SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    STUDI TENTANG PENGELOLAAN PAGELARAN BUSANA DI SMK NEGERI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Faraolin, Berlianda. 2015. Studi Tentang Pengelolaan Pagelaran Busana di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd.   Kata Kunci: pengelolaan, pagelaran busana. Event Pagelaran Busana yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 3 Malang merupakan satu-satunya event fashion show yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Malang. Tema yang digunakan pun setiap tahunnya selalu berpacu pada perkembangan tren yang terjadi di dunia fashion. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi event Pagelaran Busana di SMK Negeri 3 Malang yang diselenggarakan pada Juni 2014. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan event Pagelaran Busana, pengorganisasian event Pagelaran Busana, pelaksanaan event Pagelaran Busana dan evaluasi event Pagelaran Busana. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, yang ditujukan kepada pengelola inti event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang. Lokasi penelitian di SMK Negeri 3 Malang yang terletak di Jalan Surabaya No. 1 Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Paparan hasil penelitian ini berdasarkan pengambilan data dari tim pengelola inti yang terlibat langsung dengan penyelenggaraan event Pagelaran Busana, yang diawali dengan perencanaan yang beruntundimulai dari penentuan visi dan misi, penentuan tujuan, penentuan tema, perencanaan pendanaan, penyusunan proposal, event timeline dan pembuatan busana. Pengorganisasian event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang setiap tahunya berubah, hal ini dikarenakan pengelolanya merupakan siswa yang sedang menempuh kelas XI yang juga menjadi peserta event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang. Pelaksanaan event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang diawali dengan tecnichal meeting dilanjutkan dengan kegiatan General Rehealsal sehari sebelum showtime dan di akhiri dengan kegiatan controlling dari seluruh rangkaian event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang. Kegiatan terakhir dari pengelolaanevent Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang adalah evaluasi kegiatan dari seluruh rangkaian event Pagelaran Busana SMK Negeri 3 Malang. Secara keseluruhan, event Pagelaran Busana yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 3 Malang telah terlaksana dengan baik. Hanya saja pada tahap pelaksanaan diharapkan agar pengelola lebih baik lagi dalam mempersiapkan penyelenggaraaan event, agar event mampu terselenggara lebih baik lagi. Selain itu diharapkan pihak SMK lain juga dapat termotivasi untuk menyelenggarakan event kreatif tersebut.   ABSTRACT   Faraolin, Berlianda. 2015. A Study of Fashion Show Management in SMK Negeri 3 Malang. Sarjana’s Thesis. Industrial Technology Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd.   Keywords: management, fashion show, SMKN 3 Malang The event hosted by Vocational High School 3 Malang is the only fashion show organized by public vocational high school in Malang. The event’s theme is annually changed based on the fashion development. The focuses of this research includes: planning, organizing, implementation and evaluation of Fashion Show event at Vocational High School 3 Malang which was conducted in June 2014. The purpose of the study is to describe the event planning, organizing, implementation and evaluation of Fashion Show event hosted by Vocational High School 3 Malang. For this study, the researcher utilized descriptive-quantitative research methods. Data were collected byusing questionnaire which were addressed tothe event manager of Fashion Show at Vocational High School 3 Malang.The research was conductedat Vocational High School 3Malang which is located at Jalan Surabaya1, Gading Kasri, Klojen, Malang. Results of the study are based on the data which were gathered from the management team who were directly involved in organizing Fashion Show events. The event management includes several steps which begins with vision and mission planning, goal settling, theme choosing, financial planning, proposal and event timeline organizing, and clothes making. The event organizer changes every year, because eleventh grader students are appointed to be the fashion show event management at Vocation High School 3 Malang. Fashion Show event at Vocational High School 3 Malang began with technical meeting, then general rehearsal before the show time, and ended with controlling of the whole activities. The last activity of fashion show event management at Vocational High School 3 Malang was the evaluation of the overall activities in Fashion Show events at Vocational High School 3 Malang. Overall, Fashion Show eventorganized byVocational High School 3waswell done. Note for the implementation phase, the researcher would like to suggest better preparation in managing the event.So,the eventwill be held with better management.In addition,itis expected that the event may inspires other vocational high schoolsto host similar creative events

    STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA ANGKATAN 2011 DAN 2012 BERDASARKAN JALUR SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Riawati, Yusnita Dewi. 2015. Studi Komparasi Hasil Belajar Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan 2011 dan 2012 Berdasarkan Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Malang. (I) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn, (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Hasil Belajar, S1 Pendidikan Tata Busana, Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Malang memiliki sistem penerimaan mahasiswa baru dengan tiga sistem jalur seleksi penerimaan calon mahasiswa ,yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang terdiri dari Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tulis/Keterampilan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri yang terdiri dari Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tulis. Tiga jalur seleksi, pada tahun 2011 dan 2012 UM merekrut 153 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana dari tiga Jalur Seleksi Penerimaan mahasiswa baru. Standar komponen ketiga Jalur Seleksi Penerimaan mahasiswa baru dan IP rata-rata mahasiswa yang baik diharapkan dapat mencetak mahasiswa yang berkualitas, tangguh dan kompetitif. Sistem pembelajaran yang baik, ditunjang dengan input mahasiswa baru yang berkualitas akan menghasilkan output yang berkualitas. Hasil belajar tidak hanya berfungsi sebagai indikator kualitas institusi pendidikan tetapi juga bermanfaat sebagai umpan balik bagi pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga dapat menentukan apakah perlu ada diagnosis, penempatan, atau bimbingan terhadap peserta didik. Hasil belajar mahasiswa yang berupa IP semester sangat beragam, mulai dari yang terendah 2,20 sampai yang tertinggi 3,80 (Dokumen Akademik UM). Setiap kenaikan semester IP yang dihasilkan mahasiswa tidak stabil bahkan mengalami penurunan, padahal seharusnya IP semester yang dihasilkan mengalami kenaikan terutama pada mahasiswa Seleksi Bidik Misi. Hasil belajar mahasiswa dari Jalur Seleksi Bidik Misi selalu dipantau perkembangannya, karena jika mengalami penurunan maka beasiswa Bidik Misi akan dihentikan, sehingga untuk mengetahui perkembangan hasil belajar tersebut, tidak hanya sekedar dipetakan tetapi harus mengetahui perbandingan IP mahasiswa dari ketiga Jalur Seleksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2011 dan 2012 yang berjumlah 137 mahasiswa, tetapi untuk menyeimbangkan data hanya diambil mahasiswa yang penuh sampai empat semester saja yaitu 125 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder Hasil Belajar mahasiswa dari KHS yang didapatkan dari bagian Akademik dan kemudian diuji statistik menggunakan uji Normalitas dan uji Anova. Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa Hasil Belajar mahasiswa berdistribusi normal dan terdapat perbandingan Hasil Belajar berdasarkan Jalur Seleksi. Hasil dari penelitian  yaitu Angkatan 2011 dari ketiga Jalur Seleksi dapat diketahui bahwa terdapat perbandingan hasil belajar mahasiswa pada semester 1 SNMPTN lebih tinggi nilai IP dari pada SBMPTN dan MANDIRI, semester 2 SBMPTN lebih tinggi nilai IP dari pada SNMPTN dan MANDIRI, semester 3 SNMPTN lebih tinggi dari pada SBMPTN dan MANDIRI dan pada semester 4 SNMPTN dan SBMPTN hampir sama nilai IP yang dihasilkan, sedangkan MANDIRI nilai IP jauh dari SNMPTN dan SBMPTN. Dapat diketahui bahwa pada angkatan 2011 hasil IP mahasiswa yang lebih unggul adalah IP mahasiswa dari Jalur Seleksi SNMPTN. Hasil rata-rata IP mahasiswa dari ketiga Jalur Seleksi dapat diketahui dari Jalur SNMPTN lebih unggul dibandingkan SBMPTN dan MANDIRI, tetapi untuk rata-rata IP mahasiswa dari Jalur Seleksi SBMPTN hampir sejajar dengan SNMPTN, lain halnya dengan rata-rata IP mahasiswa dari Jalur Seleksi Mandiri yang jauh dari rata-rata IP mahasiswa dari Jalur Seleksi SNMPTN. Angkatan 2012 yaitu dari ketiga Jalur Seleksi dapat diketahui bahwa terdapat perbandingan hasil belajar mahasiswa pada semester 1 sampai 4 SNMPTN memiliki IP tertinggi dari pada SBMPTN dan MANDIRI, tetapi pada semester 4 Jalur Seleksi SBMPTN dan MANDIRI memiliki kesamaan IP, sedangkan pada hasil rata IP mahasiswa dari ketiga Jalur Seleksi yang lebih unggul adalah IP rata-rata mahasiswa dari Jalur Seleksi SNMPTN. Jalur Seleksi SBMPTN dan MANDIRI rata-rata IP mahasiswa jauh dari rata-rata IP mahasiswa Jalur Seleksi SNMPTN. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa terdapat perbandingan hasil belajar mahasiswa tiap semester berdasarkan ketiga Jalur Seleksi Penerimaan mahasiswa baru UM, yang paling tinggi hasil belajar mahasiswa pada angkatan 2011 dan 2012 adalah hasil belajar yang masuk melalui Jalur Seleksi SNMPTN. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, saran yang dapat disampaikan penulis dalam skripsi ini adalah (1) Bagi Lembaga Universitas Negeri Malang, dapat meningkatkan kualitas Jalur Seleksi mahasiswa baru agar dapat mencetak mahasiswa yang bermutu tinggi. (2) Bagi Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melihat hubungan Hasil Belajar berdasarkan Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. (3)  Bagi Jurusan disarakan untuk memonitoring hasil belajar mahasiswa melalui Dosen PA masing-masing offering

    STUDI TENTANG TINGKAT KENYAMANAN CLASSIC BLAZER DI VICTORY COLLECTION

    No full text
    ABSTRAK   Bella, Ayunsya..2015. Studi Tentang Tingkat Kenyamanan Classic Blazer Di Victory Collection.(I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd.   Kata Kunci: Studi, Kenyamanan, Blazer, Victory Collection Polablazer yang terdapat di Victory Collactionmerupakanpola yang khususdiciptakanolehpemiliknyasecaraoutodidak. Polablazer memilikitingkatkesulitan yang tinggi. Namunpolablazer yang dimilikiVictory Collectionsangatsederhana yang di dikembangkansendiriolehNy. TotokSamsu, meskipunpolablazertersebutterbilangsederhanaakantetapihasilblazer yang dihasilkannyamanuntukdikenakan.Hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti,bahwablazer yang dihasilkandenganmenggunakanpoladari Victory Collectionmemilikitingkatkenyamanan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan mendeskripsikan tingkat kenyamanan hasil classicblazer  di Victory Collection yang menggunakan ukuran personal size dari masing-masing konsumen, mendeskripsikan tingkat kenyamanan pada saat blazer dikenakan untuk bergerak dan mendeskripsikan tingkat kenyamanan pada saat blazer dikenakan untuk tidak bergerak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Victory Collection, teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik insidental samplingterhadap konsumen yang memesan classic blazer di Victory Collection. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket terbuka dan tertutup dengan menggunakan analisis data persentase. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa tingkat kenyamanan classic blazer di Victory Collection secara keseluruhan berada pada kategori nyaman dengan persentase 74%, tingkat kenyamanan classic blazer  saat digunakan untuk bergerak berada pada kategori nyaman dengan persentase 71%, dan tingkat kenyamananclassicblazer saat digunakan untuk tidak bergerak berada pada kategory nyaman dengan persentase 76%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kenyamananclassicblazer di Victory Collection, secara keseluruhan berada pada kategori nyaman, pada saat digunakan untuk bergerak dan pada saat digunakan tidak bergerak berada pada kategori nyaman. Saran yang dapat disampaikan penulis dalam skripsi ini adalah (1) penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaikai kualitas blazer di Victory Collection dengan memperhatikan atau memperbaiki bagian-bagian yang dinyatakan tidak nyaman dan (2)peneliti lain dapat mencoba menggunakan pola blazer di Victorry Collection sebagai peneletian dan penelitian berfokus pada pembuatan blazerdengan melihat titik  fitting factor, selain hal tersebut perbedaan pola blazer Victorry Collection dengan polablazer yang lain juga dapat dijadikan penelitian bagi peneliti lain.Peneliti lain juga dapat meneliti produk lain yang ada di Victory Collection seperti, kebaya, gamis, dan celana

    Eksplorasi Ornamen Suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat

    No full text
    ABSTRAK   Karsanto, Intan Permani. 2015. Eksplorasi Ornamen Suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar S.Pd, M.Sn, (II) Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd.   Kata Kunci: Ornamen, Eksplorasi Budaya lahir dari hasil cipta, karsa, dan rasa terhadap hasil interaksi antara manusia dengan alam dimana ia tinggal. Sehingga masing-masing daerah memiliki ragam budaya yang berbeda sesuai dengan imajinasi penciptanya. Namun saat ini dengan derasnya pengaruh luar dan besarnya tantangan yang dihadapi, budaya daerah tidak selamnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan jika dibiarkan sebagian diantaranya akan punah dan dilupakan. Salah satunya adalah Kabupaten Fakfak yang terletak di provinsi Papua Barat, merupakan daerah yang memiliki potensi pariwisata, antara lain: wisata alam, wisata budaya, maupun sejarah. Selain itu, Fakfak yang mayoritas penduduk berasal dari suku Mbaham-Matta sangat kental akan tradisi, adat istiadat dan ragam hias yang sangat khas. Ornamen khas daerah yang tertuang dalam benda seperti alat musik dan busana adat semakin menambah nilai dari budaya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali, menggembangkan dan merancang ornamen Suku Mbaham-Matta menjadi salah satu produk seni daerah. Pedekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desksiptif dengan pendekatan Kualitatif. Instrumen yang digunakan sebagai penggumpul data adalah peneliti sendiri. Dewan Adat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sanggar Budaya Qahma Kampung Werba, dan Budayawan Kokas merupakan sumber data dalam penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ada tiga langkah analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk menjaga keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, Triangulasi, menggunakan bahan relefansi, dan mengadakan membercheack. Berdasarkan temuan dilapangan peneliti memperoleh data: (1) Makna dan Ornamen Utama Suku Mbaham-Matta Fakfak meliputi: ornamen yana proum kendeb, ornamen henggi keih, ornamen mbeg-mbegwun, ornamen yeb tatare, ornamen tumtumber, ornamen jer kengger, ornamen wendi, ornamen wendi mbum-mbua, ornamen tita yana, ornamen tifa titir atau lakadinding, ornamen huer, ornamen Kafari, ornamen gong, ornamen cenderawasi dan buah merah; ornamen pread, ornamen hindi, dan ornamen timour atau tifa ukuran kecil; dan (2) Makna dan Ornamen Pengisi Suku Mbaham-Matta Fakfak meliputi: ornamen wonggen kinggid dan ornamen Heir kinggid-kinggid.  Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (1) Harapannya hasil dari ornamen Suku Mbaham-Matta ini bukan akhir dari pelestarian budaya Suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat. Namun awal dari pengembangan dan pelestarian ornamen Suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat, (2) Peran pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar ornamen Suku Mbaham-Matta dapat dijadikan hak kepemilikan dari suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat. Sehingga dapat dipatenkan sebagai kebudayaan khas dari suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat. (3) Pelestarian ornamen dan budaya bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah atau dewan adat, namun lebih dari itu adalah tanggung jawab bersama masyarakat Suku Mbaham-Matta Fakfak yang harus bersama-sama melestarikan dan menjaga identitas daerah agar tidak hilang begitu saja. (4) Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan nilai dan budaya yang terdapat di Suku Mbaham-Matta Fakfak Papua Barat diharapkan menjadi motivator bagi masyarakat yang lain, agar timbul rasa peduli atas budaya sendiri sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tanah kelahirannya. (5) Bagi Mahasiswa Tata Busana hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai aspirasi dalam berkarya di bidang busana

    TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP FUNGSI PENASEHAT AKADEMIK PADA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Laksmianisari, Ni Nyoman Reza. 2015. Tanggapan Mahasiswa Terhadap Fungsi Penasehat Akademik Pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra Nurul Aini, M.Pd.   Kata Kunci: Tanggapan, Fungsi Penasehat Akademik, Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Perguruan Tinggi diharapkan dapat menyediakan Penasehat Akademik (PA) untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya.  Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk dan diserahi tugas membimbing sekelompok mahasiswa yang bertujuan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studinya secepat dan seefisen mungkin sesuai dengan kondisi dan potensi individual mahasiswa. Sejak diberlakukannya Kartu Rencana Studi (KRS) secara Online mahasiswa dapat mengakses KRS lebih mudah dan cepat di mana pun mereka berada, tanpa harus mengantri di Perguruan Tinggi setempat. Hal tersebut menyebabkan pembinaan, bimbingan, penyuluhan maupun pengarahan terhadap mahasiswa kurang berjalan secara maksimal. Dosen PA harus membuka website UM di siakad untuk mengetahui prestasi mahasiswa setiap semester yang mendapatkan IP kurang baik atau sebaliknya, sehingga tidak ada komunikasi langsung antara dosen Penasehat Akademik dengan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2011/2012, 2012/2013 dan 2013/2014 dengan sampel sejumlah 101 yang menggunakan teknik sampling simple random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sub variabel Membimbing mahasiswa agar studi selesai tepat waktu memperoleh persentase sebanyak 45,5%  dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang membimbing dan menasehati mahasiswa, (2) Sub variabel Membantu mahasiswa dalam menyelesaikan masalah akademik dan non akademik memperoleh persentase sebanyak 39,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang menasehati dan membantu mahasiswa   (3) Sub variabel Memberi nasehat dan persetujuan terhadap mahasiswa yang IP nya kurang dari 2,00 memperoleh persentase sebanyak 49,5% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang dalam memberi nasehat (4) Sub variabel Menyerahkan penanganan mahasiswa yang mengalami masalah kepada konselor memperoleh persentase sebanyak 44,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang menyerahkan penanganan mahasiswa, (5) Sub variabel Memberikan konsultasi perencanaan studi kepada mahasiswa memperoleh persentase sebanyak 39,6% dengan klasifikasi dosen PA kadang-kadang memberikan konsultasi. Berdasarkan ke 5 sub variabel fungsi Penasehat Akademik, kesimpulan tersebut tidak dapat digeneralisasikan pada semua dosen Penasehat Akademik di Teknologi Industri  atau ke 6 dosen Penasehat Akademik pada angkatan tahun 2011/2012, 2012/2013 dan 2013/2014, karena teknik sampling yang digunakan tidak tepat sehingga ada kelemahan-kelemahan. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu, hendaknya meskipun registrasi diberlakukan secara online, dosen PA sebaiknya tetap mengadakan komunikasi secara langsung minimal 1 (satu) kali dalam satu semester, sehingga dapat memantau dan menasehati mahasiswa, agar prestasi belajarnya selalu dalam kondisi terjaga, untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap fungsi Penasehat Akademik pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana secara keseluruhan, sebaiknya lebih teliti dalammenggunakan teknik sampling sehingga tidak terjadi kelemahan-kelemahan. dan bagi peneliti lain, diharapkan dapat meneliti tentang fungsi dosen Penasehat Akademik tentang “Membuat rekam jejak dari proses kepenasehatan selama masa studi masing-masing mahasiswa bimbingan

    STUDI TENTANG PENGGUNAAN TUMBUHAN TEMBELEKAN (LANTANA CAMARA L.) SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PROSES PEWARNAAN ALAMI DI SENTRA INDUSTRI BATIK "OMAH BATIK TRADISIONAL" KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Sari, WulanNovita. 2015. StudiTentangPenggunaanTumbuhanTembelekan (Lantana Camara L.) SebagaiBahanPewarnaAlamipada Proses PewarnaanAlami di Sentra Industri Batik “Omah Batik Tradisional” KabupatenTulungagung.Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. HapsariKusumawardani, M.Pd(II) Dra. AgusHery S.I., M.Pd Kata Kunci: Batik, Proses PewarnaanAlami, TembelekanProses pewarnaanalamipada batik merupakan proses mewarnaikainsebagai media yang telahdibatikdenganzatpewarnaalamibaikdaritumbuhanmaupunhewan. Hasil pewarnaan yang baik membutuhkan proses-proses tertentu. Pewarnaan alami pada batik saat ini semakin langka karena tersingkir oleh pewarnaan sintesis, padahal batik denganpewarnaanalamimerupakanwarisankebudayaan Indonesia yang perludilestarikan.Selain itu pewarnaan alami tidak merusak lingkungan. Sentra industri batik Omah Batik Tradisionalmerupakansentra yang melakukanpewarnaanalamipadabatiknya.Berdasarkanhasilobservasiditemukansentra batik inimenggunakantumbuhan yang dipandangsebelahmatadankurangmemberikannilaiekonomisosialbagilingkungansepertidauntembelek.Berkaitandenganitumakadiperlukanpembahasanmengenai proses pewarnaanalami di sentra batik tersebut.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahui proses pewarnaanalamidenganmenggunakantumbuhantembelekan di sentraindustri batik Omah Batik Tradisional. Penelitianinimenggunakanjenispenelitiandeskriptifdenganpendekatankualitatif.Instrumen yang digunakanuntukmengumpulkan data berupainstrumenmanusia, yaitupenelitisendiri.Sumber data dalampenelitianiniadalahpemiliksekaligusahliresep, duapengrajinbagianpencelupan di sentra batik tersebut, foto, sertadokumenberupabukuatau file yang menunjangpenelitian.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanteknikwawancara, observasi, dandokumentasi.Kegiatantriangulasi, perpanjanganpengamatan, danpeningkatanketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data.Kegiatananalisis data dimulaidarimereduksi data, menyajikan, danmemberikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses mordanting adalah proses dimana kain yang akan digunakan untuk membuat batik dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, kanji, dan bahan kimia agar pada proses pewarnaan kain lebih menyerap zat pewarna alami. Proses mordanting kain mori Primisimamenggunakan formula 5 sendok soda AS, 3 sendok tawas, 6 liter air, dan direbus selama 15 menit sedangkan kain sutera menggunakan formula 3 sendok soda AS, 1 sendok tawas, 6 liter air, dan direbus selama 5 menit; (2) Larutan zat pewarna alami tembelekanyang telah jadi didiamkan selama semalam agar warna yang keluar lebih pekat; (3) Hasil warna darizatpewarnaalamitembelekandi sentra Omah Batik Tradisionaladalahkuning; (4)Proses pencelupan kain pada zat pewarna alami tembelekandilakukan sebanyak 3 kali celupan dalam sehari dengan per satu kali celup direndam selama 3 menit.  Proses pencelupan berlangsung selama 3 hari; (5) Proses fiksasi untuk jenis kain mori Primisima dan kain sutera menggunakan resep yang sama yaitu 10 sendok tunjung, 5 sendok tawas, atau kapur ½ kg, dan 6 liter air. Proses perendaman kain pada larutan fiksasi untuk kain mori Primisima dilakukan selama 15-30 menit dan kain sutera selama 5-10 menit. Hasilwarnakainsuteradicelupzatpewarnaalamitembelekanyang telahdifiksasikapurberwarnakuningkecokelatan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tumbuhantembelekandapatdigunakansebagaibahanpewarnaalamidenganhasilwarnakuningdanbiladifiksasimenggunakanlarutanfiksasikapurmenghasilkanwarnakuningkecokelatan. Proses pewarnaan alami di sentra Omah Batik Tradisional dimulai dari proses mordanting, proses pembuatan zat pewarna alamitembelekan, proses pencelupan menggunakan zat pewarna alamitembelekan, dan yang terakhir proses fiksasi. Setiap proses tersebut memberikan pengaruh terhadap hasil warna kain batik yang diinginkan.Saran yang dapat peneliti berikanadalah: (1) SebaiknyasentraOmah Batik Tradisionalmenggunakanalatukurberstandar SNI untukmengukurberatbahan; (2) SebaiknyasentraOmah Batik Tradisionalmengukursuhu air pada proses mordantinguntukjeniskainsutera; (3) Sentra Omah Batik Tradisionaldiharapkanterusmemberikaninovasi-inovasibarudalampenggunaantumbuhan; (4) Perludilakukaneksplorasiterhadap proses pewarnaanalamidiberbagaisentra batik lainnya

    Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Untuk Materi Membuat Pola Busana Wanita Kelas XI Semester 3 di SMKN 1 Turen.

    No full text
    ABSTRAK   Ummi, Hatiful. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Untuk Materi Membuat Pola Busana Wanita Kelas XI Semester 3 di SMKN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (2) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.   Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Animasi, Membuat Pola Media pembelajaran adalah suatu komponen strategi penyampaian pesan dalam pembelajaran, baik berupa media visual, audio maupun audio visual. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menuntut seorang pengajar paham akan teknologi, dimana guru harus dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis Information Technologies (IT), sehingga penyampaian materi pembelajaran tidak dilakukan dengan cara yang konvensional seperti pada pembelajaran membuat pola. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membuat siswa tidak merasa bosan, efisiensi waktu, menyatukan konsep, menjadi motivasi dan menghindari dari verbalisme. Dalam dunia pendidikan media animasi semakin banyak digunakan, akan tetapi dalam pembelajaran membuat pola masih jarang ditemukan. Pengembangan media pembelajaran animasi pada materi membuat pola busana wanita, dibuat dengan tujuan agar mudah digunakan baik dengan bantuan guru sebagai fasilitator maupun secara mandiri bagi siswa. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan Borg and Gall dengan modifikasi pada komponen-komponennya. Langkah-langkah penelitian  pengembangan media pembelajaran ini adalah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan; (2) pengembangan produk; (3) uji ahli; (4) revisi produk I; (5) uji coba kelompok kecil; (6) revisi produk II. Penelitian ini menghasilkan produk berupa media animasi membuat pola  yang telah divalidasi. Media pembelajaran tersebut adalah media pembelajaran yang dirancang untuk kelas XI semester 3 yang meliputi: (a) pola dasar sistem Soen, (b) pecah pola blouse, (c) pola kemben, (d) pola kebaya dengan menggunakan macromedia flash 8. Berdasarkan hasil uji ahli bahasa diketahui tingkat validitas media pembelajaran 92,5 %. Untuk ahli media, diketahui tingkat validitas media pembelajaran 85,93%. Untuk hasil uji ahli materi, produk pengembangan memiliki tingkat validitas 77,6%,. Namun untuk menyempurnakan media ini peneliti merevisi produk berdasarkan saran ahli media dan materi. Secara keseluruhan, persentase penilaian yang didapat dari hasil uji coba kelompok kecil dengan subyek siswa adalah 83,9 % dan dengan subyek guru sebesar 84,48%. Hal ini berarti, media pembelajaran animasi membuat pola busana wanita ini valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran

    PROFIL PEMASARAN KERAJINAN TENUN IKAT ”UD SILVI-MN PARADILA” DI DESA PARENGAN KECAMATAN MADURAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

    No full text
    ABSTRAK   Dewi, Meita Sandy Arinta. 2015.Profil Pemasaran Kerajinan Tenun Ikat “UD Silvi-MN Paradila” di  Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. NurulAini, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci: profil, pemasaran, kerajinan tenun ikat. Nusantara memiliki banyak produk ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai daerah seperti produk kerajinan tenun ikat yang menjadi kekhasan sebuah daerah di Indonesia. Kain tenun ikat berkembang baik di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Jawa Timur sendiri meiliki dua tempat produksi tenun ikat yang terletak di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Kediri. UD Silvi - MN Paradila merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Kabupaten Lamongan yang terletak di Desa Parengan Kecamatan Maduran yang sudah go internasional dengan memasarkan produk hingga keluar negeri. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali informasi dan mendokumentasikan tentang kerajinan tenunikat UD Silvi - MN Paradila yang berhasil menembus pasar internasional. Profil pemasaran yang meliputi analisis situasi pasar, produk, harga, promosi, distribusi, dan pemasaran berbagai situasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, serta triangulasi. Berdasarkan temuan penelitian di lapangan, bahwa kerajinan tenun ikat UD Silvi-MN Paradila berdiri sejak tahun 1960 dan resmi menjadi UD pada tahun 1995.UD Silvi-MN Paradila selalu menganalisis situasi pasar dengan melihat faktor internal dan eksternal, memilih pasar dengan melihat permintaan konsumen dan menyesuaikan kebudayaan di suatu daerah. Produk yang dihasilkan UD Silvi-MN Paradila adalah kain tenun ikat, tenun dobby, tenun songket, sarung, dan handycraft. Penentuan harga produk bergantung pada kualitas produk, tingkat kerumitan motif dan seri benang yang digunakan.UD Silvi-MN Paradila melakukan promosi secara online dan offline dengan pendistribusian menerapkan sistem order, konsinyasi, dan reseller kebeberapa daerah di JawaTimur, luar JawaTimur, luar PulauJawa, hingga keluar negeri.Omzet penjualan UD Silvi-MN Paradila per tahun mencapai Rp1.023.000.000,00. UD Silvi-MN Paradila selalu melakukan perubahan harga, kemasan, dan mendesain ulang ketika menghadapi perubahan situasi pasar, serta menjual produk pada saat ada pameran dan ketika melakukan studi banding. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa UD Silvi-MN Paradila merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tenun. UD Silvi-MN Paradila memiliki label produk dan perusahaan yang sudah go internasional atau sudah memiliki pangsa pasar luar negeri. Produkdari UD Silvi-MN Paradila yaitu: TenunIkat, Tenun Dobby, Tenun Songket, Sarung Tenun, dan Handycraft

    Studi Sarana Prasarana Laboratorium pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit di SMK Kartika IV-1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kalimah, Siti Nur. 2015. Studi Sarana Prasarana Laboratorium pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. (II) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn.   Kata Kunci : Sarana, Prasarana, Dasar Teknologi Menjahit (DTM)   SMK adalah sekolah yang menyiapkan kelulusan sebagai tenaga kerja tingkat menengah profesional dengan presentase terbesar pada pelajaran praktik di laboratorium. SMK Kartika IV-1 Malang mempunyai ruang laboratorium yang kurang memadai baik dari segi sarana maupun prasarananya, ruang gerak siswa terbatas dan siswa memakai mesin jahit secara bergantian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana laboratorium pada mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu sarana prasarana pada mata pelajaran DTM. Populasi terdiri dari 19 siswa kelas XI Busana, sedangkan sampelnya terdiri dari 5 responden yang diambil dari 19 siswa kelas XII Busana. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proposional random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode angket dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, fungsinya untuk mengetahui, menganalisis hasil penelitian dan memaparkan hasil penelitian kondisi sarana dan prasarana laboratorium pada mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang. Sarana mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang dalam kondisisesuai kebutuhan siswa dengan persentase 57,9%. Jumlahsarana yang dimiliki laboratorium mata pelajaran DTM ini sebanyak 89 item, kondisi yang bisa digunakan sebanyak 76,4% dan kondisi yang tidak bisa digunakan sebanyak 23,6%. Prasarana mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang dalam kondisi kurang sesuaidan tidaksesuai kebutuhan siswa dengan persentase 36,8%. Jumlahprasarana yang dimiliki sebanyak 222 item,kondisi yang bisa digunakan sebanyak 61,9% dan tidak bisa digunakan sebanyak 38,1%. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulakan bahwa kondisisarana mata pelajaran DTM dalam kondisisesuai dengan kebutuhan siswa. Prasarana mata pelajaran DTM dalam kondisi kurang sesuaidan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. Pihak sekolah disarankan untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan serta menyajikan sarana dan prasarana sesuai dengan standar umum pendidikan kejuruan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.Guru pengajar dan siswa diharapkan dapat menjaga, merawat dan menggunakan fasilitas yang ada dengan baik sehingga fasilitas yang ada dapat bertahan lama dan berfungsi dengan baik. Mengatasi sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar, diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan memiliki inisiatif untuk mengganti ataupun membagi sarana dan prasarana yang ada, sehingga proses pembelajaran praktik tetap berjalan dengan lancar sesuai tujuan pendidikan kejuruan

    Motivasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana Untuk Menjadi Guru Di SMK.

    No full text
    ABSTRAK   Handini, Ika Pramesanty. 2015. Motivasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana Untuk Menjadi Guru Di SMK. Skripsi Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn (II) Anik Dwiastuti, ST. MT   KataKunci: Motivasi, mahasiswa S1 pendidikan tata busana, guru   Motivasi adalah upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai daya penggerak dari dalam yang mengakibatkan seseorang rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggaung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan. Motivasi dapat bersumber dari dalam diri seseorang yang sering disebut motivasi internal atau motivas iinstrinsik, akan tetapi dapat pula bersumber dari luar diri seseorang, dikenal dengan istilah faktor eksternal atau ekstrinsik. Guru pendidikan tata busana adalah tenaga pendidik dalam bidang busana, dengan kopetensi bidang busana untuk menjadi seorang pengajar di tingkat SMK. Tentunya kopetensit ersebut akan terbentuk apabila seseorang memiliki motivasi tinggi. Motivasi untuk menjadi seorang guru bisa jadi muncul ketika mahasiswa berminat untuk melanjutkan belajar di Universitas Negeri Malang. Mahasiswa yang memilki minat tinggi untuk menjadi guru akan bersungguh-sungguh dalam mempelajari teori-teori keguruan dan pada akhirnya akan siap dalam menjalankan tugas menjadi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa S1 pendidikan tata busana untuk menjadi guru di SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi subyek pada penelitian ini adalah semua mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang yang masih terdaftar sebagai mahasiswa yaitu tahun 2010 sampai dengan 2014 sejumlah 321 siswa. Pengambilan besar sampel mengacu pada tabel Krejcie dan Morgan yaitu jika besar populasi 321 maka besar sampel sejumlah 175. Instrumen pada penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan 34 item. Instrumen angket ini di uji validitas dengan rumus korelasi Product Moment. Kesimpulan penelitian ini yaitu motivasi mahasiswa prodi S1 pendidikan tata busana untuk menjadi guru di SMK didukung oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Hasilnya menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa untuk menjadi guru di SMK dibentuk oleh faktor intrinsik sebesar 76,6% yang didominasi oleh aspek sikap mahasiswa. Dan faktor ekstrinsik sebesar 23,4% yang didominasi oleh aspek lingkungan keluarga. Sementara aspek kepribadian, pendidikan, lingkungan kampus dan lingkungan masyarakat cukup memberi kontribusi dalam pembentukan motivasi. Bagi mahasiswa prodi S1 tata busana disarankan untuk selalu meninngkatkan pengetahuannya, karena menjadi seorang guru adalah tanggung jawab kita sebagai calon pendidik, sehingga kita harus terus belajar dan menambah wawasan kita dalam dunia pendidikan. Bagi lembaga diharapkan untuk meningkatkan beberapa hal yang dapat memacu motivasi di lingkungan kampus.         ABSTRACT   Handini, Ika Pramesanty. 2015. Motivations of The Undergraduate Students of Fasion Design Education Program To Be SMK Teacher. Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn (II) Anik Dwiastuti, ST. MT   Keywords: Motivation, Undergraduate students of Fashion Design Education, Teacher   Motivation was an empowering factor that encourage someone to achieve their goal by maximizing their skill and time. Motivation mainly divided as internal motivation and external motivation. Internal motivation came from their own self while the external motivation came from many factors outside the personality. The teacher of fashion design education was an educator of fashion design by the basic skill of educational purpose in the level of SMK. Those competency will only formed if someone has a high motivation. Motivation to be a teacher appear when a student had a will and courage to continue their study in Universitas Negeri Malang. Highly motivated students will study seriously about the theories, in order to get ready for being a teacher in the future. The aim of this research is to describe the intrinsic and extrinsic motivations of undergraduate fashion design students to be SMK teacher. This study was chategorized as descriptive research by quantitative approach. The population in this research was the entire undergraduate students of Fashion Design Universitas Negeri Malang badge 2010 until 2014, as many as 321 students. Samples were taken by the principal of Krejcie and Morgan table by the number of sample was 175. The instrument used in this research was questionnaire with 34 item of questions and statistically analyzed by validity test with correlation formula of Product Moment. Based on the result, the motivation of undergraduate students of fashion design education program to be SMK teacher was supported by intrinsic factor for 76,6% and extrinsic factors for 23,4%. Intrinsic factors were dominated by the student’s behavior while the extrinsic factors were dominated by family environment aspect. Besides, the factors of personality, education, campus and society environment were contributed enough for motivation development. Entirely, it is truly recommended to the undergraduate students of fashion design program to keep update and enrich the knowledge, in order to fulfill the responsibility as SMK teacher in the future. Institution is also recommended to increase and empower the aspects for motivation development of students

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇