SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG MINAT WIRAUSAHA MAHASISWA DIPLOMA 3 TATA BUSANA TEKNOLOGI INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Al hamid, Raguan. 2014. Study tentang Minat Wirausaha Mahasiswa Diploma 3 Tata Busana Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, jurusan teknologi industri, fakultas teknik, universitas negeri malang. Pembimbing: (I) Dra.Endang Prahastuti, M. pd, (II) Anik Dwiastuti, ST.MT. Kata Kunci: Minat, Wirausaha, Mahasiswa Diploma 3. Dunia usaha merupakan tulang punggung perekonomian nasional sehingga harus dinaikkan sedemikian rupa melalui berbagai Departemen Teknis maupun Institusi lain yang ada di masyarakat termasuk satuan pendidikan. Berpedoman pada pendidikan yang berwawasan kewirausahaan menerapkan prinsip-prinsip praktikum pembentukan kecakapan hidup (life skill) disekolah, dikampus serta penerapan pada masyarakat, dengan begitu para mahasiswa jurusan teknologi industri program studi diploma Tata Busana di harapkan meningkatkan prestasi belajarnya dalam mata kuliah praktikum, yang merupakan titik awal dari kesuksesan kewirausahaan. Berkaitan dengan itu, mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian dalam hal mengkaji minat berwirausaha dalam diri dan luar diri mahasiswa D3 Tata Busana untuk mengelola usaha di bidang busana. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan minat berwirausaha Mahasiswa Diploma 3 Tata Busana Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik statistik diskriptif. Frekuensi tersebut juga dapat dilihat penyebaran persentasenya, dikenal dengan frekuensi kumulatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket, yang populasinya adalah mahasiswa D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang yang masih aktif dalam perkuliahan. Sebelum angket disebar angket di uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment, dan uji reliabilitas yang menggunakan rumus teknik belah dua (split half method). Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data memberikan angket kepada responden, pengolahan data dengan mengklasifikasikan data sebelum dilakukan penghitungan dan analisis, mentabulasikan data, interpretasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Faktor dari dalam individu yang lebih mendukung minat berwirausaha adalah faktor perasaan mampu, sedangkan faktor kepribadian sedikit dalam mendukung minat wirausaha mahasiswa. Kedua, Faktor dari luar individu yang lebih mendukung minat berwirausaha adalah faktor lingkungan sekolah. Faktor dari luar individu yang tidak mendukung minat berwirausaha mahasiswa adalah faktor lingkungan sosial.Kedua faktor tersebut yang paling berperan dalam pembentukan minat mahasiswa adalah faktor dari dalam individu
Tanggapan Pemilik Tempat Praktik Industri Bidang Butik Terhadap Kinerja Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan Tahun 2009 dan 2010
ABSTRAK Rizky, Novi Silviana. 2014. Tanggapan Pemilik Tempat Praktik Industri Bidang Butik Terhadap Kinerja Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan Tahun 2009 dan 2010. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M. Si (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd. Kata Kunci: Praktik Industri, Butik, Kinerja Mahasiswa. Mata kuliah Praktik Industri wajib ditempuh oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana. Syarat-syarat tempat praktik industri salah satunya adalah bidang butik. Pemilik industri dalam bidang butik khususnya yang dipegang oleh seorang fashion designer mengharapkan praktikan dari mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana mempunyai keterampilan yang sesuai dengan harapan mereka agar dapat menunjang segala aktivitas yang dilakukan seorang fashion designer. Mahasiswa pendidikan tata busana diharapkan menjadi seorang guru sekolah menengah kejuruan yang mampu memberikan pengarahan dan penjelasan kepada peserta didiknya ketika akan melakukan praktik kerja industri (prakerin) khususnya dalam bidang butik, sehingga pengalaman selama menjadi mahasiswa sangat diperlukan demi menunjang kompetensi yang dimiliki seorang guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan pemilik tempat Praktik Industri bidang butik terhadap kinerja mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2009 dan 2010. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 12 responden. Jenis sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yang berjumlah 12 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemilik tempat praktik industri secara keseluruhan memberikan tanggapan yang baik (58%) terhadap kinerja mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2009 dan 2010, dalam hal ini mahasiswa melakukan kegiatan praktik industri dengan baik. Saran penelitian (1) Bagi mahasiswa Pendidikan Tata Busana, kualitas dan kecepatan kerja mahasiswa perlu ditingkatkan lagi. Hasil penelitian bisa berubah tergantung dari mahasiswa yang melaksanakan praktik industri selanjutnya dan adanya mahasiswa yang menjadi pembanding dari universitas lain yang melaksanakan praktik industri ditempat yang sama. (2) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa dilakukan pada tempat praktik industri bidang yang lain sesuai dengan Pedoman Praktik Industri Jurusan Teknologi Industri, dalam hal ini bidang yang lain terdiri dari: konfeksi/garment dan pelatihan bidang busana atau desain yang memiliki ijin (Depdiknas atau Depnaker)
Studi tentang Motif Khas Batik Balitar di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar
ABSTRAK Yunita, Chusna. 2014. Studi tentang Motif Khas Batik Balitar di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati, S.Pd.,M.Sn, (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si Kata Kunci: batik, motif khas “Batik Balitar” Batik Balitar merupakan salah satu industri batik yang ada di Kota Blitar, nama dari “Batik Balitar” tersebut bukan nama sebuah motif batik melainkan nama dari label industri batik dan dipatenkan sejak tanggal 29 Desember 2010 dengan No. D 0020010047502. Batik Balitar sebagai pelopor utama dari pembutan batik khas Kota Blitar, yang tergabung dalam satu kelompok yang dinamakan Asosiasi Batik Blitar Asli (ABABIL). Batik Balitar memiliki lima motif khas, yang kesluruhan motifnya dibuat berdasarkan ikon dan produk unggulan Kota Blitar. Kelima motif tersebut diantaranya adalah motif Sekarjagad Blitar, motif Bendogeritan, motif Koi-koi Blitar, motif Bintang Pancasila, dan motif Onthong-onthong. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang motif khas “Batik Balitar” di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti, Batik Balitar memiliki lima (5) motif khas diantaranya adalah; (1) Motif Khas Sekarjagad; (2) Motif Khas Bendogeritan; (3) Motif Khas Bintang Pancasila; (4) Motif Khas Koi-koi; (5) Motif Khas Onthong-onthong. (1) Motif khas Sekarjagad memiliki rangkaian motif yang didalamnya, antara lain adalah Gapura makam Bung Karno, Cungkup makam Bung Karno, ikan Koi, buah Belimbing, bunga Melati, bunga Rosella, waterpark Sumberudel, Sambal pecel, dan hasil bubut kayu Kota Blitar. Kesembilan motif tersebut tidak memiliki makna khusus, dan kesembilan motif tersebut hanya menggambarkan ciri khas yang ada di Kota Blitar, hal tersebut sekaligus melambangkan karakteristik manusia yang berbeda-beda; (2) Motif Bendogeritan yang dilambangkan dengan bentuk motif buah bendo, daun bendo, bunga bendo, dan truntum, merupakan gambaran lingkunga sekitar yang terdapat banyak pohon bendo, dari pohon bendo yang saling menyilang dengan pohon lain sehingga menimbulkan suara geritan yang pada akhirnya menjadi cikal bakal nama sebuah Kelurahan yang ada di Kota Blitar. Pada motif ini memiliki makna tuntunan atau arahan kepada aparatur kelurahan untuk dapat mengayomi, mengarahkan masyarakat ke hal yang lebih baik; (3) Motif Bintang Pancasila dilambangkan dalam bentuk Gunungan limo, Kawung panca, dan ungker-ungkeran wajah manusia, yang menggambarkan lahirnya Pancasila yang hanya diperingati setiap tahun di Kota Blitar yang disebut dengan Grebeg Pancasila, sedangkan makna dari lambang motif tersebut dimaknai, siapapun yang mengenakan motif ini diharapkan dapat menjadi bintang dalam masyarakat jika dalam kesehariannya masih menghargai dan menjalankan kelima sila Pancasila; (4) Motif Koi-koi dilambangkan dengan bentuk ikan Koi, dimana motif tersebut diciptakan karena Kota Blitar sebagai salah satu pembudidayaan ikan Koi yang telah dikenal masyarakat luas, dan sekligus sebagai gambaran karakteristik manusia yang beragam; (5) Motif Onthong-onthong dilambangkan dengan bentuk macam-macam mainan anak-anak yakni Yoyo, Onthong-onthong, Marakas labu dan Marakas telur, dimana motif ini diciptakan oleh perajin karena Kota Blitar sebagai produsen mainan anak-anak dan sekaligus sebagai produk unggulan bubut kayu di Kota Blitar. Pada motif ini juga sebagai gambaran karakteristik anak-anak yang berbeda-beda. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Pemerintah Daerah Kota Blitar, disarankan untuk mengadakan pelatihan atau lomba-lomba desain motif batik agar muncul ide-ide baru dalam pembutan motif batik Balitar khususnya dan dapat mendatangkan beberapa ahli pembatik dari daerah lain agar dapat melakukan pengembangan pada motif ataupun pengembangan pewarnaan batik; (2) Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, agar Batik Balitar lebih dikenal oleh masyarakat luas khususnya didalam ataupun di luar Kota Blitar, maka dapat diperkenalkan melalui kegiatan pameran nasional atau diadakannya gelar potensi di kota Blitar khususnya; (3) Saran bagi perajin Batik Balitar, diharapkan dapat melakukan pengembangan desain motif dan pengembangan pewarnaan “Batik Balitar” dan sekaligus dapat mendokumentasikan ataupun membukukan motif-motif khas “Batik Balitar” , dengan tujuan untuk menghindari hilangnya data-data penting yang ada di Batik Balitar dan Motif khas Batik Balitar agar tidak diklaim oleh daerah lain, disarankan kepada perajin Batik Balitar untuk segera mengurus hak cipta motif di HaKI; (4) Pada penelitian ini diharapkan budayawan yang ada di Kota Blitar dapat ikut serta mendampingi dan menjadi narasumber dalam pengembangan motif “Batik Balitar”
Studi Tentang Pengelolaan Usaha Butik Di Kota Malang
ABSTRAK Margaretta, Micky. 2014. Studi Tentang Pengelolaan Usaha Butik di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (2) Dra.Idah Hadijah, M.Pd Kata Kunci: Studi, Pengelolaan, Usaha Butik, Kota Malang. Pengelolaan dilakukan untuk mewujudkan tujuan usaha melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuanting), dan pengawasan (Controlling) orang-orang serta sumber daya lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan usaha butik di kota Malang dari fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuanting), dan pengawasan (controlling). Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pengelola butik berjumlah 7 responden. Jenis sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk. Teknik analisis data yang digunakan adalah anilisis statistik deskripsi dengan persentase. Hasil penelitian ini yaitu: (1) pengelolaan dari fungsi perencanaan (planning) memiliki kategori baik (57,2%), (2) pengelolaan dari fungsi pengorganisasian (organizing) memiliki kategori kurang baik (42,8%), (3) pengelolaan dari fungsi pelaksanaan (actuanting) memiliki kategori sangat baik (71,4%) dan (4) pengelolaan dari fungsi pengawasan (controlling) memiliki kategori sangat baik (85,7%). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka saran yang dapat peneliti ajukan adalah (1) diharapkan bagi pengelola butik untuk meningkatkan pengelolaan butik dari fungsi pengorganisasian (organizing) karena berdasarkan analisis masih berada pada kategori kurang baik. Sebaiknya susunan organisasi dibuat dalam bentuk bagan serta dilengkapi dengan job disk yang jelas agar efisiensi kerja dapat terjaga, (2) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti mengenai butik, diharapkan dapat meneliti lebih dalam mengenai pembuatan busana butik dan (3) Bagi peneliti yang ingin meneliti tentang butik sebaiknya tidak meneliti tujuh butik yang telah diteliti dalam penelitian ini, karena di kota Malang masih terdapat beberapa butik lain yang memenuhi syarat dan kriteria butik.
Peningkatan Academic Engagement Siswa Melalui Penerapan Model Problem Based Learning di Madrasah Tsanawiyah
ABSTRAKAcademic engagement siswa di madrasah memiliki ide utama yang berhubungan dengan peran serta siswa dalam aktivitas dan kondisi pembelajaran. Siswa yang memiliki peran aktif dalam aktivitas pembelajaran, seperti memperhatikan keterangan saat belajar atau memiliki inisiasi bertanya dalam pembelajaran, tidak saja memudahkan guru untuk mengelola pembelajaran, namun dapat mendorong siswa yang lain untuk berpartisipasi aktif dalam kelas. Academic engagement tidak hanya mendorong partisipasi siswa, tapi juga dapat dijadikan prediktor kesuksesan siswa dalam belajar di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan academic engagement siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di madrasah.Penerapan model PBL dalam bahasa Indonesia mendorong pendekatan kolaboratif dan konstruktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu siswa yang lebih banyak terlibat dengan proses pembelajaran berbasis masalah memperlihatkan perilaku yang lebih baik dalam pembelajaran. Penerapan model PBL di madrasah didesain agar para siswa senantiasa melakukan kerjasama dengan siswa yang lain, sehingga dalam memecahkan masalah terdapat kerjasama dalam kelompok, pada gilirannya dapat meningkatkan academic engagement siswa.Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen subjek tunggal dengan desain multiple baseline across subject. Subjek dalam penelitian ini berperan sebagai subjek penelitian yang diintervensi sekaligus sebagai control participant. Jumlah subjek penelitian sebanyak empat siswa, PUC, TIR, EVN dan LMR. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil identifikasi subjek melalui instrumen academic engagement scale for grade school students (AES-GS) dengan perolehan hasil nilai paling rendah dan hasil observasi terhadap siswa yang menunjukkan nilai stabil rendah. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi. Analisis grafik digunakan dalam menganalisis data, meliputi analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Analisis dalam kondisi merupakan analisis yang digunakan untuk menganalisis adanya perubahan dalam satu kondisi. Sementara analisis antar kondisi untuk menganalisis perubahan dari kondisi satu ke kondisi lain yaitu kondisi baseline ke kondisi intervensi.Hasil analisis grafik dan tabel pada kondisi baseline menunjukkan perilaku academic engagement stabil rendah, namun pada kondisi intervensi perilaku academic engagement meningkat. Peningkatan academic engagement pada masing-masing siswa terjadi setelah dilakukan intervensi melalui penerapan model PBL. Masing-masing subjek penelitian memiliki kecenderungan yang berbeda pada setiap perilaku academic engagement yang muncul, sehingga nilai rata-rata tertinggi pada masing-masing perilaku juga berbeda. PUC menunjukkan peningkatan sebesar 2,71 nilai rata-rata dari 1,56 ke 4,27; TIR menunjukkan peningkatan nilai rata-rata 2,56 dari 1,57 ke 4,33: EVN peningkatan nilai rata-rata 2,82 yaitu dari 1,64 ke 4,46; dan LMR menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 2,76 dari 1,64 ke 4,40. Dari jumlah rata-rata secara keseluruhan perubahan peningkatan academic engagement dari masing-masing subjek penelitian yang paling tinggi adalah EVN.Berdasarkan hasil penelitian ini, guru disarankan agar menerapkan PBL pada mata pelajaran yang lain. Kepada pengelola madrasah disarankan agar memberikan wawasan tentang pentingnya peningkatan academic engagement kepada siswa dan guru, serta memberikan berbagai macam pelatihan kepada guru terkait dengan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan academic engagement. Kepada peneliti selanjutnya disarankan agar dapat (1) mencoba menerapkan model PBL pada mata pelajaran yang lain; (2) menerapkan model PBL di jenjang pendidikan yang lebih tinggi; (3) menerapkan PBL dengan menggunakan desain penelitian yang lain seperti eksperimen dengan kelompok kontrol atau survey, (4) mengembangkan berbagai macam strategi yang dapat meningkatkan academic engagement siswa selain dari model problem based learning. Kata kunci: academic engagement, problem based learning, Madrasah Tsanawiyah
Profil Pengelolaan Online shop Busana Pakaian Wanita di Kota Malang
ABSTRAK Musyarofah, Anim. 2014. Profil Pengelolaan Online shop Busana Pakaian Wanita di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastusi, M.Pd., (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn Kata Kunci: Pengelolaan Online Shop Pakaian Wanita Bisnis pakain wanita memiliki prospek yang bagus, dewasa ini fungsi pakain bukan hanya sebagai alat pelindung tubuh melainkan, berfungsi sebagai gaya hidup. Pengelolaan sistem online shop dengan memanfaatkan fasilitas internet, memudahkan dalam memperkenalkan dan memasarkan barang-barang yang dijual. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan online shop pakaian wanita di kota Malang yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan implementasi, serta pengawasan dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Narasumber adalah para pengusaha online shop pakaian wanita di kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, serta pengambilan keputusan dan verivikasi. Metodologi penelitian dilakukan dengan pengecekan keabsahan data, yang meliputi perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengelola online shop consinyasi, suplier, reseller dan distributor memiliki perencanaan, yaitu tujuan menjalankan bisnis, strategi, waktu pelaksanaan transaksi, sistem permodalan, jenis barang yang ditawarkan, media yang digunakan, kurun waktu menjalankan bisnis online shop, pengambilan keuntungan, dan target bisnis. Tahap perencanaan, terdapat beberapa aspek yang sama, yaitu tujuan, jenis barang yang ditawarkan, dan media yang digunakan. Sedangkan perbedaan terdapat pada strategi, waktu pelaksanaan transaksi, sistem permodalan, kurun waktu menjalankan bisnis online shop, pengambilan keuntungan, dan target bisnis, perbedaan tersebut disebabkan perbedaan kebijakan yang diterapkan oleh narasumber; (2) ) Pengelola online shop consinyasi, suplier, reseller dan distributor memiliki prosedur pengorganisasian, yaitu prosedur kerja, struktur organisasi, kegiatan perekrutan, dan tugas rekan kerja. Terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya, hal tersebut karena rekan bisnis yang diperlukan oleh setiap pengelola online shop berbeda-beda; (3) Pengelola online shop consinyasi, suplier, reseller dan distributor memiliki prosedur pengarahan dan implementasi, yaitu pelaksanaan, cara pemberian motivasi terhadap rekan kerja, dan kebijakan yang diterapkan. Tahap pengarahan dan implementasi, memiliki persamaan, yaitu mereka menggunakan internet dalam memperkenalkan dan memasarkan barang-barang jualannya. Sedangkan perbedaan terdapat pada pemberian motivasi dan kebijakan pada rekan kerja; (4) Pengelola online shop consinyasi, suplier, reseller dan distributor memiliki prosedur pengawasan dan pengendalian berupa evaluasi, faktor penghambat, alternative masalah, dan faktor pendukung. Pengawasan dan pengendalian terdapat beberapa aspek yang sama untuk setiap pengelola online shop consinyasi, suplier, reseller dan distributor, yaitu melakukan pembukuan. Sedangkan perbedaan terdapat pada faktor penghambat, alternative masalah, dan faktor pendukung, hal itu tergantung pada kebijakan yang diterapkan oleh narasumber untuk bisnis online shop miliknya. Saran bagi pengusaha online shop, adalah untuk memanfaatkan semua fasilitas internet seperti facebook, twitter, instagram, website dan blog. Jika memanfaatkan fasilitas internet hanya sebagian, akan mempersulit dalam memasarkan dan memperkenalkan barang-barang jualan. Narasumber juga disarankan untuk mendokumentasikan hal-hal yang berhubungan dengan target bisnis, transaksi jual beli, sistem permodalan, perekrutan, struktur organisasi, tugas rekan kerja, faktor penghambat, alternative, dan faktor pendukung. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan informasi bagi para calon rekan kerja yang akan bekerjasama dengan bisnis online shop milik narasumber , selain itu juga berguna bagi konsumen, karena dengan mendokumentasikan bukti-bukti transaksi jula beli kepada mereka, hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan kepada kedua belah pihak
Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Tata Busana tentang Peran Dosen Pembimbing Skripsi
ABSTRAK Adaruni, Jarti. 2014. Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Tata Busana tentang Peran Dosen Pembimbing Skripsi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Agus Hery S.I., M.Pd, (2) Dra. Nurul Aini, M.Pd. Kata Kunci : Skripsi, Pembimbing Skripsi, Peran Dosen Pembimbing Skripsi. Setiap Universitas menerapkan skripsi sebagai prasyarat kelulusan mahasiswa dalam menyelesaikan program Sarjana. Penyusunan skripsi dibimbing oleh 2 dosen pembimbing, diawali dengan mencari permasalahan, kajian teori yang relevan, metode penelitian, hasil dan pembahasan serta kesimpulan akhir yang. Pada kenyataannya tidak sedikit mahasiswa mengalami kegagalan dalam proses penyelesaian skripsi. Hal ini terjadi karena dalam proses penyusunan skripsi biasanya akan ditemui berbagai hambatan, salah satunya adalah dosen pembimbing. Hambatan tersebut diantaranya karena dalam proses bimbingan, sering dosen pembimbing skripsi lebih berperan sebagai penguji awal daripada partner diskusi; pola bimbingan yang cukup beragam antara dosen yang satu dengan yang lain, sehingga membuat mahasiswa merasa bingung; dan mahasiswa memiliki perasaan takut dalam menghadapi dosen pembimbing saat proses bimbingan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa Pendidikan Tata Busana Angkatan 2007, 2008 dan 2009 tentang (1) peran dosen pembimbing I, (2) peran dosen pembimbing II, dan (3) model pembimbingan kedua pembimbing skripsi yang terdapat pada program studi Pendidikan Tata Busana. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Tata Busana angkatan 2007-2009 yang telah menyelesaikan skripsi yang berjumlah 74 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan convenience sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 50 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa peran dosen pembimbing I berada pada kategori cukup tinggi (100%), dan peran dosen pembimbing II berada pada kategori cukup tinggi (87,5%). Model pembimbingan kedua pembimbing skripsi yang terdapat pada program studi Pendidikan Tata Busana adalah seimbang (64%). Kedua dosen pembimbing seimbang dalam menjalankan perannya sebagai organisator, fasilitator, inovator, teladan, evaluator, pemandu, konselor, dan motivator. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran dosen pembimbing I dan II pada Program Studi Pendidikan Tata Busana berada pada kategori cukup tinggi. Hal ini berarti bahwa dosen sudah melaksanakan perannya sebagai pembimbing skripsi dengan baik. Model pembimbingan yang terdapat pada Program Studi Pendidikan Tata Busana adalah seimbang. Kedua dosen pembimbing seimbang dalam menjalankan perannya sebagai organisator, fasilitator, inovator, teladan, evaluator, pemandu, konselor, dan motivator. Hal ini berarti bahwa terjalin kerjasama yang baik antara dosen pembimbing I dengan dosen pembimbing II dan juga rasa tanggung jawab yang sama antar dosen pembimbing. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka saran yang dapat peneliti ajukan adalah (1) Diharapkan bagi Prodi Pendidikan Tata Busana hendaknya menyusun SOP pelaksanaan pembimbingan skripsi sehingga dapat memperjelas pembagian tugas antar pembimbing skripsi, (2) Diharapkan bagi dosen untuk mempertahankan dan meningkatkan lagi kinerjanya dalam melaksanakan perannya sebagai pembimbing skripsi agar ketepatan waktu mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi meningkat, selain itu mahasiswa dapat menghasilkan skripsi yang berkualitas dan permasalahan yang diangkat dalam penelitian dapat memberikan jawaban atau solusi dari fenomena yang sedang terjadi, (3) Bagi mahasiswa Pendidikan Tata Busana, hendaknya menyadari bahwa skripsi merupakan tanggung jawab mahasiswa sehingga diharapkan dapat merubah paradigma yang selama ini berkembang bahwa dosen pembimbing lah yang memiliki kontribusi terbesar dalam kegagalan penyelesaian skripsi, tetapi juga melihat faktor-faktor dari dalam diri mahasiswa itu sendiri, (4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas variabel dan metode penelitian dengan menentukan jumlah sampel yang sama pada setiap dosen pembimbing. Selain itu juga diharapkan teknik pengambilan data tidak hanya dilakukan dengan penyebaran angket, tetapi juga dilakukan dengan teknik wawancara agar hasil penelitian lebih obyektif dan akurat
Studi Tentang Kesesuaian Pelaksanaan Praktik Industri dengan Buku Pedoman Praktik Industri Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang Angkatan 2010
ABSTRAK Wulandari, Yulinda. 2014. Studi Tentang Kesesuaian Pelaksanaan Praktik Industri Dengan Buku Pedoman Praktik Industri Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang Angkatan 2010. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (2) Dra. Esin Sintawati, M.Pd Kata Kunci: Pelaksanaan Praktik Industri, Buku Pedoman Praktik Industri, Angkatan 2010. Praktik Industri (PI) di Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Kegiatan PI terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Diharapkan tiap tahap dari kegiatan PI tersebut terlaksana dengan baik sesuai buku pedoman kegiatan PI sehingga apa yang menjadi tujuan dari kegiatan PI dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesesuaian pelaksanaan PI dengan buku pedoman PI pada mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2010. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 48 responden dengan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup dan wawancara tidak terstruktur. Uji validitas menggunakan validitas konstruk, sedangkan uji reliabilitas mengunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS 17.0. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahap persiapan kegiatan PI mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2010 terlaksana sesuai dengan buku pedoman kegiatan PI Jurusan TI FT UM; (2) Tahap pelaksanaan kegiatan PI mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2010 di butik, konveksi dan garmen, industri batik dan LPK terlaksana sesuai dengan buku pedoman kegiatan PI Jurusan TI FT UM; (3) Tahap pelaporan kegiatan PI mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2010 terlaksana sesuai dengan buku pedoman kegiatan PI Jurusan TI FT UM. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan peneliti yaitu: (1) Pada tahap persiapan kegiatan PI, mahasiswa sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang kegiatan PI dengan mengikuti pembekalan PI, aktif bertanya jika ada hal yang dirasa kurang jelas, dan membaca buku pedoman PI agar tidak terulang lagi mahasiswa yang terlambat menghubungi dosen pembimbing karena tidak mengerti bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Dosen koordinator PI harus lebih tegas dalam menetapkan ketentuan bagi mahasiswa, misalnya kegiatan membuat proposal, apakah memang benar-benar diwajibkan atau tidak. Jika tidak, mungkin kegiatan membuat proposal sebelum melaksanakan kegiatan PI tidak perlu dicantumkan dalam buku pedoman kegiatan PI; (2) Pada tahap pelaksanaan kegiatan PI, mahasiswa harus lebih aktif agar lebih maksimal dalam memperoleh ilmu-ilmu baru dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk belajar. Pihak industri atau perusahaan tempat PI, hendaknya lebih terbuka dan memberikan kesempatan pada praktikan untuk mempraktikkan setiap proses yang ada. Pembimbing industri hendaknya memberi bimbingan kepada mahasiswa dan mengawasi kegiatan mahasiswa selama praktik di perusahaan atau industri; (3) Pada tahap pelaporan kegiatan PI, mahasiswa sebaiknya tidak menunda-nunda proses konsultasi agar dalam proses pengerjaannya tidak terburu-buru karena sudah mendekati batas waktu pengumpulan laporan PI; (4) Prodi S1 Pendidikan Tata Busana hendaknya memprogramkan kerjasama dengan DU/DI terkait PI lebih banyak mengingat kerjasama yang dimiliki hingga saat ini hanya dua DU/DI; (5) Peneliti lain yang penelitiannya masih berkaitan dengan kegiatan PI, mungkin dapat mengguanakan temuan penelitian ini sebagai referensi, misalnya: jenis kegiatan yang umumnya kurang maksimal dilaksanakan dalam kegiatan PI
PersepsiSiswaterhadap Proses Pembelajaran Fashion Design yang DilakukanPraktisi di SMK Negeri 3 Malang.
ABSTRAK SMK merupakan salah satu bagian dari pendidikan di Indonesia. Salah satu komponen pendidikan yang sangat penting adalah guru. SMK bidang keahlian tata busana misalnya, membutuhkan pengajar yang memilikivocational skill. Melihat perkembangan dunia mode yang semakin cepat, maka dibutuhkan pendidik yang tidak hanya menguasai teori, namun dibutuhkan pendidik yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. SMK Negeri 3 Malang merupakan sekolah yang menggunakan jasa praktisi untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa. Namun dilihat dari latar belakang pendidikan yang dilalui, maka praktisi merupakan seseorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang pendidik. Padahal untuk mecapai keberhasilan proses belajar mengajar, seorang guru harus memiliki profesionalitas yang dipelajari pada mata kuliah kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang. Hasil akhirnya dapat menjadi evaluasi bagi proses pembelajaran yang dilakukan oleh praktisi. Jenis penelitian ini, adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Simple Random Sampling. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Malang dengan jumlah responden 63 orang, dari 70 populasi. Instrumen penelitian berupa angket tertutup. Untuk uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabelitas menggunakan test retest. Hasil analisis dengan teknik analisis data deskriptif dengan hasil berbentuk prosentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian “Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang” yakni: (1) kegiatan membuka pelajaran dikategorikan sangat baik, (2) pelaksanaan kegiatan inti pembelajaran dengan dikategorikan baik, (3) kegiatan menutup pembelajaran dikategorikan baik, (4) faktor penunjangdikategorikan baik, (5) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang pada seluruh kegiatan pembelajaran dikategorikan baik. Terkait dengan hasil penelitian pada seluruh kegiatan pembelajaran yang dikategorikan baik, maka saran yang diberikan adalah perbaikan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh praktisi dengan pengadaan team teaching pada mata pelajaran yang melibatkan praktisi.Kolaborasi yang terbentuk di dalamteam teaching diharapkan mampu saling melengkapi dan menyempurnakan antara praktisi dengen guru senior
Studi Tentang Pengelolaan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Menjahit di Kota Blitar
ABSTRAK Pengelolaan dapat diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu meliputi proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Menjahit merupakan lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pelatihan keterampilan menjahit. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan LKP menjahit di kota Blitar sebagai gambaran bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang khususnya dan masyarakat yang akan mengabdikan diri pada pendidikan nonformal baik itu sebagai pendidik kursus maupun sebagai penyelenggara. Penelitian ini bermanfaat bagi Dinas Pendidikan Kota Blitar, khususnya bidang Pendidikan Non Formal (PNF), mengenai pengelolaan LKP Menjahit di kota Blitar guna pembinaan dan pegembangan lembaga. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi pihak terkait dan mitra untuk menjalin kerjasama dengan lembaga yang diteliti. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah masing-masing pimpinan dari 8 LKP Menjahit di Kota Blitar. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup. Setiap butir jawaban dari pernyataan dalam angket tersebut diukur dengan menggunakan rating scale dengan tiga pilihan jawaban. Uji validitas menggunakan validitas isi (content validity) dengan analisis pearson correlation dan uji reliabilitas mengunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS 16.0. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan prosentase. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut; Pertama, pada proses perencanaan LKP Menjahit di Kota Blitar, lebih dari setengah dari jumlah LKP Menjahit di kota Blitar (5 LKP) mempunyai perencanaan yang baik atau sesuai dan hampir setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (3 LKP) mempunyai perencanaan yang kurang baik atau kurang sesuai. Kedua, pada proses pelaksanaan LKP Menjahit di kota Blitar, setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (4 LKP) mempunyai pelaksanaan yang baik atau sesuai dan setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (4 LKP) mempunyai pelaksanaan yang kurang baik atau kurang sesuai. Ketiga, pada proses evaluasi LKP Menjahit di Kota Blitar, hampir setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (3 LKP) mempunyai evaluasi yang baik atau sesuai dan lebih dari setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (5 LKP) mempunyai evaluasi yang kurang baik dan kurang sesuai. Keempat, pengelolaan LKP Menjahit di Kota Blitar secara keseluruhan, setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (4 LKP) mempunyai pengelolaan yang baik atau sesuai dan setengah dari jumlah LKP Menjahit di Kota Blitar (4 LKP) mempunyai pengelolaan yang kurang baik atau kurang sesuai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka saran yang dapat diberikan peneliti sebagai berikut: (1) bagi LKP Menjahit di Kota Blitar yang pengelolaannya sudah baik atau sesuai, harus dapat mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja guna kemajuan LKP untuk kedepannya. (2) bagi LKP Menjahit di Kota Blitar yang pengelolaannya masih kurang baik atau kurang sesuai sebaiknya secara lebih seksama memperhatikan aspek-aspek yang masih kurang dan segera melakukan perbaikan seperti penyusunan rencana kerja, tujuan yang jelas dan terarah, penyusunan kalender pendidikan, kegiatan pemasaran/ promosi, peninjauan perubahan kurikulum secara rutin, peningkatan sarana dan prasarana, pola kemitraan, penilaian hasil belajar bagi peserta didik, pelaporan serta tindak lanjut oleh lembaga; (3) secara keseluruhan terus meningkatkan kinerja LKP dari berbagai aspek baik itu perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasinya dengan melakukan pembenahan di bidang administrasi, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik untuk tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan serta melakukan review terhadap penyelenggaraan lembaga guna peningkatan mutu agar semua LKP menjahit di Kota Blitar memperoleh peningkatan akreditasi untuk lembaga mereka sehingga mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional; (4) bagi peserta kursus dan alumni LKP Menjahit di Kota Blitar untuk dapat menggunakan ilmu yang sudah dimiliki dengan sebaik-baiknya, sehingga dengan keterampilan tersebut dapat tercipta lapangan kerja baru dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya serta menyadari akan pentingnya uji kompetensi, bahwa dengan memiliki sertifikat uji kompetensi tersebut peserta didik/alumni dapat meluaskan karirnya baik sebagai pengusaha yang profesional ataupun menjadi pengelola kursus; (5) bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang khususnya dan masyarakat pada umumnya yang akan menjadi pendidik atau penyelenggara LKP Menjahit sebaiknya mempelajari dengan baik mengenai pengelolaan LKP Menjahit agar mampu melaksanakan pendidikan nonformal sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional; (6) bagi peneliti lain diharapkan penelitian ini dapat menjadi suatu landasan untuk mengembangkan penelitian lain yang terkait, karena apa yang peneliti sajikan ini masih belum sempurna dan dapat ditelaah secara lebih khusus dan mendalam lagi