SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA YANG SESUAI UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MEMBUAT HIASAN PADA BUSANA DI SMKN 5 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Erni Budiarti.2012. Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media  Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, Pembimbing  (II) Dra. Dwi Astuti SA, M.Kes.    Kata Kunci :   Siklus Belajar (Learning Cycle), Media yang sesuai, Proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana. Guru merupakan kunci kesuksesan dari proses dan hasil pembelajaran yang berlangsung dalam pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Guru seharusnya juga merupakan sosok yang patut dicontoh dan ditiru dalam segala tindakan dan dari aplikasi ilmu yang diberikan kepada peserta didik di sekolah.Seorang guru harus mampu mengetahui tentang ilmu yang disampaikan kepada peserta didik dengan benar. Seorang guru juga harus dapat mengambil tindakan apabila ada masalah dalam proses pembelajaran yang disampaikannya demi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut diatas maka guru harus profesional dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. Salah satu kegiatan keprofesionalan guru adalah dengan menerapkan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk menyelesaikan kekurangan atau adanya masalah pada proses pembelajaran dan hasil belajar yang tidak sesuai dengan harapan guru. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada pembelajaran Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana di SMKN 5 Malang, diketahui bahwa proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana belum sesuai harapan guru yaitu nilai siswa tidak hanya pada batas KKm. Pada proses pembelajaran peserta didik tidak tuntas sesuai SK (Standar Kompetensi) yang ada pada silabus dan hasil belajar peserta didik hanya pada batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 7,78. Berdasarkan masalah yang ada pada proses pembelajaran tersebut sebagai seorang guru, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran siklus  (Learning Cycle) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran model Siklus Belajar (Learning Cycle) dengan menggunakan media yang sesuai yaitu media gambar-gambar, media fragmen dan media benda jadi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang Tahun Ajaran 2012-2013. Penelitian ini  menggunakan pendekatan deskriptif, karena peneliti lebih banyak mengumpulkan data baik dalam bentuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa kelas II semester III di SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah: (1). Observasi, digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, (2). Catatan lapangan, digunakan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam lembar observasi, (3). Hasil tes praktik, untuk mengetahui hasil belajar praktik pada akhir siklus belajar siswa, (4). Hasil tes tulis, untuk mengetahui hasil belajar teori pada akhir siklus belajar siswa. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari nilai rata-rata dan presentasenya. Hasil penilaian pada siklus I, antara lain adalah : (1). Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 75,7%. (2). Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 81,3%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 36,7%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 63,3%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus I masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Hasil penilaian pada siklus II, antara lain adalah (1).  Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 87,5%. (2). Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai  92,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 70%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 80%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus II lebih baik dan ada peningkatan dari siklus I tetapi masih perlu ditingkatkan lagi pada siklus III sebagai akhir siklus. Hasil penilaian pada siklus III, antara lain adalah (1).  Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 93%. (2).Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 95,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 90%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus III sangat baik dan semakin menujukkan peningkatan yang lebih besar dari  pada  siklus I dan II namun demikian guru harus selalu mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan proses, hasil belajar dan belajar yang semakin baik lagi. Dengan demikian maka menunjukkan bahwa “Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang” dapat berhasil untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas XI semester III tahun ajaran 2012-2013

    Pengembangan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Web Site pada Materi Pembuatan Pecah Pola Busana Two piece

    No full text
    ABSTRAK Krisnawati,  Afifah  Khairunisa.  2012.  Pengembangan  Media  Pembelajaran dengan Menggunakan Web  Site  pada Materi  Pembuatan  Pecah  Pola Busana  Two  Piece.  Skripsi,  Jurusan  Teknologi  Industri,  Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dra. Agus Hery Supadmi I, M.Pd., (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.   Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, pecah pola two piece Suatu proses pembelajaran  tidak  lepas dari pemanfaatan media, media digunakan  sebagai  penghubung  dalam  penyampaian  suatu materi  pembelajaran, karena  pembelajaran  tanpa  penggunaan  media,  menghasilkan  suatu  proses pembelajaran  yang  kurang  optimal.  Media  pembelajaran  yang  selama  ini digunakan untuk mata kuliah Teknik Pembuatan Busana Wanita, di Jurusan Tata Busana  Universitas  Negeri Malang  masih  bersifat  konvensional,  hal  ini  dirasa kurang  efektif  karena  daya  kemampuan  mahasiswa  dalam  memahami  dan menemrima materi berbeda-beda. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk  menghasilkan  media  pembelajaran  dengan  menggunakan  web  site  pada materi pembuatan pecah pola busana  two piece yang  tervalidasi deskripsi  isi dan media  pembelajaran  untuk mahasiswa  Program Tata Busana Universitas Negeri Malang sebagai penunjang pembelajaran.   Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  penelitian pengembangan  dengan  menggunakan  model  prosedural,  yang  diadaptasi  dari model  penelitian  pengembangan  menurut  Borg  dan  Gall  yang  terdiri  dari  10 prosedur yaitu (1) research and  information collection; (2) planning; (3) develop premliminary  from  of  product;  (4)  preliminary  fild  testing;  (5)  main  product revision;  (6) main  field  testing;  (7) operational product revision;  (8) operational field  testing;  (9)  final  product  revision;  (10)  dissemination  and  implementation, dari  10  langkah  ini  tidak  semua  peneliti  lakukan,  karena  peneliti masih  peneliti pemula,  sehingga peneliti hanya melakukan prosedur 1  sampai prosedur  5  yaitu main product  .Validasi produk dilakukan dengan melibatkan ahli media dan ahli materi. Uji  kelompok  kecil  dilakukan  kepada mahasiswa Tata Busana  angkatan 2011 Universitas Negeri Malang. Data yang diperoleh pada penelitian  ini adalah data  kuantitatif  berupa  presentase,  dan  data  kualitatif  berupa  tanggapan  yang berisi  komentar  maupun  saran,  dengan  menggunakan  teknik  analisis  data deskriptif. Hasil validasi media pembelajaran dari ahli media memberikan saran dan masukan yaitu (1) software diunggah ke web server;(2) media dilengkapi dengan petunjuk  penggunaan,  dari  hasil  presentase  dengan  kriteria  penilaian  efektifitas 95,8%, kemenarikan 95%, dan efisiensi 81,3% maka hasil presentase keseluruhan dari  ahli media  adalah  91,7%  (sangat  baik);  ahli materi memberikan  saran  dan masukan  yaitu  (1)  desain  dibuat  lebih  proposional;  (2)  penambahan  tombol (play,pause,  undo);  (3)  keterangan  gambar  pada  waktu  pola  dasar  dijiplak disertakan; (4) memunculkan pecah pola tanpa garis bantu, dari hasil keseluruhan ii  aspek hasil presentase adalah 83,3% (baik). Berdasarkan hasil dari validasi media dan validasi materi maka produk media pembelajaran pada materi pecah pola two piece  dalam  bentuk  animasi  dengan  menggunakan  program  macromedia flashplayer direvisi kemudian diunggah ke web site. Setelah revisi selesai produk media pembelajaran ini kemudian di uji coba kelompok kecil. Hasil dari uji coba kelompok  kecil  didaptkan  saran  dan  masukan  yaitu  (1)  tampilan  dibuat  lebih menari; (2) penambahan instrumen musik; (3) terdapat beberapa garis yang belum keluar  dan  belum  tepat;  (4)  diberikan  penjelasan  pada  saat  pola  dipecah  sesuai dengan  komponennya,  dari  hasil  presentase  keseluruha  adalah  81,5%  (baik). Kelebihan media pembelajaran ini adalah: (a) dapat dibuka sewaktu-waktu selama ada  perangkat  komputer/laptop  dengan  jaringan  internet;  (b)  meningkatkan motivasi  dan  perhatian  mahasiswa  untuk  belajar;  (c)  melatih  mahasiswa  untuk mengenal  dan  memanfaatkan  media  pembelajaran  yang  menggunakan  Hi-tech; (d)  hasil  dari  validasi  ahli  media,  ahli  materi,  dosen  dan  mahasiswa  media pembelajaran  ini  memiliki  tingkat  kelayakan  tinggi;  (e)  media  ini  juga  dapat digunakan belajar untuk masyarakat luas. Kekurangannya adalah dalam media ini untuk animasi belum disertai voice   untuk narasinya dan materi yang di  up-load masih  terbatas,  selain  itu  medi  ini  dalam  langkah  pengembangannya  menurut Borg and Gall masih sampai pada langkah ke 5, yaitu main product revision

    Persepsi dan Kepuasan Mahasiswa S1- Pendidikan Tata Busana 2009 Terhadap Layanan Jasa Pendidikan Dalam Mengikuti Pembelajaran Praktikum TPBI Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Romadhani, Tri Aprilia. 2013. “Persepsi dan Kepuasan Mahasiswa S1- Pendidikan Tata Busana 2009 Terhadap Layanan Jasa Pendidikan Dalam Mengikuti Pembelajaran Praktikum TPBI Universitas Negeri Malang”. Skripsi, Program studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd   Kata kunci: persepsi siswa, layanan jasa pendidikan, kepuasan, pembelajaran praktikum  TPBI   Persepsi  dan  kepuasan  mahasiswa  terhadap  layanan  jasa  pendidikan, khususnya  pada  matakuliah  praktikum  TPBI  di  Jurusan  Teknologi  Industri, merupakan hasil kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Tata  Busana  Universitas  Negeri  Malang  dalam  mendapatkan  layanan  jasa pendidikan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  persepsi  dan  kepuasan mahasiswa  S1-2009  tata  busana  terhadap  aspek  layanan  jasa  pendidikan  pada praktikum TPBI yang terdiri dari ; (1) Keaktifan Kuliah, (2) Penilaian Tugas dan kehadiran,  (3)  Pokok/materi  Pembelajaran,  (4)  Objek/Peristiwa  Pembelajaran  (5) Kondisi  Laboratorium,  (6)  Jadwal  Kuliah,  (7)  Suasana  Belajar,  (8)  Lingkungan Ruang  Belajar,  (9)  Kelengkapan  Fasilitas  PBM,  (10) Kesiapan  Dosen  dan Laboran,  (11)  Ketanggapan  Dosen  dan  Laboran,  (12)  Kontrak  Kuliah,  (13) Perilaku Dosen dan Laboran, (14) Problem Solving di jurusan Teknologi Industri. Dari populasi 49 mahasiswa, seluruhnya digunakan sebagai sample. Pengumpulan data  dilakukan  dengan  teknik  instrumen  berupa  angket  yang  ditujukan  pada mahasiswa. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa:  (1)  Persepsi  mahasiswa  S1-Pendidikan Tata Busana 2009  terhadap layanan jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran  TPBI  Universitas  Negeri  Malang  dianggap  hampir  sebagian  besar dari jumlah subjek penelitian (53,26%). Jadi persepsi mahasiswa terhadap layanan jasa  pendidikan  tersebut  sudah  cukup  terpenuhi  namun  kondisi  laboratorium masih  belum  memenuhi  kebutuhan  perkuliahan  dengan  nilai  (38,10%)  dan  ini ditinjau  dari  jabaran  indikator  dari  tiap  sub  variabel,  (a)  Keaktifan  Kuliah,  (b) Penilaian  Tugas  dan  Kehadiran,  (c)  Pokok  Materi  Pembelajaran,  (d) Objek/Peristiwa  Pembelajaran,  (e)  Kondisi  Laboratorium,  (f)  Jadwal  Kuliah  dan (g)  Suasana  Belajar.  (2)  Kepuasan  mahasiswa  dalam  memperoleh  layanan  jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI di Jurusan Teknologi Industri  Fakultas  Teknik  Universitas  Negeri  Malang cenderung  puas  (52,55%), berarti  dapat  disimpulkan  tingkat  kepuasan  mahasiswa  memperoleh  layanan  jasa pendidikan dalam mengikuti pembelajaran praktikum TPBI yang terdiri dari , (a) Ruang  Belajar,  (b)  Layanan  alat  Penunjang  Perkuliahan,  (c)  Peran  Dosen  dan Laboran,  (d)  Ketanggapan  dosen  dan  Laboran,  (e)  Kesesuaian  dengan  Kontrak Perkuliahan,  (f)  Perilaku  Dosen  dan  Laboran  dan  (g)  Problem  Solving  telah memenuhi kebutuhan perkuliahan dan dianggap sebagian besar dari jumlah subjek penelitian.  Namun  layanan  alat  penunjang  perkuliahan  praktikum  masih  kurang memadai dan dirasa belum mencukupi kebutuhan dengan nilai (38.37%)

    Eksplorasi Motif Tapis Lampung

    No full text
    ABSTRAK Miswan, Ari. 2012. Eksplorasi Motif Tapis Lampung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati.   Kata Kunci: Tapis, Motif Tapis Lampung merupakan merupakan provinsi yang memiliki seni tradisi Tapis yang mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan dengan provinsi lain. Dengan adanya penelitian tentang Tapis yang ada di Lampung maka dapat dipaparkan ciri dan makna dari Tapis Lampung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Analisis data ada tiga langkah yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, teknik, dan waktu,  peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian peneliti di lapangan maka: (1) sejarah Tapis Lampung yang muncul pada abad II masehi masyarakat Lampung mulai mengenal kain tenun. Pada awalnya masyarakat  Lampung mengenal cara menenun dengan menggunakan benang kapas,  dan pewarnaanya dengan menggunakan zat pewarna alam. Perkembangan selanjutnya tenunan yang sederhana  ditambah hiasan-hiasan  yang tertera pada hasil tenunan suku Lampung; (2) makna dan perlambang Tapis Lampung dilukiskan dengan motif. Motif Tapis memiliki makna nilai pesan kekeluargaan, ketaatan pada Tuhan. Makna kekeluargaan terkandung pada motif pucuk rebung, makna ketaatan pada Tuhan terkandung pada motif meander. Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) agar Tapis Lampung dapat dikenal masyarakat luas, Tapis Lampung didokumentasikan, disosialisasikan, dan diperkenalkan melalui kegiatan pameran; (2) sebaiknya motif Tapis dipatenkan oleh pemerintah daerah setempat, sehingga mendapat perlindungan HKI (Hak atas Kekayaan Intellektual) dan menjadi salah satu aset buadaya provinsi Lampung yang terus dilestarikan; (3) sebaiknya dalam perkembangan motif pada Tapis Lampung tetap mempertahankan makna dan nilai sakral yang terkandung didalamnya. Sedangkan untuk motif Tapis Lampung tetap mempertahankan cirri khas khusus yaitu dengan tidak menghilangkan unsur yang menjadi ciri khas motif Tapis Lampung pada perkembangan selanjutnya

    KERUPUK DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) MENGGUNAKAN METODE BOILING STEAMING SEBAGAI MAKANAN YANG BERKALSIUM

    No full text
    ABSTRAK   Fitria, Lailatul. 2012. Kerupuk dengan Subtitusi Tepung Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) menggunakan Metode Boiling dan Steaming sebagai Makanan Ringan yang Berkalsium. Progam Studi S1 Pendidikan Tata Boga.  Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rini Sudjarwati, M. Pd. (II) Laili Hidayati, S. Pd., M. Si. Kata kunci: kerang hijau, kerupuk, tepung cangkang kerang hijau, kalsium. Kerang hijau (Perna viridis) adalah salah satu komoditas dari kelompok shellfish, yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin). Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Tepung cangkang kerang hijau adalah hasil olahan cangkang kerang hijau yang diproses dengan cara perebusan dalam larutan NaOH, pengeringan, dan dibuat serbuk dengan dihancurkan dan diayak. Kalsium adalah mineral yang penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan kerupuk dengan subtitusi tepung cangkang kerang hijau prosentase 5% dan 10% dengan metode boiling dan steaming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik (warna dan tekstur), kandungan kalsium, dan uji organoleptik/uji kesukaan (warna, terkstur, dan rasa). Penelis pada penelitian ini adalah panelis tidak terlatih yaitu masyarakat di Desa Tambak Rejo Pantai Sendang Biru sebanyak 25 orang. Data  dianalisa menggunakan analisa ragam ANOVA dan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil sifat fisik warna kerupuk dengan subtitusi tepung cangkang kerang hijau (Perna viridis) diperoleh nilai rerata dengan warna L (kecerahan) antara 40,07 sampai dengan 36, warna a+ (kemerahan) antara 1,57 sampai dengan1,13,  warna b+ (kekuningan) antara 5,23 sampai dengan 4,2. Sifat fisik tekstur nilai rerata paling tinggi pada perlakuan P3 (Metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 5%) dengan nilai rerata 23,067. Kandungan kalsium nilai rerata paling tinggi terdapat pada perlakuan P4 (Metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) dengan nilai rerata 396,81. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna perlakuan P2 (metode steaming dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) adalah warna kerupuk yang paling disukai (3,64). Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur perlakuan P1 (metode steaming dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 5%) adalah tekstur kerupuk yang paling disukai oleh panelis (3,99). Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa perlakuan P4 (metode boiling dengan penambahan tepung cangkang kerang hijau 10%) adalah rasa kerupuk yang paling disukai oleh panelis (3,27). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan tepung cangkang kerang hijau dengan prosentase yang lebih tinggi akan mempengaruhi hasil produk yang akan dibuat

    Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Pengelolaan Usaha Jasa Boga di SMK Negeri 1 Batu

    No full text
    ABSTRAK ABSTRAK Amalia, Rizqi Dwi. 2012. Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif MataPelajaran Pengelolaan Usaha Jasa Boga di SMK Negeri 1 Batu. Skripsi.Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. Amat Nyoto M.Pd, (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.   Kata kunci: pembuatan, media pembelajaran interaktif, pengelolaan usaha jasabogaMedia pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar saat ini lebihbersifat konvensional. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru lebih seringmenggunakan media ajar berupa buku, modul, papan tulis penyajian materikurang menarik untuk siswa. Oleh karena itu perlu dikembangkan mediapembelajara interaktif sehingga kelemahan dalam media ajar berbentuk cetakdapat diatasi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yangmemiliki tingkat kemenarikan, kemudahan, keefektifan dan efisiensi yangmemadai sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Pengelolaan UsahaJasa Boga di SMK Negeri 1 BatuLangkah-langkah dalam pembuatan media pembelajaran interaktif, yakni(1) analisis kebutuhan, (2) rancangan media pembelajaran, (3) membuat mediapembelajaran, (4) uji kelayakan, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, (7) produkakhir. Validasi media pembelajaran interaktif dilakukan pada ahli materi, ahlimedia dan ahli bahasa. Uji coba perorangan dilakukan kepada siswa kelas XII jasaboga di SMK Negeri 1 Batu. Jenis data pada penelitian ini adalah data deskriptifpersentase berupa skor penilaian hasil penilaian media pembelajaran interaktif.Diperoleh tingkat kemenarikan media pembelajaran interaktif dengan nilairata-rata persentase sebesar 90%, tingkat kemudahan diperoleh nilai rata-ratapersentase sebesar 83,36%, tingkat keefektifan diperoleh nilai rata-rata persentasesebesar 83,75% dan tingkat efisiensi diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar85,4%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembuatan media pembelajaraninteraktif dinyatakan valid dan tidak perlu direvisi. Dari hasil persentase yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwamedia pembelajaran interaktif yang dibuat memiliki tingkat kemenarikan,kemudahan, keefektifan dan efisiensi yang emadai sebagai media pembelajaranpada mata pelajaran Pengelolaan Usaha Jasa Boga di SMK Negeri 1 Batu

    STUDI TENTANG KESESUAIAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM PRAKTIKUM PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BUSANA SMK NEGERI DI KOTA MALANG DENGAN PERMENDIKNAS NOMOR 40 TAHUN 2008

    No full text
    ABSTRAK   Kiswati, Anik. 2013. Studi Tentang Kesesuaian Sarana dan Prasarana Laboratorium Praktikum pada Kompetensi  Keahlian Tata Busana SMK Negeri di Kota Malang dengan PERMENDIKNAS  Nomor 40 Tahun 2008. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Nurul Aini, M.Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd   Kata Kunci: Sarana, Prasarana, Laboratorium Praktikum, Tata Busana   Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang kegiatan pembelajaran praktikum di sekolah, untuk ituperlu adanya perhatian yang seimbang terhadap ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di satuan pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan. SMK Negeri dengan Prodi Tata Busana dalam hal ini mutlak harus mempunyai sarana dan prasarana laboratorium praktikum yang merupakan sarana dan prasarana pokok untuk membekali siswa dalam keterampilan psikomotor untuk setiap keahlian, tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka akan sulit bagi SMK untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan optimal. Standar sarana dan prasarana dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat secara terperinci mengenai sarana dan prasarana laboratorium praktikum pada Kompetensi  Keahlian Tata Busana SMK Negeri di Kota Malang, apakah sarana dan prasarana yang digunakan sudah sesuai dengan standar dalam PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008 atau belum. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Dalam hal ini, deskriptif digunakan peneliti untuk melihat ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium praktikum Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri di Kota Malang, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk melihat kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium praktikum Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri di Kota Malang dengan standar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)SMK Negeri Kompetensi Keahlian Tata Busana di Kota Malang memiliki ketersediaan sarana yang sesuai dengan PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008, sedangkan prasarana yang tersedia pada SMK Negeri di Kota Malang dapat dikategorikan cukup sesuai. Jika dilihat dari segi kondisi fisik laboratorium dapat dikategorikan sangat sesuai, sedangkan untuk kondisi peralatan dapat dikategorikan baik (2) Hasil temuan data tentang sarana dan prasarana menunjukkan bahwa SMK Negeri 3 Malang memiliki kualifikasi paling lengkap, SMK Negeri 7 Malang kualifikasinya sedang, dan SMK Negeri 5 Malang kualifikasinya paling rendah (3) diterapkannya  standar baku sarana dan prasarana kebanyakan masih belum sesuai dengan kondisi keberagaman dan heterogenitas lingkungan SMK, sehingga kerap mendatangkan permasalahan berbeda-beda pada setiap satuan pendidikan yang ada

    Studi Relevansi Lingkup Pekerjaan Praktik Kerja Industri Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kompetensi Du/Di Tempat Praktik Kerja Industri.

    No full text
    ABSTRAK   Romadhoni, Emma. 2013. Studi Relevansi Lingkup Pekerjaan Praktik Kerja Industri Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kompetensi Du/Di Tempat Praktik Kerja Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd.   Kata Kunci: Relevansi, tempat praktik kerja industri, siswa prakerin   Relevansi berarti kesesuaian antar komponen tujuan, isi/pengalaman belajar, organisasi, dan juga sesuai kebutuhan masyarakat baik dalam pemenuhan tenaga kerja maupun warga masyarakat yang diidealkan. Kesesuaian dalam penelitian ini adalah kesesuaian antara kompetensi program keahlian tata busana dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI  tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana. Studi tentang Relevansi Lingkup Pekerjaan Praktik Kerja Industri Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dengan Kompetensi Du/Di Tempat Praktik Kerja Industri dibagi menjadi dua sub variabel custom-made dan garmen. Kesesuaian antara kompetensi program keahlian tata busana dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI  tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana sesuai dengan SKKNI dan teori teknik pembuatan busana, meliputi: membuat pola, memotong, menjahit, menghias busana, membuat pelengkap busana, dan penyelesaian/ finishing (pada kompetensi bidang custom-made), pembuatan sampel, memotong, bundling, menjahit, dan penyelesaian/ finishing (pada kompetensi bidang garmen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi lingkup pekerjaan yang dilakukan siswa SMK Program Keahlian Tata Busana di DU/DI tempat praktik kerja industri dengan kompetensi yang terdapat di DU/DI tempat praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian siswa SMK program keahlian tata busana yang melaksanakan program prakerin pada tahun ajaran 2012/2013, yaitu siswa SMK N 3 Malang, SMK N 5 Malang, dan SMK n 7 Malang . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 45 item untuk bidang custom-made dan 43 item untuk bidang garmen. Validitas instrumen angket diuji mengunakan validitas konstruk, dan uji reliabiltasnya menggunakan test retest. Hasil penelitian ini menunjukkan relevansi lingkup pekerjaan praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana pada bidang custom-made, responden sebanyak 39 siswa, sebesar 43,59% menyatakan sangat relevan dan sebesar 38,46% menyatakan relevan untuk lingkup pekerjaan pada bidang custom-made dengan keterangan siswa prakerin sangat relevan dalam lingkup pekerjaan membuat pola, memotong, menjahit, penyelesaian dan menyatakan relevan dalam lingkup pekerjaan menghias busana dan membuat pelengkap busana. Relevansi lingkup pekerjaan praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana pada bidang garmen, responden sebanyak 8 siswa, sebesar 50% menyatakan kurang relevan dan sebesar 12,50% menyatakan tidak relevan untuk lingkup pekerjaan pada bidang garmen dengan keterangan siswa prakerin menyatakan tidak relevan dalam lingkup pekerjaan pembuatan sampel, memotong, bundling, dan menyatakan relevan dalam lingkup pekerjaan menjahit dan penyelesaian. Simpulan: relevansi tempat praktik kerja industri siswa SMK program keahlian tata busana sangat relevan pada bidang custom-made dan kurang relevan pada bidang garmen. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah kompetensi bidang garmen untuk dimasukkan dalam kurikulum SMK Program Keahlian Tata Busana karena kurikulum yang sudah ada lebih mengarah pada kompetensi bidang cutom-made sehingga siswa sudah mendapatkan pengalaman belajar sebelum terjun prakerin.

    Identifikasi Lama Masa Studi Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007 s/d 2009 Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Purwaningtyas, Endah. 2013. Identifikasi Lama Masa Studi Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007 s/d 2009 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakuktas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd (2) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn.   Kata Kunci: Identifikasi Lama Masa Studi, Faktor Internal, Faktor Eksternal.   Masa studi adalah waktu yang diperlukan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan program pendidikannya, terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang. Masa studi digunakan untuk menentukan kualitas lulusan mahasiswa. Jika ingin memiliki kualitas yang baik mahasiswa harus menyelesaikan studi sesuai dengan masa studi yang telah ditetapkan berdasarkan program studi yang diambil. Mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Komulatif yang cukup memiliki kualitas yang baik dibandingan dengan mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu dengan Indeks Prestasi Komulatif yang baik. Banyak mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 s/d 2009 yang menyelesaikan studi melebihi batas masa studi ideal yang ditentukan yaitu 4 tahun (delapan semester). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lama masa studi  mahasiswa prodi S1 Pendidikan Tata Busana jurusan Teknologi Industri angkatan 2007 s/d 2009 secara mendalam meliputi faktor internal dan eksternal. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 s/d 2009 yang berjumlah 152 mahasiswa, diambil dengan teknik proportional stratified random sampling, sehingga sampel yang didapat dalam penelitian ini secara keseluruhan berjumlah 60 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa identifikasi lama masa studi mahasiswa berkaitan dengan jumlah lulusan dan masa studi yang ditempuh mahasiswa memiliki jumlah persentase kelulusan tertinggi adalah mahasiswa angkatan 2007 yaitu berjumlah (62,50%), yang memiliki jumlah persentase kelulusan sedang adalah mahasiswa angkatan 2008 yaitu berjumlah (51,02%), dan mahasiswa yang memiliki jumlah persentase kelulusan terendah adalah mahasiswa angkatan 2009 yaitu berjumlah (0,00%). Masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase tertinggi adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 9 semester yaitu berjumlah (37,18%), Masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase sedang adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 8 semester yaitu berjumlah (14,29%), dan masa studi yang ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi memiliki jumlah persentase terendah adalah mahasiswa menyelesaikan studi dengan lama studi 13 semester yaitu berjumlah (3,17%). Berdasarkan hasil analisis, faktor internal yang menyebabkan keterlambatan  masa studi mahasiswa memiliki jumlah persentase tertinggi pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah berjumlah (48,6%), jumlah persentase sedang pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah sendiri berjumlah (30%), dan jumlah persentase terendah pada faktor ekonomi berkaitan dengan biaya kuliah dari keluarga berjumlah (16%). Kebanyakan mahasiswa memperoleh uang biaya kuliah dari orang tua mereka (92%), dan mereka merasa kesulitan untuk membiayai praktikum dan uang kontrakan (50%). Hal ini terbaca pada data yang menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa menggunakan sebagaian waktunya untuk bekerja demi memenuhi kekurangan biaya yang dialaminya. Faktor pekerjaan memiliki jumlah persentase tertinggi yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan mahasiswa bekerja berjumlah (58%), jumlah persentase sedang pada faktor pekerjaan yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan mahasiswa tidak bisa memanage waktu berjumlah (34%), dan jumlah persentase terendah pada faktor pekerjaan yang mempengaruhi lama masa studi adalah berkaitan dengan pekerjaan mengganggu kegiatan kuliah berjumlah (20%). Masalah kesehatan memiliki jumlah persentase tertinggi adalah berkaitan dengan penyakit kadang mengganggu kegiatan perkuliahan berjumlah (30%),  jumlah persentase sedang pada masalah kesehatan adalah berkaitan dengan mahasiswa memiliki penyakit bawaan berjumlah (26%), dan jumlah persentase terendah pada masalah kesehatan adalah berkaitan dengan penyakit mengganggu kegiatan perkuliahan berjumlah (10%). Faktor internal berkaitan dengan motivasi, memiliki jumlah persentase tertinggi pada dukungan dari teman atau sahabatnya yaitu sebesar (94%), jumlah persentase sedang pada faktor motivasi adalah berkaitan dengan keluarga yang kurang mendukung kegiatan perkuliahan berjumklah (62%) dan jumlah persentase terendah pada faktor motivasi adalah berkaitan dengan orang tua terkadang mendukung kegiatan perkuliahan berjumlah (6%). Masalah  pribadi memiliki jumlah persentase tertinggi adalah berkaitan dengan mahasiswa yang kadang-kadang malas berjumlah (80%), jumlah persentase sedang pada masalah pribadi adalah berkaitan dengan mahasiswa kurang bersemangat mengerjakan tugas berjumlah (38%), dan jumlah persentase terendah pada masalah pribadi adalah berkaitan dengan mahasiswa malas berjumlah (12%). Faktor eksternal berkaitan masalah penyelesaian skripsi memiliki persentase tertinggi berasal dari dukungan pembimbing berjumlah (90%), jumlah persentase sedang pada masalah penyelesaian skripsi adalah berkaitan dengan intensitas bimbingan yang kadang teratur berjumlah (46%), dan jumlah persentase terendah pada masalah penyelesaian skripsi adalah berkaitan dengan intensitas bimbingan kurang teratur berjumlah (30%). Faktor eksternal lain yang mempengaruhi keterlambatan masa studi adalah faktor administratif yang berkaitan dengan surat menyurat memiliki persentase tertinggi adalah berkaitan dengan pengurusan surat ijin penelitian berjumlah (32%), jumlah persentase sedang pada faktor administratif adalah berkaitan dengan pengurusan surat seminar berjumlah (30%), dan jumlah persentase terendah pada faktor administratif adalah berkaitan dengan pengurusan surat ujian berjumlah (26%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan (1) Mahasiswa yang bekerja seharusnya bisa lebih  memanage waktunya antara bekerja dan kuliah, sehingga tugasnya sebagai mahasiswa dan pekerja dapat berjalan beriringan dengan baik tanpa mengganggu kegiatan perkuliahannya, (2) Dukungan dari orang tua, keluarga, teman dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam kelancaran kegiatan perkuliahan, seharusnya dukungan tersebut selalu diberikan kepada mahasiswa baik secara langsung maupun tidak langsung oleh orang tua, keluarga dan teman pada khususnya, (3) Mahasiswa seharusnya menyadari bahwa tugas akhir merupakan matakuliah yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu mahasiswa harus tetap semangat untuk bimbingan walaupun menghadapi berbagai rintangan, (4) Mahasiswa yang mengalami keterlambatan studi seharusnya diberikan pembinaan sebagai langkah percepatan agar dapat  lulus pada semester berikutnya

    Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Mata Pelajaran Mengolah Makanan Indonesia pada Kompetensi Dasar Salad Indonesia Di SMKN 1 Nglegok Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Fauziah, Ekanita. 2012. Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Mata Pelajaran Mengolah Makanan Indonesia pada Kompetensi Dasar Salad Indonesia Di SMKN 1 Nglegok Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Indutri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd. (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd.     Kata kunci : pengembangan, multimedia, interaktif     Pengembangan adalah kegiatan merancang, memproduksi dan memvalidasi media pengembangan bahan ajar menggunakan aplikasi CD Interaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran untuk Matapelajaran Mengolah Makanan Indonesia pada Kompetensi Dasar Salad Indonesia siswa kelas XI Jasa Boga SMKN 1 Nglegok, dengan spesifikasi produk halaman awal berisi tentang intro, menu awal berisi tentang tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan biodata pengembang. Pembuatan multimedia pembelajaran mengolah makanan Indonesia menggunakan Model pengembangan milik Borg & Gall yang telah dimodifikasi untuk mempermudah analisis hasil. Model Borg & Gall terdiri dari 10 tahap, yaitu: (1) analisis situasi awal, (2) perencanaan multimedia, (3) pengembangan rancangan multimedia pembelajaran, (4) pembuatan multimedia pembelajaran (draft produk 1), (5) validasi ahli, (6) tahap revisi, dan (7) draft produk 2, (8) uji coba lapangan, (9) revisi, (10) produk jadi. Validasi produk dilakukan kepada ahli media dan ahli materi. Pedoman penilaian digunakan untuk mengumpulkan data tentang: (1) penilaian ahli materi, (2) penilaian ahli media, (3) penilaian pengguna/peserta didik. Setelah diperoleh masukan dari ahli materi dan ahli media, selanjutnya ,multimedia direvisi. Revisi selesai kemudian dilakukan uji coba produk ke siswa Jasa Boga SMKN 1 Nglegok. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis data kuantitatif berupa skor angket penilaian dengan menghitung persentase jawaban. Diperoleh Validasi dari ahli materi dengan nilai rata-rata persentase sebesar 90%, ahli media diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 88,33% dan uji coba lapangan terbatas diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 85%, sehingga diperoleh nilai rata-rata persentase keseluruhan sebesar 87,77% dan disimpulkan bahwa pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk Matapelajaran Mengolah Makanan Indonesia dinyatakan valid dan tidak perlu direvisi

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇