SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya) PADA PENCELUPAN KAIN KATUN MENGGUNAKAN FIKSATOR GULA JAWA, AIR KELAPA, DAUN JAMBU BIJI
ABSTRAK Lukfika A,Lila. 2014. Pemanfaatan Daun Pepaya (Carica Papaya) Pada Pencelupan Kain Katun Menggunakan Fiksator Gula jawa, Air kelapa, dan Daun jambu biji). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S. T, M. T, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Pewarnaan alami, Daun Pepaya(Carica Papaya), Fiksator, Gula jawa, Air kelapa, Daun jambu biji Daun pepaya (Carica papaya) dapat digunakan sebagai pewarna tekstil yang berasal dari serat selulosa, salah satunya adalah serat kapas. Agar zat warna alam daun pepaya dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti gula jawa, air kelapa, dan daun jambu biji. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam daun pepaya, dengan cara dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan membandingkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam Colour card fabric cotton. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam daun pepaya menggunakan fiksator gula jawa, air kelapa, dan daun jambu biji. Obyek penelitian ini adalah kain mori primisima hasil pencelupan zat warna alam daun pepaya menggunakan fiksator gula jawa, air kelapa, dan daun jambu biji. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam Daun pepaya (Carica papaya) menggunakan fiksator gula jawa, air kelapa, dan daun jambu biji dengan metode 1 kali celup dan 10 kali fiksasi menunjukkan bahwa:(1) warna utama yang dihasilkan oleh daun pepaya adalah green tea (2) melalui proses fiksasi menggunakan fiksator yang berbeda-beda yaitu gula jawa, air kelapa, dan daun jambu biji maka diperoleh hasil pencelupan daun pepaya yang berbeda-beda warna (3) fiksator gula jawa menghasilkan warna green tea dalam pewarnaan alam menggunakan daun pepaya (4) fiksator air kelapa menghasilkan warna green tea dalam pewarnaan alam menggunakan daun pepaya (5) fiksator daun jambu biji menghasilkan warna glass green dalam pewarnaan alam menggunakan daun pepaya.
Kajian Motif Batik SatrioManah di DesaBangoankecamatanKedungwarukabupatenTulungagung
ABSTRAKFitri wulansari, Ariesta. 2014. Kajian Motif Batik Satrio Manah di Desa Bangoan kecamatan Kedungwaru kabupatenTulungagung.Skripsi, JurusanTeknologi Industri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.SnKata Kunci : Batik, Motif Batik, Batik SatriomanahTulungagungBatik adalah menghiasi suatu kain dengan cara menutup dan mencelup dengan zat pewarna, menutup kain dengan menggunakan malam atau lilin yang bertujuan agar tidak terkena zat pewarna pada motif yang telah ditutup, menggunakan canting sebagai alat untuk menitik-nitik sesuai dengan motif yang memiliki kekhasan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif batik Satrio Manah di desa Bangoan kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan ada 3 yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Analisis data ada tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan ketekunan dan triangulasi. Triangulasi sumber data yang meliputi (1) pemilik batik Satrio Manah, (2) pengrajin batik Satrio Manah, (3) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung, dan Triangulasi teknik yang digunakan meliputi (1) wawancara, (2) Observasi, (3) dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) Motif flora di batik Satrio Manah ada 5 macam yaitu bunga mawar, bunga kaca piring, kaca simpur, daun mawar, daun keladi, (2) Motif fauna di batik SatrioManah ada dua yaitu burung nuri dan kupu-kupu, (3) batik Satrio Manah menggunakan pewarnaan buatan atau sintetis. Penelitian ini perlu ditindak lanjuti lebih lanjut terutama dalam hal kualitas batik Satrio Manah, Produk Hasil batik Satrio Manah dan Proses daur ulang limbah pewarnaan batik Satrio manah. Pengusaha batik Satrio Manah sebaiknya (a) lebih memperbanyak design tentang flora dan faunanya, sehingga memiliki banyak motif yang dimiliki oleh batik Satrio Manah, (b) Hasil karya yang dimiliki batik Satrio Manah didokumentasikan dan dibukukan agar data-data berupa arsip batik SatrioManah dari tahun-ketahun memiliki dokumennya, (c) Lebih mengembangkan karya batiknya dan lebih sering mengikuti pameran batik agar batik Satrio Manah lebih dikenal lain dikalangan lebih luas didalam kota maupun diluar kota. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung (a) memiliki data-data batik Satrio Manah seperti dokumentasi maupun buku guna untuk dijadikan referensi bahwa batik Satrio Manah adalah salah satus entra batik yang dimiliki di kabupatenTulungagung, (b) membantu promosi sentra batik Satrio Manah dengan mengarahkan wisatawan untuk berkunjung kegaleri Satrio Manah terserbut, (c) Mempatenkan batik Satrio Manah sebagai upaya melestarikan kekayaan budaya di Tulungagung
EKSPLORASI BATIK TULIS MUKTI RAHAYU DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN
ABSTRAK Purwana, Ratna. S. 2013. Eksplorasi Batik Tulis Mukti Rahayu Di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn Kata Kunci: Eksplorasi, Batik Tulis, Mukti Rahayu Mukti Rahayu merupakan sentra kerajinan batik yang terletak di desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sejarah, perkembangan motif, makna motif, dan proses pembuatan batik tulis Mukti Rahayu di desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini berupa eksplorasi, paparan atau gambaran tentang realita suatu hal dari objek yang diteliti, sehingga dapat diperoleh suatu gambaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal mula sejarah batik tulis Mukti Rahayu berasal dari motif batik Sidomukti. Kemudian berkembang menjadi motif Pring Sedapur. Pring sedapur merupakan motif yang pertama kali diproduksi oleh sentra kerajinan batik tulis Mukti Rahayu. Makna dari pring sedapur adalah lambang kerukunan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Proses pembuatan batik tulis Mukti Rahayu dilakukan dengan cara pemolesan menggunakan kuas dengan menggunakan zat warna Remasol. Cara pemolesan dapat mengurangi pemborosan bahan pewarna, karena dengan cara pemolesan bahan pewarna langsung diserap pada kain sehingga tidak ada larutan yang terbuang. Proses pewarnaan dengan menggunakan zat warna Naptol juga digunakan oleh sentra kerajinan batik Mukti Rahayu jika ada konsumen yang memesan batik dengan warna-warna gelap. Saran bagi pemerintah Kabupaten Magetan supaya terus mempromosikan batik tulis Mukti Rahayu dengan mengadakan berbagai pameran, agar keberadaan batik tulis Mukti Rahayu ini tidak hilang dan supaya masyarakat Magetan lebih mengenal batik khas didaerah kelahirannya
Survei Keterserapan Alumni Pada Lapangan Pekerjaan (Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007) Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Nikmatulillah, Asyukru. 2014. Survei Keterserapan Alumni Pada Lapangan Pekerjaan Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007 Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. (II) Nurul Hidayati,. S.Pd,. M.Sn. Kata Kunci: Keterserapan Alumni Pada Lapangan Pekerjaan. Keterserapan alumni merupakan status yang dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan sesuai dengan persyaratan kelulusan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan. Lapangan pekerjaan merupakan bidang kegiatan dari pekerjaan/ usaha/ perusahaan/ kantor tempat seseorang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang keterserapan alumni pada lapangan pekerjaan prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitiannya adalah penelitian survei. Penelitian ini dilakukan pada alumni mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 pada lapangan pekerjaan sebanyak 43 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (a) Alumni S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2007 sebanyak 31 orang (72,90%) sudah terserap di lapangan pekerjaan dengan baik; (b) Para alumni yang bekerja yang sesuai (relevan) dengan latar belakang pendidikan sebanyak 25 orang (58,14%) mereka bekerja sebagai guru Tata Busana (SMK/ SMA/ MA), pengelola usaha busana dan karyawan garment; dan yang tidak sesuai (tidak relevan) dengan latar belakang pendidikan sebanyak 18 orang (41,86%) mereka bekerja sebagai tenaga kepemimpinan (kontraktor) sebanyak 2,36%, tenaga administrasi (karyawan bank/ karyawan call center/ administrasi perkantoran) sebanyak 6,97%, tenaga penjualan (pedagang) sebanyak 2,36%, ibu rumah tangga sebanyak 18,60%, dan tidak bekerja 9,30%. Kesimpulan penelitian ini yaitu: 1) Alumni yang belum bekerja dan alumni yang berstatus ibu rumah tangga sebaiknya memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan dengan membuka lapangan pekerjaan di bidang busana, Dapat menangkap peluang usaha yang berhubungan dengan busana, Dapat mengembangkan jiwa wirausaha yang dimiliki, 2) Pihak jurusan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan, ketrampilan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha untuk melengkapi pendidikan yang telah dimiliki, 3) Peneliti lain, mengembangkan penelitian ini pada tahun- tahun berikutnya, seperti penelitian tentang kepuasan pengguna alumni dalam kepuasan layanan yang lai
Identifikasi Tema Tugas Akhir (TA) Mahasiswa D3 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Angkatan Tahun 2000-2011).
ABSTRAK Puspitasari, Rica. 2014. Identifikasi Tema Tugas Akhir (TA) Mahasiswa D3 Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (Angkatan Tahun 2000-2011). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Identifikasi, Tugas Akhir, D3 Tata Busana Identifikasi adalah membedakan komponen-komponen yang satu dengan lainnya, sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Melalui identifikasi suatu komponen dapat dikenal dan diketahui termasuk ke dalam golongan yang mana. Caranya dapat dengan memberi tanda pengenal, atau dapat berupa tanda agar dapat dikenalinya. Tugas Akhir merupakan mata kuliah wajib dengan SKS (Sistem Kredit Semester) sebesar empat SKS, mahasiswa harus sudah mencapai 80% dari total SKS yang ditempuh dan bertujuan untuk memiliki kemampuan untuk secara mandiri dan terbimbing menyusun karya ilmiah berwujud Tugas Akhir (TA). Tugas Akhir (TA) digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar A.Md. Tujuan Tugas Akhir (TA) adalah agar mahasiswa mampu memiliki karya ilmiah hasil penelitian kajian praktik bidang busana dalam bentuk laporan ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berupa teknik yang digunakan mengumpulkan data yaitu dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah data, Tugas Ahir (TA) angkatan tahun 2000-2011 dengan harapan hasilnya sebagai keperluan akreditasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil Tugas Akhir (TA) dalam 12 angkatan yang telah terdokumentasikan angkatan mulai tahun 2000-2011, berjumlah 276 judul. Berdasarkan Tugas Akhir (TA) tema-tema Cipta Busana dan Peragaan terdiri dari angkatan tahun 2000-2001 yaitu: (1) Angkatan tahun 2000, mengambil tema Nuansa Pelangi 2000 ada 2 topik. (2) Angkatan tahun 2001, mengambil tema Sweet Dimension ada 10 topik. (3) Angkatan tahun 2002, mengambil tema Bias Pelangi ada 7 topik. (4) Angkatan tahun 2003, mengambil tema Jungle Illusions ada 9 topik. (5) Angkatan tahun 2004, mengambil tema The Spirit of Wonderland ada 14 topik. (6) Angkatan tahun 2005, mengambil tema Etnic Sensation ada 22 topik. (7) Angkatan tahun 2006, mengambil tema Etnic Sensation ada 5 topik dan juga mengambil tema Lintas Rona Kebaya ada 15 topik. (8) Angkatan tahun 2007,mengambil tema Lintas Rona Kebaya ada 1 topik dan juga mengambil tema Fantastic Sreet Sytle ada 8 topik. (9) Angkatan tahun 2008, mengambil tema Fantastic Sreet Sytle 1 topik dan juga mengambil tema Goes To Hollywood ada 20 topik. (10) Angkatan tahun 2009, mengambil tema Goes To Hollywood ada 1topik dan juga mengambil tema Geometric Evolution ada 15 topik. (11) Angkatan tahun 2010, mengambil tema Geometric Evolution ada 2 topik dan juga mengambil tema Metamorphosis Style ada 14 topik. (12) Angkatan tahun 2011, mengambil tema Metamorphosis Style ada 2 topik dan juga mengambil tema Submarine Explorasion ada 12 topik. Kesimpulan bahwa identifikasi Tugas Akhir (TA) sangat penting dilakukan, salah satunya yaitu untuk membantu pelaksanakan program akreditasi. Akreditasi dilakukan untuk memperoleh jaminan mutu eksternal dan memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu, juga untuk melihat hasil dokumentasi Tugas Akhir (TA) mahasiswa mulai angkatan tahun 2000-2011 terdapat diperpustakaaan Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Study Tentang Gaya Berbusana “HijabersMalang”.
ABSTRAK Febryani, Sarita Rizky. 2014. Study Tentang Gaya Berbusana “HijabersMalang”. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakuktas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati, S.Pd. M.Sn (2) Anik Dwiastuti, ST.MT. Kata Kunci: Gaya Berbusana, Hijabers Malan Appearance style is a metaphor for identity. Gaya berpenampilan adalah sebuah metafora untuk identitas. Sedangkan aya berbusana adalah terbentuknya style identitas dalam berpakaian. Hijabers adalah sekumpulan perempuan dari berbagai latar belakang dan profesi yang berkumpul untuk berbagi visi mereka, yaitu untuk membentuk sebuah komunitas yang mengakomodasi kegiatan yang terkait dengan jilbab dan muslimah. Hijabers terbentuk karena adanya suatu identitas, identitas yang muncul karena suatu keyakinan atau agama, mereka menginginkan semua orang tau bahwa inilah gaya dan identitas mereka. Mereka mengubah image gaya berbusana seorang wanita muslim yang kuno menjadi fashionable, dengan cara melakukan eksperimen dalam berhijab mulai dari mengganti bahan, bentuk pakaian dan warna busana.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan kecenderungan cara berbusana Hijabers Malang yang berada dikota Malang. Melalui tiga kegiatan-kegiatan rutin komunitas yaitu, saat hangout, saat kegiatan sosial, dan saat party, yang merupakan tiga kegiatan utama yang sering dilakukan Hijabers Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota “Hijabers Malang”, yang berjumlah 58 orang. Karena anggota populasi penelitian ini homogen maka menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah kuesioner atau angket yang berjumlah 43 soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dengan persentase (%).Berdasarkan hasil analisis deskripsi data penelitian tentang gaya berbusana anggota komunitas “Hijabers Malang” dikota Malang. Dari 58 responden 48 orang menyatakan sering menggunakan aliran busana New Wave saat hangout. Penilaian tentang gaya berbusana anggota komunitas “Hijabers Malang” dikota Malang saat kegiatan sosial, dari 58 responden, 38 orang menyatakan sering menggunakan busana beraliran New Wave. Penilaian tentang gaya berbusana anggota komunitas “Hijabers Malang” dikota Malang saat pesta (party) dari 58 responden, 38 orang menyatakan sering menggunakan busana beraliran New Wave saat pesta. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yangdapat diambil dari penelitian ini adalah, gaya berbusana sebagian besar anggota “Hijabers Malang” cenderung mengarah ke aliran New Wave.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kecenderungan cara “Hijabers Malang” berhijab adalah, (1) bahwa menggunakan busana beraliran New wave seperti para hijabers tidak harus konsumtif atau mengunakan busana yang baru dan selalu membeli busana yang baru, mungkin bisa dengan melakukan padu-padan pada busana yang sudah dimiliki atau untuk mahasiswa Tata Busana bisa menjahit pakaian sendiri. karena perilaku konsumtif adalah perilaku yang sangat merugikan.(2) Bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti gaya berbusana anggota Hijabers, lebih variatif dan variabel lebih luas seperti meneliti gaya berbusana komunitas-komunitas hijabers yang lain yang bisa diteliti di seluruh indonesia
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar Membuat Busana Wanita Pada Siswa Kelas XII Busana Butik SMK Negeri 5 Malang
ABSTRAK Hidayati, Nurul. 2014. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar Membuat Busana Wanita Pada Siswa Kelas XII Busana Butik SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M. Pd, (II) Dra. Ida Hadijah, M. Pd. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar. Kecerdasan emosional (EI) merupakan salah satu diantara faktor-faktor yang berperan dalam prestasi belajar mata pelajaran Membuat Busana Wanita pada siswa kelas XII Busana Butik SMK Negeri 5 Malang. Siswa SMK tergolong dalam usia remaja yang memiliki emosi tidak stabil, agar siswa memiliki prestasi belajar yang tinggi, dibutuhkanlah kecerdasan emosional untuk mengatur emosi diri siswa sendiri. Berdasarkan uraian tersebut, maka dibutuhkan pembahasan mengenai hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Mem¬buat Busana Wanita pada siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional siswa kelas XII Busana Butik SMK Negeri 5 Malang, mengetahui tingkat prestasi belajar Membuat busana Wanita pada siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang, dan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Membuat Busana Wanita pada siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini mengguna¬kan rancangan penelitian korelasional. Populasi dan sampel penelitian, yaitu siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Kecerdasan emosional siswa diukur menggunakan inventori kecerdasan emosional yang dibuat oleh Ramli dkk, sedangkan prestasi belajar Membuat Busana Wanita diukur dari hasil yang telah dicapai siswa melalui proses pembelajaran dalam bentuk nilai akhir semester ganjil. Pengumpul¬an data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial menggunakan teknik analisi statistik korelasi Product Moment. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan seluruh siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang memiliki prestasi belajar tinggi dalam Membuat Busana Wanita, dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Membuat Busana Wanita pada siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang. Koefisien korelasi kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Membuat Busana Wanita sebesar 61,7% sisanya 38,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa kecerdas¬an emosional memberikan sumbangan yang cukup besar bagi prestasi belajar siswa, maka diharapkan siswa mampu meningkatkan kecerdasan emosional¬nya dan pihak sekolah hendaknya memberikan pelatihan kecerdasan emosional bagi siswa agar prestasi belajar siswa dapat meningkat
Survey Minat Melanjutkan Studi pada Siswa SMK Tata Kecantikan se-Malang Raya
ABSTRAKMasitoh, W.E. 2014. Survei Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi padaSiswa SMK Tata Kecantikan se-Malang Raya. Skripsi, Program Studi S1Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M. Pd. (II) Dra. HapsariKusumawardani, M. Pd.Kata Kunci: Minat Melanjutkan Studi, Tata KecantikanProgram studi di perguruan tinggi yang belum disediakan di wilayahMalang raya adalah program studi bidang tata kecantikan. Sebagian besar gurudari SMK jurusan tata kecantikan di Malang menyatakan harapannya padaperguruan tinggi untuk membuka jurusan tata rias di Malang agar siswa-siswanyatidak perlu keluar daerah apabila ingin menempuh pendidikan lanjutan dibidangkecantikan. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui minat dari siswa SMKmelanjutkan studi ke perguruan tinggi jurusan tata rias khususnya pada wilayahMalang raya yang merupakan kota wisata dan pendidikan.Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 154 siswa menggunakan sampel 108 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket/kuisioner yangterdiri dari 43 item, faktor internal sebanyak 20 item dan pernyataan faktoreksternal sebanyak 23 item. Skala pengukuran menggunakan skala likert. Datadiolah dengan z skor dan analisis deskriptif. Data dihitung menggunakan SPSSversion 16.0 for windows.Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa SMK tatakecantikan se-Malang raya timbul karena adanya faktor internal (keingintahuan)dan faktor eksternal (lingkungan masyarakat dan sekolah). Siswa SMK tatakecantikan se-Malang raya berminat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggisebanyak 67,5%. Saran bagi sekolah dapat memaksimalkan fasilitas pembelajaranbagi siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan guru dapat memberikanmotivasi kepada siswa disaat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitiandapat dijadikan data awal jika jurusan berencana menambah program studi tatarias di Teknologi Industri. Penelitian selanjutnya dapat mencari data tentangbagaimana minat bagi siswa yang bukan dari sekolah kejuruan untuk melanjutkanstudi ke perguruan tinggi bidang tata kecantikan. Peneliti juga dapat mencari dataminat masyarakat yang menekuni bidang tata kecantikan dan ingin menempuhpendidikan tinggi bidang tata kecantikan di wilayah Malang raya
Studi Perilaku Wanita Kota Malang Pada Keputusan Pembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia
ABSTRAK Gusti, Putri Wahyuning. 2014. Perilaku Wanita Kota Malang Pada Keputusan Pembelian Produk Fashion Branded Lokal Indonesia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T. M.T. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Wanita Kota Malang, Fashion Branded Minat konsumen terhadap produk branded cukup banyak terlihat dari permintaan konsumen yang banyak menginginkan produk branded serta banyaknya variasi produk yang ditawarkan produsen terhadap konsumen. Nampak dari meningkatnya penjualan produk fashion branded yang sangat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku wanita Kota Malang dalam pembelian produk-produk fashion branded lokal di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita Kota Malang yang melakukan pembelian produk fashion branded lokal di butik Luna Maya of Hardware dan butik Tatum. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, digunakan untuk mengambil data perilaku wanita Kota Malang dengan perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal responden sering mendapatkan produk yaitu sebesar 48,57%. Pada segi mengkonsumsi produk branded lokal responden sering mengkonsumsi produk sebesar 65,71% dan pada menghabiskan produk branded lokal responden kadang-kadang menghabiskan produk atau melakukan pembuangan produk branded lokal sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku wanita Kota Malang pada keputusan pembelian produk fashion branded lokal termasuk dalam perilaku konsumtif dilihat dari segi mendapatkan produk, mengkonsumsi produk dan menghabiskan produk. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perilaku konsumen. (2) Dalam melakukan pembelian diharapkan konsumen lebih selektif dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan serta dapat mengidentifikasi jenis belanja sesuai dengan manfaat dan tujuan sebelumnya. (3) diharapkan produsen lebih mudah memahami dan mempelajari perilaku konsumen agar dapat mempermudah strategi pemasaran di dunia industri fashion.
Persepsi Siswa pada Pelaksanaan Pengelompokan Peserta Didik untuk Program Keahlian Busana Butik di SMKN 3 Malang
ABSTRAK Rakhmad, Satriyani Putri. 2014. Persepsi Siswa pada Pelaksanaan Pengelompokan Peserta Didik untuk Program Keahlian Busana Butik di SMKN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T., (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Kata Kunci: persepsi siswa, pelaksanaan pengelompokan peserta didik, busana butik SMKN 3 Malang SMKN 3 Malang merupakan sekolah yang menerapkan sistem pengelompokan peserta didik. Program keahlian busana butik merupakan salah satu program yang menerapkan sistem pengelompokan peserta didik. Pengelompokan tersebut dilakukan pada tingkat XI dan XII. Pengelompokan pada program keahlian busana butik pada tingkat XI dibagi menjadi tiga yaitu kelas busana wirausaha dan kelas busana desain, sedangkan pengelompokan tingkat XII dibagi menjadi tiga yaitu kelas busana wirausaha, kelas busana desain dan kelas busana dressmaking. SMKN 3 Malang merupakan SMK pertama yang ditunjuk oleh direktorat untuk membuka kelas wirausaha sebagai pengelompokannya, dan siswa belum pernah terukur persepsinya tentang pelaksanaan pengelompokan tersebut . Berkaitan dengan hal tersebut maka, diperlukan penelitian tentang persepsi siswa kelas XII pada pelaksanaan pengelompokan peserta didik untuk program keahlian busana butik di SMKN 3 Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui survei. Sampel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah kelas XII busana butik sejumlah 72 siswa dengan teknik sampling simple random sampling. Pengujian validitas mengunakan pengujian validitas isi dan dianalisis dengan korelasi product moment. Pengujian reliabilitas dengan analisis cronbach’s alpha menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga hal yaitu persiapan, kegiatan seleksi dan aktualisasi hasil seleksi pelaksanaan pengelompokan peserta didik. Persepsi dari 72 siswa yang diuji sebesar 34.72% menyatakan persiapan sangat penting dilakukan, 24.39% menyatakan kegiatan seleksi setuju dilakukan, dan 40.89% menyatakan aktualisasi hasil seleksi baik dilakukan. Sesuai persepsi siswa tentang persiapan pelaksanaan pengelompokan, pengarahan dianggap paling dibutuhkan atau paling penting bagi siswa dibandingkan penjadwalan dan penjelasan. Penilaian siswa tentang seleksi bakat dan dukungan orang tua pada kegiatan seleksi, mendapat persepsi yang seimbang. Penilaian siswa pada seleksi minat, mendapat persepsi yang setara, artinya diperoleh perbedaan prosentase yang tidak terlalu tajam. Persepsi siswa tentang aktualisasi hasil seleksi, menunjukkan bahwa pendampingan guru dan pihak SMKN 3 Malang dinyatakan paling baik diantara kegiatan lainnya seperti pembagian kelas, pengalaman dan pembinaan. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu, teknik/model komunikasi perlu disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan pemahaman siswa SMK. Pengarahan dari guru sebelum memasuki kelas XI sangat penting bagi siswa. Perlu ditetapkan kisi-kisi dalam setiap pengelompokan (kelas wirausaha, kelas desain dan kelas dressmaking), dan siswa pun perlu tahu akan hal tersebut sebelum kegiatan seleksi dilakukan. Diperlukan evaluasi tentang pelaksanaan pengelompokan peserta didik. Koordinasi dengan rekan pendidik dari bidang ilmu yang relevan dari sesama sekolah maupun antar sekolah diperlukan, dan perlu diinformasikan pada sekolah lain.