SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    632 research outputs found

    a

    No full text
    ABSTRACT Arqi, Muh. Amin. 2016. Persepsi Ancaman sebagai Prediktor Intoleransi Politik Terhadap Jamaah Ahmadiyah pada Jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.PsiKata kunci: Persepsi Ancaman, Intoleransi Politik, Jamaah AhmadiyahPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat persepsi ancaman terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, (2) mengetahui tingkat intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, dan (3) untuk mengetahui persepsi ancaman sebagai prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional-prediktif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 1383 orang jamaah Nahdlatul Wathan yang bermukim di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 92 orang dengan teknik insidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu skala persepsi ancaman dan skala intoleransi politik. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan pada nilai T. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur (1) sebagian besar subyek memiliki persepsi ancaman yang tinggi, (2) sebagian besar subyek memiliki intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah, (3) persepsi ancaman merupakan prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah dengan signifikansi 0,000 dan nilai determinasi 0,495

    studi tentang hasil belajar mahasiswa prodi S1 pendidikan tata busana jurusan teknologi industri yang mengikuti organisasi kemahasiswaan HMJ TI FT Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT studi tentang hasil belajar mahasiswa prodi S1 pendidikan tata busana jurusan teknologi industri yang mengikuti organisasi kemahasiswaan HMJ TI FT Universitas Negeri MalangRahman, Firda Rizqi A. 2016. Studi Tentang Hasil Belajar Mahasiswa  Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Yang  Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan  HMJ  TI  FT  Universitas Negeri Malang.  Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Esin Sintawati, M. Pd. (2) Dra. Endang Prahastuti, M. Pd.Kata Kunci: hasil belajar, mahasiswa, organisasi.Hasil belajar mahasiswa merupakan nilai yang diperoleh dalam proses perkuliahan serta tugas-tugas lainnya. Akan tetapi hasil belajar tidak hanya dikembangkan di dalam kelas saja tetapi juga dapat ditingkatkan dengan mengikuti sebuah organisasi. Pada kenyataan di lapangan mahasiswa yang mengikuti organisasi tidak hanya memiliki hasil belajar  yang tinggi tetapi ada juga yang memiliki hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu peneliti ingin mendeskripsikan hasil belajar Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Yang Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan HMJ TI FT Universitas Negeri Malang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang hasil belajar mahasiswa yang mengikuti organisasi HMJ TI FakultasTeknik Universitas Negeri Malang yang kemudian akan di kelompokkan menjadi 3 kelompok matakuliah yakni, nilai matakuliah teori, nilai matakuliah praktik, dan nilai matakuliah lapangan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik purpose sampling pada anggota HMJ TI  Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Berdasarkan data hasil penelitian, mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi memiliki hasil belajar dengan kualifikasi predikat hasil belajar Sangat Baik (B+) pada matakuliah teori dengan perolehan rata-rata nilai sebesar 3,25. Untuk matakuliah praktek dengan rata-rata 3, 27 mendapatkan kualifikasi predikat hasil belajar Sangat Baik (B+). Sedangkan untuk matakuliah Lapangan memperoleh kualifikasi predikat hasil belajar Kurang Baik (B-) dengan perolehan rata-rata nilai 2,45. Serta rata-rata nilai untuk matakuliah gabungan sebesar 3,24 dengan kualifikasi predikat hasil belajar Sangat Baik (B+). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang mengikuti organisasi memiliki hasil belajar Sangat Baik (B+). Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis sarankan agar mahasiswa pada periode selanjutnya mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti HMJ TI FT, sedangkan untuk Jurusan penulis harapkan dapat meningkatkan kerja sama dalam rangka meningkatan kinerja mahasiswa dalam belajar dan berorganisasi sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik

    Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Media Animasi Dengan Media Konvensional Pada Materi Sulam Pita Siswa Kelas XII Busana Butik Di SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRACT Hidayah, Vemi Latifah. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang DiajarMenggunakan Media Animasi Dengan Media Konvensional Pada MateriSulam Pita Siswa Kelas XII Busana Butik Di SMK Negeri 5 Malang.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (II) Dra.Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci : perbedaan hasil belajar, media animasi, media konvensional, sulam pita.Mata pelajaran  menghias busana merupakan mata pelajaran  yang sangatpenting karena menghias busana termasuk kedalam mata pelajaran  produktif ataukejuruan yang terdapat pada kurikulum SMK. Hasil wawancara awal pada gurubidang studi busana butik di SMK Negeri 5 Malang, menyatakan bahwa gurumasih memakai media pembelajaran konvensional. Media yang digunakan guru berupa gambar, fragmen maupun benda jadi. Menurut pendapat guru tersebut, terkadang siswa kurang memahami maksud dari media itu. Jadi guru harusmemberikan penjelasan dan mempraktikkan kembali pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvensional pada materi sulam pita siswa kelas XII busana butikdi SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganmetode quasi experiment yang menggunakan Pre-test and Post-test Control GrupDesign.Terdapat dua kelas yang di teliti dalam penelitian ini, yakni kelaseksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberiperlakuan dengan media animasi. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelompokyang belajar dengan pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah yakni denganmedia konvensional.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaankemampuan awal siswa yang diajar dengan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvesional: (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajardengan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvesional: (3) hasilbelajar siswa yang diajar dengan media animasi mempunyai rata-rata lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan media konvesional: (4) Pembelajarandengan menggunakan media animasi sulam pita membuat siswa lebih mudahmemahami materi dan mengerjakan tugas, selain itu lebih menyenangkan danmenarik bagi siswa. Sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar dan hasilbelajarnya dapat meningkat. Dengan demikian, hipotesis (Ha) diterima (terdapat perbedaan hasilbelajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvensional pada materi sulam pita kelas XII busana butik diSMK Negeri 5 Malang) telah teruji kebenarannya pada taraf signifiknasi 5%. Halini sekaligus mempertegas posisi keunggulan media animasi daripada mediakonvesional. ABSTRACTHidayah, Vemi Latifah. 2016. The Difference of Students Outcomes Taught UsingAnimation Media and Conventional Media on Ribbon EmbroideryMaterial for Students Class XII of Fashion Boutique in SMK Negeri 5Malang. Thesis, Industrial Technology Departement, Faculty ofEngineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Nur EndahPurwaningsih, M.P d., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci : the difference of students outcomes, animation media, conventional media, ribbon embroidery.Academic subjects of embroidery is a academic subjects that veryimportant because embroidery include on productive academic subjects orvacational that constitute on SMK curriculum. The result of beginning interviewto teachers of fashion boutique in SMK Negeri 5 Malang, explain that teachersstill using conventional learning media. Media used by teachers such as picture, fragment although finished goods. According to the opinion of the teacher, sometimes the students less understand the purpose of the media. So, the teacherhave to give explanation and practice again to the students. This research held with the purpose to know the difference of studentsoutcomes taught using animation media and conventional media on ribbonembroidery material for students class XII of fashion boutique in SMK Negeri 5Malang. This research is quantitative research with quasi experiment method thatusing Pre-test and Post-test Control Grup Design. There are two class thatresearched in this study, that is the experimental group and control group. Theexperimental group was treated with a class of animation media. While the controlgroup is the group that studied with the usual lesson in school that is using theconventional media. Based on the results of this research showed that: (1) there was nodifference in the ability of beginning students outcomes taught using animationmedia and conventional media: (2) there are difference of students outcomestaught using animation media and conventional media(3) The students outcomestaught using animation media has an average higher than students outcomestaught using conventional media (4) The learning with using animation media onribbon embroidery to make students more easily understand the material and dothe task, but it is more fun and exciting for student. So that students can bemotivated to learn and learning outcomes can be increasing. Thus, the hypothesis (Ha) is accepted (there are the difference of studentsoutcomes taught using animation media and conventional media on ribbonembroidery material for students class XII of fashion boutique in SMKN 5Malang) has been verified at the level of 5% signification. It also confirms the position of animation media more superiority than conventional media.

    Korelasi Antara Minat Berwirausaha Di Bidang Busana Dengan Hasil Belajar Mub Industri Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ( Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2011&2012).

    No full text
    ABSTRACT Hidayah, Vemi Latifah. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang DiajarMenggunakan Media Animasi Dengan Media Konvensional Pada MateriSulam Pita Siswa Kelas XII Busana Butik Di SMK Negeri 5 Malang.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (II) Dra.Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci : perbedaan hasil belajar, media animasi, media konvensional, sulam pita.Mata pelajaran  menghias busana merupakan mata pelajaran  yang sangatpenting karena menghias busana termasuk kedalam mata pelajaran  produktif ataukejuruan yang terdapat pada kurikulum SMK. Hasil wawancara awal pada gurubidang studi busana butik di SMK Negeri 5 Malang, menyatakan bahwa gurumasih memakai media pembelajaran konvensional. Media yang digunakan guru berupa gambar, fragmen maupun benda jadi. Menurut pendapat guru tersebut, terkadang siswa kurang memahami maksud dari media itu. Jadi guru harusmemberikan penjelasan dan mempraktikkan kembali pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvensional pada materi sulam pita siswa kelas XII busana butikdi SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganmetode quasi experiment yang menggunakan Pre-test and Post-test Control GrupDesign.Terdapat dua kelas yang di teliti dalam penelitian ini, yakni kelaseksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberiperlakuan dengan media animasi. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelompokyang belajar dengan pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah yakni denganmedia konvensional.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaankemampuan awal siswa yang diajar dengan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvesional: (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajardengan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvesional: (3) hasilbelajar siswa yang diajar dengan media animasi mempunyai rata-rata lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan media konvesional: (4) Pembelajarandengan menggunakan media animasi sulam pita membuat siswa lebih mudahmemahami materi dan mengerjakan tugas, selain itu lebih menyenangkan danmenarik bagi siswa. Sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar dan hasilbelajarnya dapat meningkat. Dengan demikian, hipotesis (Ha) diterima (terdapat perbedaan hasilbelajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajardengan media konvensional pada materi sulam pita kelas XII busana butik diSMK Negeri 5 Malang) telah teruji kebenarannya pada taraf signifiknasi 5%. Halini sekaligus mempertegas posisi keunggulan media animasi daripada mediakonvesional. ABSTRACTHidayah, Vemi Latifah. 2016. The Difference of Students Outcomes Taught UsingAnimation Media and Conventional Media on Ribbon EmbroideryMaterial for Students Class XII of Fashion Boutique in SMK Negeri 5Malang. Thesis, Industrial Technology Departement, Faculty ofEngineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Nur EndahPurwaningsih, M.P d., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata kunci : the difference of students outcomes, animation media, conventional media, ribbon embroidery.Academic subjects of embroidery is a academic subjects that veryimportant because embroidery include on productive academic subjects orvacational that constitute on SMK curriculum. The result of beginning interviewto teachers of fashion boutique in SMK Negeri 5 Malang, explain that teachersstill using conventional learning media. Media used by teachers such as picture, fragment although finished goods. According to the opinion of the teacher, sometimes the students less understand the purpose of the media. So, the teacherhave to give explanation and practice again to the students. This research held with the purpose to know the difference of studentsoutcomes taught using animation media and conventional media on ribbonembroidery material for students class XII of fashion boutique in SMK Negeri 5Malang. This research is quantitative research with quasi experiment method thatusing Pre-test and Post-test Control Grup Design. There are two class thatresearched in this study, that is the experimental group and control group. Theexperimental group was treated with a class of animation media. While the controlgroup is the group that studied with the usual lesson in school that is using theconventional media. Based on the results of this research showed that: (1) there was nodifference in the ability of beginning students outcomes taught using animationmedia and conventional media: (2) there are difference of students outcomestaught using animation media and conventional media(3) The students outcomestaught using animation media has an average higher than students outcomestaught using conventional media (4) The learning with using animation media onribbon embroidery to make students more easily understand the material and dothe task, but it is more fun and exciting for student. So that students can bemotivated to learn and learning outcomes can be increasing. Thus, the hypothesis (Ha) is accepted (there are the difference of studentsoutcomes taught using animation media and conventional media on ribbonembroidery material for students class XII of fashion boutique in SMKN 5Malang) has been verified at the level of 5% signification. It also confirms the position of animation media more superiority than conventional media

    Trisnaningsih, Fatma..2016. TanggapanSiswaPada Media PembelajaranBerbasisKomputerPadaPelajaranPembuatanPolaDasarBusanaWanitaKelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. (I)

    No full text
    ABSTRACT Trisnaningsih, Fatma..2016. TanggapanSiswaPada Media PembelajaranBerbasisKomputerPadaPelajaranPembuatanPolaDasarBusanaWanitaKelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. (I)Media pembelajaran digunakan sebagai penghubung dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran, sehingga antara siswa dan guru memiliki persepsi yang sama tentang materi yang diajarkan karena siswa sebagai subyek pembelajaran memiliki perbedaan minat kemampuan pengalaman dan cara belajar.Penyajian data yang informatifbagisiswadiharapkandapatmeningkatkankemandirianbelajarsiswasehinggaberdampakpositifpadaprestasihasilbelajar.Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikantanggapansiswapada media pembelajaranberbasiskomputerpadamatapelajaranPembuatan Pola Dasar Busana Wanita Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Batu.Metodepenelitian yang digunakanadalahdeskriptifdenganpendekatankuantitatif. Populasidalampenelitianiniadalahseluruhsiswakelas X jurusantatabusana SMK Negeri 1 Batu yang berjumlah 69 orang, sehinggadalampenelitianinimenggunakansampeljenuh. Instrument penelitianinimenggunakanangkettertutupdenganmenggunakananalisispersentase.Berdasarkanhasilanalisis data dapatdiketahuibahwakelas X jurusantatabusana SMK Negeri 1 Batusetujudenganfungsi media pembelajaranberbasiskomputersebagai media pembelajaranpadamatapelajaranPembuatan Pola Dasar Busana Wanita. Persentasetanggapansetujudarifungsiatensi 22,89%,fungsikognitif 26,94%, fungsiafektif 23,28% danfungsikompensatori 26,89% yang berarti media pembelajaranmemberikankontribusi yang baikdalam proses belajarmengajarPembuatan Pola Dasar Busana Wanita. Siswakelas X jurusantatabusana SMK Negeri 1 Batumemberikantanggapan yang baik pada penggunaan media interaktifberarti media pembelajaranberbasiskomputermemberikankontribusidalam proses belajarmengajarpembuatanpoladasarbusanawanitakarenamenarikperhatian, memotivasibelajar, dapatmempengaruhisikapdanemosisiswa, sertamengakomodasikelemahansiswadalammenerimamaterikarenamemperjelaspenyajianpesan,keterbatasanruang, danwaktu

    Studi tentang Batik Gentongan pada Zulfah Batik di Desa Paseseh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan Madura

    No full text
    ABSTRAK   Widyawati, Melida.2013. Studi Tentang Batik Gentongan pada Zulfah Batik di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan Madura. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Kata kunci: Batik Gentongan   Salah satu kota yang memiliki batik dengan ciri khas dan corak tersendiri adalah Madura. Batik Madura memiliki kualitas seni yang tinggi pada setiap motifnya dan pewarnaan yang cukup berani. Salah satu batik Madura yang memiliki tingkat kesulitan pada motifnya dan pewarnaan dengan menggunakan pewarna alami adalah batik gentongan tepatnya di Desa Paseseh Kecamatan Tanjungbumi. Batik gentongan memiliki banyak tarikan garis pada desainnya dan ragam motif diambil dari motif tumbuhan, binatang maupun benda yang terinspirasi dari lingkungan sekitar. Proses pewarnaan batik gentongan menggunakan pewarna alami dan media gentong. Tradisi menggunakan gentong merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan batik gentongan di desa Paseseh, kecamatan Tanjungbumi, kabupaten Bangkalan Madura. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu motif batik gentongan dan proses pewarnaan batik gentongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan adalah pemilik industri Zulfah Batik, dan dua karyawan pada Zulfah batik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi Miles dan Huberman dengan tahapan (1) pengumpulan data, (2) reduksi dan penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu motif pada batik gentongan terdiri dari motif cong-congan, sabut, til cantil, panji susi, dan geje sekereng. Motif tersebut merupakan motif yang paling klasik dan paling banyak diminati oleh konsumen. Dilihat dari visualisasi motifnya, ditemukan golongan motif hias tumbuh-tumbuhan, motif hias binatang imajinatif, motif hias benda teknologis. Motif batik gentongan pada Zulfah Batik terdiri dari ornamen utama, tambahan dan isen-isen motif. Warna yang ditampilkan pada batik gentongan antara lain merah, hijau, biru dan coklat. Faktor- faktor yang mempengaruhi terciptanya motif pada batik gentongan antara lain potensi alam dan budaya dari Madura khusunya Tanjungbumi, keinginan untuk memberikan pesan kepada masyarakat lewat motif yang diciptakan, dan kondisi masyarakat Tanjungbumi Madura. Saran dalam penelitian ini adalah motif pada batik gentongan lebih dikembangkan dan divariasikan dari berbagai motif hias yang ada terutama terkait potensi daerah yang dimiliki Madura. Bagi peneliti lain disarankan untuk menggali informasi lainnya yang belum ada pada penelitian ini. Manfaat bagi pelajar maupun masyarakat umum dapat digunakan sebagai sumber informasi dan referensi mengenai batik gentongan yang ada di Tanjungbumi Madura.   ABSTRACT   Widyawati, Melida.2013. A Study of “Gentongan Batik” in “Zulfah Batik” at Paseseh Village, Tanjungbumi, Bangkalan, Madura.Thesis, Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.   Keyword : Gentongan Batik   Madura is one of cities that has batik with specific characteristics and patterns. Maduranese batiks has high art quality in every motif and brave enough coloring. One of Maduranese batiks that has high level of difficulty in making its motive and coloring by using natural dye, is gentongan batik in Paseseh village, Tanjungbumi. Gentongan batik has towed lines in its design and the motif styles are taken from plants, animals, and surrounding tings motif. Coloring processes of gentongan batik use natural dye and traditional media, gentong (an earthen pot). The tradition of using gentong has been done from generation to generation and is still maintained until now. The objective of this study is to describe gentongan batik in Paseseh village, Tanjungbumi, Bangkalan, Madura. The problems to be observed in this study are motif and coloring process of gentongan batik. This study employed descriptive qualitative research. The informant is the owner and two workers of Zulfah Batik industry. Data collections were carried out by interview, observation, and documentation study. The data were analyzed using Miles dan Huberman’s interaction model analysis: (1) collecting data, (2) reduction and presenting data, and (3) drawing conclusion. Based on the result of the study, it was concluded that gentongan batik’s motif consisted of cong-congan, sabut, tilcantil, panjisusi, and geje sekereng motif. Those motifs are classic motifs that is liked by consumers. From the visualization motif, it was found that the ornament motifs were inspired from plants, imaginary animals, and technology utensils motif. In Zulfah Batik itself, the motifs consisted of main ornament, additional and isen-isen motif. The colors of gentongan batik were red, green, blue, and brown. The influential factors of motif creation in gentongan batik were: culture and natural potency of Madura especially Tanjungbumi, the eagerness to give messages the society through motif creation, and society’s condition of Tanjungbumi, Madura. Based on the conclusions of the study, suggestions are offered. For the batik industry owner, the motif in gentongan batik should be developed into several other motif ornament variations that has been existed especially related to region potency of Madura. For other researcher, it is suggested to excavate other information that has not been in this study. For the students and public society, it can be used as information and reference sources about gentongan batik at Tanjungbumi, Madura

    Tanggapan Mahasiswa Tentang Aplikasi Edmodo Sebagai Sarana Dosen Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Matakuliah Teknik Pembuatan Busana II Diploma 3 Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang

    No full text
    Abstrak   Isnaini. 2015.Tanggapan Mahasiswa Tentang Aplikasi Edmodo Sebagai Sarana Dosen Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Matakuliah Teknik Pembuatan Busana II Diploma 3 Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd. (II) AgusSunandar, M.Sn.   Kata Kunci: Tanggapan, Aplikasi Edmodo, Sarana Dosen, Mahasiswa Diploma 3 Tata BusanaUniversitasNegeri Malang Angkatan 2014.   Matakuliah TPB II merupakan salah satu matakuliah praktik yang memiliki jam KBM terbatas, sehingga diperlukan sarana pembelajaran di luar jam kuliah. Aplikasi edmodo merupakan salah satu blended learning yang digunakan sebagai sarana pembelajaran diluar jam kuliah. Aplikasi edmodo merupakan platform pembelajaran untuk dosen dan mahasiswa yang dapat dijadikansarana komunikasi antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran diluar jam kuliah, sehingga keseluruhan tujuan pembelajaran dapattercapai. Terkait dengan hal tersebut perlu diteliti tanggapan mahasiswa tentang aplikasi edmodo sebagai sarana dosen dalam kegiatan belajar matakuliah teknik pembuatan busana II. Penelitianbertujuanuntukmendeskripsikan tanggapan  mahasiswa Diploma 3 Tata Busana tentang aplikasi edmodo sebagai sarana dosen dalam kegiatan belajar mengajar matakuliah TPB II UniversitasNegeri Malang Angkatan 2014. Rancanganpenelitianiniadalahpenelitiandeskriptifdenganpendekatankuantitatif. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan sampling purposive sejumlah 13 mahasiswa. Instrumenpenelitianmenggunakanangkettertutup. Ujivaliditasmenggunakanvaliditaskonstruk yang terdiri dari ahli TIK dan ahli content(isi) danujireliabilitasmenggunakanprogamSPSS For Windows 16.0dengananalisisCronbachAlpha. Teknikanalisis data yang digunakanadalah statistikdeskriptifdenganpersentase. Berdasarkanhasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan mahasiswa tentang aplikasi edmodo sebagai sarana dosen matakuliah TPB II memiliki klasifikasi baik, karena memiliki visual yang jelas serta kemudahan dalam pengoperasiannya, sehingga dapat menjadi sarana dosen dalam mewujudkan situasi belajar yang efektif, menarik perhatian peserta didik dan memudahkan peserta didik dalam belajar. Saran padapenelitianiniyaitu, bagi Dosen Teknologi Industri diharapkan dapat mengimplementasikan penggunaan aplikasi edmodo sebagai sarana kegiatan belajar mengajar, mengingat hasil tanggapan mahasiswa tentang aplikasi edmodo sebagai sarana dosen dalam kegiatan belajar mengajar memiliki klasifikasi yang bai

    Studi Pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Garmen di BLKI Singosari Malang

    No full text
    ABSTRACT Ningtiyas, Denik. 2016. Studi Pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Garmen di BLKI Singosari Malang . Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn.Kata kunci: pengelolaan, Tempat Uji Kompetensi (TUK)Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dapat dilihat salah satunya dari kompetensi yang dimiliki oleh para tenaga kerja. Di Indonesia, pengakuan kompetensi kerja tersebut dapat diakui salah satunya dengan menggunakan sertifikat kompetensi yang dapat diperoleh melalui pelaksanaan uji kompetensi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan uji kompetensi adalah ketersediaan tempat uji kompetensi (TUK) yang sudah diverifikasi oleh LSP. Salah satu TUK yang ada di Malang adalah TUK garmen yang berada di BLKI Singosari. TUK tersebut merupakan TUK dengan jenis TUK mandiri yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis TUK lain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan TUK garmen di BLKI Singosari Malang yang didalamnya memuat aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Pelatihan dan Sertifikasi BLKI Singosari, Staf pelatihan dan sertifikasi serta kepala TUK garmen BLKI Singosari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan kehadiran, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik.   Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan yaitu perencanaan TUK garmen yang telah terverifikasi oleh LSP sebagai TUK dengan sertifikat akreditasi No. Garment/X/12/051 diarahkan pada persiapan segala aspek kelayakan TUK baik adminstrasi maupun teknis. Pada perencanaan TUK Garmen terdapat beberapa standar yang kurang sesuai dengan yakni pada aspek ketersediaan alat uji terdapat beberapa sarana yang masih belum sesuai dengan standar BNSP. Sedangkan pada tahap pelaksanaan pengelolaan TUK garmen telah sesuai dengan perencanaan program kerja yang ditetapkan. Pada evaluasi pengelolaan TUK garmen secara keseluruhan berlangsung sesuai dengan perencanaan meskipun terdapat beberapa aspek yang masih kurang sesuai, misalnya sarana dan prasarana yang belum sesuai dengan standar yang berlaku.

    Study Tentang Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembuatan Celana Wanita Di Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Wakhida, Eva Nur. 2010. Study Tentang Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembuatan Celana Wanita Di Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Idah Hadijah M. Pd. (2) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd.    Kata Kunci: kesulitan belajar siswa, pembuatan celana wanita   Kesulitan dalam menjahit busana wanita di kelas XI Busana Butik (XI BB) terutama pada kompetensi dasar pembuatan celana wanita dan hampir 40% nilai yang dicapai siswa rata-rata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa XI BB pada proses pembuatan celana wanita.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 5 Malang dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI BB1 dan XI BB2 jurusan Busana Butik dengan jumlah populasi 55 siswa. uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil dari penelitian ini bahwa sebagian besar responden (kelas XI busana butik SMKN 5 Malang) menyatakan bahwa kegiatan pada tahap pola (pattern), memotong (cutting), menjahit (sewing), penyelesaian akhir (finishing) dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan dengan rata-rata persentase 29,4%. Hal ini dikarenakan dalam setiap langkah pembuatan celana wanita tidak terlepas dari peran guru yang selalu membimbing dan mengecek setiap langkah praktik siswa mulai dari tahap pembuatan pola(pattern), memotong(cutting), menjahit(sewing), dan penyelesaian akhir(finishing). Saran yang dapat peneliti kemukakan adalah (1) pada teknik menjahit celana wanita khususnya pada pemasngan ban pinggang disarankan lebih ditingkatkan lagi dalam strategi mengajar, agar dapat memberikan motivasi lebih kepada siswa sehingga dapat mengatasi kesulitan yang dialami siswa tersebut;(2) pada tahap menjahit selangkangan pesak celana wanita sebaiknya guru memberikan materi tentang langkah-langkah menjahit dengan menggunakan media yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa; (3) pada tahap pembuatan tutup tarik sebaiknya siswa lebih memperbanyak latihan dan memahami urutan langkah-langkah pembuatan tutup tarik; dan (4) hasil penelitian ini diharapkan juga dapat dijadikan dasar maupun referensi bagi peneliti berikutnya yang akan meneliti mengenai kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran busana industri. Khususnya pada materi pembuatan celana wanita di kelas XI busana butik SMKN 5 Malang, sehingga dalam jangka panjang penelitian tersebut diharapkan mampu menyempurnakan kegiatan proses belajar mengajar pada pembuatan celana wanita sebelumnya.

    Studi Proses Cutting Pembuatan Kemeja Batik Motif Sambung di Abadi Tailor

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari , Septiana S. 2015. Studi Proses Cutting Pembuatan Kemeja Batik Motif Sambung di Abadi Tailor. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd., (II) Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn.     Kata kunci: Proses cutting, Kemeja Motif Sambung   Abadi Tailor merupakan salah satu usaha busana yang memiliki pengalam-an bertahun-tahun  dalam  menerima order kemeja batik motif sambung. Abadi Tailor menerapkan pembuatan pola langsung diatas kain dan mampu menciptakan teknik cutting kemeja batik motif sambung sendiri yang lebih mudah dan praktis. Proses cutting pada pembuatan kemeja batik motif sambung perlu memperhatikan teknik-teknik cutting tertentu disetiap motif geometri maupun motif non geometri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses cutting pada pembuatan kemeja batik motif  sambung di Abadi Tailor. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimana pembuatan pola kemeja batik motif sambung langsung diatas kain, (2) bagaimana proses cutting bahan kemeja batik pada motif geometri, dan (3) bagaimana proses cutting bahan kemeja batik pada motif non-geometri. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumen terkait. Adapun sumber data diperoleh dari 3 informan yakni pemilik Abadi Tailor, karyawan Abadi Tailor dan dokumen terkait. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis model Miles dan Huberman dengan tahapan (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat empat kesimpulan yaitu (1) penerapan membuat pola kemeja langsung diatas kain karena mampu memberikan dampak efisiensi waktu dan biaya, (2) perlakuan proses cutting pada motif batik golongan motif geometri (motif garis miring) dan non geometri (motif semen) hampir sama. Namun ada beberapa perbedaan yakni pada persiapan cutting bahan, cutting badan belakang dan cutting bahan lengan, dan (3) pola kemeja yang dibuat diatas kain, sudah diberi tambahan 1 cm, kecuali pada bagian kelim bawah. Pada saat cutting bahan kemeja, bagian kelim bawah ditambah kampuh 4 cm, dan (4) Teknik cutting belahan dengan cara memberikan tambahan kampuh 0,5 cm pada bagian belahan. Saran dalam penelitian ini adalah pembuatan pola kemeja dilakukan diatas bahan dan memotong kemeja sesuai dengan motif, sehingga disarankan kepada mahasiswa maupun masyarakat yang sudah biasa memotong bahan kemeja batik sambung, jika membuat kemeja batik motif sambung pada bagian proses cutting bisa mencoba variasi cara memotong yang diterapkan di Abadi Tailor. Hal tersebut dikarenakan proses cutting kemeja batik motif sambung pada berbagai motif batik, memiliki teknik cutting yang hampir sama. Selain itu, proses cutting di Abadi Tailor ini lebih efisien waktu dalam hal memotong bahan, juga efisien biaya dalam hal hemat kain dan kertas serta langkah-langkah memotong bahan kemeja batik sambung yang mudah diterapkan

    0

    full texts

    632

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇