SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Peningkatan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Busana Wanita (Materi Pembuatan Saku) pada Siswa Kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen Melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script

    No full text
    ABSTRAK   Mumpuni, Liling D. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Busana Wanita (Materi Pembuatan Saku) pada Siswa Kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen Melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd, (2) Anik Dwi Astuti, ST., M.T.   Kata Kunci: Pembelajaran Model Cooperative scrip, Hasil Belajar Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif model Cooperative Script. Berdasarkan observasi awal kelas yang diteliti, dapat diketahui bahwa pembelajaran membuat busana wanita di SMK Negeri 1 Turen secara umum masih mengacu pada model pembelajaran dimana guru menerangkan sementara siswa mendengarkan kemudian mengerajkan tugas menjahit dan mengumpulkannya. Dalam hal ini, hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran kurang maksimal karena kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru yang menjadi sumber informasi utama. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen semester ganjil 2011/2012 pada kompetensi membuat busana wanita dengan materi macam-macam teknik penyelesaian busana wanita. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data penelitian menggunakan pedoman penilaian aspek afektif dan psikomotorik serta angket respon siswa. Analisis hasil penelitian dideskripsikan dengan menggunakan teknik rata-rata hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model Cooperative Script pada siswa kelas X Busana Butik 2 SMK Negeri 1 Turen dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat busana wanita. Rata-rata hasil belajar aspek psikomotorik yang meliputi aspek kesesuaian mode busana dan tingkat kerapihan hasil menjahit siswa juga meningkat dari 78,97 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan guru lebih memperhatikan pengelolaan waktu dan memantau kegiatan siswa terutama pada saat siswa berpasangan, selain itu perlu memperhatikan aspek kognitif siswa karena dapat mempengaruhi hasil belajar secara keseluruhan melalui pengembangan penelitian berikutnya

    HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS X JASA BOGA SMK NEGERI 4 MADIUN TAHUN AJARAN 2011/2012

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Lingkungan Belajar, Minat Berwirausaha Sekolah Menengah Kejuruan mengenalkan siswa pada dunia kerja agar dapat menumbuhkan minat berwirausaha sejak dini. Kemandirian merupakan salah satu karakteristik seorang wirausahawan. Siswa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman yang dialami, pengalaman ini terjadi karena interaksi siswa dengan lingkungan sehingga dapat mendukung siswa berinovasi dalam berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan: (1) kemandirian belajar (X1) dengan minat berwirausaha (Y), (2) lingkungan belajar (X2) dengan minat berwirausaha (Y) , dan (3) X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Obyek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 4 Madiun dengan populasi sebesar 81 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan jenis angket tertutup yang diberikan kepada responden. Analisa diperoleh dengan menggunakan korelasi parsial untuk mengungkap hubungan antara variabel X1Y dan X2Y, dan regresi linier ganda untuk mengetahui besarnya hubungan variabel X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Analisa data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS 15. Hasil penelitian ini adalah (1) Variabel X1 berada dalam kategori tinggi sebesar 87,65% , (2) Variabel X2 berada dalam kategori tinggi sebesar 98,77% , dan (3) Variabel Y  berada dalam kategori tinggi sebesar 80,25%, (4) Interpretasi kekuatan hubungan antara X1 dengan Y adalah kuat dengan nilai koefisien parsial rx1y yaitu sebesar 0,438, (5) Interpretasi kekuatan hubungan antara X2 dengan Y adalah sedang dengan nilai koefisien parsial untuk rx2y yaitu sebesar 0,397, dan (6) Interpretasi kekuatan hubungan antara kemandirian belajar dan lingkungan belajar dengan minat berwirausaha adalah kuat sebesar 0,730 dan nilai F sebesar 44,551. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y, (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, dan (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1  dan X2 secara simultan dengan Y

    persepsi mahasiswa pendidikan tata boga universitas negeri malang tentang soft skills dalam praktik industri

    No full text
    ABSTRAK Ritudina, Pipit. 2012. Persepsi Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang Tentang Soft Skill dalam Praktik Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T. (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si   Kata kunci: Persepsi Mahasiswa, Soft Skill, Praktik Industri. Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut semua orang yang akan memasuki dunia kerja agar memiliki kemampuan lebih dari pesaingnya, tidak hanya dalam segi akademik saja tetapi juga kemampuan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan persepsi mahasiswa tentang soft skill saat praktik industri di DU/DI; (2) mengetahui kualifikasi soft skill intrapersonal yang dimiliki mahasiswa saat praktik industri di DU/DI; (3) mengetahui kualifikasi soft skill interpersonal yang dimiliki mahasiswa saat praktik industri di DU/DI. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian  deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah S1 Pendidikan Tata Boga yang telah menempuh Praktik Industri, dengan sampel sebanyak 103 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan (1) persepsi mahasiswa tentang soft skill saat praktik industri di DU/DI sangat baik (93,2%) atau sebanyak 96 responden; (2) soft skill intrapersonal yang dimiliki mahasiswa saat praktik industri di DU/DI sangat baik ( 79,6%). Indikator yang paling menonjol bersemangat, berargumen logis, dapat meringkas, berpikir kritis, dan manajemen diri; (3) soft skill interpersonal yang dimiliki mahasiswa saat praktik industri di DU/DI sangat baik (89,8%). Indikator yang sering muncul adalah motivasi, kemampuan analisis, komunikasi lisan maupun tulisan, kerja dalam tim, dan menyelesaikan persoalan. Berdasarkan hasil penelitian yang ada hendaknya menerapkan soft skill pada setiap perkuliahan, sebagai bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia usaha dan industri

    Profil Usaha Butik di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mustikasari, Lelly. 2013. Profil Usaha Butik di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes.   Kata Kunci: Profil, Butik Butik merupakan toko pakaian yang bersifat eksklusif. Keeksklusifan tersebut dapat dilihat dari desain yang elegan, penggunaan material yang berkualitas, serta hasil jahitan yang rapi. Produk busana yang diproduksi butik tidak dilakukan secara massal, melainkan diproduksi secara ekslusif dengan di desain khusus oleh desainer. Pada proses penyelesaian busana butik lebih cenderung menggunakan jahitan tangan, dikarenakan busana butik mengedepankan kualitas kerapihan serta kehalusan dari hasil jadi busana tersebut. Maraknya pendirian usaha butik di kota Malang secara tidak langsung berdampak pada perekonomian serta perkembangan mode khususnya di kota Malang. Semakin banyak didirikannya usaha butik di kota Malang dapat menciptakan peluang membuka lapangan pekerjaan baru, serta dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di kota Malang. Akan tetapi bertambahnya usaha butik tersebut, tidak diimbangi dengan kualitas produk yang seharusnya ditawarkan pada sebuah usaha butik. Beberapa butik yang mengatasnamakan usahanya sebagai butik namun tidak sesuai dengan kriteria dari usaha butik yang sebenarnya. Profil usaha dalam penelitian ini meliputi konsep usaha butik dan manajemen usaha butik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil usaha butik di kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah butik di kota Malang yang sesuai dengan kriteria dan syarat sebuah butik sejumlah 11 butik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup, dengan jumlah pernyataan sebanyak 56 item. Instrumen angket ini diuji validitas menggunakan validitas konstruk, dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas test-retest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada konsep usaha butik, presentase tertinggi pada indikator produk. Produk butik mencirikhaskan kesan eksklusif. Dimana  model busana butik eksklusif atau tidak dibuat secara massal, didesain oleh desainer pemiliki butik, selain itu produk yang ditawarkan butik di kota Malang merupakan produk dengan kualitas bahan bermutu tinggi. Produk dikemas dengan kemasan yang mencirikhaskan citra produk butik. Sebagian besar usaha butik didirikan dengan menggunakan modal tunggal. (2) Pada manajemen usaha butik presentase tertinggi pada indikator manajemen produksi. Sistem produksi pada usaha butik dibuat berdasarkan ukuran tubuh tertentu seseorang atau ukuran standar. Promosi yang banyak dilakukan oleh usaha butik di kota Malang melalui barter promosi pada penyelenggaraan peragaan busana atau sponsorship, hal ini bertujuan agar memperluas daerah pemasaran. Target pasar usaha butik adalah kalangan menengah ke atas. Penempatan karyawan sesuai keahlian yang dimilikinya merupakan salah satu strategi dalam menajemen SDM.   ABSTRACT   Mustikasari, Lelly. 2013. Profile of Boutique Business at Malang City. Thesis, Department of Industry Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Dwi Astuti Sih Apsari, M.Kes. Keywords: Profile, Boutique Boutique is an exclusive cloth shop. This exclusivity can be seen from elegant design, quality of material utilization, and also neatly stitches. Cloth product that produced in the boutique not massively produced, but it produced exclusively and especially designed by the designer. In the finishing process of clothes in the boutique more tend to use hand stitches, it is caused the boutique clothes precipitate neat quality and also the softness from the product result of that boutique clothes. The growing of boutique business in Malang City indirectly will affect to the economy and also mode development, especially in Malang City. The more boutique business in Malang City, it can create the opportunity of new field work, and also it can decrease the unemployed level in Malang City. But, in this boutique growing in Malang City, it is not balanced with product quality that should be offered to a boutique business. Many boutiques said that their business is a boutique, but it is not suitable with criteria from the truly boutique business. Business profile in this research including boutique business concept and boutique business management. The aim of this research is to describe boutique business profile in Malang City. This research included into research type of quantitative descriptive. Population in this research is boutiques in Malang City that suitable with the criteria and requirement of a boutique, population number is 11 boutiques. Instrument that used in this research is closed questionnaire, with the number of statement is 56 items. This questionnaire examined its validity using construct validity, and revealed as valid, whereas the reability is tested using test-retest reability. Research result shows that (1) In the concept of boutique business, the highest percentage is in product indicator. Boutique product characterized as an exclusive impression. Weather the boutique cloth is exclusive or not, it is not massively produced and designed by the designer of boutique owner, beside that the product that offered in the boutique in Malang City is a product with high material quality. This product packaged with the package that characterizing the boutique product image. Most of boutique business established suing single capital. (2) in the boutique business management, the highest percentage is in production management indicator. Production system in this boutique business made based on current body shape of a person or standard size. Promotion that mostly conducted by the boutique business in Malang City is through promotion barter in the runway show or sponsorship, it is aimed to extend marketing area. Market target of this boutique business is among middle-up. The employee placement is suitable with the skill that they have, it is one of strategy in the Human Resource managemen

    Tanggapan Aremania Cakar Singo Terhadap T-shirt Arema dengan Menggunakan Teknik Celup Ikat (Tie Dye) dan Air Brush

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Tika. 2013. Tanggapan Aremania Cakar Singo Terhadap T-shirt Arema dengan Menggunakan Teknik Celup Ikat (TieDye) dan Air Brush. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn, (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn.   KataKunci: Tanggapan, Aremania Cakar Singo, T-shirt Arema T-shirt Arema dengan menggunakan teknik celup ikat (tiedye) dan air brush, merupakan hasil produk dari peneliti, dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2011 yang didanai oleh Dikti dengan judul “Inovasi Produk T-shirt Arema dengan Menggunakan Teknik Celup Ikat (TieDye)”. Hasil produk t-shirt Arema dapat dikategorikan dalam tahapan desain, yang diperlukan adanya analisis konsumen terhadap produk. Hasil dari analisis tersebut diperlukan untuk mengembangkan produk agar sesuai dengan permintaan konsumen atau masyarakat. Analisis konsumen dapat dilihat dari tanggapan atas penilaian konsumen tentang produk, yang dapat ditinjau dari beberapa faktor yaitu: tingkah laku, psikologi, desain dan promosi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Aremania Cakar Singo yang terdiri dari 100 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/ angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan persentase(%). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Ditinjau dari factor tingkah laku, menurut Aremania Cakar Singo kontribusi idet-shirt Arema dengan menggunakan teknik celup ikat (tiedye) dan airbrush, memiliki keunggulan yang belum pernah diterapkan di t-shirt persatuan Aremania Cakar Singo, yaitu adanya unsure seni dan budaya yang ditunjukkan dengan celup ikat (tiedye) dan airbrush. Keunggulan tersebut bias dijadikan pengembangan identitas t-shirt persatuan. (2) T-shirt Arema tersebut secara umum sudah sesuai dengan jiwa Aremania yang kreatif yang selalu mengembangankan t-shirt persatuan dalam rangka mendukung kesebelasan Arema, sedangan secara khusus t-shirt Arema tersebut sudah sesuai dengan jiwa Aremania Cakar Singo yang tegas. (3) Dipandang dari segi desain, t-shirt Arema tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan Aremania Cakar Singo, baik dilihat dari aspek pengguna, aspek fungsi, aspek rupa, dana spek estetika. (4) Secara tidak langsung melalui penelitian ini, peneliti mempromosikan kepada Aremania Cakar Singo adanya t-shirt Arema dengan menggunakan teknik celup ikat (tie-dye) dan airbrush yang memiliki nilai tambah pada desain t-shirt Arema yang mengangkat unsure seni dan budaya. Dengan nilai tambah inilah, Aremania Cakar Singo dapat merekomendasikan sebagai t-shirt persatuan Aremania Cakar Singo, sehingga t-shirt Arema ini dapat dikenal oleh khalayak umum. Simpulan; bahwa sebagian besar Aremania Cakar Singo menyatakan setuju adanya t-shirt Arema dengan menggunakan teknik celup ikat (tiedye) dan airbrush.

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MACROMEDIA FLASH PADA PEMBUATAN POLA KEMEJA UNTUK KELAS XI JURUSAN BUSANA BUTIK SMK NEGERI I POGALAN TRENGGALEK

    No full text
    ABSTRAK   Arini, Susan Windi. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Macromedia Flash pada  Pembuatan Pola Kemeja untuk Kelas XI Jurusan Busana Butik SMK Negeri I Pogalan Trenggalek. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur  Endah Purwaningsih, M. Pd, (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.   Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Pembuatan Pola Kemeja Media pembelajaran pada materi pembuatan pola yang tersedia saat ini bersifat konvensional dalam bentuk media cetak sehingga siswa cenderung pasif dan membosankan . Materi ini dirasa sulit untuk siswa kelas XI jurusan Busana Butik di SMK Negeri I Pogalan karena nilai ulangan harian siswa yang mengikuti materi pembuatan pola kemeja adalah 28% dengan nilai 70 – 75, 50% dengan nilai 76 – 80, 12% dengan nilai 81 – 85%, 10% dengan nilai 86 - 88. Oleh karena itu, perlu dikembangkan jenis media pembelajaran yang lain yaitu dalam bentuk macromedia flash. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran dengan menggunakan macromedia flash pada mata pelajaran pembuatan busana pria dengan standar kompetensi pola kemeja untuk siswa kelas XI SMK Negeri I Pogalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitianpengembangan, yang diadaptasi dari model penelitian pengembangan Dick&Carey dan terdiri dari 10 prosedur yaitu (1) Identifying an Instruction Goal, (2) Conducting Instructional Analysis, (3) Identifying Entry Behaviors Characteristic, (4) Writing Performance Objectives, (5) Develop Criterion Refenced Test Items, (6) Develop Instructional Strategy, (7) Develop and Select Instructional Materials, (8) Desgnin and Conduct Formative Evaluation, (9) Revise Instruction, (10) Design and Summative Evaluation. Model pengembangan Dick & Carey akan selesai diteliti sampai tahap sembilan karena pelaksanaan langkah ke sepuluh merupakan langkah yang biasanya dilaksanakan tanpa melibatkan peneliti.Validasi produk dilakukan dengan penilaian ahli media dan ahli materi. Uji kelompok kecil dilakukan kepada siswa kelas XI Jurusan Busana Butik di SMK Negeri I Pogalan dan diamati oleh observer dalam pelaksanaan penggunaan media pembelajaran macromedia flash.. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kuantitatif berupa prosentase, dan data kualitatif berupa tanggapan yang berisi komentar maupun saran, dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil validasi media pembelajaran dari ahli media adalah 95% (sangat layak), hasil validasi media pembelajaran dari ahli materi adalah 82% (layak). Berdasarkan hasil dari validasi dari ahli media dan validasi dari ahli materi, produk media pembelajaran pada materi pola kemeja ini tidak perlu revisi tetapi peneliti melaksanakan revisi sesuai dengan saran dari ahli media dan ahli materi. Produk media pembelajaran pada materi pola kemeja, setelah direvisi kemudian di uji cobakan pada kelompok kecil. Hasil penilaian dari uji coba kelompok kecil adalah 84% (layak).  Hasil pelaksanaan pengunaan media pembelajaran macromedia flash  adalah 88% (sangat layak). Kelebihan media pembelajaran ini adalah: (a) Siswa dapat belajar materi pembuatan pola kemeja menggunakan media ini sesuai kebutuhan siswa (kapan saja), dimana saja, dan dapat diputar berulang – ulang selama ada komputer, (b) Media pembelajaran macromedia flash ini selain digunakan oleh siswa SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek, juga dapat dipelajari oleh siswa yang tidak sekolah di  SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek, pengusaha pembuatan busana pria dan masyarakat yang ingin mempelajari pembuatan pola kemeja. Kekurangan media pembelajaran ini adalah :(a) Materi pembuatan pola yang dikembangkan terbatas hanya materi pembuatan pola kemeja, (b) Langkah pengembangan media ini hanya sampai pada tahap uji coba kelompok kecil, dalam model pengembangan Dick & Carey.   ABSTRACT   Arini, Susan Windi. 2013.The Development Of  Macromedia Flash Learning Media On Shirt Pattern Making To Elevent Class Dressmaking Department SMKN I Pogalan Trenggalek. Mini Thesis, Industrial Technology Department, Faculty Of Techniques, State University Of Malang. Advisors:  (I) Dra. Nur  Endah Purwaningsih, M. Pd, (II) Anik Dwiastuti, S.T., M.T.    Keywords: Development, Learning Media, Shirt Pattern Making The learning media on shirt pattern making material now a days was in the conventional form of  of printed material which was generally used passively and boring. This s material difficult sense to elevent class dressmaking department SMKN I Pogalan Trenggalek student because student test value to follow pattern making shirt subject is 28% to value 70 – 75, 50% to value 76 – 80, 12% to value 81 – 85%, 10% to value 86 – 88. So, can development other the learning media of macromedia flash shape. The aim of the development research was to create a learning media using macromedia flash on man clothes making lesson with standard competence shirt pattern to elevent class dressmaking department SMKN I Pogalan Trenggalek student.  The method applied in this research was development research by using a development research method, was adapted by a development research model Dick&Carey and consisted of 10 procedures: (1) Identifying an Instruction Goal, (2) Conducting Instructional Analysis, (3) Identifying Entry Behaviors Characteristic, (4) Writing Performance Objectives, (5) Develop Criterion Refenced Test Items, (6) Develop Instructional Strategy, (7) Develop and Select Instructional Materials, (8) Desgnin and Conduct Formative Evaluation, (9) Revise Instruction, (10) Design and Summative Evaluation. A development model Dick & Carey will finish carefully until nine procedure because do of ten procedure is usually do not present carefullier. The product validation was conducted by the help of media experts and material experts. The small group try out was conducted to elevent class dressmaking department SMKN I Pogalan Trenggalek student and observed by observer in do use macromedia flash the learning media. The data obtained in the research were quantitative data in the form of percentage, and the qualitative data in the form of descriptive data analysis.  According to the result of the learning media validation the media is 95% (very good), According to the result of the learning media validation the material is 82% (good). According to the result from media and material validation, it could be concluded that the product of the learning media on the shirt pattern making material in the form of macromedia flash should be not revised but do revised suitable suggestion from media and material. The learning media on shirt pattern making, based on the try out result of the small group. Value to the try out result of the small group is 84%(good). According to the result of the do use of  macromedia flash learning media is 88% (very good). The advantages of the learning media were: (a) student could be accessed anytime, as long as, there was a computer/ laptop with internet connection, (b) the macromedia flash the learning media could be used for the school SMK N I Pogalan Trenggalek student an no school SMKN I Pogalan Trenggalek student, man clothes making undertaker and society to long for study shirt pattern making. The disadvantages of the learning media were:(a) a development pattern making material only shirt pattern making , (b) a development procedure media only until try the small group procedure, on development Dick & Carey model

    Analisis Bordir Mukenah Pada Industri Kecil Menengah Di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan [Study Kasus Di Industri Fath Bordir, Lilik Bordir, dan Pinus Bordir]

    No full text
    ABSTRAK   Nisa, Laili Hikmatun. 2013. Analisis Bordir Mukena Pada Industri Kecil Menengah Di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Program Study Tata Busana, Fakulras Teknik, Universitas Neheri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd. (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M. Sn.   Kata Kunci: Analisis, bordir mukena, industri kecil menengah di kecamatan Bangil Bordiran di daerah Bangil merupakan hasil karya masyarakat yang menjadi icon di kabupaten Pasuruan, merupakan usaha turun temurun yang harus dilestarikan. Mengingat kerajinan bordir yang harus dilestarikan perlu juga memperhatikan poin-poin yang berkaitan dengan kondisi bordiran. Oleh sebab itu perlu diperhatikan teknik yang telah digunakan pada industri untuk menghasilkan bordiran yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil bordir berdasarkan teknik bordir sesuai dengan kondisi kain setelah dibordir meliputi (permukaan motif, kondisi kain, kondisi serat kain, kerapatan benang bordir), hasil setikan meliputi (kondisi benang pada motif, kondisi setikan pada motif, kondisi benang bagian tas dan bawah, arah loncatan benang, kerpian dan kebersihan dari tiras benang), dan motif bordir meliputi (ciri khas desain bordir Bangil, kesesuaian motif alam, kesesuaian motif abstrak, kesesuaian motif geometris, variasi tusuk bordir). Penelitian ini bermanfaat untuk menambah sumber belajar atau informasi mengenai hasil bordir bagi Jurursan Teknologi Program Studi Tata Busana Industri, bagi mahasiswa, dan bagi masyarakat atau pengrajin bordir khususnya di wilyah Bangil kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitin deskriptif denangan metode kualitatif sederhana dengan menerpkan metode FGD, untuk menganalisa hasil bordir pada tiga industri di daerah Bangil. Berdasarkan paparan hasil pengamatan,penelitian ini mendeskripsikan hasil bordir kondisi kain setelah dibordir, hasil setikan, dan motif bordir dalam bentuk tabel dan gambar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada perbedaan yang terletak pada kondisi setikan yang cukup rapat, kondisi kain yang fleksibel, serta kondisi dari motif bordir yang sesuai dengan ciri khas motif bordir daerah Bangil

    Racial Bias of Pictures in English BSE Coursebook of Junior High School Grade VIII

    No full text
    ABSTRAK Prawiranegara, Ahmad K.S. 2012. Racial Bias of Pictures in English BSECoursebook of Junior High School Grade VIII. Thesis. English Language Teaching. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A.   Key words: bias, BSE, pictures Coursebook is an important part for English Language Teaching in Indonesia. It is used as guidance for teacher to deliver the lesson and learning source for students. Nowadays, the form of coursebook has transformed from the conventional hardcopy coursebook into a digital one which is called as BSE or Buku Sekolah Elektronik (Electronic Coursebook) published by BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan or The National Education Standardized Body). It is expected that both students and teachers can access the coursebook easily as their learning sources. Students learn cultural identity, and character building through the coursebook content (e.g. pictures). According to Cunningsworth (1995), an EFL coursebook material should represent people in gender, ethnic origin, occupation, age, social class, and disability. Students need to comprehend their cultural identity before competing in the global society. This study focuses on coursebook evaluation from cultural content point of views. It aims to identify and find out how the racial varieties are depicted in the coursebook pictures. By investigating the way the racial groups are presented in the pictures, the researcher found the most frequent appearing race. The researcher uses content analysis method to conduct this study. It focuses on colored pictures since they are easy to be distinguished and attractive for students. It also shows the characteristics of each race better. Besides, characters are chosen to show racial presentation in each frame. All pictures are sorted based on the racial categories; Mongoloid, Negroid, Caucasoid, and ‘Others'. Besides, this study investigates the combination of those racial groups within the pictures frames. The finding shows the comparison between colored and non-colored pictures are 83.6% (61 frames) and 16.4% (12 frames) out of 100% (73 frames) respectively. 29.5% (18 frames) out of 100% (61 frames) of colored pictures are in form of photograph while the rest, 70.5% (43 frames) are cartoon. In the way those races are combined, Caucasoid appear in all combination. In single race picture, Caucasoid appeared as the most frequent (17 frames) among others. Furthermore, it dominates the racial characters by 46.8% (127 characters), Mongoloid 21.4% (58 characters), Negroid 16.6% (45 characters), and ‘Others' 15.2% (41 characters) only out of 271 characters. Based on the findings, the coursebook reflects inferior complex in its pictures and shows Western superiority among other races. This coursebook less conveys local and national values. The notion of ‘Orientalism' influences this coursebook contents a lot. This study will be beneficial for teachers, students on how to select and use a coursebook. Besides, the coursebook writer should be more aware of the contents details. In addition, it is suggested for the EFL teachers to be more selective in choosing teaching material and be more critical for students. The coursebook maker should balance the local, national, and international contents. Moreover, the representation of the ethnic groups has to be balanced. It should not focus on one ethnic group (e.g. Javanese)

    STUDI TENTANG TEKNIK PEMBUATAN BLAZER DI JABER TAILOR UNTUK UKURAN S, M, L, XS DAN XXL

    No full text
    ABSTRAK   Fakhiroh, Zakiyatul. 2013. Studi Tentang Teknik Pembuatan Blazer di “JABER Tailor”Untuk Ukuran S, M, L, XS dan XXL. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M. Pd.   Kata Kunci: Pembuatan Blazer di “JABER Tailor”, 5 Ukuran S, M, L, XS dan XXL, Fitting Factor   Pembuatan blazer di “JABER Tailor” memiliki sebelas langkah kerja, yaitu : mengukur badan, membuat pola, meletakkan pola di atas bahan dan memberi kampuh, memotong bahan, merader atau memindahkan tanda-tanda pola, mengobras lengan dan sisi, pressing bahan pengeras pada bahan utama, menjahit bagian-bagian blazer finishing, trimming dan pressing. Teknik pembuatan blazer di “JABER Tailor” lebih praktis dan mudah diingat daripada sistem The Bodice Block, dan sistem J.H Myeneke. Blazer sistem “JABER Tailor” diujicobakan pada lima ukuran costum size S, M, L, XS, dan XXL dari rentang ukuran standar di “JABER Tailor”. Fitting factor atau titik pas blazer menggunakan Fitting factor atau titik pas menurut Bapak Munawir yaitu pemilik sekaligus pengelola “JABER Tailor” ada dua puluh dua fitting factor yang dinilai yaitu :  punggung atas, panjang bahu, panjang lengan, lingkar lengan bawah,  lingkar badan, lingkar pinggang, tinggi panggul, lingkar panggul, lebar muka, panjang muka, lebar punggung, panjang blazer, panjang vuring, bentuk garis princess, posisi kerah, bentuk kerah, posisi saku paspoille, lebar saku paspoille, jarak kancing paspoille, lebar lubang kancing, ketepatan lengan, bentuk lengan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan teknik pembuatan blazer menggunakan sistem “JABER Tailor” dengan menggunakan lima ukuran costum size S, M, L, XS, dan XXL dari rentang ukuran standar di “JABER Tailor”. Ditinjau  dari Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dalam pengecekan data peneliti menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Triangulasi data digunakan peneliti untuk mencari sumber data tentang pembuatan blazer langsung dari pemilik sekaligus pengelola “JABER Tailor”. Triangulasi teknik yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi untuk mencari lokasi dan teknik pembuatan blazer, wawancara untuk proses pembuatan blazer dan dokumentasi untuk proses pembuatan blazer dan fitting factor. Teknik pembuatan blazer pada lima ukuran menggunakan sistem ”JABER Tailor” secara keseluruhan tepat, namun ada tiga proses yang kurang tepat. Bentuk pola bagian pinggang dan panggul yang seimbang dan bagus sehingga cocok untuk segala ukuran. Hasil fitting factor yang dinilaikan pada tiga panelis secara keseluruhan tepat, namun pada bagian lingkar pinggang kurang tepat karena garis pinggang pada bagian muka naik ± 2 cm karena tertarik payudara, namun pada bagian sisi pas,  dari kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa pembuatan blazer menggunakan sistem di “JABER Tailor” sangat cocok untuk segala ukuran.

    Persepsi Pengelola Industri Garmen Tentang Kompetensi Siswa Prakerin SMK Progam Keahlian Tata Busana

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Titis. 2013. Persepsi Pengelola Industri Garmen Tentang Kompetensi Siswa Prakerin SMK progam Keahlian Tata Busana. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd,. (II) Nurul Hidayati, S.Pd. M.Sn.   Kata Kunci: Persepsi, Industri Garmen, kompetensi, siswa prakerin   Persepsi adalah suatu proses penginderaan, stimulus diterima individu melalui alat indera kemudian di-interpretasikan sehingga individu dapat memahami tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini biasanya dipengaruhi pula oleh pengalaman dan proses belajar individu. Persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana sesuai dengan SKKNI dan teori teknik pembuatan busana industri, meliputi: menyiapkan tempat kerja, membuat pola, membuat marker, cutting (pemotongan bahan), mengikat potongan-potongan pakaian, sewing (menjahit pakain), finishing atau penyelesaian, dan menerapkan praktek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian pengelola industri garmen yang menjadi tempat prakerin siswa SMK progam keahlian tata busana pada tanun ajaran 2011/2012 yaitu pimpinan industri, manajer produksi dan pembimbing prakerin di industri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 34 item. Validitas instrument angket diuji mengunakan validitas konstruk, dan uji reliabiltasnya menggunakan progam SPSS 18.0 dan dinyatakn reliable sebesar 0,7. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana, dari 12 responden menyatakan kompetensi siswa prakerin dalam menyiapkan tempat kerja adalah kompeten dengan persentase 86,81%, kompetensi siswa prakerin dalam mem-buat pola adalah cukup kompeten dengan persentase 62,85%, kompetensi siswa prakerin dalam membuat marker adalah cukup kompeten dengan persentase 70,83%, kompetensi siswa prakerin dalam memotong bahan adalah kurang kompeten dengan persentase 46,36%, kompetensi siswa prakerin dalam mengikat potongan-potongan pakaian adalah kompeten dengan persentase 87,92%, kompetensi siswa prakerin dalam menjahit pakaian adalah cukup kompeten dengan persentase 80,83%, kompetensi siswa prakerin dalam penyelesaian atau finishing adalah kompeten dengan persentase 85,65%, dan kompetensi siswa prakerin dalam menerapkan K3 adalah cukup kompeten dengan persentase 79,16%. Simpulan: persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana adalah cukup kompeten dengan persentase 77,08%.

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇