SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pembuatan Kebaya Pada Mata Kuliah Adibusana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Mahasiswa Angkatan 2009)
ABSTRAK Rotim. 2013. Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pembuatan Kebaya Pada Mata Kuliah Adibusana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Mahasiswa Angkatan 2009). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Endang Prahastuti, M. Pd .,(II) Anik Dwiastuti, S. T.,M. T. Kata Kunci: Faktor Penyebab Keterlambatan, Kebaya, Faktor Intern, Faktor Ekstern. Faktor penyebab keterlambatan adalah segala sesuatu yang menyebabkan suatu kegiatan tidak bisa berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini berhubungan dengan pembuatan kebaya. Kebaya merupakan salah satu materi pada matakuliah adibusana dari tiga materi yang lainnya seperti pembuatan bustier, dan gaun. Materi kebaya menjadi perhatian lebih pada matakuliah adibusana ini karena pada saat praktikum pembuatan kebaya banyak mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian dan pengumpulan tugas-tugasnya yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapakan. Hal ini diduga adanya hambatan terhadap proses belajar mahasiswa. Hambatan-hambatan tersebut akan berpengaruh juga pada penyebab keterlambatan pembuatan kebaya. Hambatan tersebut berupa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar tersebut terdiri faktor intern dan faktor ekstern. Berdasarkan latar belakang penjelasan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kondisi alamiah penyebab keterlambatan penyelesaian pembuatan kebaya yang dilakukan oleh Mahasiswa Tata Busana Pada Mata Kuliah Adibusana angkatan tahun 2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 sebanyak 39 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan 32 item. Instrumen angket ini diuji validasi dengan menggunakan validasi konstruk yang dinyatakan valid dan uji reliabilitas menggunakan uji test-retest yang kemudian dinyatakan reliabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan pembuatan kebaya pada mahasiswa S1 pendidikan tata busana angkatan tahun 2009 dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yang paling dominan terdiri dari faktor kesehatan sebesar 30,77% dari 39 responden dan faktor bakat sebesar 48% dari 39 responden. Sedangkan faktor ekstern yang paling dominan adalah faktor sarana dan prasaran sebesar 62% dari 39 responden
Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pembuatan Kebaya Pada Mata Kuliah Adibusana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Mahasiswa Angkatan 2009)
ABSTRAK Rotim. 2013. Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pembuatan Kebaya Pada Mata Kuliah Adibusana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Mahasiswa Angkatan 2009). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Endang Prahastuti, M. Pd .,(II) Anik Dwiastuti, S. T.,M. T. Kata Kunci: Faktor Penyebab Keterlambatan, Kebaya, Faktor Intern, Faktor Ekstern. Faktor penyebab keterlambatan adalah segala sesuatu yang menyebabkan suatu kegiatan tidak bisa berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini berhubungan dengan pembuatan kebaya. Kebaya merupakan salah satu materi pada matakuliah adibusana dari tiga materi yang lainnya seperti pembuatan bustier, dan gaun. Materi kebaya menjadi perhatian lebih pada matakuliah adibusana ini karena pada saat praktikum pembuatan kebaya banyak mahasiswa yang terlambat dalam penyelesaian dan pengumpulan tugas-tugasnya yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapakan. Hal ini diduga adanya hambatan terhadap proses belajar mahasiswa. Hambatan-hambatan tersebut akan berpengaruh juga pada penyebab keterlambatan pembuatan kebaya. Hambatan tersebut berupa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar tersebut terdiri faktor intern dan faktor ekstern. Berdasarkan latar belakang penjelasan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kondisi alamiah penyebab keterlambatan penyelesaian pembuatan kebaya yang dilakukan oleh Mahasiswa Tata Busana Pada Mata Kuliah Adibusana angkatan tahun 2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 sebanyak 39 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan 32 item. Instrumen angket ini diuji validasi dengan menggunakan validasi konstruk yang dinyatakan valid dan uji reliabilitas menggunakan uji test-retest yang kemudian dinyatakan reliabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan pembuatan kebaya pada mahasiswa S1 pendidikan tata busana angkatan tahun 2009 dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yang paling dominan terdiri dari faktor kesehatan sebesar 30,77% dari 39 responden dan faktor bakat sebesar 48% dari 39 responden. Sedangkan faktor ekstern yang paling dominan adalah faktor sarana dan prasaran sebesar 62% dari 39 responden
ANALISA PEMBUATAN CELANA PANJANG WANITA MENGGUNAKAN POLA SISTEM SOEKARNO DAN SISTEM PORRIE MULIAWAN DITINJAU DARI TITIK PAS (FITING FACTOR) UNTUK UKURAN "M" SNI
ABSTRAK Widiastutik, Yusnita. 2013. Analisa Pembuatan Celana Panjang Wanita Menggunakan Pola Sistem Soekarno dan Sistem Porrie Muliawan Ditinjau Dari Titik Pas (Fitting Factor) Untuk Ukuran M SNI. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Busana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (2) Dra. Nur Endah purwaningsih, M. Pd Kata kunci: Celana Panjang Wanita, Soekarno, Porrie Muliawan, Titik Pas (fitting factor). Celana merupakan busana luar yang menutupi badan bagian bawah mulai dari pinggang sampai batas mata kaki dan berbentuk pipa yang berguna untuk memasukkan kaki. Celana panjang wanita biasa disebut dengan slack, sedangkan celana panjang untuk pria disebut pantalon. Dalam pembuatan pola celana, ada banyak sistem pola yang bisa digunakan. Semua sistem pola mempunyai perhitungan sistematis yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, diantaranya pola sistem Soekarno dan pola sistem Porrie Muliawan, yang keduanya diharapkan dapat menghasilkan celana yang pas dibadan dan nyaman untuk dipakai. Pada pola celana panjang wanita sistem Soekarno dan sistem Porrie Muliawan terdapat perbedaan pada teknik pengambilan ukuran dan cara menggambar pola. Ukuran yang diperlukan dalam pembuatan celana panjang wanita menggunakan sistem Soekarno antara lain adalah lingkar pinggang, lingkar panggul, lingkar pesak, ½ lingkar paha, ½ lingkar lutut, ½ lingkar kaki, panjang lutut dan panjang celana. Ukuran yang diperlukan dalam pembuatan pola celana panjang wanita sistem Porrie Muliawan lebih sederhana, yaitu lingkar pinggang, lingkar panggul, tinggi panggul, tinggi duduk, panjang sisi dan lingkar pipa (lubang kaki). Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kuantitatif. Obyek pada penelitian ini adalah pola celana panjang wanita sistem Soekarno dan sistem Porrie Muliawan. Metode yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat titik pas (fitting factor) pada pola celana panjang wanita sistem Soekarno dan sistem Porrie Muliawan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil penilaian titik pas (fitting factor) celana panjang wanita menggunakan pola sistem Soekarno untuk ukuran “M” SNI dengan kriteria tepat sebesar 71,43%, kriteria kurang tepat 7,14%, dan kriteria tidak tepat sebesar 21,43%, sedangkan untuk pola sistem porrie Muliawan untuk ukuran “M” SNI dengan kriteria tepat sebesar 78,57 %, kriteria kurang tepat 21,43 %, dan kriteria tidak tepat sebesar 0%. Hasil pembuatan celana panjang wanita menggunakan pola sistem Soekarno ditinjau dari titik pasnya (fitting factor) untuk ukuran “M” SNI memiliki nilai mutlak/ penuh ditunjukkan oleh kedudukan lingkar lutut, kedudukan jatuhnya pipa celana dan kedudukan lingkar bawah kaki, sedangkan untuk pola sistem Porrie Muliawan memiliki nilai mutlak/ penuh ditunjukkan oleh kedudukan lingkar pinggang, dan lingkar paha.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA YANG SESUAI UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MEMBUAT HIASAN PADA BUSANA DI SMKN 5 MALANG
ABSTRAK Erni Budiarti.2012. Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, Pembimbing (II) Dra. Dwi Astuti SA, M.Kes. Kata Kunci : Siklus Belajar (Learning Cycle), Media yang sesuai, Proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana. Guru merupakan kunci kesuksesan dari proses dan hasil pembelajaran yang berlangsung dalam pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Guru seharusnya juga merupakan sosok yang patut dicontoh dan ditiru dalam segala tindakan dan dari aplikasi ilmu yang diberikan kepada peserta didik di sekolah.Seorang guru harus mampu mengetahui tentang ilmu yang disampaikan kepada peserta didik dengan benar. Seorang guru juga harus dapat mengambil tindakan apabila ada masalah dalam proses pembelajaran yang disampaikannya demi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut diatas maka guru harus profesional dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. Salah satu kegiatan keprofesionalan guru adalah dengan menerapkan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk menyelesaikan kekurangan atau adanya masalah pada proses pembelajaran dan hasil belajar yang tidak sesuai dengan harapan guru. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada pembelajaran Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana di SMKN 5 Malang, diketahui bahwa proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana belum sesuai harapan guru yaitu nilai siswa tidak hanya pada batas KKm. Pada proses pembelajaran peserta didik tidak tuntas sesuai SK (Standar Kompetensi) yang ada pada silabus dan hasil belajar peserta didik hanya pada batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 7,78. Berdasarkan masalah yang ada pada proses pembelajaran tersebut sebagai seorang guru, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran siklus (Learning Cycle) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran model Siklus Belajar (Learning Cycle) dengan menggunakan media yang sesuai yaitu media gambar-gambar, media fragmen dan media benda jadi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang Tahun Ajaran 2012-2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, karena peneliti lebih banyak mengumpulkan data baik dalam bentuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa kelas II semester III di SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah: (1). Observasi, digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, (2). Catatan lapangan, digunakan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam lembar observasi, (3). Hasil tes praktik, untuk mengetahui hasil belajar praktik pada akhir siklus belajar siswa, (4). Hasil tes tulis, untuk mengetahui hasil belajar teori pada akhir siklus belajar siswa. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari nilai rata-rata dan presentasenya. Hasil penilaian pada siklus I, antara lain adalah : (1). Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 75,7%. (2). Presentase keberhasilan observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 81,3%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 36,7%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 63,3%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus I masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Hasil penilaian pada siklus II, antara lain adalah (1). Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 87,5%. (2). Presentase keberhasilan observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 92,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 70%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 80%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus II lebih baik dan ada peningkatan dari siklus I tetapi masih perlu ditingkatkan lagi pada siklus III sebagai akhir siklus. Hasil penilaian pada siklus III, antara lain adalah (1). Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 93%. (2).Presentase keberhasilan observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 95,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 90%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus III sangat baik dan semakin menujukkan peningkatan yang lebih besar dari pada siklus I dan II namun demikian guru harus selalu mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan proses, hasil belajar dan belajar yang semakin baik lagi. Dengan demikian maka menunjukkan bahwa “Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang” dapat berhasil untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas XI semester III tahun ajaran 2012-2013
Eksplorasi Pewarnaan Alami Buah Pace (MORINDA CITRIFOLIA L) Menggunakan Fiksator Yang Berbeda Untuk Batik Tulis Di Pacitan
ABSTRAK Madyas, Shinta. 2012. Eksplorasi Pewarnaan Alami Buah Pace (MORINDA CITRIFOLIA L) Menggunakan Fiksator Yang Berbeda Untuk Batik Tulis Di Pacitan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, S.T., M.T., (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata Kunci: Eksplorasi, Pewarnaan alami, Buah Pace, Fiksator berbeda. Eksplorasi zat warna alam ini Sebagai upaya mengangkat kembali penggunaan zat warna alam untuk tekstil maka perlu dilakukan pengembangan zat warna alam dengan melakukan eksplorasi sumber zat warna alam dari potensi sumber daya alam lokal yang dimiliki. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alam adalah buah pace (Morinda citrifelia).Pewarnaan batik dengan menggunakan tanaman Pace sudah dilakukan di beberapa daerah tersebar di Indonesia.Namun demikian, pewarnaan yang ditemukan pada daerah-daerah tersebut baru sebatas memanfaatkan bagian akar dari tanaman pace. Sementara itu, untuk pemanfaatan buah pace sebagai sumber pewarna alam untuk batik saat ini sedang dirintis di Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Penelitian ini di fokuskan pada hasil warna buah pace dengan menggunakanfiksator yang berbeda, yaitu tunjung, kapur, tawas dan cuka untuk batik tulis di Pacitan.Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang di peroleh berupa hasil obserfasi. Pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan hasil pewarnaan. Untuk mengecek keabsahan data di lakukan trianggulasi data. Resep yang di gunakan adalah V 1:20, bahan ekstrak 200 gram, mordanting 20 gram soda abu dan 50 gram tawas, untuk fiksasi yang di gunakan 500 gram tunjung, 500 gram tawas, 500gram cuka dan 500 gram kapur dan 10 liter air, menggunakan 10 kali pencelupan. Berdasarkan resep tersebut di peroleh hasil, (1) Arah warna yang di hasilkan dari buah pace lebih mengarah ke warna khaki. (2) Hasil fiksasi menggunakan tunjung menghasilkan warna dark khaki, (3) Hasil warna tawas dan cuka menghasilkan warna yang sama yaitu khakitetapi labih muda, (4) Hasil warna kapur mengahsilkan warna khakimuda dan sedikit kemerahan.Fiksator tunjung lebih ke warna tua sedangkan untuk fiksator tawas, cuka dan kapur lebih ke warna muda. Warna yang dihasilkan dari pencelupan tersebut terlihat alamiah sehingga tidak ada kilau (doof).Hasil warna ini memiliki kerataan warna yang kurang baik di karenakan masih adanya lemak alami buah pace yang terkandung dalam ekstrak warna sehingga terdapat banyak bercak yang menempel
Faktor-faktor yang mempengaruhi Penyelanggaraan Menu Makanan Seimbang Balita di Desa Gunungsari Kota Batu
ABSTRAK Astuti, Yuli. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan menu makanan seimbang balita di desa Gunungsari Kota Batu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik , Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mazarina Devi, M. Si. (II) Dra.Wiwik Wahyuni M.Pd Kata Kunci: faktor-faktor penyelenggaraan menu, Makanan Seimbang, Anak Balita Penyelenggaraan menu makanan seimbang balita dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah pengetahuan gizi ibu dan sosial budaya. Kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat terpenuhi jika konsumsi makan balita terpenuhi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan menu makanan seimbang balita di desa Gunungsari Kota Batu. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh balita berusia 36-60 bulan di Desa Gunungsari Kota Batu yang berjumlah 58 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (angket), food recall dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda faktor pengetahuan gizi ibu berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, terbukti dengan sig. (p ttabel (2,004), dan faktor sosial budaya juga perpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, terbukti dengan sig. (p ttabel (2,004), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan gizi ibu dan sosial budaya berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan menu makanan seimbang balita, hal ini berarti bahwa pengetahuan gizi ibu dan keadaan sosial budaya yang baik akan menjadikan penyelenggaraan menu makanan seimbang balita juga lebih baik
Studi tentang Penguasaan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dalam PPL II 2012/2013 di SMKN 5 Malang
ABSTRAK Kurniawati, Tatik. 2013. Studi tentang Penguasaan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dalam PPL II 2012/2013 di SMKN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Penguasaan, Keterampilan Mengajar, PPL II PPL II merupakan jembatan bagi mahasiswa untuk penyatuan pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah dengan keadaan nyata yang akan diketemukan di lapangan. Pengetahuan tersebut adalah dalam hal mengajar. Salah satu tujuan PPL II adalah mahasiswa agar terampil melaksanakan pembelajaran dalam kerangka lesson study. S1 Pendidikan Tata Busana ini baru diselenggarakan oleh jurusan TI pada semester gasal 2007/2008. Dari hal tersebut, S1 Pendidikan Tata Busana telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan hanyalah angkatan 2007/2008 dan angkatan 2008/2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana dalam Praktik Pengalaman Lapangan II 2012/2013 Di SMKN 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel diambil menggunakan sampling purposive yaitu mahasiswa PPL S1 Pendidikan Tata Busana di SMKN 5 Malang. Instrumen penelitian berupa angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana dalam Praktik Pengalaman Lapangan II 2012/2013 Di SMKN 5 Malang: plan sebesar 66,68% dari yang diharapkan, do sebesar 69,89% dari yang diharapkan, dan see sebesar 44,31% dari yang diharapkan. Kesimpulan dari penelitian tentang penguasaan keterampilan mengajar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Busana dalam PPL II 2012/2013 di SMKN 5 Malang adalah plan dan do memperoleh predikat memuaskan sedangkan see memperoleh predikat kurang memuaskan pada kegiatan see pembelajaran sehari-hari berkerangka lesson study
Studi tentang Fasilitas Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3)pada Laboratorium Produksi Program Keahlian Tata Busana MK Negeri di Kota Malang
ABSTRAK Putri, Aprilia Rahayu. 2013. Studi tentang Fasilitas Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3)pada Laboratorium Produksi Program Keahlian Tata Busana MK Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd, (II) Agus Sunandar, S. Pd, M. Sn. Kata Kunci: Fasilitas, kesehatan keselamatan kerja (k3), laboratorium produksi, tata busana. Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) secara filosofis adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) antara lain perlindungan terhadap bahaya kebakaran, perlindungan terhadap bahaya listrik, dan kondisi lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keadaan fasilitas Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) pada laboratorium produksi SMK Negeri program keahlian Tata Busana di kota Malang untuk perlindungan bahaya kebakaran, bahaya listrik, dan kondisi lingkungan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah laboratorium produksi program keahlian Tata Busana pada SMK Negeri di kota Malang sejumlah tiga sekolah yaitu SMK Negeri 3, SMK Negeri5, dan SMK Negeri 7 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, pedoman observasi, dan dokumentasi berupa foto. Analisis data menggunakan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan jika fasilitas kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) laboratorium produksi program keahlian tata busana SMK Negeri di kota Malang untuk perlindungan bahaya kebakaran berdasarkan angket dalam kategori cukup sementara berdasarkan observasi dalam kategori kurang. Untuk fasilitas kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) laboratorium produksi program keahlian tata busana SMK Negeri di kota Malang untuk perlindungan bahaya listrik secara keseluruhan berdasarkan angket maupun observasi dalam kategori baik. Sedangkan fasilitas kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) laboratorium produksi program keahlian tata busana SMK Negeri di kota Malang untuk kondisi lingkungan kerja berdasarkan angket dalam kategori baik sementara berdasarkan observasi dalam kategori cukup. Saran yang dapat disampaikan adalah (1) pengelola fasilitas laboratorium, sekolah hendaknya memerhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3). (2) Hendaknya fasilitas untuk kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) yang masih kurang segera diperbaiki, dan yang sudah baik dijaga kondisinya agar tetap baik. (3) Sekolah hendaknya juga memberikan pengarahan kepada siswa tentang kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) di laboratorium dan mengajak siswa untuk ikut serta menjaga fasilitas yang sudah ada agar tetap baik kondisinya.
Relevansi Materi Pembelajaran pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) dengan Kurikulum (Kajian pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 3 Malang)
ABSTRAK Triyani, Luluk. 2012. Relevansi Materi Pembelajaran pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) dengan Kurikulum (Kajian pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 3 Malang). Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. Kata kunci: relevansi, BSE, kurikulum, SMK, jasa boga Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional) telah mengadakan buku teks yang dapat digunakan untuk SMK dalam bentuk software yang disebut Buku Sekolah Elektronik (BSE). BSE untuk SMK telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. BSE yang telah digunakan dalam proses pembelajaran yang telah berlangsung ±4 tahun perlu dievaluasi lagi kelayakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan relevansi materi pembelajaran BSE dengan Kurikulum SMKN 3 Malang, (2) mengidentifikasi materi pembelajaran yang ada dalam Kurikulum SMKN 3 Malang yang belum disajikan dalam BSE, dan (3) Mendeskripsikan materi pembelajaran dalam BSE yang tidak digunakan pada Kurikulum SMKN 3 Malang. Buku yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Buku Restoran Jilid 1-3 untuk Kompetensi Keahlian Jasa Boga. Kajian dilakukan didasarkan pada Kurikulum SMKN 3 Malang karena merupakan salah satu SMK yang menyediakan Kompetensi Keahlian Jasa Boga. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang dianalisis adalah BSE Restoran Jilid 1-3 untuk SMK pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan studi dokumenter. Dokumen yang digunakan berupa Silabus SMKN 3 Malang dan BSE Restoran Jilid 1-3. Teknik analisis data dimulai dari menghitung jumlah materi pembelajaran yang relevan dengan kurikulum, mempersentasikan jumlah topik materi yang relevan dengan kurikulum, dan mengklasifikasikannya pada kriteria tingkat relevansi materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) relevansi materi pembelajaran pada BSE Restoran Jilid 1-3 dengan Kurikulum SMKN 3 Malang untuk Kompetensi Keahlian Jasa Boga tergolong cukup relevan (43%). (2) Materi yang belum disajikan pada BSE Restoran Jilid 1-3 sebesar 57%, dikarenakan antara lain: (a) BSE diterbitkan satu bulan sebelum kurikulum diperbaharui menjadi “Spektrum SMK 2008” yang sekarang dipakai oleh SMK, (b) keterbatasan jumlah buku (3 buku) yang tidak dapat menampung semua materi yang diperlukan untuk 9 SK (mata pelajaran), dan (c) perumusan materi pembelajaran yang kurang lengkap . (3) Materi pada BSE yang tidak digunakan berdasarkan Kurikulum SMKN 3 Malang adalah materi Pasta dan Minuman Alkohol. Materi Pasta tidak digunakan karena tidak diajarkan di SMKN 3 Malang sedangkan materi Minuman Alkohol memang tidak ada dalam Spektrum SMK 2008 sehingga pada Kurikulum SMKN 3 Malang juga tidak ada. Diharapkan kepada pihak SMKN 3 Malang untuk dapat menyediakan buku lain untuk menunjang atau melengkapi materi yang dibutuhkan. Analisis BSE Restoran 1-3 perlu dilakukan oleh peneliti selanjutnya pada setting (SMK) atau kriteria analisis yang berbeda. Bagi BSNP dan penerbit diharapkan melengkapi materi-materi yang ada di BSE Restoran Jilid 1-3 yang dibutuhkan di SMK pada Kompetensi Keahlian Jasa Boga sehingga keberadaan BSE akan benar-benar dirasakan manfaatnya di SMK
Profil Pelaksanaan Pembelajaran dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja pada Sekolah Menengah Kejuruan Di Kota Malang
ABSTRAK Hardiani, Nia Sasi. 2013. Profil Pelaksanaan Pembelajaran dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja pada Sekolah Menengah Kejuruan Di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik , Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra.Wiwik Wahyuni M.Pd (II) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T Kata Kunci: Pelaksanaan pembelajaran, sumber belajar, tenaga pendidik, penilaian hasil belajar Profil pelaksanaan pembelajaran di SMK berkaitan dengan kesiapan peserta didik dalam memasuki dunia usaha maupun dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber belajar yaitu kondisi sarana dan prasarana; pengembangan SDM; proses pembelajaran; dan penilaian hasil belajar untuk menyiapkan lulusan siap kerja pada sekolah menengah kejuruan di kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian diskriptif kualitatif karena data yang diperoleh dalam bentuk verbal dan dianalisis secara diskriptif. Rancangan penelitian ini adalah deskriftip kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sebagian besar sekolah telah memasang LCD untuk tiap-tiap kelas sebagai media pembelajaran, sebagian masih belum memiliki laboratorium praktik tata hidang, sedangkan untuk alat besar maupun alat kecil perlu ditambah atau dilengkapi, (2) Tenaga pendidik khususnya guru produktif kopetensi keahlian jasa boga SMK di Kota Malang sebagian besar telah memiliki kualifikasi sesuai dengan instruksi pemerintah yaitu S1(sarjana), (3) Kurikulum dan pembelajaran SMK di Kota Malang pada umumnya sudah menerapkan kurikulum KTSP berbasis karakter, dari segi perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran SMK di Kota Malang mempunyai kesamaan, pengadaan sumber belajar masih perlu dikembangkan (4) penilaian hasil belajar siswa SMK di Kota malang cukup bervariasi. Pelaksanaan pembelajaran yang baik serta didukung oleh komponen pembelajaran yang baik diharapkan membekali peserta didik siap bersaing didunia usaha maupun dunia industri sesuai dengan tujuan sekolah menengah kejuruan.