunakan rumus tertentu Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini yaitu celana wanita pantalon sistem soekarno. Sampel yang digunakan adalah sample jenuh. Dalam penelitian ini, tidak ada uji instrumen ( uji validitas dan uji reliabilitas) karena dalam menyusun pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner tersebut sudah berdasarkan teori yang ada di buku dan sudah di validasi ketika bimbingan oleh dosen pembimbing yang setara dengan panelis ahli. Melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat hasil jadi celana wanita yang sudah dipas Kemudian data yang diperoleh dicatat dalam lembar pengamatan berupa kuesioner Berdasarkan penilaian titik pas atau fitting factor diketahui frekwensi rata-rata tingkat kenyamanan pola dasar celana wanita pantaloon system Soekarno pada ukuran (S) adalah sebagai berikut. Penilaian dikatakan nyaman memiliki presentase sebanyak 85,71% kurang nyaman sebanyak 14,29% dan tidak nyaman sebesar 0%. pada ukuran (M) adalah sebagai berikut. Penilaian dikatakan nyaman memiliki presentase sebanyak 71,43% kurang nyaman sebanyak 14,29% dan tidak nyaman sebesar 14,28%. pada ukuran (L) adalah sebagai berikut. Penilaian dikatakan nyaman memiliki presentase sebanyak 75% kurang nyaman sebanyak 14,29% dan tidak nyaman sebesar 10,71%
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEMI BLOCK SYSTEM PADA PRAKTIKUM MEMBUAT POLA DAN MEMBUAT BUSANA WANITA DI SMK NEGERI 7 MALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
ABSTRAK Sulistyaningwati, Bhindri. 2012. Implementasi Pembelajaran Semi Block System pada Praktikum Membuat Pola dan Membuat Busana Wanita di SMK Negeri 7 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah. Kata Kunci: implementasi, Semi Block System, Praktikum membuat pola dan membuat busana wanita. Perubahan kurikulum menyebabkan adanya perubahan nama standar kompetensi, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penataan jadwal mata pelajaran harian, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, dan materi pembelajaran yang disampaikan guru kepada siswa (termasuk didalamnya mengenai pemberian tugas). Pengaruh tersebut sangat dirasakan oleh guru dan siswa pada mata pelajaran praktikum. Oleh karena itu guru dan pihak terkait lainnya melakukan adaptasi dan inovasi untuk mengantisipasi agar kualitas pembelajaran di SMK tidak menurun dengan cara menerapkan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita di SMK Negeri 7 Malang Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui susunan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil evaluasi pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita di SMKN 7 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah 23 siswa kelas X, 20 siswa kelas XI, 23 siswa kelas XII dan 5 guru SMK Negeri 7 Malang yang melaksanakan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase yang nantinya akan di Interpretasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran Semi Block System pada praktikum membuat pola dan membuat busana wanita, disiapkan guru dengan sangat baik/sangat siap/ sangat lengkap hal ini ditunjukkan bahwa hasil dari penyusunan perencanaan yang terdiri dari koordinasi dengan pihak lain (60%), kesiapan Silabus (100%), kelengkapan perangkat (100%), kelengkapan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) (100%), dan menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (60%). Pelaksanaan pembelajaran Semi Block System dilakukan sesuai dengan perencanaan pembelajaran Semi Block System, hal ini dibuktikan bahwa hasil dari kegiatan pendahuluan terlaksana dengan baik (53%), kegiatan inti terlaksana dengan baik (73%), dan kegiatan penutup terlaksana dengan baik (63% ). Hasil evaluasi belajar siswa yang berupa nilai praktikum, rata-rata diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hal ini dapat dibuktikan dengan 100% hasil praktikum siswa sangat baik. Hasil evaluasi pembelajaran Semi Block System terdiri dari perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan berjalan dengan sangat baik (100%) dan pelaksanaannya berjalan dengan baik (68%). Saran yang dapat peneliti ajukan bagi SMK Negeri 7 Malang agar lebih memperhatikan siswa yang kurang mampu dalam melaksanakan praktikum pada mata pelajaran produktif karena minimnya ketersediaan dana praktikum yang dimiliki siswa untuk memenuhi continuitas praktik dalam waktu yang singkat pada pembelajaran Semi-Block System. Bagi guru agar lebih menyiapkan metode dan media yang lebih bervariasi dan menarik dalam proses belajar mengajar agar tidak mengakibatkan kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran Semi-Block System, selain itu diharapkan guru meluangkan waktu bimbingan diluar jam kepada siwa yang tidak masuk dikarenakan ijin atau sakit. Bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti jadwal (kegiatan yang berkelanjutan), agar lebih disiplin dan tanggung jawab lagi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diinstruksikan oleh guru. Jika siswa tidak masuk dikarenakan ijin atau sakit harus tetap menanyakan kepada teman keesok harinya tentang materi atau tugas pada hari yang telah ditinggalkan supaya tidak terjadi kesenjangan waktu dalam penyampaian materi akibat ketidakhadiran siswa. ABSTRACT Sulistyaningwati, Bhindri. 2012. The Implementation of Semi Block System learning in Practicing of Making Pattern and Making Dress at SMK Negeri 7 Malang in the period of 2011/2012. Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah. Key words: Implementation, Semi Block System, Practicum Pattern Making and Dress Making. Curriculum changing caused the name changing of standard competence, it could influence toward arrangement schedule of daily subjects, implementation of teaching and learning process in the class, and learning material which should be explained by the teacher to the students (including about giving tasks). That influence was affected by the teacher and students in practice subject. Therefore, the teacher and related one did adaptation and innovation to anticipate in order to make the learning quality at SMK did not decrease by implementing Semi Block System learning in making pattern practice and making dress at SMK Negeri 7 Malang in the period of 2011/2012. This study was conducted with the purpose of to know the arrangement planning, implementation, and evaluation result of Semi Block System learning in making pattern practice and making dress at SMKN 7 Malang. This study used descriptive research design by using quantitative. Population which was used in this study was 23 students grade X, 20 students grade XI, 23 students grade XII and 5 teachers at SMK Negeri 7 Malang who conducted Semi Block System learning in making pattern practice and making dress. Instrument for collecting data used documentation and questionnaires. Data analysis method used percentage formula that it would be interpreted. From the result study, it could be concluded that Semi Block System learning in making pattern practice and making dress, was well-prepared by the teacher; this could be shown from the result of arrangement of planning consisted of coordination with others (60%), Syllabi preparation (100%), infrastructure completeness (100%), lesson plan completeness (RPP) (100%), and deciding Minimum Standard of Passing Grade Criteria (KKM) (60%). The implementation of Semi Block System learning was done as well as planning of Semi Block System learning, this could be proven that result of the previous activity was well-done (53%), main activity was well-done (73%), and post activity was well-done (63% ). The evaluation result of student learning was in the form of practicum value, the average was above of Passing Grade Standard (KKM); it could be proven with 100% of practicum result of students that was good. Evaluation result of Semi Block System learning consisting of planning and implementation. The planning was going smoothly (100%) and so was the implementation (68%). Suggestion which could be given by the researcher, for SMK Negeri 7 Malang to be more concerning to students who were not able in doing practice of productive subjects since lacking of fund for fulfilling continuity of practice in short time of Semi-Block System learning. For the teacher, it is better to prepare more method and media which more variety in teaching and learning process in order not to make students felt bored in the learning process of Semi-Block System, besides it was expected to spend more time for guiding students outside class especially for the students who did not join the class because of sick. For the students who had difficulty in arranging schedule (continuing activity), it is better to be more discipline and responsible in finishing tasks which was given by the teacher. if the students did not join the class because of sick, it is better to ask to the other friends the following days concerning to the material or task which had been given in order not to have incomplete time in explaining material caused by absent students