SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    Pengaruh Kekuatan, Keunggulan dan Keunikan Asosiasi Merek Pada Brand Image Terhadap Loyalitas Konsumen Moslem Wear Dian Pelangi Butik Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sani, ArizkaRahma. 2015. PengaruhKekuatan, KeunggulandanKeunikanAsosiasiMerekPadaBrand ImageTerhadapLoyalitasKonsumenMoslem Wear Dian PelangiButik Malang. Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) RosantiRosmawati, M.Sn, (II) AnikDwiastuti, ST, MT.   Kata Kunci:Brand Image, LoyalitasKonsumen, KekuatanAsosiasiMerek, KeunggulanAsosiasiMerek, KeunikanAsosiasiMerek   Suatuproduk agar tetapbertahandalampersaingan global harusmemperhatikankonsepproduk total agar maksimalatautotal product concept. Teoritotal product concept menjelaskanbahwaproduksebuahperusahaanakanmemilikikeunggulanbersaingdanmemiliki total produk yang maksimaljikaperusahaanmampumembanguntigatahapandalamstrategipemasarannyayaitumembangungeneric product, tangible productdanintangible product. Salah satuatribut yang terkandungdidalamnyayaitu brand imageataucitramerek.Jikakonsumensetelahmembeliprodukdanpersepsiataucitraterhadapmerekproduk yang dibelipositif, makakonsumenakan loyal terhadappembelianselanjutnya. Salah satuindustri yang berkembangpesatsaatiniyaituindustri fashion,salahsatumerekfashionyang sudahmengglobalyaitumerek Dian pelangi.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhelemen-elemenbrand imageyaitukekuatanasosiasimerek (X1), keunggulanasosiasimerek (X2) dankeunikanasosiasimerek (X3) terhadaployalitaskonsumen Dian PelangiButikMalang. Jenispenelitianinitermasukpenelitiankausatif, menggunakanpendekatankuantitatif.Respondendalampenelitianiniadalahkonsumenmoslem wear Dian PelangiButik Malang padakurunwaktuJuni-Agustus 2015 dengansampelsebanyak 40 responden, penarikansampelmenggunakanmetode probability sampling, teknik yang dipilihyaitusimple random sampling. Proses pengumpulan data dalampenelitianinidengancarawawancarakepadarespondenmenggunakankuisioner. Sedangkananalisis data menggunakananalisisregresi linier berganda, denganmenggunakanujihipotesisyaituuji F danuji t, kemudianmenggunakanperhitungankorelasiuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhdansignifikansibrand imageterhadaployalitaskonsumen Temuanpenelitianinimenunjukkanbahwa.(1) Loyalitaskonsumen yang dibangun Dian PelangiButikmelaluibrand image yang meliputikekuatan, keunggulan, keunikanasosiasimerekmemilikipengaruhsebesar 74,5% dikategorikanmemilikipengaruhyang kuat. (2) Brand imagesecarasimultanterbuktiberpengaruhsecarapositifdansignifikan. (3) Brand imagesecaraparsialterbuktiberpengaruhsecarapositifdansignifikan(4) Sub variabelbrandimage yang memilikipengaruh paling dominanterhadaployalitaskonsumenadalahkeunggulanasosiasimerek. BerdasarkanhasiltemuandapatdisarankanDian PelangiButikharusmempertahankandanmeningkatkankeunggulanasosiasimerek  yangmeliputidesain yang modern, produkyangbermanfaatbagikonsumen, danvarianproduk. Sub variabelkekuatanasosiasimerekmemilikisumbaganefektifterkecil, sebaiknya Dian PelangiButiklebihaktiflagimengenalkanproduknyamelauiiklandengan media sosialselaininstagram, misalnyafacebook, blog, iklan di televisidan lain-lain,  sehinggahalitulah yang dapatmenjadipenghubungantaraprodukataumerekdengankonsumendanmengarahkankonsumenmenjadi loyal. Untukpenelitiselanjutnyadiharapkandapatmemperluasfaktor yang mempengaruhiloyalitaskonsumenselainbrand image (kekuatan, keunggulandankeunikanasosiasimerek) sehinggadapatmenjaditemuan-temuanbaru

    Profil Usaha Industri Konveksi Di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Sulistyowati, Henny. 2016. Profil Usaha Industri Konveksi Di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. (I) Dra. Hapsari  Kusumawardani, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci: Profil, Konveksi.  Konveksi merupakan suatu pekerjaan untuk membuat pakaian secara massal dan dijual dalam keadaan siap pakai. Di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, banyak terdapat usaha industri konveksi busana, dari 19 Kecamatan di Tulungagung terdapat kurang lebih 354 industri konveksi busana. Kecamatan yang paling banyak industri busananya terdapat di Kecamatan Boyolangu. Beragamnya produk busana yang ada di Kecamatan tersebut, membuat peneliti ingin mengetahui profil usaha industri konveksi busana seperti apakah yang ada di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Populasi penelitian ini adalah industri konveksi yang berada di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, yang terdiri dari 25 industri konveksi yang tersebar di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Sampling Jenuh, yang merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sehingga sampelnya berjumlah 25 pengusaha konveksi. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu profil usaha industri konveksi. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan  adalah angket atau kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pada hasil penelitian, disimpulkan bahwa produk konveksi yang ada di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung memproduksi berbagai macam busana yaitu pakaian dalam meliputi : Bra, celana dalam, kaos dalam, rok dalam, dan singlet. Busana wanita meliputi : blus wanita, longdress,kemeja wanita, rok, dan babydoll. Busana Pria meliputi : kemeja pria, kaos pria, jaket, dan blazer pria. Busana muslim meliputi: kemeja koko, mukena, busana muslim gamis, dan kerudung. Lenan rumah tangga meliputi: sprei border, gorden, dan 1 set lenan untuk ruang tamu. Bauran pemasaran dalam hal promosi, perusahaan konveksi di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung tidak menggunakan promosi, baik promosi yang melalui media cetak maupun elektronik, karena konsumen sudah banyak mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan daerah industri konveksi yang selalu memberlakukan harga grosir sehingga harganya lebih murah daripada harga yang ada di pasar. Saran yang dapat disampaikan penulis dalam skripsi ini adalah (1) hendaknya industri dapat dikembangkan menjadi industri busana yang lebih bervariasi tidak hanya pakaian dalam, sedangkan untuk modal usaha dapat dikembangkan menggunakan modal patungan atau pinjaman dari bank, serta pemilihan tempat usahanya lebih mendekat pada konsumen dengan menyewa ruko/ tempat yang strategis dan mudah terjangkau oleh konsumen, (2) meningkatkan jenis produksi melalui survey pasar, order, dan tetap mencoba menawarkan inovasi- inovasi baru yang berkaitan dengan perkembangan mode busana yang mutakhir /up to date, (3) melakukan promosi baik secara offline (media cetak) dan online (media elektronik), sehingga pasaran akan lebih luas jangkauannya

    Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M( Medium )

    No full text
    ABSTRAK   Jiati, Wiwit. 2016. Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan  Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M ( Medium ). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata kunci: Titik Pas/Fitting factor, kebaya wanita ukuran M menggunakan  “Pola So-En, Meyneke, dan Boho”.   Kebaya wanita merupakan pakaian tradisional wanita Indonesia yang dalam pengerjaannya, memerlukan waktu yang lama dan ketelitian yang tinggi, serta pengambilan ukuran yang tepat. Tidak semua pola cocok digunakan pada setiap bentuk tubuh wanita, pada penelitian ini, sistem pola yang akan digunakan yaitu: Pola So-En, Meyneke, dan Boho, untuk mengetahui titik pas kebaya wanita pada bentuk tubuh wanita ukuran M (medium). Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis  titik pas  kebaya wanita sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho dengan menggunakan bahan brokat pada bentuk tubuh wanita ukuran “M”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisa datanya menggunakan statistik deskriptif. Obyek pada penelitian ini kebaya wanita dengan pola So-En, Meyneke, dan Boho yang diuji cobakan pada tubuh wanita ukuran M. Penelitian ini menggunakan metode observasi, yaitu dengan pengamatan yang dilakukan oleh 3 panelis ahli bidang busana khususnya kebaya wanita. Jenis data berupa data ordinal dengan alternatif tepat dan tidak tepat. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang berjumlah 13 item kriteria penilaian dan teknik analisa datanya berupa persentase. Hasil titik pas/Fitting factor kebaya wanita ukuran M menggunakan “pola So-En,Meyneke,dan Boho” persentase pada pola So-En dinyatakan tepat sebanyak 74,35% dan tidak tepat sebanyak 25,66%. Pada pola Meyneke dinyatakan tepat sebanyak 84,62% dan tidak tepat sebanyak 15,39%. Pada pola Boho dinyatakan tepat sebanyak 92,31% dan tidak tepat 7,69%. Dari ketiga kebaya dengan sistem “pola So-En, Meyneke, dan Boho” yang dinilai oleh tiga panelis secara keseluruhan sudah tepat, namun sebaiknya diperhatikan pada jarak kupnat pada puncak dada, lingkar pinggang, garis bahu, dan panjang kebaya. Kesimpulan titik pas kebaya wanita ukuran M menggunakan sistem “Pola So-En,Meyneke, dan Boho” sudah tepat, namun proses pengukuran ketika pembuatan pola yang tepat dan teliti harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi hasil akhir kebaya wanita, untuk penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau diujicobakan lagi dengan melakukan percobaan pada sistem pola dan ukuran yang lainnya dengan menggunakan ukuran yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti. Pada penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau dengan melakukan percobaan pada system pola yang lain dengan menggunakan ukuran  dan menggunakan bahan yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti, misalnya ukuran sesuai dengan personal size dan menggunakan bahan yang berbeda

    Studi Tentang Busana Tradisional Suku Sasak di Dusun Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    ABSTRAK Kusumasari, Komang Fiski. 2015. Studi Tentang Busana Tradisional Suku Sasak di Dusun Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd, (II) Dra. Nurul Aini, M. Pd. Kata Kunci: Busana Tradisional, Suku Sasak. Masyarakat suku Sasak banyak yang tidak paham akan busana tradisonal suku Sasak, dimana sudah banyak perubahan dari busana aslinya. Busana suku sasak ini berbeda-beda pada tiap etnis Sasak yang ada, busana yang paling sederhana terdapat pada etnis Pujut. Kurangnya dokumentasi tentang busana suku Sasak ini membuat banyak masyarakat kurang paham akan busana ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan ingin menggali dan mengidentifikasi, serta dapat mendokumentasikan tentang busana suku Sasak yang berada di dusun Sade Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa paparan keabsahan dalam bentuk audio dan visual yang diperoleh dari hasil narasumber terkait.  Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data, pertama, jenis busana suku Sasak yang terbagi menjadi dua jenis busana yaitu busana wanita dan busana pria. Kedua,bagian-bagian busana suku Sasak, bagian-bagian tersendiri yang membedakan setiap jenis busana ini. Jenis busana wanita setiap bagiannya memiliki perbedaan masing-masing sehingga kita dapat membedakan atara busana wanita yang sudah menikah, belum menikah dan pernikahan dengan melihat bagian-bagian busananya. Jenis busana pria bagian-bagian tiap jenisnya juga dapat membedakan busananya. Ketiga, masalah makna filosofi dari busana suku Sasak, busana suku Sasak ini memiliki makna filosofi yang dilihat dari bagian-bagian busananya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa busana tradisional suku Sasak saat ini telah banyak berubah dari busana asli. Bukan hanya dalam segi warna tetapi telah banyak berubah dalam segi bentuknya, dimana busana suku Sasak ini berbentuk seperti tunika atau kain panjang berbentuk persegi yang dijahit pada bagian sisi dan memiliki potongan sebatas perut, telah berubah seperti busana saat ini yang memiliki lengan dan panjangnya sampai dengan pinggang atau panggul. Saran, diharapkan masyarakat tidak mengubah keaslian dari busana asli suku Sasak, selain itu diharapkan masyarakat dengan kesadaran sendiri ikut membantu melestarikan keaslian dari busana suku Sasak ini dengan lebih memahami, lebih mencintai dan tetap mempertahankan keaslian busana itu sendiri tanpa merubah busana

    Partisipasi Masyarakat dalam Meningkatkan Eksistensi Batik Tulis Djojo Koesoemo di Dusun Talok Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Lusyana, Lita. 2015. PartisipasiMasyarakatdalamMeningkatkanEksistensi Batik TulisDjojoKoesoemo di DusunTalokDesaPojokKecamatanGarumKabupatenBlitar.Skripsi, Program StudiPendidikan Tata Busana, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. IdahHadijah, M. Pd, (II) Dra. AgusHerySupadmiIrianti, M. Pd.   Kata Kunci: PartisipasiMasyarakat, Eksistensi Batik Tulis Batik merupakanwarisanbudaya yang perludilestarikan, untukmelestarikan batik tersebutdiperlukanpartisipasimasyarakat.Partisipasimasyarakatdibutuhkanuntukmeningkatkaneksistensi batik tulisDjojoKoesoemo agar terjagakelestariannyasebagaibudayawarisanbangsa. TujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuipartisipasimasyarakatDusunTalokdalammeningkatkaneksistensi batik tulisDjojoKoesoemo di DusunTalokKecamatanGarumKabupatenBlitar.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalahmasyarakatDusunTalok yang berada di sekitarindustri batik tulisDjojoKoesoemoBlitardenganrentangusiaproduktifantara 20-40 tahun yang terdiridari1 RW dan 3 RT yang berjumlah 144 responden. Teknik pengambilan sampel dengan proportionate random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 36 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angkettertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Dusun Talok sangat berpartisi aktif dalam meningkatkan eksistensi batik tulis Djojo Koesoemo Blitar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya responden yang berpartisipasi dalam bentuk pikiran, tenaga, keahlian, dan jasa-jasa. Saran yang dapatpenelitiajukanadalah (1) diharapkanbagipengusaha batik bersertakaryawan, penelitianinidapatdijadikansebagaimotivasimempertahankandanmengembangkaninovasi batik tulisDjojoKoesoemo, sehinggadapatmeningkatkaneksistensi batik, baikitudarisegiperbaikanmutumaupunpemasaran. (2) diharapkanbagimasyarakatBlitarkhususnyamasyarakatDusunTalok yang beradadisekitartempatusaha batik tulisDjojoKoesoemoterutamabagi yang belumbekerjaataupengangguranuntukmelibatkandiriberpartisipasiaktifdalamkegiatanusahamembatik, selainuntukmelestarikanbudayabangsayaitu batik tulis, jugadapatmengurangiangkapengangguran, (3) diharapkanbagiDinasPemerintahandapatmempromosikan batik tulisDjojoKoesoemosebagaiprodukunggulanKabupatenBlitar, gunamenambahinvestasibagidaerahKabupatenBlitar, dan (4) diharapkanbagi Prodi Pendidikan Tata Busanahendaknyapenelitianinibisadigunakansebagaigambaranuntukmengenalkan batik sebagaiwarisanbudaya yang harusdilestarikan agar tidak di klaimoleh Negara lain

    Studi Tentang Motif Khas Songket Lombok

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam motif khas songket Lombok beserta makna dan perlambanganya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari partisipan yaitu KASI DISKOPERINDAG Kabupaten Lombok Tengah, pengusaha sekaligus ketua perkumpulan pengrajin songket di Kabupaten Lombok Tengah, serta pengrajin songket. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan a) teknik observasi untuk mendapatkan data mengenai proses pembuatan songket maupun alat dan bahannya. b) Teknik wawancara digunakan untuk menggali data motif khas songket Lombok beserta makna dan perlambangnya. c) teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambar motif-motif khas songket Lombok. Keabsahan data dilakukan malalui triangulasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan motif khas songket Lombok terdiri dari 1) motif Subahnale, 2) motif Keker, 3) motif Bintang Empet, 4) motif Seret Penginang, 5) motif Wayang, 6) motif Panah, 7) motif Bulan Begantung, 8) motif Nanas, 9) motif Anteng, 10) motif Naga. Makna yang terkandung dalam ragam motif khas songket Lombok ini yaitu: 1) motif Subahnale bermakna keikhlasan dan kesabaran serta berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) motif Keker bermakna kedamaian dalam memadu kasih, 3) motif Bintang Empet bermakna arah mata angin dan menceritakan penanggalan zaman nenek moyang, 4) motif Seret Penginang bermakna jamuan sederhana pada zaman dahulu, 5) motif Wayang bermakna bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri sehingga selalu memerlukan orang lain untuk bermusyawarah, 6) motif panah bermakna sifat jujur seperti anak panah yang jalannya meluncur lurus, 7) motif Bulan Begantung bermakna bahwa pekerjaan itu harus dilakukan dalam waktu tenang agar berhasil dengan baik, 8) motif Nanas bermakna seorang manusia selain bermanfaat untuk dirinya sendiri juga harus bermanfaat bagi orang lain, 9) motif Anteng bermakna efek pelurusan jiwa bagi para wanita yang menggunakannya agar pada saat mereka dihadapkan dengan suatu masalah dapat dituntaskan dengan bijak, 10) motif Naga bermakna perempuan sebagai lambang kesuburan yang disamakan dengan bumi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh macam ragam motif khas songket Lombok yang masing-masing memiliki makna dan perlambang berbeda yang berkaitan dengan kehidupan dan tradisi masyarakat Sasak Lombok. sarannya motif-motif songket Lombok ini harus segera dipatenkan sehingga tetap menjadi milik dan kebudayaan suku Sasak Lombo

    Kajian Tentang Kesiapan Mahasisswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri malang dalam Membuka Usaha Butik (Studi Kasus Mahasiswa 2011-2012)

    No full text
    ABSTRACT Handayani, Devi Firda. 2016. Kajian Tentang Kesiapan Mahasisswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri malang dalam Membuka Usaha Butik (Studi Kasus Mahasiswa 2011-2012). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (1) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. (2) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.Kata Kunci : Kesiapan mahasiswa, diploma 3, usaha butikLulusan program studi Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang disiapkan untuk menjadi lulusana yang kompeten dalam berwirausaha. Lulusan Diploma 3 Tata Busana diharapkan lebih siap bekerja dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta teknologi yang didapat selama menempuh studi, sehingga menjadi lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau berwirausaha yang relevan dibidang tata busana. Namun, pada faktanya, berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan pada alumni mahasiswa Diploma 3 hanya sebagian kecil yang berwirausaha butik, karena keterbatasan modal usaha dan merasa kurang memiliki kemampuan mengelola usaha butik, sehingga mereka lebih memilih berwirausaha modiste dan memilih bekerja sebagai karyawan. Hal ini, menunjukkan bahwa mahasiswa Diploma 3 belum siap dalam membuka dan mengelola usaha butik. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji bagaimana kesiapan mahasiswa Diploma 3 dalam membuka usaha butik. Karena membuka dan mengelola usaha butik termasuk salah satu dari kompetensi lulusan Mahasiswa Diploma 3.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kesiapan mahasiswa diploma 3 tata busana dalam membuka usaha butik. Ditinjau dari rumusan masalah, maka penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan pendekatan analisis data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011/2012 dan 2012/2013 yang telah melaksanakan matakuliah MUB (Manajemen Usaha Busana) dan yang masih aktif sebagai mahasiswa yaitu berjumlah 15 mahasiswa. Penelitian ini menggunkan instrument dalam bentuk angket kuisioner. Skala pengukuran instrument yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan skala Guttman. Dalam uji validitas instrument ini menggunakan rumus Product Moment. Pada penelitian ini reliabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan rumus KR (Kuder Richardson )20. Teknik analisis data menggunakan persentase.Kesimpulan penelitian ini adalah Mahasiswa diploma 3 tata busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011-2012 memiliki kesiapan dalam membuka usaha butik, pada delapan aspek kesiapan, yaitu: (1) kemampuan membuat desain sketsa (72%), (2) kemampuan membuat pola konstruksi (80%), (3) kemampuan membuat pola drapping (59%), (4) kemampuan membuat dan memilih pelengkap busana (70%), (5) kemampuan membuat busana dengan teknik penyelesaian adibusana (70%), (6) perencanaan usaha (56%), (7) pelaksanaan usaha (61%), serta (8) pengawasan dan pengendalian usaha (54%). Selain itu, didukung dengan hasil studi matakuliah praktik dan teori yang terkait dengan kesiapan membuka usaha butik mahasiswa diploma 3 tata busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011-2012 rata-rata memperoleh nilai B yang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesiapan dalam membuka usaha butik.Saran bagi jurusan tata busana diharapkan menyediakan fasilitas seperti tempat usaha busana sebagai sarana untuk mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan, manajemen pemasaran, serta Manajemen Usaha Busana (MUB).Bagi mahasiswa diploma 3 tata busana hendaknya terus meningkatkan dan mendalami kemampuan dalam mempelajari materi kewirausahan dan Manajemen Usaha Busana (MUB), dengan menggali wawasan dan mengembangkan pengetahuan tentang usaha butik.Bagi penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengangkat masalah serupa yang terkait dengan kesiapan membuka usaha busana dengan pengkajian lebih dalam seperti pelaksanaan pembelajaran Manajemen Usaha Busana, aspek yang mempengaruhi kesiapan mahasiswa dalam mengelola usaha butik, dengan memperluas variabel tentang manajemen pemasaran, manajemen produksi, faktor minat membuka usaha butik, bakat dan motivasi yang dimiliki mahasiswa untuk mengelola usaha butik.ABSTRACT Handayani, Devi Firda. 2016. A Study About The Preparation Of Diploma 3 Students Of Fashion State University Of Malang In Starting Boutique Business (Case Study Of Students Grade 2011-2012). Thesis, Program S1 Fashion Education, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. (1) Dra. Esin Sintawati, M. Pd. (2) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.Keywords: Preparation student, diploma 3, a boutique businessGraduates Diploma 3 students of fashion State University of Malang graduates prepared to become competent in entrepreneurship. Graduates Diploma 3 of fashion expected to be ready to work and be able to develop the knowledge, skills, and technologies acquired during their studies, thus becoming graduates are intelligent, creative, innovative, independent, and able create jobs employment or entrepreneurship that are relevant in the field of fashion. However, in fact, based on research results and observations on the alumni students of Diploma 3 only a small portion boutique entrepreneurship, due to limited working capital, and feel less equipped to manage the boutique business, so they prefer entrepreneurship couturier and choose to work as an employee. This shows that the 3 Diploma students are not ready to open and manage a boutique business. Therefore, research is needed to examine how student readiness 3 Diploma in opening a boutique business. Due to open and manage a boutique business is one of 3 Diploma Students graduate competency.The purpose of research is to determine the readiness of students of diploma 3 of fashion in opening a boutique business. Judging from the formulation of the problem, this research uses descriptive research design with quantitative data analysis approach. The population in this study were all students of Diploma 3 of fashion State University of Malang force 2011/2012 and 2012/2013, which has conducted courses MUB (Clothing Business Management) and is still active as a student that is numbered 15 students. This study using the instrument in the form of a questionnaire questionnaire. The scale of measurement instruments used in the study are using Guttman scale. In a test of the validity of this instrument using the formula Product Moment. In this study, the reliability of the instrument is done by using the formula KR (Kuder Richardson) 20. Data were analyzed using percentages.The conclusion of this study is the diploma 3 students of fashion State University of Malang force readiness in 2011-2012 has opened a boutique, on eight aspects of preparedness, namely: (1) the ability to make design sketch (72%), (2) ability to create patterns of construction ( 80%), (3) ability to create patterns drapping (59%), (4) the ability to create and choose a complementary fashion (70%), (5) the ability to make clothes with solving techniques couture (70%), (6) the business plan (56%), (7) the implementation of business (61%), and (8) the supervision and control of the business (54%). In addition, the study was supported by the results of course practice and theory associated with readiness to open a business boutique fashion diploma 3 University of Malang force from 2011 to 2012 the average gain value B indicating that students have the readiness to open a boutique business. Suggestions for fashion study department is expected to provide facilities like a fashion business as a means to implement entrepreneurial learning, marketing management, as well as Business Management Dress (MUB). For diploma 3 of fashion should continue to improve and deepen skills in entrepreneurship and study material Business Management Clothing (MUB), by digging insight and develop knowledge of the business boutique. For further research this study can be developed with raised similar issues related to the readiness of opening a business outfit with a deeper assessment as learning implementation Clothing Business Management, aspects that affect a student's readiness to manage boutique business, by expanding the variables of marketing management, production management, interest factor opened a boutique, talent and motivation of students to manage the boutique busi

    persepsi mahasiswa SI pendidikan tata busana angkatan tahun 2010 terhadap pelaksanaan mata kuliah MUB modiste di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Widyastuti, Yulvia Tri. 2015. Persepsi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Angkatan Tahun 2010 Terhadap Pelaksanaan Matakuliah MUB Modiste di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn (II) Dra. Agus Hery S.I., M.PdKata Kunci: Persepsi, MUB ModistePenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2010 terhadap pelaksanaan matakuliah MUB Modiste. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan tahun 2010 yang telah menempuh matakuliah MUB Modiste. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket tertutup. Uji validitas instrumen menggunakan validitas konstruk, yaitu berdasarkan pertimbangan ahli MUB dan dosen pembimbing skripsi. Uji reliabilitas menggunakan Rumus Alpha. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dengan menggunakan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rencana Pembelajaran berada pada kategori kurang setuju (69%), Rencana Penjadwalan Matakuliah berada pada klasifikasi kurang baik, hal ini menunjukkan bahwa perencanaan jadwal matakuliah kurang matang sehingga memberikan hasil yang kurang optimal. Rencana Proposal Usaha mencapai 75% pada kategori kurang setuju, hal tersebut karena mahasiswa tidak menyusun proposal secara optimal sehingga kurang mampu membantu mahasiswa memiliki perencanaan yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dalam menjalankan usaha modiste. Rencana Komitmen Target mencapai 61% pada kategori kurang setuju, adanya target penjualan sebesar Rp 750.000,00 untuk perolehan nilai minimal (nilai C) kurang mendapat apresiasi positif dari mahasiswa. Rencana Penilaian mencapai 71% pada kategori setuju, hal ini menunjukkan bahwa kriteria penilaian mudah dipahami mahasiswa. (2) Pelaksanaan Pembelajaran berada pada kategori kurang setuju (78%). Produksi mencapai 46% pada kategori kurang setuju, pada proses pembuatan pola, cutting, dan sewing tidak didampingi dosen pembina matakuliah. Pemasaran mencapai 59% pada kategori kurang setuju, penggunaan Neckline boutique dan Teaching Boutique kurang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai tempat usaha secara optimal. Keuangan mencapai 53% pada kategori kurang setuju, biaya OH sebesar Rp 9.000,00 untuk setiap busana dan 30% profit yang harus diserahkan kepada Jurusan memberatkan mahasiswa. Evaluasi Kemajuan Usaha mencapai 47% pada kategori kurang setuju, hal ini menunjukkan adanya komponen dalam evaluasi kemajuan usaha yang tidak berjalan dengan efektif. (3) Evaluasi Akhir berada pada kategori kurang setuju (49%), soal ujian kurang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dapat disimpulkan bahwa keseluruhan pelaksanaan matakuliah MUB Modiste tergolong pada kategori kurang baik. Saran yang dapat peneliti berikan adalah: (1) Bagi pengajar, penjadwalan matakuliah dan pelaksanaan pembelajaran, terutama pada keuangan perlu diperbaiki; (2) Bagi Jurusan, perencanaan jadwal matakuliah perlu dibuat lebih matang guna mendapatkan hasil yang optimal pada pembelajaran matakuliah MUB Modiste; (3) Bagi mahasiswa, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pada penelitian pembelajaran sejenis

    Tanggapan Pihak Pengguna Lulusan S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Terhadap Kompetensi Lulusan Di SMK se-Malang Raya

    No full text
    ABSTRAK Fachurindah, Ciwa.2016. Tanggapan Pihak Pengguna Lulusan S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Terhadap Kompetensi Lulusan di SMK se-Malang Raya. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd., (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. Kata kunci :lulusan S1 Pendidikan Tata Busana, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Malang dengan delapan fakultas, salah satunya fakultas teknik yang memiliki jurusan S1 pendidikan Tata Busana. Adanya pendidikan formal S1 Pendidikan Tata Busana di perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan untuk memenuhi kebutuhan SMK (khusus bidang tata busana), dimana lulusan tersebut menjadi tenaga pendidik sesuai dengan tuntutan-tuntutan sekolah meskipun hanya beberapa lulusan yang bisa menjadi tenaga pengajar. Hal ini disebabkan karena tidak semua lulusan S1 Pendidikan Tata Busana mengembangkan dirinya yang berjiwa keguruan dengan dasar ilmu bidang tata busana yang telah dimiliki. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tanggapan pihak pengguna (sekolah) terhadap kompetensi guru lulusan S1 Pendidikan Tata Busana UM yang menjadi tenaga pengajar, yang dilihat dari proses pembelajaran. Permasalahan yang dibahas dipenelitian ini adalah tanggapan sekolah terhadap guru tata busana lulusan S1 Pendidikan Tata Busana terhadap kompetensi guru, dimana pihak sekolah menilai dari proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebar angket tertutup kepada responden, proses pengumpulan data terdiri dari beberapa tahapan, antara lain : (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3)  tahap pengolahan data, (4) tahap pelaporan hasil penelitian, (5) pembahasan, (6) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, yaitu tanggapan pihak pengguna lulusan S1 Pendidikan Tata Busana UM dimana guru yang menjadi tenaga pengajar bidang tata busana di SMK menunjukkan sudah memenuhi kualifikasi S1 dan kualifikasi kompetensi guru yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, dimana kompetensi guru tersebut dinilai dari proses pembelajaran disekolah. Saran dari penelitian ini adalah sebagai tenaga pengajar seorang guru hendaknya benar-benar komepeten sesuai dengan kompetensi guru, memiliki jiwa profesional, memenuhi semua tuntutan dan aturan sekolah, yang berkaitan dengan tugas-tugas guru sebagai pendidik. Selain itu guru harus meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

    Studi tentang Motif Unggulan Batik Tulis Tengah Sawah di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

    No full text
    Abstrak   Helmi Pratiwi, Adin. 2015. Studi tentang Motif Batik Tulis “Tengah Sawah” di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.   Pembimbing : (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata Kunci : Batik, Motif Batik, Batik “Tengah Sawah” Industri Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah” merupakan satu dari sekian banyak industri kerajinan batik tulis yang ada di Kabupaten Pacitan. Kegiatannya tidak jauh berbeda dengan industri batik tulis yang lain, yang membedakannya yaitu Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah” menggunakan motif batik klasik dengan sentuhan modern yang mengarah ke jenis batik petani, dan sering memenangkan perlombaan desain motif batik yang diselenggarakan pada tingkat provinsi maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif batik “Tengah Sawah” di Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. metode penelitian yang digunakan adalah triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan diperoleh data: (1) Motif yang ada di Industri Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah” adalah motif batik klasik yang mengarah ke jenis batik petani, menggambarkan flora dan fauna yang ada di Pacitan. Motif khas tersebut adalah motif Satriya Pinilih Latar Gringsing, Sawung Krida Mukti, Teja Pawitra, Sawung Ronabaya, dan Sawung Cahya Buana; (2) Industri Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah” memiliki 5 (lima) motif khas. Motif – motif ini adalah motif yang paling banyak diminati konsumen, sudah terpublikasi, pernah mendapatkan kejuaraan dalam lomba desain batik Jawa Timur dan sudah memiliki hak paten; (3) Setiap motif memiliki makna tersendiri yang dilukiskan pada ornamen utamanya. Motif Satriya Pinilih dilukiskan pada ornamen utama Ayam Bekisar yang melambangkan kejantanan dan rasa tanggung jawab. Motif Sawung Krida Mukti dibuat dengan latar/background  “tambal” atau bermacam – macam motif. Ayam Bekisar pada motif Teja Pawitra dibuat mengepak sebagai tanda semangat yang menyala-nyala. Motif Sawung Ronabaya menggambarkan suasana Sungai Brantas dan Ayam jantan pada motif Sawung Cahya Buana digambarkan sedang terbang untuk melambangkan keinginan meraih harapan. Saran penelitian ini perlu ditindak lanjuti terutama dalam hal pewarnaan, produk hasil, proses pengembangan motif dan pemasaran. Pengusaha batik tulis “Tengah Sawah”, sebaiknya (a) Lebih mengembangkan desain motif yang telah ada; (b) Hasil karya dari “Tengah Sawah” hendaknya didokumentasikan dan dibakukan, supaya memiliki data yang sudah resmi dan memiliki arsip yang lengkap. Dinas terkait, sebaiknya (a) memiliki data yang lebih lengkap dari berbagai industri terkait khususnya Industri Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah”; (b) Diharapkan membantu dalam proses promosi dengan mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi sentra batik khususnya Industri Kerajinan Batik Tulis “Tengah Sawah”; (c) Membantu memperlancar jalannya proses pembuatan hak paten produk

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇