SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Identifikasi Soft Skill Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Produktif Program Studi Tata Busana SMK Negeri 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Istiana, Yani.2013. Identifikasi Soft Skill Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Produktif Program Studi Tata Busana SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul aini, M.Pd, (II) Anik Dwiastuti, MT Kata Kunci: Identifikasi Soft Skill, Siswa Kelas X, Pada Mata Pelajaran Produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi soft skill siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang,  pada siswa yang lulus dari SMP (Sekolah Menengah Pertama). Secara psikologis, siswa kelas X sedang mengalami perkembangan dalam usianya yaitu dari masa puber ke masa remaja. Perubahan dari psikologis siswa ini yang membuat soft skill siswa kurang baik dan juga kurang pengetahuannya siswa tentang pentingnya soft skill.Pada penelitian ini soft skill yang akan diteliti meliputi mandiri, disiplin, peduli lingkungan, jujur, kerja sama, dan komunikasi lisan. Fokus pada penelitian ini adalah identifikasi soft skill siswa kelas X pada mata pelajaran produktif, yaitu usaha peneliti dalam memaparkan dan menjabarkan bagaimana kondisi soft skill siswa kelas X pada saat proses belajar mengajar berlangsung khususnya pada mata pelajaran produktif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan kondisi nyata yang telah diamati oleh peneliti di lapangan dalam proses penelitian ilmiah yang berkaitan dengan aspek soft skill di kelas X pada mata pelajaran produktif.instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai observer yang melakukan observasi di dalam kelas dengan waktu 2 bulan dan berpedoman pada pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dapat digunakan trianggulasi data. Data yang didapatkan berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa dalam penelitian kualitatif ini adalah pengembangan dari temuan yang sebelumnya sudah ada yang dibedakan dengan tempat dan subyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill yang diterapkan pada mata pelajaran produktif belum dilaksanakan sepenuhnya oleh siswa. Ini ditunjukkan pada jarangnya siswa dalam pengumpulan tugas, kemandirian siswa yang masih kadang-kadang dilakukan, kejujuran siswa yang sudah mulai diterapkan dalam membuat produk sudah hasil karya sendiri, kerja sama dalam kelompok masih belum bisa terlaksana dengan baik, dan komunikasi lisan juga belum dilaksanakan oleh siswa. Selain pada mata pelajaran produktif, pengembangan soft skill juga dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler melalui kegiatan OSIS, PMR, pramuka, paskibra, dan satgas. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan soft skill ini adalah belum semua guru memahami dan melaksanakan kurikulum berbasis karakter, khususnya untuk mata pelajaran produktif,  kurangnya pemantauan pada kebiasaan karakter siswa dikarenakan jumlah siswa yang banyak, sehingga guru kesulitan dalam memantau siswa satu persatu

    Tanggapan Pelanggan Toko Aksesoris di Malang Town Square Terhadap Bros dari Bahan Limbah Botol Plastik.

    No full text
    ABSTRAK   Masithoh, Ayu Dewi. 2014. Tanggapan Pelanggan Toko Aksesoris di Malang Town Square Terhadap Bros dari Bahan Limbah Botol Plastik. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn.   Kata Kunci: Tanggapan, Pelanggan Toko Aksesoris, Bros Limbah Botol Plastik. Limbah merupakan permasalahan yang tidak terselesaikan sampai detik ini, khususnya limbah plastik. Limbah plastik membutuhkan waktu lebih dari 1000 tahun agar benar-benar terurai oleh tanah, saat terurai partikel-partikel plastik akan mencemari tanah karena bersifat racun. Salah satu limbah plastik yang sering di temukan adalah limbah botol plastik. Botol plastik banyak digunakan oleh produsen minuman, kosmetik, obat-obatan dan lain sebagainya sebagai bahan baku kemasan mereka, sedangkan botol plastik tersebut bersifat sekali pakai kemudian akan dibuang dan menjadi limbah. Salah satu cara menangani permasalahan limbah botol plastik adalah dengan cara mendaur ulang kembali limbah botol plastik menjadi aksesoris bros. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pelanggan toko aksesoris terhadap produk bros dari bahan limbah botol plastik, mengetahui tanggapan pelanggan toko aksesoris terhadap limbah botol plastik yang digunakan dalam pembuatyan bros, dan mengetahui tanggapan pelanggan toko aksesoris terhadap pemanfaatan limbah yang dilakukan dalam pembuatan bros. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 54 orang pelanggan toko aksesoris di Malang Town Square. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner atau angket yang berjumlah 20 soal. Instrumen angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,934 dan dinyatakan sangat reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan persentase (%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan sebagian besar responden yaitu 51 orang menyatakan sangat baik terhadap produk bros dari bahan limbah botol plastik. Desain dan bentuk produk bros dari bahan limbah botol plastik diharapkan dapat dikembangkan menjadi bentuk yang lebih variatif.   Pembuatan produk bros dari bahan limbah botol plastik dapat dikembangkan menjadi usaha dan bisnis yang menguntungkan. Mempelajari dan lebih memahami bahaya limbah botol plastik, mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai, tidak menimbun botol plastik di tanah, dan tidak membakar limbah botol plastik. Pemanfaatan limbah botol plastik dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar, mendaur ulang limbah botol plastik tidak hanya menjadi bros tapi dapat di daur ulang menjadi barang lain yang fungsional dan bernilai jual. Mendaur ulang limbah botol plastik diharapkan dapat mengurangi permasalahan limbah botol plastik

    STUDI TENTANG KETERCAPAIAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN FASHION DRAWING PROGRAM KEAHLIAN BUSANA BUTIK di SMK TERPADU AL-ISHLAHIYAH SINGOSARI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ngirfanillah, Nailul Zakiyyatil. 2014. Studi Tentang Ketercapaian Kompetensi Mata Pelajaran Fashion Drawing Program Keahlian Busana Butik di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd   Kata Kunci: Ketercapaian Kompetensi, Mata Pelajaran Fashion Drawing Ketercapaian kompetensi dasar adalah pencapaian sejumlah kemampuan oleh siswa yang harus dimiliki sebagai rujukan bahwa siswa tersebut telah menguasai materi yang telah diberikan untuk bekal kehidupannya dalam bermasyarakat. Fashion drawing merupakan program keahlian yang diturunkan dari kurikulum SMK yang dipilih oleh SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Berdasarkan hasil survey ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing, belum sesuai dengan kompetensi dasar yang seharusnya terdapat pada silabus. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing program keahlian Busana Butik di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas XI Busana Butik SMK Terpadu AL-Ishlahiyah yang berjumlah 23 siswa, tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik sampel jenuh, instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Tehnik analisis yang digunakan adalah analisis statistik desktiptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing di SMK Terpadu AL-Ishlahiyah tidak tercapai. Hal tersebut dapat diketahui dari materi RPP yang tidak sesuai/relevan dengan silabus, kemudian materi RPP tidak sesuai/tidak relevan dengan materi fashion drawing. Selain itu kompetensi fashion drawing yang diberikan terhadap siswa tidak tercapai, serta tingkat penguasaan siswa tentang pengetahuan dan keterampilan kompetensi fashion drawing yang seharusnya dicapai, kurang dikuasai oleh siswa, dan SDM/pengajar yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, dari hasil penelitian tersebut bahwa ketercapaian kompetensi mata pelajaran fashion drawing program keahlian busana butik di SMK terpadu AL-Ishlahiyah dinyatakan tidak tercapai. Sesuai dengan hasil penelitian, adapun saran pada skripsi ini diberikan kepada guru untuk dijadikan acuan bahwa dalam menyampaikan kompetensi mata pelajaran fashion drawing, serta dalam pembuatan RPP sebaiknya disesuaikan dengan silabus dan materi fashion drawing sehingga kompetensi yang dimiliki siswa dapat tercapai dengan baik. Bagi siswa agar lebih meningkatkan belajarnya, lebih aktif dalam mendalami fashion drawing ini melalui media internet, perpustakaan, dan lain sebagainya, sehingga dapat mendapatkan tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan kompetensi fashion drawing dengan baik.   ABSTRACT Ngirfanillah, Nailul Zakiyyatil. 2014. About Competence Achifment Of Fashion Drawing Subject At Boutique Department Integrated Vocational High School Terpadu AL-Ishlahiyah Singosari. Thesis, Industrial Technology Department, Faculty Of Engineering, State University Of Malang. Counselors: (1) Dra. agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd (II) Dra. Idah Hadijah, M. Pd   Keywords: competence achivement, subjects fashion drawing Achivement competence the base is attainment some ability by the students should be owned as a reference that the student had over matter that has been granted to victuals his life in social.Fashion drawing is a skill derived from curriculum smk chosen by smk integrated al-ishlahiyah singosari.Based on a survey ketercapaian competence subjects fashion drawing, not based on with competence basic supposed are on the syllabus. The purpose of this research is described achivemen competence subjects fashion drawing program expertise fashion boutique in smk integrated al-ishlahiyah singosari. The design of research used in this research is research descriptive with the approach of quantitative.A population that we use is a student xi fashion boutique smk integrated al-ishlahiyah siswa, which consisted of 23 technique of sampling used are saturated, technical samples an instrument used is poll closed.Technical analysis used is statistical analyses desktiptif with percentage. Based on the results of research that, can be inferred achivemen competence subjects fashion drawing in smk integrated al-iashlahiyah is not sufficient.Such a right can be known from matter rpp which do not correspond / relevant to the syllabus, then matter rpp not appropriate / not relevant to the matter fashion drawing.Besides competence fashion drawing rendered against the students are not be reached and a mastery of students knowledge about the level of competence and skill fashion drawing it should be, less controlled by the students, of this research that ketercapaian competence subjects fashion drawing program expertise fashion boutique in smk integrated al-ishlahiyah declared not be achieved. According to research, the advice on thesis is given to a tutor to be used as reference that in conveying competence subjects fashion drawing, and in making draft better adapted to syllabus and matter fashion drawing so competence owned students can be achieved well.For students to increase of learning, actively in symbolical fashion drawing is through internet media, libraries, and others, so as to achieve the level mastery knowledge and skill competence fashion drawing well

    StudiTentang Pengelolaan Inspired27 Distro (Distribution Store) Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKBanyak bentuk usaha busana yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha sehingga banyak orang yang berfikir kreatif dan dapat membaca peluang, diantaranya adalah distro.Distro merupakan singkatan dari distribution store  atau distribution outlet, adalah jenis toko yang menjual pakaian, aksesoris dan lain-lain yang dititipkan oleh para pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri oleh distro tersebut. Distro pada umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak dibidang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda.Salah satu distro yang terkenal di Kota Malang adalah Inspired27 Distro yang beralamat di jalan Soekarno Hatta D 511 Malang. Inspired27 Distro berdiri pada awal tahun 2003 yang didirikan oleh Bapak Uji Kuswanto. Inspired27 Distro merupakan salah satu distro di kota Malang yang masih bertahan ditengah persaingan industri busana lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang distro tersebut meliputi segala aspek dalam mendirikan dan pengelolaan distro meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.Jenis penelitianini, adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara (wawancara terbuka dan wawancara mendalam), observasi, dan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik keabsahan data yang dilakukan didalam penelitian ini adalah uji kredibilitas dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkanketekunandantriangulasi.Analisis data dilakukandenganreduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan Inspired27 Distro meliputi : sejarah, tujuan, nama distro, produk, permodalan, lokasi distro, sumber daya manusia, pengadaan barang, pemasaran, dan segmen pasar. Secara keseluruhan perencanaan Inspired27 dikelola dengan baik sehingga Inspired27 masih bertahan di dunia industri fashion di Kota Malang, selain itu yang menjadi unggulan produk Inspired27 adalah Inspired27membagi segmen produk per kategori yaitu Clasics27, Re/Act27, I-Queen27, Artribe27, Dr.Braunch, I-Kids27dengan mengedepankan keeksklusifan produknya sehingga konsumen merasa puas dengan produk-produk yang dijual di  Inspired27.(2) faktor kedua yang membuat Inspired27 tetap bertahan di dunia industri fashion, adalah pengelolaan organisasi di Inspired27 berlangsung dengan baik, karena Inspired27 mempunyai struktur organisasi dan mekanisme kerja tertulis atau biasa disebut SOP yang dirumuskan bersama antara pihak owner dan manager sebagai pedoman dalam menjalankan program kerja, hanya saja Inspired27 tidak mempunyai ruangan khusus karyawan sehingga meeting dan brifing dilaksanakan di ruang Manager.(3) pengelolaan pelaksanaan Inspired27 Distro  meliputi : pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan produksi, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan pemasaran. Pengelolaan pelaksanaan di Inspired27 secara keseluruhan berlangsung dengan baik, terutama untuk pengelolaan sumber daya manusianya (karyawan). Inspired27 mempunyai program kesejahteraan bagi karyawannya, yaitu diadakan penjumlahan poin setiap bulan dan memberikan rewarduntuk Sang champion,kenaikan jabatan bagi karyawan yang berprestasi serta mengadakan refreshing berupa rekreasi bersama. Sistem seperti ini membuat kinerja karyawan semakin meningkat, serta tingkat kedisiplinan karyawan semakin tinggi.Pengelolaan sumber daya manusia yang baik merupakan salah satu faktor yang membuat Inspired27 tetap bertahan. (4) pengelolaan pengawasan di Inspired27 Distro  meliputi : pengawasan sumber daya manusia, pengawasan produksi, pengawasan keuangan, dan pengawasan penjualan. Pengelolaan pengawasan secara keseluruhan dikelola dengan baik, terutama pengawasan sumberdayamanusia di Inspired27,setiapdivisidiberlakukan SOP (jobdesk) dan MOU, dengan diadakannya SOP ranah kerja karyawan menjadi lebih jelas serta kinerja mereka semakin meningkat. Hal ini juga merupakan salah satu faktor yang membuat Inspired27 tetap bertahan.Saran yang dapat disampaikan untuk Inspired27 adalah : (1) Inspired27 disarankan menambah tema baru untuk kategori produknya dibawah naungan brand Inspired27, selain menambah kekreatifitasan Inspired27 sendiri,juga dapat memuaskan konsumen dengan idealisme yang berbeda-beda selain yang disebutkan di atas. (2) organisasi di Inspired27 mekanisme kerjanya sudah tersusun dengan rapi, maka disarankan diadakan ruangan khusus karyawan, yang bisa digunakan untuk meeting dan briefing antara pihak manager dan karyawan. (3) pengawasan sumberdayamanusia di Inspired27 setiap divisi diberlakukan SOP (jobdesk) dan MOU, maka pihak manager dan karyawan sebaiknya mentaati kontrak dalam MOU tersebut

    Potensi Mendong Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tas Dalam Diversifikasi Usaha Di Daerah Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Pengembangan potensi yang dimaksud adalah mengembangkan kemampuan yang telah ada. Potensi yang digali adalah tanaman mendong. Kemampuan dalam memproduksi tanaman mendong di daerah Blayu bisa dikembangkan lagi, dengan adanya inovasi baru kerajinan mendong menjadi sebuah tas, penelitian ini mengukur potensi produk untuk menciptakan pasar baru. Mendong adalah salah satu tumbuhan yang hidup di rawa, tanaman ini tumbuh di daerah yang berlumpur dan memiliki air yang cukup. Mendong merupakan salah satu jenis rumput,  dan biasanya tumbuh dengan panjang lebih kurang 150 cm. Mendong dalam bahasa latin adalah fimbristylis globulosa merupakan family dari cperaceae yang digolongkan sebagai rumput semu (terna) yang berlempeng dan mampu menyesuaikan diri terhadap genangan air selama musim hujan. Fokus penelitian  ini adalah mendalami potensi mendong sebagai bahan dasar tas untuk aksesoris busana sebagai bentuk diversifikasi usaha bagi pengrajin mendong di daerah Blayu kecamatan Wajak kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah  informan, yaitu petani, pengrajin, dan pengepul mendong. Prosedur analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data, dan triangulasi. Potensi yang dibahas dalam penelitian ini adalah potensi mendong pada sisi suplai bahan baku yaitu  penanaman dan pembudidayaan, potensi mendong pada sisi produksi, potensi mendong pada sisi kondisi atau bentuk fisik, potensi mendong pada sisi ekonomi dan potensi mendong pada sisi pemasaran.  Analisis diversifikasi produk mendong  meliputi ketersediaan bahan baku, model tas mendong, harga jual tas mendong, calon konsumen tas mendong dan produksi tas mendong. Dengan melibatkan petani, pengrajin, pengepul dan calon konsumen  untuk mendapatkan paparan hasil dalam pembuatan tas mendong sebagai diversifikasi usaha. Bahasan yang perlu diulas lebih terperinci adalah pengembangan produk, tahap-tahap dalam pengembangan produk dan hasil tas mendong. Tahap tahap dalam pengembangan produk meliputi; tahap penyaringan, tahap pengembanagn, tahap analisis data, dan tahap pengujian. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan diversifikasi usaha  mampu mengangkat potensi mendong sebagai tanaman yang memiliki kegunaan tinggi, jenis tas tote bag merupakan inovasi pertama yang diproduksi dari mendong, dan produksi tas mendong dapat mengembangkan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Blayu kecamatan Wajak kabupaten Malang

    Survey Tingkat Kepuasan Mahasiswa Prodi S1 Tata Busana Angkatan 2009 dan 2010 Terhadap Pelayanan Laboran Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dwicahyaningrum, Fatimah. 2013. Survey Tingkat Kepuasan Mahasiswa Prodi S1 Tata Busana Angkatan 2009 dan 2010 Terhadap Pelayanan Laboran Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd   Kata Kunci:Kepuasan Mahasiswa, Layanan Laboran   Tugas laboran Prodi Tata Busana sebagai tenaga kependidikan memberikan pelayanan kepada mahasiswa di dalam proses pembelajaran praktikum. Layanan pendidikan yang diberikan oleh laboran kepada mahasiswa secara maksimal dapat menunjang dalam proses belajar. Layanan pendidikan dinyatakan berhasil apabila penerima layanan khususnya mahasiswa merasa puas setelah memperoleh pelayanan yang diberikan. Keberhasilan sebuah layanan pendidikan dapat bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja laboran dan dijadikan sebagai dasar penyusunan program lembaga terkait dengan proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa prodi S1 tata busana angkatan 2009 dan 2010 terhadap pelayanan laboran Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2009 dan 2010 dengan jumlah total 105 mahasiswa, maka diambil sampel dengan teknik proportional stratified random sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 51 mahasiswa dari angkatan 2009 dan 2010 yang diambil secara acak/random. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket digunakan untuk mengambil data tingkat kepuasan mahasiswa. Perhitungan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian kepuasan mahasiswa prodi S1 tata busana angkatan 2009 dan 2010 terhadap ketersediaan dan kelengkapan alat laboratorium produksi persentase tertinggi jawaban responden 42,11% menyatakan memuaskan, pada laboratorium industri persentase jawaban tertinggi responden sebesar 47,4% menyatakan memuaskan terhadap ketersediaan laboratorium. Laboratorium komputer persentase jawaban responden tertinggi 44,74% menyatakan cukup memuaskan terhadap ketersediaan bahan. Laboratorium tekstil persentase jawaban responden tertinggi sebesar 44,74% menyatakan cukup memuaskan terhadap kelayakan mesin, sedangkan hasil penelitian mengenai tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan laboran I di laboratorium produksi 63,16% responden menyatakan sangat memuaskan. Pelayanan laboran II di laboratorium industri pada indikator keandalan 81,58% responden menyatakan tidak memuaskan. Pelayanan laboran III di laboratorium komputer pada indikator tanggap 55,26% responden menyatakan cukup memuaskan. Pelayanan laboran IV di laboratorium tekstil pada indikator keandalan 71,05% responden menyatakan memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan mahasiswa prodi S1 tata busana angkatan 2009 dan 2010 terhadap ketersediaan laboratorium (indikator berwujud) secara keseluruhan tertinggi ada pada laboratorium produksi, untuk kelengkapan alat laboratorium ada pada laboratorium produksi dan komputer, untuk kelayakan mesin tingkat kepuasan tertinggi ada pada laboratorium tekstil, pada ketersediaan bahan tingkat kepuasan mahasiswa tertinggi ada pada laboratorium tekstil, dan pada tingkat kepuasan mahasiswa prodi S1 tata busana angkatan 2009 dan 2010 terhadap pelayanan laboran tertinggi pada pelayanan laboran I, sedangkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan laboran terendah pada pelayanan laboran II. Saran kepada Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang merupakan sarana bahan evaluasi untuk upaya penyusunan program peningkatan  pelayanan secara maksimal untuk mahasiswa oleh jurusan secara berkelanjutan, penyusunan program bagi tiap-tiap laboran  serta sebagai upaya pemberian pelatihan tambahan bagi laboran. Bagi laboran-laboran Prodi Tata Busana Jurusan Teknologi Industri untuk lebih menigkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan pendidikan.                                                                   ABSTRACT   Dwicahyaningrum, Fatimah. 2013. Survey of The Students Satisfaction on The Laboratorium Staff Service at State University of Malang.Thesis, Industrial Technology Department, Faculty of Engineering, State University of Malang, Advisor: (1) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd (2) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd. Kata kunci: Students Satisfaction, Laboratorium Staff Service   Program study laboratory staff service fashion as education workers provide services to students in the learning process of the practicum. Education services provided by laboratories to be able to support the student's full potential in the learning process. Educational services mentioned particularly fruitful when the recipient of the services students were satisfied after acquiring the services provided. The success of an educational service can be useful to evaluate the performance of laboratories and serve as the basis of the board restructuring program related to teaching and learning. The purpose of this study was to know the satisfaction level of students Program  study S1 fashion education 2009 and 2010 for service laboratories State University of Malang. This research is a descriptive study with a quantitative. The population in this research was student class of 2009 and 2010 with a total of 105 students, then the sample is taken with a proportional stratified random sampling technique, to obtain a total sample of 51 students from the class of 2009 and 2010 were drawn at random / random. The instrument used in this study was a questionnaire. Questionnaire is used to retrieve the data level of student satisfaction. The calculations of the data in this study using percentages. Based on the results of student satisfaction program study S1 fashion education in 2009 and 2010 to the availability and completeness of laboratory equipment production the highest percentage of respondents 42.11 % said satisfactory , the laboratory industry the highest percentage of responses for 47.4 % of respondents stated satisfy the lab availability . Computer labs highest percentage of 44.74 % of respondents stated they were quite satisfactory to the availability of materials . Textile laboratory highest percentage of respondents by 44.74 % stated quite satisfactory for the feasibility of the machine , while the results of research on the level of student satisfaction with the service laboratory  staff  I in the laboratory production 63.16% of respondents stated very satisfying . Services laboratory staff II in the industry labs on the reliability indicator 81.58 % of respondents stated unsatisfactory . Services laboratory staff III in the computer lab on the indicator response 55.26 % of respondents stated they were quite satisfactory . Services laboratory staff IV in the textile laboratory indicators of reliability of 71.05 % said satisfactory . The conclusion of this study is the level of student satisfaction program study S1 fashion education in 2009 and 2010 to the availability of laboratory (tangible indicators) exist on the highest overall production laboratory, laboratory tools exist to complete the production and computer labs, to the feasibility of the highest satisfaction level machine is on textile laboratories, the availability of student satisfaction levels are highest in the textile laboratory, and the program study S1 level of student satisfaction fashion education in 2009 and 2010 to the highest laboratory services to laboratory services I, while the level of student satisfaction with services at the lowest laboratory to laboratory services II. Advice to the Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang is a means to evaluate candidates for the preparation of program improvement efforts to the maximum service to students by the department on an ongoing basis, the preparation of the program for each laboratory as well as efforts to provide additional training for the laboratory. For laboratories study program dressmaking Industrial Technology Department to further boost performance in providing education services

    PENGELOLAAN KELAS YANG DILAKUKAN GURU PADA PEMBELAJARAN PEMBUATAN BUSANA WANITA DI SMK NEGERI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK: Pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi belajar yang efektif, kondusif dan maksimal dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada, mulai dari pengelolaan fisik (perabot, alat pembelajaran, dan media pembelajaran) dan siswa. Pengelolaan kelas mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran, sehingga guru yang baik harus mampu menjaga agar kondisi kelas tetap tertib dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup tentang pengelolaan kelas yang meliputi pengelolaan fisik (perabot, alat pembelajaran, dan media pembelajaran) dan pengelolaan siswa

    Studi tentang hijabersmom community di kota malang

    No full text
    ABSTRAK   Sartika, Yenni Dwi. 2014. Studi Tentang Hijabersmom Community Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd   Kata Kunci: Hijab, Hijabers, Hijabersmom Community   Pengguna busana muslim sangat beragam baik itu mode, perpaduan warna, motif serta pelengkap busana. Umumnya para pengguna hijab tidak terlalu menggunakan prinsip berbusana yang ada. Fokus penelitian meliputi: (1) Hijabers; (2) Busana Hijabers; (3) Hijabersmom Community (HmC). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data menggunakan Triangulasi Teknik, yaitu (1) Observasi; (2) Wawancara; dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hijab merupakan penutup (benda) yang digunakan untuk menutup aurotbagi wanita muslim, sedangkan hijabers adalah orang yang menggunakan hijab; (2) Penggunaan busana pada HmC tidak selalu memperhatikan prinsip berbusana, hal ini dikarenakan komunitas memberikan kebebasan bagi para anggota untuk berbusana sesuai dengan style.; (3) Hijabersmom Community Malang adalah komunitas para ibu pengguna hijab yang mempunyai tujuan yang sama yaitu  mengajak para wanita untuk menggunakan hijab. Struktur organisasi HmC Malang sesuai denganHmC pusat hanya saja lebih disederhanakan. Syarat bergabung di Hijabersmom Community Malang sama seperti ketentuan Hijabersmom Community Pusat. Kegiatan Hijabersmom Community Malang secara umum sesuai dengan kegiatan pusat dan  manfaat yang didapatkan bertujuan untuk menambah wawasan setiap anggota maupun masyarakat sekitar. Kesimpulandari penelitian ini adalah: (1) Hijabersmerupakan para wanita muslim yang menggunakan hijab dengan tujuan untuk mensyiarkan busana muslim sesuai dengan ajaran agama islam; (2) Busana Hijabersdalam hijabersmomtidak begitu memperhatiakan prinsip berbusana, seperti dalam pemilihan motif dan warna dan pelengkap busana. Penggunaan busana hijabers pada umumnya menggunakan hijab variasi (modern) dengan menggunakan tutorial hijab (panduan cara berhijab), ada juga yang menggunakan hijab instan (penggunaan hijab yang bisa langsung dipakai); (3) Hijabersmom Community  merupakan komunitas para ibu muslimah yang menggunakan hijab dengan tujuan mensyi’arkan agama islam dan pemberdayaan wanita. Tujuan, struktur organisasi, syarat keanggotaan dan kegiatan organisasi secara umumsama dengan HmC pusat. Saran peneliti adalah: (1) Hijabersmom Community mengadakan kegiatan seminar tentang pengetahuan busana agar dalam berpenampilan sesuai dengan teori berbusana yang ada; (2) Hijabersmom Community cabang Malang segera menyelesaikan pembuatan Struktur Organisasi dan  jobdisk agar para anggota mengetahui tugas dan kewajibannya

    Studi Eksplorasi Tentang Motif Batik Baronggung di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Zanuarni, Risma. 2014. Studi Eksplorasi Tentang Motif Batik Baronggung di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn (II) Dra. Nurul Aini, M.Pd Kata Kunci: Batik, Batik Baronggung, Tulungagung Batik merupakan salah satu peninggalan kebudayaan nenek moyang. Membatik adalah membuat titik-titik dengan cara meneteskan cairan lilin pada kain. Batik Jawa Timur sebenarnya tersebar di seluruh wilayah Jawa timur, namun ada lima wilayah dimana pengrajin batik lebih banyak ditemukan dan terkenal yakni daerah Madura, Tuban, Banyuwangi, Mojokerto dan Tulungagung. Pesona batik Tulungagung terletak pada keberanian memadukan warna untuk menghasilkan batik dengan warna yang berbeda. Batik Baronggung merupakan salah satu batik tertua di Tulungagung. Penelitian ini berfokus pada: (1) Sejarah berdirinya usaha batik Baronggung Tulungagung; (2) Motif khas yang dimiliki batik Baronggung Tulungagung; (3) Makna perlambang dari motif khas batik Baronggung Tulungagung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi Sumber Data yaitu (1) Pemilik batik Baronggung Tulungagung; (2) Pengrajin batik Baronggung Tulungagung; dan (3) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung;, dan Triangulasi Teknik, yaitu (1) Observasi; (2) Wawancara; dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah berdirinya batik Baronggung Tulungagung adalah pada 5 Juni 1978, merupakan usaha turun temurun yang menduduki genarasi ke tiga; (2) Memiliki 5 motif khas yaitu motif Sekar Jagad, motif Burung Merak, motif Ombak Banyu, motif Parisauli dan motif Bunga Nirwana serta memiliki 2 motif pengembangan dari motif khas yaitu motif Ombak banyu Beras Kutah dan motif Ombak Banyu Keong; (3) Makna perlambang dari setiap motif khas batik Baronggung Tulungagung adalah: motif Sekar Jagad bermakna manusia di dunia tidak memiliki perbedaan dalam segi golongan, motif Burung Merak bermakna keindahan, motif Ombak Banyu bermakna sebuah kehidupan, motif Ombak Banyu Beras Kutah bermakna kehidupan yang selalu diberikan rejeki melimpah, motif Ombak Banyu Keong bermakna kehidupan yang tidak bisa jauh dari tempat tinggal yang melindungi dari hujan, dingin, dan panas matahari, motif Parisauli bermakna kemakmuran, dan motif Bunga Nirwana bermakna keindahan surga. Saran yang dapat peneliti ungkapkan adalah: (1) Bagi pemerintah Tulungagung dapat melestarikan batik Baronggung dengan menjadikan sebagai baju dinas, seragam kerja dan seragam sekolah di kabupaten Tulungagung dan sering mengadakan acara pemerintahan maupun pameran karya klasik Tulungagung salah satunya batik Baronggung; (2) Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung sebaiknya memiliki data penting batik Baronggung seperti dokumentasi maupun buku guna untuk dijadikan bukti tertulis karya klasik Tulungagung dan juga mengarahkan wisatawan untuk berkunjung di galeri batik Baronggung; (3) Bagi pengusaha batik Baronggung Tulungagung diharapkan hasil karya yang dimiliki sejak lama tetap didokumentasikan atau dibukukan agar data penting berupa arsip penting batik Baronggung tidak hilang dan juga lebih dapat mengembangkan karya batiknya dengan mengikuti banyak pameran batik guna dapat dikenal pada kalangan masyarakat luas; (4) Bagi masyarakat Tulungagung diharapkan lebih mengenal motif khas yang dimiliki batik Baronggung dan lebih cinta dengan batik produk buatan daerah sendiri salah satunya batik Baronggung Tulungagung.        

    Studi Tentang Mekanisme Peminatan Bidang Busana di SMK Negeri 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Erricha Dewi Sukma. 2014. Studi Tentang Mekanisme Peminatan Bidang Busana di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd., (II) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. Kata Kunci: Studi, Mekanisme, Peminatan, SMK Negeri 3 Malang.   SMK Negeri 3 Malang merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan bidang pariwisata yang mempunyai enam kompetensi keahlian yaitu Busana Butik, Jasa Boga, Tata Kecantikan Rambut, Tata Kecantikan Kulit, Akomodasi Perhotelan dan Teknik Komputer dan Jaringan. SMK Negeri 3 Malang merupakan satu-satunya SMK Negeri di kota Malang yang mempunyai  program peminatan. Tujuan SMK Negeri 3 mengadakan program peminatan adalah untuk mewadahi bakat, minat serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik, akan tetapi kenyataannya peminatan justru didasarkan pada acuan nilai yang telah ditentukan pada mata pelajaran normatif, adaptif, dan produktif sehingga terjadi ketidak sesuaian antara bakat, minat serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik dengan program peminatan yang dijalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah mekanisme peminatan bidang busana pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di SMK Negeri 3 Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pengajar pada bidang tata busana dan Kepala Sekolah selaku pimpinan SMK Negeri 3 Malang yang berjumlah total 14 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan test retest. Teknik analisis data yang digunakanan adalah teknik persentase. Berdasarkan hasil analisis data dari tahap perencanaan dapat diketahui bahwa (a) penyusunan panitia peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (98,6%). (b) penetapan kuota peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (81%). (c) penyusunan kriteria peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (71,5%). (d) penyiapan form peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan di SMK Negeri 3 Malang (82%). (e) penjadwalan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (100%). Hasil analisis data dari tahap pelaksanaan dapat diketahui bahwa (a) pengumpulan data sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (91,7%). (b) informasi peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (100%). (c) identifikasi dan penetapan peminatan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (100%). (d) penyesuaian sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (79%). Hasil analisis data dari tahap evaluasi dapat diketahui bahwa monitoring dan tindak lanjut sudah sesuai dengan mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang (83,3%). Berdasarkan keseluruhan hasil analisis data menunjukkan bahwa mekanisme peminatan bidang busana di SMK Negeri 3 Malang sudah sesuai dengan mekanisme peminatan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud (90%). Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Mekanisme Peminatan Bidang Busana di SMK Negeri 3 Malang pada Tahap Perencanaan menunjukkan bahwa seluruh langkah-langkah yang ditunjukkan pada indikator tahap perencanaan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan yang sudah ditetapkan oleh kemendikbud, meskipun penetapan kuota peminatan di SMK Negeri 3 Malang tidak didasarkan pada minat yang dimiliki oleh peserta didik. (2) Mekanisme Peminatan Bidang Busana di SMK Negeri 3 Malang pada Tahap Pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh langkah-langkah yang ditunjukkan pada indikator  tahap pelaksanaan sudah sesuai dengan mekanisme peminatan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud, meskipun pihak panitia peminatan di SMK Negeri 3 Malang tidak memberikan kesempatan untuk memilih peminatan peserta didik apabila peminatan yang ditetapkan tidak sesuai dengan keinginannya. (3) Mekanisme Peminatan Bidang Busana di SMK Negeri 3 Malang pada Tahap Evaluasi menunjukkan bahwa monitoring dan tindak lanjut di SMK Negeri 3 Malang sudah sesuai dengan mekanisme peminatan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud, meskipun pihak panitia peminatan hanya memonitoring program peminatan dan tidak diikuti dengan perbaikan dalam program peminatan. Saran sekolah adalah (1) Khususnya panitia peminatan di SMK Negeri 3 Malang,  sebaiknya dalam menetapkan kuota peminatan peserta didik, didasarkan pada minat yang dimiliki oleh peserta didik. (2) Khususnya panitia peminatan di SMK Negeri 3 Malang, dapat memberikan kesempatan untuk memilih peminatan yang diinginkan oleh peserta didik yang memenuhi kriteria, tetapi tidak ditempatkan berdasarkan minat peserta didik melainkan berdasarkan kuota yang telah ditentukan. (3) Khususnya panitia peminatan di SMK, melakukan perbaikan atau menindak lanjuti hal-hal yang timbul  setelah kegiatan monitoring program peminatan dilakukan

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇