SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Higiene Sanitasi pada Restoran Pendidikan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Asisca, Tita Kandi. 2012. Higiene Sanitasi pada Restoran Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si.   Kata Kunci: Higiene Sanitasi, Restoran Pendidikan UM   Higiene sanitasi merupakan unsur penting dalam sebuah industri makanan. Restoran Pendidikan UM merupakan restoran pembelajaran yang dikelola oleh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga diupayakan memenuhi persyaratan higiene sanitasi restoran agar tidak membahayakan kesehatan serta mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah di bidang higiene sanitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi fasilitas sanitasi, higiene sanitasi penjamah makanan, higiene sanitasi peralatan, higiene sanitasi makanan dan higiene sanitasi tempat pengolahan yang ada di Restoran Pendidikan UM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga 2010 pada bulan November 2012 yang sedang menempuh mata kuliah MUB Restoran yaitu sebanyak 22 penjamah makanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan mengambil seluruh populasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi non partisipan dan  menggunakan instrument check list. Analisis data menggunakan perhitungan mean  yaitu skor setiap aspek yang diamati dan dirata-rata sehingga diketahui kategori setiap sub variabel. Kondisi fasilitas sanitasi di Restoran Pendidikan UM dikategorikan kurang standar (1,92), higiene sanitasi penjamah makanan dikategorikan cukup standar (3,04), higiene sanitasi peralatan dikategorikan kurang standar (2,29), higiene sanitasi makanan dikategorikan cukup standar (3,2) dan higiene sanitasi tempat pengolahan dikategorikan kurang standar (1,86). Fasilitas sanitasi restoran yang kurang memadai dapat menghambat penjamah makanan selalu berlaku higiene, sehingga hendaknya lembaga pendidikan dapat mengoptimalkan fasilitas sanitasi baik dari ketersediaan serta kondisi fasilitas sanitasi sesuai peraturan kesehatan yang berlaku. Penerapan higiene sanitasi di Restoran Pendidikan UM hendaknya lebih dipantau dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran demi keselamatan dan kesehatan bersama.

    Studi Tentang Tingkat Kenyamanan Kebaya Modern Pada Berbagai Bentuk Tubuh Wanita Menggunakan Pola Cuppens Geurs

    No full text
    ABSTRAK   Ummah, Fitrotul. 2013. Studi Tentang Tingkat Kenyamanan Kebaya Modern Pada Berbagai Bentuk Tubuh Wanita Menggunakan Pola Cuppens Geurs. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi I, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd   Kata Kunci: Kebaya, Sistem Cuppens Geurs, Tingkat Kenyamanan,   Setiap proses pembuatan pakaian (kebaya) perlu diperhatikan proses pembuatan pola, karena setiap tahap dalam proses pembuatan pola terdapat perhitungan-perhitungan yang sistematis sehingga jika terdapat sedikit kesalahan maka hasil kebaya yang dibuat tidak akan nyaman ketika dipakai. Masing-masing sistem pembuatan pola dasar tentunya memiliki kelebihan dan memililiki kekurangan serta kerumitan-kerumitan yang bersifat khusus, untuk itu dalam memilih sistem pola dasar perlu disesuaikan dengan kondisi bentuk tubuh seseorang. Pola dasar sistem Cuppens Geurs termasuk sistem pola dasar yang rumit bila dibandingkan dengan pola lain yang pada umumnya memiliki satu kupnat depan dan belakang misalnya pola So-en atau pola Praktis. Jika dilihat dari jumlah kupnat yaitu pada bagian pinggang dan sisi maka pola Cuppens Geurs akan lebih cocok digunakan dalam pakaian yang press body dan hasilnya lebih nyaman dikenakan karena sesuai dengan bentuk tubuh wanita yang memiliki banyak lekukan-lekukan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil dari tingkat kenyamanan kebaya modern pada berbagai bentuk tubuh wanita dengan menggunaan pola sistem Cuppens Geurs. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan populasi lima buah kebaya modern dengan ukuran sesuai bentuk tubuh wanita yaitu ideal, gemuk pendek, kurus pendek, tinggi gemuk dan tinggi kurus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan (angket). Uji instrumen (uji validitas) menggunakan validasi konstrak. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tingkat kenyamanan kebaya modern menggunakan pola sistem Cuppens Geurs pada berbagai bentuk tubuh wanita yaitu : a)  bentuk tubuh wanita ideal termasuk dalam kategori  nyaman dengan nilai rata-rata 91,45%; b) bentuk tubuh wanita tinggi kurus termasuk dalam kategori  kurang nyaman dengan nilai rata-rata 76,92%; c) bentuk tubuh wanita tinggi gemuk termasuk dalam kategori  nyaman dengan nilai rata-rata 90,59%; d) bentuk tubuh wanita pendek kurus termasuk dalam kategori  nyaman dengan nilai rata-rata 88,03%; e) bentuk tubuh wanita pendek gemuk termasuk dalam kategori  nyaman dengan nilai rata-rata 82,90%.         Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebaya modern menggunakan pola sistem Cuppens Geurs nyaman digunakan pada bentuk tubuh ideal, tinggi gemuk, pendek kurus dan pendek gemuk , sedangkan untuk bentuk tubuh tinggi kurus kurang nyaman.  

    identifikasi tingkat kesulitan pembuatan blazer pada matakuliah tailoring

    No full text
    ABSTRAK   Usman. 2013. Identifikasi Tingkat KesulitanPembuatanBlazer/jaspadaMatakuliahTailoring. Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. AgusHery S.I., M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd   Kata Kunci: Tingkat Kesulitan, PembuatanBlazer/jas, Tailoring Mata kuliahTailoringmerupakansalahsatumatakuliahpraktekpadamahasiswa Program Studi S1 Tata BusanajurusanTeknikIndustri, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Padamatakuliahinimahasiswadituntutuntukmembuatkemeja batik motif sambung, celanadenganpolalangsungdiatasbahanutama, danpembuatanBlazer/jas.Salah satudarimaterimatakuliahtersebutyaitupembuatanBlazer/jas. Tingkat kesulitanpembuatan Blazer/jasinilah yang penelitiangkatuntuk di jadikanpenelitian,karenamahasiswadituntutuntuktingkatkerapianpadapembuatanBlazer/jas, sertamelewatitahapan – tahapanpenyelesaian yangsangatbanyaksehingga, menyulitkanbagimahasiswa. Permasalahan yang diangkatdalampenelitianadalahtingkatkesulitan di dalammengikutimatakuliah tailoring padapraktekpembuatanBlazer/jas.Tujuan dari penelitian ini adalah:mengidentifikasi tingkat kesulitan mahasiswa Tata Busana angakatan 2009 dalam membuat Blazer/jas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Tata Busana angkatan 2009. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner tingkat kesulitan pembuatan Blazer/jas. Hasil penelitiian menunjukkan bahwa: (1) Sebanyak 50 %mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan pola Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit, (2) Sebanyak 70,38 %mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan meotong (cutting) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit, (3) Sebanyak 50 %mahasiswa Tata busana angkatan 2009menyatakan bahwa tingkat kesulitan pressing interlining dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit, (4) Sebanyak 61,11 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009menyatakan bahwa menjahit (sewing) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit. (5) Sebanyak 72,22 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan finishingdalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit.     Berdasarkan hasil penelitian di atas, bahwa hasil identifikasi tingkat kesulitan pembuatab Blazer/jas pada matakuliah tailoring adalah (1) Sewing, (2) Pola, (3) Pressing, (4) cutting, (5) finishing. Pada proses sewing, identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah menjahit belahan belakang, memasang krah, memasang lengan, penyelesaian kerung lengan, menjahit saku, menjahit saku vest, menjahit lengan, memasang pading dan menjahit kelim bawah.Pada proses pembuatan pola identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah membuat pola lengan, membuat pola badan, dan pola krah. Saran yang diajukan antara lain: (1) Disarankan penyajianmatakuliahTailoringkhususnyapadapembuatanBlazer/jasdisarankanlebihditingkatkanlagistrategimengajarnyakhususnyapokokbahasanpembuatanpoladanmenjahit (sewing), agar dapatmemberikanmotivasi yang lebihkepadamahasiswasehinggadapatmengatasikesulitanyang dialamimahasiswatersebut, (2) Disarankan perlu referensi praktikum yang baru sebagai acuan, khususnyapadapembuatanpoladansewing, (3) Disarankankepadamahasiswa yang sedangmemprogrammatakuliahTailoringpadapembuatanBlazer/jasdapatmengerjakansesuaitahap-tahapnyasecaratepatwaktu agar dapatmenyelesaikanpembelajaransecaracepatdantepat

    KESIAPAN MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA ANGKATAN 2008 UNIVERSITAS NEGERI MALANG DALAM MEMBUKA USAHA BUTIK

    No full text
    ABSTRAK   Ayun, Khotimah Qurrata. 2012. Kesiapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang dalam Membuka Usaha Butik.  Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.   Kata Kunci: Kesiapan, Membuka Usaha Butik   Usaha Butik merupakan toko pakaian yang bersifat ekslusif, baik dari segi desain, penggunaan material, maupun hasil jahitan. Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang memiliki laboraturium sebagai tempat pembelajaran usaha butik sehingga mahasiswa memiliki pengalaman dalam mengelola usaha butik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui deskripsi kesiapan beberapa hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental (kepercayaan diri, motivasi, dan minat), sikap/kepribadian (tanggung jawab, kreativitas, dan komunikatif), serta pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana tahun angkatan 2008, yang terdiri dari 46 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara  Total Sampling  (sensus), sehingga sampelnya berjumlah 46 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kesiapan dalam membuka usaha butik. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif.. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus kolerasi product moment, sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan rumus crobanch alpha dengan bantuan SPSS 19. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kesiapan yang paling dominan dalam membuka usaha butik adalah kesiapan mental (kepercayaan diri), karena ada sebanyak 71,7% memilih kriteria setuju atau siap, akan tetapi pada kesiapan sikap/kepribadian berupa kemampuan komunikasi memiliki 76,1% responden yang menyatakan tidak siap. Temuan penelitian tersebut mengimplikasikan bahwa Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Angkatan 2008  mempunyai peluang yang besar untuk membuka usaha butik. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1) Mahasiswa lebih mempersiapkan fisik, mental, sikap/kepribadian maupun pengetahuan dan keterampilan agar menjadi lulusan yang berkualitas dan memiliki kompetensi sebagai pengelola usaha busana butik.2) Mahasiswa dapat berkecimpung lebih aktif  dalam dunia industri kreatif, mampu berkreasi yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual, dan menjadi bagian dari ekonomi kreatif disamping sebagai tenaga pendidik profesional. 3) Bagi lembaga diharapkan pada pembelajaran matakuliah disisipkan praktik kewirausahaan sebagai pendukung kesiapan mahasiswa dalam membuka usaha busana.

    Alasan Pemilihan Tempat Praktik Industri (PI) pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Alaina, Nurul. 2012. Alasan Pemilihan Tempat Praktik Industri (PI) pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn.   Kata Kunci: Pemilihan Tempat, Praktik Industri. Praktik Industri merupakan salah satu mata kuliah wajib tempuh oleh mahasiswa tata busana secara berkelompok pada industri busana sebagai bentuk aplikasi pengetahuan yang telah diperoleh dari setiap kegiatan pembelajaran. Setiap mahasiswa memiliki alasan berbeda-beda yang dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal dalam  memilih tempat Praktik Industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang menjadi alasan mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 dalam memilih tempat Praktik Industri. Rancangan penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 yang telah menempuh dan dinyatakan lulus matakuliah Praktik Industri sebanyak 37 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, faktor internal yang menjadi alasan Mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 dalam memilih tempat Praktik Industri yaitu: (a) perhatian yang menimbulkan rasa tertarik terhadap tempat Praktik Industri; (b) minat/keinginan yang disertai rasa senang pada tempat Praktik Industri; dan (c) motivasi dalam diri. Diketahui bahwa faktor internal motivasi dari luar tidak menjadi alasan mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 dalam memilih tempat Praktik Industri. Kedua, faktor eksternal yang menjadi alasan mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 dalam memilih tempat Praktik Industri  yaitu: arahan serta pegertian orang tua dan arahan serta ajakan teman bergaul dan sebaya; faktor eksternal keadaan ekonomi keluarga dan media tidak menjadi alasan mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 dalam memilih tempat Praktik Industri; diketahui mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 dengan persentase yang sama menyatakan bahwa faktor eksternal lingkungan kampus dan lingkungan tempat Industri menjadi alasan dan tidak menjadi alasan dalam pemilihan tempat Praktik Industri. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Mahasiswa dalam memilih tempat Praktik Industri hendaknya memperhatikan kesesuaian tempat industri yang akan dituju dengan tujuan utama Praktik Industri dan memperhatikan syarat-syarat pemilihan tempat Praktik Industri yang ditetapkan jurusan, 2) Lembaga memperhatikan, mempertimbangkan, dan menegaskan syarat-syarat kelayakan tempat Praktik Industri, 3) Peneliti lain, mengembangkan penelitian ini lebih luas lagi, karena penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk semua jenis tempat Praktik Industri

    STUDI TENTANG PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN LULUSAN SMK TATA BUSANA DENGAN NON SMK TATA BUSANA PADA SEWING DEPARTMENT DI PT. CIPTA BUSANA JAYA

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Dian Retna. 2012. Studi  tentang produktivitas kerja karyawan  lulusan SMK Tata Busana dengan Non SMK Tata Busana pada Sewing Department   di PT.  Cipta  Busana  Jaya.  Skripsi,  Jurusan  Teknologi  Industri,  Fakultas Teknik  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing:  (1)  Dra. Agus  Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata Kunci:  Produktivitas kerja, Lulusan SMK Tata Busana dan Non SMK Tata Busana Sewing Department merupakan salah satu department di PT. Cipta Busana Jaya yang bertugas melakukan salah satu kegiatan produksi yaitu menjahit produk dengan hasil yang homogen sesuai target dan standar kualitas yang sama. Padahal input  karyawan  Sewing Department  adalah  heterogen  yaitu  berasal  dari  lulusan SMK  Tata  Busana  Dan  Non  SMK  Tata  Busana  yang  masing-masing  lembaga pendidikan  tersebut  memiliki  karakter  pendidikan  dan  tujuan  pendidikan  yang berbeda.  Perbedaan  input  karyawan  dengan  lulusan  yang  berbeda  inilah  diduga menyebabkan adanya permasalahan perusahaan antara  lain target perusahan yang tidak  tercapai  secara  maksimal  dan  banyaknya  repair  yang  dilakukan  oleh karyawan Sewing Department . Tujuan  penelitian  ini  adalah  (1)  Untuk  mengetahui  produktivitas  kerja karyawan  lulusan  SMK  Tata  Busana  pada  Sewing  Department  di  PT.  Cipta Busana  Jaya,  (2)  Untuk  mengetahui  produktivitas  kerja  karyawan  lulusan  Non SMK Tata Busana pada Sewing Department di PT. Cipta Busana Jaya, (3) Untuk membandingkan produktivitas kerja karyawan  lulusan SMK Tata Busana dengan Non SMK Tata Busana pada Sewing Department di PT. Cipta Busana Jaya. Rancangan  penelitian  yang  digunakan  adalah  komparasi  dengan pendekatan  kuantitatif.  Perolehan  data  penelitian  ini  menggunakan  teknik dokumentasi dengan mengambil  laporan yang menunjukkan persentase kuantitas, kualitas,  efesiensi waktu,  dan  efesiensi  penggunaan  sumber  daya.  Populasi  dari penelitian  ini  adalah  300  karyawan  yang  terdiri  dari  61  karyawan  lulusan SMK Tata  Busana  dan  239  karyawan  lulusan  Non  SMK  Tata  Busana.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel populasi/total sampling. Data  dianalisis  menggunakan  uji-t  dengan  tingkat signifikasi  5%  yang sebelumnya  telah  dilakukan  uji  normalitas  dan  uji  homogenitas.  Dari  uji normalitas  didapatkan  hasil  yang  menunjukkan  bahwa  koefisien  asymp.  Sig  (2 tailed)  sebesar  0,143,  jadi  dapat  dikatakan  bahwa  data  tersebut  berdistribusi normal.  Dan  untuk  uji  homogenitas  diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,110, maka  dapat  disimpulkan  bahwa  varian  kedua  kelompok  yang  diuji  adalah homogen. Selanjutnya dari uji-t dengan tingkat signifikasi 5%  diperoleh hasil Sig t sebasar 0,002, karena 0,002 < 0,05 maka Ho dalam penelitian  ini  tidak ditolak. Jadi  dapat  disimpulkan  bahwa  terdapat  perbedaan  produktivitas  kerja  karyawan lulusan SMK Tata Busana dan Non SMK Tata Busana pada Sewing Department di PT. Cipta Busana Jaya. Perbedaan  produktivitas  kerja  karyawan  lulusan  SMK  Tata  Busana  dan Non  SMK  Tata  Busana  pada  Sewing  Department  di  PT.  Cipta  Busana  Jaya terletak  pada  mean  produktivitas  kerja  karyawan  lulusan  SMK  Tata  Busana sebesar 18,4098 dan karyawan  lulusan Non SMK Tata Busana  sebesar 13,5816. Angka perbandingan produktivitas kerja karyawan lulusan SMK Tata Busana dan Non  SMK  Tata  Busana  dapat  dilihat  pada  kolom  Mean  Difference  sebesar 4,82825. Dari penelitian  ini dapat diambil kesimpulan,  (1) Ho dalam penelitian  ini tidak ditolak sehingga hipotesis yang dipakai yaitu, “ada perbedaan produktivitas kerja  karyawan  lulusan  SMK  Tata  Busana  dan  Non  SMK  Tata  Busana  pada Sewing Department di PT. Cipta Busana Jaya”, (2) Karyawan  lulusan SMK Tata Busana yang bekerja pada Sewing Department di PT. Cipta Busana Jaya memiliki angka produktivitas kerja yang sangat produktif, (3) Karyawan lulusan Non SMK Tata  Busana  yang  bekerja  pada  Sewing  Department  di  PT.  Cipta  Busana  Jaya memiliki angka produktivitas kerja yang cukup produktif, (4) Produktivitas kerja karyawan  lulusan SMK Tata Busana  lebih  tinggi dibandingkan dengan karyawan lulusan Non SMK Tata Busana.

    Implementasi Pendidikan Karakter di SMK Negeri 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Budhiarti, Rika. 2012. Implementasi Pendidikan Karakter di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd. (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd.   Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, SMK, Malang Pendidikan karakter di sekolah merupakan pendidikan nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia yang bertujuan membina kepribadian generasi muda agar dapat terhindar dari dampak negatif dari era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengidentifikasi serta mendeskripsikan tentang implementasi pendidikan karakter di SMK Negeri 3 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara: (1) wawancara dan sebagai sumber data meliputi Wakasek Kesiswaan, Guru Kimia, dan Guru Pembimbing Teater, (2) observasi dan sumber data meliputi kegiatan pembelajaran kimia, kegiatan satgas, kegiatan ektrakurikuler, kegiatan upacara, kegiaatan perlombaan adiwiyata dan pondhok ramadhan, dan (3) dokumentasi dan sumber data berupa dokumen Silabus, RPP, foto kegiatan satgas, foto kegiatan pembelajaran, dan hasil dokumentasi lain yang berhubungan dengan implementasi pendidikan karakter di SMK N 3 Malang. Proses analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan pendidikan karakter di SMK Negeri 3 Malang dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Tahun 2010, yaitu mencakup 18 nilai karakter. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dikembangkan pada kegiatan  matapelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Perencanaan implementasi pendidikan karakter di SMK Negeri 3 Malang melalui kegiatan pembelajaran dilakukan dalam bentuk pembuatan perangkat mengajar yaitu silabus dan RPP baik pada kelompok matapelajaran normatif, adaptif maupun produktif. Perencanaan kegiatan pengembangan diri dan budaya sekolah dilakukan secara tertulis pada rencana tahunan bidang kesiswaan. Implementasi pendidikan karakter dalam matapelajaran dilaksanakan secara terimplementasi dalam bentuk matapelajaran normatif, adaptif, dan produktif serta kegiatan pembelajaran. Implementasi pendidikan karakter pada pengembangan diri seperti: (1) menggunakan seragam sekolah dengan rapi, (2) melakukan kegiatan salam sapa, (3) menjaga kebersihan lingkungan di sekolah, (4) melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah, (5) menolong orang lain. Implementasi pendidikan karakter pada budaya sekolah meliputi kegiatan sehari-hari yang merupakan sebuah rutinitas sekolah meliputi kegiatan satgas, ekstrakurikuler, upacara dan kegiatan lomba. Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter pada matapelajaran dilakukan oleh kepala sekolah dan guru, evaluasi implementasi pendidikan karakter pada pengembangan diri dilakukan dengan melibatkan orang tua siswa penilaian kepribadian siswa atau pelanggaran tata tertib siswa, sedangkan budaya sekolah dievaluasi dengan menggunakan laporan kegiatan dan pemantauan satgas serta dengan menggunakan jurnal ekstrakurikuler. Kendala implementasi pendidikan karakter di SMK N 3 Malang terletak pada belum adanya panduan implementasi pendidikan karakter secara formal atau tertulis. Hal ini disebabkan karena kurangnya komunikasi dan kesibukan masing-masing guru dengan segala tugas yang ada pada mereka, sehingga tidak ada waktu untuk berbincang mengenai pendidikan karakter yang belum dimengerti. Saran yang diberikan adalah bahwa pengembangan pendidikan karakter seharusnya memiliki tim untuk mengawasi dan membimbing sekolah untuk membuat perencana implementasi pendidikan karakter baik melalui mata pelajaran, pengembangan diri, maupun budaya sekolah, sehingga dengan adanya perencanaan tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas maupun di laboratorium, yang potensial untuk mengembangkan karakter siswa melalui kegiatan observasi.     Budhiarti, Rika. 2012. Implementation of Caracter Education at SMK Negeri 3 Malang. Thesis, Culinary Education Program, Industry Technology Departement, Faculty of Engeneering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd. (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd.   Key words: implementation, caracter education, SMK, Malang Character education in schools is the educational value derived from the noble culture of Indonesia that aims to foster young people's personality in order to avoid the negative impacts of globalization era. This study aims to explore and identify and describe the implementation of character education at SMK Negeri 3 Malang. The design of the study is a case study. Data collected by: (1) interview and as sources of data includes the vice-principal Student, Teacher of Chemistry, and Teacher Mentors Theatre, (2) observations and data sources includes chemical learning activities, task force activities, extracurricular activities, ceremonial activities, activities adiwiyata competition, and pondhok ramadhan, and (3) documentation and data sources include documents syllabus, lesson plans, photos task force activities, photographs of learning activities, and the other documentation relating to the implementation of character education at SMK N 3 Malang. The process of data analysis used the data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on survey results revealed that the character education policy at the SMK Negeri 3 Malang carried out in accordance with the Guidelines for Development of Education Culture and National Character in 2010, which includes a 18 character value. Character education values were developed on the activities of the subjects, self-development, and school culture. Planning the implementation of character education at SMK Negeri 3 Malang through the learning activities takes the form of making the teaching syllabus and lesson plans are well on the normative group of subjects, adaptive and productive. Planning personal development activities and school culture is made in writing on an annual plan of student affairs. Implementation of character education in the subjects executed implemented in the form of normative subjects, adaptive, productive and also learning activities. Implementation of character education on self-development such as: (1) using a neat school uniforms, (2) conduct activities greeting address, (3) maintain a healthy environment in schools, (4) implement dhuhur congregation, (5) to help others . Implementation of character education in school culture includes daily activities that are of a routine school task force activities include, extracurricular, ceremonies and activities of the competition. Evaluation implementation of character education on the subject conducted by the principal and teachers, evaluation of the implementation of character education on self-development is done by involving the parents of students or the violation of personality assessment order of students, while school culture was evaluated by using the task force reports and monitoring activities as well as by using extracurricular journal. Constraints of the implementation of character education at SMK N 3 Malang located on the lack of guidance implementation characters education in formally or written. This is due to a lack of communication and activity of each teacher with all the existing duties on them, so there is no time to talk about character education is not yet understood. Advice given is that the development of character education should have a team to oversee and guide the school to make the planner implementation of character education through courses, personal development, and culture of the school, so the lack of planning can be used as a reference in evaluating the activities carried out. For further research are advised to examine the implementation of learning activities in the classroom and in the laboratory that potential for developing students' character through observation

    PERANCANGAN BUKU CERITA ARTI HURUF HIJAIYAH BERGAMBAR UNTUK ANAK USIA 3-8 TAHUN

    No full text
    ABSTRAK   Nurdiana, Hanifa. 2011. Perancangan Buku Cerita Arti Huruf Hijaiyah Bergambar untuk Anak Usia 3 – 8 Tahun. Skripsi, Jurusan Seni Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mistaram, M.Pd, (II) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: buku cerita, anak, usia 3-8 tahun. Sangat beruntunglah kita, umat Islam masih bisa membaca Al Qur’an, mempelajarinya, mengkajinya, dan mengamalkan ajaran-ajaranya sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Barang siapa membacanya, Allah akan memberikan pahala sepuluh derajat dari setiap hurufnya. Betapa besar pahala yang disediakan Allah bagi umat Islam yang membaca Al-Qur’an. Mengenai huruf hija’iyah, tanpa disadari pada hakikatnya tiap-tiap huruf hija’iyah dalam Al-Qur’an memiliki rahasia dan makna yang istimewa. Hal tersebut dapat dilihat pada pertengahan do’a khatam Al-Qur’an. Rahasia makna huruf hija’iyah tersebut meliputi masalah akidah, fiqhiyah, muamalah, moral, tasawuf, dan sebagainya. Intinya, dari setiap huruf hija’iyah yang kita baca dalam Al-Qur’an, kita memohon kepada Allah agar menjadi manusia sempurna (Insan Kamil), yakni sebagai orang mukmin dan muslim yang sempurna, baik dari jasmani maupun rohani, dari aspek individual maupun sosial, dan dari aspek material maupun spiritual. Diharapkan dengan perancangan buku ini anak lebih memahami dan terpacu untuk senantiasa menyelami ajaran-ajaran dalam Al-Qur’an untuk kemudian mengejawantahkannya dalam laku hidup sehari-hari. Alhasil, ada suatu gerak dalam upaya meraihnya sehingga masing-masing huruf hija’iyah tersebut dapat menjadi sarana pembentukan akhlak (character building). Buku cerita memiliki ukuran custom (19cm X 23cm), tebal 60 halaman dicetak full color di atas kertas art paper 230 gram dan dijilid hard cover. Perancangan dilakukan 13 Februari sampai 30 November 2011. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa buku cerita arti huruf hijaiyah bergambar dapat menjadi alternatif solusi masalah kesulitan orang tua  mengajarkan huruf hijaiyah pada anak. Buku cerita arti huruf hijaiyah bergambar nantinya dipasarkan dengan metode prosedural. Dengan memiliki ciri khas tersendiri menjadikan produk ini memiliki daya tarik tersendiri dibanding dengan kompetitornya. Produk hasil perancangan direkomendasikan untuk direalisasikan secara komersial, sedangkan proses pendekatan ilmiah perancangan direkomendasikan sebagai bahan acuan maupun perbandingan bagi peneliti lainnya untuk membuat penelitian sejenis. Hal ini dikarenakan masih minimnya judul penelitian dan perancangan yang secara spesifik mengangkat tema buku cerita arti huruf hijaiyah bergambar.   ABSTRACT   Nurdiana, Hanifa. 2011. Design of Letter Hijaiyah Meaning Story Books Illustrated for Kids Ages 3-8 Years. Thesis, Department of Art Design FS State University of Malang. Supervisor (I) Drs.Mistaram, M. Pd (II) Moch. Abdul Rohman, S. Sn, M.Sn.   Keywords: story book, children, aged 3-8 years. Very fortunately we, Muslims are still able to read the Qur'an, studying, and practice the teachings in  accordance with the instructions of Allah SWT. Anyone who reads it, Allah will give reward of ten degrees of each letter. What a great reward provided by God for Muslims who read the Qur'an. Regarding the letter hija'iyah, unwittingly essentially hija'iyah each letter in the Qur'an has a secret and special meaning. This can be seen in mid-prayer seal the Qur'an. The secret meaning of letters hija'iyah include problems creed, fiqhiyah, muamalah, morality, mysticism, and so on. The point, of each letter hija'iyah we read in the Qur'an, we ask God to be a perfect man (Insan Kamil), as a believer and a perfect Muslim, both from physical and spiritual, from the aspect of individual and social, and material and spiritual aspects. Expected with the design of this book to better understand children and encouraged to continually explore the teachings in the Qur'an for later practicing of it in the conduct of everyday life. As a result, there is a movement in an effort to achieve it so that each letter hija'iyah can be a means of forming character (character building). Storybook custom size (19cm X 23cm), thick 60-page full color printed on paper 230 gram art paper and bound in hard cover. The design made February 13 to 30 November 2011. The results of the design showed that the storybook characters hija’iyah pictorial meaning can be an alternative solution to the problem difficulty hija’iyah parents teach letters to children. Storybook characters hija’iyah pictorial meaning will be marketed with procedural methods. By having its own characteristics makes this product has its own charm than its competitors. Recommended designing products to be realized commercially, while the process of designing a scientific approach is recommended as a reference and comparison for other researchers to create a kind of research. This is because the title is still lack of research and design that specifically raised the theme of a story book characters hija’iyah pictorial sense

    Penggunaan Media Fragmen Pada Kompetensi Membuat Busana Pria di SMK Negeri I Turen

    No full text
    ABSTRAK   Wati, Rifda Hinda. 2012. Penggunaan Media Fragmen Pada Kompetensi Membuat Busana Pria di SMK Negeri 1 Turen Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Endah P. M.Pd, (2) Anik Dwiastuti, ST, MT   Kata kunci: Studi Penggunaan, Fragmen   Media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan. Dalam proses pembelajaran yang menggunakan media apabila dapat digunakan dengan baik dan benar maka akan berdampak positif kepada siswa. Fragmen adalah pecahan, penggalan sedikit-sedikit, memotong, menjadi kepingan. Fragmen yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah fragmen busana pada kompetensi membuat busana pria. Fungsi dari media itu sendiri adalah sebagai penyampai pesan kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media fragmen tersebut digunakan dengan baik oleh guru pengajar kompetensi membuat busana pria di SMK Negeri I Turen. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) persiapan guru dalam menggunakan media fragmen (2) pelaksanaan guru dalam menggunakan media fragmen. Penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner sebagai alat pengumpul data. Pengambilan sampel yang digunakan adalah semua guru busana yang sedang mengajar kompetensi membuat busana pria di SMK Negeri I Turen yang berjumlah 3 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum persiapan yang dilakukan guru dalam proses PBM dengan menggunakan media fragmen sudah digunakan dengan sangat baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya 5 pertanyaan dari 3 guru hanya ada 1 item guru menggunakan media digunakan dengan baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa guru mempersiapkan media fragmen untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga materi dapat terselesaikan sesuai dengan yang diiginkan. Dari pelaksanaan penggunaan media fragmen ada 26 item guru melaksanakan menggunakan media fragmen dalam proses belajar mengajar, akan tetapi ada beberapa hal yang dirasa kurang sesuai yaitu ada 4 item dimana guru tidak menggunakan media dengan baik. Jumlah terbatasnya media fragmen yang digunakan untuk siswa dengan jumlah siswa 35 orang, sebaiknya guru menggunakan media disesuiakan dengan jumlah kelompok belajar siswa. Sehingga untuk pelaksanaan dapat dikategorikan media digunakan dengan baik di SMK Negeri I Turen.

    PERBEDAAN PENGGUNAAN 3 (TIGA) JENIS IKAN DALAM PEMBUATAN TEKWAN

    No full text
    ABSTRAK   Kristiana, Nina Indra. 2012. Perbedaan Penggunaan 3 (Tiga) Jenis Ikan Pada Pembuatan Tekwan. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd   Kata Kunci: Tekwan, Ikan, Kalsium Tekwan adalah makanan khas Palembang berbahan dasar ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil (mirip bakso yang dipipihkan), disajikan menggunakan kuah kaldu udang. Tekwan dalam penelitian ini menggunakan 3 jenis ikan yaitu ikan wader (Puntius binotatus), ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) dan ikan lemuru (Sardinella lemuru) serta digunakan seluruh bagian tubuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan warna, rasa, aroma, tekstur dan kandungan kalsium yang terdapat pada ketiga tekwan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pengamatan dan pengukuran data dilakukan sesuai dengan uji organoleptik (uji perbedaan dan uji kesukaan) meliputi warna, rasa, aroma, dan tekstur dan uji laboratorium kalsium tekwan ikan wader (Puntius binotatus), tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) dan tekwan ikan lemuru (Sardinella lemuru). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan anova dengan uji lanjut DMRT (apabila Fhitung > Ftabel). Hasil penelitian terhadap uji perbedaan warna menunjukkan bahwa warna dan tekstur ketiga tekwan tidak berbeda nyata. Uji perbedaan rasa dan aroma ketiga ikan menunjukkan tekwan ikan wader (Puntius binotatus) tidak berbeda nyata dengan tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus), tetapi tekwan ikan wader (Puntius binotatus) dan tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) berbeda nyata dengan tekwan ikan lemuru (Sardinella lemuru). Uji kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan aroma menunjukkan bahwa tekwan ikan wader (Puntius binotatus) tidak berbeda nyata dengan tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus), tetapi tekwan ikan wader (Puntius binotatus) dan tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) berbeda nyata dengan tekwan ikan lemuru (Sardinella lemuru). Uji kesukaan panelis terhadap tekstur ketiga tekwan tidak berbeda nyata. Kandungan kalsium tekwan ikan wader (Puntius binotatus) mentah sebesar 674,893 mg/100, tekwan ikan uceng (Nemacheilus faciatus) mentah sebesar 805,408 mg/100 dan tekwan ikan lemuru (Sardinella lemuru) mentah sebesar 626,047 mg/100. Kandungan kalsium tekwan  ikan wader (Puntius binotatus) matang sebesar 605,651 mg/100, tekwan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) matang sebesar 709,118 mg/100 dan tekwan ikan lemuru (Sardinella lemuru) matang sebesar 520,407 mg/100

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇