SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
persepsi masyarakat pada batik gentongan di kecamatan tanjungbumi kabupaten bangkalan
ABSTRAK Ati, Dwi, Rahayuning. 2013. Persepsi Masyarakat Pada Batik Gentongan Di Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan.Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, batik gentongan,Tanjungbumi, Bangkalan. Batik gentongan merupakan batik tulis dengan teknik pewarnaan tradisional yang perlu dilestarikan sebagai salah satu kekayaan budaya lokal. Pewarnaan teknik gentongan juga tergolong unik dan berbeda dengan daerah lain yang dapat dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata. Upaya pelestarian batik gentongan tidak terlepas dari persepsi masyarakat sekitar terhadap citra batik gentongan itu sendiri. Citra yang baik terhadap batik gentongan akan sangat mempengaruhi usaha masyarakatnya untuk terus melestarikan batik gentongan. Oleh karena itu penelitian tentang persepsi masyarakat pada batik gentongan ini penting dilakukan sebagai pijakan dasar untuk melestarikan batik gentongan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat pada batik gentongan di Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat di Sentra Batik Tanjungbumi yang digolongkan atas produsen, konsumen, dan pedagang batik gentongan. Persepsi pada penelitian ini diartikan sebagai proses bagaimana masyarakat Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan menafsirkan kesan-kesan sensoris mereka pada batik gentongan melalui proses persepsi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Intrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai observer yang melakukan observasi mendalam pada subjek dengan berpedoman pada pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Data yang berupa catatan observasi dan transkrip wawancara dianalisis menggunakan analisis data model Miles and Huberman melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, produsen, konsumen, dan pedagang batik gentongan mempunyai persepsi yang bagus terhadap performansi warna dan motif batik gentongan. Persepsi yang sudah bagus tersebut hendaknya lebih dikembangkan sesuai dengan sasaran pasar melalui riset ilmiah; kedua, daya beli pasar lokal pada batik gentongan rendah, tetapi daya jual batik gentongan dinilai bagus oleh pengusaha dan pedagang batik gentongan. Kenyataan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi produsen untuk mengembangkan batik gentongan secara lebih spesifik berdasarkan target pasar; ketiga, produsen, konsumen, dan pedagang batik gentongan masih menilai bagus pada kualitas warna batik gentongan yang semakin sering dicuci maka warnanya akan semakin cemerlang. Citra positif tersebut hendaknya tetap dipertahankan sebagai ciri khas batik gentongan; keempat, produsen batik gentongan menilai proses pembuatan batik gentongan kuno tidak efisien lagi diterapkan di masa kini sehingga dimasukkan unsur-unsur modern agar lebih efisien, sebaliknya konsumen menyukai batik gentongan kuno karena dianggap lebih bagus dan lebih berkualitas. Perubahan proses produksi dengan memasukkan unsur-unsur modern hendaknya tetap mempertimbangkan untuk mempertahankan etnik batik gentongan yang dapat dimulai dengan pembudidayaan daun Tarum sebagai langkah awal; kelima, pengusaha mempunyai persepsi yang bagus terhadap mutu batik gentongan tetapi pengrajin dan konsumen mempunyai persepsi yang kurang bagus terhadap mutu batik gentongan dengan adanya batik gentongan palsu.Perbaikan kasus batik gentongan palsu harus didasarkan pada perbaikan keaslian produ
Pengaruh Substitusi Tepung Tempe dengan Lama Fermentasi Tempe terhadap Sifat Fisik, Kadar Protein, dan Organoleptik Produk Stick Tempe.
ABSTRAK Ridhi, Ainiati Gamma. 2012. Pengaruh Substitusi Tepung Tempe dengan Lama Fermentasi Tempe terhadap Sifat Fisik, Kadar Protein, dan Organoleptik Produk Stick Tempe. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Dwi. Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd. Kata Kunci: stick tempe, tepung tempe, lama fermentasi, kadar protein Stick adalah jenis makanan ringan yang digoreng dengan rasa yang asin/gurih, teksturnya renyah, berbentuk panjang dan mengembang dengan warna kuning keemasan. Tujuan dilakukan penelitian produk stick tempe adalah untuk penganekaragaman produk tempe yang banyak terdapat didaerah penghasil tempe, dan untuk menghasilkan produk makanan ringan gurih yang terbuat dari tempe selain keripik tempe. Masalah yang dihadapi adalah belum diketahui jumlah substitusi tepung tempe dan lama fermentasi yang optimal agar dihasilkan makanan ringan dengan kualitas yang baik dan diterima oleh konsumen. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah persentase substitusi tepung tempe 10%, 20%, dan 30%. Faktor II adalah lama fermentasi tempe 24 jam dan 48 jam sehingga banyaknya kombinasi dalam penelitian adalah 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Data uji hedonik dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji jarak duncan (UJD) atau DMRT. Data hasil laboratorium dianalisis dengan Uji One Way Anova and Uji T-Test Sample Independen. Penilaian terbaik parameter uji hedonik rasa stick tempe yang paling disukai oleh panelis terdapat pada stick tempe dengan perlakuan yang disubstitusi tepung tempe 20% dan lama fermentasi tempe 48 jam. Warna stick tempe yang paling disukai oleh panelis terdapat pada stick tempe dengan perlakuan yang disubstitusi tepung tempe 10% dan lama fermentasi tempe 24 jam. Tekstur stick tempe yang paling disukai oleh panelis terdapat pada stick tempe dengan perlakuan yang disubstitusi tepung tempe 10% dan lama fermentasi tempe 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antar perlakuan substitusi tepung tempe dan lama fermentasi tempe terhadap stick tempe. Perlakuan substitusi tepung tempe berpengaruh berbeda nyata terhadap warna L (Kecerahan), a+ (Kemerahan), b+ (Kekuningan), tekstur, dan kadar protein. Sedangkan perlakuan lama fermentasi tempe berpengaruh berbeda nyata pada warna L (Kecerahan), a+ (Kemerahan), b+ (Kekuningan)
ANALISA HASIL HANDPAINTING DENGAN CAT ACRYLIC BERPELARUT AIR PADA BAHAN DENIM
ABSTRAK Urifah, Heni. 2013. Analisa Hasil Handpainting dengan Cat Acrylic Berpelarut Air pada Bahan Denim. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd. (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci: handpainting, cat acrylic, bahan denim. Banyak mata kuliah yang mendukung program studi Tata Busana di Universitas Negeri Malang, salah satunya adalah mata kuliah Kriya Tekstil. Mahasiswa program studi Tata Busana diberi pengetahuan tentang handpainting dan praktik membuat handpainting pada mata kuliah ini. Pembuatan handpainting ini menggunakan cat yang banyak beredar di pasaran, yaitu cat acrylic dengan merk yang berbeda dengan cat yang digunakan pada saat praktikum, dan menggunakan 5 jenis bahan denim sebagai media pembuatan handpainting. Warna dari cat acrylic yang digunakan adalah warna primer, yaitu warna kuning (primary yellow), merah (naphthol red medium), dan biru (ultramarine). Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memilih bahan denim yang tepat dan menerapkannya dalam pembuatan handpainting dengan cat acrylic. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil handpainting dengan cat acrylic yang diterapkan pada bahan denim. Pembuatan handpainting dilakukan oleh peneliti dengan membuat lukisan pada bahan denim yang hasilnya kemudian dinilai oleh panelis. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian angket tentang ketajaman warna handpainting yang diisi oleh panelis. Data yang diperoleh dari instrumen berupa check list, kemudian diolah menggunakan rumus persentase. Hasil akhir dari tabulasi data yang telah dilakukan pada handpainting di beberapa jenis bahan denim dapat dilihat dengan tabel intepretasi data, sehingga dapat diketahui tingkat ketajaman warna cat acrylic pada beberapa jenis bahan denim. Hasil penilaian yang diperoleh dari 3 panelis dengan menggunakan angket berupa check list (√) adalah sebagai berikut: rata-rata nilai ketajaman warna cat acrylic pada Dry Denim sebesar 85,33%, pada Stretch-Washed Denim sebesar 81,67%, pada Cotton Denim sebesar 78%, pada Denim Stretch sebesar 74,33%, dan pada Denim Polyester sebesar 49,56%. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penerapan cat acrylic pada Dry Denim memiliki nilai tertinggi dan menghasilkan warna yang sangat tajam. Cat acrylic yang diterapkan pada Stretch-Washed Denim menghasilkan warna yang sangat tajam. Penerapan cat acrylic pada Cotton Denim menghasilkan warna yang sangat tajam. Cat acrylic yang diterapkan pada Denim Stretch menghasilkan warna yang sangat tajam. Penerapan cat acrylic pada Denim Polyester memiliki nilai terendah dan menghasilkan warna yang tajam.
Studi tentang Profil Lembaga Kursus dan Pelatihan Menjahit di Kota Malang
ABSTRAK Aristiani, Baiq Winda. 2013. Studi tentang Profil Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Menjahit di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata kunci: profil, LKP menjahit, kota Malang Profil LKP menjahit adalah gambaran lengkaptentang LKP menjahit di Kota Malang yang telah memiliki nomor induk lembaga kursus (nilek) nasional meliputi aspek manajemen lembaga, kurikulum, sarana dan prasarana, peserta didik, personalia,kemitraan, pembiayaan, serta sistem evaluasinya. LKP menjahit merupakan salah satu program pemerintah dalam memperhatikan ketersediaan pendidikan keterampilan di bidang nonformal. Hal tersebut adalah sebagai wujud pemerintah dalam rangka menerapkan layanan pendidikan seumur hidup (long life education) bagi semua lapisan masyarakat, sebab tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahuiprofil LKP menjahit di Kota Malang meliputiaspekmanajemenlembaga, kurikulum, saranadanprasarana, pesertadidik, personalia, kemitraan, pembiayaan, danevaluasi.Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan memberikan informasi tentang LKP menjahit di Kota Malang sehingga memudahkan masyarakat yang berminat untuk mengikuti kursus di LKP menjahit.Sebagai motivasi dan sumber inspirasi untuk siapa saja yang ingin mendirikan LKP menjahit.SebagaibahanpengembanganpadajurusanTeknologiIndustri Prodi Tata Busanakhususnyauntukmenghidupkankembalilembagakursuskampus yang dulupernahterbentuk.Membantu Dinas Pendidikan Kota Malang, khususnya bagian Pendidikan Nonformal dan Informal yang menangani pembinaan kursus dan pelatihan untuk mendata profil terbaru dari setiap LKP menjahit yang ada di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner yang diadopsi dari instrumen akreditasi 2008 dan penilaian kinerja LKP tahun 2011 yang telah dibakukan oleh Badan Akreditasi Nasional PNF serta Kementrian Pendidikan Nasional. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh enam simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, manajemen lembaga LKP menjahit di Kota Malang cukup lengkap hanya saja masih diperlukan penataan dan perbaikan sistem pada aspek administrasinya. Kedua, kurikulum yang ada sudah dijadikan pedomanpenyelenggaraankegiatanpembelajaranuntukmencapaitujuan LKP sesuai dengan UU Sisdiknas yang berlaku, namun ada satu LKP belum memiliki kurikulum yang lengkap. Ketiga, sarana dan prasarana yang ada cukuplengkap dan sesuai dengan jumlah peserta didik yang masuk pada lembaga tersebut. Keempat, personalia yang ada (pendidik, tenaga kependidikan dan pengelola kursus) sudah memenuhi kualifikasi dengan jumlah yang dirasakan cukup dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Peserta didik yang ada jumlahnya masih fluktuatif setiap tahunnya disebabkan terbatasnya minat masyarakat untuk mengikuti kursus menjahit. Adapun kemitraan dapat dikatakansudah terjalin dengan cukup baik hanya saja ada LKP yang tidak bermitra dengan pihak DU/DI sehingga kemitraanya kurang lengkap. Kelima, pembiayaan sudah terlaksana dengan baik yang sumbernya terdiri dari dana mandiri dan ada pula dari BOP. Alokasi pembiayaan pada LKP untuk biaya operasional berkisar antara 40-75% dan 25-60% untuk biaya personal. Pengaturan anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing LKP tanpa patokan tertentu dari pihak Dinas.Keenam, sistem evaluasi cukup lengkap dan sesuai dengan teori yang ada, namun ditemukan bahwa tidak semua peserta didik LKP yang mengikuti uji kompetensi disebabkan keterbatasan dana dan kesadaran dari peserta didik.
Hubungan Kebiasaan Makan dengan Kebugaran Olahragawan (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang)
ABSTRAK Zuhriyah, Fatimatuz. 2012. Hubungan Kebiasaan Makan dengan Kebugaran Olahragawan (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. Kata Kunci: Kebiasaan Makan, Kebugaran, Olahragawan Seluruh aktifitas atau kegiatan fisik yang dilakukan manusia membutuhkan energi. Olahragawan membutuhkan energi yang lebih besar dalam melakukan setiap aktifitasnya, baik dalam latihan maupun saat pertandingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan kebugaran olahragawan di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 22 orang olahragawan jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Angkatan 2010. Data kebiasaan makan diperoleh melalui instrumen form food recall 2x24 jam, sedangkan data kebugaran diperoleh melalui tes lari 12 menit menggunakan alat treadmill. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan analisis statistik menggunakan Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa 68% responden memiliki kebiasaan makan baik, 32% responden memiliki kebiasaan makan sedang, tidak ada responden yang memiliki kebiasaan makan kurang dan defisit. Deskripsi kebugaran olahragawan 18% responden kategori istimewa, 14% responden kategori baik, 36% responden kategori cukup, 27% responden kategori kurang, dan 5% responden kategori sangat kurang. Hasil pengujian korelasi Spearman Rank menunjukkan p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebiasaan makan dan kebugaran olahragawan menunjukkan hubungan yang signifikan
STUDI TENTANG TINGKAT KESULITAN PEMBUATAN JAS WANITA DI SMK NEGERI 5 MALANG
ABSTRAK Ipmawati, Nafiisah, Siti. 2012. Studi Tentang Tingkat Kesulitan Pembuatan Jas Wanita di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes. Kata Kunci: Jas Wanita, Tingkat Kesulitan, Pembuatan Jas Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam kurikulum SMK terdapat kumpulan mata diklat adaptif, normatif, dan produktif. Ketiga kompetensi tersebut dirancang guna membentuk siswa yang terampil. Guru yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan dan membentuk serta mengembangkan kemampuan siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, seorang guru akan berusaha agar apa yang diajarkan dapat dipahami oleh siswa dan siswanya dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas akan ditemui sejumlah hambatan dan kesulitan yang dialami oleh siswa. Mata diklat membuat busana wanita 2 merupakan salah satu mata diklat produktif yang ada pada Program Keahlian Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Dalam mata diklat membuat busana wanita 2 siswa diberikan kompetensi membuat jas wanita. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada siswa kelas XI PK Busana Butik SMK Negeri 5 Malang yang telah mengikuti mata pelajaran Membuat Busana Wanita 2, berjumlah 45 siswa, mengatakan bahwa kompetensi membuat jas wanita merupakan kompetensi yang sulit. Selain itu berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan guru yang mengajar kompetensi membuat jas wanita, mengatakan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam membuat jas wanita. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat kesulitan pembuatan jas wanita di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas XI 2 Program Keahlian Busana Butik SMK Negeri 5 Malang sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan lembar observasi. Instrumen angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha dan dinyatakan reliabel dengan nilai Alpha sebesar 0.959. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesulitan pembuatan jas wanita di SMK N 5 Malang dinyatakan berada dalam tingkat tidak sulit oleh 47,2% siswa. Tingkat kesulitan paling dominan terletak pada pembuatan pola dan menjahit jas wanita, adapun letak kesulitan tersebut adalah sebagai berikut; membuat pecah pola badan. Membuat rancangan bahan. Memotong bahan utama. Melakukan pengepresan interlining pada badan muka. membuat lubang kancing passepoille, saku klep, memasang kerah, memasang lengan, penyelesaian leingkar kerung lengan dengan sum dalam. Proses trimming/bersih benang dan pengepresan akhir
Pengaruh Metode Pengolahan Boilling, Steaming, and Sauteing Terhadap Kandungan Kalsium, Dan Mutu Organoleptik Pada Olahan Pare (Momordica charantia L.)
ABSTRAK Nafi’ah, Mauridatun. 2012. Pengaruh Metode Pengolahan Boilling, Steaming, and Sauteing Terhadap Kandungan Kalsium, Dan Mutu Organoleptik Pada Olahan Pare (Momordica charantia L.) Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Ummi Rohajatien, M.P.(II) Laili hidayati S,Pd. M.Si. Kata kunci: buah pare (Momordica charantia L.), kandungan kalsium, metode pengolahan. Buah pare merupakan sayuran buah, tanaman ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning. Pare berdaun tunggal, menjalar diantara batang berseling-seling bentuknya bulat panjang, dengan permukaan berbintil-bintil tidak beraturan, dan rasanya pahit. Bagian pare ini baik biji, buah, bunga, daun dan akar berkhasiat untuk obat. Buah pare mempunyai potensi kandungan kalsium yang cukup tinggi, oleh karena itu pada penelitian ini diteliti kandungan kalsium pada buah pare yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya untuk mencegah osteoporosis, dan juga diperlukan untuk kinerja jantung. Penelitian dilakukan pada 2 jenis pare yaitu pare putih dan pare hijau dengan perlakuan awal penggaraman (treatment) dan tanpa penggaraman (raw material). Perlakuan utama dengan menggunakan metode boilling, steaming and sauteing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola tersarang untuk mengetahui perbedaan kandungan kalsium. Uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada olahan pare menggunakan metode boilling, steaming and sauteing dengan perlakuan penggaraman (treatment) menggunakan metode SNI - 01- 2346-2006. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kalsium pada pare putih segar lebih rendah daripada pare hijau segar. Perlakuan awal penggaraman (treatment) menghasilkan kandungan kalsium yang meningkat baik pada pare putih dan pare hijau. Metode pengolahan metode boilling, steaming and sauteing berpengaruh nyata pada kandungan kalsium terhadap olahan pare. Kandungan kalsium pada pare hijau terdapat pada metode sauteing sebesar 57,591 mg/100gr dan terendah menggunakan metode boiling sebesar 46,320mg/100gr terdapat pada pare putih. Hasil analisis LOA pada tingkat kesukaan warna, rasa, tekstur dan aroma untuk pare putih dengan metode sauteing (tumis pare) dapat diterima dan metode boiling (pecel pare) hanya pada tingkat kesukaan warna, rasa, dan tekstur saja, sedangkan pada aroma pare putih dengan menggunakan metode sauteing (tumis pare). Pengolahan steaming (siomay) tidak diterima panelis. Pada pare hijau tingkat kesukaan rasa semua metode pengolahan dapat diterima oleh panelis. Pada metode pengolahan steaming ( siomay) tekstur, aroma dan warna tidak diterima panelis
Survey Minat Mahasiswa Angkatan 2012 dalam Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Lestari, Indah, Nur, Reni. 2013. Survey Minat Mahasiswa Angkatan 2012 dalam Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Minat, Faktor Internal, Faktor Eksternal Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat Pada penelitian ini merupakan suatu rasa lebih suka atau ketertarikan terhadap bidang atau jurusan yang ditempuh pada tingkatan pendidikan yang lebih tinggi atau perguruan tinggi. Setiap individu memiliki minat yang berbeda-beda terhadap program studi yang dipilihnya. Perbedaan minat mahasiswa dilatarbelakangi adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang melatarbelakangi minat mahasiswa meliputi bakat dan cita-cita, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya dan lingkungan masyarakat. Pada tahun 2012 Universitas Negeri Malang memberlakukan UKT (Uang Kuliah Tunggal), dimungkinkan UKT turut melatarbelakangi minat mahasiswa dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang melatarbelakangi minat mahasiswa angkatan 2012 dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian mahasiswa S1 Pendidikan tata Busana angkatan 2012 sebanyak 66 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 30 item. Instrumen angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0.959. Hasil penelitian ini menunjukkan minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2012 di Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh faktor internal sebesar 66,7% dari 66 responden. Faktor internal bakat melatarbelakangi minat mahasiswa sebanyak 32 mahasiswa (48,5%), faktor internal cita-cita melatarbelakangi minat mahasiswa sebanyak (66,7%). Minat mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2012 di Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh faktor eksternal sebesar 50% dari 66 responden. Faktor eksternal lingkungan keluarga melatarbelakangi minat mahasiswa sebanyak 39 mahasiswa (59,1%), faktor eksternal lingkungan kelompok/teman sebaya tidak melatarbelakangi minat mahasiswa sebanyak 30 mahasiswa (45,4%), faktor eksternal lingkungan masyarakat melatarbelakangi minat mahasiswa sebanyak 37 (56%). Simpulan; minat mahasiswa angkatan 2012 dalam memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dilatarbelakangi oleh faktor internal dan faktor eksternal. UKT tidak melatarbelakangi minat mahasiswa, tetapi UKT membantu pembiayaan kuliah sebab dengan adanya UKT biaya kuliah menjadi lebih ringan
Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah Pameran
ABSTRAK Widuri, Renny. 2013. Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2008 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah Pameran. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Tanggapan, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana, Matakuliah Pameran Tanggapan adalah suatu kegiatan atau aktifitas seseorang untuk menilai dengan tutur kata setelah mengalami suatu kejadian yang ditangkap oleh panca indera. Matakuliah Pameran merupakan matakuliah yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam menyusun perencanaan event pameran busana (fashion display), menentukan tema event, memilih koleksi produk benda hasil praktikum sesuai sub tema, menjalin kerjasama dengan pihak sponsor, merencanakan dan menata lokasi pameran, mencipta desain busana original dan mewujudkannya, menyelenggarakan acara pameran busana. Berdasarkan deskripsi matakuliah Pameran tersebut, matakuliah Pameran menggunakan model pembelajaran project based learning. Pelaksanaan matakuliah Pameran terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) tahap perencanaan yang meliputi penentuan tema, eksploring sumber ide, penciptaan desain, pembuatan desain produksi, dan perencanaan pameran busana, 2) tahap pelaksanaan yaitu tahap produksi busana, tahap setting lokasi pameran, dan tahap penyelenggaraan pameran busana, 3) tahap evaluasi meliputi evaluasi perencanaan, pelaksanaan, hasil produk dan nilai matakuliah Pameran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana terhadap pelaksanaan matakuliah Pameran baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 sebanyak 46 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup dengan jumlah pernyataan sebanyak 71 item. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas konstruk dan dinyatakan valid, sedangkan uji realibilitas menggunakan realibilitas test-retest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap tahap perencanaan proyek menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dengan rata-rata persentase 88,9% menyatakan setuju atau membenarkan bahwa pelaksanaan matakuliah Pameran telah sesuai dengan tahap perencanaan, 2) tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap tahap pelaksanaan proyek 1 (produksi busana) menunjukkan sebagian besar mahasiswa dengan rata-rata persentase 94,8% menyatakan setuju atau membenarkan bahwa tahap produksi busana perlu dilakukan pada pelaksanaan matakuliah Pameran, 3) tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap tahap pelaksanaan proyek 2 (setting lokasi pameran) menunjukkan sebagian besar mahasiswa dengan rata-rata persentase 96,8% menyatakan setuju atau mendukung terhadap setting lokasi pameran pada pelaksanaan matakuliah Pameran, 4) tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap tahap pelaksanaan proyek 3 (penyelenggaraan pameran busana) menunjukkan sebagian besar mahasiswa dengan rata-rata persentase 95,1% menyatakan setuju atau membenarkan bahwa pelaksanaan matakuliah Pameran memerlukan penyelenggaraan pameran busana, 5) tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap tahap evaluasi menunjukkan sebagian besar mahasiswa dengan rata-rata persentase 79,4% menyatakan setuju atau membenarkan terhadap evaluasi sebagai tolok ukur pada pelaksanaan matakuliah Pameran. Simpulan; tanggapan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2008 terhadap pelaksanaan matakuliah Pameran menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyatakan setuju atau membenarkan terhadap tahap perencanaan proyek, tahap pelaksanaan proyek, dan tahap evaluasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA PROGRAM STUDI KEAHLIAN TATA BOGA DI SMK NEGERI 1 BATU
ABSTRAK Irmasari, Vega. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Program Studi Keahlian Tata Boga di SMK N 1 Batu . Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Faktor-faktor, Pengaruh, Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa program studi keahlian Tata Boga di SMK N 1 Batu lebih rendah dibandingkan dengan program studi lainya. Rendahnya prestasi belajar tersebut dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi belajar dan minat belajar. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga dan fasilitas belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa program studi keahlian Tata Boga di SMK N 1 Batu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII tahun ajaran 2012/2013 program studi keahlian Tata Boga yaitu sebanyak 116 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik stratified proportional random sampling dengan 90 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik inferensial dengan menggunakan analisis data regresi berganda. Hasil Analisis data diketahui motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dibuktikan dengan thitung 2,623 > ttabel 1,988 pada nilai signifikansi 0,010 ttabel 1,988 pada nilai signifikansi 0,044 ttabel 1,988 pada nilai signifikansi 0,007 ttabel 1,988 pada nilai signifikansi 0,030 > 0,05. Faktor yang paling berpengaruh dilihat dari besarnya koefisien regresi yang paling besar adalah lingkungan keluarga sebesar 0,245. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa motivasi belajar, minat belajar, lingkungan keluarga dan fasilitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa program studi Tata Boga di SMK N 1 Batu. Faktor yang paling mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah lingkungan keluarga. Guru hendaknya selalu memotivasi dan senantiasa menumbuhkan minat belajar siswanya. Orang tua sebaiknya lebih memperhatikan lagi putra-putrinya dalam belajar, seperti memberi dorongan/motivasi untuk belajar, memberikan suasana rumah yang nyaman untuk belajar dan melengkapi kebutuhan anak untuk belajar