SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Pengaruh Minat, Motivasi Belajar, Dan Kelengkapan Sarana Laboratorium Produksi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Usaha Jasa Boga Pada Siswa Di SMK Negeri 2 Malang.
ABSTRAK Hidayatullah, Noer Amin. 2012. Pengaruh Minat, Motivasi Belajar, Dan Kelengkapan Sarana Laboratorium Produksi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Usaha Jasa Boga Pada Siswa Di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: minat belajar, motivasi belajar, kelengkapan sarana laboratorium produksi, hasil belajar. Minat dan motivasi merupakan faktor internal yang berperan dalam proses pencapaian hasil belajar. Sedangkan sarana laboratorium merupakan faktor eksternal berfungsi sebagai ruang tempat peserta didik menggali ilmu pengetahuan dan meningkatkan keahlian melalui praktik, latihan, penelitian, percobaan. Faktor internal dan eksternal yang baik pada sistem pengajaran menjadi pendorong bagi siswa agar dapat lebih leluasa dalam melakukan dan menemukan berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikannya. Dalam hal ini siswa lebih terdorong untuk meraih hasil belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa, 2) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, 3) pengaruh kelengkapan sarana laboratorium produksi terhadap hasil belajar siswa, 4) pengaruh secara simultan minat belajar, motivasi belajar, dan kelengkapan sarana laboratorium produksi terhadap hasil belajar mata pelajaran produktif usaha jasa boga di SMK Negeri 2 Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kausatif. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan jasa boga kelas XII sebanyak 76 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling populasi sebanyak 76 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar, motivasi belajar, dan kelengkapan sarana laboratorium produksi. Sedangkan data hasil belajar diambil dari nilai ujian tengah semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XII Jasa Boga di SMK Negeri 2 Malang (1) memiliki minat belajar yang tinggi dengan persentase 60,53%. Ini berarti rata-rata siswa memiliki minat belajar yang tinggi. (2) memiliki motivasi yang tinggi dengan persentase 67,11%. Ini berarti rata-rata siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. (3) menyatakan bahwa kelengkapan sarana laboratorium produksi dalam kategori cukup lengkap dengan persentase 80,26%. Ini berarti rata-rata kelengkapan laboratorium produksi jasa boga cukup lengkap. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 1) pengaruh yang segnifikan minat terhadap hasil belajar pada mata pelajaran usaha jasa boga siswa kelas XII SMK Negeri 2 Malang, 2) pengaruh yang segnifikan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran usaha jasa boga siswa kelas XII SMK Negeri 2 Malang, 3) pengaruh yang segnifikan kelengkapan sarana laboratorium produksi di SMK Negeri 2 Malang terhadap hasil belajar pada mata pelajaran usaha jasa boga siswa kelas XII, 4) pengaruh yang segnifikan secara simultan minat, motivasi belajar dan kelengkapan sarana laboratorium produksi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran usaha jasa boga terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK Negeri 2 Malang. Bagi pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa serta memperhatikan kelengkapan sarana laboratorium produksi untuk tercapainya prestasi belajar siswa yang diharapkan. Bagi siswa senantiasa rajin dan giat dalam belajar dan pembelajaran di sekolah dengan minat dan motifasi yang tinngi agar tercapai hasil belajar yang memuaskan
Profil Usaha Butik di Kota Malang
ABSTRAK Mustikasari, Lelly. 2013. Profil Usaha Butik di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes. Kata Kunci: Profil, Butik Butik merupakan toko pakaian yang bersifat eksklusif. Keeksklusifan tersebut dapat dilihat dari desain yang elegan, penggunaan material yang berkualitas, serta hasil jahitan yang rapi. Produk busana yang diproduksi butik tidak dilakukan secara massal, melainkan diproduksi secara ekslusif dengan di desain khusus oleh desainer. Pada proses penyelesaian busana butik lebih cenderung menggunakan jahitan tangan, dikarenakan busana butik mengedepankan kualitas kerapihan serta kehalusan dari hasil jadi busana tersebut. Maraknya pendirian usaha butik di kota Malang secara tidak langsung berdampak pada perekonomian serta perkembangan mode khususnya di kota Malang. Semakin banyak didirikannya usaha butik di kota Malang dapat menciptakan peluang membuka lapangan pekerjaan baru, serta dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di kota Malang. Akan tetapi bertambahnya usaha butik tersebut, tidak diimbangi dengan kualitas produk yang seharusnya ditawarkan pada sebuah usaha butik. Beberapa butik yang mengatasnamakan usahanya sebagai butik namun tidak sesuai dengan kriteria dari usaha butik yang sebenarnya. Profil usaha dalam penelitian ini meliputi konsep usaha butik dan manajemen usaha butik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil usaha butik di kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah butik di kota Malang yang sesuai dengan kriteria dan syarat sebuah butik sejumlah 11 butik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pernyataan sebanyak 56 item. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas konstruk, dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas test-retest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada konsep usaha butik, presentase tertinggi pada indikator produk. Produk butik mencirikhaskan kesan eksklusif. Dimana model busana butik eksklusif atau tidak dibuat secara massal, didesain oleh desainer pemiliki butik, selain itu produk yang ditawarkan butik di kota Malang merupakan produk dengan kualitas bahan bermutu tinggi. Produk dikemas dengan kemasan yang mencirikhaskan citra produk butik. Sebagian besar usaha butik didirikan dengan menggunakan modal tunggal. (2) Pada manajemen usaha butik presentase tertinggi pada indikator manajemen produksi. Sistem produksi pada usaha butik dibuat berdasarkan ukuran tubuh tertentu seseorang atau ukuran standar. Promosi yang banyak dilakukan oleh usaha butik di kota Malang melalui barter promosi pada penyelenggaraan peragaan busana atau sponsorship, hal ini bertujuan agar memperluas daerah pemasaran. Target pasar usaha butik adalah kalangan menengah ke atas. Penempatan karyawan sesuai keahlian yang dimilikinya merupakan salah satu strategi dalam menajemen SDM. ABSTRACT Mustikasari, Lelly. 2013. Profile of Boutique Business at Malang City. Thesis, Department of Industry Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes. Keywords: Profile, Boutique Boutique is an exclusive cloth shop. This exclusivity can be seen from elegant design, quality of material utilization, and also neatly stitches. Cloth product that produced in the boutique not massively produced, but it produced exclusively and especially designed by the designer. In the finishing process of clothes in the boutique more tend to use hand stitches, it is caused the boutique clothes precipitate neat quality and also the softness from the product result of that boutique clothes. The growing of boutique business in Malang City indirectly will affect to the economy and also mode development, especially in Malang City. The more boutique business in Malang City, it can create the opportunity of new field work, and also it can decrease the unemployed level in Malang City. But, in this boutique growing in Malang City, it is not balanced with product quality that should be offered to a boutique business. Many boutiques said that their business is a boutique, but it is not suitable with criteria from the truly boutique business. Business profile in this research including boutique business concept and boutique business management. The aim of this research is to describe boutique business profile in Malang City. This research included into research type of quantitative descriptive. Population in this research is boutiques in Malang City that suitable with the criteria and requirement of a boutique, population number is 11 boutiques. Instrument that used in this research is closed questionnaire, with the number of statement is 56 items. This questionnaire examined its validity using construct validity, and revealed as valid, whereas the reability is tested using test-retest reability. Research result shows that (1) In the concept of boutique business, the highest percentage is in product indicator. Boutique product characterized as an exclusive impression. Weather the boutique cloth is exclusive or not, it is not massively produced and designed by the designer of boutique owner, beside that the product that offered in the boutique in Malang City is a product with high material quality. This product packaged with the package that characterizing the boutique product image. Most of boutique business established suing single capital. (2) in the boutique business management, the highest percentage is in production management indicator. Production system in this boutique business made based on current body shape of a person or standard size. Promotion that mostly conducted by the boutique business in Malang City is through promotion barter in the runway show or sponsorship, it is aimed to extend marketing area. Market target of this boutique business is among middle-up. The employee placement is suitable with the skill that they have, it is one of strategy in the Human Resource management.
PEMETAAN PRODUK UNGGULAN BATIK TULUNGAGUNG
ABSTRAK Sukamto, Rismada, Tisna.2013. Pemetaan Produk Unggulan Batik Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: pemetaan produk, unggulan, batik Tulungagung Batik unggulan Tulungagung merupakan batik tulis dengan teknik pewarnaan tradisional. Sentra batik Tulungagung ada di tiga daerah batik yaitu, Kalangbret, Ringinpitu, dan Majan. Upaya pelestarian batik unggulan Tulungagung tidak terlepas dari persepsi masyarakat terhadap citra batik unggulan Tulungagung itu sendiri. Oleh karena itu penelitian tentang pemetaan produk unggulan batik Tulungagung penting dilakukan sebagai pijakan dasar mengetahui posisi produk unggulan batik Tulungagung. Fokus penelitian adalah melakukan pemetaan produk unggulan batik yang ada di wilayah Majan, Kalangbret, dan Ringinpitu Kabupaten Tulungagung. Pemetaan produk adalah pembagian wilayah serta pengelompokan hasil produk. Pemetaan produk dibuat berdasarkan pada persepsi konsumen. Produk unggulan diartikan sebagai kemampuan suatu daerah menghasilkan produk berdaya saing tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai observer yang melakukan observasi mendalam pada subjek dengan berpedoman pada pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data. Data yang berupa catatan observasi dan transkrip wawancara dianalisis menggunakan analisis data melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian: Pertama, Produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi yang bagus terhadap warna, bahan, motif, keawetan, dan proses pembuatan batik unggulan Tulungagung; kedua, Produsen menilai sangat penting terhadap segala aspek yang mempengaruhi produk unggulan batik dan juga sangat puas tehadap hasil produk unggulan batik dari ketiga daerah batik yaitu Kalangbret, Ringinpitu, dan Majan; ketiga, produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi tidak mementingkan faktor harga terhadap batik unggulan Tulungagung karena mereka menjual kualitas bukan mengedepankan; keempat, hargadaya beli pasar lokal pada batik unggulan Tulungagung rendah, tetapi daya jual pada luar daerah dinilai bagus; kelima, Batik unggulan Kalangbret yakni Batik Bunga Kupu-Kupu dan Batik Sekar Jagad Kipas memiliki pewarna paling baik, yaitu 100% pewarna alami; keenam, persepsi produsen, konsumen, dan dinas terkait yang berupa hasil pemetan prroduk menunjukkan peringkat pertama batik unggulan Tulungagung adalah batik Kalangbret yaitu Batik Bunga Kupu-Kupu dan Batik Sekar Jagad Kipas. Dari hasil penelitian ini diharapkan produsen dapat memperbaiki dan mempertahankan produknya dan juga pemerintah setempat melalui dinas terkait dapat digunakan untuk mengambil kebijakan peningkatan mutu produk unggulan yang ada di Kabupaten Tulungagung. ABSTRACT Sukamto, Rismada, Tisna.2013. Product Mapping of Superior Batik Tulungagung. Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (1) Anik Dwiastuti, ST., MT, (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: mapping products, superior, Batik Tulungagung Superior Batik of Tulungagung is batik painting with traditional staining techniques. Tulungagung’s batik center located in three areas, Kalangbret, Ringinpitu, and Majan. Tulungagung’s superior batik preservation efforts cannot be separated from the public perception of the image of Tulungagung’s superior batik itself. Therefore, research on mapping the superior batik product of Tulungagung is important to do as the basic foundation to know about Tulungagung’s batik superior product position. The focus of the study is to map the superior batik product in Majan, Kalangbret, and Ringinpitu in Tulungagung’s regency. Mapping product is zoning products and grouping the product results. Mapping products are made based on consumer perceptions. The superior product in this study is defined as the ability of an area to produce high competitiveness product. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research instrument is the researcher herself as an observer who perform deep observations on the subject based on the observation guidance. The data was collected through direct observation, interviews, and documentation. To maintain the validity of the data, performed the triangulation data activities. Observation data in the form of notes and interview transcripts were analyzed using analysis of data through several stages yaitu data reduction, data display, and conclusion Based on the analysis of data, obtained conclusion as the following results: Pertama, Produsen, konsumen, dan dinas terkait mempunyai persepsi yang bagus terhadap warna, bahan, motif, keawetan, dan proses pembuatan batik unggulan Tulungagung. Secondly, Producers consider its very important and they were very satisfied to this superior batik product from the three batik regions (Kalangbret, Ringinpitu, and Majan); Third, producers, consumers, and related agencies have not concerned with the perception of the price of Tulungagung’s superior batik, because they sell quality instead of forward prices; fourth, prices on the local market purchasing power of Tulungagung’s superior batik is low, but the selling power outside the region considered good; fifth, The superior Batik from Kalangbret namely, Batik Bunga Kupu-Kupu and Batik Sekar Jagad Kipas has the best coloring, which is 100% of natural color; Sixth, perceptions of producers, consumers, and related agencies in the form of product mapping results show first ranked from superior batik of Tulungagung. They are Kalangbret’s batik for the Butterfly Flower Batik and Batik Sekar Jagad Kipas. From the results of the mapping study Tulungagung’s superior batik product is expected the producers to can improve and maintain his products and also the local government through the relevant agencies can be used to take the policy to improve the quality of existing superior products in Tulungagung
Analisis Fitting Faktor Blazer Menggunakan Pola Sistem "RIEEL Tailor" Pada Berbagai Postur Tubuh Wanita
ABSTRAK Chahyani, Dwi, Wulan. 2013. Analisis Fitting Faktor Blazer Menggunakan Pola Sistem “RIEEL Tailor” Pada Berbagai Postur Tubuh Wanita. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Anik Dwiastuti, ST, MT. Kata Kunci: Pola Blazer “RIEEL Tailor”, 5 PosturTubuhWanita, Fitting Faktor Pola adalah suatu potongan kain atau potongan kertas, yang dipakai sebagai contoh untuk membuat baju ketika bahan digunting. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti ukuran bentuk badan tertentu, sesuai dengan ukuran si pemakai. Fungsi pola ini sangat penting artinya bagi seseorang yang ingin menjahit pakaian dengan bentuk serasi mengikuti lekuk tubuh, serta membuat potongan lain dengan bermacam-macam model yang dikehendaki. Salah satu busana yang banyak yang digemari banyak kaum wanita karena bentuknya yang mengikuti lekuk tubuh ialah blazer. Blazer merupakan busana berbentuk jas atau semi jas, yang dapat dikenakan pada berbagai macam kesempatan, baik acara resmi maupun santai tergantung bahan dan model yang digunakan. Pembuatan pola blazer sangat penting untuk menghasilkan blazer yang bagus. Pola yang digunakan sangat mempengaruhi hasil jadi blazer. Pola blazer sistem “RIEEL Tailor” merupakan pola blazer yang praktis dan mudah diingat karena pembuatannya tanpa membuat pola dasar badan terlebih dahulu. Pola Blazer system “RIEEL Tailor” diujicobakan pada lima postur tubuh wanita yaitu, ideal, tinggi kurus, tinggi gemuk, pendek kurus, dan pendek gemuk. Ketepatan suatu busana dapat diukur dari titik pas atau fitting faktor. Fitting faktor adalah suatu lokasi atau titik pas pada busana yang menentukan sesuai atau tidaknya pola tertentu, untuk bentuk tubuh yang memakainya. Ketepatan posisi atau titik pas suatu busana dapat dilihat melalui pengepasan dengan cara memakaikan busana jadi yang dibuat menggunakan pola tertentu pada tubuh seseorang atau pada paspop. Dalam penelitian ini titik pas atau fitting faktor blazer menggunakan titik pas atau fitting faktor menurut Bapak Drs.Wahyanto yaitu pemilik sekaligus pengelola “RIEEL Tailor”. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis fitting faktor pada pembuatan blazer dengan menggunakan pola sistem “RIEEL Tailor”. Ditinjau dari pendekatannya penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dasar dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk analisis datanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hasil analisis fitting faktor pada pembuatan blazer dengan menggunakan pola sistem “RIEEL Tailor” yang dibuat pada lima postur tubuh wanita. Hasil kelima blazer yang telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa pola blazer system “RIEEL Tailor” lebih cocok untuk postur tubuh yang cenderung ideal dan kurus serta kurang cocok untuk postur tubuh yang cenderung gemuk. Hal tersebut didukung beberapa hal antara lain: (1) Posisi lebar punggung dan lebar muka terlalu lebar, pada proses pembuatan pola untuk membentuk kerung lengan, bagian pangkal bahu dan titik lingkar badan dihubungkan namun pada posisi ini lingkar badan terlalu lebar sehingga apabila menghubungkan titik pangkal bahu dan titik lingkar badan terlalu lengkung dan tidak luwes, sehingga perlu dikeluarkan sedikit untuk menunjang bentuk kerung lengan, namun hasilnya lebar punggung dan lebar muka menjadi terlalu lebar. (2) Posisi panjang siku dan panjang lengan kurang tepat, hal ini disebabkan karena cara mengambil ukuran dengan menyambungkan metlyn tanpa terputus, mulai dari rendah bahu menuju pangkal bahu, panjang siku, dan panjang lengan, dalam proses pengukuran tersebut bisa saja metlyn bergeser dan merubah ketepatan ukuran yang sebenarnya. (3)Pola lengan bagian titik G atau pergelangan tangan kebawah turun 1,5 cm dan bagian bawah potongan lengan turun 1 cm, saat menjahit apabila ke dua titik ini dihubungkan maka akan terjadi selisih 0,5 cm. (4)Posisi lingkar pinggang terlalu naik dari posisi yang sebenarnya, hal ini disebabkan cara pengambilan ukuran yang kurang sesuai, cara mengambil ukuran lingkar pinggang diambil dari lengkuk terdalam punggung, sedangkan pada tubuh gemuk yang digunakan sebagai model, bagian lengkuk terdalam punggung tidak nampak, sehingga posisi lingkar pinggang tidak bisa terlihat. (5)Posisi saku yang kurang turun, untuk postur tubuh ideal, tinggi kurus, tinggi gemuk dan pendek kurus posisi saku kurang turun 3-4 cm. Namun pada postur tubuh pendek gemuk posisi saku tepat. (6)Pemilihan bahan yang kurang tepat. Pembuatan blazer dalam penelitian ini menggunakan kain drill. Jenis kain drill ternyata kurang cocok untuk pembuatan blazer, karena sifatnya yang kaku dan jatuhnya pada badan kurang bagus.Berdasarkanbeberapa hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa cara mengambil ukuran, pembuatan pola, dan pemilihan bahan yang tepat sangat mempengaruhi hasil akhir suatu blazer
Hubungan antara Kemandirian Belajar dan Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar Mengolah Makanan Kontinental Siswa Kelas X dan XI Prodi Jasa Boga SMK N 1 Lamongan
ABSTRAK Restayanti, Evi Dwi. 2013. Hubungan antara Kemandirian Belajar dan Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar Mengolah Makanan Kontinental Siswa Kelas X dan XI Prodi Jasa Boga SMK N 1 Lamongan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd. Kata Kunci: kemandirian belajar, lingkungan sekolah, prestasi belajar, mengolah makanan kontinental Prestasi belajar dalam mata pelajaran mengolah makanan kontinental merupakan hasil sewaktu mengikuti kegiatan pembelajaran mengolah makanan kontinental. Pada kegiatan pembelajaran diperlukan sikap seorang siswa untuk belajar mandiri. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh stimulus yang berasal dari lingkungan. Lingkungan dapat berasal dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan: (1) kemandirian belajar (X1) dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental (Y), (2) lingkungan sekolah (X2) dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental (Y), (3) kemandirian belajar (X1) dan (X2) secara simultan dengan prestasi belajar (Y). Jenis penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian deksriptif korelasional. Objek penelitian semua siswa kelas X dan XI Program Studi Jasa Boga SMK N 1 Lamongan sebanyak 74 siswa. Jenis penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan spss 16 for windows. Analisis diperoleh dengan menggunakan analisis korelasi parsial dan regresi linier ganda. Hasil penelitian yaitu (1) X1 sebesar 47 responden dan termasuk dalam kategori tinggi, (2) X2 sebesar 24 responden dan termasuk dalam kategori sedang, (3) Y sebesar 72 orang dan termasuk kategori baik sekali, (4) X1 memiliki hubungan secara rendah dan positif dengan Y, (5) X2 memiliki hubungan secara rendahdan positif dengan Y, (6) X1 dan X2 memiliki hubungan yang kuat dan positif secara simultan dengan Y. Kesimpulan penelitian antara lain: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental siswa kelas X dan XI prodi jasa boga di SMK N 1 Lamongan, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental siswa kelas X dan XI prodi jasa boga SMK N 1 Lamongan, (3) terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara kemandirian belajar dan lingkungan sekolah dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental siswa kelas X dan XI prodi jasa boga SMK N 1 Lamongan.
PERSEPSI MAHASISWA TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TENTANG KESENIAN TARI TOPENG MALANG SEBAGAI SUMBER IDE DALAM MERANCANG BUSANA
ABSTRAK Fitriati, Dian Wahyu. 2012. Persepsi Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang tentang Kesenian Tari Topeng Malang sebagai Sumber Ide dalam Merancang Busana. Skripsi, Jurusan Tata Busana, Program Studi S1 pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn, (II) Dra. Agus Hery Supadmi I, M. Pd. Kata Kunci: Persepsi, Tari Topeng Malang, Sumber ide merancang busana Ide dalam merancang busana adalah hal pokok yang harus dimiliki oleh para desainer, sebab sebuah karya yang bagus muncul dari ide yang kreatif dan inovatif sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Sumber ide dalam merancang busana bisa tumbuh dari dalam diri sendiri, lingkungan sekitar, pengalaman, busana adat atau busana kesenian daerah. Kesenian Tari Topeng Malang adalah salah satu kesenian yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah daerah Malang. Sebagai Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang, selayaknya kita ikut melestarikan kesenian tersebut sesuai dengan bidang busana karena salah satu sumber ide bisa muncul dari lingkungan sekitar. Busana yang digunakan dalam kesenian tersebut mempunyai makna dan perlambang tertentu sesuai dengan tema kesenian. Busana yang ada didalam Tari Topeng Malang bisa dijadikan refernsi dalam merancang sebuah karya dalam bidang busana, sebab fashion yang berkembang saat ini banyak yang berkiblat pada fashion luar negeri dan kurang memasukkan unsur-unsur kesenian daerah di dalamnya, padahal kekayaan yang ada dalam kesenian daerah sendiri layak untuk di jadikan referensi bagi pecinta fashion. Penelitian ini membahas tentang bagaimana persepsi Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang tentang Busana Tari Topeng Malang sebagai Sumber Ide dalam Merancang Busana. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif . Penelitian ini terdiri dari satu variabel yaitu persepsi tentang busana Tari Topeng Malang sebagai sumber ide dalam merancang busana. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena subjek penelitian kurang dari 100 orang, yakni 49 responden.Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket (kuesioner tertutup) dengan alternatif jawaban yang sudah disediakan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa tentang busana Tari Topeng Malang baik dan bisa dijadikan dalam sumber ide merancang busana dengan memberikan kontribusi nilai sebesar 79,59%. Untuk mengukur persepsi mahasiswa diperoleh dari informasi tentang busana Tari Topeng Malang dimana informasi diperlukan untuk memberi pengetahuan tentang busana Tari Topeng Malang, dalam hal ini persepsi mahasiswa tentang informasi baik dengan memberikan kontribusi nilai sebesar 81,63%. Kemudian Pengelompokan busana Tari Topeng Malang, mahasiswa mempunyai persepsi yang baik dengan memberikan kontribusi nilai sebesar 87,76% dan untuk sumber ide kontribusi nilai yang diberikan sebesar 79,59%, Hal ini menunjukkan bahwa busana Tari Topeng Malang bisa dijadikan sumber ide dalam merancang busana
Studi Tentang Pengelolaan Event Karnaval Pada Jember Fashion Carnaval (JFC)
ABSTRAK Prastiana, Vita. 2012. Studi Tentang Pengelolaan Event Karnaval Pada Jember Fashion Carnaval (JFC). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Kata kunci: pengelolaan, event, jember fashion carnaval (jfc) Jember Fashion Carnaval merupakan fashion carnaval pertama di Indonesia yang diselenggarakan di kota Jember. Tema yang digunakan oleh JFC setiap tahunnya selalu berbeda-beda dengan melihat perkembangan yang terjadi pada saat tema dibuat, para peserta JFC diberi berbagai pelatihan tanpa dipungut biaya kecuali untuk mendanai sendiri kostum yang dipakai pada saat showtime, pembuatan kostum tidak hanya menggunakan bahan baru tapi juga dapat memanfaatkan bahan bekas yang dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga menjadi barang yang bermanfaat dan indah. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan JFC, mendeskripsikan pengorganisasian JFC, mendeskripsikan pelaksanaan JFC dan mendeskripsikan evaluasi kegiatan JFC. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif tingkat sederhana tanpa menggunakan pendekatan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumen dan pelaksanaan Fokus Group Discution (FGD) dengan beberapa informan. Lokasi penelitian di Dynand Fariz International High Fashion Center yang merupakan kantor dari Jember Fashion Carnaval Center yang terletak di Gunung Batu Permai A1.B Jember, Jawa Timur. Paparan hasil penelitian ini hasil dari pengambilan data di lokasi penelitian, pengelolaan fashion carnaval ini diawali dengan perencanaan yang beruntun, mulai dari penentuan tema yang selalu berubah-ubah, berbagai pelatihan yang nantinya dikompetisikan/olimpiade, presentasi kostum dan penilaian kostum serta performance pada saat grand jury. Pengorganisasian Jember Fashion Carnaval keanggotaanya setiap tahun selalu berubah karena sering keluar masuknya para anggota JFC. Kepanitiaan JFC juga terdiri dari peserta JFC yang sudah pernah mengikuti JFC sebelumnya atau peserta JFC senior dan pernah mendapatkan juara di setiap kompetisi. Pelaksanaan JFC diselenggarakan sehari sebelum showtime yaitu press conference yang diselenggarakan di Dynand Fariz Center yang dilanjutkan dengan general rehearsal di central park dan diakhiri dengan renungan malam. Pada hari H, peserta JFC melakukan preparation showtime dengan melakukan make up dan prepare kostum hingga waktu showtime tiba. Seminggu setelah berakhirnya showtime JFC, diselenggarakan JFC Awarding yang merupakan penghargaan bagi peserta yang berprestasi. Kegiatan terakhir dari pengelolaan JFC adalah pengevaluasian kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengevaluasian di JFC dibagi menjadi 2 evaluasi yaitu, evaluasi per sesi dan evaluasi akhir yang dilaksanakan setelah kegiatan JFC Awarding
PELAKASANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL TATA BOGA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 JOMBANG
ABSTRAK Amalah, Nining Nur. 2013. Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Tata Bogadi SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Skripsi Jurusan teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H.Amat Nyoto, M. Pd., (2) Dra. Teti Setiawati, M. Pd. Kata kunci: Muatan lokal, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tata boga di SMAMuhammadiyah 1 Jombang bertujuan agar peserta didik memiliki pengetahuandan keterampilan di bidang makanan dan minuman, serta mengembangkanpotensi yang ada pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperencanaan pembelajaran muatan lokal tata boga, pelaksanaannya dalamkegiatan pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran muatan lokal tata boga.Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan muatan lokal tata boga di SMAMuhammdiyah 1 Jombang. Sub variabel terdiri dari: (1) PerencanaanPembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi. Penelitiandilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Subyek penelitian gurupengajar muatan lokal tata boga. Instrumen penelitian menggunakan pedomandokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakanyaitu analisis deskriptif.Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Silabus yang dibuat guru pengajar muatan lokal tata boga termasuk dalam kualifikasi baik, namun standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam silabus tidak sesuai dengan potensi daerah yang ada; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru pengajar muatan lokal tata boga termasuk dalam kualifikasi baik; (3) Pelaksanaan Pembelajaran teori dan praktik muatan lokal tata boga termasuk dalam kualifikasi sangat baik; (4) Pelaksanaan muatan lokal tata boga masih tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat; (5) Kelemahan dari pelaksanaan pembelajaran yang ditetapkan adalah sarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran muatan lokal tata boga masih belum maksimal; (6) Evaluasi pembelajaran siswa melalui nilai muatan lokal tata boga dari hasil pembelajaran teori lebih dari setengah (69%) responden mendapat predikat lulus amat baik, dan pembelajaran praktik sebagian besar (66%) responden mendapat predikat lulus cukup.Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran muatan lokal tataboga dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta evaluasipembelajaran termasuk dalam kualifikasi sangat baik dan pembelajaran berjalandengan baik
Pengembangan Media Animasi Sulam Pita Pada Peserta Didik Kelas XI Busana ButikDi SMK N 5 Malang
ABSTRAK Wiragustin, R. S. 2012. Pengembangan Media Animasi Sulam Pita Pada Peserta Didik Kelas XI Busana ButikDi SMK N 5 Malang. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Media Animasi, Sulam Pita Penelitian Pengembangan Media Animasi Sulam Pita bertujuan mengembangkan produk berupa media pembelajaran yang berisi materi sulam pita dengan menggunakan teknik animasiyang terdapat dalam Standar Kompetensi Membuat Hiasan pada Busana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Malang.Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media animasi ini mengadopsi enam dari sepuluh langkah pengembangan model Dick and Carey. Keenam langkah tersebut dapat menentukan strategi pembelajaran dan media yang sesuai untuk mencapai tujuan akhir dari pembelajaran, yaitu pembelajaran mandiri dengan menggunakan multimedia interaktif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket yang diberikan kepada ahli media, ahli materi, dan peserta didik disertai dengan penayangan media animasi sulam pita yang telah dibuat. Validator dalam penelitian pengembangan ini meliputi ahli materi, dan ahli media, yang memvalidasi kelayakan materi dan media dari produk yang dihasilkan. Sedangkan subjek coba dalam penelitian pengembangan ini dilakukan pada peserta didik. Uji coba dilakukan kepada peserta didik dengan tujuan menilai segi ketertarikan, kemudahan dalam penggunaan, dan manfaat dari media animasi yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa penelitian pengembangan yang dilakukan dinyatakan layak oleh ahli media (91,4%), ahli materi (81,3%), dan peserta didik (86,14%), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media animasi sulam pita layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, diharapkan pengujian lapangan, evaluasi dan revisi produk lebih lanjut tetap dilakukan, agar media yang dikembangkan dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar
Studi Tentang Penyelenggaraan D’zes Distro (Distribution Store) Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Beladina, Cahyo Rahadiyanti. 2013. Studi Tentang Penyelenggaraan D’zes Distro (Distribution Store) Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery S.I., M.Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata Kunci: studi, peyelenggaraan, distro. Distro merupakan singkatan dari distribution store atau distribution outlet adalah sejenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesories yang dititipkan oleh pembuat pakaian,atau diproduksi sendiri. Distro pada umumnya merupakan industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di bidang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk. Keeklusifan tersebut dapat dilihat dari desain yang tidak pasaran, material yang berkualitas, serta hasil jahitan yang rapi. D’zes merupakan usaha dibidang busana yang mempunyai prospek yang bagus sebagai sarana bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha dibidang busana. D’zes merupakan sumber untuk menuangkan bakat serta minat dari mahasiswa Universitas Negeri Malang khususnya jurusan Tata Busana untuk belajar berwirausaha. Dengan kemampuan serta ketrampilan dalam bidang busana yang dimiliki, mahasiswa tata busana dapat mengelola usaha dalam bidang busana. Dengan berwirausaha, mahasiswa tata busana dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode ex-postfacto atau after the fact. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan meningkatkan ketekunan, pengamatan ulang, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan secara global penyelenggaraan D’zes sudah berjalan dengan lancar, usaha industri busana dan distro ini, tidak dapat berjalan optimal, karena para pekerjanya, dalam hal ini mahasiswa, harus mengikuti jadwal perkuliahan yang padat juga sehingga D’zes sering buka dan tutup, proses produksi di D’zes berjalan kurang maksimal, karena pengelola D’zes juga merangkap tugas sebagai karyawan. Kendala secara umum terdapat pada kreatifitas dan tenaga yang ahli dalam bidang photoshop, dan keadaan tempat yang kurang strategis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat peneliti berikan adalah perlu mempekerjakan orang luar sebagai tenaga jahit tambahan, agar pekerjaan tidak tertunda, perlu memperkerjakan mahasiswa dari luar pengelola D’zes untuk menjaga distro pada saat pengelola sedang kuliah, perlu dukungan dan perhatian dari lembaga.