SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UMNot a member yet
632 research outputs found
Sort by
Tanggapan Mahasiswa Terhadap Fungsi Adobe Flash Sebagai Media Pembelajaran Pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana II Program Studi D 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang.(
ABSTRAK Megawati, Christian.. 2014. Tanggapan Mahasiswa Terhadap Fungsi Adobe Flash Sebagai Media Pembelajaran Pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana II Program Studi D 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang.(I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Pd. Kata Kunci: Adobe Flash, Fungsi, Media, Tanggapan Media pembelajaran digunakan sebagai penghubung dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran, sehingga antara siswa dan guru memiliki persepsi yang sama tentang materi yang diajarkan karena siswa sebagai subjek pembelajaran memiliki perbedaan minat, kemampuan, pengalaman dan cara belajar. Penyajian data yang informatif bagi siswa, diharapkan dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa sehingga berdampak positif pada prestasi hasil belajar. Berdasarkan hasil interview dengan dosen pengajar pada Matakuliah Produktif TPB2, media pembelajaran yang berbasis teknologi guna memanfaatkan sarana dan fasilitas yang tersedia belum digunKn sebelumnya. Sementara itu ada hasil penelitian media pembelajaran dengan program Adope Flash yang telah dikembangkan oleh Susan Windi, Spd (alumni S1 Pendidikan Tata Busana UM) berisi tayangan langkah-langkah kerja pembuatan pola kemeja berupa video interaktif yang memberikan pemahaman dari segi audio maupun visual agar mudah dipahami oleh siswa secara mandiri yang hanya di uji terapkan pada siswa SMK. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap fungsi Adobe Flash sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Teknik Pembuatan Busana II dengan materi pembuatan pola kemeja pada program studi Diploma 3 Tata Busana angkatan 2013 Universitas Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa D3 angkatan 2013 yang berjumlah 18 orang, sehingga dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup dengan menggunakan analisis data persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa mahasiswa D3 Tata Busana angkatan 2013 setuju dengan fungsi Adobe Flash sebagai media pembelajaran pada matakuliah Teknik Pembuatan Busana II sub materi pembuatan pola kemeja dengan persentase 77,8% yang berarti media pembelajaran Adobe Flash memberikan kontribusi positif dalam proses belajar mengajar pembuatan pola kemeja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa D3 Tata Busana angkatan 2013 memberikan tanggapan yang positif, berarti media pembelajaran Adobe Flash memberikan kontribusi dalam proses belajar mengajar pembuatan pola kemeja karena dapat menarik perhatian, memotivasi belajar, dapat mempengaruhi sikap dan emosi mahasiswa, serta mengakomodasi kelemahan mahasiswa dalam menerima materi karena faktor yang meliputi keterbatasan indra, ruang dan waktu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, saran yang dapat disampaikan penulis dalam skripsi ini adalah (1) Bagi dosen pengajar matakuliah TPB II, media pembelajaran dengan program Adobe Flash dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pembuatan pola kemeja guna mengoptimalkan sarana dan fasilitas yang tersedia.(2) Bagi dosen pengajar matakuliah yang berhubungan dengan matteri pembuatan pola kemeja, dapat menggunakan media pembelajaran dengan program Adobe Flash sebagai alter natif media pembelajaran pembuatan pola kemeja, (3) Bagi jurusan, dapat digunakan sebagai referensi media pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan misi Universitas Negeri Malang
Tingkat Kepuasan Siswa Tata Busana Kelas XII Pada Pelayanan Pendidikan di SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Afrita, Yananda. 2015. Tingkat Kepuasan Siswa Tata Busana Kelas XII Pada Pelayanan Pendidikan di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn, (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Kepuasan Siswa, Pelayanan Pendidikan Proses pendidikan di sekolah dapat dikatakan berkualitas apabila dapat memberikan kepuasan pada siswanya. Segala aktivitas di dalam sekolah merupakan proses pelayanan jasa, dan kewajiban utama sekolah adalah melayani sebaik-baiknya untuk menjamin kepuasan siswa. Salah satu tujuan SMK Negeri 3 Malang yaitu mewujudkan pengelolaan dan pelayanan yang bermutu untuk menjamin kepuasan stakeholders sesuai SMM ISO 9001:2000. Untuk mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, diperlukan adanya pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh siswa, dengan mengembangkan komitmen setiap orang yang ada dalam lembaga untuk memenuhi kebutuhan siswa sebagai pengguna jasa pendidikan. Berdasarkan hal tersebut mengukur kepuasan siswa merupakan hal yang perlu dilakukan dalam perbaikan mutu kualitas sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan siswa tata busana kelas XII pada pelayanan pendidikan di SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa Tata Busana SMK Negeri 3 Malang kelas XII dengan jumlah 79 responden. Teknik pegambilan sampel yang digunakan Simple Random Sampling. Sedangkan cara penentuan ini mengacu pada tabel yang dikembangkan oleh Issac dan Michael. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup. Pada uji validitas menggunakan validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan bantuan SPSS for windows versi 17.0 dengan analisis Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa pada pelayanan pendidikan di SMK Negeri 3 Malang yakni: (1) Keandalan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada pelayanan pendidikan berada pada kategori puas, (2) daya tanggap guru dalam pelaksanaan pembelajaran berada pada kategori puas, (3) kepastian guru dalam pelaksanaan pembelajaran berada pada kategori puas, (4) empati guru dalam pelaksnaan pembelajaran berada pada kategori puas, dan (5) tingkat kepuasan siswa pada pelayanan pendidikan di SMK Negeri 3 Malang berada pada kategori puas. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka saran yang diberikan adalah bagi siswa dapat memanfaatkan layanan pendidikan yang tersedia di SMK Negeri 3 Malang, bagi guru datang tepat waktu dan senantiasa mampu membimbing siswa agar berkembang menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang serta bagi pihak sekolah menyediakan laboran untuk laboratorium praktik guna menunjang proses pembelajaran di SMK Negeri 3 Malang. ABSTRACT Afrita, Yananda. 2015. The Level of 12nd Grade Fashion Student Satisfaction with The Service of Education in SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Studies Program, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor: (1) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn, (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Keyword : Student Satisfaction, Service of Education School education process is being qualified if it provide satisfaction to the students. All activities in school are service processes, and the school primary obligation is to serve the best to ensure the student satisfaction. One of the goals of SMK Negeri 3 Malang is to realize the qualified management and service to ensure the satisfaction of stakeholders in accordance to SMM ISO 9001:2000. To achieve a high level of satisfaction, it is required an understanding of what is desired by the students, with developing the commitment of each person in the organization in order to meet the students needs as an educational service users. According to that purpose, measuring the student satisfaction is necessary to be made in order to improve the quality of a school. This research purpose is to describe the level of 12nd grade fashion student satisfaction with the service of education in SMK Negeri 3 Malang. This research useddescriptive research plan with quantitative approach. The subjects were students of fashion in SMK Negeri 3 Malang in Class XII with 79 respondents. The sample collection technique is Simple Random Sampling. This determination refers to a table that was developed by Issac and Michael. The research instrument use enclosed questionnaire. In the validity test, the content validity and reliability testing using SPSS for Windows version 17.0 are used with Cronbach's Alpha analysis. The used data analysis technique is descriptive statistics with percentage. The result shows that the level of 12nd grade fashion student satisfaction with the service of education in SMK Negeri 3 Malang are: (1) reliability of teachers in the implementation of learning in educational services is categorized as satisfied, (2) the responsiveness of teachers in the implementation of learning is categorized as satisfied, (3) assurance of teachers in the implementation of learning is in the satisfied category, (4) empathy of teachers in the implementation of learning is in the satisfied category, and (5) the level satisfaction of students in educational services at SMK Negeri 3 Malang is in the satisfied category. Based on the results above, the given advice is that students can take advantage of educational services which provided at SMK Negeri 3 Malang, and the teachers should arrive on time and always be able to guide their students to be better person in the future, as well as the school should provide the laboratory assistant in laboratory practices in order to support the learning process at SMK Negeri 3 Malang
STUDI PEWARNAAN ALAMI KULIT PISANG RAJA NANGKA (Musa paradisiaca linn) MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG, DAN JERUK NIPIS PADA KAIN KATUN ATBM
ABSTRAK Sulistyo, Noviary. 2015. Studi Pewarnaan Alami Kulit Pisang Raja Nangka (Musa Paradisiaca Linn) Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung, dan Jeruk Nipis pada Kain Katun ATBM. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Pewarnaan alami, Kulit pisang (Musa Paradisiaca Linn), Fiksator, Tawas, Tunjung, Jeruk Nipis. Kulit pisang Raja Nangka (Musa Paradisiaca Linn) merupakan jenis kulit pisang yang banyak ditemukan di Kota Kediri sebagai limbah dari home industry gethuk pisang. Limbah kulit pisang raja Nangka dapat diolah sebagai bahan pewarna tekstil yang memiliki serat kapas seperti yang banyak dipakai pada kain katun ATBM di Industri tenun ikat di Kediri. Agar zat warna alam kulit pisang dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam kulit pisang. Untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan perlu dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan mencocokkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam Colour card fabric cotton.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian ini adalah kain katun ATBM hasil pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam kulit pisang menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan jeruk nipis dengan metode 10 kali celup-fiksasi menunjukkan bahwa:(1) Warna utama yang dihasilkan oleh kulit pisang adalah solid honey (2) Melalui proses fiksasi yaitu: fiksator tawas menghasilkan warna solid khaki, fiksator tunjung menghasilkan warna solid midnight, fiksator jeruk nipis menghasilkan warna solid khaki. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, terdapat beberapa saran untuk penelitian lain yaitu (1) perlu dikembangkan zat warna alam kulit pisang menggunakan metode lain, misalnya dengan cara distilasi (penguapan) (2) Mencoba menggunakan fiksator lain, misalnya gula jawa, kapur, soda kue, daun jambu biji, serta cuka (3) Melakukan variasi jumlah konsentrasi larutan fiksator (4) Menggunakan bahan sutera untuk mengetahui perbedaan hasil warna untuk dibandingkan dengan katun. (5) Melakukan pengujian-pengujian ketuaan warna dan ketahanan luntur warna
Studi Tentang Rendahnya Motivasi Mahasiswa Pendidikan Tata Busana dalam Mengikuti Seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Nanda, Riyantin Dwi, 2015. Studi Tentang Rendahnya Motivasi Mahasiswa Pendidikan Tata Busana dalam Mengikuti Seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, S.T., MT., (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Motivasi, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Universitas Negeri Malang Motivasi merupakan suatu penggerak pada diri seseorang untuk melakukan suatu tujuan. Motivasi sangat berperan penting dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam mengikuti seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), motivasi sangat berperan bagi mahasiswa agar mau mengikuti seleksi PKM, karena dengan mengikuti seleksi PKM mahasiswa dapat meningkatkan, mengukur dan memperluas kemampuan serta mendapat banyak pengalaman. Rendahnya motivasi terlihat dari proporsinya yang hanya 10,8% dari seluruh proposal PKM dilingkup Fakultas Teknik. Tentunya dalam mengikuti seleksi PKM mahasiswa mempunyai motivasi, tujuan dan harapan yang berbeda-beda. Diantaranya mahasiswa mengikuti seleksi PKM karena ingin berprestasi, ingin mengembangkan bakat, ingin menyalurkan hobinya, yang semua itu bisa terwujud apabila mahasiswa bersungguh-sungguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor rendahnya motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik mahasiswa Pendidikan Tata Busana dalam mengikuti seleksi PKM. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Tata Busana angkatan 2011 – 2013 sebanyak 101 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen non tes yang berupa angket, sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif (rata-rata presentase). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 53% dari 101 responden, mahasiswa mengikuti seleksi PKM karena termotivasi secara intrinsik, yaitu mahasiswa dalam mengikuti seleksi PKM dilatar belakangi oleh minat, rasa keingintahuan mahasiswa, ingin memperoleh pengetahuan, dan ingin mendapatkan nilai/prestasi serta meningkatkan keterampilan, sedangkan 36,4% faktor ekstrinsik, kurang menjadi motivator mahasiswa untuk mengikuti seleksi PKM, yaitu adanya ganjaran, hukuman, persaingan dan kompetisi, serta dorongan keluarga, namun lingkungan tetap merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam mengikuti seleksi PKM. Kesimpulan dari penelitian ini, rendahnya motivasi mahasiswa Pendidikan Tata Busana dalam mengikuti seleksi PKM, karena motivasi Intrinsik yaitu dilatar belakangi oleh minat, rasa ingin keingintahuan mahasiswa, ingin memperoleh pengetahuan, dan ingin mendapatkan nilai/prestasi serta meningkatkan keterampilan, sedangkan motivasi Ekstrinsik yaitu seperti adanya ganjaran, hukuman, persaingan, serta dorongan keluarga kurang memotivasi mahasiswa dalam mengikuti seleksi PKM, namun dorongan dari lingkungan sekitar dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam mengikuti seleksi PKM. Saran peneliti sebaiknya jurusan mewadahi dan memberikan pelatihan bagi mahasiswa yang mengikuti seleksi PKM serta memberikan penghargaan bagi mereka yang lolos seleksi PKM agar mereka merasa diperhatikan oleh jurusan
Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013/2014 Terhadap Job Sheet Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Pria (TPBP)
ABSTRAK Sandiyudha, Ferari Pratama 2015. Tanggapan Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2013/2014 Terhadap Job Sheet Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Pria (TPBP). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Tanggapan, Job Sheet, Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Pria Job Sheet dipergunakan pada matakuliah praktek yang bertujuan untuk mempermudah pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja dan hasil praktek mahasiswa, selain itu merupakan langkah antisipasi bagi dosen pengampu matakuliah praktek, agar tidak terjadi kesalahan proses. Penggunaan Job Sheet pada matakuliah TPB Pria, diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mampu menyelesaikan praktek sesuai dengan waktu yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner atau angket tertutup yang diuji validitas dan reliabilitasnya pada sampel yang bukan merupakan populasi, yaitu mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2010 sejumlah 35 mahasiswa, kemudian dinyatakan valid dan reliabel. Sedangkan Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2013/2014 yang terdiri dari dari offering A dan offering B sejumlah 63 mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah Teknik Pembuatan busana Pria (TPBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub variabel Job Sheet TPB Pria pada Pendahuluan, sebanyak 69% responden menyatakan setuju, yang artinya Pendahuluan Job Sheet TPB Pria termasuk pada klasifikasi baik, sedangkan pada sub variabel Isi Job Sheet TPB Pria sebanyak 96% responden menyatakan sangat setuju, yang artinya Isi Job Sheet TPB Pria termasuk pada klasifikasi sangat baik, dan sub variabel Evaluasi Job Sheet TPB Pria sebanyak 100% responden menyatakan sangat setuju, yang artinya Evaluasi Job Sheet TPB Pria termasuk pada klasifikasi sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pada Sub variabel Pendahuluan, dengan indikator Deskripsi, Prasyarat, Petunjuk Praktikum dan Tujuan Akhir pada keseluruhan Job Sheet TPB Pria berada pada kategori baik. Sedangkan Sub Variabel Isi, dengan indikator Materi Praktek dan Langkah Kerja pada keseluruhan Job Sheet TPB Pria, sudah berada pada kategori sangat baik, dan pada Sub variabel Evaluasi, dengan indikator lembar monitoring dan penilaian pada keseluruhan Job Sheet TPB Pria, berada pada kategori sangat baik. Saran yang diberikan pada penelitian yaitu, sebaiknya matakuliah lain yang belum menggunakan Job Sheet, diharapkan menggunakan Job Sheet sesuai dengan kriteria pembuatan Job Sheet yang baik, penggunaan Job Sheet TPB Pria, pada lembar evaluasi dan penilaian sebaiknya dibuat lebih rinci, misalnya tambahan kolom kerapihan produk, inovasi produk, ketepatan waktu dan teknik jahit yang digunakan
TANGGAPAN SISWA TERHADAP MAHASISWA PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) II PROGRAM STUDI TATA BUSANA DI SMK NEGERI KOTA MALANG
ABSTRAK Ike, Wijayanti. 2015. Tanggapan Siswa Terhadap Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Tata Busana Di Smk Negeri Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (2) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata Kunci: Tanggapan, Siswa SMK Negeri Kota Malang, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Proses Pembelajaran Tanggapan adalah kesan-kesan yang dialami jika perangsang tidak ada, berarti proses pengamatan sudah berhenti dan hanya tinggal-tinggal kesan-kesan saja, maka peristiwa itu dikatakan sebagai tanggapan (Kartono, 1990:58). Siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 5 Malang yang pernah dilakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada tahun ajaran 2013-2014. SMK tersebut merupakan SMK yang telah bekerjasama dengan pihak Universitas Negeri Malang dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), yaitu pada tahap pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan deskriptif kuantitatif. Uji validitas penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengujian validitas isi dimana untuk mengujinya dilakukan pada sekolah yang bukan merupakan populasi yang akan digunakan, yaitu siswa kelas XI Program Keahlian Tata Busana di SMK Negeri 1 Batu yang pernah dilakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada tahun ajaran yang sama yaitu tahun ajaran 2013-2014.teknik analisa data dalam penelitian ini meliputi pemberian skor, menentukan panjang interval, menentukan banyaknya persentase, dan menentukan interprestasi data. Berdasarkan hasil penelitan menunjukkan bahwa Tanggapan Siswa SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 5 Malang Terhadap Proses Pembelajaran, yaitu pada kegiatan Pra Pembelajaran dalam kategori sangat baik dengan persentase yang sama, kegiatan Inti Pembelajaran, penutup dan evaluasi pembelajaran dalam kategori baik dengan persentase yang berbeda. Persentase secara keseluruhan terhadap proses pembelajaran dari kedua SMK tersebut yang memiliki persentase lebih tinggi adalah SMK Negeri 3. Saran yang dapat peneliti kemukakan adalah (1) Bagi pihak sekolah, pihak sekolah menghimbau kepada seluruh siswa yang akan diajar oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) agar dapat menjaga kerjasama dengan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dalam proses pembelajaran, (2) Bagi UPT PPL, diharapkan meningkatkan motivasi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang akan melaksanakan PPL melalui pembekalan pra PPL. (3) Bagi Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, diharapkan memberikan bimbingan dan latihan yang lebih intensif melalui mata kuliah micro teaching. (4) Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, diharapkan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memiliki kesiapan mental yang lebih matang, lebih bertanggung jawab, menjaga sikap dan lebih meningkatkan kedisiplinan ketika melakukan prkatik di sekolah agar mendapatkan tanggapan baik dari semua lingkungan sekolah, tidak hanya tanggapan baik terhadap proses pembelajaran saja
Profil Home Industry di Bidang Konveksi dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.
ABSTRAK Khozinatus Sadah. 2015. Profil Home Industry di Bidang Konveksi dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M. Pd (II) Agus Sunanadar, S. Pd, M. Sn Kata Kunci: ProfilHome Industry konveksi, Penyerapan Tenaga Kerja, Desa Tritunggal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profilhome industry konveksi di desa Tritunggal dalam menyerap tenaga kerja danmendistribusikan tenaga kerja yang terserap ke dalam jenis pekerjaan tertentu. Latar belakang penelitian ini adalah dikarenakan adanya data BPS 2013 yang menyatakan bahwa kota Lamongan memiliki TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) sejumlah 4,98 %. Selain permasalahan tersebut, di kota Lamongan juga memiliki potensi industri yang menjanjikan, salah satunya adalah adanya sentral industri konveksi yang telah memiliki omset belasan milyar tiap tahunnya. Tentunya dengan hal ini perlu adanya informasi akan daya serap sentral industri konveksi, sehingga permasalahan TPT dapat diatasi. Variabel penelitian ini adalah profilhome industry dalam penyerapan tenaga kerja di desa Tritunggal kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif, dengan penjelasan deskriptif. Intrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuisioner dan angket. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahnon probability random sampling, dengan teknik sampling berupa kuota sampling,sedangkan teknik menentukan ukuran sampel menggunakan Nomograf Herry King dengan taraf kesalahan kesalahan 7 %, sehingga dari total populasi sejumlah 146, sampel yang diambil adalah sejumlah 43 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan menunjukkan profilpenyerapan tenaga kerja Home Industry konveksi di desa Tritunggal kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan memiliki kualifikasi yang “sangat tinggi” dalam menyerap tenaga kerja dan memiliki distribusi penyerapan tenaga kerja mayoritas di bagian tenaga sewing, dengan kualifikasi tinggi. Oleh karena itu, (1) Memperbanyak peluang penyerapan dan pendistribusian tenaga kerja di bidang cutting, sablon, dan packing, (2) Menginformasikan kebutuhan tenaga kerja kepada lembaga sekolah (SMK) maupun PT yang terkait dengan bidang kerja yang dibutuhkan dengan cara menjalin kerjasama dengan lembaga tersebut, (3) Agar menjalin kerjasama dengan pengrajin di home industry desa Tritunggal terkait dengan penyaluran order, dan lapangan pekerjaan
PROFIL PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA DI INDUSTRI BUSANA KOTA SURABAYA
ABSTRAK Fadhilah, Nurul. 2015. Profil Pelaksanaan Program Praktik Indsutri Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Busana di Industri Busana Kota Surabaya. Skripsi Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn Kata Kunci: Profil Pelaksanaan, Praktik Industri. Praktik Industri merupakan salah satu mata kuliah wajib ditempuh oleh mahasiswa tata busana secara berkelompok pada industri busana sebagai bentuk aplikasi pengetahuan yang telah diperoleh dari setiap kegiatan pembelajaran. Pembelajarannya PI dengan tujuan utamanya memberikan pengalaman praktik sebagai upaya penerapan pengetahuan, ketrampilan, dan disiplin kerja pada dunia indusstri bidang busana, serta pelaporannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program praktik industri mahasiswa prodi S1 pendidikan tata busana di industri busana kota Surabaya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Rancangan penelitiannya adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa SI Pendidikan Tata Busana angkatan 2010 dan 2011 yang telah menempuh dan dinyatakan lulus matakuliah Praktik Industri dan tempat PI yang mempunyai spesifikasi yang berbeda meliputi bidang butik, garmen, dan LPK di kota Surabaya. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa (a) Perencanaan pada program praktik industri yang dilakukan mahasiswa menunjukkan 100% terlaksana sangat baik dan perencanaan program praktik industri di DU/DI menunjukkan 66,6% perencanaan terlaksana dengan baik. (b). Pelaksanaan pada program praktik industri yang dilakukan mahasiswa menunjukkan 78,5% terlaksana dengan baik, pelaksanaan program praktik industri di DU/DI menunjukkan 100% pelaksanaan terlaksana sangat baik. (c). Evaluasi pada program praktik industri yang dilakukan mahasiswa menunjukkan 100% terlaksana sangat baik, evaluasi pada program praktik industri di DU/DI menunjukkkan 66,6% evaluasi pada program praktik industri terlaksana dengan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah PI merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dilaksanakan dilapangan. Pelaksanaan pembelajaran program PI yang dilaksanakan mahasiswa dilakukan dalam 3 (tiga) tahap di 3(tiga) tempat PI. 1. Tahap perencanaan pada industri di LPK (Lembga Pendidikan Luar Sekolah Bidang Busana)sudah terlaksana dengan sangat baik hal tersebut karena di industri ini sudah siap dalam hal menyiapkan tenaga pengajar untuk mahasiswa magang, sarana dan prasarana, dan sudah mempunyai program kegiatan atau flow chart yang akan dilakukan selama proses kegiatan PI berlangsung. 2. Tahap perencanaan industri di butik dan tahap perencanaan industri di garmen secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik hanya saja kurang mendukungnya sarana dan prasarana yang memadai untuk mahasiswa praktik. 3. Tahap pelaksanaan tempat industri di bidang LPK, bidang butik, dan bidang garmen secara keseluruhan dapat disimpulkan dapat terlaksana dengan sangat baik hal ini pihak industri selalu memantau kegiatan mahasiswa dan memberikan kegiatan pembimbingan pada saat mahasiswa mengerjakan tugas dari pembimbing PI atau instruktur PI. 4. Tahap evaluasi terhadap mahasiswa praktik pada bidang di LPK dan bidang butik dapat disimpulkan terlaksana dengan baik hal tersebut mahasiswa kurang menguasai dan kurang tanggap terhadap tugas yang diberikan oleh pembimbing industri. 5. Evaluasi bidang garmen terlaksana sangat baik mahasiswa bekerja sesuai dengan kopetensi yang ada di industri tersebut. Hasil penelitian yaitu bagi mahasiswa, sebaiknya pada tahap pelaksanaan lebih meningkatkan kompetensi karena tahap pelaksanaan merupakan salah satu penentu keberhasilan dari kegiatan praktik indusri. Dengan semakin meningkatnya kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan tersebut semakin meningkatkan hasil dan manfaat dari kegiatan praktik industri tersebut. Bagi DU/DI, sebaiknya pada tahap evaluasi lebih ditingkatkan karena tahap evaluasi merupakan suatu rangkaian dalam suatu proses pelaksanaan pembelajaran praktik industri. Dengan semakin meningkatkan kegiatan evaluasi yang dilakukan maka akan semakin meningkatkan hasil dari kegiatan praktik industri
Analisis Tingkat Kenyamanan Basic Dress Menggunakan Pola So-En Modifikasi dengan Personal Size pada Ukuran XL
ABSTRAK Paramita, Anatia. 2015. Analisis Tingkat Kenyamanan Basic Dress Menggunakan Pola So-En Modifikasi dengan Personal Size pada Ukuran XL. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Idah Hadijah, M. Pd, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd Kata kunci: Kenyamanan, Pola So-En Modifikasi, Basic dress, Personal Size, Ukuran XL. Pola memiliki peranan penting terhadap hasil jadi suatu busana. Kebenaran ukuran dan ketetapan pola yang digunakan dalam pembuatan busana sangat berpengaruh terhadap nyaman atau tidaknya busana yang dihasilkan. Busana yang nyaman dikenakan adalah busana yang pas yaitu busana yang tidak sempit dan tidak longgar. Pola So-En merupakan pola konstruksi datar yang berasal dari negara Jepang. Pola So-En memiliki satu kup dipinggang muka dan dipinggang belakang, ukuran kupnya lebar sehingga baik bagi orang yang bertubuh gemuk. Pola So-En yang diteliti adalah pola So-En yang telah dimodifikasi oleh Hadijah. Pola tersebut diterapkan dalam pembuatan basic dress dengan personal size ukuran XL pada tubuh tinggi gemuk dan pendek gemuk . Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kenyamanan pola So-En modifikasi dari basic dress yang dikenakan oleh enam orang wanita dewasa sebagai model (informan) yang terbagi menjadi dua kelompok sampel yaitu tiga sampel dengan tubuh tinggi gemuk dan tiga sampel dengan tubuh pendek gemuk. Hasil penelitian kelompok sampel tinggi gemuk yaitu berdasarkan hasil observasi, pada umumnya tingkat kenyamanan pola So-En modifikasi masuk dalam kategori nyaman dengan mencapai nilai 2,75. Hasil wawancara, diketahui bahwa informan nomer 2 masuk dalam kategori kurang nyaman. Hasil penelitian kelompok sampel pendek gemuk yaitu berdasarkan hasil observasi, pada umumnya tingkat kenyamanan pola So-En modifikasi masuk dalam kategori nyaman dengan mencapai nilai 2,70. Hasil wawancara, diketahui bahwa informan nomer 4 dan informan nomer 5 masuk dalam kategori kurang nyaman. Hasil observasi tingkat kenyamanan pola So-En modifikasi terhadap basic dress dari dua kelompok sampel yang diamati oleh ketiga panelis adalah ditemukan ruang yang menganga dibagian kerung lengan muka menuju ke arah puncak dada (± 2-3 cm) sehingga perlu dibentuk kupnat di bagian tersebut. Hasil wawancara dua kelompok sampel, ditemukan satu kriteria yang perlu untuk dikritisi yaitu pada kedudukan kerung lengan
STUDI PEWARNAAN ALAMI KUNYIT (Curcuma domestica) MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG DAN KAPUR
ABSTRAK Utari, Hesti. 2013. Studi Pewarnaan Alami Kunyit (Curcuma domestica) Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung, dan Kapur). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S. T, M. T, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Pewarnaan alami, Kunyit (Curcuma domestica), Fiksator, Tawas, Tunjung, Kapur Kunyit (Curcuma domestica) dapat digunakan sebagai pewarna tekstil yang berasal dari serat selulosa, salah satunya adalah serat kapas. Agar zat warna alam kunyit dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti tawas, tunjung, dan kapur. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam kunyit. Untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan perlu dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan membandingkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam fabric colour chart. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kain mori prima hasil pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur dengan metode 1 kali celup dan 10 kali fiksasi menunjukkan bahwa:(1) Warna utama yang dihasilkan oleh rimpang kunyit adalah day lilly (2) Melalui proses fiksasi menggunakan fiksator yang berbeda-beda yaitu tawas, tunjung, dan kapur maka diperoleh hasil pencelupan kunyit yang berbeda-beda warna (3) Fiksator tawas menghasilkan warna golden slipper dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit (4) Fiksator tunjung menghasilkan warna old gold dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit (5) Fiksator kapur menghasilkan warna TH gold dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit. pengembangan Borg & Gall